Penulis: Finna Padhang
Editor: Tjhia Yen Nie

Tangerang, 31 Desember 2020

Tidak terasa hari ini adalah hari terakhir di tahun 2020. Sungguh oleh anugerah-Nya semata, kita bisa melalui tahun ini. Tahun 2020, tahun yang penuh kejutan, kejutan yang membawa duka, namun juga suka.

Duka karena ada kerabat, sahabat, kenalan, yang ditinggalkan oleh orang-orang yang dikasihinya, duka karena kehilangan pekerjaan, karena sakit penyakit, dan  duka yang disebabkan oleh pandemi covid-19.

Suka karena ada teman-teman yang bersukacita karena kelahiran putranya, ada rekan yang memulai keluarga barunya, suka karena ada kesempatan belajar melakukan hal-hal baru yang positip yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya, karena diberi kesempatan mencapai prestasi yang sepertinya sulit dipercaya dapat diraih, suka karena diberi kesempatan memimpin, meskipun seringkali kegentaran melingkupi.

Melalui semua itu saya dingatkan bahwa sungguh  tidak ada sesuatu yang mustahil kalau Tuhan berkehendak. Boleh sombong? Tentu tidak.  Semua itu hanya karena anugerah-Nya semata.  Belajar memberikan yang terbaik, belajar melihat bahwa Ia turut bekerja. Belajar untuk selalu rendah hati, karena kemuliaan hanya patut diberikan kepada Tuhan. Belajar berserah kepada kehendak-Nya.

Mudah dijalankan? Tentu tidak. Sulit? Ya, namun sulit bukan berarti tidak bisa. Bisa karena kamu hebat? Tentu tidak, hanya karena DIA yang hebat, yang memberikan rahmat-Nya kepada kita. Siapa kita ini? Kita hanyalah debu.

"sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu." (Kejadian 3: 19b)

Memasuki tahun 2021, ada rasa gentar menghadapi apa yang ada di depan. Namun kiranya Tuhan memberikan rahmat-Nya, menuntun setiap langkah kita menapaki jalan kehidupan ini.

Lebih berhati-hati lagi dalam bertindak, lebih berhikmat lagi, lebih bijaksana lagi, lebih mengasihi lagi. Terus diingatkan: "Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia." (Kolose 3:23)

Terus berupaya supaya memperoleh mahkota abadi yang sesuai dengan panggilan kita masing-masing. Kiranya Tuhan yang menolong dan memampukan kita.

"Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi  (1 Timotius 6:12).”