Penulis: Arum
Editor: Tjhia Yen Nie

 

Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya , pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.” (Roma 1: 16, 17)

Tanggung jawab memberitakan Injil bukan tanggung jawab pendeta dan pelayan gereja yang sudah terlatih saja, tapi tanggung jawab kita semua, orang percaya. Jikalau tugas kita semua, lalu dari mana kita akan memulainya? Memberitakan Injil bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan,namun bukan berarti tidak bisa dilakukan oleh semua orang. Setiap kita, orang percaya, adalah surat terbuka, setiap orang yang melihat kita juga melihat Kristus. Lalu apakah diri kita, saya dan anda sudah mencerminkan watak Yesus Kristus?

Jika ada sebuah pertanyaan, kalau kamu mati saat ini, apakah kamu yakin nanti masuk surga? Apakah kita sebagai orang percaya pada Tuhan Yesus masih meragukan surga itu? Apakah saat ini hati kita masih bertanya-tanya antara yakin dan tidak yakin, atau masih adakah pemikiran kita mudah-mudahan masuk surga? 

Bagaimana seseorang dikatakan menjadi percaya Kristus Yesus, mempercayai Tuhan yang telah mati di kayu salib demi menebus dosa setiap orang percaya, jika masih meragukan tentang surga itu sendiri. Atau kita masih mempunyai rasa takut yang berlebihan, tidak begitu yakin akan ke mana setelah kematian. Kita harus percaya bahwa Yesus itu Tuhan dan Juruselamat kita.

Mensukseskan amanat-Nya pada kita, mandat Tuhan terbesar, beritakanlah Injil, beritakanlah Firman Tuhan kepada seluruh suku bangsa supaya mereka diselamatkan, ini mandat terbesar, bahwa kita harus bekerja di dunia ini, kita diperintahkan untuk memberitakan, melakukan. Bekerja mengupayakannya ketika kita di dunia ini.

Memberitakan Injil dimulai dari diri sendiri, apakah kita mempunyai keyakinan kepastian akan Injil itu, tentang keselamatan itu sendiri?

Kalau ada yang bertanya, apakah mengikut Yesus tidak akan ada masalah? Apakah setiap orang percaya Tuhan Yesus itu damai sejahtera? Apakah Injil itu menenangkan, mendamaikan? Apa untungnya kamu percaya Yesus? 

Jika kita memberitakan Injil, apakah kehidupan akan baik-baik saja tanpa masalah? Belum tentu! Apakah dalam iman, kita meyakini Injil itu menyelamatkan? Injil itu adalah berita Yesus mati di kayu salib, dikubur tiga hari, bangkit dari kubur naik ke surga, dan empat puluh hari kemudian menampakkan diri pada murid-Nya. 

Iman Kristen, percaya dulu baru mengerti, bukan mengerti baru percaya. Pemahaman Tritunggal bukan masalah ilmu pengetahuan tapi soal iman. Tuhan akan memberikan banyak pengertian. 

Kesempatan memberitakan Injil akan dibukakan oleh Tuhan, dengan cara apapun. Bagi Paulus, Injil itu kekuatan Allah yang menyelamatkan orang percaya. 

Sejak zaman Yesus selalu ada tantangannya, Paulus menasihatkan Timotius yang masih muda, jangan malu, jangan takut. Tidak cukup hanya dengan yakin, tapi harus mengalami Injil itu sendiri. Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan orang percaya.

Sains menjadikan kita pintar dan mendapat banyak informasi, tapi sains tidak membawa orang mengenal penciptanya. Filsafat pemberi inspirasi, Injil mentransformasi hidup, Injil tidak memberi pengharapan yang dipelajari dari filsafat. Injil menyentuh hati setiap orang, akan mengubah orang mengalami Injil itu. Orang bisa belajar untuk pandai, tapi orang pandai belum tentu mengerti hidupnya dalam Tuhan. 

Injil yang membawa kita kepada Tuhan, dan orang yang dipakai adalah orang-orang sederhana, datang dari Allah, jadi jangan malu memberitakan Injil.

Perkembangan teknologi luar biasa, namun kuasa Tuhan tidak terbatas. Banyak orang terinspirasi oleh berbagai tokoh, tapi semua tidak bisa membawa seseorang mengenal Tuhan. Hanya Yesus Kristus-lah Tuhan dan Juruselamat. 

PA penting, persekutuan penting, mempelajari Alkitab penting, tapi harus menyentuh hati kita. mengalami Injil itu sendiri. Kabar baik itu kekuatan Allah, kenapa kita harus takut dan khawatir? Kalau Tuhan bukakan kita pasti bisa mengabarkan Injil. Injil bukan sekedar informasi dan inspirasi. Jangan takut ditolak, kita minta Tuhan menolong dan memampukan kita agar kita boleh menjadi alat-Nya.

 

Doa: Tuhan Yesus yang baik, kami bersyukur karena Engkau telah menebus dosa kami, mampukan kami agar kami boleh menjadi alat-Mu dimanapun kami berada, untuk kami boleh memberitakan Injil-Mu, untuk kami boleh melakukan kebenaran sesuai dengan kehendak-Mu, dimanapun kami berada, sekecil apapun yang kami lakukan, biarlah kami boleh memuliakan nama-Mu. Amien.