Penulis: Arum
Editor: Tjhia Yen Nie

Ada sepasang suami istri yang telah berusia senja, suaminya berusia 85 tahun dan istrinya 77 tahun. Sang istri mengerjakan segala pekerjaan rumah sendiri, mulai dari memasak, mencuci piring, mencuci pakaian, menyapu, mengepel dan mengurus semua kebutuhan suaminya. Menyediakan semua kebutuhan suaminya yang sudah menggunakan tongkat.

Sekalipun semua anak dan cucunya mempunyai kehidupan yang berhasil, boleh dikatakan kaya, tetapi kedua Oma Opa ini tetap bersikeras tinggal di rumah sendiri, tidak mau tinggal di rumah anak-anaknya, dengan alasan ingin hidup mandiri, tidak mau menyusahkan anak cucu.

Saya adalah orang yang sering mengunjungi mereka, ketika saya tanya, apakah Opa dan Oma tidak merasa kesepian hidup berdua di rumah? Apakah tidak takut? Opa menjawab dengan senyuman sedangkan Oma menjawab, kenapa harus takut? ‘kan ada Tuhan Yesus yang selalu menjaga.Oma dan Opa juga tidak merasa kesepian  karena anak-anak menelepon setiap hari, kalau Sabtu dan Minggu mereka selalu datang mengunjungi, kadang mereka mengajak makan di luar dan menonton film di bioskop. Dan Oma juga aktif di gereja, ikut senam bersama ibu-ibu lansia,  ikut pelawatan bersama Bapak Pendeta ke jemaat-jemaat, membesuk yang sakit dan juga melayat yang meninggal.

Saya pribadi kagum dengan kemandirian Oma dan Opa ini, ternyata kemandiriannya itu bukan karena fisiknya yang kuat untuk orang yang seusianya, tetapi kekuatannya bersumber dari iman percaya atas penyertaan Tuhan Yesus, yang selalu mereka yakini bahwa kasih Tuhan selalu menyertai hidup mereka.Oma Opa hidup berpegang teguh pada Firman Tuhan, Mazmur 23 menjadi pegangan yang mengiringi perjalanan hidup mereka bersama Tuhan.  

Daud menggambarkan hubungan kedekatannya pada Tuhan. Daud menggambarkan dirinya sebagai domba dan Tuhan sebagai gembala. Daud mengerti kebutuhan domba akan makanan, minuman, perasaan aman dan perhatian, Daud pun mengerti tugas dan tanggung jawab seorang gembala.

Dalam menjalani kehidupan sehari-hari Daud tidak pernah merasa kekurangan, oleh karena itu, sebagai domba dia selalu diperhatikan oleh Gembalanya. Daud merasakan kehadiran Allah yang selalu memimpinnya, ia tidak pernah merasa kekurangan dalam hal kebutuhan jasmani maupun rohaninya. Daud mendapatkan kebutuhan jasmani yang digambarkan dengan  gambaran padang rumut yang hijau, air yang tenang, dan hidangan.Daud juga mendapatkan kebutuhan rohani yang digambarkan dengan jiwa yang disegarkan, dan dituntun ke jalan yang benar. Oleh sebab itu Daud merasa aman, ia tidak pernah takut bahaya. Bahkan ketika nanti menghadapi maut, Daud mengatakan bahwa dirinya tidak takut bahaya ketika memasuki lembah kekelamaan, itu menunjukkan bagaimana dia percaya bahwa di masa depan pun Tuhan akan melindungi dan mengasihinya.

Perjalanan Daud bersama Tuhan menunjukkan Tuhan ibarat gembala yang mampu memenuhi semua kebutuhan domba-domba-Nya serta menjaganya. Kita percaya di dalam Yesus Kristus, kita mendapatkan apa yang kita perlukan, bahkan ketika nanti dipanggil Tuhan, kita dikaruniakan keselamatan oleh karena kasih karunia-Nya. Dalam kondisi apapun kita tetap harus mengandalkan Tuhan, kita percaya Dia tidak pernah meninggalkan kita. Orang yang hidupnya dipimpin oleh Tuhan tidak akan kekurangan. Amin