Deprecated: htmlspecialchars(): Passing null to parameter #1 ($string) of type string is deprecated in /home/gkigadingserpong/public_html/libraries/src/Document/Renderer/Feed/AtomRenderer.php on line 89
Liputan - GKI Gading Serpong https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan 2026-01-03T05:02:39+07:00 GKI Gading Serpong web.gkigadingserpong@gkigadingserpong.org WinsCreations Cegah Sebelum Parah, Rahasia Menjaga Jantung dan Ginjal Tetap Sehat 2025-12-15T09:40:35+07:00 2025-12-15T09:40:35+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/cegah-sebelum-parah-rahasia-menjaga-jantung-dan-ginjal-tetap-sehat Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/ff/IMG-20251210-WA0005.jpg" alt="" width="1280" height="960" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Komisi Kesehatan GKI Gading Serpong kembali mengadakan kegiatan edukasi kesehatan untuk masyarakat, melalui seminar awam bertema “Cegah Sebelum Parah, Rahasia Menjaga Jantung dan Ginjal Tetap Sehat”, yang diselenggarakan pada Minggu, 30 November 2025, pukul 13.00–15.00 di Ruang Tambahan lantai 6, Gedung SMAK Penabur Gading Serpong, Jl. Kelapa Gading Barat, Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Acara ini dihadiri 88 peserta, dibuka dengan doa oleh Pnt. Yohana Inge Sugiarto, kemudian dipandu oleh dr. Natalia Permatasari, selaku pembawa acara. Selain seminar, juga diadakan pemeriksaan asam urat, kolesterol, dan gula darah. </span></p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/cegah-sebelum-parah-rahasia-menjaga-jantung-dan-ginjal-tetap-sehat" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/ff/IMG-20251210-WA0005.jpg" alt="" width="1280" height="960" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Komisi Kesehatan GKI Gading Serpong kembali mengadakan kegiatan edukasi kesehatan untuk masyarakat, melalui seminar awam bertema “Cegah Sebelum Parah, Rahasia Menjaga Jantung dan Ginjal Tetap Sehat”, yang diselenggarakan pada Minggu, 30 November 2025, pukul 13.00–15.00 di Ruang Tambahan lantai 6, Gedung SMAK Penabur Gading Serpong, Jl. Kelapa Gading Barat, Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Acara ini dihadiri 88 peserta, dibuka dengan doa oleh Pnt. Yohana Inge Sugiarto, kemudian dipandu oleh dr. Natalia Permatasari, selaku pembawa acara. Selain seminar, juga diadakan pemeriksaan asam urat, kolesterol, dan gula darah. </span></p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/cegah-sebelum-parah-rahasia-menjaga-jantung-dan-ginjal-tetap-sehat" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Seminar Pasutri Muda: Nurturing Our Children’s Emotional Well-Being 2025-11-27T08:53:28+07:00 2025-11-27T08:53:28+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/seminar-pasutri-muda-nurturing-our-childrens-emotional-well-being Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/ee/1000082658.jpg" alt="" width="1600" height="1200" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Seminar Pasutri Muda, Komisi Dewasa GKI Gading Serpong kembali diadakan sebagai rangkaian persekutuan rutin, yang ditujukan bagi pasangan dengan usia pernikahan di bawah lima belas tahun. Kegiatan ini berlangsung setiap empat bulan sekali, untuk membantu pasangan muda menjawab pergumulan-pergumulan praktis dalam pernikahan dan pengasuhan, sekaligus bertumbuh sebagai keluarga Kristen. Meskipun difokuskan untuk pasutri muda, ternyata topik ini juga menjadi pergumulan pasutri yang lebih senior. Kami pun dengan senang hati menyambut rekan-rekan lainnya dalam seminar 8 November 2025 yang lalu, di lantai 5 SMA Penabur Gading Serpong, Jalan Kelapa Gading Barat, Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/seminar-pasutri-muda-nurturing-our-childrens-emotional-well-being" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/ee/1000082658.jpg" alt="" width="1600" height="1200" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Seminar Pasutri Muda, Komisi Dewasa GKI Gading Serpong kembali diadakan sebagai rangkaian persekutuan rutin, yang ditujukan bagi pasangan dengan usia pernikahan di bawah lima belas tahun. Kegiatan ini berlangsung setiap empat bulan sekali, untuk membantu pasangan muda menjawab pergumulan-pergumulan praktis dalam pernikahan dan pengasuhan, sekaligus bertumbuh sebagai keluarga Kristen. Meskipun difokuskan untuk pasutri muda, ternyata topik ini juga menjadi pergumulan pasutri yang lebih senior. Kami pun dengan senang hati menyambut rekan-rekan lainnya dalam seminar 8 November 2025 yang lalu, di lantai 5 SMA Penabur Gading Serpong, Jalan Kelapa Gading Barat, Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/seminar-pasutri-muda-nurturing-our-childrens-emotional-well-being" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Persekutuan Bulan Keluarga Usindah, Oktober 2025 2025-11-15T14:51:43+07:00 2025-11-15T14:51:43+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/persekutuan-bulan-keluarga-usindah-oktober-2025 Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/re/IMG-20251115-WA0008.jpg" alt="" width="1280" height="960" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;"><em>Kami keluarga Allah, keluarga yang taat dan bahagia </em></p> <p style="text-align: justify;"><em>Sebab memiliki Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat </em></p> <p style="text-align: justify;"><em>Kami k’luarga Allah yang taat dan bahagia, sebab memiliki Yesus Kristus,&nbsp;<span style="caret-color: auto;">Oh...</span></em></p> <p style="text-align: justify;"><em><span style="caret-color: auto;"> Kami k’luarga Allah, kami k’luarga Allah, k’luarga yang taat dan bahagia.</span></em></p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/persekutuan-bulan-keluarga-usindah-oktober-2025" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/re/IMG-20251115-WA0008.jpg" alt="" width="1280" height="960" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;"><em>Kami keluarga Allah, keluarga yang taat dan bahagia </em></p> <p style="text-align: justify;"><em>Sebab memiliki Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat </em></p> <p style="text-align: justify;"><em>Kami k’luarga Allah yang taat dan bahagia, sebab memiliki Yesus Kristus,&nbsp;<span style="caret-color: auto;">Oh...</span></em></p> <p style="text-align: justify;"><em><span style="caret-color: auto;"> Kami k’luarga Allah, kami k’luarga Allah, k’luarga yang taat dan bahagia.</span></em></p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/persekutuan-bulan-keluarga-usindah-oktober-2025" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Beyond Sunday 2025-10-30T15:19:02+07:00 2025-10-30T15:19:02+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/beyond-sunday Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/ret/Picture1.jpg" alt="" width="1430" height="953" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Pada 20 September 2025, para peserta katekisasi GKI Gading Serpong, yang sudah mengikuti kelas selama kurang lebih delapan bulan, mengikuti retret selama dua hari, dengan mengambil tema ”<em>B</em><em>eyond Sunday</em>”. Ada tiga puluh orang yang mengikuti retret kali ini, yang dilaksanakan di Ole Cottage, Sentul. Peserta berkumpul di Griya Anugerah, dan berangkat ke lokasi menggunakan bus pada pukul 08.00 WIB.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/beyond-sunday" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/ret/Picture1.jpg" alt="" width="1430" height="953" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Pada 20 September 2025, para peserta katekisasi GKI Gading Serpong, yang sudah mengikuti kelas selama kurang lebih delapan bulan, mengikuti retret selama dua hari, dengan mengambil tema ”<em>B</em><em>eyond Sunday</em>”. Ada tiga puluh orang yang mengikuti retret kali ini, yang dilaksanakan di Ole Cottage, Sentul. Peserta berkumpul di Griya Anugerah, dan berangkat ke lokasi menggunakan bus pada pukul 08.00 WIB.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/beyond-sunday" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Perayaan Iman, Seni, dan Kepedulian (Liputan Pagelaran Seni FKPK Kompleks PENABUR Gading Serpong) 2025-10-24T11:01:37+07:00 2025-10-24T11:01:37+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/perayaan-iman-seni-dan-kepedulian-liputan-pagelaran-seni-fkpk-kompleks-penabur-gading-serpong Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/bee/Picture1.jpg" alt="" width="1145" height="644" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Sabtu, 27 September 2025, pukul 10.00, aula lantai 6 SMAK PENABUR Gading Serpong dipenuhi suasana ceria, tawa, dan harapan. Lebih dari tiga ratus peserta, yang terdiri dari siswa TK hingga SMA, jemaat GKI Gading Serpong, GKI Perumnas, serta guru dan orang tua hadir dalam Pagelaran Seni FKPK (Forum Kerja sama Pembinaan Kerohanian) Kompleks PENABUR Gading Serpong.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/perayaan-iman-seni-dan-kepedulian-liputan-pagelaran-seni-fkpk-kompleks-penabur-gading-serpong" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/bee/Picture1.jpg" alt="" width="1145" height="644" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Sabtu, 27 September 2025, pukul 10.00, aula lantai 6 SMAK PENABUR Gading Serpong dipenuhi suasana ceria, tawa, dan harapan. Lebih dari tiga ratus peserta, yang terdiri dari siswa TK hingga SMA, jemaat GKI Gading Serpong, GKI Perumnas, serta guru dan orang tua hadir dalam Pagelaran Seni FKPK (Forum Kerja sama Pembinaan Kerohanian) Kompleks PENABUR Gading Serpong.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/perayaan-iman-seni-dan-kepedulian-liputan-pagelaran-seni-fkpk-kompleks-penabur-gading-serpong" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Ekklesia Hospitalis (Where You’re Known, Loved, and Called) 2025-10-22T12:36:07+07:00 2025-10-22T12:36:07+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/ekklesia-hospitalis-where-youre-known-loved-and-cared Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/ba/Picture1.png" alt="" width="241" height="291" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Di tengah gereja yang besar, sering kali tidak semua orang saling mengenal. Namun, pernahkah kita bertanya, apakah setiap orang merasa diterima? Merasa dihargai? Merasa memiliki? Dalam pelayanan, kita sering terjebak dalam rutinitas. Fokus pada tugas, tetapi lupa alasan utama kita melayani, yaitu untuk memuliakan Tuhan dan membangun sesama. Bahkan, tak jarang pelayanan terasa berat karena takut salah, takut dinilai, atau merasa tidak cukup mampu.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/ekklesia-hospitalis-where-youre-known-loved-and-cared" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/ba/Picture1.png" alt="" width="241" height="291" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Di tengah gereja yang besar, sering kali tidak semua orang saling mengenal. Namun, pernahkah kita bertanya, apakah setiap orang merasa diterima? Merasa dihargai? Merasa memiliki? Dalam pelayanan, kita sering terjebak dalam rutinitas. Fokus pada tugas, tetapi lupa alasan utama kita melayani, yaitu untuk memuliakan Tuhan dan membangun sesama. Bahkan, tak jarang pelayanan terasa berat karena takut salah, takut dinilai, atau merasa tidak cukup mampu.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/ekklesia-hospitalis-where-youre-known-loved-and-cared" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Gentle Parents, Strong Kids 2025-10-13T08:21:32+07:00 2025-10-13T08:21:32+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/gentle-parents-strong-kids Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/Picture1.jpg" alt="" width="610" height="405" loading="lazy"></p><p style="margin-top: 5px; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Dalam rangka Bulan Keluarga, GKI Gading Serpong mengadakan rangkaian seminar. Seminar pertama bertemakan “<em>Gentle Parents, Strong Kids</em>”, dibawakan oleh Eunike Mutiara, Ph.D., Psi., diselenggarakan pada Sabtu, 11 Oktober 2025, di Aula Kana, Griya Kasih, Jl. Kelapa Gading Barat Blok AG 15, Pakulonan Barat, Kelapa Dua, Tangerang. Acara dimulai pukul 16:30 WIB, dan dihadiri oleh 29 orang. Seminar dipimpin oleh MC sekaligus moderator, Lia Kristianti, diawali dengan lagu pembukaan yang diiringi oleh pemusik Thesa Junus dan Jody Alvian. Setelah itu, Pdt. Pramudya Hidayat membuka acara seminar dengan doa pembukaan. </span></p> <p style="margin-top: 5px; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Eunike memaparkan materi seminar menjadi tiga bagian besar, yaitu <em>paradigm</em> (paradigma), <em>principles</em> (prinsip), dan <em>practices </em>(praktek). Bagaimana kita memandang peran sebagai orang tua adalah amat penting, karena menentukan cara kita bersikap. Paradigma, dipandang dari <em>time perspective </em>(perspektif waktu) dapat dibagi menjadi tiga, yaitu <em>past</em> (masa lampau)<em>,</em> <em>present</em> (masa kini), dan <em>future </em>(masa depan). <em>Eternal paradigm</em> (paradigma abadi) memungkinkan kita untuk menganggap pengasuhan anak sebagai perjalanan penebusan, baik bagi orang tua maupun anak. Seperti dinyatakan dalam Filipi 3: 12-14, “Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, … Aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan surgawi dari Allah dalam Kristus Yesus,” mencakup sikap <em>redemptive </em>(penebusan), <em>God oriented </em>(berorientasi pada Tuhan), dan <em>process oriented </em>(berorientasi pada proses). </span></p> <p style="margin-top: 5px; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Dari segi prinsip, <em>gentle parenting</em> (pendekatan pengasuhan yang lembut) membutuhkan pemahaman psikologis yang baik tentang diri kita sebagai orang tua dan anak-anak kita. Ikatan emosional yang terbentuk di masa kanak-kanaklah yang menjadi inti dari cara kita membentuk hubungan di masa dewasa. Kita mempunyai kebutuhan <em>nurturing</em> (berbagi sesuatu) kepada generasi berikut, yang akan membawa <em>meaning </em>(arti) bagi kehidupan kita. </span></p> <p style="margin-top: 5px; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Untuk mempraktikkan paradigma dan prinsip-prinsip psikologis di atas, ada empat poin yang perlu kita ketahui, yaitu <em>know yourself</em> (mengenali diri sendiri), <em>flourish in spousal relationship </em>(berbagi peran dalam kehidupan berkeluarga)<em>, set boundaries </em>(menetapkan batasan),<em> and be wholly involved </em>(terlibat sepenuhnya). </span></p> <p style="margin-top: 5px; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Tahap pertama adalah mengenali diri, yaitu bagaimana hubungan kita dengan Tuhan, bagaimana masa lalu kita berpengaruh, dan apakah sudah <em>settled </em>(mapan) atau belum. Jika mengalami kesulitan mengenali diri, bisa dibantu dengan konseling. Yang kedua, hubungan yang baik dengan pasangan bisa memengaruhi cara <em>parenting</em> (pengasuhan anak). </span></p> <p style="margin-top: 5px; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Selanjutnya, berbagi peran di dalam kehidupan berkeluarga dan juga <em>setting the boundaries </em>(memberikan batasan-batasan). Anak tahu, orang tua memegang otoritas terbesar. Kita perlu berhati-hati dengan istilah <em>gentle parenting.</em> Bukan berarti kita tidak boleh “marah”. Tuhan Yesus pun pernah marah untuk mendisiplin. </span></p> <p style="margin-top: 5px; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Terakhir, anak akan lebih bahagia bila kita dapat memberikan <em>time</em> (waktu)<em>, mind </em>(pikiran), dan <em>heart</em> (hati) kepada mereka. Kita perlu menyelami pikiran anak, berbicara dengan bahasa mereka. Hal ini membutuhkan kreativitas. Perlu resolusi setelah memarahi anak, supaya mereka tahu tujuannya. Kita perlu juga meminta maaf kepada anak-anak. Kontrol diri, kasih tanpa syarat, dan pengampunan sebagai bentuk <em>redemption</em> (penebusan)-lah yang akan mengubah karakter anak-anak kita. Saat kita memahami bahwa hidup kita telah ditebus secara sempurna oleh Tuhan, kita akan lebih bisa memaknai perjalanan <em>parenting</em> sebagai proses yang begitu indah.</span></p> <p style="margin-top: 5px; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Acara diakhiri dengan sesi tanya jawab yang dipandu oleh MC dan doa penutup oleh Reni Yuliastuti pada pukul 18:30 WIB.</span></p> <p style="margin-top: 5px; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;"></span></p> <p style="margin-top: 5px; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">*Penulis adalah anggota GKI Gading Serpong.</span></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/Picture1.jpg" alt="" width="610" height="405" loading="lazy"></p><p style="margin-top: 5px; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Dalam rangka Bulan Keluarga, GKI Gading Serpong mengadakan rangkaian seminar. Seminar pertama bertemakan “<em>Gentle Parents, Strong Kids</em>”, dibawakan oleh Eunike Mutiara, Ph.D., Psi., diselenggarakan pada Sabtu, 11 Oktober 2025, di Aula Kana, Griya Kasih, Jl. Kelapa Gading Barat Blok AG 15, Pakulonan Barat, Kelapa Dua, Tangerang. Acara dimulai pukul 16:30 WIB, dan dihadiri oleh 29 orang. Seminar dipimpin oleh MC sekaligus moderator, Lia Kristianti, diawali dengan lagu pembukaan yang diiringi oleh pemusik Thesa Junus dan Jody Alvian. Setelah itu, Pdt. Pramudya Hidayat membuka acara seminar dengan doa pembukaan. </span></p> <p style="margin-top: 5px; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Eunike memaparkan materi seminar menjadi tiga bagian besar, yaitu <em>paradigm</em> (paradigma), <em>principles</em> (prinsip), dan <em>practices </em>(praktek). Bagaimana kita memandang peran sebagai orang tua adalah amat penting, karena menentukan cara kita bersikap. Paradigma, dipandang dari <em>time perspective </em>(perspektif waktu) dapat dibagi menjadi tiga, yaitu <em>past</em> (masa lampau)<em>,</em> <em>present</em> (masa kini), dan <em>future </em>(masa depan). <em>Eternal paradigm</em> (paradigma abadi) memungkinkan kita untuk menganggap pengasuhan anak sebagai perjalanan penebusan, baik bagi orang tua maupun anak. Seperti dinyatakan dalam Filipi 3: 12-14, “Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, … Aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan surgawi dari Allah dalam Kristus Yesus,” mencakup sikap <em>redemptive </em>(penebusan), <em>God oriented </em>(berorientasi pada Tuhan), dan <em>process oriented </em>(berorientasi pada proses). </span></p> <p style="margin-top: 5px; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Dari segi prinsip, <em>gentle parenting</em> (pendekatan pengasuhan yang lembut) membutuhkan pemahaman psikologis yang baik tentang diri kita sebagai orang tua dan anak-anak kita. Ikatan emosional yang terbentuk di masa kanak-kanaklah yang menjadi inti dari cara kita membentuk hubungan di masa dewasa. Kita mempunyai kebutuhan <em>nurturing</em> (berbagi sesuatu) kepada generasi berikut, yang akan membawa <em>meaning </em>(arti) bagi kehidupan kita. </span></p> <p style="margin-top: 5px; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Untuk mempraktikkan paradigma dan prinsip-prinsip psikologis di atas, ada empat poin yang perlu kita ketahui, yaitu <em>know yourself</em> (mengenali diri sendiri), <em>flourish in spousal relationship </em>(berbagi peran dalam kehidupan berkeluarga)<em>, set boundaries </em>(menetapkan batasan),<em> and be wholly involved </em>(terlibat sepenuhnya). </span></p> <p style="margin-top: 5px; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Tahap pertama adalah mengenali diri, yaitu bagaimana hubungan kita dengan Tuhan, bagaimana masa lalu kita berpengaruh, dan apakah sudah <em>settled </em>(mapan) atau belum. Jika mengalami kesulitan mengenali diri, bisa dibantu dengan konseling. Yang kedua, hubungan yang baik dengan pasangan bisa memengaruhi cara <em>parenting</em> (pengasuhan anak). </span></p> <p style="margin-top: 5px; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Selanjutnya, berbagi peran di dalam kehidupan berkeluarga dan juga <em>setting the boundaries </em>(memberikan batasan-batasan). Anak tahu, orang tua memegang otoritas terbesar. Kita perlu berhati-hati dengan istilah <em>gentle parenting.</em> Bukan berarti kita tidak boleh “marah”. Tuhan Yesus pun pernah marah untuk mendisiplin. </span></p> <p style="margin-top: 5px; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Terakhir, anak akan lebih bahagia bila kita dapat memberikan <em>time</em> (waktu)<em>, mind </em>(pikiran), dan <em>heart</em> (hati) kepada mereka. Kita perlu menyelami pikiran anak, berbicara dengan bahasa mereka. Hal ini membutuhkan kreativitas. Perlu resolusi setelah memarahi anak, supaya mereka tahu tujuannya. Kita perlu juga meminta maaf kepada anak-anak. Kontrol diri, kasih tanpa syarat, dan pengampunan sebagai bentuk <em>redemption</em> (penebusan)-lah yang akan mengubah karakter anak-anak kita. Saat kita memahami bahwa hidup kita telah ditebus secara sempurna oleh Tuhan, kita akan lebih bisa memaknai perjalanan <em>parenting</em> sebagai proses yang begitu indah.</span></p> <p style="margin-top: 5px; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Acara diakhiri dengan sesi tanya jawab yang dipandu oleh MC dan doa penutup oleh Reni Yuliastuti pada pukul 18:30 WIB.</span></p> <p style="margin-top: 5px; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;"></span></p> <p style="margin-top: 5px; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">*Penulis adalah anggota GKI Gading Serpong.</span></p> Membangun Karier Kedua bersama Tuhan 2025-10-09T19:28:15+07:00 2025-10-09T19:28:15+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/membangun-karier-kedua-bersama-tuhan Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/l/DSCF9256.JPG" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Pada Sabtu, 27 September 2025, Yayasan Gema Kasih Indonesia mengadakan seminar yang bertujuan untuk mempersiapkan jemaat memasuki masa pensiun dengan lebih baik. Seminar "Membangun Karier Kedua bersama Tuhan" ini diadakan di PENABUR Learning Center, Jl. Layar Raya Kelapa Dua, Tangerang, dengan menghadirkan empat orang pembicara, yaitu: <strong>Pdt. Em. Santoni Ong; Dr. Ir. Antonius Tanan, MBA, MSc., MA.,</strong> Komisaris Independen PT Ciputra Development Tbk. dan PT Metrodata Electronics Tbk., Konsultan Pengembangan Profesional Mahasiswa Universitas Ciputra <em>Online</em>; <strong>Roberto Suhendra, MA, CHRP,&nbsp;</strong><em>coach, trainer</em>, dan konsultan dalam bidang <em>wellness and wealth</em>; dan<strong> Dedy Budiman, M.Pd.,</strong><em> champion sales trainer,</em> pendiri Sales Director Indonesia dan Komunitas Profesi Sales Indonesia, CEO Derap Dynamis Training &amp; Development, dan Ketua Dewan Pembina Asosiasi Guru Marketing Indonesia (AGMARI); serta <strong>Muji Purkhon</strong> sebagai moderator.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/membangun-karier-kedua-bersama-tuhan" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/l/DSCF9256.JPG" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Pada Sabtu, 27 September 2025, Yayasan Gema Kasih Indonesia mengadakan seminar yang bertujuan untuk mempersiapkan jemaat memasuki masa pensiun dengan lebih baik. Seminar "Membangun Karier Kedua bersama Tuhan" ini diadakan di PENABUR Learning Center, Jl. Layar Raya Kelapa Dua, Tangerang, dengan menghadirkan empat orang pembicara, yaitu: <strong>Pdt. Em. Santoni Ong; Dr. Ir. Antonius Tanan, MBA, MSc., MA.,</strong> Komisaris Independen PT Ciputra Development Tbk. dan PT Metrodata Electronics Tbk., Konsultan Pengembangan Profesional Mahasiswa Universitas Ciputra <em>Online</em>; <strong>Roberto Suhendra, MA, CHRP,&nbsp;</strong><em>coach, trainer</em>, dan konsultan dalam bidang <em>wellness and wealth</em>; dan<strong> Dedy Budiman, M.Pd.,</strong><em> champion sales trainer,</em> pendiri Sales Director Indonesia dan Komunitas Profesi Sales Indonesia, CEO Derap Dynamis Training &amp; Development, dan Ketua Dewan Pembina Asosiasi Guru Marketing Indonesia (AGMARI); serta <strong>Muji Purkhon</strong> sebagai moderator.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/membangun-karier-kedua-bersama-tuhan" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Season to Season: Memahami dan Menangani Krisis dalam Pernikahan 2025-09-23T15:47:35+07:00 2025-09-23T15:47:35+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/season-to-season-memahami-dan-menangani-krisis-dalam-pernikahan Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/p/WhatsApp_Image_2025-08-09_at_13.56.39_1.jpeg" alt="" width="4096" height="3072" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Dalam setiap perjalanan kehidupan pernikahan, ada masa-masa manis, ada pula masa-masa sulit. Kita perlu mengetahui apa yang menyebabkan masalah dalam kehidupan pernikahan dan cara mengantisipasinya, agar pernikahan dapat terselamatkan, bahkan memuaskan bagi kedua belah pihak. Karena itulah, pada Sabtu, 9 Agustus 2025, pukul 10.00–12.30, Komisi Dewasa sie Pasutri GKI Gading Serpong menyelenggarakan seminar "<em>Season to Season"</em>&nbsp;di Aula Kana, Griya Kasih, Jalan Kelapa Gading Selatan Blok AG15 No.16, Kelapa Dua, Pakulonan Barat, Tangerang, dengan narasumber Sujarwo Silas dan Linda Elyizabeth dari GKI Pondok Indah.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/season-to-season-memahami-dan-menangani-krisis-dalam-pernikahan" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/p/WhatsApp_Image_2025-08-09_at_13.56.39_1.jpeg" alt="" width="4096" height="3072" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Dalam setiap perjalanan kehidupan pernikahan, ada masa-masa manis, ada pula masa-masa sulit. Kita perlu mengetahui apa yang menyebabkan masalah dalam kehidupan pernikahan dan cara mengantisipasinya, agar pernikahan dapat terselamatkan, bahkan memuaskan bagi kedua belah pihak. Karena itulah, pada Sabtu, 9 Agustus 2025, pukul 10.00–12.30, Komisi Dewasa sie Pasutri GKI Gading Serpong menyelenggarakan seminar "<em>Season to Season"</em>&nbsp;di Aula Kana, Griya Kasih, Jalan Kelapa Gading Selatan Blok AG15 No.16, Kelapa Dua, Pakulonan Barat, Tangerang, dengan narasumber Sujarwo Silas dan Linda Elyizabeth dari GKI Pondok Indah.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/season-to-season-memahami-dan-menangani-krisis-dalam-pernikahan" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Menyiapkan Warisan dengan Bijak, Tanpa Masalah 2025-09-17T19:12:16+07:00 2025-09-17T19:12:16+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/menyiapkan-warisan-dengan-bijak-tanpa-masalah Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/b/WhatsApp_Image_2025-09-16_at_09.58.32.jpeg" alt="" width="1111" height="642" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Komisi Dewasa sie Pasutri GKI Gading Serpong mengadakan seminar berjudul “Menyiapkan Warisan dengan Bijak, Tanpa Masalah”. Acara dilaksanakan pada Sabtu, 13 September 2025, pukul 10.00 – 12.30 WIB, di Ruang Tambahan Kebaktian, lantai 6 SMAK Penabur Gading Serpong, Jl. Kelapa Gading Barat, Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, dibawakan oleh Dr. Risen Yan Piter, S.H., M.Kn., C.T.A. Narasumber adalah seorang advokat, fasilitator pelatihan, seminar, dan<em> workshop</em> yang dilakukan berbagai institusi perbankan, instansi pemerintahan serta lembaga keagamaan, juga penulis berbagai buku di bidang warisan, seperti <em>Prinsip-Prinsip Hukum dalam Perencanaan Distribusi Kekayaan (hibah, pewarisan dan perkawinan), Perencanaan Distribusi Kekayaan, 7 Kesalahan Umum dalam Perencanaan Warisan, Perlindungan Hukum dalam Perkawinan Campur,</em> dan<em> Merencanakan Warisan itu (Tidak) Mudah.</em></p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/menyiapkan-warisan-dengan-bijak-tanpa-masalah" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/b/WhatsApp_Image_2025-09-16_at_09.58.32.jpeg" alt="" width="1111" height="642" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Komisi Dewasa sie Pasutri GKI Gading Serpong mengadakan seminar berjudul “Menyiapkan Warisan dengan Bijak, Tanpa Masalah”. Acara dilaksanakan pada Sabtu, 13 September 2025, pukul 10.00 – 12.30 WIB, di Ruang Tambahan Kebaktian, lantai 6 SMAK Penabur Gading Serpong, Jl. Kelapa Gading Barat, Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, dibawakan oleh Dr. Risen Yan Piter, S.H., M.Kn., C.T.A. Narasumber adalah seorang advokat, fasilitator pelatihan, seminar, dan<em> workshop</em> yang dilakukan berbagai institusi perbankan, instansi pemerintahan serta lembaga keagamaan, juga penulis berbagai buku di bidang warisan, seperti <em>Prinsip-Prinsip Hukum dalam Perencanaan Distribusi Kekayaan (hibah, pewarisan dan perkawinan), Perencanaan Distribusi Kekayaan, 7 Kesalahan Umum dalam Perencanaan Warisan, Perlindungan Hukum dalam Perkawinan Campur,</em> dan<em> Merencanakan Warisan itu (Tidak) Mudah.</em></p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/menyiapkan-warisan-dengan-bijak-tanpa-masalah" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Bukan Hanya Slogan 2025-09-16T08:54:21+07:00 2025-09-16T08:54:21+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/bukan-hanya-slogan-2 Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/WhatsApp_Image_2025-09-15_at_21.06.49.jpeg" alt="" width="1600" height="877" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Kamis pagi, 21 Agustus 2025, Komisi Dewasa GKI Gading Serpong mengadakan persekutuan dewasa yang dihadiri 56 orang anggota jemaat dan simpatisan, terdiri dari 13 orang pengurus, 1 orang pembawa firman Tuhan, 2 orang staf sekretariat, dan 40 orang jemaat wanita.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/bukan-hanya-slogan-2" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/WhatsApp_Image_2025-09-15_at_21.06.49.jpeg" alt="" width="1600" height="877" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Kamis pagi, 21 Agustus 2025, Komisi Dewasa GKI Gading Serpong mengadakan persekutuan dewasa yang dihadiri 56 orang anggota jemaat dan simpatisan, terdiri dari 13 orang pengurus, 1 orang pembawa firman Tuhan, 2 orang staf sekretariat, dan 40 orang jemaat wanita.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/bukan-hanya-slogan-2" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Bukan Hanya Slogan 2025-09-16T08:54:20+07:00 2025-09-16T08:54:20+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/bukan-hanya-slogan Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/WhatsApp_Image_2025-09-15_at_21.06.49.jpeg" alt="" width="1600" height="877" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Kamis pagi, 21 Agustus 2025, Komisi Dewasa GKI Gading Serpong mengadakan persekutuan dewasa yang dihadiri 56 orang anggota jemaat dan simpatisan, terdiri dari 13 orang pengurus, 1 orang pembawa firman Tuhan, 2 orang staf sekretariat, dan 40 orang jemaat wanita.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/bukan-hanya-slogan" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/WhatsApp_Image_2025-09-15_at_21.06.49.jpeg" alt="" width="1600" height="877" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Kamis pagi, 21 Agustus 2025, Komisi Dewasa GKI Gading Serpong mengadakan persekutuan dewasa yang dihadiri 56 orang anggota jemaat dan simpatisan, terdiri dari 13 orang pengurus, 1 orang pembawa firman Tuhan, 2 orang staf sekretariat, dan 40 orang jemaat wanita.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/bukan-hanya-slogan" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Tuhan Memimpin Hidupmu 2025-09-03T18:16:53+07:00 2025-09-03T18:16:53+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/tuhan-memimpin-hidupmu Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/m/WhatsApp_Image_2025-09-03_at_17.47.59_1.jpeg" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Rabu telah tiba! Rabu telah tiba! Hore, hore, hore!</p> <p style="text-align: justify;">Rabu telah tiba! Rabu telah tiba! Hatiku gembira.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/tuhan-memimpin-hidupmu" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/m/WhatsApp_Image_2025-09-03_at_17.47.59_1.jpeg" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Rabu telah tiba! Rabu telah tiba! Hore, hore, hore!</p> <p style="text-align: justify;">Rabu telah tiba! Rabu telah tiba! Hatiku gembira.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/tuhan-memimpin-hidupmu" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Liputan Sabtu Sunyi 2025-08-15T19:39:30+07:00 2025-08-15T19:39:30+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/liputan-sabtu-sunyi Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/tp/IMG_7146.JPG" alt="" width="5472" height="3072" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Rangkaian terakhir dalam Tri Hari Suci adalah Sabtu Sunyi, yang diperingati oleh jemaat GKI Gading Serpong dalam ibadah yang dilaksanakan pada Sabtu, 19 April 2025. Ibadah dilaksanakan pada pukul 07.00, dengan konsep ibadah yang mengalir, berisi pembacaan narasi, nyanyian jemaat, pembacaan pokok-pokok doa syafaat, dan khotbah.</p> <p style="text-align: justify;">Sebanyak 242 jemaat hadir beribadah di Aula lantai 6 SMAK Penabur Gading Serpong, Jalan Kelapa Gading Barat, Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Jemaat larut dalam suasana hening yang dibangun sejak awal ibadah, baik melalui pembacaan narasi maupun nyanyian, seperti KJ 174, “Ku Heran Jurus’lamatku”; NKB 173, “Ku Tak Dapat Maju Sendiri”; NKB 141, “Kasihku PadaMu Tambahkanlah”; dan “<em>In Christ Alone</em>”.</p> <p style="text-align: justify;">Pemberitaan firman Tuhan didasari kitab Ratapan pasal ketiga. Dalam khotbahnya, Pdt. Pramudya Hidayat mengingatkan kita semua, dalam konteks hidup masa kini, kesunyian yang terjadi di hari antara kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus adalah ibarat kesedihan yang Ia izinkan untuk dialami oleh setiap umat manusia. Kesedihan yang kita alami dapat melahirkan simpati, kepekaan, dan keberanian untuk tetap berkarya. Bukan karena kita kuat, tetapi karena ketaatan kita kepada Tuhan Yesus Kristus. Karena itu, kesedihan bukanlah sesuatu yang harus kita hindari dan abaikan, karena dari hal itu kita belajar tentang pengharapan kepada Tuhan Yesus Kristus. Dalam masa-masa “sunyi”, kita masih dapat berkarya dengan mendengarkan, mendoakan, menulis, maupun saling menggenggam, untuk saling menguatkan satu dengan lainnya.</p> <p style="text-align: justify;">Ibadah diakhiri dengan doa penutup, ucapan berkat, dan nyanyian “Bapa T’rima Kasih”. Setelah itu, jemaat diingatkan untuk meninggalkan ruangan ibadah dengan hening.</p> <p style="text-align: justify;">*Penulis adalah penatua GKI Gading Serpong untuk tahun pelayanan 2024-2027.</p> <p style="text-align: justify;">{gallery}tp{/gallery}</p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/tp/IMG_7146.JPG" alt="" width="5472" height="3072" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Rangkaian terakhir dalam Tri Hari Suci adalah Sabtu Sunyi, yang diperingati oleh jemaat GKI Gading Serpong dalam ibadah yang dilaksanakan pada Sabtu, 19 April 2025. Ibadah dilaksanakan pada pukul 07.00, dengan konsep ibadah yang mengalir, berisi pembacaan narasi, nyanyian jemaat, pembacaan pokok-pokok doa syafaat, dan khotbah.</p> <p style="text-align: justify;">Sebanyak 242 jemaat hadir beribadah di Aula lantai 6 SMAK Penabur Gading Serpong, Jalan Kelapa Gading Barat, Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Jemaat larut dalam suasana hening yang dibangun sejak awal ibadah, baik melalui pembacaan narasi maupun nyanyian, seperti KJ 174, “Ku Heran Jurus’lamatku”; NKB 173, “Ku Tak Dapat Maju Sendiri”; NKB 141, “Kasihku PadaMu Tambahkanlah”; dan “<em>In Christ Alone</em>”.</p> <p style="text-align: justify;">Pemberitaan firman Tuhan didasari kitab Ratapan pasal ketiga. Dalam khotbahnya, Pdt. Pramudya Hidayat mengingatkan kita semua, dalam konteks hidup masa kini, kesunyian yang terjadi di hari antara kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus adalah ibarat kesedihan yang Ia izinkan untuk dialami oleh setiap umat manusia. Kesedihan yang kita alami dapat melahirkan simpati, kepekaan, dan keberanian untuk tetap berkarya. Bukan karena kita kuat, tetapi karena ketaatan kita kepada Tuhan Yesus Kristus. Karena itu, kesedihan bukanlah sesuatu yang harus kita hindari dan abaikan, karena dari hal itu kita belajar tentang pengharapan kepada Tuhan Yesus Kristus. Dalam masa-masa “sunyi”, kita masih dapat berkarya dengan mendengarkan, mendoakan, menulis, maupun saling menggenggam, untuk saling menguatkan satu dengan lainnya.</p> <p style="text-align: justify;">Ibadah diakhiri dengan doa penutup, ucapan berkat, dan nyanyian “Bapa T’rima Kasih”. Setelah itu, jemaat diingatkan untuk meninggalkan ruangan ibadah dengan hening.</p> <p style="text-align: justify;">*Penulis adalah penatua GKI Gading Serpong untuk tahun pelayanan 2024-2027.</p> <p style="text-align: justify;">{gallery}tp{/gallery}</p> Tuhan Selalu Menolongku 2025-07-23T19:48:38+07:00 2025-07-23T19:48:38+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/tuhan-selalu-menolongku Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/to/WhatsApp_Image_2025-07-23_at_18.43.22.jpeg" alt="" width="680" height="349" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Pagi yang cerah, matahari bersinar terang. Rabu, 16 Juli 2025 pukul 9.45 WIB, pengurus, petugas persekutuan, Pdt. Erma Primastuti Kristiyono sebagai pembawa firman Tuhan, Hermien Widjajati sebagai pemimpin pujian, dan Rini Rahardjo sebagai pembawa doa berkumpul dan berdoa, agar persekutuan berjalan lancar dengan penyertaan Tuhan. Meskipun pagi ini banyak pengurus yang berhalangan hadir, pengurus dan petugas persekutuan yang hadir tetap bersemangat melayani.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/tuhan-selalu-menolongku" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/to/WhatsApp_Image_2025-07-23_at_18.43.22.jpeg" alt="" width="680" height="349" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Pagi yang cerah, matahari bersinar terang. Rabu, 16 Juli 2025 pukul 9.45 WIB, pengurus, petugas persekutuan, Pdt. Erma Primastuti Kristiyono sebagai pembawa firman Tuhan, Hermien Widjajati sebagai pemimpin pujian, dan Rini Rahardjo sebagai pembawa doa berkumpul dan berdoa, agar persekutuan berjalan lancar dengan penyertaan Tuhan. Meskipun pagi ini banyak pengurus yang berhalangan hadir, pengurus dan petugas persekutuan yang hadir tetap bersemangat melayani.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/tuhan-selalu-menolongku" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Kehadiran yang Meneguhkan: Ibadah Paskah Intergenerasi 2025-07-22T14:10:43+07:00 2025-07-22T14:10:43+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/kehadiran-yang-meneguhkan-ibadah-paskah-intergenerasi Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/kaja-reichardt-5gYBfEx7kwg-unsplash.jpg" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Ibadah Paskah sore, Minggu, 20 April 2025 berlangsung khidmat dan penuh sukacita. Jemaat dari berbagai generasi bersatu dalam perayaan Paskah, yang bermakna kemenangan Kristus atas maut. Dilaksanakan pada pukul 17.00, ibadah dihadiri 549 orang, dan diawali dengan lagu KJ 387, “Ku Heran Allah Mau Memb'ri”, yang dibawakan dengan bersemangat oleh para pelayan ibadah gabungan Dewasa Muda dan <em>Youth &amp; Teens</em>.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/kehadiran-yang-meneguhkan-ibadah-paskah-intergenerasi" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/kaja-reichardt-5gYBfEx7kwg-unsplash.jpg" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Ibadah Paskah sore, Minggu, 20 April 2025 berlangsung khidmat dan penuh sukacita. Jemaat dari berbagai generasi bersatu dalam perayaan Paskah, yang bermakna kemenangan Kristus atas maut. Dilaksanakan pada pukul 17.00, ibadah dihadiri 549 orang, dan diawali dengan lagu KJ 387, “Ku Heran Allah Mau Memb'ri”, yang dibawakan dengan bersemangat oleh para pelayan ibadah gabungan Dewasa Muda dan <em>Youth &amp; Teens</em>.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/kehadiran-yang-meneguhkan-ibadah-paskah-intergenerasi" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Ibadah Syukur Topping Off Gedung GKI Gading Serpong 2025-07-10T17:55:31+07:00 2025-07-10T17:55:31+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/bukan-karena-kami-hebat-tetapi-karena-tuhan-berkenan-ibadah-syukur-topping-off-gedung-gereja-gki-gading-serpong Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/top/Topping_off_Gereja_GKI_Gading_Serpong_111.jpg" alt=""></p><p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif;">Hujan semalam suntuk tak menyurutkan langkah panitia dan jemaat GKI Gading Serpong untuk berkumpul bersama pada Senin pagi, 7 Juli 2025. Di tengah suasana mendung dan basah, dengan mengenakan helm proyek, para hadirin berkumpul di lantai 4 lokasi pembangunan gedung GKI Gading Serpong, di jalan Raya Kelapa Puan Blok CB6 No. 58, Sektor 1C, Gading Serpong, Pakulonan Barat, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten untuk mengikuti doa bersama dan ibadah syukur <em>topping off </em>yang bertema “<strong>Bukan karena Kami Hebat, tetapi karena Tuhan Berkenan</strong>”, menandai selesainya pembangunan struktur utama gedung gereja. Acara ini dihadiri oleh 109 anggota jemaat, perwakilan dari Badan Pekerja Majelis Klasis GKI Klasis Banten, Badan Pekerja Majelis Sinode Wilayah (BPMSW) GKI Sinode Wilayah Jawa Barat, dan Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GKI.</span></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;">&nbsp;</p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><a href="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/galleryphoto/top/Topping_off_Gereja_GKI_Gading_Serpong_111.jpg" target="_blank" type="image" class="jcepopup" title="Nature::Dandelion" data-mediabox-group="image"><span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif;">Renungan firman Tuhan dibawakan oleh Pdt. Pramudya Hidayat, diambil dari Nehemia 6:15–16, “Tembok itu selesai dibangun pada tanggal dua puluh lima bulan Elul, dalam waktu lima puluh dua hari. Ketika semua musuh kami mendengar hal itu, semua bangsa sekeliling kami menjadi takut. Mereka sangat kehilangan muka dan menyadari bahwa pekerjaan itu dilaksanakan dengan bantuan Allah kami.” Tembok itu sudah selesai dibangun. Ada pengalaman bersama Tuhan, ada kekuatan, ada keyakinan, ada sesuatu yang dipegang begitu kuat, demikian apresiasi Nehemia. Karya Allah itu sungguh nyata dalam pembangunan rumah-Nya. Nehemia sadar, mereka tidak dapat mengandalkan kekuatan dan kehebatan mereka sendiri. Keberhasilan mereka bukan ditentukan oleh strategi ataupun kehendak manusia, melainkan campur tangan Allah. Nehemia bukan seorang arsitek, bukan pula seorang jenderal perang. Hatinya digerakkan oleh belas kasihan karena mendengar kondisi tembok Yerusalem yang runtuh. Ia menjawab panggilan Tuhan untuk berkarya dalam segala keadaan dan keterbatasannya.</span></a></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;">&nbsp;</p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><a href="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/galleryphoto/top/Topping_off_Gereja_GKI_Gading_Serpong_111.jpg" target="_blank" type="image" class="jcepopup" title="Nature::Dandelion" data-mediabox-group="image"><span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif;">Belajar dari Nehemia, kita mensyukuri pembangunan gedung gereja yang boleh dilakukan, sehingga saat ini kita dapat berdiri di atasnya. Lebih dari itu, kita diingatkan, fisik gereja adalah sekadar sarana, bukan tujuan. Nehemia membangun tembok bukan demi tembok itu sendiri, melainkan demi memulihkan martabat umat, agar mereka dapat beribadah. Saat ini pun, kita tidak sedang membangun kebanggaan, melainkan sedang mempersiapkan ruangan agar anak-anak dapat bertumbuh dalam iman, remaja dan pemuda diperlengkapi, keluarga dipulihkan, dan komunitas mengalami kehadiran Allah. Dengan demikian, pekerjaan Allah tidak berhenti saat ini saja, atau berhenti pada saat pembangunan selesai. Ketika gedung sudah bisa dipakai, kita justru harus lebih serius, karena Tuhan telah memberikan sarana, kita harus melayani sampai akhir dengan setia.</span></a></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;">&nbsp;</p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><a href="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/galleryphoto/top/Topping_off_Gereja_GKI_Gading_Serpong_111.jpg" target="_blank" type="image" class="jcepopup" title="Nature::Dandelion" data-mediabox-group="image"><span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif;">Mari kita menanggapi peristiwa ini bukan sebagai pencapaian akhir, melainkan sebagai sebuah panggilan untuk memiliki hubungan yang lebih mendalam bersama Tuhan. Pekerjaan ini dilaksanakan dengan bantuan Tuhan, sebagai tanda kehadiran Allah dalam setiap batu yang diletakkan, setiap doa yang dinaikkan, setiap rupiah yang dikorbankan, dan setiap peluh yang dicucurkan. Respons kita seharusnya bukan hanya bersyukur, tetapi berkomitmen. Bukan hanya kagum, tetapi setia. Bukan hanya memandangi gedungnya, tetapi bersiap untuk melayani lebih sungguh.</span></a></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;">&nbsp;</p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><a href="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/galleryphoto/top/Topping_off_Gereja_GKI_Gading_Serpong_111.jpg" target="_blank" type="image" class="jcepopup" title="Nature::Dandelion" data-mediabox-group="image"><span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif;">Doa pengucapan syukur dipimpin oleh Pdt. Em. Andreas Loanka, Pdt. Em. Santoni Ong, Pdt. Danny Purnama, Reni Yuliastuti dan Ratna Kartika. Dalam kesempatan ini juga dilakukan pengecoran secara simbolis oleh Pnt. Irianto Darsono mewakili BPMK GKI Klasis Banten, Pdt. Edwin Nugraha Tjandraputra mewakili BPMS GKI, Pdt. Vince Ferdinand Markus mewakili BPMSW GKI Sinwil Jawa Barat, Pnt. Alfian Djoko Setyono dan Pdt. Danny Purnama mewakili GKI Gading Serpong, Arif Suryanto yang mewakili panitia pembangunan, Antono Yuwono mewakili Antono Sally &amp; Rekan Architects (konsultan perencana arsitektur), Daud Rahmat Wiyono sebagai konsultan perencana struktur, Robertus Yopan mewakili PT Metakom Chandra Pranata (konsultan perencana MEP), Dono Suryanto mewakili PT Rekajasa Cipta Mahakarya (konsultan manajemen konstruksi dan <em>quantity surveyor</em>), serta Danta Muhitha mewakili PT Satria Karya Tinata (kontraktor pelaksana).</span></a></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;">&nbsp;</p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><a href="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/galleryphoto/top/Topping_off_Gereja_GKI_Gading_Serpong_111.jpg" target="_blank" type="image" class="jcepopup" title="Nature::Dandelion" data-mediabox-group="image"><span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif;">Dalam sambutannya sebagai ketua panitia pembangunan, Arif Suryanto mengatakan, “Ini adalah tonggak perjalanan iman GKI Gading Serpong. Serahkan semua kepada Tuhan, maka semuanya akan baik. Dibutuhkan kesatuan hati. Kita tahu ke mana arahnya tetapi kita tidak tahu kapan akan selesai. Kita percaya, kalau Tuhan yang memulai, pasti akan selesai. Tuhanlah yang menggerakkan hati jemaat. Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?” </span></a></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;">&nbsp;</p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><a href="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/galleryphoto/top/Topping_off_Gereja_GKI_Gading_Serpong_111.jpg" target="_blank" type="image" class="jcepopup" title="Nature::Dandelion" data-mediabox-group="image"><span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif;">Sedangkan Pnt. Alfian Djoko Setyono, ketua Majelis Jemaat GKI Gading Serpong, menekankan, <em>topping</em> <em>off</em> menunjukkan bahwa pembangunan gedung gereja ini terjadi hanya dalam penyertaan dan pertolongan Tuhan. Berikut adalah isi sambutan yang diberikannya.</span></a></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;">&nbsp;</p> <p style="text-align: justify; line-height: normal; margin: 6pt 0.25in 0in 0.5in;"><a href="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/galleryphoto/top/Topping_off_Gereja_GKI_Gading_Serpong_111.jpg" target="_blank" type="image" class="jcepopup" title="Nature::Dandelion" data-mediabox-group="image"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Salam dalam kasih Kristus,</span></a></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal; margin: 6pt 0.25in 0in 0.5in;"><a href="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/galleryphoto/top/Topping_off_Gereja_GKI_Gading_Serpong_111.jpg" target="_blank" type="image" class="jcepopup" title="Nature::Dandelion" data-mediabox-group="image"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Pertama-tama, marilah kita menaikkan puji dan syukur kepada Tuhan, Allah kita, yang oleh kemurahan dan kasih setia-Nya telah membawa kita sampai pada hari ini, Senin, 7 Juli 2025. Hari yang tidak sederhana, tetapi menyelenggarakan sesuatu yang sangat bermakna. Hari ini kita menyelenggarakan ibadah syukur <em>topping off</em>, menandai selesainya struktur/tonggak utama bangunan gedung gereja kita. Ini bukan sekadar momen konstruksi; ini adalah tonggak perjalanan iman kita bersama sebagai tubuh Kristus di GKI Gading Serpong.</span></a></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal; margin: 6pt 0.25in 0in 0.5in;"><a href="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/galleryphoto/top/Topping_off_Gereja_GKI_Gading_Serpong_111.jpg" target="_blank" type="image" class="jcepopup" title="Nature::Dandelion" data-mediabox-group="image"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Saudara-saudari yang terkasih, dalam dunia konstruksi, <em>topping off</em> berarti selesainya bagian struktur utama dari suatu bangunan. Namun, bagi kita sebagai umat Tuhan, <em>topping off</em> tidak hanya tentang selesai meletakkan balok terakhir di puncak bangunan. Ia menjadi simbol syukur, bahwa pekerjaan besar ini tidak dijalankan dalam kekuatan sendiri, tetapi dalam penyertaan dan pertolongan Tuhan.</span></a></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal; margin: 6pt 0.25in 0in 0.5in;"><a href="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/galleryphoto/top/Topping_off_Gereja_GKI_Gading_Serpong_111.jpg" target="_blank" type="image" class="jcepopup" title="Nature::Dandelion" data-mediabox-group="image"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Saya teringat akan kisah Nehemia. Di tengah situasi penuh ancaman dan tantangan, Nehemia tetap setia membangun tembok Yerusalem. Dan ketika tembok itu selesai dalam waktu 52 hari, Alkitab mencatat, “Mereka … menyadari bahwa pekerjaan itu dilaksanakan dengan bantuan Allah kami.” (Nehemia 6:16b) Kalimat itu begitu sederhana, tetapi sangat mendalam. Dan saya percaya, itulah yang harus menjadi kesaksian kita juga hari ini. Apa yang kita lihat di depan mata kita ini—pilar-pilar, beton yang berdiri kokoh—semua ini hanyalah mungkin terjadi karena tangan Tuhan yang menyertai. </span></a></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal; margin: 6pt 0.25in 0in 0.5in;"><a href="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/galleryphoto/top/Topping_off_Gereja_GKI_Gading_Serpong_111.jpg" target="_blank" type="image" class="jcepopup" title="Nature::Dandelion" data-mediabox-group="image"><em><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Topping off</span></em><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"> bukanlah akhir. Ini hanyalah sebuah jeda penuh makna. Masih ada tahap-tahap lanjutan yang membutuhkan kerja sama, bergandengan tangan, ketekunan, dan tentu saja, penyertaan Tuhan yang terus-menerus. Maka, hari ini bukan sekadar selebrasi hasil, tetapi konsekrasi panggilan, bahwa gedung ini kelak bukan menjadi monumen kebanggaan, melainkan alat kemuliaan Tuhan.</span></a></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal; margin: 6pt 0.25in 0in 0.5in;"><a href="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/galleryphoto/top/Topping_off_Gereja_GKI_Gading_Serpong_111.jpg" target="_blank" type="image" class="jcepopup" title="Nature::Dandelion" data-mediabox-group="image"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Gedung ini sedang dibangun bukan untuk menjadi pusat kebanggaan dan kekaguman, melainkan untuk menjadi ruang kesaksian, pemuridan, penghiburan, dan pengutusan. Di tempat inilah nanti kita dan anak-anak kita akan belajar mengenal kasih Tuhan, pemuda-pemudi akan bertumbuh dalam iman, keluarga-keluarga akan diteguhkan, dan jemaat akan terus diutus membawa kabar baik bagi dunia. </span></a></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal; margin: 6pt 0.25in 0in 0.5in;"><a href="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/galleryphoto/top/Topping_off_Gereja_GKI_Gading_Serpong_111.jpg" target="_blank" type="image" class="jcepopup" title="Nature::Dandelion" data-mediabox-group="image"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Saya ingin menyampaikan terima kasih sedalam-dalamnya kepada seluruh panitia pembangunan, tim teknis, rekan kontraktor, para pekerja lapangan, dan tentu saja seluruh jemaat dan mitra pelayanan yang terus menopang dengan doa, daya, dan dana. Kerja keras saudara-saudari bukan hanya berdampak di sini dan sekarang, tetapi menjadi bagian dari warisan iman bagi generasi mendatang. </span></a></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal; margin: 6pt 0.25in 0in 0.5in;"><a href="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/galleryphoto/top/Topping_off_Gereja_GKI_Gading_Serpong_111.jpg" target="_blank" type="image" class="jcepopup" title="Nature::Dandelion" data-mediabox-group="image"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Kami juga menyambut dengan sukacita kehadiran para tamu undangan dari anggota jemaat GKI Gading Serpong, Badan Pekerja Majelis Klasis GKI Klasis Banten, Badan Pekerja Majelis Sinode Wilayah GKI Sinwil Jawa Barat, serta Badan Pekerja Majelis Sinode GKI. Kehadiran Bapak/Ibu sekalian menguatkan semangat pelayanan kami, sekaligus menjadi pengingat, bahwa gereja tidak pernah berjalan sendiri. Kita ada dalam persekutuan tubuh Kristus yang saling menopang dan mendoakan.</span></a></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal; margin: 6pt 0.25in 0in 0.5in;"><a href="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/galleryphoto/top/Topping_off_Gereja_GKI_Gading_Serpong_111.jpg" target="_blank" type="image" class="jcepopup" title="Nature::Dandelion" data-mediabox-group="image"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Akhirnya, mari kita terus melangkah dengan rendah hati, seperti yang tertulis dalam Amsal 16:3, "Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu." Dan semoga hari ini bukan hanya menjadi tanda bahwa tonggak sudah naik dan terpasang, tetapi bahwa iman kita pun terus bertumbuh naik, menatap ke atas, kepada Tuhan sumber segala karunia.</span></a></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal; margin: 6pt 0.25in 0in 0.5in;"><a href="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/galleryphoto/top/Topping_off_Gereja_GKI_Gading_Serpong_111.jpg" target="_blank" type="image" class="jcepopup" title="Nature::Dandelion" data-mediabox-group="image"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Soli Deo Gloria.</span></a></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;">&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><a href="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/galleryphoto/top/Topping_off_Gereja_GKI_Gading_Serpong_111.jpg" target="_blank" type="image" class="jcepopup" title="Nature::Dandelion" data-mediabox-group="image"><span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif;">Perwakilan dari BPMS GKI, Pdt. Edwin Nugraha Tjandraputra mengatakan, </span></a></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal; margin: 6pt 0.25in 0in 0.5in;"><a href="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/galleryphoto/top/Topping_off_Gereja_GKI_Gading_Serpong_111.jpg" target="_blank" type="image" class="jcepopup" title="Nature::Dandelion" data-mediabox-group="image"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">“Gereja tidak pernah berjalan sendiri. Kita ada dalam persekutuan Kristen yang saling menopang dan mendoakan. Dengan rasa syukur yang mendalam dan juga apresiasi yang tulus kepada seluruh jemaat yang sudah terlibat, dan khususnya panitia pembangunan, yang dengan setia, tekun, dan bersemangat dalam proses panjang pembangunan ini. Pembangunan ini bukan sekedar proyek fisik, melainkan wujud nyata dari iman yang bekerja melalui kasih. </span></a></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal; margin: 6pt 0.25in 0in 0.5in;"><a href="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/galleryphoto/top/Topping_off_Gereja_GKI_Gading_Serpong_111.jpg" target="_blank" type="image" class="jcepopup" title="Nature::Dandelion" data-mediabox-group="image"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Momentum <em>topping off</em> adalah penanda, bahwa fondasi memang sudah selesai. Kita melangkah menuju tahap akhir. Lebih dari itu, ini adalah simbol bahwa gereja Tuhan dibangun dengan dasar Kristus yang kokoh, dan dengan semangat sinergi jemaat, klasis, sinode wilayah, dan juga sinode GKI sebagai satu tubuh Kristus. Selamat kepada anggota GKI Gading Serpong, dan teruslah bergandengan tangan satu dengan yang lain! Mari bergandengan tangan membangun tubuh Kristus, sampai akhirnya kita boleh menikmati gedung gereja ini!”</span></a></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;">&nbsp;</p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><a href="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/galleryphoto/top/Topping_off_Gereja_GKI_Gading_Serpong_111.jpg" target="_blank" type="image" class="jcepopup" title="Nature::Dandelion" data-mediabox-group="image"><span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif;">Acara diakhiri dengan foto bersama, dan peserta yang hadir dipersilakan melihat kemajuan pembangunan di lantai 2 dan 3.</span></a></p> <p><a href="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/galleryphoto/top/Topping_off_Gereja_GKI_Gading_Serpong_111.jpg" target="_blank" type="image" class="jcepopup" title="Nature::Dandelion" data-mediabox-group="image">{gallery}top{/gallery}</a></p> <p>&nbsp;</p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/top/Topping_off_Gereja_GKI_Gading_Serpong_111.jpg" alt=""></p><p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif;">Hujan semalam suntuk tak menyurutkan langkah panitia dan jemaat GKI Gading Serpong untuk berkumpul bersama pada Senin pagi, 7 Juli 2025. Di tengah suasana mendung dan basah, dengan mengenakan helm proyek, para hadirin berkumpul di lantai 4 lokasi pembangunan gedung GKI Gading Serpong, di jalan Raya Kelapa Puan Blok CB6 No. 58, Sektor 1C, Gading Serpong, Pakulonan Barat, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten untuk mengikuti doa bersama dan ibadah syukur <em>topping off </em>yang bertema “<strong>Bukan karena Kami Hebat, tetapi karena Tuhan Berkenan</strong>”, menandai selesainya pembangunan struktur utama gedung gereja. Acara ini dihadiri oleh 109 anggota jemaat, perwakilan dari Badan Pekerja Majelis Klasis GKI Klasis Banten, Badan Pekerja Majelis Sinode Wilayah (BPMSW) GKI Sinode Wilayah Jawa Barat, dan Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GKI.</span></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;">&nbsp;</p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><a href="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/galleryphoto/top/Topping_off_Gereja_GKI_Gading_Serpong_111.jpg" target="_blank" type="image" class="jcepopup" title="Nature::Dandelion" data-mediabox-group="image"><span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif;">Renungan firman Tuhan dibawakan oleh Pdt. Pramudya Hidayat, diambil dari Nehemia 6:15–16, “Tembok itu selesai dibangun pada tanggal dua puluh lima bulan Elul, dalam waktu lima puluh dua hari. Ketika semua musuh kami mendengar hal itu, semua bangsa sekeliling kami menjadi takut. Mereka sangat kehilangan muka dan menyadari bahwa pekerjaan itu dilaksanakan dengan bantuan Allah kami.” Tembok itu sudah selesai dibangun. Ada pengalaman bersama Tuhan, ada kekuatan, ada keyakinan, ada sesuatu yang dipegang begitu kuat, demikian apresiasi Nehemia. Karya Allah itu sungguh nyata dalam pembangunan rumah-Nya. Nehemia sadar, mereka tidak dapat mengandalkan kekuatan dan kehebatan mereka sendiri. Keberhasilan mereka bukan ditentukan oleh strategi ataupun kehendak manusia, melainkan campur tangan Allah. Nehemia bukan seorang arsitek, bukan pula seorang jenderal perang. Hatinya digerakkan oleh belas kasihan karena mendengar kondisi tembok Yerusalem yang runtuh. Ia menjawab panggilan Tuhan untuk berkarya dalam segala keadaan dan keterbatasannya.</span></a></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;">&nbsp;</p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><a href="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/galleryphoto/top/Topping_off_Gereja_GKI_Gading_Serpong_111.jpg" target="_blank" type="image" class="jcepopup" title="Nature::Dandelion" data-mediabox-group="image"><span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif;">Belajar dari Nehemia, kita mensyukuri pembangunan gedung gereja yang boleh dilakukan, sehingga saat ini kita dapat berdiri di atasnya. Lebih dari itu, kita diingatkan, fisik gereja adalah sekadar sarana, bukan tujuan. Nehemia membangun tembok bukan demi tembok itu sendiri, melainkan demi memulihkan martabat umat, agar mereka dapat beribadah. Saat ini pun, kita tidak sedang membangun kebanggaan, melainkan sedang mempersiapkan ruangan agar anak-anak dapat bertumbuh dalam iman, remaja dan pemuda diperlengkapi, keluarga dipulihkan, dan komunitas mengalami kehadiran Allah. Dengan demikian, pekerjaan Allah tidak berhenti saat ini saja, atau berhenti pada saat pembangunan selesai. Ketika gedung sudah bisa dipakai, kita justru harus lebih serius, karena Tuhan telah memberikan sarana, kita harus melayani sampai akhir dengan setia.</span></a></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;">&nbsp;</p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><a href="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/galleryphoto/top/Topping_off_Gereja_GKI_Gading_Serpong_111.jpg" target="_blank" type="image" class="jcepopup" title="Nature::Dandelion" data-mediabox-group="image"><span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif;">Mari kita menanggapi peristiwa ini bukan sebagai pencapaian akhir, melainkan sebagai sebuah panggilan untuk memiliki hubungan yang lebih mendalam bersama Tuhan. Pekerjaan ini dilaksanakan dengan bantuan Tuhan, sebagai tanda kehadiran Allah dalam setiap batu yang diletakkan, setiap doa yang dinaikkan, setiap rupiah yang dikorbankan, dan setiap peluh yang dicucurkan. Respons kita seharusnya bukan hanya bersyukur, tetapi berkomitmen. Bukan hanya kagum, tetapi setia. Bukan hanya memandangi gedungnya, tetapi bersiap untuk melayani lebih sungguh.</span></a></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;">&nbsp;</p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><a href="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/galleryphoto/top/Topping_off_Gereja_GKI_Gading_Serpong_111.jpg" target="_blank" type="image" class="jcepopup" title="Nature::Dandelion" data-mediabox-group="image"><span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif;">Doa pengucapan syukur dipimpin oleh Pdt. Em. Andreas Loanka, Pdt. Em. Santoni Ong, Pdt. Danny Purnama, Reni Yuliastuti dan Ratna Kartika. Dalam kesempatan ini juga dilakukan pengecoran secara simbolis oleh Pnt. Irianto Darsono mewakili BPMK GKI Klasis Banten, Pdt. Edwin Nugraha Tjandraputra mewakili BPMS GKI, Pdt. Vince Ferdinand Markus mewakili BPMSW GKI Sinwil Jawa Barat, Pnt. Alfian Djoko Setyono dan Pdt. Danny Purnama mewakili GKI Gading Serpong, Arif Suryanto yang mewakili panitia pembangunan, Antono Yuwono mewakili Antono Sally &amp; Rekan Architects (konsultan perencana arsitektur), Daud Rahmat Wiyono sebagai konsultan perencana struktur, Robertus Yopan mewakili PT Metakom Chandra Pranata (konsultan perencana MEP), Dono Suryanto mewakili PT Rekajasa Cipta Mahakarya (konsultan manajemen konstruksi dan <em>quantity surveyor</em>), serta Danta Muhitha mewakili PT Satria Karya Tinata (kontraktor pelaksana).</span></a></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;">&nbsp;</p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><a href="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/galleryphoto/top/Topping_off_Gereja_GKI_Gading_Serpong_111.jpg" target="_blank" type="image" class="jcepopup" title="Nature::Dandelion" data-mediabox-group="image"><span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif;">Dalam sambutannya sebagai ketua panitia pembangunan, Arif Suryanto mengatakan, “Ini adalah tonggak perjalanan iman GKI Gading Serpong. Serahkan semua kepada Tuhan, maka semuanya akan baik. Dibutuhkan kesatuan hati. Kita tahu ke mana arahnya tetapi kita tidak tahu kapan akan selesai. Kita percaya, kalau Tuhan yang memulai, pasti akan selesai. Tuhanlah yang menggerakkan hati jemaat. Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?” </span></a></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;">&nbsp;</p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><a href="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/galleryphoto/top/Topping_off_Gereja_GKI_Gading_Serpong_111.jpg" target="_blank" type="image" class="jcepopup" title="Nature::Dandelion" data-mediabox-group="image"><span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif;">Sedangkan Pnt. Alfian Djoko Setyono, ketua Majelis Jemaat GKI Gading Serpong, menekankan, <em>topping</em> <em>off</em> menunjukkan bahwa pembangunan gedung gereja ini terjadi hanya dalam penyertaan dan pertolongan Tuhan. Berikut adalah isi sambutan yang diberikannya.</span></a></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;">&nbsp;</p> <p style="text-align: justify; line-height: normal; margin: 6pt 0.25in 0in 0.5in;"><a href="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/galleryphoto/top/Topping_off_Gereja_GKI_Gading_Serpong_111.jpg" target="_blank" type="image" class="jcepopup" title="Nature::Dandelion" data-mediabox-group="image"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Salam dalam kasih Kristus,</span></a></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal; margin: 6pt 0.25in 0in 0.5in;"><a href="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/galleryphoto/top/Topping_off_Gereja_GKI_Gading_Serpong_111.jpg" target="_blank" type="image" class="jcepopup" title="Nature::Dandelion" data-mediabox-group="image"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Pertama-tama, marilah kita menaikkan puji dan syukur kepada Tuhan, Allah kita, yang oleh kemurahan dan kasih setia-Nya telah membawa kita sampai pada hari ini, Senin, 7 Juli 2025. Hari yang tidak sederhana, tetapi menyelenggarakan sesuatu yang sangat bermakna. Hari ini kita menyelenggarakan ibadah syukur <em>topping off</em>, menandai selesainya struktur/tonggak utama bangunan gedung gereja kita. Ini bukan sekadar momen konstruksi; ini adalah tonggak perjalanan iman kita bersama sebagai tubuh Kristus di GKI Gading Serpong.</span></a></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal; margin: 6pt 0.25in 0in 0.5in;"><a href="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/galleryphoto/top/Topping_off_Gereja_GKI_Gading_Serpong_111.jpg" target="_blank" type="image" class="jcepopup" title="Nature::Dandelion" data-mediabox-group="image"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Saudara-saudari yang terkasih, dalam dunia konstruksi, <em>topping off</em> berarti selesainya bagian struktur utama dari suatu bangunan. Namun, bagi kita sebagai umat Tuhan, <em>topping off</em> tidak hanya tentang selesai meletakkan balok terakhir di puncak bangunan. Ia menjadi simbol syukur, bahwa pekerjaan besar ini tidak dijalankan dalam kekuatan sendiri, tetapi dalam penyertaan dan pertolongan Tuhan.</span></a></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal; margin: 6pt 0.25in 0in 0.5in;"><a href="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/galleryphoto/top/Topping_off_Gereja_GKI_Gading_Serpong_111.jpg" target="_blank" type="image" class="jcepopup" title="Nature::Dandelion" data-mediabox-group="image"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Saya teringat akan kisah Nehemia. Di tengah situasi penuh ancaman dan tantangan, Nehemia tetap setia membangun tembok Yerusalem. Dan ketika tembok itu selesai dalam waktu 52 hari, Alkitab mencatat, “Mereka … menyadari bahwa pekerjaan itu dilaksanakan dengan bantuan Allah kami.” (Nehemia 6:16b) Kalimat itu begitu sederhana, tetapi sangat mendalam. Dan saya percaya, itulah yang harus menjadi kesaksian kita juga hari ini. Apa yang kita lihat di depan mata kita ini—pilar-pilar, beton yang berdiri kokoh—semua ini hanyalah mungkin terjadi karena tangan Tuhan yang menyertai. </span></a></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal; margin: 6pt 0.25in 0in 0.5in;"><a href="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/galleryphoto/top/Topping_off_Gereja_GKI_Gading_Serpong_111.jpg" target="_blank" type="image" class="jcepopup" title="Nature::Dandelion" data-mediabox-group="image"><em><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Topping off</span></em><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"> bukanlah akhir. Ini hanyalah sebuah jeda penuh makna. Masih ada tahap-tahap lanjutan yang membutuhkan kerja sama, bergandengan tangan, ketekunan, dan tentu saja, penyertaan Tuhan yang terus-menerus. Maka, hari ini bukan sekadar selebrasi hasil, tetapi konsekrasi panggilan, bahwa gedung ini kelak bukan menjadi monumen kebanggaan, melainkan alat kemuliaan Tuhan.</span></a></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal; margin: 6pt 0.25in 0in 0.5in;"><a href="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/galleryphoto/top/Topping_off_Gereja_GKI_Gading_Serpong_111.jpg" target="_blank" type="image" class="jcepopup" title="Nature::Dandelion" data-mediabox-group="image"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Gedung ini sedang dibangun bukan untuk menjadi pusat kebanggaan dan kekaguman, melainkan untuk menjadi ruang kesaksian, pemuridan, penghiburan, dan pengutusan. Di tempat inilah nanti kita dan anak-anak kita akan belajar mengenal kasih Tuhan, pemuda-pemudi akan bertumbuh dalam iman, keluarga-keluarga akan diteguhkan, dan jemaat akan terus diutus membawa kabar baik bagi dunia. </span></a></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal; margin: 6pt 0.25in 0in 0.5in;"><a href="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/galleryphoto/top/Topping_off_Gereja_GKI_Gading_Serpong_111.jpg" target="_blank" type="image" class="jcepopup" title="Nature::Dandelion" data-mediabox-group="image"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Saya ingin menyampaikan terima kasih sedalam-dalamnya kepada seluruh panitia pembangunan, tim teknis, rekan kontraktor, para pekerja lapangan, dan tentu saja seluruh jemaat dan mitra pelayanan yang terus menopang dengan doa, daya, dan dana. Kerja keras saudara-saudari bukan hanya berdampak di sini dan sekarang, tetapi menjadi bagian dari warisan iman bagi generasi mendatang. </span></a></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal; margin: 6pt 0.25in 0in 0.5in;"><a href="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/galleryphoto/top/Topping_off_Gereja_GKI_Gading_Serpong_111.jpg" target="_blank" type="image" class="jcepopup" title="Nature::Dandelion" data-mediabox-group="image"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Kami juga menyambut dengan sukacita kehadiran para tamu undangan dari anggota jemaat GKI Gading Serpong, Badan Pekerja Majelis Klasis GKI Klasis Banten, Badan Pekerja Majelis Sinode Wilayah GKI Sinwil Jawa Barat, serta Badan Pekerja Majelis Sinode GKI. Kehadiran Bapak/Ibu sekalian menguatkan semangat pelayanan kami, sekaligus menjadi pengingat, bahwa gereja tidak pernah berjalan sendiri. Kita ada dalam persekutuan tubuh Kristus yang saling menopang dan mendoakan.</span></a></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal; margin: 6pt 0.25in 0in 0.5in;"><a href="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/galleryphoto/top/Topping_off_Gereja_GKI_Gading_Serpong_111.jpg" target="_blank" type="image" class="jcepopup" title="Nature::Dandelion" data-mediabox-group="image"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Akhirnya, mari kita terus melangkah dengan rendah hati, seperti yang tertulis dalam Amsal 16:3, "Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu." Dan semoga hari ini bukan hanya menjadi tanda bahwa tonggak sudah naik dan terpasang, tetapi bahwa iman kita pun terus bertumbuh naik, menatap ke atas, kepada Tuhan sumber segala karunia.</span></a></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal; margin: 6pt 0.25in 0in 0.5in;"><a href="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/galleryphoto/top/Topping_off_Gereja_GKI_Gading_Serpong_111.jpg" target="_blank" type="image" class="jcepopup" title="Nature::Dandelion" data-mediabox-group="image"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Soli Deo Gloria.</span></a></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;">&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><a href="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/galleryphoto/top/Topping_off_Gereja_GKI_Gading_Serpong_111.jpg" target="_blank" type="image" class="jcepopup" title="Nature::Dandelion" data-mediabox-group="image"><span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif;">Perwakilan dari BPMS GKI, Pdt. Edwin Nugraha Tjandraputra mengatakan, </span></a></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal; margin: 6pt 0.25in 0in 0.5in;"><a href="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/galleryphoto/top/Topping_off_Gereja_GKI_Gading_Serpong_111.jpg" target="_blank" type="image" class="jcepopup" title="Nature::Dandelion" data-mediabox-group="image"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">“Gereja tidak pernah berjalan sendiri. Kita ada dalam persekutuan Kristen yang saling menopang dan mendoakan. Dengan rasa syukur yang mendalam dan juga apresiasi yang tulus kepada seluruh jemaat yang sudah terlibat, dan khususnya panitia pembangunan, yang dengan setia, tekun, dan bersemangat dalam proses panjang pembangunan ini. Pembangunan ini bukan sekedar proyek fisik, melainkan wujud nyata dari iman yang bekerja melalui kasih. </span></a></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal; margin: 6pt 0.25in 0in 0.5in;"><a href="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/galleryphoto/top/Topping_off_Gereja_GKI_Gading_Serpong_111.jpg" target="_blank" type="image" class="jcepopup" title="Nature::Dandelion" data-mediabox-group="image"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Momentum <em>topping off</em> adalah penanda, bahwa fondasi memang sudah selesai. Kita melangkah menuju tahap akhir. Lebih dari itu, ini adalah simbol bahwa gereja Tuhan dibangun dengan dasar Kristus yang kokoh, dan dengan semangat sinergi jemaat, klasis, sinode wilayah, dan juga sinode GKI sebagai satu tubuh Kristus. Selamat kepada anggota GKI Gading Serpong, dan teruslah bergandengan tangan satu dengan yang lain! Mari bergandengan tangan membangun tubuh Kristus, sampai akhirnya kita boleh menikmati gedung gereja ini!”</span></a></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;">&nbsp;</p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><a href="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/galleryphoto/top/Topping_off_Gereja_GKI_Gading_Serpong_111.jpg" target="_blank" type="image" class="jcepopup" title="Nature::Dandelion" data-mediabox-group="image"><span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif;">Acara diakhiri dengan foto bersama, dan peserta yang hadir dipersilakan melihat kemajuan pembangunan di lantai 2 dan 3.</span></a></p> <p><a href="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/galleryphoto/top/Topping_off_Gereja_GKI_Gading_Serpong_111.jpg" target="_blank" type="image" class="jcepopup" title="Nature::Dandelion" data-mediabox-group="image">{gallery}top{/gallery}</a></p> <p>&nbsp;</p> Membangun Koneksi Antargenerasi: Unite X U-turn - Seasons of Life 2025-07-01T11:19:03+07:00 2025-07-01T11:19:03+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/membangun-koneksi-antargenerasi-unite-x-uturn-seasons-of-life Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/WhatsApp_Image_2025-07-06_at_17.18.51_1.jpeg" alt="" width="3614" height="2710" loading="lazy"></p><p style="margin-bottom: 5px; text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 107%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Dalam suasana hangat dan penuh sukacita, <em>Youth Ministry</em> GKI Gading Serpong mengadakan acara kebersamaan bertajuk "<em>Unite X U-turn: Seasons of Life</em>" pada Sabtu, 21 Juni 2025, bertempat di Aula Kana, Griya Kasih, jalan Kelapa Gading Barat Blok AD15 nomor 16, Kelapa Dua, Pakulonan Barat, Tangerang. Acara ini menjadi wadah persekutuan gabungan antara Komisi <em>Youth &amp; Teens</em> (YT) dan Komisi Dewasa Muda (KDM), yang berada di bawah naungan <em>Youth Ministry </em>GKI Gading Serpong. <em>Youth Ministry</em> ini sendiri merupakan komunitas yang menjadi tempat bertumbuhnya jemaat muda dalam iman dan relasi.</span></p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/membangun-koneksi-antargenerasi-unite-x-uturn-seasons-of-life" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/WhatsApp_Image_2025-07-06_at_17.18.51_1.jpeg" alt="" width="3614" height="2710" loading="lazy"></p><p style="margin-bottom: 5px; text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 107%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Dalam suasana hangat dan penuh sukacita, <em>Youth Ministry</em> GKI Gading Serpong mengadakan acara kebersamaan bertajuk "<em>Unite X U-turn: Seasons of Life</em>" pada Sabtu, 21 Juni 2025, bertempat di Aula Kana, Griya Kasih, jalan Kelapa Gading Barat Blok AD15 nomor 16, Kelapa Dua, Pakulonan Barat, Tangerang. Acara ini menjadi wadah persekutuan gabungan antara Komisi <em>Youth &amp; Teens</em> (YT) dan Komisi Dewasa Muda (KDM), yang berada di bawah naungan <em>Youth Ministry </em>GKI Gading Serpong. <em>Youth Ministry</em> ini sendiri merupakan komunitas yang menjadi tempat bertumbuhnya jemaat muda dalam iman dan relasi.</span></p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/membangun-koneksi-antargenerasi-unite-x-uturn-seasons-of-life" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Persekutuan Usindah dan Ceramah Kesehatan tentang Autoimun 2025-06-30T18:55:46+07:00 2025-06-30T18:55:46+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/persekutuan-usindah-dan-ceramah-kesehatan-tentang-autoimun Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/1-1/WhatsApp_Image_2025-06-30_at_18.36.23.jpeg" alt="" width="1068" height="541" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Pagi yang cerah, matahari bersinar terang pada Rabu, 25 Juni 2025. Pada pukul 09.45 WIB, pengurus, petugas persekutuan, pembawa firman Tuhan, dan pembicara ceramah kesehatan berkumpul untuk berdoa, memohon penyertaan Tuhan, agar persekutuan dan ceramah kesehatan dapat berjalan lancar.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/persekutuan-usindah-dan-ceramah-kesehatan-tentang-autoimun" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/1-1/WhatsApp_Image_2025-06-30_at_18.36.23.jpeg" alt="" width="1068" height="541" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Pagi yang cerah, matahari bersinar terang pada Rabu, 25 Juni 2025. Pada pukul 09.45 WIB, pengurus, petugas persekutuan, pembawa firman Tuhan, dan pembicara ceramah kesehatan berkumpul untuk berdoa, memohon penyertaan Tuhan, agar persekutuan dan ceramah kesehatan dapat berjalan lancar.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/persekutuan-usindah-dan-ceramah-kesehatan-tentang-autoimun" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Yesus Sudah Bangkit, Wartakanlah! 2025-06-25T20:06:12+07:00 2025-06-25T20:06:12+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/yesus-sudah-bangkit-wartakanlah Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/renungan_23_04_09_01.jpg" alt="" width="900" height="600" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Pada Minggu, 20 April 2025, GKI Gading Serpong menyelenggarakan ibadah Paskah Pagi untuk memperingati kebangkitan Kristus Sang Juruselamat. Ia mengalahkan maut dengan kebangkitan-Nya, mengganti kegelapan dengan terang-Nya yang besar. Pada ibadah Paskah Pagi tahun ini, kita bersama-sama mengenang karya terbesar Kristus bagi umat manusia, melalui tema “Yesus Sudah Bangkit, Wartakanlah!”. Ibadah dilaksanakan sebanyak tiga kali, yaitu pada pukul 05.00, 08.00, dan 10.30, dan dihadiri oleh 2866 orang.</p> <p style="text-align: justify;">Ibadah dilaksanakan dalam nuansa penuh sukacita, dengan diawali lagu KJ 202, “Maut Sudah Menyerah”. Dalam panggilan beribadah, dua orang penatua yang bertugas sebagai liturgos mengajak umat menyanyikan KJ 188, “Kristus Bangkit Soraklah”. Ibadah dibuat mengalir, dengan menyanyikan lagu-lagu bertemakan kebangkitan Tuhan Yesus, seperti KJ 194, “Dikau yang Bangkit, Mahamulia”. Jemaat secara berbalasan menyuarakan Proklamasi Paskah, dilanjutkan dengan menyanyikan NKB 87, “Junjungan yang Kupilih”, yang dibawakan secara medley dengan PKJ 178, “Allah Mengutus”. Jemaat kemudian mengikuti persembahan drama dari Etrog yang menceritakan kisah perjalanan murid Yesus yang hendak ke Emaus. Pembacaan Alkitab pertama diambil dari Yesaya 65:17-25 yang dibacakan secara berbalasan. Mazmur 118:1-2, 14-24, dinyanyikan secara bertanggapan, dilanjutkan dengan bacaan kedua yang diambil dari Kisah Para Rasul 10:34-43. Sebelum bacaan Injil yang diambil dari Lukas 24:1-12, jemaat diajak menyanyikan NKB 190, “Langit Bernyanyi Gembira”.</p> <p style="text-align: justify;">Khotbah disampaikan oleh Pdt. Devina Erlin Minerva. Ia mengawali dengan ucapan "Selamat Paskah!" dan mengingatkan jemaat, dengan kebangkitan Kristus, sesuatu yang mustahil telah terjadi. Kebangkitan Yesus bukan sekadar kebangkitan rohani atau kisah simbolik, tetapi merupakan kabar baik yang mengguncang dunia, dan merupakan puncak karya Allah. Paskah mengajarkan kita untuk tidak membatasi Tuhan dengan definisi “mustahil” versi kita. Jika kematian saja dapat dikalahkan, tidak ada hal yang tidak bisa Tuhan pulihkan. Namun, Paskah bukanlah tentang perubahan instan, melainkan tentang benih harapan yang ditanam dalam tanah kehidupan kita, yang akan bertumbuh secara perlahan.</p> <p style="text-align: justify;">Yesus bangkit agar di tengah pergumulan hidup, kita memiliki harapan yang baru, supaya kita tahu, apa pun yang kita alami saat ini bukanlah akhir dari cerita kita. Hidup baru tumbuh perlahan, menguatkan akar agar menjadi batang yang kokoh dan berbuah lebat. Paskah tidak menjanjikan hidup yang mudah, melainkan sebuah janji bahwa hidup kita tidak akan sia-sia. Yesus bangkit berarti kita tidak sendirian dalam masa sulit. Kita punya arah baru ketika hidup terasa kacau. Kelemahan, bahkan kegagalan kita bisa dipakai oleh Allah. Kita mampu mengampuni karena telah diampuni. Kita bisa berharap, bahkan di tengah situasi yang tak kunjung membaik. Kebangkitan Kristus bukan hanya untuk direnungkan, dikenang, atau dirayakan, tetapi untuk diwartakan. Bukan hanya lewat proklamasi, tetapi juga melalui perbuatan. Hidup yang diubahkan adalah kesaksian yang paling kuat.</p> <p style="text-align: justify;">Nyanyian jemaat dari NKB 89 “Ku Tahu Mukhalisku Hidup” mengiringi persembahan syukur. Ibadah kemudian ditutup dengan menyanyikan lagu tema Paskah “Mari Tuturkan Kembali”, yang menegaskan bahwa Yesus sudah bangkit dan hidup. Marilah dengan penuh kegembiraan kita wartakan karya besar itu, walau di tengah tantangan hidup, melalui karya yang menyentuh sesama.</p> <p style="text-align: justify;">*Penulis adalah penatua GKI Gading Serpong untuk masa kepengurusan 2022-2025 dan 2025-2028. &nbsp;</p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/renungan_23_04_09_01.jpg" alt="" width="900" height="600" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Pada Minggu, 20 April 2025, GKI Gading Serpong menyelenggarakan ibadah Paskah Pagi untuk memperingati kebangkitan Kristus Sang Juruselamat. Ia mengalahkan maut dengan kebangkitan-Nya, mengganti kegelapan dengan terang-Nya yang besar. Pada ibadah Paskah Pagi tahun ini, kita bersama-sama mengenang karya terbesar Kristus bagi umat manusia, melalui tema “Yesus Sudah Bangkit, Wartakanlah!”. Ibadah dilaksanakan sebanyak tiga kali, yaitu pada pukul 05.00, 08.00, dan 10.30, dan dihadiri oleh 2866 orang.</p> <p style="text-align: justify;">Ibadah dilaksanakan dalam nuansa penuh sukacita, dengan diawali lagu KJ 202, “Maut Sudah Menyerah”. Dalam panggilan beribadah, dua orang penatua yang bertugas sebagai liturgos mengajak umat menyanyikan KJ 188, “Kristus Bangkit Soraklah”. Ibadah dibuat mengalir, dengan menyanyikan lagu-lagu bertemakan kebangkitan Tuhan Yesus, seperti KJ 194, “Dikau yang Bangkit, Mahamulia”. Jemaat secara berbalasan menyuarakan Proklamasi Paskah, dilanjutkan dengan menyanyikan NKB 87, “Junjungan yang Kupilih”, yang dibawakan secara medley dengan PKJ 178, “Allah Mengutus”. Jemaat kemudian mengikuti persembahan drama dari Etrog yang menceritakan kisah perjalanan murid Yesus yang hendak ke Emaus. Pembacaan Alkitab pertama diambil dari Yesaya 65:17-25 yang dibacakan secara berbalasan. Mazmur 118:1-2, 14-24, dinyanyikan secara bertanggapan, dilanjutkan dengan bacaan kedua yang diambil dari Kisah Para Rasul 10:34-43. Sebelum bacaan Injil yang diambil dari Lukas 24:1-12, jemaat diajak menyanyikan NKB 190, “Langit Bernyanyi Gembira”.</p> <p style="text-align: justify;">Khotbah disampaikan oleh Pdt. Devina Erlin Minerva. Ia mengawali dengan ucapan "Selamat Paskah!" dan mengingatkan jemaat, dengan kebangkitan Kristus, sesuatu yang mustahil telah terjadi. Kebangkitan Yesus bukan sekadar kebangkitan rohani atau kisah simbolik, tetapi merupakan kabar baik yang mengguncang dunia, dan merupakan puncak karya Allah. Paskah mengajarkan kita untuk tidak membatasi Tuhan dengan definisi “mustahil” versi kita. Jika kematian saja dapat dikalahkan, tidak ada hal yang tidak bisa Tuhan pulihkan. Namun, Paskah bukanlah tentang perubahan instan, melainkan tentang benih harapan yang ditanam dalam tanah kehidupan kita, yang akan bertumbuh secara perlahan.</p> <p style="text-align: justify;">Yesus bangkit agar di tengah pergumulan hidup, kita memiliki harapan yang baru, supaya kita tahu, apa pun yang kita alami saat ini bukanlah akhir dari cerita kita. Hidup baru tumbuh perlahan, menguatkan akar agar menjadi batang yang kokoh dan berbuah lebat. Paskah tidak menjanjikan hidup yang mudah, melainkan sebuah janji bahwa hidup kita tidak akan sia-sia. Yesus bangkit berarti kita tidak sendirian dalam masa sulit. Kita punya arah baru ketika hidup terasa kacau. Kelemahan, bahkan kegagalan kita bisa dipakai oleh Allah. Kita mampu mengampuni karena telah diampuni. Kita bisa berharap, bahkan di tengah situasi yang tak kunjung membaik. Kebangkitan Kristus bukan hanya untuk direnungkan, dikenang, atau dirayakan, tetapi untuk diwartakan. Bukan hanya lewat proklamasi, tetapi juga melalui perbuatan. Hidup yang diubahkan adalah kesaksian yang paling kuat.</p> <p style="text-align: justify;">Nyanyian jemaat dari NKB 89 “Ku Tahu Mukhalisku Hidup” mengiringi persembahan syukur. Ibadah kemudian ditutup dengan menyanyikan lagu tema Paskah “Mari Tuturkan Kembali”, yang menegaskan bahwa Yesus sudah bangkit dan hidup. Marilah dengan penuh kegembiraan kita wartakan karya besar itu, walau di tengah tantangan hidup, melalui karya yang menyentuh sesama.</p> <p style="text-align: justify;">*Penulis adalah penatua GKI Gading Serpong untuk masa kepengurusan 2022-2025 dan 2025-2028. &nbsp;</p> Pillow Talk 2025-06-13T17:01:21+07:00 2025-06-13T17:01:21+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/pillow-talk Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/23/WhatsApp_Image_2025-05-27_at_15.20.13.jpeg" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Persekutuan Dewasa GKI Gading Serpong yang dilaksanakan pada Sabtu, 17 Mei 2025 dengan tema “<em>Pillow Talk</em>” dibawakan oleh Charlotte Priatna, M.Pd. Persekutuan Dewasa (PD) ini berlangsung dari pukul 10.00-11.30 WIB, bertempat di Aula Kana, Griya Kasih, Jalan Kelapa Puan Raya Nomor 20–21, Blok CA 12, Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/pillow-talk" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/23/WhatsApp_Image_2025-05-27_at_15.20.13.jpeg" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Persekutuan Dewasa GKI Gading Serpong yang dilaksanakan pada Sabtu, 17 Mei 2025 dengan tema “<em>Pillow Talk</em>” dibawakan oleh Charlotte Priatna, M.Pd. Persekutuan Dewasa (PD) ini berlangsung dari pukul 10.00-11.30 WIB, bertempat di Aula Kana, Griya Kasih, Jalan Kelapa Puan Raya Nomor 20–21, Blok CA 12, Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/pillow-talk" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Persekutuan Usindah: Hari Lansia Nasional 2025-06-03T13:36:15+07:00 2025-06-03T13:36:15+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/persekutuan-usindah-hari-lansia-nasional Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/lan/WhatsApp_Image_2025-06-02_at_17.45.44.jpeg" alt=""></p><p style="margin-bottom: 5px; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Hari cerah, ketika para lansia memasuki ruang Kana, Griya Kasih,&nbsp;Jalan Kelapa Gading Barat Blok AG 15 nomor 16 , Pakulonan Barat, Kelapa Dua, Tangerang. pada 28 Mei 2025. Hari itu, berbeda dari biasanya, ruangan terlihat sangat indah, dengan dekorasi yang meriah, karena selain ibadah rutin, ada perayaan Hari Lansia Nasional. Acara ini dihadiri oleh 167 jemaat lansia.</span></p> <p style="margin-bottom: 5px; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Ibadah dimulai tepat pukul 10.00 WIB, dibuka oleh Pnt. Toba Sitorus yang bertindak sebagai pemandu pujian, kemudian dilanjutkan dengan menyanyi bersama, diiringi oleh Visiana Betani sebagai pemusik, serta Irawan Rudyanto dan Hermien Widjajati sebagai<em> singer</em>.</span></p> <p style="margin-bottom: 5px; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Firman Tuhan dibawakan oleh Pdt. Danny Purnama, dengan tema “Indahnya Kasih Tuhan” (Lukas 19:1–10). Pdt. Danny mengawalinya dengan pemutaran video tentang Zakheus. Indahnya kasih Tuhan menginspirasi kita untuk membagikan berkat yang telah kita terima kepada saudara-saudara yang membutuhkan. Ayat emas terambil dari 1Yohanes 4:16. Ibadah ditutup dengan doa dan berkat oleh Pdt. Danny. </span></p> <p style="margin-bottom: 5px; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Acara dilanjutkan dengan perayaan Hari Lansia Nasional, yang dibuka oleh </span><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">J</span><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">ulia</span><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">nti Suryaputra</span><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;"> d</span><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">a</span><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">n </span><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">J</span><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">anne</span><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;"> Idris</span><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;"> sebagai pembawa acara. Pdt. Danny Purnama dan Pdt. Erma Primastuti Kristiyono berduet menyanyikan pujian “Tak Terbatas”. Kemudian, seluruh jemaat diajak menyanyikan&nbsp; “Bila Topan K’ras Melanda Hidupku” (KJ 439: 1–2). Acara dilanjutkan dengan drama singkat berjudul “Panti Wreda Syalom”, yang dibawakan oleh Nancy </span><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Kho </span><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">dan kawan-kawan. Setelah drama selesai, jemaat menaikkan pujian “Aku Diberkati”. </span></p> <p style="margin-bottom: 5px; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Acara selanjutnya adalah pengumuman</span><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;"> pemenang</span> <span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">penulisan artikel</span><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;"> kesaksian jemaat </span><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">ber</span><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">judul “Aku Diberkati”</span><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">,</span><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;"> yang sudah dikumpulkan minggu </span><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">sebelumnya</span><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">.</span> <span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Ternyata, para lansia sangat antusias menuliskan </span><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">kesaksian</span><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;"> tentang</span><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;"> betapa besar</span><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">nya</span><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;"> berkat dan pertolongan Tuhan dalam hidupnya</span><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">, sehingga terkumpul kurang lebih seratus tulisan. Pengurus kemudian menetapkan sepuluh orang pemenang, dan diumumkan oleh Intiwijani. Pdt. Danny dan Pnt. Toba menyerahkan hadiah bagi para pemenang.</span></p> <p style="margin-bottom: 5px; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Acara dilanjutkan dengan lomba menebak lagu, diiringi Kuntjoro Hertanto sebagai pemusik. Dalam tebak lagu ini, ada 15 oma-opa yang dapat menebak dengan tepat. Kemudian, acara ditutup dengan doa oleh Pdt. Erma. </span></p> <p style="margin-bottom: 5px; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Acara selanjutnya adalah menari polonaise, poco-poco, dan joget Maumere, dipimpin oleh Rini Rahardjo dan Heliana Oca. Para oma-opa sangat antusias mengikuti. Bahkan, yang kakinya sedang sakit pun ikut menari dan bergoyang. Demikian juga oma yang berusia hampir 90 tahun, ikut menari. Sangat meriah dan penuh sukacita. Acara pun ditutup dengan doa oleh Rini Rahardjo. </span></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/lan/WhatsApp_Image_2025-06-02_at_17.45.44.jpeg" alt=""></p><p style="margin-bottom: 5px; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Hari cerah, ketika para lansia memasuki ruang Kana, Griya Kasih,&nbsp;Jalan Kelapa Gading Barat Blok AG 15 nomor 16 , Pakulonan Barat, Kelapa Dua, Tangerang. pada 28 Mei 2025. Hari itu, berbeda dari biasanya, ruangan terlihat sangat indah, dengan dekorasi yang meriah, karena selain ibadah rutin, ada perayaan Hari Lansia Nasional. Acara ini dihadiri oleh 167 jemaat lansia.</span></p> <p style="margin-bottom: 5px; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Ibadah dimulai tepat pukul 10.00 WIB, dibuka oleh Pnt. Toba Sitorus yang bertindak sebagai pemandu pujian, kemudian dilanjutkan dengan menyanyi bersama, diiringi oleh Visiana Betani sebagai pemusik, serta Irawan Rudyanto dan Hermien Widjajati sebagai<em> singer</em>.</span></p> <p style="margin-bottom: 5px; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Firman Tuhan dibawakan oleh Pdt. Danny Purnama, dengan tema “Indahnya Kasih Tuhan” (Lukas 19:1–10). Pdt. Danny mengawalinya dengan pemutaran video tentang Zakheus. Indahnya kasih Tuhan menginspirasi kita untuk membagikan berkat yang telah kita terima kepada saudara-saudara yang membutuhkan. Ayat emas terambil dari 1Yohanes 4:16. Ibadah ditutup dengan doa dan berkat oleh Pdt. Danny. </span></p> <p style="margin-bottom: 5px; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Acara dilanjutkan dengan perayaan Hari Lansia Nasional, yang dibuka oleh </span><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">J</span><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">ulia</span><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">nti Suryaputra</span><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;"> d</span><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">a</span><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">n </span><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">J</span><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">anne</span><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;"> Idris</span><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;"> sebagai pembawa acara. Pdt. Danny Purnama dan Pdt. Erma Primastuti Kristiyono berduet menyanyikan pujian “Tak Terbatas”. Kemudian, seluruh jemaat diajak menyanyikan&nbsp; “Bila Topan K’ras Melanda Hidupku” (KJ 439: 1–2). Acara dilanjutkan dengan drama singkat berjudul “Panti Wreda Syalom”, yang dibawakan oleh Nancy </span><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Kho </span><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">dan kawan-kawan. Setelah drama selesai, jemaat menaikkan pujian “Aku Diberkati”. </span></p> <p style="margin-bottom: 5px; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Acara selanjutnya adalah pengumuman</span><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;"> pemenang</span> <span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">penulisan artikel</span><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;"> kesaksian jemaat </span><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">ber</span><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">judul “Aku Diberkati”</span><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">,</span><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;"> yang sudah dikumpulkan minggu </span><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">sebelumnya</span><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">.</span> <span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Ternyata, para lansia sangat antusias menuliskan </span><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">kesaksian</span><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;"> tentang</span><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;"> betapa besar</span><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">nya</span><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;"> berkat dan pertolongan Tuhan dalam hidupnya</span><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">, sehingga terkumpul kurang lebih seratus tulisan. Pengurus kemudian menetapkan sepuluh orang pemenang, dan diumumkan oleh Intiwijani. Pdt. Danny dan Pnt. Toba menyerahkan hadiah bagi para pemenang.</span></p> <p style="margin-bottom: 5px; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Acara dilanjutkan dengan lomba menebak lagu, diiringi Kuntjoro Hertanto sebagai pemusik. Dalam tebak lagu ini, ada 15 oma-opa yang dapat menebak dengan tepat. Kemudian, acara ditutup dengan doa oleh Pdt. Erma. </span></p> <p style="margin-bottom: 5px; text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Acara selanjutnya adalah menari polonaise, poco-poco, dan joget Maumere, dipimpin oleh Rini Rahardjo dan Heliana Oca. Para oma-opa sangat antusias mengikuti. Bahkan, yang kakinya sedang sakit pun ikut menari dan bergoyang. Demikian juga oma yang berusia hampir 90 tahun, ikut menari. Sangat meriah dan penuh sukacita. Acara pun ditutup dengan doa oleh Rini Rahardjo. </span></p> Meneruskan Langkah Kristus: dari Liturgi ke Aksi, dari Gereja ke Dunia 2025-06-02T12:13:02+07:00 2025-06-02T12:13:02+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/meneruskan-langkah-kristus-dari-liturgi-ke-aksi-dari-gereja-ke-dunia Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/3859981.jpg" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Dalam kesyahduan pagi, Kamis 29 Mei 2025, di Aula lantai 6, SMAK Penabur Gading Serpong, Jalan Kelapa Gading Barat, Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, ribuan jemaat GKI Gading Serpong berkumpul memperingati peristiwa Kenaikan Tuhan Yesus Kristus. Namun, lebih dari sekadar peringatan liturgis, kebaktian ini menjadi sebuah undangan personal untuk merenungkan, ke mana arah langkah iman kita saat ini?</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/meneruskan-langkah-kristus-dari-liturgi-ke-aksi-dari-gereja-ke-dunia" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/3859981.jpg" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Dalam kesyahduan pagi, Kamis 29 Mei 2025, di Aula lantai 6, SMAK Penabur Gading Serpong, Jalan Kelapa Gading Barat, Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, ribuan jemaat GKI Gading Serpong berkumpul memperingati peristiwa Kenaikan Tuhan Yesus Kristus. Namun, lebih dari sekadar peringatan liturgis, kebaktian ini menjadi sebuah undangan personal untuk merenungkan, ke mana arah langkah iman kita saat ini?</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/meneruskan-langkah-kristus-dari-liturgi-ke-aksi-dari-gereja-ke-dunia" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Hari Lansia 2025 2025-05-28T12:36:48+07:00 2025-05-28T12:36:48+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/hari-lansia-2025 Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/13/WhatsApp_Image_2025-05-27_at_10.58.04.jpeg" alt="" width="4032" height="3024" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Setelah semalaman hujan turun tanpa henti, puji Tuhan, pagi itu, Sabtu, 24 Mei 2025, cuaca cerah. Walaupun masih pukul 06.30, para oma-opa dari Paduan Suara (PS) Simeon GKI Gading Serpong dengan semangat tinggi mulai berdatangan di Griya Anugerah, bersiap diri untuk berangkat ke GKI Perumnas, di jalan Karet Raya Blok 22 nomor 10A, Perumnas I, RT 004/RW 016, Cibodas, Tangerang, Banten. Rombongan berangkat tepat pukul 07.00 menuju lokasi Temu Raya Lansia Klasis Banten dengan penuh sukacita, menggunakan lima kendaraan jemaat dan satu mobil Hi-Ace milik gereja.</p> <p style="text-align: justify;">Walaupun acara baru akan dimulai pukul 09.00, rombongan sudah tiba pukul 07.30 di tempat. Pengurus memang memilih datang lebih awal, dengan pertimbangan jalan di depan GKI Perumnas masih tertutup karena perbaikan jalan dan gorong-gorong, serta terbatasnya lahan parkir. Ternyata, petugas keamanan gereja Perumnas sangat sigap menolong peserta, membuka jalan dan mengarahkan parkir dengan sangat baik, jadilah kami rombongan yang pertama tiba di tempat acara. Dengan datang lebih awal, kami dapat melakukan pemanasan dan mengatur tempat duduk peserta, sesuai urutan keluar-masuk di tempat yang telah disediakan panitia.</p> <p style="text-align: justify;">Rombongan GKI Gading Serpong terdiri dari 27 orang anggota PS Simeon, Julianti Suryaputra sebagai konduktor, Kuntjoro Hertanto sebagai pemusik, dan 4 orang pengurus Usindah sebagai pendamping, sehingga totalnya terdiri dari 33 orang.</p> <p style="text-align: justify;">Acara Temu Raya Lansia Klasis Banten ini merujuk pada Hari Lansia Nasional yang jatuh pada tanggal 29 Mei 2025, dengan tema nasional “Lansia Sehat, Indonesia Bermartabat”. Bersyukur, GKI termasuk gereja yang turut merayakan Hari Lansia dari sekian banyak gereja yang ada di Nusantara. Temu Raya Lansia Klasis Banten ini bertema “3-at: Lansia Semangat, Terawat, Menjadi Berkat”.</p> <p style="text-align: justify;">Tepat pada pukul 09.00, acara dimulai oleh liturgos, dilanjutkan dengan firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. Em. Elisabeth Hasikin, diambil dari Mazmur 71: 17–18. Dengan lugas, dijabarkan situasi para lansia saat ini. Ada kabar baik, yaitu bertambahnya usia harapan hidup lansia di Indonesia, tetapi juga ada kabar buruknya, yaitu adanya kesepian, isolasi sosial, menurunnya kesehatan fisik dan mental, serta terjadinya kekerasan fisik dan non fisik pada lansia. Pembicara juga mengajarkan caranya menjadi lansia yang sehat, terawat, dan jadi berkat, yaitu dengan peduli dan merawat diri sendiri, dan fokus serta menerapkan lingkar kendali. Sangat bermanfaat, dan disampaikan dengan baik dan menarik. Kita dapat membuka <a href="https://www.youtube.com/live/VYe3L9p9iAo?si=ULr_Cq5Twr9HJG7G">https://www.youtube.com/live/VYe3L9p9iAo?si=ULr_Cq5Twr9HJG7G</a>&nbsp;untuk menyaksikan acara secara lengkap.</p> <p style="text-align: justify;">Kemudian acara dilanjutkan dengan Bahana Suara Pujian Lansia, yang dipandu oleh Raymond dan Anis Kurniasih sebagai pembawa acara. Acara ini diikuti oleh 8 gereja GKI Klasis Banten, dan dihadiri sekitar 260 orang. Masing-masing gereja membawakan lagu yang berbeda-beda: GKI Perumnas membawakan lagu “Tuhan Menetapkan Langkah Orang”; GKI Griya Merpati Mas membawakan lagu “Tuhan Tak Pernah Keliru”; GKI Sutopo membawakan lagu “Aku Diberkati”; GKI Villa Melati Mas membawakan lagu “Berkat Tuhan Melimpah”; GKI Serang membawakan lagu “Mengalir Kasih Yesus”; GKI Gading Serpong membawakan “Puji Tuhan”; GKI Pondok Makmur membawakan “Dialah Segalanya”; dan GKI Kosambi Timur membawakan “Nggandul Gusti”.</p> <p style="text-align: justify;">Terima kasih untuk panitia yang sudah berlelah-lelah dan membuat acaranya semarak dengan puji-pujian. Sampai bertemu di Temu Raya Lansia berikutnya! Kiranya Tuhan memberkati para lansia, agar sehat, terawat, dan menjadi berkat! Amin.</p> <p style="text-align: justify;">*Penulis adalah anggota jemaat Usindah GKI Gading Serpong.</p> <p>{gallery}13{/gallery}</p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/13/WhatsApp_Image_2025-05-27_at_10.58.04.jpeg" alt="" width="4032" height="3024" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Setelah semalaman hujan turun tanpa henti, puji Tuhan, pagi itu, Sabtu, 24 Mei 2025, cuaca cerah. Walaupun masih pukul 06.30, para oma-opa dari Paduan Suara (PS) Simeon GKI Gading Serpong dengan semangat tinggi mulai berdatangan di Griya Anugerah, bersiap diri untuk berangkat ke GKI Perumnas, di jalan Karet Raya Blok 22 nomor 10A, Perumnas I, RT 004/RW 016, Cibodas, Tangerang, Banten. Rombongan berangkat tepat pukul 07.00 menuju lokasi Temu Raya Lansia Klasis Banten dengan penuh sukacita, menggunakan lima kendaraan jemaat dan satu mobil Hi-Ace milik gereja.</p> <p style="text-align: justify;">Walaupun acara baru akan dimulai pukul 09.00, rombongan sudah tiba pukul 07.30 di tempat. Pengurus memang memilih datang lebih awal, dengan pertimbangan jalan di depan GKI Perumnas masih tertutup karena perbaikan jalan dan gorong-gorong, serta terbatasnya lahan parkir. Ternyata, petugas keamanan gereja Perumnas sangat sigap menolong peserta, membuka jalan dan mengarahkan parkir dengan sangat baik, jadilah kami rombongan yang pertama tiba di tempat acara. Dengan datang lebih awal, kami dapat melakukan pemanasan dan mengatur tempat duduk peserta, sesuai urutan keluar-masuk di tempat yang telah disediakan panitia.</p> <p style="text-align: justify;">Rombongan GKI Gading Serpong terdiri dari 27 orang anggota PS Simeon, Julianti Suryaputra sebagai konduktor, Kuntjoro Hertanto sebagai pemusik, dan 4 orang pengurus Usindah sebagai pendamping, sehingga totalnya terdiri dari 33 orang.</p> <p style="text-align: justify;">Acara Temu Raya Lansia Klasis Banten ini merujuk pada Hari Lansia Nasional yang jatuh pada tanggal 29 Mei 2025, dengan tema nasional “Lansia Sehat, Indonesia Bermartabat”. Bersyukur, GKI termasuk gereja yang turut merayakan Hari Lansia dari sekian banyak gereja yang ada di Nusantara. Temu Raya Lansia Klasis Banten ini bertema “3-at: Lansia Semangat, Terawat, Menjadi Berkat”.</p> <p style="text-align: justify;">Tepat pada pukul 09.00, acara dimulai oleh liturgos, dilanjutkan dengan firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. Em. Elisabeth Hasikin, diambil dari Mazmur 71: 17–18. Dengan lugas, dijabarkan situasi para lansia saat ini. Ada kabar baik, yaitu bertambahnya usia harapan hidup lansia di Indonesia, tetapi juga ada kabar buruknya, yaitu adanya kesepian, isolasi sosial, menurunnya kesehatan fisik dan mental, serta terjadinya kekerasan fisik dan non fisik pada lansia. Pembicara juga mengajarkan caranya menjadi lansia yang sehat, terawat, dan jadi berkat, yaitu dengan peduli dan merawat diri sendiri, dan fokus serta menerapkan lingkar kendali. Sangat bermanfaat, dan disampaikan dengan baik dan menarik. Kita dapat membuka <a href="https://www.youtube.com/live/VYe3L9p9iAo?si=ULr_Cq5Twr9HJG7G">https://www.youtube.com/live/VYe3L9p9iAo?si=ULr_Cq5Twr9HJG7G</a>&nbsp;untuk menyaksikan acara secara lengkap.</p> <p style="text-align: justify;">Kemudian acara dilanjutkan dengan Bahana Suara Pujian Lansia, yang dipandu oleh Raymond dan Anis Kurniasih sebagai pembawa acara. Acara ini diikuti oleh 8 gereja GKI Klasis Banten, dan dihadiri sekitar 260 orang. Masing-masing gereja membawakan lagu yang berbeda-beda: GKI Perumnas membawakan lagu “Tuhan Menetapkan Langkah Orang”; GKI Griya Merpati Mas membawakan lagu “Tuhan Tak Pernah Keliru”; GKI Sutopo membawakan lagu “Aku Diberkati”; GKI Villa Melati Mas membawakan lagu “Berkat Tuhan Melimpah”; GKI Serang membawakan lagu “Mengalir Kasih Yesus”; GKI Gading Serpong membawakan “Puji Tuhan”; GKI Pondok Makmur membawakan “Dialah Segalanya”; dan GKI Kosambi Timur membawakan “Nggandul Gusti”.</p> <p style="text-align: justify;">Terima kasih untuk panitia yang sudah berlelah-lelah dan membuat acaranya semarak dengan puji-pujian. Sampai bertemu di Temu Raya Lansia berikutnya! Kiranya Tuhan memberkati para lansia, agar sehat, terawat, dan menjadi berkat! Amin.</p> <p style="text-align: justify;">*Penulis adalah anggota jemaat Usindah GKI Gading Serpong.</p> <p>{gallery}13{/gallery}</p> The Art of Hospitality 2025-05-21T15:45:22+07:00 2025-05-21T15:45:22+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/the-art-of-hospitality Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/Elevated_Ministry_KDM_1.jpg" alt="" width="960" height="1280" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify; margin: 6pt 0in 0in;"><em><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">“The Art of Hospitality”,</span></em><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"> itulah tema </span><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">pembinaan aktivis </span><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">KDM (Komisi Dewasa Muda)</span><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"> GKI Gading Serpong, </span><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">yang diadakan pada Minggu, 18 Mei 2025</span><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">,</span><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"> di </span><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">l</span><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">antai 5 SMAK Penabur Gading Serpong, J</span><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">alan</span><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"> Kelapa Gading Barat, Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten. Pembinaan kali ini</span><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">, yang merupakan bagian dari pembinaan <em>Elevated Ministry</em>, diikuti oleh 13 orang,</span> <span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">ditujukan</span><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"> bagi yang </span><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">mereka yang baru akan memulai</span> <span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">maupun yang</span><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"> sudah pernah melayani sebagai penerima tamu <em>(usher</em></span><em><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">)</span></em><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">.</span></p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/the-art-of-hospitality" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/Elevated_Ministry_KDM_1.jpg" alt="" width="960" height="1280" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify; margin: 6pt 0in 0in;"><em><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">“The Art of Hospitality”,</span></em><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"> itulah tema </span><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">pembinaan aktivis </span><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">KDM (Komisi Dewasa Muda)</span><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"> GKI Gading Serpong, </span><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">yang diadakan pada Minggu, 18 Mei 2025</span><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">,</span><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"> di </span><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">l</span><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">antai 5 SMAK Penabur Gading Serpong, J</span><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">alan</span><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"> Kelapa Gading Barat, Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten. Pembinaan kali ini</span><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">, yang merupakan bagian dari pembinaan <em>Elevated Ministry</em>, diikuti oleh 13 orang,</span> <span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">ditujukan</span><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"> bagi yang </span><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">mereka yang baru akan memulai</span> <span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">maupun yang</span><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"> sudah pernah melayani sebagai penerima tamu <em>(usher</em></span><em><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">)</span></em><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">.</span></p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/the-art-of-hospitality" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Menumpuk Bara Api 2025-05-07T12:12:12+07:00 2025-05-07T12:12:12+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/menumpuk-bara-api Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/a/WhatsApp_Image_2025-05-06_at_21.03.51_1.jpeg" alt=""></p><p style="text-align: justify;">“<em>Usia indah sukacita s’nantiasa, tekun berdoa, mengasihi sesama. Usia indah bersyukur senantiasa, teguh beriman, jadi berkat sesama</em>,” terdengar lagu “Mars Usindah”, yang dinyanyikan umat dengan bersemangat sambil berdiri, mengawali Persekutuan Usindah GKI Gading Serpong, Rabu, 30 April 2025, yang dihadiri oleh 133 orang.</p> <p style="text-align: justify;">Hari itu seperti biasa, Persekutuan Usindah diadakan di Aula Kana, Griya Kasih, Jalan Kelapa Gading Barat Blok AG15, Pakulonan Barat, Kelapa Dua, Tangerang. Acara dimulai tepat pukul 10.00 pagi, dengan tema “Memupuk Bara Api”, berdasarkan Roma 12:17–21.</p> <p style="text-align: justify;">Pembawa firman Tuhan adalah Reni Yuliastuti dan sebagai pemimpin pujian adalah Janne Idris. Setelah umat menyanyikan lagu “Mars Usindah”, pemimpin pujian menyapa umat dengan ramah dan gembira, serta mengingatkan para opa-oma sambil bergurau, supaya sesudah persekutuan, kita harus mengingat firman Tuhan yang kita pelajari, jangan hanya mengingat konsumsi kita hari ini. “Grrr …,” terdengar jemaat tertawa riuh.</p> <p style="text-align: justify;">Ruang kesaksian hari itu diisi oleh seorang anggota jemaat yang bersaksi tentang pengalamannya. Ketika teman sekelompok jalan paginya memberitakan berita yang tidak benar tentang dirinya, betapa marah dan sakit hatinya mendengar hal itu. Namun, setelah berdoa dan menceritakan segalanya pada Tuhan, hatinya menjadi lega dan dapat memaafkan teman tersebut, dan pertemanan mereka pun dapat berjalan kembali seperti semula.</p> <p style="text-align: justify;">Menurut pembawa firman, manusia punya kecenderungan alami untuk membalas perlakuan buruk yang diterima, sehingga situasi memanas, baik di kehidupan rumah tangga, maupun di lingkungan sosial. Kita diajarkan Tuhan untuk membalas kejahatan dengan kebaikan, yang dapat kita nyatakan secara aktif, seperti dengan mengirim makanan, minuman, dan berbelas kasih. Dengan demikian, kita menumpuk bara api kebaikan pada orang tersebut, dengan tujuan orang tersebut bertobat, dan memutus rantai kebencian. Kita harus mengalahkan kejahatan dengan kebaikan, sehingga kita dapat menang atas kejahatan itu sendiri. Kita tidak mempunyai hak melakukan pembalasan, sebab Tuhan tidak tinggal diam, dan pembalasan adalah hak Tuhan. Mari mengisi hidup ini dengan kebaikan.</p> <p style="text-align: justify;">“<em>Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada saudara-saudara seiman kita</em>.” (Galatia 6:10) menjadi ayat emas Persekutuan Usindah hari itu.</p> <p style="text-align: justify;">*Penulis adalah ketua Komisi Usia Indah GKI Gading Serpong.</p> <p>{gallery}a{/gallery}</p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/a/WhatsApp_Image_2025-05-06_at_21.03.51_1.jpeg" alt=""></p><p style="text-align: justify;">“<em>Usia indah sukacita s’nantiasa, tekun berdoa, mengasihi sesama. Usia indah bersyukur senantiasa, teguh beriman, jadi berkat sesama</em>,” terdengar lagu “Mars Usindah”, yang dinyanyikan umat dengan bersemangat sambil berdiri, mengawali Persekutuan Usindah GKI Gading Serpong, Rabu, 30 April 2025, yang dihadiri oleh 133 orang.</p> <p style="text-align: justify;">Hari itu seperti biasa, Persekutuan Usindah diadakan di Aula Kana, Griya Kasih, Jalan Kelapa Gading Barat Blok AG15, Pakulonan Barat, Kelapa Dua, Tangerang. Acara dimulai tepat pukul 10.00 pagi, dengan tema “Memupuk Bara Api”, berdasarkan Roma 12:17–21.</p> <p style="text-align: justify;">Pembawa firman Tuhan adalah Reni Yuliastuti dan sebagai pemimpin pujian adalah Janne Idris. Setelah umat menyanyikan lagu “Mars Usindah”, pemimpin pujian menyapa umat dengan ramah dan gembira, serta mengingatkan para opa-oma sambil bergurau, supaya sesudah persekutuan, kita harus mengingat firman Tuhan yang kita pelajari, jangan hanya mengingat konsumsi kita hari ini. “Grrr …,” terdengar jemaat tertawa riuh.</p> <p style="text-align: justify;">Ruang kesaksian hari itu diisi oleh seorang anggota jemaat yang bersaksi tentang pengalamannya. Ketika teman sekelompok jalan paginya memberitakan berita yang tidak benar tentang dirinya, betapa marah dan sakit hatinya mendengar hal itu. Namun, setelah berdoa dan menceritakan segalanya pada Tuhan, hatinya menjadi lega dan dapat memaafkan teman tersebut, dan pertemanan mereka pun dapat berjalan kembali seperti semula.</p> <p style="text-align: justify;">Menurut pembawa firman, manusia punya kecenderungan alami untuk membalas perlakuan buruk yang diterima, sehingga situasi memanas, baik di kehidupan rumah tangga, maupun di lingkungan sosial. Kita diajarkan Tuhan untuk membalas kejahatan dengan kebaikan, yang dapat kita nyatakan secara aktif, seperti dengan mengirim makanan, minuman, dan berbelas kasih. Dengan demikian, kita menumpuk bara api kebaikan pada orang tersebut, dengan tujuan orang tersebut bertobat, dan memutus rantai kebencian. Kita harus mengalahkan kejahatan dengan kebaikan, sehingga kita dapat menang atas kejahatan itu sendiri. Kita tidak mempunyai hak melakukan pembalasan, sebab Tuhan tidak tinggal diam, dan pembalasan adalah hak Tuhan. Mari mengisi hidup ini dengan kebaikan.</p> <p style="text-align: justify;">“<em>Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada saudara-saudara seiman kita</em>.” (Galatia 6:10) menjadi ayat emas Persekutuan Usindah hari itu.</p> <p style="text-align: justify;">*Penulis adalah ketua Komisi Usia Indah GKI Gading Serpong.</p> <p>{gallery}a{/gallery}</p> Pelatihan Menulis Kesaksian bersama Pdt. Yoel M. Indrasmoro 2025-05-03T19:54:23+07:00 2025-05-03T19:54:23+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/pelatihan-menulis-kesaksian-bersama-pdt-yoel-m-indrasmoro Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/trainin/IMG_6300.JPG" alt="" width="6000" height="4000" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Sabtu, 26 April 2025, Komisi Perpustakaan dan Publikasi GKI Gading Serpong mengadakan pelatihan menulis kesaksian. Pelatihan diselenggarakan di Ruang Matius, Griya Anugerah, Jalan Kelapa Puan Raya No. 20–21 Blok CA 12, Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang pada pukul 09.00–15.00 WIB. Hadir 36 orang peserta yang mengikutinya dengan antusias.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/pelatihan-menulis-kesaksian-bersama-pdt-yoel-m-indrasmoro" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/trainin/IMG_6300.JPG" alt="" width="6000" height="4000" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Sabtu, 26 April 2025, Komisi Perpustakaan dan Publikasi GKI Gading Serpong mengadakan pelatihan menulis kesaksian. Pelatihan diselenggarakan di Ruang Matius, Griya Anugerah, Jalan Kelapa Puan Raya No. 20–21 Blok CA 12, Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang pada pukul 09.00–15.00 WIB. Hadir 36 orang peserta yang mengikutinya dengan antusias.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/pelatihan-menulis-kesaksian-bersama-pdt-yoel-m-indrasmoro" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> “Salib: Jalan Baru yang Membawa Damai” 2025-04-21T10:58:30+07:00 2025-04-21T10:58:30+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/salib-jalan-baru-yang-membawa-damai Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/jumat/IMG_7037.JPG" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Pada Jumat, 18 April 2025, GKI Gading Serpong menyelenggarakan ibadah Jumat Agung untuk memperingati kematian Tuhan Yesus di atas kayu salib. Pada ibadah Jumat Agung tahun ini, kita bersama-sama mengenang karya terbesar Kristus bagi umat manusia, melalui tema “Salib: Jalan Baru yang Membawa Damai”. Ibadah dilakukan sebanyak empat kali, yaitu pada pukul 07.30, 10.30, 15.00, dan 18.00, dan dihadiri oleh 4.385 orang.</p> <p style="text-align: justify;">Ibadah dilaksanakan dalam nuansa remang. Dua orang penatua yang bertugas sebagai liturgos mengajak umat menyanyikan NKB 83, “Nun di Bukit yang Jauh”. Ibadah dibuat mengalir, dengan menyanyikan lagu-lagu bertemakan perenungan akan penyaliban Kristus, seperti KJ 170, “Kepala yang Berdarah” dan KK 235, “Mari Lihatlah Hari Terkelam”, yang dilanjutkan dengan pembacaan narasi dan ayat Alkitab dari Yesaya 52:13-53:12 dan Mazmur 22, yang dinyanyikan secara bertanggapan. Umat diajak mengingat kembali peristiwa yang terjadi saat Tuhan Yesus diadili hingga disalibkan di bukit Golgota, melalui pembacaan dari kitab Yohanes 18:1-19:42 dan lagu KJ 174a, “Kuheran Jurus’lamatku. Lagu KJ 177, “Golgota, Tempat Tuhanku Disalib” mengiringi perarakan kayu salib oleh tiga orang anggota jemaat ke depan ruangan.</p> <p style="text-align: justify;">Khotbah disampaikan oleh Pdt. Danny Purnama, yang mengingatkan kita, salib Kristus adalah satu-satunya jalan yang memampukan umat manusia sampai kepada Bapa. Melalui jalan sengsara yang dialami Kristus, kita diperkenankan merasakan pemulihan, kesembuhan, hidup dalam damai sejahtera Kristus, dan tidak dibiarkan binasa karena dosa. Dalam praktik kesehariannya, kita diharapkan untuk menjadi pribadi-pribadi <em>homo sympathetikos</em>, yang artinya berperasaan dan bertenggang rasa terhadap sesamanya, seperti Kristus yang ber-<em>symphatos</em> terhadap umat manusia.</p> <p style="text-align: justify;">Pada ibadah ini, dilakukan liturgi doa Jumat Agung dalam suasana remang, yang meliputi pembacaan narasi pendek, sambil seorang anggota jemaat membawa simbol-simbol pergumulan dalam hidup di dunia, yakni kain hitam, mahkota duri, palu dan paku, serta ranting-ranting. Setiap satu simbol selesai diletakkan pada salib besar yang sebelumnya telah diletakkan di depan ruangan, Pdt. Danny memimpin doa, lalu disambut dengan nyanyian umat dari KJ 183:1 “Menjulang Nyata atas Bukit Kala”. Liturgi doa Jumat Agung ini ditutup dengan diletakkannya kendi berisi doa-doa, yang telah dikumpulkan oleh jemaat selama minggu-minggu pra-Paskah ke dalam <em>prayer box,</em> dan pembacaan doa berisi harapan atas kedamaian hati di tengah kehidupan yang penuh pergumulan.</p> <p style="text-align: justify;">Memasuki liturgi persembahan, lampu-lampu kembali dinyalakan. Umat menyanyikan lagu KJ 179 “Yesus, Kau Kehidupanku”, dan melanjutkan ibadah dengan sakramen Perjamuan Kudus. Pada akhir ibadah, umat menyanyikan lagu tema rangkaian ibadah Paskah, KK 144, “Mari Tuturkan Kembali”, dan diajak untuk tetap beriman dan percaya, sambil menjadi penyebar kebaikan Kristus, melalui kehidupan yang berkenan kepada-Nya.</p> <p>{gallery}jumat{/gallery}</p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/jumat/IMG_7037.JPG" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Pada Jumat, 18 April 2025, GKI Gading Serpong menyelenggarakan ibadah Jumat Agung untuk memperingati kematian Tuhan Yesus di atas kayu salib. Pada ibadah Jumat Agung tahun ini, kita bersama-sama mengenang karya terbesar Kristus bagi umat manusia, melalui tema “Salib: Jalan Baru yang Membawa Damai”. Ibadah dilakukan sebanyak empat kali, yaitu pada pukul 07.30, 10.30, 15.00, dan 18.00, dan dihadiri oleh 4.385 orang.</p> <p style="text-align: justify;">Ibadah dilaksanakan dalam nuansa remang. Dua orang penatua yang bertugas sebagai liturgos mengajak umat menyanyikan NKB 83, “Nun di Bukit yang Jauh”. Ibadah dibuat mengalir, dengan menyanyikan lagu-lagu bertemakan perenungan akan penyaliban Kristus, seperti KJ 170, “Kepala yang Berdarah” dan KK 235, “Mari Lihatlah Hari Terkelam”, yang dilanjutkan dengan pembacaan narasi dan ayat Alkitab dari Yesaya 52:13-53:12 dan Mazmur 22, yang dinyanyikan secara bertanggapan. Umat diajak mengingat kembali peristiwa yang terjadi saat Tuhan Yesus diadili hingga disalibkan di bukit Golgota, melalui pembacaan dari kitab Yohanes 18:1-19:42 dan lagu KJ 174a, “Kuheran Jurus’lamatku. Lagu KJ 177, “Golgota, Tempat Tuhanku Disalib” mengiringi perarakan kayu salib oleh tiga orang anggota jemaat ke depan ruangan.</p> <p style="text-align: justify;">Khotbah disampaikan oleh Pdt. Danny Purnama, yang mengingatkan kita, salib Kristus adalah satu-satunya jalan yang memampukan umat manusia sampai kepada Bapa. Melalui jalan sengsara yang dialami Kristus, kita diperkenankan merasakan pemulihan, kesembuhan, hidup dalam damai sejahtera Kristus, dan tidak dibiarkan binasa karena dosa. Dalam praktik kesehariannya, kita diharapkan untuk menjadi pribadi-pribadi <em>homo sympathetikos</em>, yang artinya berperasaan dan bertenggang rasa terhadap sesamanya, seperti Kristus yang ber-<em>symphatos</em> terhadap umat manusia.</p> <p style="text-align: justify;">Pada ibadah ini, dilakukan liturgi doa Jumat Agung dalam suasana remang, yang meliputi pembacaan narasi pendek, sambil seorang anggota jemaat membawa simbol-simbol pergumulan dalam hidup di dunia, yakni kain hitam, mahkota duri, palu dan paku, serta ranting-ranting. Setiap satu simbol selesai diletakkan pada salib besar yang sebelumnya telah diletakkan di depan ruangan, Pdt. Danny memimpin doa, lalu disambut dengan nyanyian umat dari KJ 183:1 “Menjulang Nyata atas Bukit Kala”. Liturgi doa Jumat Agung ini ditutup dengan diletakkannya kendi berisi doa-doa, yang telah dikumpulkan oleh jemaat selama minggu-minggu pra-Paskah ke dalam <em>prayer box,</em> dan pembacaan doa berisi harapan atas kedamaian hati di tengah kehidupan yang penuh pergumulan.</p> <p style="text-align: justify;">Memasuki liturgi persembahan, lampu-lampu kembali dinyalakan. Umat menyanyikan lagu KJ 179 “Yesus, Kau Kehidupanku”, dan melanjutkan ibadah dengan sakramen Perjamuan Kudus. Pada akhir ibadah, umat menyanyikan lagu tema rangkaian ibadah Paskah, KK 144, “Mari Tuturkan Kembali”, dan diajak untuk tetap beriman dan percaya, sambil menjadi penyebar kebaikan Kristus, melalui kehidupan yang berkenan kepada-Nya.</p> <p>{gallery}jumat{/gallery}</p> Kamis Putih: Yesus yang Melayani dan Mengasihi 2025-04-19T18:30:58+07:00 2025-04-19T18:30:58+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/kamis-putih-yesus-yang-melayani-dan-mengasihi Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/kamis/IMG_6852.JPG" alt="" width="3648" height="5472" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;"><em>Malam ini, kita kembali mengingat peristiwa perjamuan makan malam Yesus bersama para murid. Pada waktu itu, Yesus membasuh kaki mereka, layaknya seorang pelayan yang rendah. Padahal, Ia adalah Anak Allah yang berkuasa. Ia bersedia menanggalkan kuasa-Nya, meneladankan kasih yang penuh pengurbanan dengan melayani murid-murid-Nya. Bagaimana dengan kita? Bersediakah kita merendahkan hati dan melayani dengan tulus?</em></p> <p style="text-align: justify;">Dalam memperingati Tri Hari Suci, GKI Gading Serpong menyelenggarakan ibadah Kamis Putih, yang dilaksanakan pada hari Kamis, 17 April 2025, mulai pukul 19.30 di aula lantai 6 SMAK Penabur Gading Serpong, Jl. Kelapa Gading Barat, Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Ibadah dihadiri oleh 295 orang jemaat pria dan 417 jemaat wanita, dengan tema “Yesus yang Melayani dan Mengasihi”. Ruangan dibuat bernuansa gelap hampir sepanjang ibadah, yang berlangsung selama kira-kira satu jam lima belas menit, dalam suasana yang khidmat.</p> <p style="text-align: justify;">Setelah panggilan beribadah, jemaat menyanyikan lagu KK 144, “Mari Tuturkan Kembali”, karya Fanny Jane Crosby, yang menjadi lagu tema rangkaian masa raya Paskah. Bacaan Alkitab diambil dari Keluaran 12:1-14; Mazmur 116:1-2, 12-19, yang dinyanyikan secara bertanggapan; 1Korintus 11:23-26, yang dibawakan dalam bentuk video narasi dan visualisasi; serta Yohanes 13:1-17, 31-35.</p> <p style="text-align: justify;">Umat berefleksi dan mengambil saat hening setelah pembacaan Alkitab, kemudian dilanjutkan dengan ritus pembasuhan kaki. Seluruh pengerja GKI Gading Serpong (termasuk pendeta emeritus) melayani dalam pembacaan narasi, serta melakukan pembasuhan kaki jemaat, yang diwakilkan oleh 16 orang. Setelah itu, umat menyanyikan lagu KK 651, “Aku Hamba-Mu Tuhan” yang bernuansa Toraja. Penatua membacakan Yohanes 13: 31-35, dan jemaat menyanyikan lagu PKJ 275, “Perintah Baru”, berlanjut dengan doa syafaat dan ritus<em> tenebrae.</em></p> <p style="text-align: justify;"><em> Tenebrae</em> atau pemadaman lilin pra-Paskah adalah salah satu ritus khas ibadah Kamis Putih. Lagu KK 225, “Getsemani, Tempat Yesus Berdoa” mengawalinya. Pengerja secara bergantian membacakan narasi yang menggambarkan proses yang Tuhan Yesus jalani menjelang penyaliban, yaitu peristiwa doa di Taman Getsemani, penangkapan, pengadilan, hukuman mati, penyangkalan, dan kematian. Setiap kali, setelah pembacaan narasi, perenungan, doa hening, satu lilin dipadamkan, dan umat menyanyikan satu bait lagu KJ 364, “Berserah kepada Yesus”. Setelah lilin ketujuh padam, dilakukan proses pengarakan lilin Kristus dari pintu masuk gereja ke altar, sementara umat berdiri, menyanyikan lagu PKJ 308, “Yesus Terang-Mu Pelita Hatiku”.</p> <p style="text-align: justify;">Setelah itu, Pdt. Danny Purnama membacakan narasi penutup. Dalam Dia ada hidup. Dan hidup itu adalah terang manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan. Dan kegelapan itu tidak menguasainya (Yohanes 1:4-5). Kiranya kerendahan hati Yesus, yang Ia wujudkan dalam pelayanan dan pengurbanan-Nya melalui jalan penderitaan, senantiasa mendorong, meneguhkan, dan menginspirasi kita untuk terus melangkah dalam kehidupan, sembari terus mewujudkan tindakan kasih di dunia dari sekarang sampai selama-lamanya! Umat menyanyikan NKB 77, “Lihatlah Anak Insan”, dan ibadah pun berakhir dalam keheningan, tanpa iringan musik, sementara lampu-lampu ruang ibadah tetap dalam keadaan gelap.</p> <p>{gallery}kamis{/gallery}</p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/kamis/IMG_6852.JPG" alt="" width="3648" height="5472" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;"><em>Malam ini, kita kembali mengingat peristiwa perjamuan makan malam Yesus bersama para murid. Pada waktu itu, Yesus membasuh kaki mereka, layaknya seorang pelayan yang rendah. Padahal, Ia adalah Anak Allah yang berkuasa. Ia bersedia menanggalkan kuasa-Nya, meneladankan kasih yang penuh pengurbanan dengan melayani murid-murid-Nya. Bagaimana dengan kita? Bersediakah kita merendahkan hati dan melayani dengan tulus?</em></p> <p style="text-align: justify;">Dalam memperingati Tri Hari Suci, GKI Gading Serpong menyelenggarakan ibadah Kamis Putih, yang dilaksanakan pada hari Kamis, 17 April 2025, mulai pukul 19.30 di aula lantai 6 SMAK Penabur Gading Serpong, Jl. Kelapa Gading Barat, Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Ibadah dihadiri oleh 295 orang jemaat pria dan 417 jemaat wanita, dengan tema “Yesus yang Melayani dan Mengasihi”. Ruangan dibuat bernuansa gelap hampir sepanjang ibadah, yang berlangsung selama kira-kira satu jam lima belas menit, dalam suasana yang khidmat.</p> <p style="text-align: justify;">Setelah panggilan beribadah, jemaat menyanyikan lagu KK 144, “Mari Tuturkan Kembali”, karya Fanny Jane Crosby, yang menjadi lagu tema rangkaian masa raya Paskah. Bacaan Alkitab diambil dari Keluaran 12:1-14; Mazmur 116:1-2, 12-19, yang dinyanyikan secara bertanggapan; 1Korintus 11:23-26, yang dibawakan dalam bentuk video narasi dan visualisasi; serta Yohanes 13:1-17, 31-35.</p> <p style="text-align: justify;">Umat berefleksi dan mengambil saat hening setelah pembacaan Alkitab, kemudian dilanjutkan dengan ritus pembasuhan kaki. Seluruh pengerja GKI Gading Serpong (termasuk pendeta emeritus) melayani dalam pembacaan narasi, serta melakukan pembasuhan kaki jemaat, yang diwakilkan oleh 16 orang. Setelah itu, umat menyanyikan lagu KK 651, “Aku Hamba-Mu Tuhan” yang bernuansa Toraja. Penatua membacakan Yohanes 13: 31-35, dan jemaat menyanyikan lagu PKJ 275, “Perintah Baru”, berlanjut dengan doa syafaat dan ritus<em> tenebrae.</em></p> <p style="text-align: justify;"><em> Tenebrae</em> atau pemadaman lilin pra-Paskah adalah salah satu ritus khas ibadah Kamis Putih. Lagu KK 225, “Getsemani, Tempat Yesus Berdoa” mengawalinya. Pengerja secara bergantian membacakan narasi yang menggambarkan proses yang Tuhan Yesus jalani menjelang penyaliban, yaitu peristiwa doa di Taman Getsemani, penangkapan, pengadilan, hukuman mati, penyangkalan, dan kematian. Setiap kali, setelah pembacaan narasi, perenungan, doa hening, satu lilin dipadamkan, dan umat menyanyikan satu bait lagu KJ 364, “Berserah kepada Yesus”. Setelah lilin ketujuh padam, dilakukan proses pengarakan lilin Kristus dari pintu masuk gereja ke altar, sementara umat berdiri, menyanyikan lagu PKJ 308, “Yesus Terang-Mu Pelita Hatiku”.</p> <p style="text-align: justify;">Setelah itu, Pdt. Danny Purnama membacakan narasi penutup. Dalam Dia ada hidup. Dan hidup itu adalah terang manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan. Dan kegelapan itu tidak menguasainya (Yohanes 1:4-5). Kiranya kerendahan hati Yesus, yang Ia wujudkan dalam pelayanan dan pengurbanan-Nya melalui jalan penderitaan, senantiasa mendorong, meneguhkan, dan menginspirasi kita untuk terus melangkah dalam kehidupan, sembari terus mewujudkan tindakan kasih di dunia dari sekarang sampai selama-lamanya! Umat menyanyikan NKB 77, “Lihatlah Anak Insan”, dan ibadah pun berakhir dalam keheningan, tanpa iringan musik, sementara lampu-lampu ruang ibadah tetap dalam keadaan gelap.</p> <p>{gallery}kamis{/gallery}</p> Kesepian 2025-03-13T11:25:13+07:00 2025-03-13T11:25:13+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/c-2 Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/anthony-intraversato-vYRAP3yMa3I-unsplash.jpg" alt="" width="4329" height="2886" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Pada hari Rabu, 5 Maret 2025, di tengah cuaca yang cerah, ada 132 orang jemaat Komisi Usia Indah (Usindah) GKI Gading Serpong yang dengan bersukacita dan bersemangat menghadiri Persekutuan Usindah. Persekutuan kali ini lain dari biasanya, karena diisi dengan ceramah dan <em>talk show</em> psikologi dengan tema yang menarik, yaitu “Kesepian (<em>Loneliness</em>).” Tema ini sangat terkait dengan realitas kehidupan para opa-oma, dan di dalamnya akan dibahas cara mengatasi kesepian dalam kehidupan ini.</p> <p style="text-align: justify;">Persekutuan diadakan di ruang Kana, Griya Kasih, Jl. Kelapa Gading Barat, Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten. Acara dimulai pada pukul 10.00 dengan menyanyikan lagu “Mars Usindah”, yang dinyanyikan dengan bersemangat. Sebagai pembawa firman Tuhan sekaligus penceramah adalah Krisna Dewi Mahati, seorang konselor keluarga dan penginjil dari Gereja Kristen Jawa Tangerang.</p> <p style="text-align: justify;">Pembicara membuka ceramah dengan menanyakan, “Siapakah di antara kita yang tidak pernah merasakan kesepian?” Setiap manusia pasti pernah merasa kesepian. Bahkan, Tuhan Yesus sebagai manusia sejati pun pernah merasa kesepian. Firman Tuhan diambil dari Matius 26:38, “Lalu kata-Nya kepada mereka, ‘Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku.’” Yesus merasa kesepian, sedih, takut, cemas, merasa tak berdaya, ingin mati, merasa ditinggalkan Allah, sewaktu mengetahui diri-Nya akan mati untuk menebus dosa manusia. Namun, Yesus tetap percaya kepada Allah, dan mengatakan, “Jadilah kehendak-Mu!” (Mat. 26:42).</p> <p style="text-align: justify;">Allah selalu hadir. Ada sebuah janji Tuhan yang indah, yang dapat kita jadikan sebagai pegangan dalam hidup kita, “Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan” (Yesaya 41:10).</p> <p style="text-align: justify;"><strong> Apakah Kesepian itu?</strong></p> <p style="text-align: justify;">Kesepian adalah perasaan tersisih dari orang lain, merasa tidak ada yang memperhatikan, tidak ada yang mengajak bicara, tidak ada yang peduli, kemudian dapat timbul emosi-emosi yang negatif, seperti rasa tidak percaya diri, tidak berharga, tidak berdaya, hidup tidak berarti, minder, ingin mati, dan lain-lain.</p> <p style="text-align: justify;">Yang menyebabkan seseorang merasa kesepian sebenarnya bukan karena ketidakhadiran orang lain. Buktinya, ada orang yang hidup sendiri, tetapi tetap bersemangat dan bersukacita. Sebenarnya, penyebabnya adalah keegoisan diri sendiri, yang ingin lebih diperhatikan, tanpa memedulikan keadaan atau kesibukan orang lain. Itu karena kita tidak berfokus pada Tuhan, melainkan pada diri sendiri, pada keegoisan kita.</p> <p style="text-align: justify;">Kita perlu realistis, tidak egois atau minder, supaya terlihat seolah-olah memelas, ingin dikasihani, menyalahkan orang lain karena keadaan kita (misalnya menyalahkan anak kita yang jarang datang menjenguk, tanpa mengingat mereka sudah mempunyai keluarga dan kesibukan sendiri).</p> <p style="text-align: justify;">Mazmur 3:4 mengatakan, “Tetapi, Engkau, TUHAN, adalah perisai yang melindungi aku. Engkaulah kemuliaanku dan yang mengangkat kepalaku.” Mazmur ini dapat menguatkan, bila kita merasa kesepian dan tidak percaya diri.</p> <p style="text-align: justify;">Cara mengatasi kesepian adalah dengan dukungan keluarga, berbicara terbuka dengan keluarga tentang apa yang kita inginkan. Jangan menutup diri sehingga merasa kesepian seorang diri. Jalinlah relasi dengan tetangga; memiliki komunitas yang membangun; beraktivitas, seperti mengikuti paduan suara, bermain angklung, mengikuti persekutuan wilayah, mengisi hari-hari dengan hal-hal yang positif.</p> <p style="text-align: justify;">Cara lainnya adalah dengan berfokus pada Tuhan, bukan pada keadaan dan diri sendiri. Hubungan dengan Tuhan adalah yang utama, karena Tuhanlah yang Maha Tahu segalanya. Berdoa dan terbukalah kepada Tuhan. Katakanlah kepada-Nya, “Saya sedih, jangan tinggalkan saya.”</p> <p style="text-align: justify;">Ada beberapa ayat yang dapat menguatkan kita, seperti Mazmur 37:23, “TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya.” Amsal 4:23, “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari sanalah terpancar kehidupan.” Ada pula lirik lagu, “Tenanglah kini hatiku, Tuhan memimpin langkahku. Di tiap saat dan kerja, tetap kurasa tangan-Nya.”</p> <p style="text-align: justify;">Saat merasa kesepian, kita perlu menyelidiki hati. Mazmur 139:23 mengatakan, “Selidikilah aku, ya Allah, dan selamilah hatiku, ujilah aku dan ketahuilah pikiran-pikiranku.” Kita perlu berkomitmen, “Saya mau berfokus pada Tuhan, tetap beraktivitas, dan bersemangat. Saya tidak mau egois, merasa tidak berdaya, dan minta dikasihani.”</p> <p style="text-align: justify;">Acara ceramah ditutup dengan bersama-sama menyanyikan lagu “Sekarang Aku Sudah Tua”, dipimpin oleh pembicara. Acara kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab, dipimpin oleh Pdt. Erma Primastuti Kristiyono, yang melayani sebagai moderator. Ada beberapa kasus yang dibahas dalam tanya jawab tersebut.</p> <p style="text-align: justify;">Kasus pertama, ada seorang bapak yang berusia 75 tahun. Setelah pensiun, kondisi mentalnya semakin menurun. Dalam kondisi seperti ini, apakah ia perlu berkonsultasi dengan konselor, dan apa yang perlu dilakukan pihak keluarga? Jawaban dari pembicara adalah, konseling akan lebih efektif dan berhasil, bila orang itu sendirilah yang menyadari, bahwa dia memerlukan konseling. Hal itu tidak bisa dipaksakan oleh keluarga. Keluarganya sebaiknya lebih banyak mengajaknya berkomunikasi, ajak ia melakukan hal-hal yang disukainya. Jangan mengeluarkan kata-kata yang bersifat menghakimi, melainkan melakukan tindakan-tindakan yang dapat membuat pasien merasa senang, dan dengan santai mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang dapat membantu pasien mengutarakan apa yang dirasakan, dipikirkan, dan apa yang ingin dilakukan.</p> <p style="text-align: justify;">Kasus kedua yang dibahas adalah seorang ibu yang telah menikah selama sebelas tahun, lalu suaminya meninggal saat pandemi. Tiga tahun setelah suaminya meninggal, setiap bulan ia masih ke makam suaminya. Pada tahun keempat, setiap tiga bulan. Pakaian suaminya masih tersusun dalam lemari, agar terasa seolah-olah ia masih ditemani suami, dan tidak boleh diberikan kepada orang lain. Apakah kondisi seperti ini masih wajar? Jawaban dari pembicara, dalam setiap perpisahan, pasutri perlu proses untuk dapat <em>move-on.</em> Ini memang suatu hal yang relatif sulit, dan masih wajar bila berlangsung hingga lima tahun. Lagi pula, ibu tersebut sudah menunjukkan kemajuan pada tahun keempat. Sebaiknya ia menerapkan cara mengatasi kesepian, terutama berfokus pada Tuhan.</p> <p style="text-align: justify;">Pesekutuan dan ceramah psikologi pun ditutup dengan doa syafaat dan doa berkat oleh pembicara.</p> <p style="text-align: justify;">*Penulis adalah jemaat Komisi Usia Indah GKI Gading Serpong.</p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/anthony-intraversato-vYRAP3yMa3I-unsplash.jpg" alt="" width="4329" height="2886" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Pada hari Rabu, 5 Maret 2025, di tengah cuaca yang cerah, ada 132 orang jemaat Komisi Usia Indah (Usindah) GKI Gading Serpong yang dengan bersukacita dan bersemangat menghadiri Persekutuan Usindah. Persekutuan kali ini lain dari biasanya, karena diisi dengan ceramah dan <em>talk show</em> psikologi dengan tema yang menarik, yaitu “Kesepian (<em>Loneliness</em>).” Tema ini sangat terkait dengan realitas kehidupan para opa-oma, dan di dalamnya akan dibahas cara mengatasi kesepian dalam kehidupan ini.</p> <p style="text-align: justify;">Persekutuan diadakan di ruang Kana, Griya Kasih, Jl. Kelapa Gading Barat, Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten. Acara dimulai pada pukul 10.00 dengan menyanyikan lagu “Mars Usindah”, yang dinyanyikan dengan bersemangat. Sebagai pembawa firman Tuhan sekaligus penceramah adalah Krisna Dewi Mahati, seorang konselor keluarga dan penginjil dari Gereja Kristen Jawa Tangerang.</p> <p style="text-align: justify;">Pembicara membuka ceramah dengan menanyakan, “Siapakah di antara kita yang tidak pernah merasakan kesepian?” Setiap manusia pasti pernah merasa kesepian. Bahkan, Tuhan Yesus sebagai manusia sejati pun pernah merasa kesepian. Firman Tuhan diambil dari Matius 26:38, “Lalu kata-Nya kepada mereka, ‘Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku.’” Yesus merasa kesepian, sedih, takut, cemas, merasa tak berdaya, ingin mati, merasa ditinggalkan Allah, sewaktu mengetahui diri-Nya akan mati untuk menebus dosa manusia. Namun, Yesus tetap percaya kepada Allah, dan mengatakan, “Jadilah kehendak-Mu!” (Mat. 26:42).</p> <p style="text-align: justify;">Allah selalu hadir. Ada sebuah janji Tuhan yang indah, yang dapat kita jadikan sebagai pegangan dalam hidup kita, “Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan” (Yesaya 41:10).</p> <p style="text-align: justify;"><strong> Apakah Kesepian itu?</strong></p> <p style="text-align: justify;">Kesepian adalah perasaan tersisih dari orang lain, merasa tidak ada yang memperhatikan, tidak ada yang mengajak bicara, tidak ada yang peduli, kemudian dapat timbul emosi-emosi yang negatif, seperti rasa tidak percaya diri, tidak berharga, tidak berdaya, hidup tidak berarti, minder, ingin mati, dan lain-lain.</p> <p style="text-align: justify;">Yang menyebabkan seseorang merasa kesepian sebenarnya bukan karena ketidakhadiran orang lain. Buktinya, ada orang yang hidup sendiri, tetapi tetap bersemangat dan bersukacita. Sebenarnya, penyebabnya adalah keegoisan diri sendiri, yang ingin lebih diperhatikan, tanpa memedulikan keadaan atau kesibukan orang lain. Itu karena kita tidak berfokus pada Tuhan, melainkan pada diri sendiri, pada keegoisan kita.</p> <p style="text-align: justify;">Kita perlu realistis, tidak egois atau minder, supaya terlihat seolah-olah memelas, ingin dikasihani, menyalahkan orang lain karena keadaan kita (misalnya menyalahkan anak kita yang jarang datang menjenguk, tanpa mengingat mereka sudah mempunyai keluarga dan kesibukan sendiri).</p> <p style="text-align: justify;">Mazmur 3:4 mengatakan, “Tetapi, Engkau, TUHAN, adalah perisai yang melindungi aku. Engkaulah kemuliaanku dan yang mengangkat kepalaku.” Mazmur ini dapat menguatkan, bila kita merasa kesepian dan tidak percaya diri.</p> <p style="text-align: justify;">Cara mengatasi kesepian adalah dengan dukungan keluarga, berbicara terbuka dengan keluarga tentang apa yang kita inginkan. Jangan menutup diri sehingga merasa kesepian seorang diri. Jalinlah relasi dengan tetangga; memiliki komunitas yang membangun; beraktivitas, seperti mengikuti paduan suara, bermain angklung, mengikuti persekutuan wilayah, mengisi hari-hari dengan hal-hal yang positif.</p> <p style="text-align: justify;">Cara lainnya adalah dengan berfokus pada Tuhan, bukan pada keadaan dan diri sendiri. Hubungan dengan Tuhan adalah yang utama, karena Tuhanlah yang Maha Tahu segalanya. Berdoa dan terbukalah kepada Tuhan. Katakanlah kepada-Nya, “Saya sedih, jangan tinggalkan saya.”</p> <p style="text-align: justify;">Ada beberapa ayat yang dapat menguatkan kita, seperti Mazmur 37:23, “TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya.” Amsal 4:23, “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari sanalah terpancar kehidupan.” Ada pula lirik lagu, “Tenanglah kini hatiku, Tuhan memimpin langkahku. Di tiap saat dan kerja, tetap kurasa tangan-Nya.”</p> <p style="text-align: justify;">Saat merasa kesepian, kita perlu menyelidiki hati. Mazmur 139:23 mengatakan, “Selidikilah aku, ya Allah, dan selamilah hatiku, ujilah aku dan ketahuilah pikiran-pikiranku.” Kita perlu berkomitmen, “Saya mau berfokus pada Tuhan, tetap beraktivitas, dan bersemangat. Saya tidak mau egois, merasa tidak berdaya, dan minta dikasihani.”</p> <p style="text-align: justify;">Acara ceramah ditutup dengan bersama-sama menyanyikan lagu “Sekarang Aku Sudah Tua”, dipimpin oleh pembicara. Acara kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab, dipimpin oleh Pdt. Erma Primastuti Kristiyono, yang melayani sebagai moderator. Ada beberapa kasus yang dibahas dalam tanya jawab tersebut.</p> <p style="text-align: justify;">Kasus pertama, ada seorang bapak yang berusia 75 tahun. Setelah pensiun, kondisi mentalnya semakin menurun. Dalam kondisi seperti ini, apakah ia perlu berkonsultasi dengan konselor, dan apa yang perlu dilakukan pihak keluarga? Jawaban dari pembicara adalah, konseling akan lebih efektif dan berhasil, bila orang itu sendirilah yang menyadari, bahwa dia memerlukan konseling. Hal itu tidak bisa dipaksakan oleh keluarga. Keluarganya sebaiknya lebih banyak mengajaknya berkomunikasi, ajak ia melakukan hal-hal yang disukainya. Jangan mengeluarkan kata-kata yang bersifat menghakimi, melainkan melakukan tindakan-tindakan yang dapat membuat pasien merasa senang, dan dengan santai mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang dapat membantu pasien mengutarakan apa yang dirasakan, dipikirkan, dan apa yang ingin dilakukan.</p> <p style="text-align: justify;">Kasus kedua yang dibahas adalah seorang ibu yang telah menikah selama sebelas tahun, lalu suaminya meninggal saat pandemi. Tiga tahun setelah suaminya meninggal, setiap bulan ia masih ke makam suaminya. Pada tahun keempat, setiap tiga bulan. Pakaian suaminya masih tersusun dalam lemari, agar terasa seolah-olah ia masih ditemani suami, dan tidak boleh diberikan kepada orang lain. Apakah kondisi seperti ini masih wajar? Jawaban dari pembicara, dalam setiap perpisahan, pasutri perlu proses untuk dapat <em>move-on.</em> Ini memang suatu hal yang relatif sulit, dan masih wajar bila berlangsung hingga lima tahun. Lagi pula, ibu tersebut sudah menunjukkan kemajuan pada tahun keempat. Sebaiknya ia menerapkan cara mengatasi kesepian, terutama berfokus pada Tuhan.</p> <p style="text-align: justify;">Pesekutuan dan ceramah psikologi pun ditutup dengan doa syafaat dan doa berkat oleh pembicara.</p> <p style="text-align: justify;">*Penulis adalah jemaat Komisi Usia Indah GKI Gading Serpong.</p> Jejak Abu di Dahi, Jejak Iman di Hati: Perayaan Rabu Abu yang Menggugah di GKI Gading Serpong 2025-03-07T11:13:12+07:00 2025-03-07T11:13:12+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/jejak-abu-di-dahi-jejak-iman-di-hati-perayaan-rabu-abu-yang-menggugah-di-gki-gading-serpong Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/001/WhatsApp_Image_2025-03-06_at_15.05.19.jpeg" alt="" width="2560" height="1449" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Malam itu, Rabu, 5 Maret 2025, tepat pukul 19.30 WIB, di aula lantai 6 SMAK Penabur Gading Serpong, Jl. Kelapa Gading Barat, Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten, lebih dari seribu jemaat telah berhimpun. Di bawah cahaya temaram, lagu “Sungguh Lembut Tuhan Yesus Memanggil” mengalun lembut. Suara kantoria berpadu dengan khidmatnya jemaat yang berdiri, menunggu prosesi memasuki ruang ibadah. Di depan, Pdt. Danny Purnama berjalan perlahan, diikuti oleh Pdt. Em. Santoni Ong, Pdt. Em. Andreas Loanka, Pdt. Erma Primastuti Kristiyono, Pdt. Devina Erlin Minerva, dan Pdt. Pramudya Hidayat. Rabu Abu telah tiba—momen suci yang menandai awal perjalanan pertobatan dan perenungan diri menjelang Paskah.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Sengat Ucapan Gandhi </strong></p> <p style="text-align: justify;">Dalam keheningan yang penuh khidmat, Pdt. Danny memulai khotbahnya yang bertemakan “Kesalehan Sejati” dengan sebuah pernyataan yang mengejutkan. Bukan dari Alkitab, bukan pula dari seorang teolog ternama, melainkan dari Mahatma Gandhi.</p> <p style="text-align: justify;">"Jika orang Kristen benar-benar hidup menurut ajaran Kristus, seperti yang ditemukan dalam Alkitab, seluruh India sudah menjadi Kristen hari ini!"</p> <p style="text-align: justify;">Sebuah kalimat sederhana, namun tajam menembus hati. Gandhi mengagumi Yesus, tetapi kecewa kepada orang Kristen, yang sering kali tidak mencerminkan ajaran-Nya. Pdt. Danny mengajak jemaat merenung, “Apakah kita sungguh-sungguh hidup dalam iman yang saleh, atau sekadar menjalani ritual?”</p> <p style="text-align: justify;">Ia kemudian mengutip Kenda Creasy Dean, seorang profesor teologi, yang menulis tentang fenomena “<em>fake Christian</em>”, orang-orang yang tampak religius, tetapi tidak benar-benar menjalankan kehendak Tuhan.</p> <p style="text-align: justify;">"Kesalehan sejati bukan tentang ritual belaka, melainkan hidup yang mencerminkan kasih dan kebenaran," tegasnya.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Tiga Pilar Kesalehan </strong></p> <p style="text-align: justify;">Dalam ibadah Rabu Abu ini, Pdt. Danny mengingatkan, kesalehan yang sejati berakar pada tiga hal yang selalu diajarkan Yesus, yaitu SEDEKAH, DOA, dan PUASA.</p> <p style="text-align: justify;">Sedekah, dilakukan bukan untuk mendapatkan pujian, melainkan sebagai ungkapan kasih. Lalu doa, yang juga bukan sekadar untaian kata yang panjang, dan berharap Tuhan akan membalasnya dengan segera, melainkan cara kita mendekatkan diri dan berserah kepada Tuhan. Dan puasa, tidak hanya untuk menahan diri dari makanan, tetapi juga dari keinginan duniawi yang menjauhkan kita dari Tuhan.</p> <p style="text-align: justify;">"Jangan melakukan kesalahen yang munafik!" seru Pdt. Danny, "beribadahlah bukan untuk dilihat orang, tetapi untuk mendekatkan diri kepada Tuhan!” tegasnya, mengutip bacaan Injil, yang diambil dari Matius 6:1—6, 16—21.</p> <p style="text-align: justify;">Puasa, katanya, seharusnya tidak berhenti pada diri sendiri. Jika kita menahan diri dari makanan, tetapi tidak peduli kepada mereka yang kelaparan, maka puasa itu kosong. Jika kita menahan diri dari perkataan buruk, tetapi tetap menutup mata terhadap penderitaan sesama, maka ibadah itu tidak bermakna.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Berkomitmen Memulai Pra-Paskah </strong></p> <p style="text-align: justify;">Pdt. Danny kembali mengingatkan, sejak Rabu Abu, proses pra-Paskah sudah dimulai. Ia mengajak kita untuk melewati penziarahan dengan komitmen penuh, memaknai ini sebagai bentuk disiplin rohani guna merendahkan diri di hadapan Tuhan, sekaligus mengendalikan hawa nafsu kedagingan.</p> <p style="text-align: justify;">Dan, ini dapat dilakukan dalam berbagai bentuk. Ada yang menahan diri melakukan kesenangan-kesenangan diri. Ada yang menahan diri untuk makan dengan jumlah tertentu, dan lainnya.</p> <p style="text-align: justify;">“Namun, aksi kesalehan ini tidak boleh berhenti di sini. Agar kesalehan kita enggak jadi kesalehan yang palsu, puasa kita harus berlanjut dengan aksi sosial, kepedulian terhadap sesama yang membutuhkan. Jangan sampai mulut memuji Tuhan, tetapi dengan mulut yang sama, kita juga memfitnah sesama,” tegasnya.</p> <p style="text-align: justify;">Puasa, lanjutnya, bukan hanya tidak melakukan hal-hal tertentu, tetapi juga harus mendorong kita melakukan apa yang selama ini belum atau lalai kita kerjakan.</p> <p style="text-align: justify;">“Misalnya, kita memberikan perhatian kepada saudara-saudara kita. Meringankan beban orang-orang di sekitar kita yang sedang terkena bencana. Jadi, intinya masa pra-Paskah ini diisi dengan menahan diri dari pemuasan diri dan kepentingan diri sendiri,” pungkasnya.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kefanaan Sekaligus Keselamatan </strong></p> <p style="text-align: justify;">Puncak ibadah tiba. Jemaat mulai bergerak ke depan. Di setiap meja yang berbalut taplak keemasan, para pendeta bersiap dengan mangkuk perak berisi abu. Anak-anak kecil, remaja, dewasa, hingga para lansia melangkah perlahan, tangan terkatup, kepala tertunduk. Satu per satu, mereka menerima tanda salib dari abu di dahi mereka.</p> <p style="text-align: justify;">Diiringi lagu “Hanya Debulah Aku”, suasana menjadi semakin syahdu. Abu itu adalah pengingat—bahwa kita berasal dari debu dan akan kembali menjadi debu. Bahwa hidup ini sementara. Namun, tanda salib dari abu itu juga membawa harapan—bahwa dalam kefanaan, ada keselamatan di dalam Kristus.</p> <p style="text-align: justify;">Saat jemaat melangkah keluar dari gereja, angin malam berembus lembut, seolah membawa pesan keheningan yang mendalam. Di bawah sinar lampu-lampu jalan, samar-samar masih terlihat jejak abu di dahi mereka—jejak debu kecil yang akan memudar malam itu juga atau mungkin keesokan harinya. Namun, lebih dari sekadar tanda fisik, jejak iman yang ditanamkan malam Rabu Abu ini diharapkan akan tetap tinggal, tumbuh, dan berbuah dalam kehidupan mereka.</p> <p style="text-align: justify;">Dalam langkah-langkah perlahan menuju rumah masing-masing, ada hati yang dikuatkan, ada jiwa yang dicerahkan, dan ada komitmen baru yang terpatri. Bahwa kesalehan bukan tentang apa yang terlihat dan kita perlihatkan, melainkan tentang kasih yang terus mengalir. Bahwa doa bukan hanya sekadar kata, tetapi percakapan yang hidup dengan Tuhan. Dan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar, tetapi sebuah perjalanan mendekatkan diri kepada-Nya.</p> <p style="text-align: justify;">Malam itu, mereka pulang membawa lebih dari sekadar abu di dahi. Mereka membawa panggilan untuk hidup dalam kesalehan yang sejati, yang tidak hanya tampak di luar, tetapi benar-benar berakar di dalam hati, dan tidak berhenti. Melainkan, akan berlanjut dengan aksi kepedulian untuk sesama yang berarti.</p> <p style="text-align: justify;">*Penulis adalah anggota wilayah X - GKI Gading Serpong.</p> <p>{gallery}001{/gallery}</p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/001/WhatsApp_Image_2025-03-06_at_15.05.19.jpeg" alt="" width="2560" height="1449" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Malam itu, Rabu, 5 Maret 2025, tepat pukul 19.30 WIB, di aula lantai 6 SMAK Penabur Gading Serpong, Jl. Kelapa Gading Barat, Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten, lebih dari seribu jemaat telah berhimpun. Di bawah cahaya temaram, lagu “Sungguh Lembut Tuhan Yesus Memanggil” mengalun lembut. Suara kantoria berpadu dengan khidmatnya jemaat yang berdiri, menunggu prosesi memasuki ruang ibadah. Di depan, Pdt. Danny Purnama berjalan perlahan, diikuti oleh Pdt. Em. Santoni Ong, Pdt. Em. Andreas Loanka, Pdt. Erma Primastuti Kristiyono, Pdt. Devina Erlin Minerva, dan Pdt. Pramudya Hidayat. Rabu Abu telah tiba—momen suci yang menandai awal perjalanan pertobatan dan perenungan diri menjelang Paskah.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Sengat Ucapan Gandhi </strong></p> <p style="text-align: justify;">Dalam keheningan yang penuh khidmat, Pdt. Danny memulai khotbahnya yang bertemakan “Kesalehan Sejati” dengan sebuah pernyataan yang mengejutkan. Bukan dari Alkitab, bukan pula dari seorang teolog ternama, melainkan dari Mahatma Gandhi.</p> <p style="text-align: justify;">"Jika orang Kristen benar-benar hidup menurut ajaran Kristus, seperti yang ditemukan dalam Alkitab, seluruh India sudah menjadi Kristen hari ini!"</p> <p style="text-align: justify;">Sebuah kalimat sederhana, namun tajam menembus hati. Gandhi mengagumi Yesus, tetapi kecewa kepada orang Kristen, yang sering kali tidak mencerminkan ajaran-Nya. Pdt. Danny mengajak jemaat merenung, “Apakah kita sungguh-sungguh hidup dalam iman yang saleh, atau sekadar menjalani ritual?”</p> <p style="text-align: justify;">Ia kemudian mengutip Kenda Creasy Dean, seorang profesor teologi, yang menulis tentang fenomena “<em>fake Christian</em>”, orang-orang yang tampak religius, tetapi tidak benar-benar menjalankan kehendak Tuhan.</p> <p style="text-align: justify;">"Kesalehan sejati bukan tentang ritual belaka, melainkan hidup yang mencerminkan kasih dan kebenaran," tegasnya.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Tiga Pilar Kesalehan </strong></p> <p style="text-align: justify;">Dalam ibadah Rabu Abu ini, Pdt. Danny mengingatkan, kesalehan yang sejati berakar pada tiga hal yang selalu diajarkan Yesus, yaitu SEDEKAH, DOA, dan PUASA.</p> <p style="text-align: justify;">Sedekah, dilakukan bukan untuk mendapatkan pujian, melainkan sebagai ungkapan kasih. Lalu doa, yang juga bukan sekadar untaian kata yang panjang, dan berharap Tuhan akan membalasnya dengan segera, melainkan cara kita mendekatkan diri dan berserah kepada Tuhan. Dan puasa, tidak hanya untuk menahan diri dari makanan, tetapi juga dari keinginan duniawi yang menjauhkan kita dari Tuhan.</p> <p style="text-align: justify;">"Jangan melakukan kesalahen yang munafik!" seru Pdt. Danny, "beribadahlah bukan untuk dilihat orang, tetapi untuk mendekatkan diri kepada Tuhan!” tegasnya, mengutip bacaan Injil, yang diambil dari Matius 6:1—6, 16—21.</p> <p style="text-align: justify;">Puasa, katanya, seharusnya tidak berhenti pada diri sendiri. Jika kita menahan diri dari makanan, tetapi tidak peduli kepada mereka yang kelaparan, maka puasa itu kosong. Jika kita menahan diri dari perkataan buruk, tetapi tetap menutup mata terhadap penderitaan sesama, maka ibadah itu tidak bermakna.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Berkomitmen Memulai Pra-Paskah </strong></p> <p style="text-align: justify;">Pdt. Danny kembali mengingatkan, sejak Rabu Abu, proses pra-Paskah sudah dimulai. Ia mengajak kita untuk melewati penziarahan dengan komitmen penuh, memaknai ini sebagai bentuk disiplin rohani guna merendahkan diri di hadapan Tuhan, sekaligus mengendalikan hawa nafsu kedagingan.</p> <p style="text-align: justify;">Dan, ini dapat dilakukan dalam berbagai bentuk. Ada yang menahan diri melakukan kesenangan-kesenangan diri. Ada yang menahan diri untuk makan dengan jumlah tertentu, dan lainnya.</p> <p style="text-align: justify;">“Namun, aksi kesalehan ini tidak boleh berhenti di sini. Agar kesalehan kita enggak jadi kesalehan yang palsu, puasa kita harus berlanjut dengan aksi sosial, kepedulian terhadap sesama yang membutuhkan. Jangan sampai mulut memuji Tuhan, tetapi dengan mulut yang sama, kita juga memfitnah sesama,” tegasnya.</p> <p style="text-align: justify;">Puasa, lanjutnya, bukan hanya tidak melakukan hal-hal tertentu, tetapi juga harus mendorong kita melakukan apa yang selama ini belum atau lalai kita kerjakan.</p> <p style="text-align: justify;">“Misalnya, kita memberikan perhatian kepada saudara-saudara kita. Meringankan beban orang-orang di sekitar kita yang sedang terkena bencana. Jadi, intinya masa pra-Paskah ini diisi dengan menahan diri dari pemuasan diri dan kepentingan diri sendiri,” pungkasnya.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Kefanaan Sekaligus Keselamatan </strong></p> <p style="text-align: justify;">Puncak ibadah tiba. Jemaat mulai bergerak ke depan. Di setiap meja yang berbalut taplak keemasan, para pendeta bersiap dengan mangkuk perak berisi abu. Anak-anak kecil, remaja, dewasa, hingga para lansia melangkah perlahan, tangan terkatup, kepala tertunduk. Satu per satu, mereka menerima tanda salib dari abu di dahi mereka.</p> <p style="text-align: justify;">Diiringi lagu “Hanya Debulah Aku”, suasana menjadi semakin syahdu. Abu itu adalah pengingat—bahwa kita berasal dari debu dan akan kembali menjadi debu. Bahwa hidup ini sementara. Namun, tanda salib dari abu itu juga membawa harapan—bahwa dalam kefanaan, ada keselamatan di dalam Kristus.</p> <p style="text-align: justify;">Saat jemaat melangkah keluar dari gereja, angin malam berembus lembut, seolah membawa pesan keheningan yang mendalam. Di bawah sinar lampu-lampu jalan, samar-samar masih terlihat jejak abu di dahi mereka—jejak debu kecil yang akan memudar malam itu juga atau mungkin keesokan harinya. Namun, lebih dari sekadar tanda fisik, jejak iman yang ditanamkan malam Rabu Abu ini diharapkan akan tetap tinggal, tumbuh, dan berbuah dalam kehidupan mereka.</p> <p style="text-align: justify;">Dalam langkah-langkah perlahan menuju rumah masing-masing, ada hati yang dikuatkan, ada jiwa yang dicerahkan, dan ada komitmen baru yang terpatri. Bahwa kesalehan bukan tentang apa yang terlihat dan kita perlihatkan, melainkan tentang kasih yang terus mengalir. Bahwa doa bukan hanya sekadar kata, tetapi percakapan yang hidup dengan Tuhan. Dan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar, tetapi sebuah perjalanan mendekatkan diri kepada-Nya.</p> <p style="text-align: justify;">Malam itu, mereka pulang membawa lebih dari sekadar abu di dahi. Mereka membawa panggilan untuk hidup dalam kesalehan yang sejati, yang tidak hanya tampak di luar, tetapi benar-benar berakar di dalam hati, dan tidak berhenti. Melainkan, akan berlanjut dengan aksi kepedulian untuk sesama yang berarti.</p> <p style="text-align: justify;">*Penulis adalah anggota wilayah X - GKI Gading Serpong.</p> <p>{gallery}001{/gallery}</p> Vocare: Menghidupi Panggilan Sang Guru 2025-03-01T19:41:46+07:00 2025-03-01T19:41:46+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/vocare-menghidupi-panggilan-sang-guru Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/0/Kebaktian_Emeritasi_Pdt_Santoni_Ong_1.jpg" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Kebaktian emeritasi Pdt. Santoni dilayankan pada Senin, 24 Februari 2025, bertempat di lantai 6, aula SMA Kristen Gading Serpong, Jl. Kelapa Gading Barat Raya, Gading Serpong, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Sebelum acara dimulai, pada pukul 16.00 diadakan acara foto keluarga, dilanjutkan foto bersama Majelis Jemaat GKI Gading Serpong, para pengerja dan pasangannya, serta ramah tamah bagi para pendeta dan pasangannya di lantai 5. Sementara itu, jemaat serta undangan mulai berdatangan. Jemaat disambut oleh para petugas penyambutan yang membagikan tanda mata berupa buku berjudul <em>Vocare: Menghidupi Panggilan Sang Guru</em>, karya Pdt. Santoni Ong, dan meminta jemaat mengisi daftar hadir. Ibadah dihadiri oleh 1250 jemaat dan undangan, serta 147 pendeta. Tepat pukul 18.00, acara dimulai dengan iringan prosesi para pendeta dan penatua, menuju tempat duduk masing-masing, di hadapan mimbar yang telah dihias dengan dekorasi berwarna teduh.</p> <p style="text-align: justify;">Ibadah dimulai dengan panggilan beribadah, yang dipimpin oleh Pnt. Pitaya Rahmadi. Jemaat menyanyikan “Puji, Hai Jiwaku, Puji Tuhan” (KJ 9). Kemudian pelayan firman melayankan votum dan salam, sambil jemaat diundang berdiri, dilanjutkan panggilan (<em>vocare</em>) secara berbalasan dan nyanyian “Mengikut Yesus Keputusanku”. Selanjutnya, Paduan Suara Nafiri menyanyikan lagu “Panggilan Tuhan”, karya L. Putut Pudyantara, yang diaransemen ulang oleh Leonardus Yoseph. Pelayanan firman diawali dengan doa eplikese oleh Pdt. Setyahadi, ketua umum BPMS GKI.</p> <p style="text-align: justify;">Pembacaan Alkitab diambil dari Yohanes 21:15-19, dengan tema “<em>Vocare:</em> Menghidupi Panggilan Sang Guru”. Pdt. Setyahadi mengajak jemaat mengingat tentang “<em>seven great I am</em>”, yaitu tujuh perkataan “Akulah” dari Sang Guru. Di antara ketujuh perkataan tersebut, ada perkataan “Akulah Gembala yang Baik”. Jika ada gembala yang baik, berarti ada juga gembala yang tidak baik. Ada sedikit perbedaan pengertian tentang “gembala” dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Dalam Perjanjian Lama, gembala itu biasanya sekaligus menjadi pemilik domba. Itu sebabnya, misalnya saat kita membaca Yesaya 40:11, Allah digambarkan seperti seorang gembala yang menggembalakan kawanan ternak, dan menghimpunnya dengan tangan-Nya. Anak-anak domba dipangku-Nya. Induk-induk domba dituntun-Nya. Sedangkan gembala pada masa Perjanjian Baru, apalagi gembala upahan, mereka bukanlah pemilik domba. Mereka menggembalakan kawanan domba yang bukan miliknya. Mereka bisa menipu, menghilangkan domba demi keuntungannya sendiri, tetapi menyatakan bahwa domba itu diterkam binatang buas, dicuri perampok, dan lain sebagainya. Yesus yang menyatakan diri-Nya sebagai gembala yang baik, tentu tidak sama dengan gembala upahan. Gembala yang baik adalah gembala yang siap untuk merawat, menggembalakan, melakukan apa saja, bahkan siap kehilangan nyawa demi domba-dombanya. Yesus sangat memahami siapa domba-domba yang digembalakan-Nya.</p> <p style="text-align: justify;">Domba adalah binatang yang tidak berdaya, tidak mempunyai taring atau perlengkapan lain untuk mempertahankan diri saat ada ancaman bahaya. Domba juga dikenal sebagai hewan yang dependen, sangat tergantung kepada gembalanya, tetapi juga keras kepala. Diberi tahu, tidak mau mengikut, bodoh, tidak tahu arah. Karena itu, mudah sekali tersesat. Yesus tiga kali berkata kepada Simon Petrus, “Peliharalah anak-anak domba-Ku … gembalakanlah domba-domba-Ku … peliharalah domba domba-Ku.” Pertanyaan Yesus, “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih daripada mereka ini?” Dalam pertanyaan itu ada kualifikasi, yang diminta oleh Yesus untuk dimiliki Simon Petrus, agar dapat menggembalakan dan memelihara anak-anak domba-Nya di tengah kehidupan ini. Tidak bisa tidak, kualifikasi lebih itu memang diperlukan, mengingat identitas kawanan domba yang mesti digembalakan. Domba-domba itu, termasuk kita, kadang-kadang bebal. Soal makanan, misalnya, kita tahu bahwa makanan tertentu tidak sehat, tetapi masih kita makan juga. Kita tahu bahwa sesuatu hal itu salah, berdosa, tidak berkenan, tidak menyenangkan Tuhan, tetapi kita tetap lakukan. Demi domba-domba yang seperti ini, Ia bertanya berulang-ulang, untuk mengonfirmasi. Memelihara anak-anak domba memerlukan kasih di atas rata rata.</p> <p style="text-align: justify;">Sangat menarik kalau kita mengingat formulasi penahbisan pendeta GKI. Perihal gembala itu termuat di bagian pengantar, di bagian tanya jawab, bahkan di bagian nasihat. Menggembalakan adalah sesuatu yang sangat penting, karena itulah Pdt. Santoni memilih tema ini. Kehidupan Pdt. Santoni memang mencerminkan bagaimana ia merawat dan menggembalakan domba-dombanya. Pertanyaannya, sampai kapankah tugas itu harus dilakukan? Seorang gembala memelihara, merawat, dan menuntun kawanan domba sampai mereka menemukan padang rumput. Dalam bukunya, alm. Pdt. Eka Dharmaputra mengatakan, tidak gampang seorang gembala dapat membawa domba-domba tiba dan menemukan padang rumput yang hijau. Kondisi yang dimaksudkan dalam ayat tersebut tidak seperti di negeri kita ini, yang mudah mencari padang rumput. Menjadi gembala di zaman itu berarti harus siap menuruni lembah, menaiki bukit, menghadapi begitu banyak bahaya, barulah kemudian mereka dapat menemukan padang rumput yang hijau. Maka tugas gembala itu menuntun sekaligus melindungi. Siap untuk memberikan dirinya demi keselamatan domba-domba tersebut. Dengan demikian, tugas menggembalakan untuk tidak pernah berakhir dengan emeritasi seperti pada hari ini. Peran strukturalnya memang akan selesai, tetapi peran fungsionalnya tidak pernah berakhir.</p> <p style="text-align: justify;">Sama seperti yang tertulis dalam 1Petrus 5: 2–4, “Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri. Janganlah berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu.” Ini adalah warisan pengalaman dari Simon Petrus. Jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela. Namun, bukan asal suka atau asal rela, melainkan dalam sebuah koridor, yaitu sesuai dengan kehendak Allah. Jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri.</p> <p style="text-align: justify;">Seolah-olah memerintah pun jangan, apalagi sungguh-sungguh bergaya memerintah. Kenapa? Karena domba-domba itu amat rentan. Sangat diperlukan sebuah gaya pendekatan yang lembut dalam merawat dan menggembalakan domba domba itu, seperti yang dilakukan oleh Yesus. Dikatakan, “Hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu.” Para pendeta memang dipanggil untuk menjadi gembala yang menggembalakan kawanan domba Allah, tetapi pada saat yang sama, mereka juga adalah domba. Teladan menjadi pokok yang amat penting, karena keteladanan akan berbicara lebih kuat.</p> <p style="text-align: justify;">Karya penggembalaan itu mesti terus dilakukan hingga Sang Gembala Agung datang kembali. Saat itulah kita akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu. Hari ini Pdt. Santoni memasuki masa emeritasinya, tetapi karya penggembalaannya akan terus berlanjut dalam kehidupannya sebagai seorang pendeta emeritus. Itulah <em>vocare</em>, menghidupi panggilan Sang Guru. Apa yang dipercayakan oleh Sang Bapa itu harus terus dilakukan dengan setia, penuh kasih, dengan ketekunan dan kerelaan, sesuai dengan kehendak Tuhan. Tidak dengan gaya memerintah, melainkan dengan gaya yang menyapa, yang menyentuh, sampai semua dapat merasakan betapa ia dikasihi, betapa cinta Allah itu senantiasa dihadirkan dalam segala keadaan. Bukan hanya Pdt. Santoni, kita semua pun dipanggil untuk melakukan karya itu. Sebab pada dasarnya, sebagai gereja, kita semua dipanggil untuk terus-menerus merawat kawanan domba Allah yang dipercayakan kepada kita.</p> <p style="text-align: justify;">Setelah saat hening sejenak, Pnt. Jaya Tahoma Sirait memimpin pernyataan Pengakuan Iman Rasuli dengan mengundang jemaat berdiri, dilanjutkan persembahan Paduan Suara Ekklesia dan Ensemble Genesis GKI Gading Serpong, dengan lagu "<em>Make Me a Channel of Your Peace</em>". Sementara puji-pujian dilantunkan, di layar ditayangkan foto-foto pelayanan Pdt. Santoni sejak muda, ketika melayani di Seko, Toraja; POUK Sambu Group; saat melayani bersama Lembaga Alkitab Indonesia, melayani korban banjir, dan suku Anak Dalam. Kemudian, Pdt. Setyahadi melayankan emeritasi atas diri Pdt. Santoni Ong, yang telah berusia 60 tahun, setelah menjadi pendeta Gereja Kristen Indonesia selama 36 tahun.</p> <p style="text-align: justify;">Setelah doa syukur dipanjatkan oleh pelayan firman, Pdt. Em. Santoni berdiri, menaikkan pujian "Sejenak Aku Menoleh" (PKJ 244), diikuti oleh seluruh jemaat. Pdt. Setyahadi mengucapkan pernyataan emeritasi, dilanjutkan dengan penyerahan piagam emeritasi oleh perwakilan BPMS GKI, Pdt. Edwin Nugraha Tjandraputra, yang membacakan piagam emeritasi pendeta, dan menyerahkannya kepada Pdt. Em. Santoni Ong.</p> <p style="text-align: justify;">Vokal Grup Prayers Voice dari GKI Pengadilan, Bogor mempersembahkan pujian “<em>Goodness of God</em>”, dilanjutkan dengan doa syafaat oleh pelayan firman. Pelayanan persembahan dipimpin oleh Pnt. Lydia Kurniawati, dengan ayat pengantar persembahan yang terambil dari 1Tesalonika 5:18, "Ucapkanlah syukur dalam segala hal. Sebab, itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu," disambut dengan pujian “Syukur pada-Mu Ya Allah” (NKB 133:1-3), dilanjutkan doa persembahan. Kemudian, paduan suara Ekklesia GKI Gading Serpong kembali mempersembahkan pujian “<em>Lord, I Need You</em>”. Setelah pujian pengutusan dari KJ 416:1-3 “Tersembunyi Ujung Jalan”, dilayankan pengutusan dan doa berkat oleh pelayan firman.</p> <p style="text-align: justify;">Dipimpin oleh Finy Patricia, acara dilanjutkan dengan penayangan foto-foto perjalanan hidup Pdt. Em. Santoni Ong, mulai dari penahbisannya ke dalam jabatan pendeta di GKI Pengadilan, Bogor, peneguhannya di GKI Kavling Polri, peneguhannya di GKI Gading Serpong, foto ketika Pak San, demikian panggilan sayangnya dari jemaat, ikut dalam pelayanan <em>Christmas Carol</em>, ketika memimpin kebaktian malam Natal, ketika memimpin upacara peletakan batu pertama pembangunan gedung ibadah GKI Gading Serpong, acara penggalangan dana gedung gereja, foto pernikahan anak-anaknya, dan foto keluarga yang juga memperlihatkan cucu pertamanya yang baru saja lahir di penghujung tahun 2024, diikuti tayangan kesan-pesan dari rekan-rekan pendeta dan pengerjanya.</p> <p style="text-align: justify;">Setelah persembahan pujian dari Vokal Grup Sion Singers yang membawakan lagu “Karena Cinta”, acara dilanjutkan dengan sambutan-sambutan yang dibumbui aneka pantun ceria dari Pdt. Suhud Setyowardono yang mewakili BPMS GKI, dan Pnt. Alfian Djoko Setyono, selaku ketua Majelis Jemaat GKI Gading Serpong. Acara kemudian diselingi pemberian tanda kasih dari Majelis Jemaat kepada keluarga Pak San, berupa dua buah lukisan karikatur yang menggambarkan Pak San dengan latar belakang gedung gereja yang sedang dibangun dan mimbar ibadah. Pdt. Ujang Tanusaputra melanjutkan dengan sambutan dan pantunnya, mewakili Divisi Pendeta Emeritus GKI Sinwil Jawa Barat.</p> <p style="text-align: justify;">Kemudian tiba giliran Pak San untuk menyampaikan sambutannya, yang disampaikan secara haru, sesekali diwarnai titik air mata. Ia mengutip sebuah percakapan antara Rick Warren dan John Piper. Ketika ditanya oleh Piper, kira-kira apa yang akan ditanyakan Tuhan ketika ia mati, Rick Warren menjawab, “Saya percaya, ketika kita mati, Allah akan menanyakan dua pertanyaaan ini, yaitu, apa yang telah kamu lakukan terhadap Anak-Ku, dan apa yang telah kamu lakukan dengan semua yang Aku berikan kepadamu?” Kehidupan pelayanan yang telah dijalaninya sebagai tanggapan atas panggilan Sang Guru ia yakini sebagai jawaban yang dapat ia berikan terhadap kedua pertanyaan ini, menghidupi nilai-nilai Sang Guru, meneladan pada-Nya, untuk menghadirkan paradiso yang baru di tengah-tengah dunia, sesuai apa yang dapat ia lakukan dan miliki, menyampaikan Injil Tuhan kepada banyak orang yang membutuhkan pertolongan. Status emeritus tidak membuatnya berhenti menjalani panggilan itu, dan malah memungkinkannya melayani dalam lingkup yang lebih luas.</p> <p style="text-align: justify;">Atas dorongan beberapa sahabat, ia menuliskan buku <em>Vocare: Menghidupi Panggilan Sang Guru.</em> Melalui buku ini, ia mengajak gereja untuk hadir di tengah-tengah dunia, salah satunya di tengah realitas kemiskinan, untuk belajar dalam terang firman Tuhan, untuk pergi bermisi. Kepala yang belajar, hati yang tergerak, dan tangan yang berbuat. Itulah yang ingin disampaikannya melalui buku yang ditulis dalam segala keterbatasan ini. Gereja yang bermisi adalah gereja yang hidup. Tanpa misi, gereja mati, karena misi adalah jantung gereja. Gereja kerap kali terlalu sibuk dengan dirinya sendiri, hingga lupa memperhatikan, merawat domba-domba yang lapar, sakit, tanpa harapan, padahal Kristus sudah menebus mereka. Semakin besar jumlah jemaat, semakin berat tugas gembalanya. Apakah mereka telah terlayani dengan baik atau dibiarkan terlantar?</p> <p style="text-align: justify;">Tak lupa, Pak San mengucapkan terima kasih kepada GKI Pengadilan, Bogor, tempat ia belajar menjadi pendeta yang melayani dan merawat jemaat selama delapan tahun, sejak baru lulus dari sekolah teologia. Juga kepada GKI Kavling Polri, yang dilayaninya selama tujuh belas tahun, yang memungkinkannya melayani dalam lingkup lebih luas, ke daerah-daerah. Terakhir, kepada GKI Gading Serpong, yang telah dilayaninya selama tiga belas tahun, melalui berbagai kesaksian dan pelayanan, di antaranya berbagi dalam pembangunan gedung-gedung gereja di berbagai pelosok pedalaman, dan banyak hal lain. Harapannya, pelayanan-pelayanan tersebut dapat diteruskan. Pak San juga mengucapkan terima kasih kepada panitia dan seluruh tamu undangan yang telah menyempatkan hadir.</p> <p style="text-align: justify;">Setelah sesi foto bersama beberapa pihak, acara dilanjutkan dengan doa makan, prosesi keluar, pemberian ucapan selamat, serta ramah-tamah. Kasih Tuhan telah memimpin acara emeritasi ini dari awal, pertengahan, hingga akhir dengan kenangan indah, sesuai waktu Tuhan. Selamat memasuki masa emeritasi, Pak San!</p> <p>{gallery}b{/gallery}</p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/0/Kebaktian_Emeritasi_Pdt_Santoni_Ong_1.jpg" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Kebaktian emeritasi Pdt. Santoni dilayankan pada Senin, 24 Februari 2025, bertempat di lantai 6, aula SMA Kristen Gading Serpong, Jl. Kelapa Gading Barat Raya, Gading Serpong, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Sebelum acara dimulai, pada pukul 16.00 diadakan acara foto keluarga, dilanjutkan foto bersama Majelis Jemaat GKI Gading Serpong, para pengerja dan pasangannya, serta ramah tamah bagi para pendeta dan pasangannya di lantai 5. Sementara itu, jemaat serta undangan mulai berdatangan. Jemaat disambut oleh para petugas penyambutan yang membagikan tanda mata berupa buku berjudul <em>Vocare: Menghidupi Panggilan Sang Guru</em>, karya Pdt. Santoni Ong, dan meminta jemaat mengisi daftar hadir. Ibadah dihadiri oleh 1250 jemaat dan undangan, serta 147 pendeta. Tepat pukul 18.00, acara dimulai dengan iringan prosesi para pendeta dan penatua, menuju tempat duduk masing-masing, di hadapan mimbar yang telah dihias dengan dekorasi berwarna teduh.</p> <p style="text-align: justify;">Ibadah dimulai dengan panggilan beribadah, yang dipimpin oleh Pnt. Pitaya Rahmadi. Jemaat menyanyikan “Puji, Hai Jiwaku, Puji Tuhan” (KJ 9). Kemudian pelayan firman melayankan votum dan salam, sambil jemaat diundang berdiri, dilanjutkan panggilan (<em>vocare</em>) secara berbalasan dan nyanyian “Mengikut Yesus Keputusanku”. Selanjutnya, Paduan Suara Nafiri menyanyikan lagu “Panggilan Tuhan”, karya L. Putut Pudyantara, yang diaransemen ulang oleh Leonardus Yoseph. Pelayanan firman diawali dengan doa eplikese oleh Pdt. Setyahadi, ketua umum BPMS GKI.</p> <p style="text-align: justify;">Pembacaan Alkitab diambil dari Yohanes 21:15-19, dengan tema “<em>Vocare:</em> Menghidupi Panggilan Sang Guru”. Pdt. Setyahadi mengajak jemaat mengingat tentang “<em>seven great I am</em>”, yaitu tujuh perkataan “Akulah” dari Sang Guru. Di antara ketujuh perkataan tersebut, ada perkataan “Akulah Gembala yang Baik”. Jika ada gembala yang baik, berarti ada juga gembala yang tidak baik. Ada sedikit perbedaan pengertian tentang “gembala” dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Dalam Perjanjian Lama, gembala itu biasanya sekaligus menjadi pemilik domba. Itu sebabnya, misalnya saat kita membaca Yesaya 40:11, Allah digambarkan seperti seorang gembala yang menggembalakan kawanan ternak, dan menghimpunnya dengan tangan-Nya. Anak-anak domba dipangku-Nya. Induk-induk domba dituntun-Nya. Sedangkan gembala pada masa Perjanjian Baru, apalagi gembala upahan, mereka bukanlah pemilik domba. Mereka menggembalakan kawanan domba yang bukan miliknya. Mereka bisa menipu, menghilangkan domba demi keuntungannya sendiri, tetapi menyatakan bahwa domba itu diterkam binatang buas, dicuri perampok, dan lain sebagainya. Yesus yang menyatakan diri-Nya sebagai gembala yang baik, tentu tidak sama dengan gembala upahan. Gembala yang baik adalah gembala yang siap untuk merawat, menggembalakan, melakukan apa saja, bahkan siap kehilangan nyawa demi domba-dombanya. Yesus sangat memahami siapa domba-domba yang digembalakan-Nya.</p> <p style="text-align: justify;">Domba adalah binatang yang tidak berdaya, tidak mempunyai taring atau perlengkapan lain untuk mempertahankan diri saat ada ancaman bahaya. Domba juga dikenal sebagai hewan yang dependen, sangat tergantung kepada gembalanya, tetapi juga keras kepala. Diberi tahu, tidak mau mengikut, bodoh, tidak tahu arah. Karena itu, mudah sekali tersesat. Yesus tiga kali berkata kepada Simon Petrus, “Peliharalah anak-anak domba-Ku … gembalakanlah domba-domba-Ku … peliharalah domba domba-Ku.” Pertanyaan Yesus, “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih daripada mereka ini?” Dalam pertanyaan itu ada kualifikasi, yang diminta oleh Yesus untuk dimiliki Simon Petrus, agar dapat menggembalakan dan memelihara anak-anak domba-Nya di tengah kehidupan ini. Tidak bisa tidak, kualifikasi lebih itu memang diperlukan, mengingat identitas kawanan domba yang mesti digembalakan. Domba-domba itu, termasuk kita, kadang-kadang bebal. Soal makanan, misalnya, kita tahu bahwa makanan tertentu tidak sehat, tetapi masih kita makan juga. Kita tahu bahwa sesuatu hal itu salah, berdosa, tidak berkenan, tidak menyenangkan Tuhan, tetapi kita tetap lakukan. Demi domba-domba yang seperti ini, Ia bertanya berulang-ulang, untuk mengonfirmasi. Memelihara anak-anak domba memerlukan kasih di atas rata rata.</p> <p style="text-align: justify;">Sangat menarik kalau kita mengingat formulasi penahbisan pendeta GKI. Perihal gembala itu termuat di bagian pengantar, di bagian tanya jawab, bahkan di bagian nasihat. Menggembalakan adalah sesuatu yang sangat penting, karena itulah Pdt. Santoni memilih tema ini. Kehidupan Pdt. Santoni memang mencerminkan bagaimana ia merawat dan menggembalakan domba-dombanya. Pertanyaannya, sampai kapankah tugas itu harus dilakukan? Seorang gembala memelihara, merawat, dan menuntun kawanan domba sampai mereka menemukan padang rumput. Dalam bukunya, alm. Pdt. Eka Dharmaputra mengatakan, tidak gampang seorang gembala dapat membawa domba-domba tiba dan menemukan padang rumput yang hijau. Kondisi yang dimaksudkan dalam ayat tersebut tidak seperti di negeri kita ini, yang mudah mencari padang rumput. Menjadi gembala di zaman itu berarti harus siap menuruni lembah, menaiki bukit, menghadapi begitu banyak bahaya, barulah kemudian mereka dapat menemukan padang rumput yang hijau. Maka tugas gembala itu menuntun sekaligus melindungi. Siap untuk memberikan dirinya demi keselamatan domba-domba tersebut. Dengan demikian, tugas menggembalakan untuk tidak pernah berakhir dengan emeritasi seperti pada hari ini. Peran strukturalnya memang akan selesai, tetapi peran fungsionalnya tidak pernah berakhir.</p> <p style="text-align: justify;">Sama seperti yang tertulis dalam 1Petrus 5: 2–4, “Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri. Janganlah berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu.” Ini adalah warisan pengalaman dari Simon Petrus. Jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela. Namun, bukan asal suka atau asal rela, melainkan dalam sebuah koridor, yaitu sesuai dengan kehendak Allah. Jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri.</p> <p style="text-align: justify;">Seolah-olah memerintah pun jangan, apalagi sungguh-sungguh bergaya memerintah. Kenapa? Karena domba-domba itu amat rentan. Sangat diperlukan sebuah gaya pendekatan yang lembut dalam merawat dan menggembalakan domba domba itu, seperti yang dilakukan oleh Yesus. Dikatakan, “Hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu.” Para pendeta memang dipanggil untuk menjadi gembala yang menggembalakan kawanan domba Allah, tetapi pada saat yang sama, mereka juga adalah domba. Teladan menjadi pokok yang amat penting, karena keteladanan akan berbicara lebih kuat.</p> <p style="text-align: justify;">Karya penggembalaan itu mesti terus dilakukan hingga Sang Gembala Agung datang kembali. Saat itulah kita akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu. Hari ini Pdt. Santoni memasuki masa emeritasinya, tetapi karya penggembalaannya akan terus berlanjut dalam kehidupannya sebagai seorang pendeta emeritus. Itulah <em>vocare</em>, menghidupi panggilan Sang Guru. Apa yang dipercayakan oleh Sang Bapa itu harus terus dilakukan dengan setia, penuh kasih, dengan ketekunan dan kerelaan, sesuai dengan kehendak Tuhan. Tidak dengan gaya memerintah, melainkan dengan gaya yang menyapa, yang menyentuh, sampai semua dapat merasakan betapa ia dikasihi, betapa cinta Allah itu senantiasa dihadirkan dalam segala keadaan. Bukan hanya Pdt. Santoni, kita semua pun dipanggil untuk melakukan karya itu. Sebab pada dasarnya, sebagai gereja, kita semua dipanggil untuk terus-menerus merawat kawanan domba Allah yang dipercayakan kepada kita.</p> <p style="text-align: justify;">Setelah saat hening sejenak, Pnt. Jaya Tahoma Sirait memimpin pernyataan Pengakuan Iman Rasuli dengan mengundang jemaat berdiri, dilanjutkan persembahan Paduan Suara Ekklesia dan Ensemble Genesis GKI Gading Serpong, dengan lagu "<em>Make Me a Channel of Your Peace</em>". Sementara puji-pujian dilantunkan, di layar ditayangkan foto-foto pelayanan Pdt. Santoni sejak muda, ketika melayani di Seko, Toraja; POUK Sambu Group; saat melayani bersama Lembaga Alkitab Indonesia, melayani korban banjir, dan suku Anak Dalam. Kemudian, Pdt. Setyahadi melayankan emeritasi atas diri Pdt. Santoni Ong, yang telah berusia 60 tahun, setelah menjadi pendeta Gereja Kristen Indonesia selama 36 tahun.</p> <p style="text-align: justify;">Setelah doa syukur dipanjatkan oleh pelayan firman, Pdt. Em. Santoni berdiri, menaikkan pujian "Sejenak Aku Menoleh" (PKJ 244), diikuti oleh seluruh jemaat. Pdt. Setyahadi mengucapkan pernyataan emeritasi, dilanjutkan dengan penyerahan piagam emeritasi oleh perwakilan BPMS GKI, Pdt. Edwin Nugraha Tjandraputra, yang membacakan piagam emeritasi pendeta, dan menyerahkannya kepada Pdt. Em. Santoni Ong.</p> <p style="text-align: justify;">Vokal Grup Prayers Voice dari GKI Pengadilan, Bogor mempersembahkan pujian “<em>Goodness of God</em>”, dilanjutkan dengan doa syafaat oleh pelayan firman. Pelayanan persembahan dipimpin oleh Pnt. Lydia Kurniawati, dengan ayat pengantar persembahan yang terambil dari 1Tesalonika 5:18, "Ucapkanlah syukur dalam segala hal. Sebab, itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu," disambut dengan pujian “Syukur pada-Mu Ya Allah” (NKB 133:1-3), dilanjutkan doa persembahan. Kemudian, paduan suara Ekklesia GKI Gading Serpong kembali mempersembahkan pujian “<em>Lord, I Need You</em>”. Setelah pujian pengutusan dari KJ 416:1-3 “Tersembunyi Ujung Jalan”, dilayankan pengutusan dan doa berkat oleh pelayan firman.</p> <p style="text-align: justify;">Dipimpin oleh Finy Patricia, acara dilanjutkan dengan penayangan foto-foto perjalanan hidup Pdt. Em. Santoni Ong, mulai dari penahbisannya ke dalam jabatan pendeta di GKI Pengadilan, Bogor, peneguhannya di GKI Kavling Polri, peneguhannya di GKI Gading Serpong, foto ketika Pak San, demikian panggilan sayangnya dari jemaat, ikut dalam pelayanan <em>Christmas Carol</em>, ketika memimpin kebaktian malam Natal, ketika memimpin upacara peletakan batu pertama pembangunan gedung ibadah GKI Gading Serpong, acara penggalangan dana gedung gereja, foto pernikahan anak-anaknya, dan foto keluarga yang juga memperlihatkan cucu pertamanya yang baru saja lahir di penghujung tahun 2024, diikuti tayangan kesan-pesan dari rekan-rekan pendeta dan pengerjanya.</p> <p style="text-align: justify;">Setelah persembahan pujian dari Vokal Grup Sion Singers yang membawakan lagu “Karena Cinta”, acara dilanjutkan dengan sambutan-sambutan yang dibumbui aneka pantun ceria dari Pdt. Suhud Setyowardono yang mewakili BPMS GKI, dan Pnt. Alfian Djoko Setyono, selaku ketua Majelis Jemaat GKI Gading Serpong. Acara kemudian diselingi pemberian tanda kasih dari Majelis Jemaat kepada keluarga Pak San, berupa dua buah lukisan karikatur yang menggambarkan Pak San dengan latar belakang gedung gereja yang sedang dibangun dan mimbar ibadah. Pdt. Ujang Tanusaputra melanjutkan dengan sambutan dan pantunnya, mewakili Divisi Pendeta Emeritus GKI Sinwil Jawa Barat.</p> <p style="text-align: justify;">Kemudian tiba giliran Pak San untuk menyampaikan sambutannya, yang disampaikan secara haru, sesekali diwarnai titik air mata. Ia mengutip sebuah percakapan antara Rick Warren dan John Piper. Ketika ditanya oleh Piper, kira-kira apa yang akan ditanyakan Tuhan ketika ia mati, Rick Warren menjawab, “Saya percaya, ketika kita mati, Allah akan menanyakan dua pertanyaaan ini, yaitu, apa yang telah kamu lakukan terhadap Anak-Ku, dan apa yang telah kamu lakukan dengan semua yang Aku berikan kepadamu?” Kehidupan pelayanan yang telah dijalaninya sebagai tanggapan atas panggilan Sang Guru ia yakini sebagai jawaban yang dapat ia berikan terhadap kedua pertanyaan ini, menghidupi nilai-nilai Sang Guru, meneladan pada-Nya, untuk menghadirkan paradiso yang baru di tengah-tengah dunia, sesuai apa yang dapat ia lakukan dan miliki, menyampaikan Injil Tuhan kepada banyak orang yang membutuhkan pertolongan. Status emeritus tidak membuatnya berhenti menjalani panggilan itu, dan malah memungkinkannya melayani dalam lingkup yang lebih luas.</p> <p style="text-align: justify;">Atas dorongan beberapa sahabat, ia menuliskan buku <em>Vocare: Menghidupi Panggilan Sang Guru.</em> Melalui buku ini, ia mengajak gereja untuk hadir di tengah-tengah dunia, salah satunya di tengah realitas kemiskinan, untuk belajar dalam terang firman Tuhan, untuk pergi bermisi. Kepala yang belajar, hati yang tergerak, dan tangan yang berbuat. Itulah yang ingin disampaikannya melalui buku yang ditulis dalam segala keterbatasan ini. Gereja yang bermisi adalah gereja yang hidup. Tanpa misi, gereja mati, karena misi adalah jantung gereja. Gereja kerap kali terlalu sibuk dengan dirinya sendiri, hingga lupa memperhatikan, merawat domba-domba yang lapar, sakit, tanpa harapan, padahal Kristus sudah menebus mereka. Semakin besar jumlah jemaat, semakin berat tugas gembalanya. Apakah mereka telah terlayani dengan baik atau dibiarkan terlantar?</p> <p style="text-align: justify;">Tak lupa, Pak San mengucapkan terima kasih kepada GKI Pengadilan, Bogor, tempat ia belajar menjadi pendeta yang melayani dan merawat jemaat selama delapan tahun, sejak baru lulus dari sekolah teologia. Juga kepada GKI Kavling Polri, yang dilayaninya selama tujuh belas tahun, yang memungkinkannya melayani dalam lingkup lebih luas, ke daerah-daerah. Terakhir, kepada GKI Gading Serpong, yang telah dilayaninya selama tiga belas tahun, melalui berbagai kesaksian dan pelayanan, di antaranya berbagi dalam pembangunan gedung-gedung gereja di berbagai pelosok pedalaman, dan banyak hal lain. Harapannya, pelayanan-pelayanan tersebut dapat diteruskan. Pak San juga mengucapkan terima kasih kepada panitia dan seluruh tamu undangan yang telah menyempatkan hadir.</p> <p style="text-align: justify;">Setelah sesi foto bersama beberapa pihak, acara dilanjutkan dengan doa makan, prosesi keluar, pemberian ucapan selamat, serta ramah-tamah. Kasih Tuhan telah memimpin acara emeritasi ini dari awal, pertengahan, hingga akhir dengan kenangan indah, sesuai waktu Tuhan. Selamat memasuki masa emeritasi, Pak San!</p> <p>{gallery}b{/gallery}</p> Cerdik Seperti Ular, Tulus Seperti Merpati 2025-02-27T17:39:53+07:00 2025-02-27T17:39:53+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/cerdik-seperti-ular-tulus-seperti-merpati Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/o/WhatsApp_Image_2025-02-27_at_17.12.47.jpeg" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Hari Kamis, 6 Februari 2025, pukul 10.00 -12.30, terlihat para wanita berbusana <em>cheongsam</em> atau bernuansa merah berkumpul di Ruang Kana, Griya Kasih, Jl. Kelapa Gading Barat, Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten, untuk bersama-sama mengikuti Perayaan Imlek Persekutuan Dewasa Sie Wanita GKI Gading Serpong. Tercatat ada delapan puluh peserta yang yang mengikutinya. Fony Suryana melayani selaku pembawa acara (MC) persekutuan yang bertema “Cerdik Seperti Ular, Tulus Seperti Merpati” (Matius 10:16) ini.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/cerdik-seperti-ular-tulus-seperti-merpati" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/o/WhatsApp_Image_2025-02-27_at_17.12.47.jpeg" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Hari Kamis, 6 Februari 2025, pukul 10.00 -12.30, terlihat para wanita berbusana <em>cheongsam</em> atau bernuansa merah berkumpul di Ruang Kana, Griya Kasih, Jl. Kelapa Gading Barat, Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten, untuk bersama-sama mengikuti Perayaan Imlek Persekutuan Dewasa Sie Wanita GKI Gading Serpong. Tercatat ada delapan puluh peserta yang yang mengikutinya. Fony Suryana melayani selaku pembawa acara (MC) persekutuan yang bertema “Cerdik Seperti Ular, Tulus Seperti Merpati” (Matius 10:16) ini.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/cerdik-seperti-ular-tulus-seperti-merpati" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Pagelaran Musik Dasawarsa Swaditra GKI Perumnas, Tangerang 2025-02-24T11:48:55+07:00 2025-02-24T11:48:55+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/pagelaran-musik-dasawarsa-swaditra-gki-perumnas-tangerang Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/01/DSCF2541.JPG" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Kelompok angklung Komisi Usindah GKI Gading Serpong ikut berpartisipasi dalam kegiatan Pagelaran Musik Angklung, memperingati dasawarsa berdirinya Swaditra, kelompok angklung usindah GKI Perumnas Tangerang, yang diadakan pada hari Minggu, 16 Februari 2025, pukul 17.00, di aula kebaktian umum GKI Perumnas Tangerang, Jl. Karet Raya Blok 22 nomor 10A, Perumnas 1, Cibodasari, Cibodas, Tangerang.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/pagelaran-musik-dasawarsa-swaditra-gki-perumnas-tangerang" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/01/DSCF2541.JPG" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Kelompok angklung Komisi Usindah GKI Gading Serpong ikut berpartisipasi dalam kegiatan Pagelaran Musik Angklung, memperingati dasawarsa berdirinya Swaditra, kelompok angklung usindah GKI Perumnas Tangerang, yang diadakan pada hari Minggu, 16 Februari 2025, pukul 17.00, di aula kebaktian umum GKI Perumnas Tangerang, Jl. Karet Raya Blok 22 nomor 10A, Perumnas 1, Cibodasari, Cibodas, Tangerang.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/pagelaran-musik-dasawarsa-swaditra-gki-perumnas-tangerang" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Gong Xi Fa Cai: Persekutuan Imlek Usindah 2025-02-23T13:29:52+07:00 2025-02-23T13:29:52+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/gong-xi-fa-cai-persekutuan-imlek-usindah Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/11/WhatsApp_Image_2025-02-21_at_16.47.58.jpeg" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Rabu, 5 Febuari 2025, Komisi Usia Indah GKI Gading Serpong mengadakan persekutuan Imlek di ruang Kana, Griya Kasih, Jl. Kelapa Gading Barat, Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten. Acara dimulai pukul 10.00 WIB. Sejak pagi, para pengurus terlihat sibuk sekali. Pukul 07.30, beberapa pengurus sudah hadir, untuk menyelesaikan menghias ruangan dengan dekorasi bernuansa Imlek. Setelah itu, semua pengurus berikut Pdt. Erma Primastuti Kristiyono dan Pnt. Toba Parluhutan Sitorus berlatih mengucapkan “<em>Gongxi gongxi, gongxi da jia. Xin nian kuai le, shen ti jian kang, wan shi ru yi, yuan zhu meng en</em>,” yang akan diucapkan kepada jemaat pada acara perayaan Imlek, sesudah persekutuan selesai.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/gong-xi-fa-cai-persekutuan-imlek-usindah" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/11/WhatsApp_Image_2025-02-21_at_16.47.58.jpeg" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Rabu, 5 Febuari 2025, Komisi Usia Indah GKI Gading Serpong mengadakan persekutuan Imlek di ruang Kana, Griya Kasih, Jl. Kelapa Gading Barat, Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten. Acara dimulai pukul 10.00 WIB. Sejak pagi, para pengurus terlihat sibuk sekali. Pukul 07.30, beberapa pengurus sudah hadir, untuk menyelesaikan menghias ruangan dengan dekorasi bernuansa Imlek. Setelah itu, semua pengurus berikut Pdt. Erma Primastuti Kristiyono dan Pnt. Toba Parluhutan Sitorus berlatih mengucapkan “<em>Gongxi gongxi, gongxi da jia. Xin nian kuai le, shen ti jian kang, wan shi ru yi, yuan zhu meng en</em>,” yang akan diucapkan kepada jemaat pada acara perayaan Imlek, sesudah persekutuan selesai.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/gong-xi-fa-cai-persekutuan-imlek-usindah" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Aksi Kasih Natal GKI Gading Serpong 2025-01-20T19:23:50+07:00 2025-01-20T19:23:50+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/aksi-kasih-natal-gki-gading-serpong Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/2/WhatsApp_Image_2025-01-20_at_18.26.38.jpeg" alt="" width="1080" height="1406" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Menyambut Natal 2024, GKI Gading Serpong mengadakan acara bakti sosial ke Panti Asuhan Pintu Elok, yang berlokasi di Jl. Benda Barat 6, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten. Rombongan berjumlah tiga puluh orang, berkumpul di Klinik Anugerah, Jl. Kelapa Puan Raya, Pekulonan Barat, Gading Serpong, Tangerang, pada Sabtu, 14 Desember 2024, untuk kemudian berangkat bersama-sama menuju panti. Sebelum keberangkatan, dilakukan doa bersama, memohon pimpinan Tuhan dalam perjalanan menuju lokasi, serta penyertaan-Nya sepanjang acara nanti.</p> <p style="text-align: justify;">Sekitar tengah hari, rombongan tiba dan langsung disambut oleh pengurus panti. Barang-barang sumbangan jemaat yang dimuat dalam dua mobil boks Lalamove, mulai diturunkan. Kotak-kotak berisi bahan makanan, barang-barang elektronik, mainan, dan pakaian mulai memenuhi ruang tamu panti. Semoga barang-barang sumbangan tersebut dapat bermanfaat bagi penghuni panti.</p> <p style="text-align: justify;">Setelah proses serah terima selesai, kami berkumpul dengan anak-anak panti di aula yang cukup besar. Jumlah anak-anak yang menghuni panti sebanyak enam puluh orang, terdiri dari bayi hingga anak usia SMA, tetapi yang hadir saat bakti sosial hanya tiga puluh anak. Acara dimulai dengan memuji Tuhan bersama-sama, diiringi band yang terdiri dari empat anak panti. Anggota rombongan duduk menyebar di antara anak-anak. Sambil bertepuk dan bergandengan tangan, lagu-lagu dinyanyikan dengan penuh sukacita. Pdt. Devina Erlin Minerva menyampaikan khotbah, yang mengingatkan anak-anak untuk selalu taat dan bersyukur kepada Tuhan dalam segala hal dan situasi.</p> <p style="text-align: justify;">Selesai kebaktian, acara dilanjutkan dengan permainan yang disambut dengan antusias. Aneka permainan, dari yang sederhana seperti mengurutkan tinggi badan dan tanggal kelahiran, sampai tebak-tebakan berdasarkan kisah dalam Alkitab, selalu diiringi gelak tawa anak-anak. Semua anak terlihat gembira saat dinyatakan menang dan menerima hadiah. Acara ditutup dengan pembagian bingkisan. Semua anak berbaris rapi dan tersenyum saat menerima sebuah kantong berwarna hijau.</p> <p style="text-align: justify;">Sebelum meninggalkan panti, kami menyempatkan diri untuk berfoto bersama. Acara pun selesai. Pada pukul 14.40, kami pamit meninggalkan panti untuk kembali ke Klinik Anugerah.</p> <p style="text-align: justify;">*Penulis adalah jemaat GKI Gading Serpong.</p> <p>{gallery}2{/gallery}</p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/2/WhatsApp_Image_2025-01-20_at_18.26.38.jpeg" alt="" width="1080" height="1406" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Menyambut Natal 2024, GKI Gading Serpong mengadakan acara bakti sosial ke Panti Asuhan Pintu Elok, yang berlokasi di Jl. Benda Barat 6, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten. Rombongan berjumlah tiga puluh orang, berkumpul di Klinik Anugerah, Jl. Kelapa Puan Raya, Pekulonan Barat, Gading Serpong, Tangerang, pada Sabtu, 14 Desember 2024, untuk kemudian berangkat bersama-sama menuju panti. Sebelum keberangkatan, dilakukan doa bersama, memohon pimpinan Tuhan dalam perjalanan menuju lokasi, serta penyertaan-Nya sepanjang acara nanti.</p> <p style="text-align: justify;">Sekitar tengah hari, rombongan tiba dan langsung disambut oleh pengurus panti. Barang-barang sumbangan jemaat yang dimuat dalam dua mobil boks Lalamove, mulai diturunkan. Kotak-kotak berisi bahan makanan, barang-barang elektronik, mainan, dan pakaian mulai memenuhi ruang tamu panti. Semoga barang-barang sumbangan tersebut dapat bermanfaat bagi penghuni panti.</p> <p style="text-align: justify;">Setelah proses serah terima selesai, kami berkumpul dengan anak-anak panti di aula yang cukup besar. Jumlah anak-anak yang menghuni panti sebanyak enam puluh orang, terdiri dari bayi hingga anak usia SMA, tetapi yang hadir saat bakti sosial hanya tiga puluh anak. Acara dimulai dengan memuji Tuhan bersama-sama, diiringi band yang terdiri dari empat anak panti. Anggota rombongan duduk menyebar di antara anak-anak. Sambil bertepuk dan bergandengan tangan, lagu-lagu dinyanyikan dengan penuh sukacita. Pdt. Devina Erlin Minerva menyampaikan khotbah, yang mengingatkan anak-anak untuk selalu taat dan bersyukur kepada Tuhan dalam segala hal dan situasi.</p> <p style="text-align: justify;">Selesai kebaktian, acara dilanjutkan dengan permainan yang disambut dengan antusias. Aneka permainan, dari yang sederhana seperti mengurutkan tinggi badan dan tanggal kelahiran, sampai tebak-tebakan berdasarkan kisah dalam Alkitab, selalu diiringi gelak tawa anak-anak. Semua anak terlihat gembira saat dinyatakan menang dan menerima hadiah. Acara ditutup dengan pembagian bingkisan. Semua anak berbaris rapi dan tersenyum saat menerima sebuah kantong berwarna hijau.</p> <p style="text-align: justify;">Sebelum meninggalkan panti, kami menyempatkan diri untuk berfoto bersama. Acara pun selesai. Pada pukul 14.40, kami pamit meninggalkan panti untuk kembali ke Klinik Anugerah.</p> <p style="text-align: justify;">*Penulis adalah jemaat GKI Gading Serpong.</p> <p>{gallery}2{/gallery}</p> Liputan Kebaktian Awal Tahun 2025-01-14T15:59:02+07:00 2025-01-14T15:59:02+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/liputan-kebaktian-awal-tahun Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/gary-lee-7oi89sn9260-unsplash.jpg" alt="" width="5065" height="2088" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">GKI Gading Serpong mengadakan satu kali kebaktian tahun baru secara<em> onsite</em> pada hari Rabu, 01 Januari 2025, pukul 09.00 WIB, di aula lantai 6 SMAK Penabur Gading Serpong, dan dapat disaksikan melalui kanal <em>YouTube</em> GKI Gading Serpong. Tema yang diangkat adalah “Berkat Tuhan dalam Resolusi”, diambil dari Lukas 2:15-21, dibawakan oleh Pdt. Pramudya Hidayat. Ada yang menarik dari kebaktian kali ini, tim majelis dan pengerja, termasuk para pendeta menjadi kantoria, diiringi Novi Engelin sebagai pemusik.</p> <p style="text-align: justify;">Ibadah dibuka dengan nyanyian NKB 047b: 1-3, “T’lah Datang Tahun Baru”, yang diambil dari syair berjudul “<em>Another Year is Dawning</em>!” karya Frances Ridley Havergal, “T'lah datang tahun baru! Inilah doaku: Ya Bapa, selamanya anak-Mu bimbinglah. Semoga 'ku alami sejahtera penuh. Dan ajarku selalu pada-Mu berserah. Suatu tahun rahmat kembali datanglah, terpancar sukacita di dalam wajah-Mu. Berhasil dalam karya berkat anugerah, menyatakan hadir-Mu di dalam hidupku. Di dalam tahun baru hatiku rindulah, melayani Kau, Tuhan, dan jadi saksi-Mu. T'lah datang tahun baru! Pintaku inilah: di bumi dan di surga, Kau, Tuhan, sertaku.</p> <p style="text-align: justify;">Tak hanya melayani sebagai kantoria, saat pelayanan firman, Pdt. Devina E. Minerva dan Pdt. Danny Purnama juga melayani sebagai pemazmur, membawakan Mazmur 8. Firman Tuhan diambil dari Lukas 2: 15-21, dengan tema “Berkat Tuhan dalam Resolusi, dibawakan oleh Pdt. Pramudya Hidayat.</p> <p style="text-align: justify;">Berkat Tuhan kita terima, baik dalam keadaan senang maupun dalam keadaan susah. Berkat Tuhan ini mestinya menjadi sarana untuk kita membuat resolusi di awal tahun yang baru. Ada beberapa hal yang diingatkan melalui perenungan firman ini. <em>Pertama</em>, berkat Tuhan tetap ada dalam ketidakpastian hidup. Perlindungan-Nyalah jaminan keamanan kita. Damai sejahtera adalah pemberian ilahi yang hanya dapat dirasakan jika kita tinggal di dalam Tuhan.</p> <p style="text-align: justify;"><em>Kedua,</em> kita diajak merenungkan kebesaran Allah dalam ciptaan. Allah adalah Pencipta yang agung, namun Ia tetap memperhatikan manusia. Ini menunjukkan, kita adalah ciptaan yang berharga di mata-Nya. Allah memberikan tanggung jawab kepada manusia untuk mengelola bumi, memelihara kelestarian lingkungan dan alam raya. Tahun baru mengundang kita untuk melanjutkan tugas ini dengan bijaksana, penuh kasih, dan tanggung jawab.</p> <p style="text-align: justify;"><em>Ketiga,</em> di dalam Kristus kita menerima identitas baru sebagai anak - anak Allah. Tahun baru adalah kesempatan untuk memperbarui kesadaran akan identitas tersebut. Sebagai anak, kita memiliki akses penuh kepada Allah. Anak dapat memanggil “Papa! Mama!” untuk meminta tolong. Tidak ada pergumulan yang terlalu berat untuk disampaikan kepada-Nya, semuanya dapat dihadapi bersama Tuhan. Kita juga dipanggil untuk hidup sebagai anak-anak yang mencerminkan kasih Bapa, yaitu hidup dalam kasih, kesabaran, dan kerendahan hati. Demikian juga selayaknya kita bersikap kepada Sang Pencipta.</p> <p style="text-align: justify;"><em>Keempat</em>, sebagai resolusi di tahun baru, kita juga diajak untuk merespons firman Tuhan dengan ketaatan yang segera, seperti para gembala yang segera pergi dan tidak menunda, setelah menerima pemberitahuan dari para malaikat. Setelah bertemu dengan bayi Yesus, para gembala memberitakan apa yang telah mereka lihat. Tahun baru adalah kesempatan untuk menjadi saksi Kristus dalam kehidupan kita sehari -hari, sebagai pribadi maupun gereja.</p> <p style="text-align: justify;"><em>Kelima,</em> sumber sukacita kita bukanlah apa yang kita miliki, tetapi siapa yang memberikannya. Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan hati manusia yang merenungkan-Nya merasakan kedamaian yang tidak tergoncangkan (Basilius Agung).</p> <p style="text-align: justify;">Semoga firman yang kita terima di awal tahun ini menjadi suluh yang menerangi kita semua dalam menjalani kehidupan setahun ke depan.</p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/gary-lee-7oi89sn9260-unsplash.jpg" alt="" width="5065" height="2088" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">GKI Gading Serpong mengadakan satu kali kebaktian tahun baru secara<em> onsite</em> pada hari Rabu, 01 Januari 2025, pukul 09.00 WIB, di aula lantai 6 SMAK Penabur Gading Serpong, dan dapat disaksikan melalui kanal <em>YouTube</em> GKI Gading Serpong. Tema yang diangkat adalah “Berkat Tuhan dalam Resolusi”, diambil dari Lukas 2:15-21, dibawakan oleh Pdt. Pramudya Hidayat. Ada yang menarik dari kebaktian kali ini, tim majelis dan pengerja, termasuk para pendeta menjadi kantoria, diiringi Novi Engelin sebagai pemusik.</p> <p style="text-align: justify;">Ibadah dibuka dengan nyanyian NKB 047b: 1-3, “T’lah Datang Tahun Baru”, yang diambil dari syair berjudul “<em>Another Year is Dawning</em>!” karya Frances Ridley Havergal, “T'lah datang tahun baru! Inilah doaku: Ya Bapa, selamanya anak-Mu bimbinglah. Semoga 'ku alami sejahtera penuh. Dan ajarku selalu pada-Mu berserah. Suatu tahun rahmat kembali datanglah, terpancar sukacita di dalam wajah-Mu. Berhasil dalam karya berkat anugerah, menyatakan hadir-Mu di dalam hidupku. Di dalam tahun baru hatiku rindulah, melayani Kau, Tuhan, dan jadi saksi-Mu. T'lah datang tahun baru! Pintaku inilah: di bumi dan di surga, Kau, Tuhan, sertaku.</p> <p style="text-align: justify;">Tak hanya melayani sebagai kantoria, saat pelayanan firman, Pdt. Devina E. Minerva dan Pdt. Danny Purnama juga melayani sebagai pemazmur, membawakan Mazmur 8. Firman Tuhan diambil dari Lukas 2: 15-21, dengan tema “Berkat Tuhan dalam Resolusi, dibawakan oleh Pdt. Pramudya Hidayat.</p> <p style="text-align: justify;">Berkat Tuhan kita terima, baik dalam keadaan senang maupun dalam keadaan susah. Berkat Tuhan ini mestinya menjadi sarana untuk kita membuat resolusi di awal tahun yang baru. Ada beberapa hal yang diingatkan melalui perenungan firman ini. <em>Pertama</em>, berkat Tuhan tetap ada dalam ketidakpastian hidup. Perlindungan-Nyalah jaminan keamanan kita. Damai sejahtera adalah pemberian ilahi yang hanya dapat dirasakan jika kita tinggal di dalam Tuhan.</p> <p style="text-align: justify;"><em>Kedua,</em> kita diajak merenungkan kebesaran Allah dalam ciptaan. Allah adalah Pencipta yang agung, namun Ia tetap memperhatikan manusia. Ini menunjukkan, kita adalah ciptaan yang berharga di mata-Nya. Allah memberikan tanggung jawab kepada manusia untuk mengelola bumi, memelihara kelestarian lingkungan dan alam raya. Tahun baru mengundang kita untuk melanjutkan tugas ini dengan bijaksana, penuh kasih, dan tanggung jawab.</p> <p style="text-align: justify;"><em>Ketiga,</em> di dalam Kristus kita menerima identitas baru sebagai anak - anak Allah. Tahun baru adalah kesempatan untuk memperbarui kesadaran akan identitas tersebut. Sebagai anak, kita memiliki akses penuh kepada Allah. Anak dapat memanggil “Papa! Mama!” untuk meminta tolong. Tidak ada pergumulan yang terlalu berat untuk disampaikan kepada-Nya, semuanya dapat dihadapi bersama Tuhan. Kita juga dipanggil untuk hidup sebagai anak-anak yang mencerminkan kasih Bapa, yaitu hidup dalam kasih, kesabaran, dan kerendahan hati. Demikian juga selayaknya kita bersikap kepada Sang Pencipta.</p> <p style="text-align: justify;"><em>Keempat</em>, sebagai resolusi di tahun baru, kita juga diajak untuk merespons firman Tuhan dengan ketaatan yang segera, seperti para gembala yang segera pergi dan tidak menunda, setelah menerima pemberitahuan dari para malaikat. Setelah bertemu dengan bayi Yesus, para gembala memberitakan apa yang telah mereka lihat. Tahun baru adalah kesempatan untuk menjadi saksi Kristus dalam kehidupan kita sehari -hari, sebagai pribadi maupun gereja.</p> <p style="text-align: justify;"><em>Kelima,</em> sumber sukacita kita bukanlah apa yang kita miliki, tetapi siapa yang memberikannya. Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan hati manusia yang merenungkan-Nya merasakan kedamaian yang tidak tergoncangkan (Basilius Agung).</p> <p style="text-align: justify;">Semoga firman yang kita terima di awal tahun ini menjadi suluh yang menerangi kita semua dalam menjalani kehidupan setahun ke depan.</p> Liputan Ibadah Natal: Yesus Bersama Kita 2025-01-12T11:32:40+07:00 2025-01-12T11:32:40+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/liputan-ibadah-natal-yesus-bersama-kita Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/1/Kebaktian_Natal_KU2_26.jpg" alt="" width="7328" height="4888" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">GKI Gading Serpong mengadakan ibadah Natal dalam tiga kali kebaktian, pukul 08.00, 11.30, dan 17.00 WIB, pada Rabu, 25 Desember 2024. Majelis jemaat, seluruh tim yang bertugas dan Pdt. Erma Primastuti Kristiyono telah siap satu jam sebelum acara dimulai. Semua terlihat penuh sukacita untuk melayani ibadah Natal, yang dilaksanakan di lantai 6 Aula SMAK Penabur Gading Serpong, Jl. Kelapa Gading Barat, Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten.</p> <p style="text-align: justify;">Ibadah diawali doa pribadi, diiringi alunan musik nan syahdu. Setelah berdoa, Pnt. Maya dan Pnt. Kornelius, yang bertugas sebagai pembawa acara, mengajak jemaat menyanyikan lagu KJ 119:1, 2, 4, “Hai Dunia Gembiralah”, dilanjutkan PKJ 233, “Imanuel, Imanuel”. Persembahan kidung Natal dinyanyikan anak-anak sekolah Minggu dan para oma usia indah. KJ 101: 1-3 “Alam Raya Berkumandang” menutup pujian, sebelum pembacaan dan pemberitaan firman Tuhan.</p> <p style="text-align: justify;">Firman Tuhan diambil dari Yohanes 1:1-14. Sebelum berkhotbah, Pdt. Erma mengajak anak-anak sekolah Minggu menyanyikan lagu “Kudaki-daki Gunung yang Tinggi”. Lagu ini mengingatkan anak-anak sedari kecil akan penyertaan Tuhan. Ia selalu hadir dalam hidup kita, baik suka maupun duka. Dahulu, manusia jauh dari Allah, karena Allah itu transenden, sulit digapai. Manusia tidak bisa menghadap Allah sembarangan, apalagi masuk ke dalam ruang mahakudus. Yang bisa dan boleh masuk hanyalah imam. Namun kini, Allah tidak lagi jauh, karena firman yang adalah logos telah menjadi manusia dalam diri Yesus Kristus, ada bersama-sama manusia, bahkan tinggal di antara manusia. Seperti tertulis dalam Filipi 2:7, “Melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia”.</p> <p style="text-align: justify;">Pdt. Erma mengatakan, manusia berlumuran dosa dan degil hati. Hal ini terlihat dari keseharian kita ketika melakukan hal-hal yang menyakiti hati Tuhan. Allah mungkin saja melakukan tiga hal saat menghadapi manusia. <em>Pertama,</em> Allah <strong>lepas tangan,</strong> membiarkan, dan masa bodoh dengan hidup manusia yang terus jatuh ke dalam dosa. <em>Kedua</em>, Allah <strong>gatal tangan</strong>, murka, dan tidak sabar kepada manusia yang penuh dosa. <em>Ketiga,</em> Allah <strong>angkat tangan,</strong> kewalahan dengan manusia yang bebal dalam hidupnya, dan putus asa melihat pemberontakan dunia.</p> <p style="text-align: justify;">Namun, Allah tidak melakukan itu semua, melainkan memilih<strong> turun</strong> <strong>tangan.</strong> Sesungguhnya manusia tidak layak mendapatkan pengampunan dosa, dan pantas mendapatkan hukuman, tetapi Allah turun tangan untuk menanggung dosa-dosa manusia. Ibrani 1:2 menegaskan, Allah tidak lagi berbicara dengan perantaraan nabi-nabi, melainkan mengutus Anak-Nya yang tunggal, Yesus Kristus, Sang Firman yang hidup, seperti yang dapat kita baca dalam Yohanes 3:16, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Firman yang adalah <em>logos</em> dalam diri Yesus Kristus sudah ada sejak semula, berkarya sejak penciptaan, dan kemudian turun ke dalam dunia, untuk membangun relasi dengan manusia. Allah yang berkarya saat penciptaan adalah Dia, yang juga berkarya untuk menyelamatkan manusia.</p> <p style="text-align: justify;">Yohanes 1:4-5 menyatakan, Yesus adalah Sang Terang. Di dalam kekristenan, terang melambangkan kehidupan yang penuh damai sejahtera, sukacita, pengharapan. Gelap melambangkan kesuraman, kekejaman, kesedihan, dan ketidakadilan. Yohanes mengatakan, Sang Firman itu hadir di tengah dunia untuk menjadi terang, maksudnya kehadiran Yesus membawa damai sejahtera, menghapus segala kegelisahan dan ketakutan dalam kehidupan kita, serta menghadirkan harapan, sukacita, dan keberanian bagi umat manusia.</p> <p style="text-align: justify;">Dalam Ibrani, Yesus adalah cahaya kemuliaan Allah. Artinya, Yesus memancarkan terang kasih Allah, dan menjadi gambar atau wujud nyata dari Allah, yang dapat dilihat dan dijumpai manusia. Yesus, Sang Terang itu menjadi manusia, dan diam di antara kita, untuk membawa manusia keluar dari kegelapan dunia. Namun ironisnya, dunia menolak Dia. Ada tiga tipe orang yang menolak Yesus. <em>Pertama,</em> orang yang menolak karena dia tidak mengenal siapa Tuhan.<em> Kedua,</em> orang yang tahu Tuhan, tetapi memilih untuk menolak kehadiran-Nya, terlanjur terjerat oleh kenikmatan dunia, hidup enak dalam segala gemerlap dunia, sehingga tidak mau menerima Tuhan di dalam hidupnya. <em>Ketiga,</em> orang-orang yang telah percaya, dan menerima Sang Firman yang telah menjadi manusia (Yohanes 1:12). Orang-orang ini disebut anak-anak Allah dan akan diberikan kuasa untuk menjadi anak Allah.</p> <p style="text-align: justify;">Kuasa berasal dari bahasa Yunani <em>exousia,</em> artinya suatu daya atau kemampuan yang mengubahkan atau membawa perubahan. Orang-orang percaya yang menerima kuasa, seharusnya mampu mengubah hidup yang semula dalam kegelapan dan berseteru dengan Allah, menjadi hidup dalam terang. Sebagai anak-anak terang, apakah kita telah bersikap sesuai dengan kehendak-Nya? Kuasa yang kita terima, hendaknya juga membawa perubahan di tengah-tengah dunia. Hal ini tercermin dari gaya hidup, perkataan, dan pikiran kita. Ketika kita menjadi anak Allah, kita harus merespons dengan kesediaan untuk berubah. Jika semula apatis, egois, dan sombong, kini berubah menjadi pribadi yang tidak lagi memikirkan diri sendiri dan rendah hati. Sama seperti Sang Firman yang sudah hadir di tengah dunia ini, penuh kasih dan solidaritas, hendaknya kita melakukan hal yang sama dan hidup seturut kehendak-Nya.</p> <p style="text-align: justify;">Roma 12:2 mengatakan, “Janganlah menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaruan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: Apa yang baik, yang berkenan kepada-Nya dan sempurna”. Natal mengingatkan kita akan kasih Allah kepada anak-anak yang dikasihi-Nya. Sebagai anak Allah, kita diutus untuk berubah agar tidak lagi menjadi serupa dengan dunia ini. Hiduplah seturut Sang Firman, melakukan perbuatan baik, di mana pun kita berada, seperti lilin yang mau berkorban dan memancarkan sinar penerang bagi orang-orang di sekitarnya.</p> <p style="text-align: justify;">Natal juga mengingatkan kita, Yesus Kristus yang adalah Sang Firman dekat dengan kita, tinggal bersama-sama dengan kita. Dia turut berkarya dan berjuang dalam setiap musim kehidupan kita. Inilah bentuk kepedulian dan solidaritas Allah bagi kita semua. Ketika Allah peduli, apalagi yang kita takutkan dan khawatirkan di dunia ini? Bersama Allah, semuanya cukup. Allah tidak pernah meninggalkan kita. Allah bersama dengan kita.</p> <p style="text-align: justify;">Khotbah diakhiri dengan menyanyikan lagu “Raja Damai Lahir”, yang merupakan lagu tema masa raya Natal GKI SW Jabar 2024. Ibadah kemudian ditutup dengan lagu “<em>Feliz Navidad</em>”. Jemaat saling bersalaman, mengucapkan selamat Natal 2024, sambil meninggalkan ruangan ibadah.</p> <p>{gallery}1{/gallery}</p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/1/Kebaktian_Natal_KU2_26.jpg" alt="" width="7328" height="4888" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">GKI Gading Serpong mengadakan ibadah Natal dalam tiga kali kebaktian, pukul 08.00, 11.30, dan 17.00 WIB, pada Rabu, 25 Desember 2024. Majelis jemaat, seluruh tim yang bertugas dan Pdt. Erma Primastuti Kristiyono telah siap satu jam sebelum acara dimulai. Semua terlihat penuh sukacita untuk melayani ibadah Natal, yang dilaksanakan di lantai 6 Aula SMAK Penabur Gading Serpong, Jl. Kelapa Gading Barat, Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten.</p> <p style="text-align: justify;">Ibadah diawali doa pribadi, diiringi alunan musik nan syahdu. Setelah berdoa, Pnt. Maya dan Pnt. Kornelius, yang bertugas sebagai pembawa acara, mengajak jemaat menyanyikan lagu KJ 119:1, 2, 4, “Hai Dunia Gembiralah”, dilanjutkan PKJ 233, “Imanuel, Imanuel”. Persembahan kidung Natal dinyanyikan anak-anak sekolah Minggu dan para oma usia indah. KJ 101: 1-3 “Alam Raya Berkumandang” menutup pujian, sebelum pembacaan dan pemberitaan firman Tuhan.</p> <p style="text-align: justify;">Firman Tuhan diambil dari Yohanes 1:1-14. Sebelum berkhotbah, Pdt. Erma mengajak anak-anak sekolah Minggu menyanyikan lagu “Kudaki-daki Gunung yang Tinggi”. Lagu ini mengingatkan anak-anak sedari kecil akan penyertaan Tuhan. Ia selalu hadir dalam hidup kita, baik suka maupun duka. Dahulu, manusia jauh dari Allah, karena Allah itu transenden, sulit digapai. Manusia tidak bisa menghadap Allah sembarangan, apalagi masuk ke dalam ruang mahakudus. Yang bisa dan boleh masuk hanyalah imam. Namun kini, Allah tidak lagi jauh, karena firman yang adalah logos telah menjadi manusia dalam diri Yesus Kristus, ada bersama-sama manusia, bahkan tinggal di antara manusia. Seperti tertulis dalam Filipi 2:7, “Melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia”.</p> <p style="text-align: justify;">Pdt. Erma mengatakan, manusia berlumuran dosa dan degil hati. Hal ini terlihat dari keseharian kita ketika melakukan hal-hal yang menyakiti hati Tuhan. Allah mungkin saja melakukan tiga hal saat menghadapi manusia. <em>Pertama,</em> Allah <strong>lepas tangan,</strong> membiarkan, dan masa bodoh dengan hidup manusia yang terus jatuh ke dalam dosa. <em>Kedua</em>, Allah <strong>gatal tangan</strong>, murka, dan tidak sabar kepada manusia yang penuh dosa. <em>Ketiga,</em> Allah <strong>angkat tangan,</strong> kewalahan dengan manusia yang bebal dalam hidupnya, dan putus asa melihat pemberontakan dunia.</p> <p style="text-align: justify;">Namun, Allah tidak melakukan itu semua, melainkan memilih<strong> turun</strong> <strong>tangan.</strong> Sesungguhnya manusia tidak layak mendapatkan pengampunan dosa, dan pantas mendapatkan hukuman, tetapi Allah turun tangan untuk menanggung dosa-dosa manusia. Ibrani 1:2 menegaskan, Allah tidak lagi berbicara dengan perantaraan nabi-nabi, melainkan mengutus Anak-Nya yang tunggal, Yesus Kristus, Sang Firman yang hidup, seperti yang dapat kita baca dalam Yohanes 3:16, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Firman yang adalah <em>logos</em> dalam diri Yesus Kristus sudah ada sejak semula, berkarya sejak penciptaan, dan kemudian turun ke dalam dunia, untuk membangun relasi dengan manusia. Allah yang berkarya saat penciptaan adalah Dia, yang juga berkarya untuk menyelamatkan manusia.</p> <p style="text-align: justify;">Yohanes 1:4-5 menyatakan, Yesus adalah Sang Terang. Di dalam kekristenan, terang melambangkan kehidupan yang penuh damai sejahtera, sukacita, pengharapan. Gelap melambangkan kesuraman, kekejaman, kesedihan, dan ketidakadilan. Yohanes mengatakan, Sang Firman itu hadir di tengah dunia untuk menjadi terang, maksudnya kehadiran Yesus membawa damai sejahtera, menghapus segala kegelisahan dan ketakutan dalam kehidupan kita, serta menghadirkan harapan, sukacita, dan keberanian bagi umat manusia.</p> <p style="text-align: justify;">Dalam Ibrani, Yesus adalah cahaya kemuliaan Allah. Artinya, Yesus memancarkan terang kasih Allah, dan menjadi gambar atau wujud nyata dari Allah, yang dapat dilihat dan dijumpai manusia. Yesus, Sang Terang itu menjadi manusia, dan diam di antara kita, untuk membawa manusia keluar dari kegelapan dunia. Namun ironisnya, dunia menolak Dia. Ada tiga tipe orang yang menolak Yesus. <em>Pertama,</em> orang yang menolak karena dia tidak mengenal siapa Tuhan.<em> Kedua,</em> orang yang tahu Tuhan, tetapi memilih untuk menolak kehadiran-Nya, terlanjur terjerat oleh kenikmatan dunia, hidup enak dalam segala gemerlap dunia, sehingga tidak mau menerima Tuhan di dalam hidupnya. <em>Ketiga,</em> orang-orang yang telah percaya, dan menerima Sang Firman yang telah menjadi manusia (Yohanes 1:12). Orang-orang ini disebut anak-anak Allah dan akan diberikan kuasa untuk menjadi anak Allah.</p> <p style="text-align: justify;">Kuasa berasal dari bahasa Yunani <em>exousia,</em> artinya suatu daya atau kemampuan yang mengubahkan atau membawa perubahan. Orang-orang percaya yang menerima kuasa, seharusnya mampu mengubah hidup yang semula dalam kegelapan dan berseteru dengan Allah, menjadi hidup dalam terang. Sebagai anak-anak terang, apakah kita telah bersikap sesuai dengan kehendak-Nya? Kuasa yang kita terima, hendaknya juga membawa perubahan di tengah-tengah dunia. Hal ini tercermin dari gaya hidup, perkataan, dan pikiran kita. Ketika kita menjadi anak Allah, kita harus merespons dengan kesediaan untuk berubah. Jika semula apatis, egois, dan sombong, kini berubah menjadi pribadi yang tidak lagi memikirkan diri sendiri dan rendah hati. Sama seperti Sang Firman yang sudah hadir di tengah dunia ini, penuh kasih dan solidaritas, hendaknya kita melakukan hal yang sama dan hidup seturut kehendak-Nya.</p> <p style="text-align: justify;">Roma 12:2 mengatakan, “Janganlah menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaruan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: Apa yang baik, yang berkenan kepada-Nya dan sempurna”. Natal mengingatkan kita akan kasih Allah kepada anak-anak yang dikasihi-Nya. Sebagai anak Allah, kita diutus untuk berubah agar tidak lagi menjadi serupa dengan dunia ini. Hiduplah seturut Sang Firman, melakukan perbuatan baik, di mana pun kita berada, seperti lilin yang mau berkorban dan memancarkan sinar penerang bagi orang-orang di sekitarnya.</p> <p style="text-align: justify;">Natal juga mengingatkan kita, Yesus Kristus yang adalah Sang Firman dekat dengan kita, tinggal bersama-sama dengan kita. Dia turut berkarya dan berjuang dalam setiap musim kehidupan kita. Inilah bentuk kepedulian dan solidaritas Allah bagi kita semua. Ketika Allah peduli, apalagi yang kita takutkan dan khawatirkan di dunia ini? Bersama Allah, semuanya cukup. Allah tidak pernah meninggalkan kita. Allah bersama dengan kita.</p> <p style="text-align: justify;">Khotbah diakhiri dengan menyanyikan lagu “Raja Damai Lahir”, yang merupakan lagu tema masa raya Natal GKI SW Jabar 2024. Ibadah kemudian ditutup dengan lagu “<em>Feliz Navidad</em>”. Jemaat saling bersalaman, mengucapkan selamat Natal 2024, sambil meninggalkan ruangan ibadah.</p> <p>{gallery}1{/gallery}</p> Kebaktian Akhir Tahun 2024 2025-01-11T14:17:37+07:00 2025-01-11T14:17:37+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/kebaktian-akhir-tahun-2024 Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/kelly-sikkema-Y2pzmNYinu0-unsplash.jpg" alt="" width="6733" height="4672" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Kebaktian Akhir Tahun 2024 GKI Gading Serpong dilaksanakan hanya satu kali secara <em>onsite,</em> pada hari Selasa, 31 Desember 2024, pukul 17.00, bertempat di aula SMAK Penabur lantai 6, Jl. Kelapa Gading Barat, Pakulonan Barat, kecamatan Kelapa Dua, kabupaten Tangerang, dan juga dapat diikuti secara <em>online</em> melalui <em>YouTube</em> GKI Gading Serpong.</p> <p style="text-align: justify;">Lonceng dibunyikan 15 menit sebelum ibadah dimulai. Tampak jemaat berdatangan dan mempersiapkan diri dalam doa pribadi. Tim multimedia menayangkan warta jemaat (GKI GS<em> News</em>), berisi informasi kegiatan-kegiatan yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat. Lalu, dengan iringan musik instrumental yang dimainkan oleh Adrian Santoso, jemaat diberi waktu untuk mengambil saat teduh. Tak lama kemudian, lonceng panggilan beribadah berbunyi. Jemaat dengan khidmat bersiap memasuki prosesi ibadah.</p> <p style="text-align: justify;">Pnt. Natania Felicia Tanuadmodjo, yang melayani sebagai liturgos, membuka ibadah dengan serta mengajak jemaat menyanyikan pujian dari PKJ 244:1, “Sejenak Aku Menoleh”, dengan dipandu oleh kantoria dari tim panitia. Selanjutnya, jemaat diundang untuk berdiri dan menyanyikan lagu “Terpujilah Allah”, dari NKB 003:1,2. Saat pujian dinaikkan, Pdt. Danny Purnama bersama penatua pendamping berjalan menuju mimbar. Kemudian, votum dan salam dilayankan oleh pendeta.</p> <p style="text-align: justify;">Refleksi akhir tahun dibawakan oleh Andersen Stefanus, yang menyatakan bahwa kehidupan ini ibarat dua sisi mata uang, ada suka dan duka yang tidak dapat dipisahkan, ada kegembiraan, ada pula kegelisahan, ada kelahiran, juga kehilangan. Namun, yang perlu direnungkan adalah apakah kita selalu mau melihat terang-Nya dalam setiap musim kehidupan. Melalui pujian dari PKJ 172, “Di Heningnya Malam Ini”, jemaat diingatkan akan pertolongan Tuhan yang sudah dirasakan di sepanjang tahun 2024.</p> <p style="text-align: justify;">Bersama terang Tuhan yang senantiasa menyinari perjalanan kehidupan, meskipun kadang terasa berat dan gelap, kita tetap percaya satu hal, yakni Tuhan tidak pernah meninggalkan kita, dan kasih setia-Nya sungguh nyata dalam setiap pengalaman hidup, seperti pujian dari PKJ 138:1-3, “Setia-Mu, Tuhanku, Tiada Bertara”. Pdt. Danny Purnama mengawali pelayanan firman dengan doa epiklese. Adapun bacaan yang menjadi dasar khotbah akhir tahun diambil dari 1Raja-raja 3:5-14 dan Injil Yohanes 8:12-19. Tema yang diusung adalah “Mengakhiri Tahun dalam Hikmat dan Terang Tuhan”.</p> <p style="text-align: justify;">Dalam khotbahnya, Pdt. Danny Purnama menjelaskan adanya banyak tradisi bangsa-bangsa dalam mengakhiri tahun. Secara khusus di Indonesia, biasanya orang lebih suka berkeliling kota sambil meniup terompet kertas, juga menyalakan petasan dan kembang api. Ternyata, kebiasaan ini mirip dengan tradisi kuno Tiongkok yang percaya, pada malam pergantian tahun, banyak roh jahat mendatangi rumah penduduk di desa-desa maupun kota. Apabila roh jahat itu dibiarkan, dikhawatirkan akan membawa celaka, dan bisa menjadi malapetaka di tahun yang baru. Untuk itu, petasan dan kembang api dinyalakan, supaya roh jahat takut dan tidak masuk ke rumah penduduk. Akan tetapi, Pdt. Andar Ismail dalam bukunya “<em>Selamat Panjang Umur</em>”, mengatakan bahwa sebenarnya yang diusir oleh orang-orang yang menyalakan petasan dan kembang api, itu bukan roh jahat, melainkan perasaan tidak pasti ketika menatap tahun yang akan datang. Di masa sekarang, malam pergantian tahun tidak ada sangkut pautnya dengan pengusiran roh jahat, tetapi keramaian tetap ada di berbagai tempat. Tanpa disadari, itu dilakukan untuk mengusir rasa galau, karena tidak tahu pasti apa yang akan terjadi dan dialami di tahun yang baru.</p> <p style="text-align: justify;">Bersumber dari dua bacaan yang mendasari khotbah akhir tahun, ada dua hal yang dapat dipelajari dan menjadi pengingat bagi kita. Pertama, kita dapat belajar dari Salomo yang diberi hak istimewa oleh Tuhan untuk meminta apa saja yang diinginkan. Namun, Salomo justru meminta hati yang penuh pengertian, hati yang paham untuk menimbang perkara (<em>understanding/listening heart</em>), supaya ia dapat memimpin bangsa Israel. Meneladani sikap Salomo, ketika akan mengakhiri tahun, mintalah hikmat dan hati yang penuh pengertian, serta yang paham menimbang, sehingga saat menengok ke belakang, kita mengerti apa pun yang terjadi, baik atau buruk, semuanya ada dalam tuntunan Tuhan. Kedua, Pdt. Danny mengingatkan jemaat untuk terus memancarkan terang hidup. Apa pun peristiwa yang dialami, jangan kabur, jangan lari, jangan berhenti, tetapi teruslah hidup dan berjalan dalam terang yang sejati, yakni terang Tuhan yang tidak pernah padam sinar dan kasih-Nya. Pada saat kita mampu melaluinya, perjalanan hidup kita dapat menjadi kesaksian bagi orang lain.</p> <p style="text-align: justify;">Sebagai gereja, kita mengalami berbagai kegembiraan di tahun 2024, seperti dimulainya proses pembangunan gedung gereja dengan peletakan batu pertama, dan pemasangan tiang pancang. Kemudian bergabungnya Pdt. Pramudya Hidayat untuk memperkuat pelayanan gereja, serta bergabungnya aktivis dan jemaat baru. Di sisi lain, ada kepedihan dan kehilangan dengan berpulangnya anggota jemaat ke rumah Bapa. Selain itu, bagi beberapa anggota jemaat, pelayanan gereja dirasakan masih jauh dari memuaskan, bahkan ada yang menganggapnya gagal. Hal ini bisa menjadi pembelajaran untuk kita perbaiki di tahun depan, supaya pelayanan kita semakin berdampak, dan membuat kehadiran kita itu dirasakan, dialami, sehingga suasana bergereja makin kondusif dan kita merasa menjadi satu keluarga.</p> <p style="text-align: justify;">Sebagai penutup khotbah, Pdt. Danny menyampaikan bahwa momen akhir tahun bisa menjadi momen untuk merayakan cinta Tuhan, sekaligus instrospeksi diri. Bahkan, peralihan tahun seharusnya menjadi momen untuk menumbuhkan harapan dan tekad baru, momen untuk memaafkan kegagalan, serta momen untuk mengawali sesuatu yang segar dan baru, dalam merajut rencana dan mimpi kita mulai esok hari. Yang perlu disadari, peralihan tahun bukan sekedar <em>kronos,</em> yang artinya pergantian hari biasa, melainkan <em>kairos</em>, yaitu ada makna, ada kesempatan yang sekali lagi Tuhan berikan untuk kita jalani dalam kehidupan bersama keluarga, gereja, dan masyarakat. Untuk itu, hendaknya kita meminta hikmat dari Tuhan dan memohon Tuhan terus menerangi kehidupan kita di tahun mendatang. Setelah khotbah selesai, jemaat memasuki saat hening dan dilanjutkan doa syafaat. Pelayanan persembahan didasari firman Tuhan dari Mazmur 52:11, dan pujian dari NKB 134:1-4, “Trima Kasih, Ya Tuhanku”, mengiringi kantong persembahan diedarkan.</p> <p style="text-align: justify;">Sebagai penutup ibadah akhir tahun, jemaat menyanyikan pujian dari NKB 049:1-3 “Tuhan yang Pegang”, dan diakhiri pelayanan berkat. Sesudah itu, jemaat saling berjabat tangan seraya mengucapkan selamat menyongsong tahun baru 2025. Tentunya dengan harapan, kiranya kita senantiasa dimampukan untuk terus berjalan dalam hikmat dan terang Tuhan.</p> <p>Silakan klik tautan ini untuk melihat foto-foto kebaktian akhir tahun 2024:&nbsp;<a href="https://gkigadingserpong.org/gallery/gallery-photo/kebaktian-akhir-tahun-2024">https://gkigadingserpong.org/gallery/gallery-photo/kebaktian-akhir-tahun-2024</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/kelly-sikkema-Y2pzmNYinu0-unsplash.jpg" alt="" width="6733" height="4672" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Kebaktian Akhir Tahun 2024 GKI Gading Serpong dilaksanakan hanya satu kali secara <em>onsite,</em> pada hari Selasa, 31 Desember 2024, pukul 17.00, bertempat di aula SMAK Penabur lantai 6, Jl. Kelapa Gading Barat, Pakulonan Barat, kecamatan Kelapa Dua, kabupaten Tangerang, dan juga dapat diikuti secara <em>online</em> melalui <em>YouTube</em> GKI Gading Serpong.</p> <p style="text-align: justify;">Lonceng dibunyikan 15 menit sebelum ibadah dimulai. Tampak jemaat berdatangan dan mempersiapkan diri dalam doa pribadi. Tim multimedia menayangkan warta jemaat (GKI GS<em> News</em>), berisi informasi kegiatan-kegiatan yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat. Lalu, dengan iringan musik instrumental yang dimainkan oleh Adrian Santoso, jemaat diberi waktu untuk mengambil saat teduh. Tak lama kemudian, lonceng panggilan beribadah berbunyi. Jemaat dengan khidmat bersiap memasuki prosesi ibadah.</p> <p style="text-align: justify;">Pnt. Natania Felicia Tanuadmodjo, yang melayani sebagai liturgos, membuka ibadah dengan serta mengajak jemaat menyanyikan pujian dari PKJ 244:1, “Sejenak Aku Menoleh”, dengan dipandu oleh kantoria dari tim panitia. Selanjutnya, jemaat diundang untuk berdiri dan menyanyikan lagu “Terpujilah Allah”, dari NKB 003:1,2. Saat pujian dinaikkan, Pdt. Danny Purnama bersama penatua pendamping berjalan menuju mimbar. Kemudian, votum dan salam dilayankan oleh pendeta.</p> <p style="text-align: justify;">Refleksi akhir tahun dibawakan oleh Andersen Stefanus, yang menyatakan bahwa kehidupan ini ibarat dua sisi mata uang, ada suka dan duka yang tidak dapat dipisahkan, ada kegembiraan, ada pula kegelisahan, ada kelahiran, juga kehilangan. Namun, yang perlu direnungkan adalah apakah kita selalu mau melihat terang-Nya dalam setiap musim kehidupan. Melalui pujian dari PKJ 172, “Di Heningnya Malam Ini”, jemaat diingatkan akan pertolongan Tuhan yang sudah dirasakan di sepanjang tahun 2024.</p> <p style="text-align: justify;">Bersama terang Tuhan yang senantiasa menyinari perjalanan kehidupan, meskipun kadang terasa berat dan gelap, kita tetap percaya satu hal, yakni Tuhan tidak pernah meninggalkan kita, dan kasih setia-Nya sungguh nyata dalam setiap pengalaman hidup, seperti pujian dari PKJ 138:1-3, “Setia-Mu, Tuhanku, Tiada Bertara”. Pdt. Danny Purnama mengawali pelayanan firman dengan doa epiklese. Adapun bacaan yang menjadi dasar khotbah akhir tahun diambil dari 1Raja-raja 3:5-14 dan Injil Yohanes 8:12-19. Tema yang diusung adalah “Mengakhiri Tahun dalam Hikmat dan Terang Tuhan”.</p> <p style="text-align: justify;">Dalam khotbahnya, Pdt. Danny Purnama menjelaskan adanya banyak tradisi bangsa-bangsa dalam mengakhiri tahun. Secara khusus di Indonesia, biasanya orang lebih suka berkeliling kota sambil meniup terompet kertas, juga menyalakan petasan dan kembang api. Ternyata, kebiasaan ini mirip dengan tradisi kuno Tiongkok yang percaya, pada malam pergantian tahun, banyak roh jahat mendatangi rumah penduduk di desa-desa maupun kota. Apabila roh jahat itu dibiarkan, dikhawatirkan akan membawa celaka, dan bisa menjadi malapetaka di tahun yang baru. Untuk itu, petasan dan kembang api dinyalakan, supaya roh jahat takut dan tidak masuk ke rumah penduduk. Akan tetapi, Pdt. Andar Ismail dalam bukunya “<em>Selamat Panjang Umur</em>”, mengatakan bahwa sebenarnya yang diusir oleh orang-orang yang menyalakan petasan dan kembang api, itu bukan roh jahat, melainkan perasaan tidak pasti ketika menatap tahun yang akan datang. Di masa sekarang, malam pergantian tahun tidak ada sangkut pautnya dengan pengusiran roh jahat, tetapi keramaian tetap ada di berbagai tempat. Tanpa disadari, itu dilakukan untuk mengusir rasa galau, karena tidak tahu pasti apa yang akan terjadi dan dialami di tahun yang baru.</p> <p style="text-align: justify;">Bersumber dari dua bacaan yang mendasari khotbah akhir tahun, ada dua hal yang dapat dipelajari dan menjadi pengingat bagi kita. Pertama, kita dapat belajar dari Salomo yang diberi hak istimewa oleh Tuhan untuk meminta apa saja yang diinginkan. Namun, Salomo justru meminta hati yang penuh pengertian, hati yang paham untuk menimbang perkara (<em>understanding/listening heart</em>), supaya ia dapat memimpin bangsa Israel. Meneladani sikap Salomo, ketika akan mengakhiri tahun, mintalah hikmat dan hati yang penuh pengertian, serta yang paham menimbang, sehingga saat menengok ke belakang, kita mengerti apa pun yang terjadi, baik atau buruk, semuanya ada dalam tuntunan Tuhan. Kedua, Pdt. Danny mengingatkan jemaat untuk terus memancarkan terang hidup. Apa pun peristiwa yang dialami, jangan kabur, jangan lari, jangan berhenti, tetapi teruslah hidup dan berjalan dalam terang yang sejati, yakni terang Tuhan yang tidak pernah padam sinar dan kasih-Nya. Pada saat kita mampu melaluinya, perjalanan hidup kita dapat menjadi kesaksian bagi orang lain.</p> <p style="text-align: justify;">Sebagai gereja, kita mengalami berbagai kegembiraan di tahun 2024, seperti dimulainya proses pembangunan gedung gereja dengan peletakan batu pertama, dan pemasangan tiang pancang. Kemudian bergabungnya Pdt. Pramudya Hidayat untuk memperkuat pelayanan gereja, serta bergabungnya aktivis dan jemaat baru. Di sisi lain, ada kepedihan dan kehilangan dengan berpulangnya anggota jemaat ke rumah Bapa. Selain itu, bagi beberapa anggota jemaat, pelayanan gereja dirasakan masih jauh dari memuaskan, bahkan ada yang menganggapnya gagal. Hal ini bisa menjadi pembelajaran untuk kita perbaiki di tahun depan, supaya pelayanan kita semakin berdampak, dan membuat kehadiran kita itu dirasakan, dialami, sehingga suasana bergereja makin kondusif dan kita merasa menjadi satu keluarga.</p> <p style="text-align: justify;">Sebagai penutup khotbah, Pdt. Danny menyampaikan bahwa momen akhir tahun bisa menjadi momen untuk merayakan cinta Tuhan, sekaligus instrospeksi diri. Bahkan, peralihan tahun seharusnya menjadi momen untuk menumbuhkan harapan dan tekad baru, momen untuk memaafkan kegagalan, serta momen untuk mengawali sesuatu yang segar dan baru, dalam merajut rencana dan mimpi kita mulai esok hari. Yang perlu disadari, peralihan tahun bukan sekedar <em>kronos,</em> yang artinya pergantian hari biasa, melainkan <em>kairos</em>, yaitu ada makna, ada kesempatan yang sekali lagi Tuhan berikan untuk kita jalani dalam kehidupan bersama keluarga, gereja, dan masyarakat. Untuk itu, hendaknya kita meminta hikmat dari Tuhan dan memohon Tuhan terus menerangi kehidupan kita di tahun mendatang. Setelah khotbah selesai, jemaat memasuki saat hening dan dilanjutkan doa syafaat. Pelayanan persembahan didasari firman Tuhan dari Mazmur 52:11, dan pujian dari NKB 134:1-4, “Trima Kasih, Ya Tuhanku”, mengiringi kantong persembahan diedarkan.</p> <p style="text-align: justify;">Sebagai penutup ibadah akhir tahun, jemaat menyanyikan pujian dari NKB 049:1-3 “Tuhan yang Pegang”, dan diakhiri pelayanan berkat. Sesudah itu, jemaat saling berjabat tangan seraya mengucapkan selamat menyongsong tahun baru 2025. Tentunya dengan harapan, kiranya kita senantiasa dimampukan untuk terus berjalan dalam hikmat dan terang Tuhan.</p> <p>Silakan klik tautan ini untuk melihat foto-foto kebaktian akhir tahun 2024:&nbsp;<a href="https://gkigadingserpong.org/gallery/gallery-photo/kebaktian-akhir-tahun-2024">https://gkigadingserpong.org/gallery/gallery-photo/kebaktian-akhir-tahun-2024</a></p> Sinergisitas dalam Pelayanan 2025-01-10T17:22:14+07:00 2025-01-10T17:22:14+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/sinergisitas-dalam-pelayanan Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/3/Kebaktian_Emeritasi_Pdt_Andreas_Loanka_44.jpg" alt="" width="5317" height="3545" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Senin, 6 Januari 2025, masih dalam suasana tahun baru, GKI Gading Serpong melalui satu hari bersejarah lagi, dengan digelarnya kebaktian emeritasi Pdt. Andreas Loanka, pendeta sulung yang sudah mendampinginya sejak tahun 2002, ketika statusnya masih berupa bakal jemaat. Acara dilaksanakan pada pukul 18.00 di aula lantai 6 SMAK Penabur Gading Serpong, Jl. Kelapa Gading Barat, Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.</p> <p style="text-align: justify;">Antusiasme jemaat untuk menghadiri hari besar dalam kehidupan pendeta yang mereka sayangi ini sangat terasa. Tak kurang dari 871 jemaat dan undangan menghadiri acara ini. Di pintu belakang aula disediakan meja penyambutan, tempat para hadirin dapat menuliskan nama di buku tamu. Disediakan pula kotak untuk memasukkan amplop tanda kasih untuk keluarga Pdt. Andreas Loanka di sebelah kiri, dan kotak persembahan untuk GKI Gading Serpong di sebelah kanan meja. Kepada hadirin diberikan buku <em>Sinergisitas dalam Pelayanan</em>, karya Pdt. Andreas Loanka, sebagai buah tangan.</p> <p style="text-align: justify;">Acara dibuka dengan persembahan pujian adik-adik dari PSA. Sanctus GKI Gading Serpong yang membawakan lagu “<em>My Tribute</em>”. Ibadah diiringi oleh Frankie Legawa dan Malily sebagai pemusik, dan paduan suara gabungan sebagai kantoria. Lagu KJ 3, “Kami Puji dengan Riang” bergema, mengiringi prosesi masuk para pendeta, baik yang berasal dari GKI Gading Serpong maupun yang diundang, serta para penatua.</p> <p style="text-align: justify;">Setelah votum dan salam, PS. Proskuneo dalam formasi yang sangat lengkap, membawakan pujian “Persaudaraan yang Rukun”. Untuk acara istimewa ini, sebagian anggotanya yang sudah tidak aktif, khusus menyediakan hadir untuk melayani. Demikianlah mereka melayani bersama-sama, baik yang masih muda maupun yang sudah sepuh, sesuai dengan semangat lagu yang mereka naikkan.</p> <p style="text-align: justify;">Firman Tuhan dilayankan oleh Pdt. Suhud Setyo Wardono, Sekretaris Umum Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GKI, diambil dari 1Kor. 3:6-9,</p> <p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">“Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang menumbuhkan. Karena itu, yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang menumbuhkan. Baik yang menanam maupun yang menyiram sama pentingnya, dan masing-masing akan menerima upahnya sesuai dengan pekerjaannya sendiri. Sebab, kami adalah kawan sekerja untuk Allah. Kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah.”</p> <p style="text-align: justify;">Sebelum memulai khotbahnya, Pdt. Suhud memperlihatkan sebuah<em> slide</em> yang satu sisinya menunjukkan atlet Michael Phelps, yang berhasil mengumpulkan 28 medali olimpiade. Prestasi gemilangnya mengangkat namanya sendiri maupun negaranya. Sebagai seorang pendeta, jika pelayananannya hebat, siapakah yang dimuliakan?</p> <p style="text-align: justify;">Sisi lain dari <em>slide</em> tersebut menunjukkan gambar Danau Toba. Semasa muda, Pdt. Andreas Loanka adalah seorang perenang andal. Walaupun belum menjadi atlet profesional, ia pernah mengikuti lomba menyeberangi Danau Toba, dari Pulau Samosir hingga Parapat. Memang, ia tidak memenangi lomba tersebut, bahkan gagal mencapai garis<em> finish,</em> tetapi sesungguhnya saat itu ia sudah hampir menjadi juara, jika tidak ada ombak besar yang menghalanginya. Namun, itulah jalan yang Tuhan gunakan untuk membelokkan arah hidupnya, hingga dapat menerima Tuhan Yesus dan dipanggil menjadi hamba Tuhan.</p> <p style="text-align: justify;">Tema yang diambil untuk ibadah emeritasi ini adalah “Sinergisitas dalam Pelayanan”, yang tercermin dalam lagu-lagu yang dinaikkan sepanjang ibadah. Dalam khotbahnya, Pdt. Suhud mengingatkan tiga hal. <em>Pertama</em>, Tuhanlah sumber dan tujuan pelayanan kita. Jika pelayanan yang dikerjakan sukses, bukan diri pendetanya yang dimuliakan, melainkan Tuhan dan gereja-Nya. <em>Kedua,</em> kita patut berbahagia menjadi kawan sekerja Allah. Profesi pendeta tidak mengenal jam kantor. Setiap hari, selama 24 jam, ia harus siap dihubungi oleh jemaat, mendampingi mereka dalam situasi yang tidak mengenakkan. Dalam segala keterbatasannya, para pendeta berusaha memberikan yang terbaik, bukan demi upah, melainkan sebagai ungkapan syukur, karena Allah telah terlebih dahulu memberi. Sesungguhnya, Tuhan sudah menyediakan upahnya (Mat. 10:42). Sekecil apa pun pelayanan itu, Tuhan memperhitungkannya. <em>Ketiga</em>, kita perlu menghidupi semangat persaudaraan dalam pelayanan. Kita adalah keluarga, saudara dalam iman. Jika ini benar-benar dihidupi, gereja akan menjadi hidup, disukai semua orang. Iblis tidak menyukai hal ini, dan berusaha memecah gereja Tuhan. Sering kali perpecahan terjadi karena hal-hal kecil. Marilah kita melepaskan ego, dan belajar rendah hati. Daripada memelihara sakit hati, Tuhan Yesus mengajar kita untuk mengampuni. Dalam keluarga, walaupun ada pertengkaran, pada akhirnya selalu ada perdamaian. Apa yang sudah dikerjakan Pdt. Andreas Loanka akan terus dilanjutkan. GKI Gading Serpong memiliki potensi yang besar, kiranya dapat menjadi berkat bagi gereja-gereja lain dan masyarakat sekitarnya.</p> <p style="text-align: justify;">Paduan Suara Yayasan Komunikasi Bersama (YKB) kemudian mempersembahkan pujian berjudul “Jadilah Sahabat”, mengajak kita semua untuk menjadi tangan Allah yang merangkul semua orang, tanpa membedakan. Di antara sekian banyak pengalaman pelayanannya, Pdt. Andreas Loanka pernah melayani sebagai pengurus YKB, dan dari situlah ia belajar melayani dalam bidang tulis-menulis.</p> <p style="text-align: justify;">Paduan Suara Nafiri GKI Gading Serpong menaikkan pujian “Bercahayalah”, seolah hendak menyampaikan harapan agar Pdt. Andreas dapat terus bercahaya, membawa terang Allah. Pdt. Suhud kemudian membacakan pengantar pelayanan emeritasi. Setelah emeritasi, Pdt. Andreas akan dibebaskan dari semua jabatan dan fungsi struktural pelayanan GKI, mulai dari majelis jemaat, majelis klasis, majelis sinode wilayah, dan majelis sinode, tetapi tidak berarti ia berhenti melayani sebagai pendeta. Bahkan, sebagai pendeta emeritus, ia akan diberdayakan dalam pelayanan GKI, sesuai dengan kondisi, kemampuannya, serta kebutuhan yang ada di jemaat, klasis, sinode wilayah, dan sinode.</p> <p style="text-align: justify;">Pdt. Andreas Loanka diundang bangkit berdiri, untuk menerima pernyataan emeritasi yang dilayankan Pdt. Suhud. Kemudian, Pdt. Edwin Nugraha Tjandraputra, mewakili BPMS GKI, menyerahkan piagam emeritasi kepada Pdt. Em. Andreas Loanka serta perwakilan dari Majelis Jemaat GKI Gading Serpong, BPMS GKI, BPMK GKI Klasis Banten, dan BPMSW GKI SW Jabar. Kemudian, PS. Ekklesia GKI Gading Serpong menaikkan pujian “<em>Grace Alone</em>”, diiringi oleh Ensemble Genesis GKI Gading Serpong.</p> <p style="text-align: justify;">Setelah ibadah berakhir, Finy Patricia naik ke atas panggung untuk memandu acara selanjutnya. Di layar ditayangkan video tentang perjalanan hidup Pdt. Em. Andreas Loanka secara lengkap, antara lain tentang latar belakang keluarganya yang non-Kristen serta hobinya melakukan olahraga air. Saat SMP, ia baru ke gereja, yaitu ke Gereja Kristen Kalam Kudus Pematangsiantar. Di sana, ia berkesempatan melayani di paduan suara, menjadi guru sekolah Minggu, ketua komisi remaja, dan ketua komisi pemuda. Di sana pula ia bertemu dengan Philia Mustika, yang dinikahinya pada tahun 1992. Kepada mereka, Tuhan mengaruniakan tiga anak, yaitu Samuel Loanka, Citra Christy Loanka, dan Alpheus Theophilus Loanka. Dalam pelayanannya, Andreas diperlengkapi di SAAT Malang (S1), STTRII (S2), dan STT Jakarta (S3). Ia sempat melayani di GKJ Kartini, di Pos PI Muara Karang dan Komisi Pemuda Kartini, serta menjadi penerjemah khotbah dari Bahasa Mandarin dan Bahasa Hakka ke Bahasa Indonesia. Andreas telah melayani sebagai pendeta selama 25 tahun, setelah ditahbiskan di GKI Pinangsia pada tahun 2000. Pada tahun 2002, ia diteguhkan untuk melayani di Gading Serpong, di Bajem GKI Perniagaan, dan diteguhkan ulang pada 26 Januari 2004, ketika Bajem Gading Serpong GKI Perniagaan dilembagakan menjadi GKI Gading Serpong.</p> <p style="text-align: justify;">Pdt. Em. Andreas Loanka bersyukur, menjelang ulang tahun ke-20 GKI Gading Serpong, Tuhan menghadiahkan PBG (Persetujuan Bangunan Gedung), untuk membangun gedung gereja GKI Gading Serpong, yang sudah begitu lama didoakan, diusahakan, dan dinantikan. Ia juga mensyukuri, Tuhan telah mengaruniakan pendeta-pendeta baru yang akan melayani bersamanya dan Pdt. Santoni Ong di GKI Gading Serpong, yaitu Pdt. Erma Primastuti Kristiyono, Pdt. Devina Erlin Minerva, Pdt. Danny Purnama, dan Pdt. Pramudya Hidayat.</p> <p style="text-align: justify;">Disusul kemudian dengan video kesan dan pesan dari rekan-rekan pendeta dan pengerja GKI Gading Serpong, dengan memberikan kepanjangan huruf-huruf yang menyusun nama ANDREAS, yaitu:</p> <p style="text-align: justify;">Pdt. Santoni Ong : <strong>A</strong>nak Siantar, suka berenang, dan suka belajar.</p> <p style="text-align: justify;">Pdt. Danny Purnama : <strong>N</strong>ama pertamanya Lo Siaw Tjun.</p> <p style="text-align: justify;">Pdt. Pramudya Hidayat : <strong>D</strong>ermawan berbagi ilmu dan dermawan mentraktir saya.</p> <p style="text-align: justify;">Pdt. Erma Kristiyono : <strong>R</strong>amah dan rajin orangnya.</p> <p style="text-align: justify;">Pdt. Devina Minerva : <strong>E</strong>nergik orangnya.</p> <p style="text-align: justify;">Reni Yuliastuti :<strong> A</strong>nugerah Tuhan kiranya terus berlimpah.</p> <p style="text-align: justify;">Ratna Kartika : <strong>S</strong>emangat ya, pak!</p> <p style="text-align: justify;">Video kemudian ditutup dengan pesan dari Philip Saerang, kader pendeta GKI yang sedang magang di GKI Gading Serpong, “Selamat memasuki masa emeritasi, Pdt. Andreas Loanka. Terus berkarya bagi kemuliaan Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.” Tibalah waktunya mendengarkan kata sambutan. Finy Patricia membukanya dengan pantun, “Air jernih mengalir di sungai, menyentuh hati yang penuh riang. Bersyukur hati yang penuh damai, mengenang pendeta yang telah berjuang,” disambut tawa hadirin.</p> <p style="text-align: justify;">Kesempatan pertama diberikan kepada perwakilan BPMS GKI. Dalam sambutannya, Pdt. Edwin Nugraha Tjandraputra mengingatkan, keberhasilan pelayanan adalah hasil kerja sama semua pelayan, baik pendeta, penatua, aktivis, bahkan seluruh anggota jemaat. Pdt. Em. Andreas telah memberi keteladanan dalam membangun kebersamaan, demi satu tujuan, yaitu untuk memuliakan Tuhan dan melayani sesama. Mewakili BPMS GKI, ia mengucapkan, “Selamat memasuki masa emeritasi, bagi Pdt. Em. Andreas Loanka bersama keluarga. Tuhan Yesus senantiasa memberkati perjalanan hidup berikutnya, dengan sukacita, dengan damai, dan juga dengan kesehatan yang Tuhan terus nyatakan.” Ia juga berpesan agar sinergisitas di GKI Gading Serpong dapat terus dipertahankan, agar dapat menjadi gereja yang hidup, kuat, dan berbuah demi kemuliaan Tuhan. Ia pun mengakhiri sambutannya dengan pantun, “Buah mangga manis rasanya, segar dinikmati di sore cerah. Terima kasih Pdt. Andreas tercinta, teladanmu abadi menjadi berkat yang indah. Burung camar terbang di awan, hingga sejenak di atas dahan. Mari kita jaga sinergi pelayanan, demi kemuliaan Tuhan dan teguhnya iman!”</p> <p style="text-align: justify;">Sambutan kedua disampaikan oleh Alfian Djoko Setyono, ketua umum Majelis Jemaat GKI Gading Serpong. Belum sepatah kata pun diucapkan, sudah ada jemaat yang menimpali, “Cakep!” disambut tawa segenap hadirin, karena sudah mengenal kebiasaannya menyampaikan pantun dalam kata sambutan. Dalam sambutannya, ia mengatakan bahwa pelayanan di dalam gereja adalah karya bersama. Kita adalah tubuh Kristus yang masing-masing memiliki peran, tetapi saling melengkapi. Pdt. Andreas sudah meneladankan bagaimana mewujudkan sinergisitas dalam pelayanan. Pelayanan yang harmonis adalah kunci pertumbuhan gereja di GKI Gading Serpong, terlihat dalam kerja sama di antara kelima pendeta, dua pengerja, para aktivis di berbagai badan pelayanan, bahkan seluruh jemaat dan simpatisan. Di akhir sambutan, seperti biasa, ia pun menyisipkan pantun, “Sore hari duduk di teras, minum kopi campur alpukat. Terima kasih Pdt. Andreas, teruslah menjadi berkat!”</p> <p style="text-align: justify;">Pdt. Em. Andreas Loanka dan istrinya, Philia Mustika diundang maju ke depan, untuk menerima tanda kasih dari majelis dan jemaat GKI Gading Serpong, berupa lukisan karikatur Pdt. Em. Andreas Loanka di samping mimbar dan di depan gedung gereja yang sedang dibangun, serta sebuah buket bunga cantik berwarna merah dan putih.</p> <p style="text-align: justify;">Sambutan berikutnya dari Divisi Pendeta Emeritus GKI Sinwil Jawa Barat, yang dibawakan oleh Pdt. Ujang Tanusaputra. Jumlah pendeta emeritus GKI Sinwil Jawa Barat saat ini sudah berjumlah 77 orang, atau 107 orang, jika dihitung bersama keluarganya. Walaupun mendapat tambahan anggota baru hari ini, jumlah pendeta emeritus tidak berubah, karena pagi ini ada berita duka, Pdt. Em. Heryadi Atmasuyana dari GKI Sudirman Bandung dipanggil Tuhan. Setiap kali terjadi peristiwa emeritasi dalam jemaat, ada sukacita bagi yang bersangkutan, karena dibebaskan dari tugas-tugas struktural. Pendeta yang lebih muda maupun para calon pendeta pun bersiap menggantikan perannya. Semuanya dalam rangka sinergisitas, supaya terjadi regenerasi. Tak mau kalah dari yang lain, Pdt. Ujang pun mengakhiri sambutannya dengan sebuah pantun, “Kucing kurus giginya ompong, terkena hujan deras, basah semua. Pendeta emeritus GKI Gading Serpong, Boksu Andreas, itu namanya. Kucing kurus berkaki empat, berlari cepat mencari sarangnya. Meskipun emeritus, tetap semangat, menjadi berkat selamanya!”</p> <p style="text-align: justify;">Terakhir, Pdt. Em. Andreas Loanka dipersilakan menyampaikan kesan-pesannya. Setelah mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia dan semua orang yang telah turut ambil bagian dalam penyelenggaraan acara hari ini, para tamu undangan, dan seluruh jemaat yang hadir, ia menyampaikan, bahwa ia bisa melayani karena peran banyak orang, karena anugerah Tuhan. Dalam seluruh pengalaman pelayanannya, ia pun dibentuk dan diperlengkapi di dalamnya, agar dapat menjadi hamba yang dapat dipakai Tuhan. Setelah memasuki masa emeritus, ia rindu untuk fokus melayani di gereja-gereja kecil, atau gereja-gereja yang mengalami kemandekan pertumbuhan, supaya dapat bersama-sama membantu membangkitkan kembali pertumbuhannya. GKI Gading Serpong adalah gereja yang luar biasa. Ia merindukan pemuda-pemudi GKI, khususnya GKI Gading Serpong terbangunkan semangatnya, dan dapat berkembang secara kualitas maupun kuantitas. “Kita harus dapat memahami kondisi para pemuda saat ini, dan melayani para pemuda seturut dengan keberadaan mereka, bukan sesuai kemauan kita,” demikian ujarnya. Di luar dugaan, Pdt. Em. Andreas Loanka juga menutup kesan-pesannya dengan sebuah pantun, “Surya pagi ada hangatnya, suasana senja ada indahnya, semua karunia Allah Pencipta. Setiap orang ada masanya, setiap masa ada orangnya, soli Deo Gloria! Acara pun ditutup dengan foto bersama dan pembagian konsumsi yang telah dipersiapkan.</p> <p>{gallery}3{/gallery}</p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/3/Kebaktian_Emeritasi_Pdt_Andreas_Loanka_44.jpg" alt="" width="5317" height="3545" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Senin, 6 Januari 2025, masih dalam suasana tahun baru, GKI Gading Serpong melalui satu hari bersejarah lagi, dengan digelarnya kebaktian emeritasi Pdt. Andreas Loanka, pendeta sulung yang sudah mendampinginya sejak tahun 2002, ketika statusnya masih berupa bakal jemaat. Acara dilaksanakan pada pukul 18.00 di aula lantai 6 SMAK Penabur Gading Serpong, Jl. Kelapa Gading Barat, Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.</p> <p style="text-align: justify;">Antusiasme jemaat untuk menghadiri hari besar dalam kehidupan pendeta yang mereka sayangi ini sangat terasa. Tak kurang dari 871 jemaat dan undangan menghadiri acara ini. Di pintu belakang aula disediakan meja penyambutan, tempat para hadirin dapat menuliskan nama di buku tamu. Disediakan pula kotak untuk memasukkan amplop tanda kasih untuk keluarga Pdt. Andreas Loanka di sebelah kiri, dan kotak persembahan untuk GKI Gading Serpong di sebelah kanan meja. Kepada hadirin diberikan buku <em>Sinergisitas dalam Pelayanan</em>, karya Pdt. Andreas Loanka, sebagai buah tangan.</p> <p style="text-align: justify;">Acara dibuka dengan persembahan pujian adik-adik dari PSA. Sanctus GKI Gading Serpong yang membawakan lagu “<em>My Tribute</em>”. Ibadah diiringi oleh Frankie Legawa dan Malily sebagai pemusik, dan paduan suara gabungan sebagai kantoria. Lagu KJ 3, “Kami Puji dengan Riang” bergema, mengiringi prosesi masuk para pendeta, baik yang berasal dari GKI Gading Serpong maupun yang diundang, serta para penatua.</p> <p style="text-align: justify;">Setelah votum dan salam, PS. Proskuneo dalam formasi yang sangat lengkap, membawakan pujian “Persaudaraan yang Rukun”. Untuk acara istimewa ini, sebagian anggotanya yang sudah tidak aktif, khusus menyediakan hadir untuk melayani. Demikianlah mereka melayani bersama-sama, baik yang masih muda maupun yang sudah sepuh, sesuai dengan semangat lagu yang mereka naikkan.</p> <p style="text-align: justify;">Firman Tuhan dilayankan oleh Pdt. Suhud Setyo Wardono, Sekretaris Umum Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GKI, diambil dari 1Kor. 3:6-9,</p> <p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">“Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang menumbuhkan. Karena itu, yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang menumbuhkan. Baik yang menanam maupun yang menyiram sama pentingnya, dan masing-masing akan menerima upahnya sesuai dengan pekerjaannya sendiri. Sebab, kami adalah kawan sekerja untuk Allah. Kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah.”</p> <p style="text-align: justify;">Sebelum memulai khotbahnya, Pdt. Suhud memperlihatkan sebuah<em> slide</em> yang satu sisinya menunjukkan atlet Michael Phelps, yang berhasil mengumpulkan 28 medali olimpiade. Prestasi gemilangnya mengangkat namanya sendiri maupun negaranya. Sebagai seorang pendeta, jika pelayananannya hebat, siapakah yang dimuliakan?</p> <p style="text-align: justify;">Sisi lain dari <em>slide</em> tersebut menunjukkan gambar Danau Toba. Semasa muda, Pdt. Andreas Loanka adalah seorang perenang andal. Walaupun belum menjadi atlet profesional, ia pernah mengikuti lomba menyeberangi Danau Toba, dari Pulau Samosir hingga Parapat. Memang, ia tidak memenangi lomba tersebut, bahkan gagal mencapai garis<em> finish,</em> tetapi sesungguhnya saat itu ia sudah hampir menjadi juara, jika tidak ada ombak besar yang menghalanginya. Namun, itulah jalan yang Tuhan gunakan untuk membelokkan arah hidupnya, hingga dapat menerima Tuhan Yesus dan dipanggil menjadi hamba Tuhan.</p> <p style="text-align: justify;">Tema yang diambil untuk ibadah emeritasi ini adalah “Sinergisitas dalam Pelayanan”, yang tercermin dalam lagu-lagu yang dinaikkan sepanjang ibadah. Dalam khotbahnya, Pdt. Suhud mengingatkan tiga hal. <em>Pertama</em>, Tuhanlah sumber dan tujuan pelayanan kita. Jika pelayanan yang dikerjakan sukses, bukan diri pendetanya yang dimuliakan, melainkan Tuhan dan gereja-Nya. <em>Kedua,</em> kita patut berbahagia menjadi kawan sekerja Allah. Profesi pendeta tidak mengenal jam kantor. Setiap hari, selama 24 jam, ia harus siap dihubungi oleh jemaat, mendampingi mereka dalam situasi yang tidak mengenakkan. Dalam segala keterbatasannya, para pendeta berusaha memberikan yang terbaik, bukan demi upah, melainkan sebagai ungkapan syukur, karena Allah telah terlebih dahulu memberi. Sesungguhnya, Tuhan sudah menyediakan upahnya (Mat. 10:42). Sekecil apa pun pelayanan itu, Tuhan memperhitungkannya. <em>Ketiga</em>, kita perlu menghidupi semangat persaudaraan dalam pelayanan. Kita adalah keluarga, saudara dalam iman. Jika ini benar-benar dihidupi, gereja akan menjadi hidup, disukai semua orang. Iblis tidak menyukai hal ini, dan berusaha memecah gereja Tuhan. Sering kali perpecahan terjadi karena hal-hal kecil. Marilah kita melepaskan ego, dan belajar rendah hati. Daripada memelihara sakit hati, Tuhan Yesus mengajar kita untuk mengampuni. Dalam keluarga, walaupun ada pertengkaran, pada akhirnya selalu ada perdamaian. Apa yang sudah dikerjakan Pdt. Andreas Loanka akan terus dilanjutkan. GKI Gading Serpong memiliki potensi yang besar, kiranya dapat menjadi berkat bagi gereja-gereja lain dan masyarakat sekitarnya.</p> <p style="text-align: justify;">Paduan Suara Yayasan Komunikasi Bersama (YKB) kemudian mempersembahkan pujian berjudul “Jadilah Sahabat”, mengajak kita semua untuk menjadi tangan Allah yang merangkul semua orang, tanpa membedakan. Di antara sekian banyak pengalaman pelayanannya, Pdt. Andreas Loanka pernah melayani sebagai pengurus YKB, dan dari situlah ia belajar melayani dalam bidang tulis-menulis.</p> <p style="text-align: justify;">Paduan Suara Nafiri GKI Gading Serpong menaikkan pujian “Bercahayalah”, seolah hendak menyampaikan harapan agar Pdt. Andreas dapat terus bercahaya, membawa terang Allah. Pdt. Suhud kemudian membacakan pengantar pelayanan emeritasi. Setelah emeritasi, Pdt. Andreas akan dibebaskan dari semua jabatan dan fungsi struktural pelayanan GKI, mulai dari majelis jemaat, majelis klasis, majelis sinode wilayah, dan majelis sinode, tetapi tidak berarti ia berhenti melayani sebagai pendeta. Bahkan, sebagai pendeta emeritus, ia akan diberdayakan dalam pelayanan GKI, sesuai dengan kondisi, kemampuannya, serta kebutuhan yang ada di jemaat, klasis, sinode wilayah, dan sinode.</p> <p style="text-align: justify;">Pdt. Andreas Loanka diundang bangkit berdiri, untuk menerima pernyataan emeritasi yang dilayankan Pdt. Suhud. Kemudian, Pdt. Edwin Nugraha Tjandraputra, mewakili BPMS GKI, menyerahkan piagam emeritasi kepada Pdt. Em. Andreas Loanka serta perwakilan dari Majelis Jemaat GKI Gading Serpong, BPMS GKI, BPMK GKI Klasis Banten, dan BPMSW GKI SW Jabar. Kemudian, PS. Ekklesia GKI Gading Serpong menaikkan pujian “<em>Grace Alone</em>”, diiringi oleh Ensemble Genesis GKI Gading Serpong.</p> <p style="text-align: justify;">Setelah ibadah berakhir, Finy Patricia naik ke atas panggung untuk memandu acara selanjutnya. Di layar ditayangkan video tentang perjalanan hidup Pdt. Em. Andreas Loanka secara lengkap, antara lain tentang latar belakang keluarganya yang non-Kristen serta hobinya melakukan olahraga air. Saat SMP, ia baru ke gereja, yaitu ke Gereja Kristen Kalam Kudus Pematangsiantar. Di sana, ia berkesempatan melayani di paduan suara, menjadi guru sekolah Minggu, ketua komisi remaja, dan ketua komisi pemuda. Di sana pula ia bertemu dengan Philia Mustika, yang dinikahinya pada tahun 1992. Kepada mereka, Tuhan mengaruniakan tiga anak, yaitu Samuel Loanka, Citra Christy Loanka, dan Alpheus Theophilus Loanka. Dalam pelayanannya, Andreas diperlengkapi di SAAT Malang (S1), STTRII (S2), dan STT Jakarta (S3). Ia sempat melayani di GKJ Kartini, di Pos PI Muara Karang dan Komisi Pemuda Kartini, serta menjadi penerjemah khotbah dari Bahasa Mandarin dan Bahasa Hakka ke Bahasa Indonesia. Andreas telah melayani sebagai pendeta selama 25 tahun, setelah ditahbiskan di GKI Pinangsia pada tahun 2000. Pada tahun 2002, ia diteguhkan untuk melayani di Gading Serpong, di Bajem GKI Perniagaan, dan diteguhkan ulang pada 26 Januari 2004, ketika Bajem Gading Serpong GKI Perniagaan dilembagakan menjadi GKI Gading Serpong.</p> <p style="text-align: justify;">Pdt. Em. Andreas Loanka bersyukur, menjelang ulang tahun ke-20 GKI Gading Serpong, Tuhan menghadiahkan PBG (Persetujuan Bangunan Gedung), untuk membangun gedung gereja GKI Gading Serpong, yang sudah begitu lama didoakan, diusahakan, dan dinantikan. Ia juga mensyukuri, Tuhan telah mengaruniakan pendeta-pendeta baru yang akan melayani bersamanya dan Pdt. Santoni Ong di GKI Gading Serpong, yaitu Pdt. Erma Primastuti Kristiyono, Pdt. Devina Erlin Minerva, Pdt. Danny Purnama, dan Pdt. Pramudya Hidayat.</p> <p style="text-align: justify;">Disusul kemudian dengan video kesan dan pesan dari rekan-rekan pendeta dan pengerja GKI Gading Serpong, dengan memberikan kepanjangan huruf-huruf yang menyusun nama ANDREAS, yaitu:</p> <p style="text-align: justify;">Pdt. Santoni Ong : <strong>A</strong>nak Siantar, suka berenang, dan suka belajar.</p> <p style="text-align: justify;">Pdt. Danny Purnama : <strong>N</strong>ama pertamanya Lo Siaw Tjun.</p> <p style="text-align: justify;">Pdt. Pramudya Hidayat : <strong>D</strong>ermawan berbagi ilmu dan dermawan mentraktir saya.</p> <p style="text-align: justify;">Pdt. Erma Kristiyono : <strong>R</strong>amah dan rajin orangnya.</p> <p style="text-align: justify;">Pdt. Devina Minerva : <strong>E</strong>nergik orangnya.</p> <p style="text-align: justify;">Reni Yuliastuti :<strong> A</strong>nugerah Tuhan kiranya terus berlimpah.</p> <p style="text-align: justify;">Ratna Kartika : <strong>S</strong>emangat ya, pak!</p> <p style="text-align: justify;">Video kemudian ditutup dengan pesan dari Philip Saerang, kader pendeta GKI yang sedang magang di GKI Gading Serpong, “Selamat memasuki masa emeritasi, Pdt. Andreas Loanka. Terus berkarya bagi kemuliaan Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.” Tibalah waktunya mendengarkan kata sambutan. Finy Patricia membukanya dengan pantun, “Air jernih mengalir di sungai, menyentuh hati yang penuh riang. Bersyukur hati yang penuh damai, mengenang pendeta yang telah berjuang,” disambut tawa hadirin.</p> <p style="text-align: justify;">Kesempatan pertama diberikan kepada perwakilan BPMS GKI. Dalam sambutannya, Pdt. Edwin Nugraha Tjandraputra mengingatkan, keberhasilan pelayanan adalah hasil kerja sama semua pelayan, baik pendeta, penatua, aktivis, bahkan seluruh anggota jemaat. Pdt. Em. Andreas telah memberi keteladanan dalam membangun kebersamaan, demi satu tujuan, yaitu untuk memuliakan Tuhan dan melayani sesama. Mewakili BPMS GKI, ia mengucapkan, “Selamat memasuki masa emeritasi, bagi Pdt. Em. Andreas Loanka bersama keluarga. Tuhan Yesus senantiasa memberkati perjalanan hidup berikutnya, dengan sukacita, dengan damai, dan juga dengan kesehatan yang Tuhan terus nyatakan.” Ia juga berpesan agar sinergisitas di GKI Gading Serpong dapat terus dipertahankan, agar dapat menjadi gereja yang hidup, kuat, dan berbuah demi kemuliaan Tuhan. Ia pun mengakhiri sambutannya dengan pantun, “Buah mangga manis rasanya, segar dinikmati di sore cerah. Terima kasih Pdt. Andreas tercinta, teladanmu abadi menjadi berkat yang indah. Burung camar terbang di awan, hingga sejenak di atas dahan. Mari kita jaga sinergi pelayanan, demi kemuliaan Tuhan dan teguhnya iman!”</p> <p style="text-align: justify;">Sambutan kedua disampaikan oleh Alfian Djoko Setyono, ketua umum Majelis Jemaat GKI Gading Serpong. Belum sepatah kata pun diucapkan, sudah ada jemaat yang menimpali, “Cakep!” disambut tawa segenap hadirin, karena sudah mengenal kebiasaannya menyampaikan pantun dalam kata sambutan. Dalam sambutannya, ia mengatakan bahwa pelayanan di dalam gereja adalah karya bersama. Kita adalah tubuh Kristus yang masing-masing memiliki peran, tetapi saling melengkapi. Pdt. Andreas sudah meneladankan bagaimana mewujudkan sinergisitas dalam pelayanan. Pelayanan yang harmonis adalah kunci pertumbuhan gereja di GKI Gading Serpong, terlihat dalam kerja sama di antara kelima pendeta, dua pengerja, para aktivis di berbagai badan pelayanan, bahkan seluruh jemaat dan simpatisan. Di akhir sambutan, seperti biasa, ia pun menyisipkan pantun, “Sore hari duduk di teras, minum kopi campur alpukat. Terima kasih Pdt. Andreas, teruslah menjadi berkat!”</p> <p style="text-align: justify;">Pdt. Em. Andreas Loanka dan istrinya, Philia Mustika diundang maju ke depan, untuk menerima tanda kasih dari majelis dan jemaat GKI Gading Serpong, berupa lukisan karikatur Pdt. Em. Andreas Loanka di samping mimbar dan di depan gedung gereja yang sedang dibangun, serta sebuah buket bunga cantik berwarna merah dan putih.</p> <p style="text-align: justify;">Sambutan berikutnya dari Divisi Pendeta Emeritus GKI Sinwil Jawa Barat, yang dibawakan oleh Pdt. Ujang Tanusaputra. Jumlah pendeta emeritus GKI Sinwil Jawa Barat saat ini sudah berjumlah 77 orang, atau 107 orang, jika dihitung bersama keluarganya. Walaupun mendapat tambahan anggota baru hari ini, jumlah pendeta emeritus tidak berubah, karena pagi ini ada berita duka, Pdt. Em. Heryadi Atmasuyana dari GKI Sudirman Bandung dipanggil Tuhan. Setiap kali terjadi peristiwa emeritasi dalam jemaat, ada sukacita bagi yang bersangkutan, karena dibebaskan dari tugas-tugas struktural. Pendeta yang lebih muda maupun para calon pendeta pun bersiap menggantikan perannya. Semuanya dalam rangka sinergisitas, supaya terjadi regenerasi. Tak mau kalah dari yang lain, Pdt. Ujang pun mengakhiri sambutannya dengan sebuah pantun, “Kucing kurus giginya ompong, terkena hujan deras, basah semua. Pendeta emeritus GKI Gading Serpong, Boksu Andreas, itu namanya. Kucing kurus berkaki empat, berlari cepat mencari sarangnya. Meskipun emeritus, tetap semangat, menjadi berkat selamanya!”</p> <p style="text-align: justify;">Terakhir, Pdt. Em. Andreas Loanka dipersilakan menyampaikan kesan-pesannya. Setelah mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia dan semua orang yang telah turut ambil bagian dalam penyelenggaraan acara hari ini, para tamu undangan, dan seluruh jemaat yang hadir, ia menyampaikan, bahwa ia bisa melayani karena peran banyak orang, karena anugerah Tuhan. Dalam seluruh pengalaman pelayanannya, ia pun dibentuk dan diperlengkapi di dalamnya, agar dapat menjadi hamba yang dapat dipakai Tuhan. Setelah memasuki masa emeritus, ia rindu untuk fokus melayani di gereja-gereja kecil, atau gereja-gereja yang mengalami kemandekan pertumbuhan, supaya dapat bersama-sama membantu membangkitkan kembali pertumbuhannya. GKI Gading Serpong adalah gereja yang luar biasa. Ia merindukan pemuda-pemudi GKI, khususnya GKI Gading Serpong terbangunkan semangatnya, dan dapat berkembang secara kualitas maupun kuantitas. “Kita harus dapat memahami kondisi para pemuda saat ini, dan melayani para pemuda seturut dengan keberadaan mereka, bukan sesuai kemauan kita,” demikian ujarnya. Di luar dugaan, Pdt. Em. Andreas Loanka juga menutup kesan-pesannya dengan sebuah pantun, “Surya pagi ada hangatnya, suasana senja ada indahnya, semua karunia Allah Pencipta. Setiap orang ada masanya, setiap masa ada orangnya, soli Deo Gloria! Acara pun ditutup dengan foto bersama dan pembagian konsumsi yang telah dipersiapkan.</p> <p>{gallery}3{/gallery}</p> Liputan Malam Natal: Ketika Gelisah Luruh Bersama Natal 2025-01-01T18:16:33+07:00 2025-01-01T18:16:33+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/liputan-malam-natal-ketika-gelisah-luruh-bersama-natal Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/cm/Picture5.jpg" alt="" width="624" height="353" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Kidung pujian menggema di Aula Gedung SMAK Penabur Lantai 6, Jl. Kelapa Gading Barat, Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, saat GKI Gading Serpong mengadakan tiga kali kebaktian malam Natal, pada 24 Desember 2024, pukul 15.00, 18.00, dan 21.00. Tema “Raja Damai Lahir di Tengah Kegelisahan” menjadi pengingat penuh makna bagi lebih dari seribu jemaat yang hadir. Damai sejati senantiasa hadir bersama kelahiran Yesus Kristus, kisah tentang kedamaian, kerukunan, kesederhanaan, dan kasih, yang hadir di tengah dunia yang penuh kegelisahan dan kekacauan.</p> <p style="text-align: justify;">Sejak petang, halaman gereja mulai dipadati jemaat, baik yang datang sendiri maupun yang datang bersama keluarga. Setiap wajah dipenuhi sukacita, berpadu dengan kehangatan suasana Natal. Puluhan kotak kayu berhias lampu disusun menyerupai pohon Natal, menghiasi sudut ruangan gereja. Alunan instrumen lagu-lagu Natal mengiringi langkah jemaat memasuki aula. Lilin-lilin kecil dibagikan, untuk menerangi setiap senyum jemaat yang datang dengan hati penuh sukacita.</p> <p style="text-align: justify;">Kisah Kaisar Agustus menjadi pembuka khotbah Pdt. Devina Erlin Minerva. Dikisahkan, kaisar tersiksa karena tidak bisa tidur nyenyak saat memimpin Romawi, padahal ia memiliki segalanya. Ia bahkan berniat membeli tempat tidur seorang pedagang yang memiliki banyak utang dan masalah, tetapi tetap dapat tidur nyenyak setiap hari. Namun, ternyata tempat tidur bukanlah obatnya, melainkan hati yang damai sejahtera. Mengapa kita khawatir atau gelisah? Itulah yang terjadi dalam Yesaya 9:1-6, ketika umat Israel sedang berada di titik terendah. Yesaya menjanjikan akan ada terang besar, yang akan membebaskan mereka dari kegelapan.</p> <p style="text-align: justify;">Pendeta juga mengajak jemaat membayangkan masa depan yang tampaknya gelap, kelam tanpa cahaya sedikit pun. Kita memimpikan sosok pembebas atau pahlawan yang akan menyelamatkan kita semua. Apakah seperti <em>Avengers</em> atau pahlawan lain yang gagah dan berwibawa pada umumnya? Bangsa Israel menantikan sosok Mesias yang akan datang. Namun, ternyata yang datang bukanlah sosok pahlawan yang gagah. Yesaya mencatat, seorang anak telah lahir. Apa yang bisa dilakukan anak-anak? Namun, itulah yang dinubuatkan, sebagaimana yang tertulis, “Seorang anak telah lahir untuk kita.” Karena Allah tahu, anak itulah yang akan menyelamatkan dunia.</p> <p style="text-align: justify;">Anak menjadi simbol pengharapan. Allah ingin mengatakan, ada masa depan dan pengharapan. Ia mengajak jemaat agar selalu hidup mementingkan masa depan. Masa depan anak cucu, gereja, dan bangsa kita. Tanamlah yang baik, agar kita menuai yang baik. Kelemahlembutan bukan berarti lemah, rela berkorban bukan berarti rela menjadi korban.</p> <p style="text-align: justify;">Di akhir khotbah, Pdt. Devina mengajak jemaat mengingat tiga hal untuk dipahami dan dilaksanakan.<em> Pertama,</em> meskipun kita hidup dalam situasi yang sulit, hendaknya kita senantiasa membawa damai Kristus dalam keluarga. Meskipun emosi hadir, jarak terbentang, konflik belum selesai, ingat dan teruslah belajar dari Yesus, Sang Pembawa Damai. <em>Kedua,</em> Pdt. Devina juga mengajak jemaat untuk membawa damai di tengah komunitas, di mana pun jemaat berada. Natal adalah saat yang tepat untuk membawa damai Kristus. <em>Yang terakhir,</em> janganlah ini hanya menjadi ritual tahunan. Setiap hari adalah kesempatan membawa damai. Jangan selalu gelisah karena persoalan duniawi, tetapi mari kita menyambut Dia dengan sukacita, agar damai-Nya mengalir di dunia yang sangat membutuhkan.</p> <p style="text-align: justify;">Lagu “Raja Damai Lahir”, yang merupakan lagu tema masa raya Natal GKI SW Jabar 2024 menjadi penutup khotbah. Persembahan palungan tahun ini dipersembahkan untuk pembangunan gedung gereja GKI Gading Serpong. Jemaat, anak kecil hingga dewasa, bergantian membawa persembahan mereka dengan gembira menuju palungan, dengan diiringi lagu “Kandang Domba Itu Rumah-Nya”. Tidak ada yang merasa terbebani, karena semua memahami, makna Natal terletak pada hati yang tulus memberi. Bukankah Yesus lahir dalam kesederhanaan? Ia mengajarkan kita, cinta tidak diukur dari besar kecilnya pemberian, tetapi dari hati yang penuh kasih. Di malam Natal, palungan bukan hanya simbol kelahiran Yesus, tetapi pengingat bahwa cinta sejati ditemukan dalam memberi, tanpa pamrih, dan dengan sepenuh hati.</p> <p style="text-align: justify;">Sesaat sebelum ibadah berakhir, lagu “Malam Kudus” dinyanyikan bersama-sama. Pdt. Devina menyalakan lilin Natal dari atas mimbar, kemudian turun menghampiri para pendeta yang duduk di barisan depan, yang telah siap dengan lilin mereka. Pdt. Andreas Loanka, Pdt. Danny Purnama, Pdt. Santoni, Pdt. Pramudya Hidayat, dan Pdt. Erma Kristiyono secara bergantian menerima api lilin, dan meneruskannya kepada jemaat.</p> <p style="text-align: justify;">Malam semakin larut. Jemaat meninggalkan gereja dengan wajah damai, penuh sukacita dan harapan. Malam Natal kali ini mengingatkan kita, di tengah kegelisahan dunia ada harapan yang tidak pernah padam, ada damai yang selalu hadir, yang datang dari Yesus Kristus. Semoga kita semua bisa membawa damai itu dalam kehidupan sehari-hari, menjadikannya bukan hanya sebuah perayaan, tetapi sebuah panggilan, menjadi pembawa damai di dunia ini. Tuhan Yesus memberkati.</p> <p style="text-align: justify;">*Penulis adalah anggota GKI Gading Serpong.</p> <p>{gallery}cm{/gallery}</p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/cm/Picture5.jpg" alt="" width="624" height="353" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Kidung pujian menggema di Aula Gedung SMAK Penabur Lantai 6, Jl. Kelapa Gading Barat, Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, saat GKI Gading Serpong mengadakan tiga kali kebaktian malam Natal, pada 24 Desember 2024, pukul 15.00, 18.00, dan 21.00. Tema “Raja Damai Lahir di Tengah Kegelisahan” menjadi pengingat penuh makna bagi lebih dari seribu jemaat yang hadir. Damai sejati senantiasa hadir bersama kelahiran Yesus Kristus, kisah tentang kedamaian, kerukunan, kesederhanaan, dan kasih, yang hadir di tengah dunia yang penuh kegelisahan dan kekacauan.</p> <p style="text-align: justify;">Sejak petang, halaman gereja mulai dipadati jemaat, baik yang datang sendiri maupun yang datang bersama keluarga. Setiap wajah dipenuhi sukacita, berpadu dengan kehangatan suasana Natal. Puluhan kotak kayu berhias lampu disusun menyerupai pohon Natal, menghiasi sudut ruangan gereja. Alunan instrumen lagu-lagu Natal mengiringi langkah jemaat memasuki aula. Lilin-lilin kecil dibagikan, untuk menerangi setiap senyum jemaat yang datang dengan hati penuh sukacita.</p> <p style="text-align: justify;">Kisah Kaisar Agustus menjadi pembuka khotbah Pdt. Devina Erlin Minerva. Dikisahkan, kaisar tersiksa karena tidak bisa tidur nyenyak saat memimpin Romawi, padahal ia memiliki segalanya. Ia bahkan berniat membeli tempat tidur seorang pedagang yang memiliki banyak utang dan masalah, tetapi tetap dapat tidur nyenyak setiap hari. Namun, ternyata tempat tidur bukanlah obatnya, melainkan hati yang damai sejahtera. Mengapa kita khawatir atau gelisah? Itulah yang terjadi dalam Yesaya 9:1-6, ketika umat Israel sedang berada di titik terendah. Yesaya menjanjikan akan ada terang besar, yang akan membebaskan mereka dari kegelapan.</p> <p style="text-align: justify;">Pendeta juga mengajak jemaat membayangkan masa depan yang tampaknya gelap, kelam tanpa cahaya sedikit pun. Kita memimpikan sosok pembebas atau pahlawan yang akan menyelamatkan kita semua. Apakah seperti <em>Avengers</em> atau pahlawan lain yang gagah dan berwibawa pada umumnya? Bangsa Israel menantikan sosok Mesias yang akan datang. Namun, ternyata yang datang bukanlah sosok pahlawan yang gagah. Yesaya mencatat, seorang anak telah lahir. Apa yang bisa dilakukan anak-anak? Namun, itulah yang dinubuatkan, sebagaimana yang tertulis, “Seorang anak telah lahir untuk kita.” Karena Allah tahu, anak itulah yang akan menyelamatkan dunia.</p> <p style="text-align: justify;">Anak menjadi simbol pengharapan. Allah ingin mengatakan, ada masa depan dan pengharapan. Ia mengajak jemaat agar selalu hidup mementingkan masa depan. Masa depan anak cucu, gereja, dan bangsa kita. Tanamlah yang baik, agar kita menuai yang baik. Kelemahlembutan bukan berarti lemah, rela berkorban bukan berarti rela menjadi korban.</p> <p style="text-align: justify;">Di akhir khotbah, Pdt. Devina mengajak jemaat mengingat tiga hal untuk dipahami dan dilaksanakan.<em> Pertama,</em> meskipun kita hidup dalam situasi yang sulit, hendaknya kita senantiasa membawa damai Kristus dalam keluarga. Meskipun emosi hadir, jarak terbentang, konflik belum selesai, ingat dan teruslah belajar dari Yesus, Sang Pembawa Damai. <em>Kedua,</em> Pdt. Devina juga mengajak jemaat untuk membawa damai di tengah komunitas, di mana pun jemaat berada. Natal adalah saat yang tepat untuk membawa damai Kristus. <em>Yang terakhir,</em> janganlah ini hanya menjadi ritual tahunan. Setiap hari adalah kesempatan membawa damai. Jangan selalu gelisah karena persoalan duniawi, tetapi mari kita menyambut Dia dengan sukacita, agar damai-Nya mengalir di dunia yang sangat membutuhkan.</p> <p style="text-align: justify;">Lagu “Raja Damai Lahir”, yang merupakan lagu tema masa raya Natal GKI SW Jabar 2024 menjadi penutup khotbah. Persembahan palungan tahun ini dipersembahkan untuk pembangunan gedung gereja GKI Gading Serpong. Jemaat, anak kecil hingga dewasa, bergantian membawa persembahan mereka dengan gembira menuju palungan, dengan diiringi lagu “Kandang Domba Itu Rumah-Nya”. Tidak ada yang merasa terbebani, karena semua memahami, makna Natal terletak pada hati yang tulus memberi. Bukankah Yesus lahir dalam kesederhanaan? Ia mengajarkan kita, cinta tidak diukur dari besar kecilnya pemberian, tetapi dari hati yang penuh kasih. Di malam Natal, palungan bukan hanya simbol kelahiran Yesus, tetapi pengingat bahwa cinta sejati ditemukan dalam memberi, tanpa pamrih, dan dengan sepenuh hati.</p> <p style="text-align: justify;">Sesaat sebelum ibadah berakhir, lagu “Malam Kudus” dinyanyikan bersama-sama. Pdt. Devina menyalakan lilin Natal dari atas mimbar, kemudian turun menghampiri para pendeta yang duduk di barisan depan, yang telah siap dengan lilin mereka. Pdt. Andreas Loanka, Pdt. Danny Purnama, Pdt. Santoni, Pdt. Pramudya Hidayat, dan Pdt. Erma Kristiyono secara bergantian menerima api lilin, dan meneruskannya kepada jemaat.</p> <p style="text-align: justify;">Malam semakin larut. Jemaat meninggalkan gereja dengan wajah damai, penuh sukacita dan harapan. Malam Natal kali ini mengingatkan kita, di tengah kegelisahan dunia ada harapan yang tidak pernah padam, ada damai yang selalu hadir, yang datang dari Yesus Kristus. Semoga kita semua bisa membawa damai itu dalam kehidupan sehari-hari, menjadikannya bukan hanya sebuah perayaan, tetapi sebuah panggilan, menjadi pembawa damai di dunia ini. Tuhan Yesus memberkati.</p> <p style="text-align: justify;">*Penulis adalah anggota GKI Gading Serpong.</p> <p>{gallery}cm{/gallery}</p> Persekutuan Natal Usindah 2024 2024-12-30T11:34:16+07:00 2024-12-30T11:34:16+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/persekutuan-natal-usindah-2024 Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/ccm/WhatsApp_Image_2024-12-30_at_06.19.47.jpeg" alt="" width="1280" height="960" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Natal Persekutuan Usia Indah (Usindah) GKI Gading Serpong, sekaligus persekutuan terakhirnya di tahun 2024, diadakan pada Rabu, 18 Desember 2024, pukul 10.00, bertempat di ruang Kana, Griya Kasih, Jl. Kelapa Gading Barat, Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua. Tema yang diusung adalah “Dia Lahir untuk Kami” (Yohanes 1:1-14).</p> <p style="text-align: justify;">Sebelum acara dimulai, pengurus datang lebih awal untuk mempersiapkan tempat dan menyelesaikan dekorasinya. Sekitar pukul 09.00, jemaat mulai berdatangan. Terlihat wajah ceria oma serta opa yang penuh antusiasme, dengan mengenakan busana berwarna merah hijau, sesuai <em>dress code</em> yang dianjurkan pengurus, sehingga tampak menyatu dengan dekorasi ruangan yang bernuansa Natal.</p> <p style="text-align: justify;">Persekutuan dimulai pada pukul 10.00 dan dihadiri oleh 134 orang jemaat, yang dicatat dalam daftar kehadiran, berdasarkan waktu kedatangan.</p> <p style="text-align: justify;">Kristiana Kumala, yang melayani sebagai liturgos, memulai acara dengan mengajak jemaat menyanyikan “Mars Usindah”. Di kesempatan ini juga ada persembahan pujian “Kabarkanlah ke Gunung” dari kelompok angklung Simeon.</p> <p style="text-align: justify;">Selanjutnya, Pdt. Santoni Ong dalam khotbahnya menyampaikan, karena kasih Allah yang begitu besar kepada manusia yang hidup dalam kegelapan, Allah mengutus Anak-Nya yang tunggal, Yesus Kristus, untuk menyelamatkan manusia dari kuasa kegelapan. Ia turun ke dunia untuk membangun tabernakel, yang merupakan kemah pertemuan antara manusia dan Tuhan, sehingga manusia beroleh keselamatan dan hidup kekal.</p> <p style="text-align: justify;">Pdt. Santoni juga menjelaskan arti Natal, yaitu perjumpaan dengan Tuhan, seperti yang diteladankan oleh Simeon (Lukas 2:25-30). Ia seorang yang benar, saleh, taat, dan mengikuti taurat Tuhan, sehingga ia memperoleh kepuasan hidup dan siap bila dipanggil kembali ke rumah Tuhan. Demikian juga, jemaat lanjut usia diajak untuk dapat hidup benar, taat, menyenangkan hati Tuhan, dan mengalami perjumpaan dengan-Nya, mengisi hidup dengan penuh sukacita dan damai sejahtera Kristus, serta tidak takut maupun khawatir menghadapi masa depan yang penuh rahasia.</p> <p style="text-align: justify;">Setelah doa berkat, ada acara pembagian hadiah, yang merupakan persembahan kasih dari setiap pengurus usindah yang terketuk hatinya, sehingga terkumpul 160 buah, cukup untuk dibagikan kepada semua jemaat usindah, aktivis, serta karyawan yang selalu membantu jemaat usindah. Proses pembagian hadiah diiringi lagu “<em>We Wish You a Merry Christmas</em>”. Opa dan oma maju ke depan berdasarkan urutan kedatangan, memilih hadiah sesuai yang diinginkannya. Terlihat wajah-wajah gembira, baik jemaat yang menerima hadiah, maupun pengurus yang bisa berbagi kasih untuk merayakan Natal.</p> <p style="text-align: justify;">Seorang jemaat yang sudah berusia 90 tahun masih dapat menari dengan luwes bersama Pdt. Erma Primastuti Kristiyono, membuat jemaat semakin gembira penuh sukacita. Acara diakhiri dengan ucapan <em>merry Christmas and happy new year</em> bagi semua jemaat usindah. <em>See you next year</em>!</p> <p style="text-align: justify;">*Penulis adalah ketua Komisi Usia Indah GKI Gading Serpong.</p> <p style="text-align: justify;">{gallery}ccm{/gallery}</p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/ccm/WhatsApp_Image_2024-12-30_at_06.19.47.jpeg" alt="" width="1280" height="960" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Natal Persekutuan Usia Indah (Usindah) GKI Gading Serpong, sekaligus persekutuan terakhirnya di tahun 2024, diadakan pada Rabu, 18 Desember 2024, pukul 10.00, bertempat di ruang Kana, Griya Kasih, Jl. Kelapa Gading Barat, Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua. Tema yang diusung adalah “Dia Lahir untuk Kami” (Yohanes 1:1-14).</p> <p style="text-align: justify;">Sebelum acara dimulai, pengurus datang lebih awal untuk mempersiapkan tempat dan menyelesaikan dekorasinya. Sekitar pukul 09.00, jemaat mulai berdatangan. Terlihat wajah ceria oma serta opa yang penuh antusiasme, dengan mengenakan busana berwarna merah hijau, sesuai <em>dress code</em> yang dianjurkan pengurus, sehingga tampak menyatu dengan dekorasi ruangan yang bernuansa Natal.</p> <p style="text-align: justify;">Persekutuan dimulai pada pukul 10.00 dan dihadiri oleh 134 orang jemaat, yang dicatat dalam daftar kehadiran, berdasarkan waktu kedatangan.</p> <p style="text-align: justify;">Kristiana Kumala, yang melayani sebagai liturgos, memulai acara dengan mengajak jemaat menyanyikan “Mars Usindah”. Di kesempatan ini juga ada persembahan pujian “Kabarkanlah ke Gunung” dari kelompok angklung Simeon.</p> <p style="text-align: justify;">Selanjutnya, Pdt. Santoni Ong dalam khotbahnya menyampaikan, karena kasih Allah yang begitu besar kepada manusia yang hidup dalam kegelapan, Allah mengutus Anak-Nya yang tunggal, Yesus Kristus, untuk menyelamatkan manusia dari kuasa kegelapan. Ia turun ke dunia untuk membangun tabernakel, yang merupakan kemah pertemuan antara manusia dan Tuhan, sehingga manusia beroleh keselamatan dan hidup kekal.</p> <p style="text-align: justify;">Pdt. Santoni juga menjelaskan arti Natal, yaitu perjumpaan dengan Tuhan, seperti yang diteladankan oleh Simeon (Lukas 2:25-30). Ia seorang yang benar, saleh, taat, dan mengikuti taurat Tuhan, sehingga ia memperoleh kepuasan hidup dan siap bila dipanggil kembali ke rumah Tuhan. Demikian juga, jemaat lanjut usia diajak untuk dapat hidup benar, taat, menyenangkan hati Tuhan, dan mengalami perjumpaan dengan-Nya, mengisi hidup dengan penuh sukacita dan damai sejahtera Kristus, serta tidak takut maupun khawatir menghadapi masa depan yang penuh rahasia.</p> <p style="text-align: justify;">Setelah doa berkat, ada acara pembagian hadiah, yang merupakan persembahan kasih dari setiap pengurus usindah yang terketuk hatinya, sehingga terkumpul 160 buah, cukup untuk dibagikan kepada semua jemaat usindah, aktivis, serta karyawan yang selalu membantu jemaat usindah. Proses pembagian hadiah diiringi lagu “<em>We Wish You a Merry Christmas</em>”. Opa dan oma maju ke depan berdasarkan urutan kedatangan, memilih hadiah sesuai yang diinginkannya. Terlihat wajah-wajah gembira, baik jemaat yang menerima hadiah, maupun pengurus yang bisa berbagi kasih untuk merayakan Natal.</p> <p style="text-align: justify;">Seorang jemaat yang sudah berusia 90 tahun masih dapat menari dengan luwes bersama Pdt. Erma Primastuti Kristiyono, membuat jemaat semakin gembira penuh sukacita. Acara diakhiri dengan ucapan <em>merry Christmas and happy new year</em> bagi semua jemaat usindah. <em>See you next year</em>!</p> <p style="text-align: justify;">*Penulis adalah ketua Komisi Usia Indah GKI Gading Serpong.</p> <p style="text-align: justify;">{gallery}ccm{/gallery}</p> Christmas Carol 2024 2024-12-30T11:12:45+07:00 2024-12-30T11:12:45+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/christmas-carol-2024 Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/cc/WhatsApp_Image_2024-12-30_at_02.36.09_1.jpeg" alt="" width="4099" height="3371" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Menjelang berakhirnya tahun 2024, kegiatan rutin masyarakat dan keluarga Kristen semakin tampak, dengan adanya berbagai hiasan Natal, baik di rumah-rumah, pusat perbelanjaan (<em>mall</em>), maupun tempat-tempat keramaian. Tidak berbeda dengan yang dilakukan oleh jemaat GKI Gading Serpong, dalam rangka memperingati/menyambut hari kelahiran Yesus Kristus di dunia. Persiapan mulai dilakukan pada bulan November 2024. Tepatnya, sejak program kegiatan komisi-komisi dirancang.</p> <p style="text-align: justify;">Pengurus KPU (Komisi Persekutuan Umat) secara khusus mempersiapkan kegiatan <em>Christmas Carol,</em> yang sudah menjadi agenda rutin setiap tahunnya di bulan Desember, dan persiapan kepanitiaannya dilakukan mulai bulan November. Pelaksanaan program ini dibantu oleh para koordinator wilayah (korwil) di kedua belas wilayah yang tersebar di Gading Serpong dan sekitarnya.</p> <p style="text-align: justify;"><em>Christmas Carol</em> tahun ini telah dilayankan kepada sembilan puluh sembilan orang jemaat/simpatisan, dari rencana sebanyak seratus sepuluh orang. Secara umum, kriteria jemaat yang mendapat kunjungan <em>Christmas Carol</em>&nbsp;ialah mereka yang sudah lanjut usia, sedang mengalami pergumulan hidup, lemah fisik (sakit) dan sedang dirawat di rumah maupun rumah sakit, memiliki keterbatasan ekonomi, maupun mereka yang jarak rumahnya dengan gereja cukup jauh, sehingga tidak dapat datang beribadah ke gereja, dan lain sebagainya.</p> <p style="text-align: justify;">Berdasarkan kriteria tersebut, korwil bersama penatua wilayah dan jemaat di wilayah mendata nama-nama jemaat/keluarga-keluarga yang memenuhi kriteria, untuk dilakukan kunjungan di rumah-rumah secara berkelompok, sesuai dengan kesepakatan waktu yang ditentukan. Adapun pencatatan/pendataan terkait kondisi dan keseharian jemaat tersebut sudah sejak lama dilakukan oleh wilayah, melalui kegiatan perlawatan di wilayah. Berikut ini adalah data jumlah jemaat yang dikunjungi dalam<em> Christmas Carol</em> tahun 2024:</p> <ul> <li style="text-align: justify;">Wilayah 1 sebanyak sepuluh jemaat</li> <li style="text-align: justify;">Wilayah 2 sebanyak lima jemaat</li> <li style="text-align: justify;">Wilayah 3 sebanyak tujuh jemaat</li> <li style="text-align: justify;">Wilayah 4 sebanyak enam jemaat</li> <li style="text-align: justify;">Wilayah 5 sebanyak lima belas jemaat</li> <li style="text-align: justify;">Wilayah 6 sebanyak delapan belas jemaat</li> <li style="text-align: justify;">Wilayah 7a sebanyak delapan jemaat</li> <li style="text-align: justify;">Wilayah 7b sebanyak satu jemaat</li> <li style="text-align: justify;">Wilayah 8a sebanyak lima belas jemaat</li> <li style="text-align: justify;">Wilayah 8b sebanyak lima jemaat</li> <li style="text-align: justify;">Wilayah 9 sebanyak lima jemaat</li> <li style="text-align: justify;">Wilayah 10 sebanyak empat jemaat.</li> </ul> <p style="text-align: justify;">Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan oleh tim, yang masing-masing terdiri dari korwil, penatua wilayah, aktivis, dan keluarga (orang tua, pemuda, remaja, anak) sebanyak delapan orang atau lebih. Untuk pembagian tugasnya diatur seperti berikut: peran sebagai pemain musik/pengiring pujian dan pembawa acara (MC) dibawakan oleh aktivis/korwil, sedangkan pembacaan firman Tuhan dibawakan oleh pendeta/penatua/korwil/aktivis senior mantan penatua. KPU mendorong setiap penatua wilayah bisa berbagi tugas dengan korwil, agar ikut serta dalam acara tersebut. Dalam kondisi khusus, dapat juga mengajak pendeta/pengerja gereja untuk mendampingi. Yang diharapkan dari kegiatan ini adalah lebih eratnya hubungan/komunikasi antarjemaat di wilayah masing-masing.</p> <p style="text-align: justify;">KPU menyerahkan pengaturan jadwal/waktu pelaksanaannya kepada korwil, dimulai dari adven pertama sampai adven ketiga (tanggal 1-22 Desember 2024). Pada umumnya, pelayanan ini dilaksanakan pada hari Sabtu dan Minggu, tetapi sebagian dilaksanakan pada hari kerja, di malam hari. Setiap tim mendapatkan tugas untuk melayani satu hingga tiga jemaat, tergantung jumlah jemaat yang perlu dilayani di wilayahnya, dan bisa dilakukan dua kali kunjungan pada hari yang sama.</p> <p style="text-align: justify;">Dalam setiap kunjungan, ada banyak cerita/kesaksian melalui curhat para oma/opa, oleh karena sukacita dan suasana haru yang dirasakan, berupa sukacita, pengalaman hidup yang berliku, maupun penguatan diri saat kondisi tidak berpihak padanya. Cerita-cerita kesaksian ini tidak hanya menjadi berkat bagi jemaat yang dikunjungi, tetapi juga menjadi berkat bagi tim yang mengunjungi. Mereka sangat mensyukuri perhatian gereja yang begitu besar, melalui para aktivis, korwil, dan penatua wilayah dalam kunjungan tersebut.</p> <p style="text-align: justify;">Rangkaian acara/liturgi yang disiapkan oleh Ratna Kartika memang dibuat sedemikian rupa, agar dapat membangun suasana, sehingga setiap kunjungan menjadi lebih bermakna. Sebagian besar oma/opa yang dikunjungi memiliki keterbatasan fisik untuk bergerak, karena sakit atau kondisi lainnya, tetapi mereka sangat antusias, sehingga suasana menjadi khidmat dan haru, baik bagi tim pelawat maupun jemaat yang dikunjungi.</p> <p style="text-align: justify;">Secara singkat, bacaan dalam renungan yang juga menjadi tema besar perayaan Natal GKI Gading Serpong adalah “Raja Damai Lahir di Tengah Kegelisahan” (Lukas 2:1-20). Melalui renungan yang dipersiapkan oleh Pdt Devina Erlin Minerva ini, jemaat diingatkan, damai bukanlah sekadar suasana hati. Yesus mau menanggalkan kemuliaan-Nya, lahir sebagai manusia dalam kesederhanaan, di tengah segala kegelisahan yang dialami manusia. Kedamaian yang diberikan-Nya dapat membawa sukacita sempurna di tengah segala ketidakpastian. Kiranya kehadiran-Nya memberikan kekuatan, dan memampukan kita untuk menyatakan syukur yang tulus kepada Tuhan.</p> <p style="text-align: justify;">*Penulis adalah Penatua GKI Gading Serpong.</p> <p>{gallery}cc{/gallery}</p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/cc/WhatsApp_Image_2024-12-30_at_02.36.09_1.jpeg" alt="" width="4099" height="3371" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Menjelang berakhirnya tahun 2024, kegiatan rutin masyarakat dan keluarga Kristen semakin tampak, dengan adanya berbagai hiasan Natal, baik di rumah-rumah, pusat perbelanjaan (<em>mall</em>), maupun tempat-tempat keramaian. Tidak berbeda dengan yang dilakukan oleh jemaat GKI Gading Serpong, dalam rangka memperingati/menyambut hari kelahiran Yesus Kristus di dunia. Persiapan mulai dilakukan pada bulan November 2024. Tepatnya, sejak program kegiatan komisi-komisi dirancang.</p> <p style="text-align: justify;">Pengurus KPU (Komisi Persekutuan Umat) secara khusus mempersiapkan kegiatan <em>Christmas Carol,</em> yang sudah menjadi agenda rutin setiap tahunnya di bulan Desember, dan persiapan kepanitiaannya dilakukan mulai bulan November. Pelaksanaan program ini dibantu oleh para koordinator wilayah (korwil) di kedua belas wilayah yang tersebar di Gading Serpong dan sekitarnya.</p> <p style="text-align: justify;"><em>Christmas Carol</em> tahun ini telah dilayankan kepada sembilan puluh sembilan orang jemaat/simpatisan, dari rencana sebanyak seratus sepuluh orang. Secara umum, kriteria jemaat yang mendapat kunjungan <em>Christmas Carol</em>&nbsp;ialah mereka yang sudah lanjut usia, sedang mengalami pergumulan hidup, lemah fisik (sakit) dan sedang dirawat di rumah maupun rumah sakit, memiliki keterbatasan ekonomi, maupun mereka yang jarak rumahnya dengan gereja cukup jauh, sehingga tidak dapat datang beribadah ke gereja, dan lain sebagainya.</p> <p style="text-align: justify;">Berdasarkan kriteria tersebut, korwil bersama penatua wilayah dan jemaat di wilayah mendata nama-nama jemaat/keluarga-keluarga yang memenuhi kriteria, untuk dilakukan kunjungan di rumah-rumah secara berkelompok, sesuai dengan kesepakatan waktu yang ditentukan. Adapun pencatatan/pendataan terkait kondisi dan keseharian jemaat tersebut sudah sejak lama dilakukan oleh wilayah, melalui kegiatan perlawatan di wilayah. Berikut ini adalah data jumlah jemaat yang dikunjungi dalam<em> Christmas Carol</em> tahun 2024:</p> <ul> <li style="text-align: justify;">Wilayah 1 sebanyak sepuluh jemaat</li> <li style="text-align: justify;">Wilayah 2 sebanyak lima jemaat</li> <li style="text-align: justify;">Wilayah 3 sebanyak tujuh jemaat</li> <li style="text-align: justify;">Wilayah 4 sebanyak enam jemaat</li> <li style="text-align: justify;">Wilayah 5 sebanyak lima belas jemaat</li> <li style="text-align: justify;">Wilayah 6 sebanyak delapan belas jemaat</li> <li style="text-align: justify;">Wilayah 7a sebanyak delapan jemaat</li> <li style="text-align: justify;">Wilayah 7b sebanyak satu jemaat</li> <li style="text-align: justify;">Wilayah 8a sebanyak lima belas jemaat</li> <li style="text-align: justify;">Wilayah 8b sebanyak lima jemaat</li> <li style="text-align: justify;">Wilayah 9 sebanyak lima jemaat</li> <li style="text-align: justify;">Wilayah 10 sebanyak empat jemaat.</li> </ul> <p style="text-align: justify;">Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan oleh tim, yang masing-masing terdiri dari korwil, penatua wilayah, aktivis, dan keluarga (orang tua, pemuda, remaja, anak) sebanyak delapan orang atau lebih. Untuk pembagian tugasnya diatur seperti berikut: peran sebagai pemain musik/pengiring pujian dan pembawa acara (MC) dibawakan oleh aktivis/korwil, sedangkan pembacaan firman Tuhan dibawakan oleh pendeta/penatua/korwil/aktivis senior mantan penatua. KPU mendorong setiap penatua wilayah bisa berbagi tugas dengan korwil, agar ikut serta dalam acara tersebut. Dalam kondisi khusus, dapat juga mengajak pendeta/pengerja gereja untuk mendampingi. Yang diharapkan dari kegiatan ini adalah lebih eratnya hubungan/komunikasi antarjemaat di wilayah masing-masing.</p> <p style="text-align: justify;">KPU menyerahkan pengaturan jadwal/waktu pelaksanaannya kepada korwil, dimulai dari adven pertama sampai adven ketiga (tanggal 1-22 Desember 2024). Pada umumnya, pelayanan ini dilaksanakan pada hari Sabtu dan Minggu, tetapi sebagian dilaksanakan pada hari kerja, di malam hari. Setiap tim mendapatkan tugas untuk melayani satu hingga tiga jemaat, tergantung jumlah jemaat yang perlu dilayani di wilayahnya, dan bisa dilakukan dua kali kunjungan pada hari yang sama.</p> <p style="text-align: justify;">Dalam setiap kunjungan, ada banyak cerita/kesaksian melalui curhat para oma/opa, oleh karena sukacita dan suasana haru yang dirasakan, berupa sukacita, pengalaman hidup yang berliku, maupun penguatan diri saat kondisi tidak berpihak padanya. Cerita-cerita kesaksian ini tidak hanya menjadi berkat bagi jemaat yang dikunjungi, tetapi juga menjadi berkat bagi tim yang mengunjungi. Mereka sangat mensyukuri perhatian gereja yang begitu besar, melalui para aktivis, korwil, dan penatua wilayah dalam kunjungan tersebut.</p> <p style="text-align: justify;">Rangkaian acara/liturgi yang disiapkan oleh Ratna Kartika memang dibuat sedemikian rupa, agar dapat membangun suasana, sehingga setiap kunjungan menjadi lebih bermakna. Sebagian besar oma/opa yang dikunjungi memiliki keterbatasan fisik untuk bergerak, karena sakit atau kondisi lainnya, tetapi mereka sangat antusias, sehingga suasana menjadi khidmat dan haru, baik bagi tim pelawat maupun jemaat yang dikunjungi.</p> <p style="text-align: justify;">Secara singkat, bacaan dalam renungan yang juga menjadi tema besar perayaan Natal GKI Gading Serpong adalah “Raja Damai Lahir di Tengah Kegelisahan” (Lukas 2:1-20). Melalui renungan yang dipersiapkan oleh Pdt Devina Erlin Minerva ini, jemaat diingatkan, damai bukanlah sekadar suasana hati. Yesus mau menanggalkan kemuliaan-Nya, lahir sebagai manusia dalam kesederhanaan, di tengah segala kegelisahan yang dialami manusia. Kedamaian yang diberikan-Nya dapat membawa sukacita sempurna di tengah segala ketidakpastian. Kiranya kehadiran-Nya memberikan kekuatan, dan memampukan kita untuk menyatakan syukur yang tulus kepada Tuhan.</p> <p style="text-align: justify;">*Penulis adalah Penatua GKI Gading Serpong.</p> <p>{gallery}cc{/gallery}</p> The Greatest Gift 2024-12-30T10:52:00+07:00 2024-12-30T10:52:00+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/the-greatest-gift Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/KD/WhatsApp_Image_2024-12-29_at_13.37.14_1.jpeg" alt="" width="1600" height="1200" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Komisi Dewasa<em> Sie</em> Wanita GKI Gading Serpong menyelenggarakan persekutuan akhir tahun pada 12 Desember 2024, pukul 10.00 - 12.00, di Griya Kasih, ruang Kana, Jl. Kelapa Gading Barat, Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Acara ini menghadirkan berbagai kegiatan yang melibatkan kaum wanita GKI Gading Serpong, dan liturgi ibadah dibuat agak berbeda dari yang biasanya, berjalan mengalir, ada suatu keselarasan dan kesinambungan.</p> <p style="text-align: justify;">Acara yang dihadiri oleh seratus empat orang ini berjalan dengan cukup khidmat, haru, dan meriah. Rossemince Hutapea dan Juliani Lim yang bertindak sebagai pembawa acara membukanya dengan membacakan Yohanes 1:1-4.</p> <p style="text-align: justify;">VG Makarios yang berseragam warna-warni ikut memeriahkan suasana dengan pujian “Semesta Bernyanyi”, dilanjutkan dengan firman Tuhan, yang diawali dengan drama. Finy Patricia membacakan narasi tentang Martha, yang diperankan oleh Santi Yuanita, ibu rumah tangga yang kerepotan mengurus anak-anaknya. Ia merasa sendirian menghadapi masalahnya. Suaminya sibuk, kurang mempedulikannya. Ibu mertua (diperankan oleh Linda Yusnita) dan iparnya (diperankan oleh Natassa Natalia) tidak membantunya mengurus anak-anak, malah sering berkomentar tajam, menyakiti hati Martha.</p> <p style="text-align: justify;">Dalam khotbahnya yang diambil dari Yohanes 3:16, Pdt. Danny mengingatkan, dunia ini membutuhkan banyak keajaiban, karena dunia itu penuh dengan kegelapan. Dosa dan berbagai masalah membuat manusia hidup dalam gelap. Manusia menjadi serigala bagi sesamanya. Anugerah terbesar Allah diberikan ketika Allah turun tangan, dengan memberikan Anak-Nya turun ke dunia, untuk menyelamatkan manusia, karena sedemikian besarnya kasih Allah, yaitu kasih <em>agape.</em> Dengan demikian, kita tidak perlu takut dan kehilangan harapan, karena sudah menerima kasih-Nya (Luk. 2:10). Hendaklah kita yang telah menerima anugerah terbesar Allah bisa menjadi <em>soter-soter</em> (penyelamat, pembebas, pemulih, sahabat) bagi sesama.</p> <p style="text-align: justify;">Drama lalu dilanjutkan, mengisahkan sang ibu mertua yang menyadari keegoisannya, lalu bertobat dan mau membantu meringankan beban Martha. PS Nafiri yang berseragam warna merah pun mengisi pujian dengan lagu “Hidupku Disentuh oleh Kasih Tuhan” (GB 245) pada saat hening.</p> <p style="text-align: justify;">Acara ditutup dengan persembahan tarian dari Kana <em>Line Dance</em>, diiringi lagu “Ku ‘kan Menari”, dan persembahan pujian “Rayakan Natal” oleh para pengurus.</p> <p style="text-align: justify;">{gallery}KD{/gallery}</p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/KD/WhatsApp_Image_2024-12-29_at_13.37.14_1.jpeg" alt="" width="1600" height="1200" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Komisi Dewasa<em> Sie</em> Wanita GKI Gading Serpong menyelenggarakan persekutuan akhir tahun pada 12 Desember 2024, pukul 10.00 - 12.00, di Griya Kasih, ruang Kana, Jl. Kelapa Gading Barat, Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Acara ini menghadirkan berbagai kegiatan yang melibatkan kaum wanita GKI Gading Serpong, dan liturgi ibadah dibuat agak berbeda dari yang biasanya, berjalan mengalir, ada suatu keselarasan dan kesinambungan.</p> <p style="text-align: justify;">Acara yang dihadiri oleh seratus empat orang ini berjalan dengan cukup khidmat, haru, dan meriah. Rossemince Hutapea dan Juliani Lim yang bertindak sebagai pembawa acara membukanya dengan membacakan Yohanes 1:1-4.</p> <p style="text-align: justify;">VG Makarios yang berseragam warna-warni ikut memeriahkan suasana dengan pujian “Semesta Bernyanyi”, dilanjutkan dengan firman Tuhan, yang diawali dengan drama. Finy Patricia membacakan narasi tentang Martha, yang diperankan oleh Santi Yuanita, ibu rumah tangga yang kerepotan mengurus anak-anaknya. Ia merasa sendirian menghadapi masalahnya. Suaminya sibuk, kurang mempedulikannya. Ibu mertua (diperankan oleh Linda Yusnita) dan iparnya (diperankan oleh Natassa Natalia) tidak membantunya mengurus anak-anak, malah sering berkomentar tajam, menyakiti hati Martha.</p> <p style="text-align: justify;">Dalam khotbahnya yang diambil dari Yohanes 3:16, Pdt. Danny mengingatkan, dunia ini membutuhkan banyak keajaiban, karena dunia itu penuh dengan kegelapan. Dosa dan berbagai masalah membuat manusia hidup dalam gelap. Manusia menjadi serigala bagi sesamanya. Anugerah terbesar Allah diberikan ketika Allah turun tangan, dengan memberikan Anak-Nya turun ke dunia, untuk menyelamatkan manusia, karena sedemikian besarnya kasih Allah, yaitu kasih <em>agape.</em> Dengan demikian, kita tidak perlu takut dan kehilangan harapan, karena sudah menerima kasih-Nya (Luk. 2:10). Hendaklah kita yang telah menerima anugerah terbesar Allah bisa menjadi <em>soter-soter</em> (penyelamat, pembebas, pemulih, sahabat) bagi sesama.</p> <p style="text-align: justify;">Drama lalu dilanjutkan, mengisahkan sang ibu mertua yang menyadari keegoisannya, lalu bertobat dan mau membantu meringankan beban Martha. PS Nafiri yang berseragam warna merah pun mengisi pujian dengan lagu “Hidupku Disentuh oleh Kasih Tuhan” (GB 245) pada saat hening.</p> <p style="text-align: justify;">Acara ditutup dengan persembahan tarian dari Kana <em>Line Dance</em>, diiringi lagu “Ku ‘kan Menari”, dan persembahan pujian “Rayakan Natal” oleh para pengurus.</p> <p style="text-align: justify;">{gallery}KD{/gallery}</p> Persekutuan dan Aksi Kasih Natal di Panti Werda Hana 2024-12-28T09:51:52+07:00 2024-12-28T09:51:52+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/persekutuan-dan-aksi-kasih-natal-di-panti-werda-hana Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/han/WhatsApp_Image_2024-12-23_at_09.46.16.jpeg" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Persekutuan dan Aksi Kasih Natal di Panti Werda Hana Pada hari Sabtu, 14 Desember 2024, pukul 10.00-11.30 WIB, Komisi Dewasa dan Komisi Usia Indah GKI Gading Serpong melakukan persekutuan dan aksi kasih Natal di Gedung Serbaguna Panti Werda Hana, yang beralamat di Jl. Taip No. 52, Kedaung, kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan. Dengan 32 peserta dari GKI Gading Serpong, acara diikuti dengan antusias dan bersemangat oleh enam puluh oma opa penghuni panti, dipandu oleh Finy Patricia.</p> <p style="text-align: justify;">Acara ini dibuka dengan kata sambutan dari Pnt. Toba P. Sitorus, dengan doa pembukaan yang dibawakan oleh Pnt. Franky Cussoy. “Damai Natal Mengisi Ruang Hati yang Kesepian” adalah tema yang diangkat dalam pelayanan firman yang dibawakan oleh Pdt. Pramudya Hidayat, yang diambil dari Yohanes 14:27. Persembahan pujian dari VG Eben Haezer (Komisi Usia Indah), yang menyanyikan lagu “Di Waktu Malam yang Cerah”.</p> <p style="text-align: justify;">Penyerahan tanda kasih dari GKI Gading Serpong dilakukan oleh Pnt. Janne Idris, Anita Tjitrawati selaku ketua Komisi Usinda GKI Gading Serpong, dan Pnt. Toba P. Sitorus selaku penatua pendamping Komisi Usinda. Tanda kasih untuk opa oma panti secara simbolis diterima oleh Greetje Nelwan dan Marina Lim dari Panti Werda Hana.</p> <p style="text-align: justify;">Acara dilanjutkan dengan permainan yang dipimpin oleh S. Pudjo Hadiwibowo, Amalia Pandji, dan Illya Coutrier, serta gerak lagu “<em>Feliz Navidad</em>”. Acara kemudian ditutup dengan menyalami oma opa dengan iringan lagu “<em>We Wish You a Merry Christma</em>s”. Ucapan terima kasih dari Panti Hana diwakili oleh Rida Retni, dan dilanjutkan dengan makan bersama, setelah menaikkan doa makan, yang dipimpin oleh Philip Saerang.</p> <p style="text-align: justify;">Acara pun selesai. Sebelum pulang, tim dari GKI Gading Serpong mengunjungi Taman Eden, yaitu taman Panti Werda Hana, yang dipergunakan oleh para oma dan opa untuk bersantai.</p> <p style="text-align: justify;">{gallery}han{/gallery}</p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/han/WhatsApp_Image_2024-12-23_at_09.46.16.jpeg" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Persekutuan dan Aksi Kasih Natal di Panti Werda Hana Pada hari Sabtu, 14 Desember 2024, pukul 10.00-11.30 WIB, Komisi Dewasa dan Komisi Usia Indah GKI Gading Serpong melakukan persekutuan dan aksi kasih Natal di Gedung Serbaguna Panti Werda Hana, yang beralamat di Jl. Taip No. 52, Kedaung, kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan. Dengan 32 peserta dari GKI Gading Serpong, acara diikuti dengan antusias dan bersemangat oleh enam puluh oma opa penghuni panti, dipandu oleh Finy Patricia.</p> <p style="text-align: justify;">Acara ini dibuka dengan kata sambutan dari Pnt. Toba P. Sitorus, dengan doa pembukaan yang dibawakan oleh Pnt. Franky Cussoy. “Damai Natal Mengisi Ruang Hati yang Kesepian” adalah tema yang diangkat dalam pelayanan firman yang dibawakan oleh Pdt. Pramudya Hidayat, yang diambil dari Yohanes 14:27. Persembahan pujian dari VG Eben Haezer (Komisi Usia Indah), yang menyanyikan lagu “Di Waktu Malam yang Cerah”.</p> <p style="text-align: justify;">Penyerahan tanda kasih dari GKI Gading Serpong dilakukan oleh Pnt. Janne Idris, Anita Tjitrawati selaku ketua Komisi Usinda GKI Gading Serpong, dan Pnt. Toba P. Sitorus selaku penatua pendamping Komisi Usinda. Tanda kasih untuk opa oma panti secara simbolis diterima oleh Greetje Nelwan dan Marina Lim dari Panti Werda Hana.</p> <p style="text-align: justify;">Acara dilanjutkan dengan permainan yang dipimpin oleh S. Pudjo Hadiwibowo, Amalia Pandji, dan Illya Coutrier, serta gerak lagu “<em>Feliz Navidad</em>”. Acara kemudian ditutup dengan menyalami oma opa dengan iringan lagu “<em>We Wish You a Merry Christma</em>s”. Ucapan terima kasih dari Panti Hana diwakili oleh Rida Retni, dan dilanjutkan dengan makan bersama, setelah menaikkan doa makan, yang dipimpin oleh Philip Saerang.</p> <p style="text-align: justify;">Acara pun selesai. Sebelum pulang, tim dari GKI Gading Serpong mengunjungi Taman Eden, yaitu taman Panti Werda Hana, yang dipergunakan oleh para oma dan opa untuk bersantai.</p> <p style="text-align: justify;">{gallery}han{/gallery}</p> Perayaan Natal Komisi Anak 2024: Jesus is With Me 2024-12-26T13:24:18+07:00 2024-12-26T13:24:18+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/perayaan-natal-komisi-anak-2024-jesus-is-with-me Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/an/DSC09329.JPG" alt="" width="6000" height="3376" loading="lazy"></p><p style="text-align: center;">“Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Mesias, Tuhan, di kota Daud.”</p> <p style="text-align: center;">Lukas 2:11&nbsp;</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/perayaan-natal-komisi-anak-2024-jesus-is-with-me" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/an/DSC09329.JPG" alt="" width="6000" height="3376" loading="lazy"></p><p style="text-align: center;">“Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Mesias, Tuhan, di kota Daud.”</p> <p style="text-align: center;">Lukas 2:11&nbsp;</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/perayaan-natal-komisi-anak-2024-jesus-is-with-me" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Perayaan Natal Youth Ministry 2024 : The Precious Gift 2024-12-25T17:48:20+07:00 2024-12-25T17:48:20+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/perayaan-natal-youth-ministry-2024-the-precious-gift Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/maka/IMG_4685.JPG" alt="" width="5472" height="3648" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Komisi Dewasa Muda GKI Gading Serpong mengadakan ibadah dan perayaan Natal bertajuk “<em>The Precious Gift</em>”, pada hari Sabtu, 21 Desember 2024, pukul 17.00, bertempat di Aula lantai 6 SMAK Penabur Gading Serpong, Jl. Kelapa Gading Barat, Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten.</p> <p style="text-align: justify;">Acara dihadiri oleh 350 orang, yang tersebar di dalam dan luar ruangan aula. Sebelum acara dimulai, jemaat disambut dengan <em>sweet station</em> dan <em>photobooth</em> yang kembali mengingatkan pada berbagai memori kegiatan sepanjang tahun 2024. Para petugas penyambut jemaat berbaris rapi di sepanjang pintu belakang dan depan ruang ibadah. Terpancar kekaguman di wajah jemaat saat memasuki dan mengamati keindahan tempat acara.</p> <p style="text-align: justify;">Acara dibuka dengan lagu “Hai, Mari Berhimpun” dari KJ 109:1,2,5,7, mengiringi tarian pita, saat pendeta berjalan menuju mimbar. Dilanjutkan dengan pujian “<em>Gloria in Excelsis Deo</em>”, atau yang lebih dikenal dengan “Hai Dunia Gembiralah”, dari KJ 119. Pembacaan Alkitab diambil dari Yesaya 40:31 dan Matius 1:18-25. “Natal di Hatiku” menjadi lagu persiapan sebelum firman Tuhan disampaikan Pdt. Pramudya Hidayat. Setelah khotbah, ditampilkan episode penutup dari rangkaian drama yang sudah ditayangkan pada minggu-minggu sebelumnya.</p> <p style="text-align: justify;">“<em>The Precious Gift</em>”, yang diambil sebagai tema menyoroti kasih Tuhan yang telah menjadikan manusia berharga. Dengan berfokus pada pengalaman akan kasih-Nya, melalui pemahaman juga perasaan, mengingatkan kita bahwa manusia adalah pribadi yang berharga, layak, dan tak tergantikan.</p> <p style="text-align: justify;">Ibadah ditutup dengan tarian tamborin, sambil menyanyikan lagu “<em>We Wish You a Merry Christmas</em>”, jemaat diminta untuk saling bersalaman, mengucapkan selamat Natal. Selesai acara, jemaat diundang untuk berfoto di <em>photobooth</em> yang disediakan, ataupun menikmati minuman yang sudah disediakan di sweet station. Acara <em>The Precious Gift</em> juga dapat disaksikan melalui <a href="https://www.youtube.com/watch?v=8SsrE0IlRFw. ">https://www.youtube.com/watch?v=8SsrE0IlRFw. </a></p> <p style="text-align: justify;">*Penulis adalah panitia acara Natal 2024 Komisi Dewasa Muda GKI Gading Serpong.</p> <p>{gallery}the{/gallery}</p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/maka/IMG_4685.JPG" alt="" width="5472" height="3648" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Komisi Dewasa Muda GKI Gading Serpong mengadakan ibadah dan perayaan Natal bertajuk “<em>The Precious Gift</em>”, pada hari Sabtu, 21 Desember 2024, pukul 17.00, bertempat di Aula lantai 6 SMAK Penabur Gading Serpong, Jl. Kelapa Gading Barat, Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten.</p> <p style="text-align: justify;">Acara dihadiri oleh 350 orang, yang tersebar di dalam dan luar ruangan aula. Sebelum acara dimulai, jemaat disambut dengan <em>sweet station</em> dan <em>photobooth</em> yang kembali mengingatkan pada berbagai memori kegiatan sepanjang tahun 2024. Para petugas penyambut jemaat berbaris rapi di sepanjang pintu belakang dan depan ruang ibadah. Terpancar kekaguman di wajah jemaat saat memasuki dan mengamati keindahan tempat acara.</p> <p style="text-align: justify;">Acara dibuka dengan lagu “Hai, Mari Berhimpun” dari KJ 109:1,2,5,7, mengiringi tarian pita, saat pendeta berjalan menuju mimbar. Dilanjutkan dengan pujian “<em>Gloria in Excelsis Deo</em>”, atau yang lebih dikenal dengan “Hai Dunia Gembiralah”, dari KJ 119. Pembacaan Alkitab diambil dari Yesaya 40:31 dan Matius 1:18-25. “Natal di Hatiku” menjadi lagu persiapan sebelum firman Tuhan disampaikan Pdt. Pramudya Hidayat. Setelah khotbah, ditampilkan episode penutup dari rangkaian drama yang sudah ditayangkan pada minggu-minggu sebelumnya.</p> <p style="text-align: justify;">“<em>The Precious Gift</em>”, yang diambil sebagai tema menyoroti kasih Tuhan yang telah menjadikan manusia berharga. Dengan berfokus pada pengalaman akan kasih-Nya, melalui pemahaman juga perasaan, mengingatkan kita bahwa manusia adalah pribadi yang berharga, layak, dan tak tergantikan.</p> <p style="text-align: justify;">Ibadah ditutup dengan tarian tamborin, sambil menyanyikan lagu “<em>We Wish You a Merry Christmas</em>”, jemaat diminta untuk saling bersalaman, mengucapkan selamat Natal. Selesai acara, jemaat diundang untuk berfoto di <em>photobooth</em> yang disediakan, ataupun menikmati minuman yang sudah disediakan di sweet station. Acara <em>The Precious Gift</em> juga dapat disaksikan melalui <a href="https://www.youtube.com/watch?v=8SsrE0IlRFw. ">https://www.youtube.com/watch?v=8SsrE0IlRFw. </a></p> <p style="text-align: justify;">*Penulis adalah panitia acara Natal 2024 Komisi Dewasa Muda GKI Gading Serpong.</p> <p>{gallery}the{/gallery}</p> Sukacita Natal Memulihkan dan Menguatkan 2024-12-25T17:25:29+07:00 2024-12-25T17:25:29+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/sukacita-natal-memulihkan-dan-menguatkan Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/maka/WhatsApp_Image_2024-12-24_at_15.02.25_2.jpeg" alt="" width="1280" height="720" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Pada Minggu, 22 Desember 2024, VG Makarios GKI Gading Serpong mengadakan perayaan Natal di B'Steak Grill &amp; Pancake, Ruko Golden 8, Gading Serpong, Jl. Ki Hajar Dewantara No.3, Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Tangerang. Tepat pukul 16.30, para undangan pun berdatangan, masing-masing mengenakan pakaian bernuansa merah atau hijau. Acara dihadiri oleh enam belas orang, bukan hanya yang masih aktif, tetapi juga para anggota yang sementara ini terpaksa nonaktif, karena halangan kesibukan dan kesehatan. Para pemusik yang biasa mengiringi pelayanan VG Makarios pun diundang hadir.</p> <p style="text-align: justify;">Acara dimulai dengan kesaksian dari Sintasari, yang menceritakan kebaikan Tuhan, menyembuhkannya dari tumor sel tulang di wajahnya, sekitar 10-15 tahun yang lalu. Semula ia sudah mantap untuk dioperasi, setelah berkonsultasi dengan beberapa dokter. Tepat satu hari sebelum dilaksanakannya operasi di Singapura, bahkan sudah sempat menjalani berbagai tes sebagai persiapan operasinya, Tuhan mempertemukannya dengan seorang dokter lain yang menyatakan bahwa ia tidak memerlukan operasi tersebut. Puji Tuhan, sampai sekarang tumornya tidak berkembang lagi.</p> <p style="text-align: justify;">Setelah doa pembuka oleh Desi Handayani, peserta diajak mendengarkan firman Tuhan. Menjadi kejutan tersendiri bagi para peserta, karena renungan dibawakan oleh Indri Prasetyani, anggota Makarios yang sedang mendampingi suaminya yang ditempatkan di Oman untuk sementara waktu. Walaupun hanya secara daring, kesempatan ini sekaligus menjadi ajang temu kangen dengan teman-teman Makarios. Sebelum membawakan firman Tuhan, Indri menceritakan sukacitanya, bahwa tidak seperti yang dikhawatirkannya semula, ternyata di negara orang, ia dan keluarganya bisa memiliki komunitas yang sangat hangat. Di sana ada komunitas Kristen, bahkan mereka bisa mengikuti pemahaman Alkitab bersama. Indri juga menyampaikan salam dari Iranta Bona Sinaga, suaminya, yang sedang bekerja, karena di Oman hari Minggu adalah hari kerja.</p> <p style="text-align: justify;">Firman Tuhan diambil dari Rm. 15:1-13. Tujuan Makarios melayani adalah untuk memuliakan Tuhan. Dalam pelayanan, ada saja kendala dari pekerjaan, kondisi fisik, dsb. Kiranya itu semua tidak menggoyahkan kita untuk memuliakan Tuhan, dan memberikan yang terbaik bagi-Nya. Kita yang kuat wajib menanggung yang lemah, tidak mencari kesenangan sendiri, sehati sepikir untuk memuliakan Tuhan. Kedatangan Kristus membawa harapan dan sukacita. Banyak kekhawatiran tentang masa mendatang, tetapi kita harus percaya, Tuhan terus menyertai. Kiranya sukacita Natal terus menyertai dan kuasa Roh Kudus bekerja, sehingga kita semua berlimpah dalam kekudusan.</p> <p style="text-align: justify;">Ibadah ditutup dengan doa penutup sekaligus doa makan oleh Gunawan Setijabudi, yang juga membagikan rasa sukacitanya setelah berlibur di Amerika Serikat, bertemu dengan anaknya yang sudah tidak dijumpainya selama 25 tahun. Walaupun di sana kedinginan, untuk tidur pun harus mengenakan pakaian rangkap empat, tetapi ia sangat bersukacita. Ia juga mensyukuri pengurusan paspor dan visa yang lancar, sesuai dengan waktunya Tuhan. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari ketua VG Makarios, Mindawati Setiati, yang berterima kasih karena semuanya sudah meluangkan waktu untuk hadir di acara Natal Makarios, termasuk Indri, yang jauh di mata, tetapi dekat di hati, juga untuk Tuty Sari Parikta dan Wasti Christianty, yang tidak dapat hadir karena ada acara lain. Walaupun sederhana, tetapi acara dapat tetap berlangsung dengan sukacita, sesuai dengan tema Natal Makarios kali ini, “Sukacita Natal Memulihkan dan Menguatkan”, yang tercermin dari kesaksian dari Sinta, Indri, dan Gunawan. Kiranya seluruh anggota Makarios tetap setia melayani Tuhan, yang sudah setia menyertai.</p> <p style="text-align: justify;">Yulia Adriani Tansatrisna yang bertindak sebagai pembawa acara kemudian memimpin acara tukar kado. Masing-masing peserta mengambil nomor undian, untuk ditukarkan dengan hadiah berbungkus kertas cokelat yang sudah diberi nomor.</p> <p style="text-align: justify;">Acara lalu dilanjutkan dengan permainan. Peserta dibagi menjadi dua kelompok, dan masing-masing diminta menumpuk<em> cup</em> yang sudah dilumuri minyak dengan menggunakan sumpit. Kelompok yang berhasil lebih cepat menyusun <em>cup</em> menjadi pemenangnya, dan mendapatkan hadiah. Pada permainan kedua, para peserta diminta mengambil undian berupa kertas bertuliskan sebuah huruf. Setelah itu, peserta yang mendapatkan kertas bertuliskan huruf yang dapat digunakan untuk menyusun kata “sukacita” diminta untuk berdiri berjajar, menyusun kata tersebut. Masing-masing peserta kemudian diberikan hadiah <em>door prize</em>.</p> <p style="text-align: justify;">Acara pun diakhiri dengan makan bersama, sambil berbincang akrab, melepaskan rasa rindu satu dengan yang lain.</p> <p style="text-align: justify;">*Penulis adalah anggota VG Makarios GKI Gading Serpong.</p> <p>{gallery}mak{/gallery}</p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/maka/WhatsApp_Image_2024-12-24_at_15.02.25_2.jpeg" alt="" width="1280" height="720" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Pada Minggu, 22 Desember 2024, VG Makarios GKI Gading Serpong mengadakan perayaan Natal di B'Steak Grill &amp; Pancake, Ruko Golden 8, Gading Serpong, Jl. Ki Hajar Dewantara No.3, Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Tangerang. Tepat pukul 16.30, para undangan pun berdatangan, masing-masing mengenakan pakaian bernuansa merah atau hijau. Acara dihadiri oleh enam belas orang, bukan hanya yang masih aktif, tetapi juga para anggota yang sementara ini terpaksa nonaktif, karena halangan kesibukan dan kesehatan. Para pemusik yang biasa mengiringi pelayanan VG Makarios pun diundang hadir.</p> <p style="text-align: justify;">Acara dimulai dengan kesaksian dari Sintasari, yang menceritakan kebaikan Tuhan, menyembuhkannya dari tumor sel tulang di wajahnya, sekitar 10-15 tahun yang lalu. Semula ia sudah mantap untuk dioperasi, setelah berkonsultasi dengan beberapa dokter. Tepat satu hari sebelum dilaksanakannya operasi di Singapura, bahkan sudah sempat menjalani berbagai tes sebagai persiapan operasinya, Tuhan mempertemukannya dengan seorang dokter lain yang menyatakan bahwa ia tidak memerlukan operasi tersebut. Puji Tuhan, sampai sekarang tumornya tidak berkembang lagi.</p> <p style="text-align: justify;">Setelah doa pembuka oleh Desi Handayani, peserta diajak mendengarkan firman Tuhan. Menjadi kejutan tersendiri bagi para peserta, karena renungan dibawakan oleh Indri Prasetyani, anggota Makarios yang sedang mendampingi suaminya yang ditempatkan di Oman untuk sementara waktu. Walaupun hanya secara daring, kesempatan ini sekaligus menjadi ajang temu kangen dengan teman-teman Makarios. Sebelum membawakan firman Tuhan, Indri menceritakan sukacitanya, bahwa tidak seperti yang dikhawatirkannya semula, ternyata di negara orang, ia dan keluarganya bisa memiliki komunitas yang sangat hangat. Di sana ada komunitas Kristen, bahkan mereka bisa mengikuti pemahaman Alkitab bersama. Indri juga menyampaikan salam dari Iranta Bona Sinaga, suaminya, yang sedang bekerja, karena di Oman hari Minggu adalah hari kerja.</p> <p style="text-align: justify;">Firman Tuhan diambil dari Rm. 15:1-13. Tujuan Makarios melayani adalah untuk memuliakan Tuhan. Dalam pelayanan, ada saja kendala dari pekerjaan, kondisi fisik, dsb. Kiranya itu semua tidak menggoyahkan kita untuk memuliakan Tuhan, dan memberikan yang terbaik bagi-Nya. Kita yang kuat wajib menanggung yang lemah, tidak mencari kesenangan sendiri, sehati sepikir untuk memuliakan Tuhan. Kedatangan Kristus membawa harapan dan sukacita. Banyak kekhawatiran tentang masa mendatang, tetapi kita harus percaya, Tuhan terus menyertai. Kiranya sukacita Natal terus menyertai dan kuasa Roh Kudus bekerja, sehingga kita semua berlimpah dalam kekudusan.</p> <p style="text-align: justify;">Ibadah ditutup dengan doa penutup sekaligus doa makan oleh Gunawan Setijabudi, yang juga membagikan rasa sukacitanya setelah berlibur di Amerika Serikat, bertemu dengan anaknya yang sudah tidak dijumpainya selama 25 tahun. Walaupun di sana kedinginan, untuk tidur pun harus mengenakan pakaian rangkap empat, tetapi ia sangat bersukacita. Ia juga mensyukuri pengurusan paspor dan visa yang lancar, sesuai dengan waktunya Tuhan. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari ketua VG Makarios, Mindawati Setiati, yang berterima kasih karena semuanya sudah meluangkan waktu untuk hadir di acara Natal Makarios, termasuk Indri, yang jauh di mata, tetapi dekat di hati, juga untuk Tuty Sari Parikta dan Wasti Christianty, yang tidak dapat hadir karena ada acara lain. Walaupun sederhana, tetapi acara dapat tetap berlangsung dengan sukacita, sesuai dengan tema Natal Makarios kali ini, “Sukacita Natal Memulihkan dan Menguatkan”, yang tercermin dari kesaksian dari Sinta, Indri, dan Gunawan. Kiranya seluruh anggota Makarios tetap setia melayani Tuhan, yang sudah setia menyertai.</p> <p style="text-align: justify;">Yulia Adriani Tansatrisna yang bertindak sebagai pembawa acara kemudian memimpin acara tukar kado. Masing-masing peserta mengambil nomor undian, untuk ditukarkan dengan hadiah berbungkus kertas cokelat yang sudah diberi nomor.</p> <p style="text-align: justify;">Acara lalu dilanjutkan dengan permainan. Peserta dibagi menjadi dua kelompok, dan masing-masing diminta menumpuk<em> cup</em> yang sudah dilumuri minyak dengan menggunakan sumpit. Kelompok yang berhasil lebih cepat menyusun <em>cup</em> menjadi pemenangnya, dan mendapatkan hadiah. Pada permainan kedua, para peserta diminta mengambil undian berupa kertas bertuliskan sebuah huruf. Setelah itu, peserta yang mendapatkan kertas bertuliskan huruf yang dapat digunakan untuk menyusun kata “sukacita” diminta untuk berdiri berjajar, menyusun kata tersebut. Masing-masing peserta kemudian diberikan hadiah <em>door prize</em>.</p> <p style="text-align: justify;">Acara pun diakhiri dengan makan bersama, sambil berbincang akrab, melepaskan rasa rindu satu dengan yang lain.</p> <p style="text-align: justify;">*Penulis adalah anggota VG Makarios GKI Gading Serpong.</p> <p>{gallery}mak{/gallery}</p> Tuhan Sudah Buka Jalan, Mari Kerjakan Bersama! 2024-11-04T11:28:13+07:00 2024-11-04T11:28:13+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/tuhan-sudah-buka-jalan-mari-kerjakan-bersama Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/d/God_will_Provide_197.jpg" alt="" width="5881" height="3921" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Sabtu, 26 Oktober 2024, GKI Gading Serpong menggelar malam persekutuan dan pengucapan syukur, dengan tajuk “<em>God Will Provide</em>”, dalam rangka penggalangan dana pembangunan gedung gereja. Acara dilaksanakan di aula lantai 6 SMAK Penabur Gading Serpong, Jl. Kelapa Gading Barat, Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten. Menjelang pk. 17.00, para pendeta GKI Gading Serpong sudah duduk berjajar di baris terdepan, termasuk Pdt. Andreas Loanka, yang khusus hadir di tengah cuti sabatikalnya, sementara para penampil sudah siap di kursi masing-masing.</p> <p style="text-align: justify;">Tak lama kemudian, adik-adik dari<em> Ensemble</em> Joyous dan Genesis yang berpakaian hitam-hitam membawakan lagu instrumental PKP 154, “Setiakah Diriku pada-Mu”, yang diaransemen oleh Angga Davida, yang sekaligus bertindak sebagai dirigennya. Joyous dan Genesis sudah melatih lagu ini sejak tiga bulan sebelumnya, dan dalam sebulan terakhir melakukan latihan gabungan. Tahun ini <em>Ensemble</em> Joyous genap berusia 20 tahun<em>. Ensemble</em> Genesis pun berawal dari Joyous, yang didirikan pada September 2004, tetapi setahun kemudian, sebagian anggotanya yang sudah remaja membentuk kelompok tersendiri.</p> <p style="text-align: justify;">Empat orang narator (Kelly Willis, Andersen Stefanus, Naftalia Firstiani, dan Ivan Daniel) serta empat orang <em>singer</em> (Elia Hinarno, Seraphine Widjaja, Puan Grace, dan Christopher Batistuta) kemudian bersama-sama mengajak jemaat menyanyikan lagu “S’bab Tuhan Baik”, dengan diiringi <em>band Youth</em>/Komisi Dewasa Muda, dan tari pita oleh para remaja dan pemuda, serta tari bendera oleh adik-adik sekolah Minggu.</p> <p style="text-align: justify;">Keluarga muda Galih Nurangga dan Lia Kristianti, beserta kedua anaknya, dibantu Pnt. Fabian Chandra dan Maria Jessica membawakan<em> role play</em> tentang keluarga-keluarga yang sedang mencari gereja yang mempunyai pelayanan sekolah Minggu, agar anak-anaknya pun dapat mengikuti ibadah anak sendiri, tidak harus terus-menerus mengikuti orang tuanya di kebaktian umum.</p> <p style="text-align: justify;">Para narator membacakan kronologi berdirinya GKI Gading Serpong. Pada tahun 1996, seorang penatua GKI Perniagaan, yang juga pengurus BPK Penabur, mendorong GKI Perniagaan untuk membantu pendirian Pos Kebaktian, Pelayanan, dan Kesaksian (Pos KPK) di Gading Serpong. Tujuh jemaat, yaitu GKI Perniagaan, GKI Gunung Sahari, GKI Samanhudi, GKI Wahid Hasyim, GKI Muara Karang, GKI Sutopo, dan GKI Karet Perumnas mendukung usul pendirian pos KPK ini, dengan Pdt. RAS Pandiangan sebagai pendeta pendamping. Majelis Jemaat GKI Perniagaan mengambil peran sebagai jemaat induk. Pada 17 November 1996, dilangsungkan kebaktian pengucapan syukur atas peresmian gedung sekolah TKK BPK Penabur Gading Serpong. Atas anugerah Allah, BPK Penabur berkenan menyediakan fasilitas ruang ibadah dan kegiatan pelayanan lainnya untuk Pos KPK Gading Serpong di gedung ini.</p> <p style="text-align: justify;">Diselingi pujian dari lagu KJ 440, “Di Badai Topan Dunia”, narasi pun dilanjutkan. Sejak peresmian gedung TKK Penabur Gading Serpong tersebut, Pos KPK Gading Serpong mulai menyelenggarakan kebaktian umum dan sekolah Minggu. Dimulai dengan satu kali ibadah setiap hari Minggu, pk. 09.00, dengan kebaktian umum yang dihadiri oleh 25 orang dewasa, dan ibadah sekolah Minggu yang dihadiri oleh dua puluh orang anak-anak. Tuhan memberi pertumbuhan, baik dalam pengajaran maupun jumlah jemaat, sehingga Pos KPK Gading Serpong terus berkembang.</p> <p style="text-align: justify;">Melalui persetujuan persidangan Badan Pekerja Majelis Klasis Jakarta Utara (BPMK-JU) GKI Sinode Wilayah Jawa Barat, dan Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GKI Sinode Wilayah Jawa Barat, pada tanggal 23 Juli 1999, status GKI Perniagaan Pos KPK Gading Serpong dikembangkan menjadi GKI Perniagaan Bakal Jemaat (Bajem) Gading Serpong.</p> <p style="text-align: justify;">Melalui persiapan oleh majelis jemaat, perlawatan, dan persidangan di lingkup jemaat GKI Perniagaan, BPMK-JU dan BPMS GKI Sinode Wilayah Jawa Barat, pada Senin, 26 Januari 2004, di Dome Harvest Center,&nbsp;Karawaci, GKI Perniagaan Bajem Gading Serpong dilembagakan menjadi Jemaat GKI Gading Serpong, jemaat GKI ke-204, serta dilaksanakan peneguhan Pdt. Andreas Loanka sebagai pendeta sulung dan delapan belas penatua sulung GKI Gading Serpong. Tuhan yang memulai, Tuhan juga yang memberi pertumbuhan.</p> <p style="text-align: justify;">Konsisten dengan visi GKI Gading Serpong, yaitu “Berakar, Bertumbuh, dan Berbuah di dalam Tuhan,” jumlah kehadiran jemaat terus bertumbuh. Pada tahun 1999, jemaat dewasa yang menghadiri kebaktian umum sebanyak tiga ratus orang, dan anak-anak yang menghadiri ibadah sekolah Minggu sebanyak dua ratus orang. Pada tahun 2001, mulai diadakan kebaktian lansia dan remaja. Di tahun 2003, mulai diadakan kebaktian pemuda dan sudah dilaksanakan tiga kali kebaktian umum. Pertumbuhan jemaat tidak berhenti sampai di situ. Pada tahun 2008, jumlah kehadiran rata-rata sudah mencapai seribu orang setiap minggunya, dan ibadah sekolah Minggu sudah dihadiri enam ratus anak-anak. Di tahun 2012, jemaat umum yang menghadiri ibadah sudah ada sebanyak 2500 orang, dan tujuh ratus jemaat sekolah Minggu, ditambah tiga ratus remaja dan pemuda setiap minggunya.</p> <p style="text-align: justify;">Jemaat kemudian diajak menyanyikan lagu “Hidup dengan Tujuan”, lagu tema program “40 <em>Days of Purpose</em>”, sambil ditayangkan cuplikan-cuplikan video klip lagu lawas tersebut, membangkitkan kenangan jemaat akan program yang dilaksanakan pada tahun 2009, ketika gereja membentuk kelompok-kelompok kecil, yang disambut dengan begitu antusias oleh jemaat.</p> <p style="text-align: justify;">Kebutuhan akan pengerja untuk menggembalakan umat-Nya pun tak terelakkan. Tuhan mengirimkan hamba-hamba-Nya untuk melayani di tempat ini, dimulai dari Phebe Tanto Wijaya, yang melayani sebelum jemaat ini didewasakan. Setelah itu disusul dengan kehadiran para pengerja, yang datang silih berganti, yaitu Eliyunus Gulo, Raffel Rohie, Irama Maduwu, Hadi Christianta, Heri Subeno, Benedictus Arya Dewanto, dan Hebron Winter Pemasela.</p> <p style="text-align: justify;">Saat ini, GKI Gading Serpong telah memiliki enam orang pendeta dan dua orang staf bina. Pdt. Andreas Loanka diteguhkan sebagai pendeta sulung di Bajem Gading Serpong pada tanggal 6 Mei 2002. Pdt. Andreas sebelumnya sudah memiliki sejarah pelayanan yang panjang, mulai dari GKJ Muara Karang, GKKK Pematangsiantar, GKJ Kartini, GKI Pinangsia, dan GKI Perniagaan, sejak tahun 1989-2004. Pdt. Santoni Ong, yang sebelumnya sudah melayani di GKI Pengadilan, Bogor sejak 1991 dan GKI Kavling Polri, diteguhkan di GKI Gading Serpong sejak 16 April 2012. GKI Gading Serpong mendapat kehormatan untuk mentahbiskan dua orang pendeta wanita sekaligus pada 13 Februari 2023, yaitu Pdt. Erma Primastuti Kristiyono yang semula berjemaat di GKI Rengasdengklok, dan Pdt. Devina Erlin Minerva, yang semula berjemaat di GKI Maulana Yusuf, Bandung. Pdt. Danny Purnama, yang sempat melayani selama sembilan belas tahun di GKI Citra 1, dan menjabat sebagai Sekum BPMS GKI sejak tahun 2018-2022, diteguhkan menjadi pendeta GKI Gading Serpong pada tanggal 29 Mei 2023. Pdt. Pramudya Hidayat, sebagai pendeta bungsu di GKI Gading Serpong, diteguhkan pada 26 Agustus 2024, sebelumnya sudah melayani di GKI Kuningan sejak tahun 2015. Reni Yuliastuti mulai bergabung sebagai staf bina sejak 1 Juli 2014, dan Ratna Kartika sejak 1 November 2019. Para pendeta dan staf bina yang sudah naik ke atas panggung saat disebutkan namanya, kemudian bersama-sama melantunkan pujian PKJ 177, “Aku Tuhan Semesta”, seperti yang sudah ditayangkan pada <em>trailer</em> acara sejak seminggu sebelumnya.</p> <p style="text-align: justify;">Selain menyelenggarakan ibadah untuk jemaat, GKI Gading Serpong juga memberikan pelayanan untuk masyarakat di luar gereja, di antaranya: pelayanan Klinik Anugerah, yang dilakukan oleh para dokter dan tenaga medis yang merupakan anggota jemaat; pelayanan kepada Suku Anak Dalam Mentawak, Bangko Jambi, dalam bentuk mengajarkan cara berkebun dan beternak, sehingga mereka memiliki penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga; pelayanan Tenjo, dalam bentuk bimbingan belajar bagi anak-anak sekolah. GKI Gading Serpong telah menjadi secercah sinar yang menerangi kehidupan di sekitarnya.</p> <p style="text-align: justify;">Paduan suara gabungan menyambut ajakan untuk tetap bersinar dengan pujian “<em>This Little Light of Mine</em>”, dengan diiringi <em>Band</em> Komisi Dewasa Muda, dengan Yani Prabowo sebagai dirigennya. Paduan suara yang tampil ceria dengan pakaian berwarna-warni ini merupakan kolaborasi hampir enam puluh orang pemuji dari VG Alpha Singers, VG Omega, VG Crisentor, VG Makarios, VG Madah Kasih, VG Narwastu, PS Sanctus, VG Soteria, VG Yadah, dan VG Vox Laudis, yang sudah menjalani latihan gabungan sejak sebulan sebelumnya, setelah didahului latihan oleh masing-masing unsur.</p> <p style="text-align: justify;">Tidak seperti biasanya, dalam perenungan firman Tuhan, kali ini keenam pendeta GKI Gading Serpong berdiri berjajar di atas panggung. Pdt. Santoni kemudian mempimpin doa epiklese. Pdt. Danny mengawali dengan berseloroh, bahwa ini lebih menenangkan bagi para pendeta, ketimbang harus menyanyi seperti tadi. Firman Tuhan diambil dari Kejadian 22:14, “Abraham menamai tempat itu, ‘TUHAN menyediakan’; sebagaimana dikatakan orang sampai sekarang, ‘Di atas gunung TUHAN, akan disediakan.’” Manusia memiliki berbagai kebutuhan. Dalam upaya kita memenuhi kebutuhan tersebut, kita tidak pernah sendirian. Allah kita adalah Yehova Jireh, Allah yang menyediakan. Kalimat “<em>God will provide</em>” muncul dalam kisah Abraham yang diminta mengurbankan Ishak, anak tunggalnya, yang didapat setelah penantian yang panjang. Sebenarnya dalam kisah itu, Allah sedang menguji kesetiaan Abraham pada perjanjiannya dengan TUHAN. Melalui kisah ini, kita belajar bahwa Allah setia pada janji-Nya. Ia menyediakan apa yang kita butuhkan, tepat pada waktu-Nya. Yehova Jireh atau Providentia Dei bukan hanya selangkah, melainkan berlangkah-langkah di depan kita. Ia sudah mengetahui apa yang akan diperlukan di masa mendatang, dan menyediakannya di masa kini. Allah memelihara seluruh alam semesta menurut kuasa-Nya, maha mengetahui apa kebutuhan kita, dan maha kuasa untuk menyediakan apa kebutuhan kita. Namun, tidak berarti kita tidak perlu mengerjakan apa-apa lagi. Kita tetap bertanggung jawab untuk berkarya dan bekerja dalam hidup ini, dengan akal budi, kekuatan, dan kehendak bebas untuk memilih dan memutuskan.</p> <p style="text-align: justify;">Pdt. Andreas melanjutkan khotbah dengan mengajak jemaat mensyukuri anugerah Allah, yang menjawab kebutuhan umat-Nya untuk bersekutu di wilayah Tangerang. Perkekap GKI Perniagaan (semacam persekutuan wilayah) rutin mengadakan persekutuan, salah satunya di wilayah Gading Serpong. Salah seorang penatuanya, yang juga menjabat sebagai Sekum BPK Penabur, dan tinggal di Modernland, melihat adanya fasilitas TKK Penabur, maka diadakan percakapan dengan Perkekap dan Majelis Jemaat GKI Perniagaan. Majelis jemaat melihat, bahwa yang tinggal di Tangerang bukan hanya anggota GKI Perniagaan, tetapi juga anggota jemaat dari GKI-GKI lainnya, mengapa tidak diajak bersama-sama? Demikianlah, tujuh jemaat ikut mendukung rencana ini. Walaupun kebaktian perdana hanya dihadiri sedikit orang, anugerah Tuhan terus mengalir, yang dapat dilihat melalui perkembangan jemaat.</p> <p style="text-align: justify;">Tuhan sudah menyediakan orang-orang yang berpotensi besar di sekitar Gading Serpong ini, sehingga walaupun gereja induknya jauh, sudah ada orang-orang yang siap melayani, seperti Eliyunus Gulo, Budiman, dan Phebe Tanto Wijaya, yang semula merupakan bagian dari jemaat, kemudian dipanggil untuk melayani penuh waktu. Sejak awal, Tuhan sudah memimpin jemaat ini, dengan menempatkan orang-orang yang memiliki semangat pelayanan yang luar biasa. Gerakan 40 <em>Days of Purpose</em> semakin mengobarkan semangat jemaat untuk bersekutu, mempelajari firman Tuhan melalui kelompok kecil, dan melayani. Ketika gerakan ini dimulai, jumlah jemaat baru sekitar enam ratus orang. Namun, peserta gerakan ini mencapai seribu orang lebih, dan jumlah kehadiran jemaat terus berkembang setelah gerakan ini berakhir.</p> <p style="text-align: justify;">Anugerah Tuhan tidak berhenti hanya di jumlah kehadiran, tetapi juga melalui hamba-hamba Tuhan yang ditempatkan di sini. Ketika masih sendirian melayani sebagai pendeta, Pdt. Andreas sangat terbantu dengan kehadiran Pdt. Em. Martin Jonathan (GKI Samanhudi) dan Pdt. Em. Girihardjo Lukito (GKI Kepa Duri), yang tinggal di sekitar Gading Serpong, sehingga dapat meringankan pekerjaannya. Juga ketika Pdt. Andreas kewalahan mengurus disertasinya, Tuhan kembali mengutus Pdt. Santoni Ong untuk bersama-sama melayani di GKI Gading Serpong, dan kemudian disusul oleh keempat pendeta lainnya.</p> <p style="text-align: justify;">Demikian pula dalam menyediakan fasilitas ibadah, Tuhan menyediakan, mulai dari aula TKK Penabur, aula SDK Penabur, dan kemudian aula SMAK Penabur Gading Serpong. Sewaktu masih berstatus sebagai bajem, kita pun sudah rindu memiliki tempat ibadah yang tetap. Pada waktu itu kita mendapatkan penawaran sebidang tanah untuk dijadikan lokasi gereja. Ketika diputuskan untuk membelinya, Tuhan menggerakkan hati beberapa orang untuk menyumbangkan dana yang cukup besar, dan itu menggerakkan hati lebih banyak lagi anggota jemaat untuk ikut memenuhi kebutuhan dananya, bahkan ada yang bersedia memberikan dana talangan, sehingga kebutuhan dana untuk membeli tanah tersebut terpenuhi. Bahkan, di kemudian hari, sebagian orang yang memberikan dana talangan tersebut menyatakan, dana itu tidak perlu dikembalikan. Ketika kembali ditawarkan tanah di sampingnya, Tuhan kembali mencukupkan kebutuhan dananya. Memang pengurusan izin pembangunan tidak mudah, tetapi majelis jemaat terus berdoa dan berusaha, sehingga pada Desember 2023, persetujuan bangunan gedung (PBG) itu telah kita peroleh. Sebagaimana yang telah ditunjukkan-Nya di masa yang lampau, kita percaya, Tuhan pun akan menyediakan dana yang diperlukan untuk pembangunan gedung ini, melalui kita, anak-anak-Nya. Harus dimulai dari diri kita sendiri. Jika kita sendiri tidak mau mendukung, bagaimana orang lain mau mendukung?</p> <p style="text-align: justify;">Pdt. Erma kemudian melanjutkan dengan mengajak jemaat mensyukuri pemeliharaan-Nya. Terkadang, kita belum menyampaikan kebutuhan kita, tetapi Allah sudah memberikannya. Biarlah rasa syukur itu kita tunjukkan dengan hidup berfokus kepada Tuhan, bukan mengejar nikmat duniawi, mempersembahkan diri kita sebagai persembahan yang hidup, yang kudus, dan yang berkenan kepada Allah. Itu berarti mengabdikan hidup sepenuhnya bagi Tuhan, dan menyerahkan diri untuk melayani Tuhan dengan kesungguhan hati, mempersembahkan segala yang terbaik, segala talenta untuk memuliakan nama-Nya, dan menjadi berkat bagi banyak orang.</p> <p style="text-align: justify;">Pdt. Pramudya Hidayat yang melanjutkannya mengundang tawa jemaat, karena memprotes sebutan sebagai pendeta bungsu GKI Gading Serpong, sebab secara usia, ia tidak lebih muda daripada kedua pendeta wanita yang ada. Tidak ada yang mau disebut anak bungsu, sebab di Alkitab, anak bungsu dikisahkan kurang ajar, berani meminta warisan ketika ayahnya masih hidup. Namun, ketika ia pulang dalam keadaan bangkrut, ayahnya mau menerimanya dengan tangan terbuka. Seperti anak bungsu, jika sudah diberi anugerah sedemikian besar, kita pun seharusnya mau taat, karena hati yang dipenuhi rasa syukur. Rasa syukur itu membangkitkan komitmen untuk memberikan yang terbaik bagi Tuhan. Menghayati kebaikan ayahnya, ia tidak hidup untuk kesenangan dan kepuasan dirinya sendiri lagi, tetapi untuk menyenangkan dan memuaskan hati ayahnya. Rumah Tuhan yang akan kita bangun adalah demi kemuliaan Tuhan dan pertumbuhan jemaat. Rasa syukur itu akan menghasilkan kepedulian, menggerakkan kita untuk membagikan segala yang kita miliki. Ini akan menginspirasi banyak orang untuk melakukan pembangunan manusia. Di gedung gereja yang baru, orang-orang akan dicetak, dibina, dipersekutukan, menjadi jemaat yang bersaksi dan melayani. Dari gedung gereja yang baru, akan lahir pemimpin-pemimpin baru, yang kelak akan berdampak di tengah-tengah masyarakat.</p> <p style="text-align: justify;">Pdt. Devina, yang secara usia adalah bungsu di antara keenam pendeta, mengakhiri rangkaian khotbah dengan mengingatkan, kita sudah diberikan tanggung jawab dan berkat, bukan hanya untuk membangun rumah Tuhan, tetapi juga untuk memberikan seluruh hidup kita. Gedung hanyalah sarana, bukan tujuan akhir kehidupan. Tuhan memberkati dengan sumber daya yang begitu melimpah. Karena itu, marilah kita tidak hanya membangun gedungnya, tetapi juga membangunan jemaatnya. Karakter, kasih kepada sesama, itulah gereja yang sesungguhnya. Pdt. Devina kemudian menutup rangkaian khotbah ini dengan doa.</p> <p style="text-align: justify;">Jemaat kemudian diajak menyanyikan lagu KK 601, “Kumulai dari Diri Sendiri”, dilanjutkan oleh Ketua Majelis Jemaat GKI Gading Serpong, Alfian Djoko Setyono, yang mempresentasikan perkembangan pembangunan gedung gereja. Proyek pembangunan gedung gereja ini sudah dimulai sejak tahun 2005. Ketika itu juga diadakan penggalangan dana untuk membeli sebidang tanah yang akan dijadikan lokasi gedung gereja, yang akhirnya terbeli pada tahun 2006. Sejak tahun 2008, proses pengajuan izin pembangunan mulai dilakukan. Berulang kali upaya yang dilakukan gagal, tetapi majelis jemaat terus berdoa dan berusaha. Pada tahun 2023, kembali dilakukan pengajuan izin, dan puji Tuhan, PBG diperoleh pada 22 Desember 2023 yang lalu.</p> <p style="text-align: justify;">Kemudian dipaparkan rancangan gedung gereja yang akan dibangun, beserta rincian ruangan-ruangan yang akan disediakan, <em>timeline</em> pembangunan, dan rincian biaya yang diperlukan untuk membangun gedung yang dapat menampung sekitar 3800 orang. Upaya untuk memenuhi kebutuhan dana yang demikian besar itu telah dimulai dengan menyediakan kantung persembahan berwarna biru yang telah dijalankan selama kurang lebih enam bulan, penjualan kartu e-money dan Flazz BCA (masih tersisa sekitar 49 kartu yang belum terjual), juga pelelangan hasil karya jemaat. Kita juga memperoleh komitmen persembahan berupa kloset dan wastafel, lampu LED, dan peredam suara untuk ruang ibadah. Dari kebutuhan dana yang sedemikian besar, hingga September 2024 baru diperoleh tiga puluh persennya. Presentasi diakhiri dengan pantun, “Bunga Melati di tepi jalan harum semerbak di tengah taman. Mari berdonasi dengan keikhlasan dan kerelaan hati kita, sebagai ucapan syukur kita. Mari bersama kita wujudkan harapan, rumah Tuhan di tempat ini.”</p> <p style="text-align: justify;">Paduan suara gabungan yang berbusana serba hitam dan dasi berwarna kuning, kolaborasi dari PS Ekklesia, PS Nafiri, PS Proskuneo, dan VG Calvary melanjutkan dengan pujian “<em>Grace Alone</em>”, dengan Novi Engelin sebagai dirigen, diiringi oleh Farrel Jordan Octavian. Mereka pun sudah melakukan latihan gabungan selama satu bulan terakhir, setelah sebelumnya berlatih di unsur masing-masing.</p> <p style="text-align: justify;">Pdt. Santoni, yang tadi tidak ikut berkhotbah, memimpin puncak malam persekutuan dan pengucapan syukur ini. Mengutip Yohanes 3:16, Tuhan sedemikian mengasihi dunia yang telah rusak ini. Kasih-Nya adalah kasih yang memberi, yang ditunjukkan dengan kerelaan untuk memberikan nyawa-Nya demi keselamatan manusia. Pdt. Santoni juga mengutip percakapan antara John Piper yang menanyai Rick Warren, tentang apa yang ditanyakan Tuhan ketika kita kembali kepada-Nya. Menurut Rick Warren, Tuhan akan menanyakan dua hal, yaitu apa yang sudah kita lakukan untuk Anak-Nya, dan apa yang sudah kita lakukan dengan apa yang sudah diberikan-Nya kepada kita. Dalam perjalanannya di padang pasir, bangsa Israel sempat berdosa dengan membuat patung anak lembu emas. Musa menangisi dosa bangsa Israel tersebut di hadapan Tuhan. Karena perjumpaan dengan Tuhan di atas Gunung Sinai itu, wajahnya bercahaya, sebagai tanda Allah berkenan mengampuni dosa bangsanya. Setelah itu, TUHAN memerintahkan bangsa itu untuk membawa persembahan untuk pembangunan Kemah Suci. Maka, datanglah setiap orang yang tergerak hatinya, membawa persembahan berupa benda-benda berharga kepada Allah. Persembahan itu begitu melimpah, hingga pada satu titik, Musa perlu mengumumkan agar bangsa itu berhenti membawa persembahan, karena bahan yang mereka peroleh telah cukup, bahkan berlebih. Mengapa persembahan mereka berlimpah ruah? Itu karena mereka merespons kasih Tuhan yang sudah menunjukkan kasih setia dan kesabaran-Nya. Mereka sadar, seharusnya mereka dibinasakan, tetapi Tuhan mengampuni segala dosa dan pelanggaran mereka, dan dengan setia menjaga dan memenuhi kebutuhan mereka.</p> <p style="text-align: justify;">Delapan tahun yang lalu, ada seorang ibu, yang dipanggil Oma Titin yang hidup sendirian, ingin tinggal di panti werdha. Gereja kemudian mencarikan panti werdha untuknya, dan rumahnya disewakan. Ketika mendengar ada rencana pembangunan gedung gereja ini, Oma Titin tergerak untuk menjual rumahnya, dan separuh hasil penjualannya diberikan untuk pembangunan gedung gereja. Separuhnya lagi disimpan untuk memenuhi kebutuhannya hingga akhir hidupnya nanti. Ada kelegaan dan sukacita setelah ia dapat memberikan hasil penjualan rumah tersebut untuk pembangunan gereja, karena meyakini uang yang diberikannya itu tidak akan sia-sia, dan dapat memberikan lebih banyak manfaat bagi jemaat-Nya, ketimbang disimpannya sendiri.</p> <p style="text-align: justify;">Malam ini, jemaat diajak untuk membawa persembahan syukurnya, dengan cara mengisi formulir janji syukur, yang dibagikan kepada jemaat. Jemaat diberi kesempatan untuk menyampaikan rasa syukurnya dengan memberikan persembahan syukur secara sekaligus ataupun secara periodik (bulanan, triwulanan, atau setiap jangka waktu tertentu), atau memberikan dana talangan. Jemaat yang belum dapat memutuskan dapat mencentang kotak, bahwa mereka bersedia dihubungi panita dalam beberapa waktu ke depan. Setelah diisi, formulir dimasukkan ke kantung cokelat, dan dikumpulkan oleh panitia. Jemaat yang tidak hadir juga dapat ikut mengambil komitmen memberikan janji syukur dengan mengambil formulir janji syukur ini dan mengembalikannya ke meja sekretariat setiap kali sesuai kebaktian umum.</p> <p style="text-align: justify;">Di akhir acara, Pdt. Andreas Loanka menutup dengan doa. Jemaat diajak menyanyikan lagu “Kasih Tuhan Mengiringimu”, sebagai doa berkat, dan seluruh pengisi acara diajak naik ke atas panggung, dan bersama-sama seluruh jemaat yang hadir menyanyikan lagu “Marilah Kita Membangun Rumah”, sebagai tanda kerinduan bersama untuk memiliki sebuah rumah ibadah. Ini adalah pekerjaan yang besar. Tuhan sudah membukakan jalan. Mari satukan hati dan tenaga untuk menggarapnya bersama-sama!</p> <p>{gallery}d{/gallery}</p> <p>&nbsp;</p> <p>Klik link ini untuk melihat foto-foto lainnya:&nbsp;<a href="https://gkigadingserpong.org/gallery/gallery-photo/foto-dari-acara-god-will-provide-2">https://gkigadingserpong.org/gallery/gallery-photo/foto-dari-acara-god-will-provide-2</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/d/God_will_Provide_197.jpg" alt="" width="5881" height="3921" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Sabtu, 26 Oktober 2024, GKI Gading Serpong menggelar malam persekutuan dan pengucapan syukur, dengan tajuk “<em>God Will Provide</em>”, dalam rangka penggalangan dana pembangunan gedung gereja. Acara dilaksanakan di aula lantai 6 SMAK Penabur Gading Serpong, Jl. Kelapa Gading Barat, Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten. Menjelang pk. 17.00, para pendeta GKI Gading Serpong sudah duduk berjajar di baris terdepan, termasuk Pdt. Andreas Loanka, yang khusus hadir di tengah cuti sabatikalnya, sementara para penampil sudah siap di kursi masing-masing.</p> <p style="text-align: justify;">Tak lama kemudian, adik-adik dari<em> Ensemble</em> Joyous dan Genesis yang berpakaian hitam-hitam membawakan lagu instrumental PKP 154, “Setiakah Diriku pada-Mu”, yang diaransemen oleh Angga Davida, yang sekaligus bertindak sebagai dirigennya. Joyous dan Genesis sudah melatih lagu ini sejak tiga bulan sebelumnya, dan dalam sebulan terakhir melakukan latihan gabungan. Tahun ini <em>Ensemble</em> Joyous genap berusia 20 tahun<em>. Ensemble</em> Genesis pun berawal dari Joyous, yang didirikan pada September 2004, tetapi setahun kemudian, sebagian anggotanya yang sudah remaja membentuk kelompok tersendiri.</p> <p style="text-align: justify;">Empat orang narator (Kelly Willis, Andersen Stefanus, Naftalia Firstiani, dan Ivan Daniel) serta empat orang <em>singer</em> (Elia Hinarno, Seraphine Widjaja, Puan Grace, dan Christopher Batistuta) kemudian bersama-sama mengajak jemaat menyanyikan lagu “S’bab Tuhan Baik”, dengan diiringi <em>band Youth</em>/Komisi Dewasa Muda, dan tari pita oleh para remaja dan pemuda, serta tari bendera oleh adik-adik sekolah Minggu.</p> <p style="text-align: justify;">Keluarga muda Galih Nurangga dan Lia Kristianti, beserta kedua anaknya, dibantu Pnt. Fabian Chandra dan Maria Jessica membawakan<em> role play</em> tentang keluarga-keluarga yang sedang mencari gereja yang mempunyai pelayanan sekolah Minggu, agar anak-anaknya pun dapat mengikuti ibadah anak sendiri, tidak harus terus-menerus mengikuti orang tuanya di kebaktian umum.</p> <p style="text-align: justify;">Para narator membacakan kronologi berdirinya GKI Gading Serpong. Pada tahun 1996, seorang penatua GKI Perniagaan, yang juga pengurus BPK Penabur, mendorong GKI Perniagaan untuk membantu pendirian Pos Kebaktian, Pelayanan, dan Kesaksian (Pos KPK) di Gading Serpong. Tujuh jemaat, yaitu GKI Perniagaan, GKI Gunung Sahari, GKI Samanhudi, GKI Wahid Hasyim, GKI Muara Karang, GKI Sutopo, dan GKI Karet Perumnas mendukung usul pendirian pos KPK ini, dengan Pdt. RAS Pandiangan sebagai pendeta pendamping. Majelis Jemaat GKI Perniagaan mengambil peran sebagai jemaat induk. Pada 17 November 1996, dilangsungkan kebaktian pengucapan syukur atas peresmian gedung sekolah TKK BPK Penabur Gading Serpong. Atas anugerah Allah, BPK Penabur berkenan menyediakan fasilitas ruang ibadah dan kegiatan pelayanan lainnya untuk Pos KPK Gading Serpong di gedung ini.</p> <p style="text-align: justify;">Diselingi pujian dari lagu KJ 440, “Di Badai Topan Dunia”, narasi pun dilanjutkan. Sejak peresmian gedung TKK Penabur Gading Serpong tersebut, Pos KPK Gading Serpong mulai menyelenggarakan kebaktian umum dan sekolah Minggu. Dimulai dengan satu kali ibadah setiap hari Minggu, pk. 09.00, dengan kebaktian umum yang dihadiri oleh 25 orang dewasa, dan ibadah sekolah Minggu yang dihadiri oleh dua puluh orang anak-anak. Tuhan memberi pertumbuhan, baik dalam pengajaran maupun jumlah jemaat, sehingga Pos KPK Gading Serpong terus berkembang.</p> <p style="text-align: justify;">Melalui persetujuan persidangan Badan Pekerja Majelis Klasis Jakarta Utara (BPMK-JU) GKI Sinode Wilayah Jawa Barat, dan Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GKI Sinode Wilayah Jawa Barat, pada tanggal 23 Juli 1999, status GKI Perniagaan Pos KPK Gading Serpong dikembangkan menjadi GKI Perniagaan Bakal Jemaat (Bajem) Gading Serpong.</p> <p style="text-align: justify;">Melalui persiapan oleh majelis jemaat, perlawatan, dan persidangan di lingkup jemaat GKI Perniagaan, BPMK-JU dan BPMS GKI Sinode Wilayah Jawa Barat, pada Senin, 26 Januari 2004, di Dome Harvest Center,&nbsp;Karawaci, GKI Perniagaan Bajem Gading Serpong dilembagakan menjadi Jemaat GKI Gading Serpong, jemaat GKI ke-204, serta dilaksanakan peneguhan Pdt. Andreas Loanka sebagai pendeta sulung dan delapan belas penatua sulung GKI Gading Serpong. Tuhan yang memulai, Tuhan juga yang memberi pertumbuhan.</p> <p style="text-align: justify;">Konsisten dengan visi GKI Gading Serpong, yaitu “Berakar, Bertumbuh, dan Berbuah di dalam Tuhan,” jumlah kehadiran jemaat terus bertumbuh. Pada tahun 1999, jemaat dewasa yang menghadiri kebaktian umum sebanyak tiga ratus orang, dan anak-anak yang menghadiri ibadah sekolah Minggu sebanyak dua ratus orang. Pada tahun 2001, mulai diadakan kebaktian lansia dan remaja. Di tahun 2003, mulai diadakan kebaktian pemuda dan sudah dilaksanakan tiga kali kebaktian umum. Pertumbuhan jemaat tidak berhenti sampai di situ. Pada tahun 2008, jumlah kehadiran rata-rata sudah mencapai seribu orang setiap minggunya, dan ibadah sekolah Minggu sudah dihadiri enam ratus anak-anak. Di tahun 2012, jemaat umum yang menghadiri ibadah sudah ada sebanyak 2500 orang, dan tujuh ratus jemaat sekolah Minggu, ditambah tiga ratus remaja dan pemuda setiap minggunya.</p> <p style="text-align: justify;">Jemaat kemudian diajak menyanyikan lagu “Hidup dengan Tujuan”, lagu tema program “40 <em>Days of Purpose</em>”, sambil ditayangkan cuplikan-cuplikan video klip lagu lawas tersebut, membangkitkan kenangan jemaat akan program yang dilaksanakan pada tahun 2009, ketika gereja membentuk kelompok-kelompok kecil, yang disambut dengan begitu antusias oleh jemaat.</p> <p style="text-align: justify;">Kebutuhan akan pengerja untuk menggembalakan umat-Nya pun tak terelakkan. Tuhan mengirimkan hamba-hamba-Nya untuk melayani di tempat ini, dimulai dari Phebe Tanto Wijaya, yang melayani sebelum jemaat ini didewasakan. Setelah itu disusul dengan kehadiran para pengerja, yang datang silih berganti, yaitu Eliyunus Gulo, Raffel Rohie, Irama Maduwu, Hadi Christianta, Heri Subeno, Benedictus Arya Dewanto, dan Hebron Winter Pemasela.</p> <p style="text-align: justify;">Saat ini, GKI Gading Serpong telah memiliki enam orang pendeta dan dua orang staf bina. Pdt. Andreas Loanka diteguhkan sebagai pendeta sulung di Bajem Gading Serpong pada tanggal 6 Mei 2002. Pdt. Andreas sebelumnya sudah memiliki sejarah pelayanan yang panjang, mulai dari GKJ Muara Karang, GKKK Pematangsiantar, GKJ Kartini, GKI Pinangsia, dan GKI Perniagaan, sejak tahun 1989-2004. Pdt. Santoni Ong, yang sebelumnya sudah melayani di GKI Pengadilan, Bogor sejak 1991 dan GKI Kavling Polri, diteguhkan di GKI Gading Serpong sejak 16 April 2012. GKI Gading Serpong mendapat kehormatan untuk mentahbiskan dua orang pendeta wanita sekaligus pada 13 Februari 2023, yaitu Pdt. Erma Primastuti Kristiyono yang semula berjemaat di GKI Rengasdengklok, dan Pdt. Devina Erlin Minerva, yang semula berjemaat di GKI Maulana Yusuf, Bandung. Pdt. Danny Purnama, yang sempat melayani selama sembilan belas tahun di GKI Citra 1, dan menjabat sebagai Sekum BPMS GKI sejak tahun 2018-2022, diteguhkan menjadi pendeta GKI Gading Serpong pada tanggal 29 Mei 2023. Pdt. Pramudya Hidayat, sebagai pendeta bungsu di GKI Gading Serpong, diteguhkan pada 26 Agustus 2024, sebelumnya sudah melayani di GKI Kuningan sejak tahun 2015. Reni Yuliastuti mulai bergabung sebagai staf bina sejak 1 Juli 2014, dan Ratna Kartika sejak 1 November 2019. Para pendeta dan staf bina yang sudah naik ke atas panggung saat disebutkan namanya, kemudian bersama-sama melantunkan pujian PKJ 177, “Aku Tuhan Semesta”, seperti yang sudah ditayangkan pada <em>trailer</em> acara sejak seminggu sebelumnya.</p> <p style="text-align: justify;">Selain menyelenggarakan ibadah untuk jemaat, GKI Gading Serpong juga memberikan pelayanan untuk masyarakat di luar gereja, di antaranya: pelayanan Klinik Anugerah, yang dilakukan oleh para dokter dan tenaga medis yang merupakan anggota jemaat; pelayanan kepada Suku Anak Dalam Mentawak, Bangko Jambi, dalam bentuk mengajarkan cara berkebun dan beternak, sehingga mereka memiliki penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga; pelayanan Tenjo, dalam bentuk bimbingan belajar bagi anak-anak sekolah. GKI Gading Serpong telah menjadi secercah sinar yang menerangi kehidupan di sekitarnya.</p> <p style="text-align: justify;">Paduan suara gabungan menyambut ajakan untuk tetap bersinar dengan pujian “<em>This Little Light of Mine</em>”, dengan diiringi <em>Band</em> Komisi Dewasa Muda, dengan Yani Prabowo sebagai dirigennya. Paduan suara yang tampil ceria dengan pakaian berwarna-warni ini merupakan kolaborasi hampir enam puluh orang pemuji dari VG Alpha Singers, VG Omega, VG Crisentor, VG Makarios, VG Madah Kasih, VG Narwastu, PS Sanctus, VG Soteria, VG Yadah, dan VG Vox Laudis, yang sudah menjalani latihan gabungan sejak sebulan sebelumnya, setelah didahului latihan oleh masing-masing unsur.</p> <p style="text-align: justify;">Tidak seperti biasanya, dalam perenungan firman Tuhan, kali ini keenam pendeta GKI Gading Serpong berdiri berjajar di atas panggung. Pdt. Santoni kemudian mempimpin doa epiklese. Pdt. Danny mengawali dengan berseloroh, bahwa ini lebih menenangkan bagi para pendeta, ketimbang harus menyanyi seperti tadi. Firman Tuhan diambil dari Kejadian 22:14, “Abraham menamai tempat itu, ‘TUHAN menyediakan’; sebagaimana dikatakan orang sampai sekarang, ‘Di atas gunung TUHAN, akan disediakan.’” Manusia memiliki berbagai kebutuhan. Dalam upaya kita memenuhi kebutuhan tersebut, kita tidak pernah sendirian. Allah kita adalah Yehova Jireh, Allah yang menyediakan. Kalimat “<em>God will provide</em>” muncul dalam kisah Abraham yang diminta mengurbankan Ishak, anak tunggalnya, yang didapat setelah penantian yang panjang. Sebenarnya dalam kisah itu, Allah sedang menguji kesetiaan Abraham pada perjanjiannya dengan TUHAN. Melalui kisah ini, kita belajar bahwa Allah setia pada janji-Nya. Ia menyediakan apa yang kita butuhkan, tepat pada waktu-Nya. Yehova Jireh atau Providentia Dei bukan hanya selangkah, melainkan berlangkah-langkah di depan kita. Ia sudah mengetahui apa yang akan diperlukan di masa mendatang, dan menyediakannya di masa kini. Allah memelihara seluruh alam semesta menurut kuasa-Nya, maha mengetahui apa kebutuhan kita, dan maha kuasa untuk menyediakan apa kebutuhan kita. Namun, tidak berarti kita tidak perlu mengerjakan apa-apa lagi. Kita tetap bertanggung jawab untuk berkarya dan bekerja dalam hidup ini, dengan akal budi, kekuatan, dan kehendak bebas untuk memilih dan memutuskan.</p> <p style="text-align: justify;">Pdt. Andreas melanjutkan khotbah dengan mengajak jemaat mensyukuri anugerah Allah, yang menjawab kebutuhan umat-Nya untuk bersekutu di wilayah Tangerang. Perkekap GKI Perniagaan (semacam persekutuan wilayah) rutin mengadakan persekutuan, salah satunya di wilayah Gading Serpong. Salah seorang penatuanya, yang juga menjabat sebagai Sekum BPK Penabur, dan tinggal di Modernland, melihat adanya fasilitas TKK Penabur, maka diadakan percakapan dengan Perkekap dan Majelis Jemaat GKI Perniagaan. Majelis jemaat melihat, bahwa yang tinggal di Tangerang bukan hanya anggota GKI Perniagaan, tetapi juga anggota jemaat dari GKI-GKI lainnya, mengapa tidak diajak bersama-sama? Demikianlah, tujuh jemaat ikut mendukung rencana ini. Walaupun kebaktian perdana hanya dihadiri sedikit orang, anugerah Tuhan terus mengalir, yang dapat dilihat melalui perkembangan jemaat.</p> <p style="text-align: justify;">Tuhan sudah menyediakan orang-orang yang berpotensi besar di sekitar Gading Serpong ini, sehingga walaupun gereja induknya jauh, sudah ada orang-orang yang siap melayani, seperti Eliyunus Gulo, Budiman, dan Phebe Tanto Wijaya, yang semula merupakan bagian dari jemaat, kemudian dipanggil untuk melayani penuh waktu. Sejak awal, Tuhan sudah memimpin jemaat ini, dengan menempatkan orang-orang yang memiliki semangat pelayanan yang luar biasa. Gerakan 40 <em>Days of Purpose</em> semakin mengobarkan semangat jemaat untuk bersekutu, mempelajari firman Tuhan melalui kelompok kecil, dan melayani. Ketika gerakan ini dimulai, jumlah jemaat baru sekitar enam ratus orang. Namun, peserta gerakan ini mencapai seribu orang lebih, dan jumlah kehadiran jemaat terus berkembang setelah gerakan ini berakhir.</p> <p style="text-align: justify;">Anugerah Tuhan tidak berhenti hanya di jumlah kehadiran, tetapi juga melalui hamba-hamba Tuhan yang ditempatkan di sini. Ketika masih sendirian melayani sebagai pendeta, Pdt. Andreas sangat terbantu dengan kehadiran Pdt. Em. Martin Jonathan (GKI Samanhudi) dan Pdt. Em. Girihardjo Lukito (GKI Kepa Duri), yang tinggal di sekitar Gading Serpong, sehingga dapat meringankan pekerjaannya. Juga ketika Pdt. Andreas kewalahan mengurus disertasinya, Tuhan kembali mengutus Pdt. Santoni Ong untuk bersama-sama melayani di GKI Gading Serpong, dan kemudian disusul oleh keempat pendeta lainnya.</p> <p style="text-align: justify;">Demikian pula dalam menyediakan fasilitas ibadah, Tuhan menyediakan, mulai dari aula TKK Penabur, aula SDK Penabur, dan kemudian aula SMAK Penabur Gading Serpong. Sewaktu masih berstatus sebagai bajem, kita pun sudah rindu memiliki tempat ibadah yang tetap. Pada waktu itu kita mendapatkan penawaran sebidang tanah untuk dijadikan lokasi gereja. Ketika diputuskan untuk membelinya, Tuhan menggerakkan hati beberapa orang untuk menyumbangkan dana yang cukup besar, dan itu menggerakkan hati lebih banyak lagi anggota jemaat untuk ikut memenuhi kebutuhan dananya, bahkan ada yang bersedia memberikan dana talangan, sehingga kebutuhan dana untuk membeli tanah tersebut terpenuhi. Bahkan, di kemudian hari, sebagian orang yang memberikan dana talangan tersebut menyatakan, dana itu tidak perlu dikembalikan. Ketika kembali ditawarkan tanah di sampingnya, Tuhan kembali mencukupkan kebutuhan dananya. Memang pengurusan izin pembangunan tidak mudah, tetapi majelis jemaat terus berdoa dan berusaha, sehingga pada Desember 2023, persetujuan bangunan gedung (PBG) itu telah kita peroleh. Sebagaimana yang telah ditunjukkan-Nya di masa yang lampau, kita percaya, Tuhan pun akan menyediakan dana yang diperlukan untuk pembangunan gedung ini, melalui kita, anak-anak-Nya. Harus dimulai dari diri kita sendiri. Jika kita sendiri tidak mau mendukung, bagaimana orang lain mau mendukung?</p> <p style="text-align: justify;">Pdt. Erma kemudian melanjutkan dengan mengajak jemaat mensyukuri pemeliharaan-Nya. Terkadang, kita belum menyampaikan kebutuhan kita, tetapi Allah sudah memberikannya. Biarlah rasa syukur itu kita tunjukkan dengan hidup berfokus kepada Tuhan, bukan mengejar nikmat duniawi, mempersembahkan diri kita sebagai persembahan yang hidup, yang kudus, dan yang berkenan kepada Allah. Itu berarti mengabdikan hidup sepenuhnya bagi Tuhan, dan menyerahkan diri untuk melayani Tuhan dengan kesungguhan hati, mempersembahkan segala yang terbaik, segala talenta untuk memuliakan nama-Nya, dan menjadi berkat bagi banyak orang.</p> <p style="text-align: justify;">Pdt. Pramudya Hidayat yang melanjutkannya mengundang tawa jemaat, karena memprotes sebutan sebagai pendeta bungsu GKI Gading Serpong, sebab secara usia, ia tidak lebih muda daripada kedua pendeta wanita yang ada. Tidak ada yang mau disebut anak bungsu, sebab di Alkitab, anak bungsu dikisahkan kurang ajar, berani meminta warisan ketika ayahnya masih hidup. Namun, ketika ia pulang dalam keadaan bangkrut, ayahnya mau menerimanya dengan tangan terbuka. Seperti anak bungsu, jika sudah diberi anugerah sedemikian besar, kita pun seharusnya mau taat, karena hati yang dipenuhi rasa syukur. Rasa syukur itu membangkitkan komitmen untuk memberikan yang terbaik bagi Tuhan. Menghayati kebaikan ayahnya, ia tidak hidup untuk kesenangan dan kepuasan dirinya sendiri lagi, tetapi untuk menyenangkan dan memuaskan hati ayahnya. Rumah Tuhan yang akan kita bangun adalah demi kemuliaan Tuhan dan pertumbuhan jemaat. Rasa syukur itu akan menghasilkan kepedulian, menggerakkan kita untuk membagikan segala yang kita miliki. Ini akan menginspirasi banyak orang untuk melakukan pembangunan manusia. Di gedung gereja yang baru, orang-orang akan dicetak, dibina, dipersekutukan, menjadi jemaat yang bersaksi dan melayani. Dari gedung gereja yang baru, akan lahir pemimpin-pemimpin baru, yang kelak akan berdampak di tengah-tengah masyarakat.</p> <p style="text-align: justify;">Pdt. Devina, yang secara usia adalah bungsu di antara keenam pendeta, mengakhiri rangkaian khotbah dengan mengingatkan, kita sudah diberikan tanggung jawab dan berkat, bukan hanya untuk membangun rumah Tuhan, tetapi juga untuk memberikan seluruh hidup kita. Gedung hanyalah sarana, bukan tujuan akhir kehidupan. Tuhan memberkati dengan sumber daya yang begitu melimpah. Karena itu, marilah kita tidak hanya membangun gedungnya, tetapi juga membangunan jemaatnya. Karakter, kasih kepada sesama, itulah gereja yang sesungguhnya. Pdt. Devina kemudian menutup rangkaian khotbah ini dengan doa.</p> <p style="text-align: justify;">Jemaat kemudian diajak menyanyikan lagu KK 601, “Kumulai dari Diri Sendiri”, dilanjutkan oleh Ketua Majelis Jemaat GKI Gading Serpong, Alfian Djoko Setyono, yang mempresentasikan perkembangan pembangunan gedung gereja. Proyek pembangunan gedung gereja ini sudah dimulai sejak tahun 2005. Ketika itu juga diadakan penggalangan dana untuk membeli sebidang tanah yang akan dijadikan lokasi gedung gereja, yang akhirnya terbeli pada tahun 2006. Sejak tahun 2008, proses pengajuan izin pembangunan mulai dilakukan. Berulang kali upaya yang dilakukan gagal, tetapi majelis jemaat terus berdoa dan berusaha. Pada tahun 2023, kembali dilakukan pengajuan izin, dan puji Tuhan, PBG diperoleh pada 22 Desember 2023 yang lalu.</p> <p style="text-align: justify;">Kemudian dipaparkan rancangan gedung gereja yang akan dibangun, beserta rincian ruangan-ruangan yang akan disediakan, <em>timeline</em> pembangunan, dan rincian biaya yang diperlukan untuk membangun gedung yang dapat menampung sekitar 3800 orang. Upaya untuk memenuhi kebutuhan dana yang demikian besar itu telah dimulai dengan menyediakan kantung persembahan berwarna biru yang telah dijalankan selama kurang lebih enam bulan, penjualan kartu e-money dan Flazz BCA (masih tersisa sekitar 49 kartu yang belum terjual), juga pelelangan hasil karya jemaat. Kita juga memperoleh komitmen persembahan berupa kloset dan wastafel, lampu LED, dan peredam suara untuk ruang ibadah. Dari kebutuhan dana yang sedemikian besar, hingga September 2024 baru diperoleh tiga puluh persennya. Presentasi diakhiri dengan pantun, “Bunga Melati di tepi jalan harum semerbak di tengah taman. Mari berdonasi dengan keikhlasan dan kerelaan hati kita, sebagai ucapan syukur kita. Mari bersama kita wujudkan harapan, rumah Tuhan di tempat ini.”</p> <p style="text-align: justify;">Paduan suara gabungan yang berbusana serba hitam dan dasi berwarna kuning, kolaborasi dari PS Ekklesia, PS Nafiri, PS Proskuneo, dan VG Calvary melanjutkan dengan pujian “<em>Grace Alone</em>”, dengan Novi Engelin sebagai dirigen, diiringi oleh Farrel Jordan Octavian. Mereka pun sudah melakukan latihan gabungan selama satu bulan terakhir, setelah sebelumnya berlatih di unsur masing-masing.</p> <p style="text-align: justify;">Pdt. Santoni, yang tadi tidak ikut berkhotbah, memimpin puncak malam persekutuan dan pengucapan syukur ini. Mengutip Yohanes 3:16, Tuhan sedemikian mengasihi dunia yang telah rusak ini. Kasih-Nya adalah kasih yang memberi, yang ditunjukkan dengan kerelaan untuk memberikan nyawa-Nya demi keselamatan manusia. Pdt. Santoni juga mengutip percakapan antara John Piper yang menanyai Rick Warren, tentang apa yang ditanyakan Tuhan ketika kita kembali kepada-Nya. Menurut Rick Warren, Tuhan akan menanyakan dua hal, yaitu apa yang sudah kita lakukan untuk Anak-Nya, dan apa yang sudah kita lakukan dengan apa yang sudah diberikan-Nya kepada kita. Dalam perjalanannya di padang pasir, bangsa Israel sempat berdosa dengan membuat patung anak lembu emas. Musa menangisi dosa bangsa Israel tersebut di hadapan Tuhan. Karena perjumpaan dengan Tuhan di atas Gunung Sinai itu, wajahnya bercahaya, sebagai tanda Allah berkenan mengampuni dosa bangsanya. Setelah itu, TUHAN memerintahkan bangsa itu untuk membawa persembahan untuk pembangunan Kemah Suci. Maka, datanglah setiap orang yang tergerak hatinya, membawa persembahan berupa benda-benda berharga kepada Allah. Persembahan itu begitu melimpah, hingga pada satu titik, Musa perlu mengumumkan agar bangsa itu berhenti membawa persembahan, karena bahan yang mereka peroleh telah cukup, bahkan berlebih. Mengapa persembahan mereka berlimpah ruah? Itu karena mereka merespons kasih Tuhan yang sudah menunjukkan kasih setia dan kesabaran-Nya. Mereka sadar, seharusnya mereka dibinasakan, tetapi Tuhan mengampuni segala dosa dan pelanggaran mereka, dan dengan setia menjaga dan memenuhi kebutuhan mereka.</p> <p style="text-align: justify;">Delapan tahun yang lalu, ada seorang ibu, yang dipanggil Oma Titin yang hidup sendirian, ingin tinggal di panti werdha. Gereja kemudian mencarikan panti werdha untuknya, dan rumahnya disewakan. Ketika mendengar ada rencana pembangunan gedung gereja ini, Oma Titin tergerak untuk menjual rumahnya, dan separuh hasil penjualannya diberikan untuk pembangunan gedung gereja. Separuhnya lagi disimpan untuk memenuhi kebutuhannya hingga akhir hidupnya nanti. Ada kelegaan dan sukacita setelah ia dapat memberikan hasil penjualan rumah tersebut untuk pembangunan gereja, karena meyakini uang yang diberikannya itu tidak akan sia-sia, dan dapat memberikan lebih banyak manfaat bagi jemaat-Nya, ketimbang disimpannya sendiri.</p> <p style="text-align: justify;">Malam ini, jemaat diajak untuk membawa persembahan syukurnya, dengan cara mengisi formulir janji syukur, yang dibagikan kepada jemaat. Jemaat diberi kesempatan untuk menyampaikan rasa syukurnya dengan memberikan persembahan syukur secara sekaligus ataupun secara periodik (bulanan, triwulanan, atau setiap jangka waktu tertentu), atau memberikan dana talangan. Jemaat yang belum dapat memutuskan dapat mencentang kotak, bahwa mereka bersedia dihubungi panita dalam beberapa waktu ke depan. Setelah diisi, formulir dimasukkan ke kantung cokelat, dan dikumpulkan oleh panitia. Jemaat yang tidak hadir juga dapat ikut mengambil komitmen memberikan janji syukur dengan mengambil formulir janji syukur ini dan mengembalikannya ke meja sekretariat setiap kali sesuai kebaktian umum.</p> <p style="text-align: justify;">Di akhir acara, Pdt. Andreas Loanka menutup dengan doa. Jemaat diajak menyanyikan lagu “Kasih Tuhan Mengiringimu”, sebagai doa berkat, dan seluruh pengisi acara diajak naik ke atas panggung, dan bersama-sama seluruh jemaat yang hadir menyanyikan lagu “Marilah Kita Membangun Rumah”, sebagai tanda kerinduan bersama untuk memiliki sebuah rumah ibadah. Ini adalah pekerjaan yang besar. Tuhan sudah membukakan jalan. Mari satukan hati dan tenaga untuk menggarapnya bersama-sama!</p> <p>{gallery}d{/gallery}</p> <p>&nbsp;</p> <p>Klik link ini untuk melihat foto-foto lainnya:&nbsp;<a href="https://gkigadingserpong.org/gallery/gallery-photo/foto-dari-acara-god-will-provide-2">https://gkigadingserpong.org/gallery/gallery-photo/foto-dari-acara-god-will-provide-2</a></p> Pameran Pelayanan 2024 2024-09-24T14:19:17+07:00 2024-09-24T14:19:17+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/pameran-pelayanan-2025 Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/FIX.png" alt="" width="1920" height="1080" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Minggu, 22 September 2024, di aula lantai 1 SMAK Penabur Gading Serpong, yang berlokasi di Jl. Kelapa Gading Barat, Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten, GKI Gading Serpong mengadakan pameran pelayanan. Kegiatan ini diselenggarakan seusai kebaktian umum yang pertama hingga keempat, dalam rangka menutup rangkaian bulan misi dan pelayanan.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/pameran-pelayanan-2025" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/FIX.png" alt="" width="1920" height="1080" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Minggu, 22 September 2024, di aula lantai 1 SMAK Penabur Gading Serpong, yang berlokasi di Jl. Kelapa Gading Barat, Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten, GKI Gading Serpong mengadakan pameran pelayanan. Kegiatan ini diselenggarakan seusai kebaktian umum yang pertama hingga keempat, dalam rangka menutup rangkaian bulan misi dan pelayanan.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/pameran-pelayanan-2025" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Pelatihan Penulisan Liputan GKI Gading Serpong 2024-09-13T18:44:03+07:00 2024-09-13T18:44:03+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/pelatihan-penulisan-liputan-gki-gading-serpong Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/maj/WhatsApp_Image_2024-09-13_at_17.45.42.jpeg" alt="" width="2560" height="1445" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">“Tak kenal maka tak sayang,” demikian peribahasa yang sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Ini pulalah yang dipikirkan Komisi Perpustakaan dan Publikasi Gading Serpong, sehingga mengadakan pelatihan penulisan internal antar komisi. Mengapa kita harus menulis? Bagaimana kita melaporkan kegiatan komisi ke jemaat GKI Gading Serpong? Tujuan utama kita membuat liputan adalah untuk menjadi saksi Kristus, dengan meninggalkan catatan tentang betapa besar anugerah-Nya kepada kita, melalui kegiatan-kegiatan komisi yang dilakukan.</p> <p style="text-align: justify;">Di akhir pelatihan, para peserta diminta untuk membuat liputan acara ini, sebagai praktik latihannya. Berikut adalah karya liputan dari dua orang peserta. Semoga memberi semangat untuk kita semua, untuk mencatat dan meninggalkan sejarah kebesaran Sang Pencipta terhadap kita semua (red.)</p> <p style="text-align: justify;"><strong>1. Liputan oleh Topas Kristian Elnatan Kosasih (Komisi Dewasa GKI GS, sie Persekutuan Doa Jemaat) </strong></p> <p style="text-align: justify;">Berangkat dari kerinduan Komisi Perpustakaan dan Publikasi GKI Gading Serpong (disingkat KPP GKI GS) agar setiap komisi dapat membuat membuat artikel liputan kegiatan, maka KPP GKI mengadakan Latihan Penulisan Liputan. Kegiatan ini diselenggarakan pada hari Sabtu, 31 Agustus 2024, bertempat di ruang Lukas, Griya Anugerah GKI Gading Serpong, Jl. Kelapa Puan Raya Blok CA 12, No. 20-21, Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten.</p> <p style="text-align: justify;">Kegiatan ini memang tidak sepopuler kegiatan lainnya. Oleh karena itu, jumlah yang hadir pun tidak banyak, hanya sepuluh orang. Kegiatan ini dimulai pukul 09.00 WIB sampai pukul 12.30 WIB.</p> <p style="text-align: justify;">Materi pelatihan penulisan ini dibawakan oleh Tjhia Yen Nie, ketua Komisi Perpustakaan dan Publikasi, yang membawakan materi mengenai mengapa seseorang perlu menulis dan pentingnya meninggalkan catatan. Dilanjutkan dengan arti penulisan, ditinjau dari sisi Alkitabiah. Salah satunya adalah, menulis merupakan perintah Tuhan sendiri kepada umat-Nya. Dengan menulis, artinya umat Tuhan melaksanakan perintah Tuhan.</p> <p style="text-align: justify;">Lalu dipaparkan pula bagaimana karya tulis yang ditinggalkan tokoh-tokoh zaman dahulu bisa mempengaruhi kehidupan modern masa kini. Contohnya, pemikiran Cicero, seorang orator dan filsuf Romawi, yang salah satu buah pemikirannya memengaruhi gaya pemerintahan di Indonesia, yaitu paham <em>Trias Politica</em>. Uniknya, pemikiran Cicero ini dapat diketahui oleh masyarakat modern berkat catatan dari Marcus Tullius Tiro, mantan budaknya. Selanjutnya pada sesi ini, pembicara memberikan beberapa triik bagaimana kita berpikir kritis dalam membuat suatu tulisan liputan, yaitu dengan trik 5 W + 1 H. Yaitu,<em> What</em> (apa), <em>When</em> (kapan), <em>Where</em> (di mana), <em>Why</em> (mengapa),<em> Who</em> (siapa) dan <em>How</em> (bagaimana), yang bisa dijadikan dasar penggalian pemikiran untuk menulis.</p> <p style="text-align: justify;">Pada sesi kedua, Satrya Harefa mendapat giliran untuk memberikan pemaparannya. Pak Satrya adalah kontributor <em>Majalah Sepercik Anugerah</em> dan penulis <em>website</em> GKI Gading Serpong.</p> <p style="text-align: justify;">Dalam sesi ini, pembicara menggali lebih dalam 5 W + 1 H tersebut melalui P.O.V (<em>point of view</em>). Dijelaskan bagaimana model-model POV tersebut bisa memengaruhi suatu tulisan, dilanjutkan bagaimana kita bisa mengasah POV tersebut dalam membuat suatu tulisan.</p> <p style="text-align: justify;">Tidak lengkap bila hanya teori yang diajarkan. Setiap orang yang hadir pada latihan penulisan ini pun diajak langsung untuk mempraktikkan bagaimana menulis liputan. Setelah usai waktu yang diberikan untuk berlatih menulis, setiap peserta membacakan tulisan mereka, lalu peserta lainnya bisa memberikan masukan terhadap tulisan tersebut.</p> <p style="text-align: justify;">Seluruh peserta yang hadir sangat antusias. Ini terlihat dari bagaimana mereka menanyakan berbagai seluk-beluk menulis. Mereka pun bersemangat, karena bisa langsung mempraktikkannya.</p> <p style="text-align: justify;">Kegiatan ini diakhiri dengan kegiatan ramah tamah di dalam ruangan, sambil melihat contoh hasil tulisan yang pernah dibuat oleh pembicara dan rekan yang lain.</p> <p style="text-align: justify;">Harapannya, dengan diadakannya pelatihan penulisan ini, setiap anggota komisi yang hadir bisa membuat sebuah liputan kegiatan, berkontribusi pada <em>website</em> GKI GS dan menorehkan catatan yang abadi.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>2. Liputan oleh Ria Limantoro (Komisi Anak GKI GS, guru sekolah Minggu TKA)</strong></p> <p style="text-align: justify;">Di suatu sore, muncul pesan di grup guru sekolah Minggu (GSM) jenjang kecil GKI Gading Serpong, sebuah undangan. Undangan dengan judul “Pelatihan Penulisan”. Tertulis di sana, “Ingin meliput kegiatan komisi, tapi bingung bagaimana caranya? Merasa tidak pandai menulis? Akan diadakan di hari Sabtu, 31 Agustus 2024, di Griya Anugerah.” Wah, menarik juga <em>nih</em>! Mungkin akan diberikan tip-tip untuk membuat liputan itu. Yang terlintas di kepala, bagaimana <em>sih</em> membuat liputan acara yang diadakan oleh komisi? Saat itu, yang terbayang di benak saya, hanya melalui media <em>Instagram</em> atau <em>Facebook</em>. Ingin mendaftar, tetapi saya bukan pengurus Komisi Anak. Menjelang hari H, ajakan pun diulang kembali di grup GSM jenjang kecil. Wah, apa belum ada peminatnya, <em>ya?</em> Akhirnya saya pun memberanikan diri untuk mendaftar mengikuti pelatihan itu.</p> <p style="text-align: justify;">Hari Sabtu, 31 Agustus 2024 pukul 09.00, saya hadir di Griya Anugerah, Jl. Kelapa Puan Raya Blok CA 12, No. 20-21, Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten, Ternyata, peserta yang hadir hanya sedikit, dan tidak semua komisi mengirimkan wakilnya, padahal sebetulnya ada banyak komisi dan unsur di GKI Gading Serpong ini. Sayang sekali, kesempatan ini kurang dimanfaatkan dengan baik.</p> <p style="text-align: justify;">Acara dibuka dalam doa, dipimpin oleh Pnt. David Sakti Satyawan. Pelatihan ini dibawakan oleh Tjhia Yen Nie (Ketua Komisi Perpustakaan dan Publikasi GKI Gading Serpong) dan Satrya Harefa (Kontributor <em>Majalah Sepercik Anugerah</em> dan penulis <em>website</em> GKI Gading Serpong).</p> <p style="text-align: justify;">Acara berlangsung dengan sangat cair. Diawali dengan Tjhia Yen Nie yang membagikan proses dirinya mulai menjadi penulis, sampai bisa menerbitkan beberapa buku yang ditulisnya sendiri. Materi-materi yang dibawakannya antara lain adalah mengapa seseorang perlu menulis, sejarah penulisan, dan sejarah penulisan Alkitab. Ayat Alkitab yang mendasari materi ini diambil dari 2Timotius 3:16, “<em>Seluruh Kitab Suci diilhamkan Allah dan bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan, dan untuk mendidik orang dalam kebenaran</em>,” dan Habakuk 2: 1-2, “<em>Aku akan berdiri di tempat penjagaanku dan bertahan di menara; aku akan meninjau untuk melihat apa yang akan difirmankan-Nya kepadaku, dan apa yang akan dijawab-Nya terhadap pengaduanku. TUHAN menjawab aku, kata-Nya, ‘Tuliskanlah penglihatan ini dan ukirkanlah itu pada loh-loh batu, supaya orang sambil lalu dapat membacanya.</em>’”</p> <p style="text-align: justify;">Sesi kedua dibawakan oleh Satrya Harefa, dengan menayangkan artikel - artikel di <em>website</em> GKI Gading Serpong, dan menjelaskan tentang POV (<em>point of view</em>), untuk meluaskan jangkauan 5W+1H (Wah, ini mirip dengan BGA pada saat kelas persiapan GSM), cara mengasah POV, dan diakhiri dengan percobaan membuat tulisan oleh peserta pelatihan ini dengan topik bebas. Hasil penulisan tiap peserta dibacakan secara bergiliran, dan dievaluasi bersama. Sesi kedua ini diakhiri dengan pantun:</p> <p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">Gembira terpancar dari mata</p> <p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">Mulai sekarang sampai menua</p> <p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">Yuk tuliskan kegiatan kita</p> <p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">Menjadi berkat untuk semua</p> <p style="text-align: justify;">Pelatihan ditutup dengan doa oleh Pnt. Lydia Kurniawati, dan dilanjutkan dengan makan siang bersama. Kiranya kegiatan ini dapat memberikan semangat kepada para peserta, untuk mencatatkan kegiatan seputar komisi GKI Gading Serpong.</p> <p>{gallery}maj{/gallery}</p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/maj/WhatsApp_Image_2024-09-13_at_17.45.42.jpeg" alt="" width="2560" height="1445" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">“Tak kenal maka tak sayang,” demikian peribahasa yang sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Ini pulalah yang dipikirkan Komisi Perpustakaan dan Publikasi Gading Serpong, sehingga mengadakan pelatihan penulisan internal antar komisi. Mengapa kita harus menulis? Bagaimana kita melaporkan kegiatan komisi ke jemaat GKI Gading Serpong? Tujuan utama kita membuat liputan adalah untuk menjadi saksi Kristus, dengan meninggalkan catatan tentang betapa besar anugerah-Nya kepada kita, melalui kegiatan-kegiatan komisi yang dilakukan.</p> <p style="text-align: justify;">Di akhir pelatihan, para peserta diminta untuk membuat liputan acara ini, sebagai praktik latihannya. Berikut adalah karya liputan dari dua orang peserta. Semoga memberi semangat untuk kita semua, untuk mencatat dan meninggalkan sejarah kebesaran Sang Pencipta terhadap kita semua (red.)</p> <p style="text-align: justify;"><strong>1. Liputan oleh Topas Kristian Elnatan Kosasih (Komisi Dewasa GKI GS, sie Persekutuan Doa Jemaat) </strong></p> <p style="text-align: justify;">Berangkat dari kerinduan Komisi Perpustakaan dan Publikasi GKI Gading Serpong (disingkat KPP GKI GS) agar setiap komisi dapat membuat membuat artikel liputan kegiatan, maka KPP GKI mengadakan Latihan Penulisan Liputan. Kegiatan ini diselenggarakan pada hari Sabtu, 31 Agustus 2024, bertempat di ruang Lukas, Griya Anugerah GKI Gading Serpong, Jl. Kelapa Puan Raya Blok CA 12, No. 20-21, Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten.</p> <p style="text-align: justify;">Kegiatan ini memang tidak sepopuler kegiatan lainnya. Oleh karena itu, jumlah yang hadir pun tidak banyak, hanya sepuluh orang. Kegiatan ini dimulai pukul 09.00 WIB sampai pukul 12.30 WIB.</p> <p style="text-align: justify;">Materi pelatihan penulisan ini dibawakan oleh Tjhia Yen Nie, ketua Komisi Perpustakaan dan Publikasi, yang membawakan materi mengenai mengapa seseorang perlu menulis dan pentingnya meninggalkan catatan. Dilanjutkan dengan arti penulisan, ditinjau dari sisi Alkitabiah. Salah satunya adalah, menulis merupakan perintah Tuhan sendiri kepada umat-Nya. Dengan menulis, artinya umat Tuhan melaksanakan perintah Tuhan.</p> <p style="text-align: justify;">Lalu dipaparkan pula bagaimana karya tulis yang ditinggalkan tokoh-tokoh zaman dahulu bisa mempengaruhi kehidupan modern masa kini. Contohnya, pemikiran Cicero, seorang orator dan filsuf Romawi, yang salah satu buah pemikirannya memengaruhi gaya pemerintahan di Indonesia, yaitu paham <em>Trias Politica</em>. Uniknya, pemikiran Cicero ini dapat diketahui oleh masyarakat modern berkat catatan dari Marcus Tullius Tiro, mantan budaknya. Selanjutnya pada sesi ini, pembicara memberikan beberapa triik bagaimana kita berpikir kritis dalam membuat suatu tulisan liputan, yaitu dengan trik 5 W + 1 H. Yaitu,<em> What</em> (apa), <em>When</em> (kapan), <em>Where</em> (di mana), <em>Why</em> (mengapa),<em> Who</em> (siapa) dan <em>How</em> (bagaimana), yang bisa dijadikan dasar penggalian pemikiran untuk menulis.</p> <p style="text-align: justify;">Pada sesi kedua, Satrya Harefa mendapat giliran untuk memberikan pemaparannya. Pak Satrya adalah kontributor <em>Majalah Sepercik Anugerah</em> dan penulis <em>website</em> GKI Gading Serpong.</p> <p style="text-align: justify;">Dalam sesi ini, pembicara menggali lebih dalam 5 W + 1 H tersebut melalui P.O.V (<em>point of view</em>). Dijelaskan bagaimana model-model POV tersebut bisa memengaruhi suatu tulisan, dilanjutkan bagaimana kita bisa mengasah POV tersebut dalam membuat suatu tulisan.</p> <p style="text-align: justify;">Tidak lengkap bila hanya teori yang diajarkan. Setiap orang yang hadir pada latihan penulisan ini pun diajak langsung untuk mempraktikkan bagaimana menulis liputan. Setelah usai waktu yang diberikan untuk berlatih menulis, setiap peserta membacakan tulisan mereka, lalu peserta lainnya bisa memberikan masukan terhadap tulisan tersebut.</p> <p style="text-align: justify;">Seluruh peserta yang hadir sangat antusias. Ini terlihat dari bagaimana mereka menanyakan berbagai seluk-beluk menulis. Mereka pun bersemangat, karena bisa langsung mempraktikkannya.</p> <p style="text-align: justify;">Kegiatan ini diakhiri dengan kegiatan ramah tamah di dalam ruangan, sambil melihat contoh hasil tulisan yang pernah dibuat oleh pembicara dan rekan yang lain.</p> <p style="text-align: justify;">Harapannya, dengan diadakannya pelatihan penulisan ini, setiap anggota komisi yang hadir bisa membuat sebuah liputan kegiatan, berkontribusi pada <em>website</em> GKI GS dan menorehkan catatan yang abadi.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>2. Liputan oleh Ria Limantoro (Komisi Anak GKI GS, guru sekolah Minggu TKA)</strong></p> <p style="text-align: justify;">Di suatu sore, muncul pesan di grup guru sekolah Minggu (GSM) jenjang kecil GKI Gading Serpong, sebuah undangan. Undangan dengan judul “Pelatihan Penulisan”. Tertulis di sana, “Ingin meliput kegiatan komisi, tapi bingung bagaimana caranya? Merasa tidak pandai menulis? Akan diadakan di hari Sabtu, 31 Agustus 2024, di Griya Anugerah.” Wah, menarik juga <em>nih</em>! Mungkin akan diberikan tip-tip untuk membuat liputan itu. Yang terlintas di kepala, bagaimana <em>sih</em> membuat liputan acara yang diadakan oleh komisi? Saat itu, yang terbayang di benak saya, hanya melalui media <em>Instagram</em> atau <em>Facebook</em>. Ingin mendaftar, tetapi saya bukan pengurus Komisi Anak. Menjelang hari H, ajakan pun diulang kembali di grup GSM jenjang kecil. Wah, apa belum ada peminatnya, <em>ya?</em> Akhirnya saya pun memberanikan diri untuk mendaftar mengikuti pelatihan itu.</p> <p style="text-align: justify;">Hari Sabtu, 31 Agustus 2024 pukul 09.00, saya hadir di Griya Anugerah, Jl. Kelapa Puan Raya Blok CA 12, No. 20-21, Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten, Ternyata, peserta yang hadir hanya sedikit, dan tidak semua komisi mengirimkan wakilnya, padahal sebetulnya ada banyak komisi dan unsur di GKI Gading Serpong ini. Sayang sekali, kesempatan ini kurang dimanfaatkan dengan baik.</p> <p style="text-align: justify;">Acara dibuka dalam doa, dipimpin oleh Pnt. David Sakti Satyawan. Pelatihan ini dibawakan oleh Tjhia Yen Nie (Ketua Komisi Perpustakaan dan Publikasi GKI Gading Serpong) dan Satrya Harefa (Kontributor <em>Majalah Sepercik Anugerah</em> dan penulis <em>website</em> GKI Gading Serpong).</p> <p style="text-align: justify;">Acara berlangsung dengan sangat cair. Diawali dengan Tjhia Yen Nie yang membagikan proses dirinya mulai menjadi penulis, sampai bisa menerbitkan beberapa buku yang ditulisnya sendiri. Materi-materi yang dibawakannya antara lain adalah mengapa seseorang perlu menulis, sejarah penulisan, dan sejarah penulisan Alkitab. Ayat Alkitab yang mendasari materi ini diambil dari 2Timotius 3:16, “<em>Seluruh Kitab Suci diilhamkan Allah dan bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan, dan untuk mendidik orang dalam kebenaran</em>,” dan Habakuk 2: 1-2, “<em>Aku akan berdiri di tempat penjagaanku dan bertahan di menara; aku akan meninjau untuk melihat apa yang akan difirmankan-Nya kepadaku, dan apa yang akan dijawab-Nya terhadap pengaduanku. TUHAN menjawab aku, kata-Nya, ‘Tuliskanlah penglihatan ini dan ukirkanlah itu pada loh-loh batu, supaya orang sambil lalu dapat membacanya.</em>’”</p> <p style="text-align: justify;">Sesi kedua dibawakan oleh Satrya Harefa, dengan menayangkan artikel - artikel di <em>website</em> GKI Gading Serpong, dan menjelaskan tentang POV (<em>point of view</em>), untuk meluaskan jangkauan 5W+1H (Wah, ini mirip dengan BGA pada saat kelas persiapan GSM), cara mengasah POV, dan diakhiri dengan percobaan membuat tulisan oleh peserta pelatihan ini dengan topik bebas. Hasil penulisan tiap peserta dibacakan secara bergiliran, dan dievaluasi bersama. Sesi kedua ini diakhiri dengan pantun:</p> <p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">Gembira terpancar dari mata</p> <p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">Mulai sekarang sampai menua</p> <p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">Yuk tuliskan kegiatan kita</p> <p style="text-align: justify; padding-left: 30px;">Menjadi berkat untuk semua</p> <p style="text-align: justify;">Pelatihan ditutup dengan doa oleh Pnt. Lydia Kurniawati, dan dilanjutkan dengan makan siang bersama. Kiranya kegiatan ini dapat memberikan semangat kepada para peserta, untuk mencatatkan kegiatan seputar komisi GKI Gading Serpong.</p> <p>{gallery}maj{/gallery}</p> Keberagaman adalah Kekuatan 2024-09-05T12:34:28+07:00 2024-09-05T12:34:28+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/keberagaman-adalah-kekuatan Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/kw/WhatsApp_Image_2024-09-04_at_16.19.36_1.jpeg" alt="Keberagaman Adalah Kekuatan" width="1280" height="960" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-79, Komisi Dewasa GKI Gading Serpong melakukan persekutuan dewasa sie wanita pada Kamis, 22 Agustus 2024, pukul 10.00 WIB. Tidak seperti biasanya, setelah persekutuan selesai, dilanjutkan dengan acara hiburan, yaitu berbagai perlombaan bagi peserta yang hadir. Perlombaan dilakukan dengan serius tetapi santai, hingga suasana dapat disimpulkan dengan satu kata: SERU!</p> <p style="text-align: justify;"><em>Dress code</em> bernuansa merah putih semakin menambah kemeriahan suasana kemerdekaan. Acara dimulai tepat waktu. Dihadiri oleh 69 peserta, terdiri dari pembicara, Pdt. Danny Purnama, sekretariat gereja satu orang, pengurus sejumlah lima belas orang, jemaat dewasa 49 orang, satu orang penatua pendamping komisi dewasa, dan jemaat baru sebanyak tiga orang.</p> <p style="text-align: justify;">Adapun tema persekutuan dewasa sie wanita ini adalah “Keberagaman adalah Kekuatan”. Persekutuan dilaksanakan di aula Kana, lantai 1 Gedung Griya Kasih, yang terletak di Jl. Kelapa Gading Barat Blok AG15, Pakulonan Barat, Kelapa Dua, Tangerang, Banten. Tampak dekorasi dan balon-balon bernuansa merah putih. Juga disediakan <em>photo booth corner</em>. Suasana meriah, diiringi musik yang bernuansa kemerdekaan, menyemangati setiap orang yang hadir.</p> <p style="text-align: justify;">Acara dibuka oleh<em> worship leader</em> Lelieyanti Sihite, yang dibantu oleh Djuita P. Sinsu dan Lenny Wongsonegoro sebagai <em>singer,</em> diiringi oleh pemusik Dewi S. Rohie, dengan menyanyikan lagu “Indonesia Raya”, dilanjutkan lagu “Kumasuki Gerbang-Nya”.</p> <p style="text-align: justify;">Lagu KK 123, “Kusiapkan Hatiku, Tuhan” mengantarkan jemaat untuk mendengarkan firman Tuhan. Khotbah didasari firman Tuhan yang terambil dari Kolose 3:8-15. Sebagai tubuh Kristus, kita semua berbeda-beda. Kita berasal dari berbagai suku-ras-golongan. Harus diakui, kerap kali kita melihat perbedaan itu sebagai suatu ancaman, yang berpotensi menimbulkan keributan, perpecahan, dan masalah, ketimbang memaknainya sebagai anugerah Tuhan, supaya kita bisa saling melengkapi.</p> <p style="text-align: justify;">Kolose 3:12a menyebut jemaat sebagai <strong>orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya.</strong> Kata “kudus” dalam bahasa Yunaninya adalah <em>hagios.</em> Apa artinya? Sering kita memaknainya hanya sebagai keadaan “suci, tidak bercacat, tidak bercela, tidak berdosa”. Secara harfiah hagios berarti <strong>BERBEDA dari yang umum/biasa.</strong> Demikian juga, orang Kristen disebut KUDUS karena ia berbeda (<em>different</em>) dari orang-orang pada umumnya. <strong>Apa yang membuat</strong> jemaat di Kolose dan juga anak-anak Tuhan <strong>berbeda</strong> dari orang-orang dunia? Dalam Tuhan Yesus, kita adalah <strong>manusia baru, ciptaan baru</strong> yang terus-menerus diperbarui, supaya makin mengenal Tuhan, Sang Pemilik Hidup ini. Dan, salah satu ciri manusia baru adalah <strong>mau menerima perbedaan yang ada,</strong> <strong>saling menghargai</strong> sebagai sesama anak Allah. Ayat 11 menyatakan: “…dalam hal ini tidak ada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka…”</p> <p style="text-align: justify;">Apa yang harus dilakukan supaya umat Tuhan yang berbeda-beda ini bisa saling menerima, dan melihat keberagaman sebagai kekuatan? Mereka perlu menanggalkan kebiasaan lama yang merusak (ayat 8-9). Paulus mengingatkan, sebagai manusia baru, <strong>ada bagian yang harus dibuang.</strong> Sama seperti pohon, jika ingin berbuah lebat, harus dibersihkan dari benalu dan dikurangi daunnya. Kemarahan, kegeraman, kejahatan, fitnah, kata-kata kotor, dan dusta adalah perbuatan-perbuatan yang kerap kali menghancurkan kebersamaan. Itu harus dibuang dari tengah persekutuan umat Tuhan.</p> <p style="text-align: justify;">Sejak dunia diciptakan, Allah memang <strong>menciptakan perbedaan.</strong> Jadi, perbedaan itu bukan kutukan, tapi justru anugerah, supaya kita bisa saling melengkapi dan menolong. Ketika Yesus menebus manusia dari dosa, kita semua menjadi milik-Nya. Tidak ada lagi orang ini dan orang itu. Bukan berarti tidak ada lagi suku-suku bangsa di dunia ini, tetapi semuanya dipersatukan oleh Kristus. Dalam ayat 11b, disebutkan, “… Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu,” atau <em>Chistos en pasin,</em> yang bisa diterjemahkan sebagai “Kristus bagi semua dan di dalam semua”. Kehadiran Kristus adalah untuk semua orang, tanpa membeda-bedakan. Dan Ia juga mau berdiam di dalam hidup kita, orang-orang percaya yang menyambut karya-Nya. Kalau Yesus berkarya dan mau tinggal di dalam hidup semua orang, maka kita juga diminta untuk menghormati sesama, seperti kita menghormati Kristus, Pemiliknya.</p> <p style="text-align: justify;">Selain menanggalkan hal-hal yang merusak, menyadari Kristus hadir dalam hidup orang percaya, maka kita juga diminta untuk melakukan <strong>hal-hal yang membangun</strong> (ayat 12-13), yaitu belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan, kesabaran, dan pengampunan. Ini semua dapat menangkis hal-hal negatif tadi. Jika ini dapat dilakukan, maka akan tercipta suasana indah dalam persekutuan yang terdiri dari beragam orang ini.</p> <p style="text-align: justify;">Kasih berfungsi sebagai pengikat di tengah perbedaan (ayat14). Pembicara memberikan ilustrasi tentang hubungan antara menantu dan mertua. Kadang apa yang ada dalam benak kita, kecurigaan-kecurigaan yang ternyata tidak terbukti, malah menjadi racun. Racun itu bisa kita netralisasi dengan kasih. Perbedaan pikiran, kebiasaan, dll. tidak akan jadi racun yang menghancurkan, kalau kita mempunyai kasih. Kasih itulah yang akan mengikat erat kita, dan kasih itu pulalah yang akan menyempurnakan hubungan di antara kita. Relevansinya, hendaknya kita membuang stereotipe-stereotipe, anggapan-anggapan umum, atau generalisasi kelompok tertentu yang biasanya beredar di tengah masyarakat. Masing-masing pihak hendaknya berupaya menunjukkan itikad baik untuk hidup bersama.</p> <p style="text-align: justify;">Bukan sebuah kebetulan jika nama GKI memperlihatkan unsur “I”, yaitu Indonesia, dengan begitu jelas. Dari <em>Tiong Hoa Kie Tok Kauw Hwee</em> – gereja Tionghoa, dengan penuh kesadaran, pada tahun 1958, kita memilih untuk berganti nama menjadi Gereja Kristen Indonesia. Dengan cara itu, GKI ingin menyatakan identitas dirinya sebagai gereja Indonesia. GKI juga tidak ingin menjadi gereja dari dan bagi suku atau etnis tertentu saja, melainkan gereja bagi beragam suku serta etnis yang ada di Indonesia. <strong>GKI terbuka bagi siapa saja dan berkarya bagi siapa saja, di tengah keragaman yang ada.</strong> Karenanya, di GKI selain ada nama-nama “rekan seperguruan Thio Sam Hong dan Thio Bu Kie”, di sini juga ada Joko, Sitorus, Harahap, Sahetapy, Manuputty, Manuhutu, Sianturi, Bawole, Mandagi, Pingak, Kudjirihi, Hauteas. Kita patut bersyukur kalau gereja ini dipenuhi orang-orang dari beragam suku dan latar belakang sosial yang berbeda, karena di sanalah terjadi harmoni.</p> <p style="text-align: justify;">Lagu Persembahan terambil dari KK 379, “Bawa Persembahanmu”. Pnt. Nanik Handayani menaikkan doa dalam rangka HUT Republik Indonesia, sedangkan Pdt. Danny membawakan doa syafaat. Ibadah diakhiri lagu Pengutusan KK 600, “Serikat Persaudaraan”.</p> <p style="text-align: justify;">Seusai ibadah, dilangsungkan acara perayaan dengan antusiasme, kehebohan, dan semangat dari para peserta, dengan Kesti Prasetiyawati dan Tiade Yunita sebagai pembawa acaranya. Seluruhnya ada empat perlombaan yang diadakan, dengan membagi seluruh peserta menjadi enam kelompok.</p> <p style="text-align: justify;">Perlombaan pertama adalah estafet memindahkan gelas menggunakan sedotan. Gelas kertas dipindahkan dengan sedotan yang dijepit di mulut, dan dipindahkan dari peserta pertama ke kedua dan selanjutnya, tidak boleh sampai jatuh. Ibu-ibu berusaha memindahkan dengan berbagai cara, agar dapat memindahkan ke sedotan temannya dengan tepat dan cepat tanpa terjatuh, karena jika jatuh, harus diulang kembali dari pemain yang pertama. Sangat seru dan heboh.</p> <p style="text-align: justify;">Permainan kedua adalah permainan mencari teman. Salah seorang dari masing-masing kelompok ditutup matanya dengan pita, kemudian posisinya diacak, sehingga tidak berada persis di depan kelompoknya. Masing-masing teman di kelompoknya akan memanggil dan mengarahkan teman yang matanya ditutup, agar kembali ke kelompoknya. Ada yang berhasil kembali ke kelompoknya, tetapi ada juga yang tersesat, tidak berhasil menemukan teman-temannya, karena bingung mendengar suara-suara panggilan dari kelompok lain.</p> <p style="text-align: justify;">Permainan ketiga adalah memunggungi balon. Setiap kelompok dibagi menjadi tiga pasangan. Pasangan pertama membawa balon yang diletakkan di punggung masing-masing, dan dengan secepat mungkin membawa balon ke pasangan kelompoknya, yang sudah menunggu ujung ruangan. Tidak boleh terjatuh, tidak boleh memegang balon, dan saling memunggungi. Masing-masing berusaha berlari dengan cepat, tapi ada yang balonnya terjatuh, dan harus kembali lagi dari awal. Sungguh seru, karena semua kelompok saling menyemangati temannya yang sedang bermain. Ada yang cepat sekali membawa balon, tetapi ada juga yang tidak tuntas.</p> <p style="text-align: justify;">Permainan terakhir adalah “Tebak A atau B”. Permainan ini diikuti semua peserta, dengan membuat satu barisan ke belakang. Pembawa acara akan mengajukan pertanyaan dengan pilihan A atau B. Jika jawabannya A, maka peserta pindah ke kanan, dan pindah ke kiri bila jawabannya B. Pertanyaan yang dibacakan pembawa acara bukan hanya pengetahuan Alkitab, tetapi juga sejarah, dan pengetahuan umum. Seru sekali. Ibu-ibu pun sangat menguasai pengetahuan. Pada akhirnya, tinggal dua orang peserta, dan dimenangkan oleh seorang ibu yang menjawab pilihan plat AB atau AD untuk nomor pelat kendaraan di Yogyakarta dengan benar.</p> <p style="text-align: justify;">Untuk menambah kemeriahan perayaan, para pengurus sepakat memberikan bingkisan kepada semua yang hadir. Puji syukur kepada Tuhan, semua persiapan dan penyelenggaraan acara berjalan lancar dan penuh sukacita. Terpujilah nama Tuhan!</p> <p>*Penulis adalah konselor dan penulis, anggota GKI Gading Serpong.</p> <p>{gallery}kw{/gallery}</p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/kw/WhatsApp_Image_2024-09-04_at_16.19.36_1.jpeg" alt="Keberagaman Adalah Kekuatan" width="1280" height="960" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-79, Komisi Dewasa GKI Gading Serpong melakukan persekutuan dewasa sie wanita pada Kamis, 22 Agustus 2024, pukul 10.00 WIB. Tidak seperti biasanya, setelah persekutuan selesai, dilanjutkan dengan acara hiburan, yaitu berbagai perlombaan bagi peserta yang hadir. Perlombaan dilakukan dengan serius tetapi santai, hingga suasana dapat disimpulkan dengan satu kata: SERU!</p> <p style="text-align: justify;"><em>Dress code</em> bernuansa merah putih semakin menambah kemeriahan suasana kemerdekaan. Acara dimulai tepat waktu. Dihadiri oleh 69 peserta, terdiri dari pembicara, Pdt. Danny Purnama, sekretariat gereja satu orang, pengurus sejumlah lima belas orang, jemaat dewasa 49 orang, satu orang penatua pendamping komisi dewasa, dan jemaat baru sebanyak tiga orang.</p> <p style="text-align: justify;">Adapun tema persekutuan dewasa sie wanita ini adalah “Keberagaman adalah Kekuatan”. Persekutuan dilaksanakan di aula Kana, lantai 1 Gedung Griya Kasih, yang terletak di Jl. Kelapa Gading Barat Blok AG15, Pakulonan Barat, Kelapa Dua, Tangerang, Banten. Tampak dekorasi dan balon-balon bernuansa merah putih. Juga disediakan <em>photo booth corner</em>. Suasana meriah, diiringi musik yang bernuansa kemerdekaan, menyemangati setiap orang yang hadir.</p> <p style="text-align: justify;">Acara dibuka oleh<em> worship leader</em> Lelieyanti Sihite, yang dibantu oleh Djuita P. Sinsu dan Lenny Wongsonegoro sebagai <em>singer,</em> diiringi oleh pemusik Dewi S. Rohie, dengan menyanyikan lagu “Indonesia Raya”, dilanjutkan lagu “Kumasuki Gerbang-Nya”.</p> <p style="text-align: justify;">Lagu KK 123, “Kusiapkan Hatiku, Tuhan” mengantarkan jemaat untuk mendengarkan firman Tuhan. Khotbah didasari firman Tuhan yang terambil dari Kolose 3:8-15. Sebagai tubuh Kristus, kita semua berbeda-beda. Kita berasal dari berbagai suku-ras-golongan. Harus diakui, kerap kali kita melihat perbedaan itu sebagai suatu ancaman, yang berpotensi menimbulkan keributan, perpecahan, dan masalah, ketimbang memaknainya sebagai anugerah Tuhan, supaya kita bisa saling melengkapi.</p> <p style="text-align: justify;">Kolose 3:12a menyebut jemaat sebagai <strong>orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya.</strong> Kata “kudus” dalam bahasa Yunaninya adalah <em>hagios.</em> Apa artinya? Sering kita memaknainya hanya sebagai keadaan “suci, tidak bercacat, tidak bercela, tidak berdosa”. Secara harfiah hagios berarti <strong>BERBEDA dari yang umum/biasa.</strong> Demikian juga, orang Kristen disebut KUDUS karena ia berbeda (<em>different</em>) dari orang-orang pada umumnya. <strong>Apa yang membuat</strong> jemaat di Kolose dan juga anak-anak Tuhan <strong>berbeda</strong> dari orang-orang dunia? Dalam Tuhan Yesus, kita adalah <strong>manusia baru, ciptaan baru</strong> yang terus-menerus diperbarui, supaya makin mengenal Tuhan, Sang Pemilik Hidup ini. Dan, salah satu ciri manusia baru adalah <strong>mau menerima perbedaan yang ada,</strong> <strong>saling menghargai</strong> sebagai sesama anak Allah. Ayat 11 menyatakan: “…dalam hal ini tidak ada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka…”</p> <p style="text-align: justify;">Apa yang harus dilakukan supaya umat Tuhan yang berbeda-beda ini bisa saling menerima, dan melihat keberagaman sebagai kekuatan? Mereka perlu menanggalkan kebiasaan lama yang merusak (ayat 8-9). Paulus mengingatkan, sebagai manusia baru, <strong>ada bagian yang harus dibuang.</strong> Sama seperti pohon, jika ingin berbuah lebat, harus dibersihkan dari benalu dan dikurangi daunnya. Kemarahan, kegeraman, kejahatan, fitnah, kata-kata kotor, dan dusta adalah perbuatan-perbuatan yang kerap kali menghancurkan kebersamaan. Itu harus dibuang dari tengah persekutuan umat Tuhan.</p> <p style="text-align: justify;">Sejak dunia diciptakan, Allah memang <strong>menciptakan perbedaan.</strong> Jadi, perbedaan itu bukan kutukan, tapi justru anugerah, supaya kita bisa saling melengkapi dan menolong. Ketika Yesus menebus manusia dari dosa, kita semua menjadi milik-Nya. Tidak ada lagi orang ini dan orang itu. Bukan berarti tidak ada lagi suku-suku bangsa di dunia ini, tetapi semuanya dipersatukan oleh Kristus. Dalam ayat 11b, disebutkan, “… Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu,” atau <em>Chistos en pasin,</em> yang bisa diterjemahkan sebagai “Kristus bagi semua dan di dalam semua”. Kehadiran Kristus adalah untuk semua orang, tanpa membeda-bedakan. Dan Ia juga mau berdiam di dalam hidup kita, orang-orang percaya yang menyambut karya-Nya. Kalau Yesus berkarya dan mau tinggal di dalam hidup semua orang, maka kita juga diminta untuk menghormati sesama, seperti kita menghormati Kristus, Pemiliknya.</p> <p style="text-align: justify;">Selain menanggalkan hal-hal yang merusak, menyadari Kristus hadir dalam hidup orang percaya, maka kita juga diminta untuk melakukan <strong>hal-hal yang membangun</strong> (ayat 12-13), yaitu belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan, kesabaran, dan pengampunan. Ini semua dapat menangkis hal-hal negatif tadi. Jika ini dapat dilakukan, maka akan tercipta suasana indah dalam persekutuan yang terdiri dari beragam orang ini.</p> <p style="text-align: justify;">Kasih berfungsi sebagai pengikat di tengah perbedaan (ayat14). Pembicara memberikan ilustrasi tentang hubungan antara menantu dan mertua. Kadang apa yang ada dalam benak kita, kecurigaan-kecurigaan yang ternyata tidak terbukti, malah menjadi racun. Racun itu bisa kita netralisasi dengan kasih. Perbedaan pikiran, kebiasaan, dll. tidak akan jadi racun yang menghancurkan, kalau kita mempunyai kasih. Kasih itulah yang akan mengikat erat kita, dan kasih itu pulalah yang akan menyempurnakan hubungan di antara kita. Relevansinya, hendaknya kita membuang stereotipe-stereotipe, anggapan-anggapan umum, atau generalisasi kelompok tertentu yang biasanya beredar di tengah masyarakat. Masing-masing pihak hendaknya berupaya menunjukkan itikad baik untuk hidup bersama.</p> <p style="text-align: justify;">Bukan sebuah kebetulan jika nama GKI memperlihatkan unsur “I”, yaitu Indonesia, dengan begitu jelas. Dari <em>Tiong Hoa Kie Tok Kauw Hwee</em> – gereja Tionghoa, dengan penuh kesadaran, pada tahun 1958, kita memilih untuk berganti nama menjadi Gereja Kristen Indonesia. Dengan cara itu, GKI ingin menyatakan identitas dirinya sebagai gereja Indonesia. GKI juga tidak ingin menjadi gereja dari dan bagi suku atau etnis tertentu saja, melainkan gereja bagi beragam suku serta etnis yang ada di Indonesia. <strong>GKI terbuka bagi siapa saja dan berkarya bagi siapa saja, di tengah keragaman yang ada.</strong> Karenanya, di GKI selain ada nama-nama “rekan seperguruan Thio Sam Hong dan Thio Bu Kie”, di sini juga ada Joko, Sitorus, Harahap, Sahetapy, Manuputty, Manuhutu, Sianturi, Bawole, Mandagi, Pingak, Kudjirihi, Hauteas. Kita patut bersyukur kalau gereja ini dipenuhi orang-orang dari beragam suku dan latar belakang sosial yang berbeda, karena di sanalah terjadi harmoni.</p> <p style="text-align: justify;">Lagu Persembahan terambil dari KK 379, “Bawa Persembahanmu”. Pnt. Nanik Handayani menaikkan doa dalam rangka HUT Republik Indonesia, sedangkan Pdt. Danny membawakan doa syafaat. Ibadah diakhiri lagu Pengutusan KK 600, “Serikat Persaudaraan”.</p> <p style="text-align: justify;">Seusai ibadah, dilangsungkan acara perayaan dengan antusiasme, kehebohan, dan semangat dari para peserta, dengan Kesti Prasetiyawati dan Tiade Yunita sebagai pembawa acaranya. Seluruhnya ada empat perlombaan yang diadakan, dengan membagi seluruh peserta menjadi enam kelompok.</p> <p style="text-align: justify;">Perlombaan pertama adalah estafet memindahkan gelas menggunakan sedotan. Gelas kertas dipindahkan dengan sedotan yang dijepit di mulut, dan dipindahkan dari peserta pertama ke kedua dan selanjutnya, tidak boleh sampai jatuh. Ibu-ibu berusaha memindahkan dengan berbagai cara, agar dapat memindahkan ke sedotan temannya dengan tepat dan cepat tanpa terjatuh, karena jika jatuh, harus diulang kembali dari pemain yang pertama. Sangat seru dan heboh.</p> <p style="text-align: justify;">Permainan kedua adalah permainan mencari teman. Salah seorang dari masing-masing kelompok ditutup matanya dengan pita, kemudian posisinya diacak, sehingga tidak berada persis di depan kelompoknya. Masing-masing teman di kelompoknya akan memanggil dan mengarahkan teman yang matanya ditutup, agar kembali ke kelompoknya. Ada yang berhasil kembali ke kelompoknya, tetapi ada juga yang tersesat, tidak berhasil menemukan teman-temannya, karena bingung mendengar suara-suara panggilan dari kelompok lain.</p> <p style="text-align: justify;">Permainan ketiga adalah memunggungi balon. Setiap kelompok dibagi menjadi tiga pasangan. Pasangan pertama membawa balon yang diletakkan di punggung masing-masing, dan dengan secepat mungkin membawa balon ke pasangan kelompoknya, yang sudah menunggu ujung ruangan. Tidak boleh terjatuh, tidak boleh memegang balon, dan saling memunggungi. Masing-masing berusaha berlari dengan cepat, tapi ada yang balonnya terjatuh, dan harus kembali lagi dari awal. Sungguh seru, karena semua kelompok saling menyemangati temannya yang sedang bermain. Ada yang cepat sekali membawa balon, tetapi ada juga yang tidak tuntas.</p> <p style="text-align: justify;">Permainan terakhir adalah “Tebak A atau B”. Permainan ini diikuti semua peserta, dengan membuat satu barisan ke belakang. Pembawa acara akan mengajukan pertanyaan dengan pilihan A atau B. Jika jawabannya A, maka peserta pindah ke kanan, dan pindah ke kiri bila jawabannya B. Pertanyaan yang dibacakan pembawa acara bukan hanya pengetahuan Alkitab, tetapi juga sejarah, dan pengetahuan umum. Seru sekali. Ibu-ibu pun sangat menguasai pengetahuan. Pada akhirnya, tinggal dua orang peserta, dan dimenangkan oleh seorang ibu yang menjawab pilihan plat AB atau AD untuk nomor pelat kendaraan di Yogyakarta dengan benar.</p> <p style="text-align: justify;">Untuk menambah kemeriahan perayaan, para pengurus sepakat memberikan bingkisan kepada semua yang hadir. Puji syukur kepada Tuhan, semua persiapan dan penyelenggaraan acara berjalan lancar dan penuh sukacita. Terpujilah nama Tuhan!</p> <p>*Penulis adalah konselor dan penulis, anggota GKI Gading Serpong.</p> <p>{gallery}kw{/gallery}</p> Kebaktian Peneguhan Pdt. Pramudya Hidayat untuk Penugasan di GKI Gading Serpong 2024-08-28T10:16:20+07:00 2024-08-28T10:16:20+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/kebaktian-peneguhan-pdt-pramudya-hidayat-untuk-penugasan-di-gki-gading-serpong Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/pram/_CK-2868.jpg" alt="" width="5601" height="3734" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Pada hari Senin, 26 Agustus 2024, dilaksanakan kebaktian peneguhan Pdt. Pramudya Hidayat sebagai pendeta jemaat dengan basis pelayanan di GKI Gading Serpong, setelah sebelumnya melayani di GKI Kuningan sejak September 2012. Sebagai persiapan untuk penugasan ini, pria yang dilahirkan di Bandung pada tanggal 9 November 1982 ini sudah pindah ke Gading Serpong sejak bulan Juli 2024, bersama istrinya, Ine Noviana, dan kedua anaknya, Firela Kim Sastraatmadja dan Febert Kai Sastraatmadja, yang kini bersekolah di SDK Penabur Gading Serpong.</p> <p style="text-align: justify;">Menjelang pk. 18.00, lantai 6 SMAK Penabur Gading Serpong, Jl. Kelapa Gading Barat, Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten, telah dipadati para tamu dan petugas, baik di luar maupun di dalam ruangan aula yang akan dipakai untuk ibadah. Terlihat para pendeta telah berbaris rapi di samping pintu belakang, dan para penatua ikut menyambut para tamu dan jemaat yang menuliskan namanya di buku tamu. Disediakan pula kotak persembahan kasih di meja penyambutan.</p> <p style="text-align: justify;">Tepat pk. 18.00, Pnt. Pitaya Rahmadi mengucapkan salam kepada para pendeta, rombongan dari GKI Kuningan, para tamu undangan, dan jemaat yang hadir, serta mengingatkan agar suara telepon genggam dapat dimatikan, agar tidak mengganggu jalannya ibadah.</p> <p style="text-align: justify;">Kantoria gabungan GKI Gading Serpong, diiringi Kuntjoro Hertanto, Novita Engelin, dan adik Hosea Keenan Maranatha Tampubolon yang bertugas sebagai pemusik, memandu jemaat menyanyikan KK 542, “Tuntun Aku Tuhan Allah”, mengiringi prosesi masuk para penatua dan pendeta, dilanjutkan KK 534, “Tersembunyi Ujung Jalan”.</p> <p style="text-align: justify;">Setelah Pdt. Cordelia Gunawan, ketua umum Badan Pekerja Majelis Sinode Wilayah (BPMSW) GKI Sinode Wilayah Jawa Barat, menyampaikan votum dan salam, diputarkan video tentang berkat dan penyertaan Tuhan. Digambarkan pergumulan GKI Kuningan untuk membeli <em>elevator</em> yang harganya mahal, tetapi tetap ditempuh, karena ada kebutuhan agar jemaat yang sudah mengalami kesulitan berjalan dapat beribadah di ruang ibadah yang terletak di lantai 2. Nyatanya, <em>elevator</em> dapat terpasang dan dananya tercukupi, walaupun dalam prosesnya majelis jemaat berulang kali mengalami ketidakpastian. Kita perlu maklum, siapa pun pernah berbuat salah, tetapi kita dapat belajar dari kesalahan-kesalahan itu. Pengalaman lain adalah ketika gedung GKI Singdanglaut di Karang Sembung harus direnovasi, karena kayu-kayu plafonnya sudah lapuk dan bocor berkepanjangan, sehingga dapat runtuh kapan saja. Kebutuhan dana begitu besar, sedangkan kondisi keuangan begitu terbatas. Renovasi pun tetap dijalankan, dengan keyakinan, Tuhan pasti mencukupi. Nyatanya, renovasi berhasil dituntaskan, tanpa kekurangan dana. Ketidakpastian tidak boleh direspons dengan menyerah. Banyak hal tak kita pahami, tetapi tangan Tuhan yang pegang. Kadang kala yang terjadi tidak sesuai dengan rancangan kita, tetapi yang pasti, Kristus, Sang Sahabat menemani.</p> <p style="text-align: justify;">Jemaat kemudian bersama-sama menyanyikan lagu PKJ 241, “Tak Kutahu ‘kan Hari Esok”. Di akhir lagu, Pdt. Pramudya dan keluarganya naik ke panggung. Pdt. Cordelia memimpin doa epiklese. Bacaan Alkitab diambil dari Yesaya 41:8-10, yang dibacakan secara bergantian oleh Pdt. Pramudya, Ibu Ine, dan kemudian diucapkan bersama-sama oleh Firela dan Febert.</p> <p style="text-align: justify;">Pdt. Cordelia kemudian turun dari mimbar, dan duduk bersama Pdt. Pramudya, sementara Ibu Ine dan kedua anaknya turun dari panggung. Tidak seperti biasanya, kali ini khotbah disampaikan dengan gaya wawancara, sehingga terasa lebih santai, bahkan sesekali diselingi tawa canda. Ketika ditanyakan, mengapa memilih tema “Kepastian dalam Ketidakpastian” yang bernuansa galau, Pdt. Pramudya menjawab, karena ketika menjalankan pelayanan, dirasakan hidup adalah anugerah demi anugerah, yang dialami dalam ketidakpastian. Pdt. Cordelia lalu meminta contoh yang lebih konkret. Pdt. Pramudya lalu menceritakan perjuangannya ketika hendak menyatakan cintanya kepada Ibu Ine, harus berganti-ganti moda transportasi dari Cirebon hingga ke Lampung, tanpa ada kepastian bahwa cintanya akan diterima. Ketika memulai pelayanannya di GKI Kuningan, dalam kondisi belum mengenal jemaat, Pdt. Pramudya mesti mengurus gereja yang harus direlokasi, karena adanya demonstrasi penolakan dari masyarakat sekitar. Namun, Tuhan mengutus orang yang mau menuntun dan menemani, sehingga tugas tersebut dapat diselesaikan dengan baik. Demikian pula ketika sudah menyatakan diri menerima penugasan baru di GKI Gading Serpong, Tuhan menyediakan rekan-rekan sekerja yang sudah dikenalnya, seperti Pdt. Danny Purnama yang berasal dari Cirebon, dan Pdt. Santoni Ong, yang merupakan mentornya saat kuliah di Universitas Kristen Duta Wacana, dan yang dahulu memimpin kebaktian penahbisannya sebagai pendeta.</p> <p style="text-align: justify;">Sewaktu ditanya, mengapa memilih Yesaya 41:8-10 sebagai firman yang mendasari ibadah hari ini, Pdt. Pramudya menjawab, itu karena ia memandang dirinya bagaikan Israel yang lemah, ketika menghadapi Babel yang lebih besar dan kuat. Ini berkenaan dengan kelemahannya yang agak sulit memandang jauh ke depan. Pdt. Cordelia lalu menyampaikan keunikan yang didapatinya ketika mempersiapkan khotbah. Dalam Alkitab TB2, judul perikop ini adalah “TUHAN Menolong si Ulat Israel”. Israel yang dimaksud adalah individu Yakub, si penipu. Di tengah ketidakpastian, ada penyertaan Tuhan yang memberikan “keberhasilan”. Jadi, keberhasilan itu bukan karena kehebatan individu Yakub, melainkan karena Tuhan yang menyertai. Hamba Tuhan maupun jemaat perlu mengingat, untuk tidak melekatkan suatu keberhasilan pada seorang individu, melainkan pada Tuhan, yang memungkinkan terjadinya keberhasilan itu.</p> <p style="text-align: justify;">Maka, ketika kita harus <em>move on</em> ke pelayanan baru, kita harus mengingat, jika Tuhan menyertai kita, si ulat yang tak berdaya, Tuhan pun dapat menyertai ulat yang baru, yang akan menggantikan kita. Jika kita tidak mau <em>move on</em>, sama saja kita tidak memberi kesempatan kepada orang lain untuk merasakan penyertaan Tuhan. Pdt. Cordelia lalu menanyakan, apa yang paling ditakuti ketika harus bergabung dengan GKI Gading Serpong? Pdt. Pramudya kemudian menjawab, rasanya ia tidak sanggup memenuhi tuntutan yang diberikan, merasa kurang pintar. Pdt. Cordelia juga mengingatkan GKI Kuningan agar tidak takut, agar kita semua selalu meyakini penyertaan Tuhan. Pertolongan Tuhan selalu tepat pada waktunya. Ketika ulat lama pergi, ulat yang baru sudah datang untuk menggantikan. Begitu Pdt. Pramudya pergi, sudah langsung ada pendeta lain yang menggantikan. Di tengah segala perubahan, satu hal yang pasti, Tuhan, Sang Kepala Gereja, selalu menolong, selalu menyertai seluruh Gereja Kristen Indonesia!</p> <p style="text-align: justify;">Di saat hening, PS Gabungan GKI Kuningan maju, mempersembahkan pujian “Bagi Dia” (“<em>Unto Him</em>” &amp; “<em>The Lord Bless You and Keep You</em>”) dan “Persaudaraan yang Rukun” (Mazmur 133), dilanjutkan pengakuan iman rasuli oleh seluruh jemaat, dipimpin Pnt. Tanti Buniarti.</p> <p style="text-align: justify;">Pdt. Cordelia kemudian membacakan pengantar peneguhan pendeta, dilanjutkan doa syukur dan pernyataan kesediaan jemaat untuk mendukung Pdt. Pramudya Hidayat, dan nyanyian jemaat yang menaikkan KK 592, “Langit Menceritakan”, disusul pernyataan kesediaan Pdt. Pramudya Hidayat untuk penugasan yang baru, dan diakhiri lagu NKB 184, “Engkau Milikku Abadi”. Di akhir lagu, para pendeta pun maju ke atas panggung. Pdt. Cordelia kemudian melayankan peneguhan. Umat pun bangkit berdiri, dan menyanyikan “Doksologi”. Pdt. Pramudya membacakan pernyataan tekadnya. Jemaat diundang untuk kembali bangkit berdiri dan menyatakan dukungannya. Para pendeta kembali ke kursi masing-masing, dan Pdt. Cordelia memberikan nasihat kepada Pdt. Pramudya yang baru saja diteguhkan.</p> <p style="text-align: justify;">Pdt. Suhud Setyowardono, sekretaris umum BPMS GKI, menyerahkan piagam peneguhan pendeta, dilanjutkan persembahan pujian oleh PS Ekklesia GKI Gading Serpong, yang menyanyikan lagu “<em>Grace Alone</em>” (“Anugerah-Nya”), dan Pdt. Pramudya Hidayat memimpin doa syafaat. Pnt. Janne Idris membacakan pengantar persembahan, dan jemaat pun mengumpulkan persembahan dengan iringan lagu KK 423, “Kuheran Allah Mau Memberi”. Setelah lagu pengutusan KK 533, “Tenanglah Kini Hatiku”, keenam pendeta GKI Gading Serpong, bersama Pdt. Cordelia Gunawan bersama-sama mengangkat tangan, memberikan berkat. Ibadah peneguhan pun selesai.</p> <p style="text-align: justify;">Finy Patricia kemudian memimpin acara selanjutnya, yaitu sambutan dan foto bersama. Pnt. Alfian D. Setyono, selaku ketua umum Majelis Jemaat GKI Gading Serpong, mengucapkan syukur atas berkat dan tuntunan Tuhan, sehingga dalam usianya yang ke-20, GKI Gading Serpong diberi kesempatan untuk membangun rumah-Nya. Bergabungnya Pdt. Pramudya Hidayat akan memperkuat kualitas dan kuantitas pelayanan GKI Gading Serpong, dan kiranya terjalin kerja sama yang baik dengan para pendeta yang sudah ada, karena tidak lama lagi, GKI Gading Serpong akan mengantarkan Pdt. Andreas Loanka dan Pdt. Santoni Ong memasuki masa emeritasi. Pnt. Alfian mengakhiri sambutannya dengan pantun, “Gereja sehat, satukan pendapat. Persaudaraan rukun, berbuah berkat. Selamat datang para tamu dan jemaat, turut mendoakan Pdt. Pramudya Hidayat.” Selesai membacakan sambutannya, Pnt. Alfian menyematkan salib pada Pdt. Pramudya.</p> <p style="text-align: justify;">Pnt. I Bagus Made Andalant Christ Bujangga, ketua umum Majelis Jemaat GKI Kuningan, memberikan selamat kepada Pdt. Pramudya dalam sambutannya, dan mendoakannya dapat memberikan pelayanan terbaik di GKI Gading Serpong, juga berterima kasih atas pelayanannya di GKI Kuningan. Pnt. Chris juga mengucapkan terima kasih untuk layanan GKI Gading Serpong kepada rombongan GKI Kuningan selama kunjungannya hari ini. Semoga tali silaturahmi antara GKI Kuningan dengan Pdt. Pramudya Hidayat dan keluarganya secara pribadi, serta GKI Gading Serpong dapat terus terjalin. Supaya sama dengan Pnt. Alfian, untuk mengakhiri sambutannya, Pnt. Chris juga mengucapkan pantun, “Buah nanas, buah ceri, dicampur gula enak sekali. Cukup sekian pertemuan kali ini, semoga bisa bertemu lagi di kemudian hari.”</p> <p style="text-align: justify;">Pdt. Suhud Setyowardono, selaku sekretaris umum Badan Pekerja Majelis Sinode GKI, memberi perumpamaan tentang beras basmati yang enak dan kualitasnya maksimal jika ditanam di tempat tertentu, tetapi jika ditanam di tempat lain, rasanya jadi berbeda, walaupun masih tetap gurih dan wangi. Di Indonesia pun ada beras pandan wangi, yang wangi dan pulen jika ditanam di Cianjur. Semoga “beras Pramudya” yang pulen dan wangi ketika ditanam di GKI Kuningan juga tetap demikian ketika ditanam di GKI Gading Serpong, yang tanahnya subur. Tidak mau kalah, Pdt. Suhud kemudian juga mengucapkan pantunnya secara spontan, “Pohon alpukat banyak ulat dan kepompong. Pohon durian banyak buahnya. Selamat untuk Pdt. Pramudya Hidayat dan GKI Gading Serpong. Teruslah menabur pekerjaan Tuhan untuk kemuliaan nama-Nya.”</p> <p style="text-align: justify;">Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama dengan para kader calon pendeta, mahasiswa teologi, dan tenaga pelayanan gerejawi; persekutuan istri/suami pendeta; dan seluruh pendeta yang hadir, termasuk yang sudah emeritus. Setelah doa makan yang dipimpin oleh Pdt. Santoni Ong, jemaat diminta bangkit berdiri untuk prosesi keluar para pendeta, meninggalkan ruang ibadah, untuk memasuki ruang yang telah dipersiapkan untuk menikmati jamuan makan malam. Bagi jemaat yang hadir pun disediakan konsumsi, termasuk untuk rombongan GKI Kuningan yang akan langsung kembali ke Kuningan malam itu juga.</p> <p>{gallery}pram{/gallery}</p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/pram/_CK-2868.jpg" alt="" width="5601" height="3734" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Pada hari Senin, 26 Agustus 2024, dilaksanakan kebaktian peneguhan Pdt. Pramudya Hidayat sebagai pendeta jemaat dengan basis pelayanan di GKI Gading Serpong, setelah sebelumnya melayani di GKI Kuningan sejak September 2012. Sebagai persiapan untuk penugasan ini, pria yang dilahirkan di Bandung pada tanggal 9 November 1982 ini sudah pindah ke Gading Serpong sejak bulan Juli 2024, bersama istrinya, Ine Noviana, dan kedua anaknya, Firela Kim Sastraatmadja dan Febert Kai Sastraatmadja, yang kini bersekolah di SDK Penabur Gading Serpong.</p> <p style="text-align: justify;">Menjelang pk. 18.00, lantai 6 SMAK Penabur Gading Serpong, Jl. Kelapa Gading Barat, Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten, telah dipadati para tamu dan petugas, baik di luar maupun di dalam ruangan aula yang akan dipakai untuk ibadah. Terlihat para pendeta telah berbaris rapi di samping pintu belakang, dan para penatua ikut menyambut para tamu dan jemaat yang menuliskan namanya di buku tamu. Disediakan pula kotak persembahan kasih di meja penyambutan.</p> <p style="text-align: justify;">Tepat pk. 18.00, Pnt. Pitaya Rahmadi mengucapkan salam kepada para pendeta, rombongan dari GKI Kuningan, para tamu undangan, dan jemaat yang hadir, serta mengingatkan agar suara telepon genggam dapat dimatikan, agar tidak mengganggu jalannya ibadah.</p> <p style="text-align: justify;">Kantoria gabungan GKI Gading Serpong, diiringi Kuntjoro Hertanto, Novita Engelin, dan adik Hosea Keenan Maranatha Tampubolon yang bertugas sebagai pemusik, memandu jemaat menyanyikan KK 542, “Tuntun Aku Tuhan Allah”, mengiringi prosesi masuk para penatua dan pendeta, dilanjutkan KK 534, “Tersembunyi Ujung Jalan”.</p> <p style="text-align: justify;">Setelah Pdt. Cordelia Gunawan, ketua umum Badan Pekerja Majelis Sinode Wilayah (BPMSW) GKI Sinode Wilayah Jawa Barat, menyampaikan votum dan salam, diputarkan video tentang berkat dan penyertaan Tuhan. Digambarkan pergumulan GKI Kuningan untuk membeli <em>elevator</em> yang harganya mahal, tetapi tetap ditempuh, karena ada kebutuhan agar jemaat yang sudah mengalami kesulitan berjalan dapat beribadah di ruang ibadah yang terletak di lantai 2. Nyatanya, <em>elevator</em> dapat terpasang dan dananya tercukupi, walaupun dalam prosesnya majelis jemaat berulang kali mengalami ketidakpastian. Kita perlu maklum, siapa pun pernah berbuat salah, tetapi kita dapat belajar dari kesalahan-kesalahan itu. Pengalaman lain adalah ketika gedung GKI Singdanglaut di Karang Sembung harus direnovasi, karena kayu-kayu plafonnya sudah lapuk dan bocor berkepanjangan, sehingga dapat runtuh kapan saja. Kebutuhan dana begitu besar, sedangkan kondisi keuangan begitu terbatas. Renovasi pun tetap dijalankan, dengan keyakinan, Tuhan pasti mencukupi. Nyatanya, renovasi berhasil dituntaskan, tanpa kekurangan dana. Ketidakpastian tidak boleh direspons dengan menyerah. Banyak hal tak kita pahami, tetapi tangan Tuhan yang pegang. Kadang kala yang terjadi tidak sesuai dengan rancangan kita, tetapi yang pasti, Kristus, Sang Sahabat menemani.</p> <p style="text-align: justify;">Jemaat kemudian bersama-sama menyanyikan lagu PKJ 241, “Tak Kutahu ‘kan Hari Esok”. Di akhir lagu, Pdt. Pramudya dan keluarganya naik ke panggung. Pdt. Cordelia memimpin doa epiklese. Bacaan Alkitab diambil dari Yesaya 41:8-10, yang dibacakan secara bergantian oleh Pdt. Pramudya, Ibu Ine, dan kemudian diucapkan bersama-sama oleh Firela dan Febert.</p> <p style="text-align: justify;">Pdt. Cordelia kemudian turun dari mimbar, dan duduk bersama Pdt. Pramudya, sementara Ibu Ine dan kedua anaknya turun dari panggung. Tidak seperti biasanya, kali ini khotbah disampaikan dengan gaya wawancara, sehingga terasa lebih santai, bahkan sesekali diselingi tawa canda. Ketika ditanyakan, mengapa memilih tema “Kepastian dalam Ketidakpastian” yang bernuansa galau, Pdt. Pramudya menjawab, karena ketika menjalankan pelayanan, dirasakan hidup adalah anugerah demi anugerah, yang dialami dalam ketidakpastian. Pdt. Cordelia lalu meminta contoh yang lebih konkret. Pdt. Pramudya lalu menceritakan perjuangannya ketika hendak menyatakan cintanya kepada Ibu Ine, harus berganti-ganti moda transportasi dari Cirebon hingga ke Lampung, tanpa ada kepastian bahwa cintanya akan diterima. Ketika memulai pelayanannya di GKI Kuningan, dalam kondisi belum mengenal jemaat, Pdt. Pramudya mesti mengurus gereja yang harus direlokasi, karena adanya demonstrasi penolakan dari masyarakat sekitar. Namun, Tuhan mengutus orang yang mau menuntun dan menemani, sehingga tugas tersebut dapat diselesaikan dengan baik. Demikian pula ketika sudah menyatakan diri menerima penugasan baru di GKI Gading Serpong, Tuhan menyediakan rekan-rekan sekerja yang sudah dikenalnya, seperti Pdt. Danny Purnama yang berasal dari Cirebon, dan Pdt. Santoni Ong, yang merupakan mentornya saat kuliah di Universitas Kristen Duta Wacana, dan yang dahulu memimpin kebaktian penahbisannya sebagai pendeta.</p> <p style="text-align: justify;">Sewaktu ditanya, mengapa memilih Yesaya 41:8-10 sebagai firman yang mendasari ibadah hari ini, Pdt. Pramudya menjawab, itu karena ia memandang dirinya bagaikan Israel yang lemah, ketika menghadapi Babel yang lebih besar dan kuat. Ini berkenaan dengan kelemahannya yang agak sulit memandang jauh ke depan. Pdt. Cordelia lalu menyampaikan keunikan yang didapatinya ketika mempersiapkan khotbah. Dalam Alkitab TB2, judul perikop ini adalah “TUHAN Menolong si Ulat Israel”. Israel yang dimaksud adalah individu Yakub, si penipu. Di tengah ketidakpastian, ada penyertaan Tuhan yang memberikan “keberhasilan”. Jadi, keberhasilan itu bukan karena kehebatan individu Yakub, melainkan karena Tuhan yang menyertai. Hamba Tuhan maupun jemaat perlu mengingat, untuk tidak melekatkan suatu keberhasilan pada seorang individu, melainkan pada Tuhan, yang memungkinkan terjadinya keberhasilan itu.</p> <p style="text-align: justify;">Maka, ketika kita harus <em>move on</em> ke pelayanan baru, kita harus mengingat, jika Tuhan menyertai kita, si ulat yang tak berdaya, Tuhan pun dapat menyertai ulat yang baru, yang akan menggantikan kita. Jika kita tidak mau <em>move on</em>, sama saja kita tidak memberi kesempatan kepada orang lain untuk merasakan penyertaan Tuhan. Pdt. Cordelia lalu menanyakan, apa yang paling ditakuti ketika harus bergabung dengan GKI Gading Serpong? Pdt. Pramudya kemudian menjawab, rasanya ia tidak sanggup memenuhi tuntutan yang diberikan, merasa kurang pintar. Pdt. Cordelia juga mengingatkan GKI Kuningan agar tidak takut, agar kita semua selalu meyakini penyertaan Tuhan. Pertolongan Tuhan selalu tepat pada waktunya. Ketika ulat lama pergi, ulat yang baru sudah datang untuk menggantikan. Begitu Pdt. Pramudya pergi, sudah langsung ada pendeta lain yang menggantikan. Di tengah segala perubahan, satu hal yang pasti, Tuhan, Sang Kepala Gereja, selalu menolong, selalu menyertai seluruh Gereja Kristen Indonesia!</p> <p style="text-align: justify;">Di saat hening, PS Gabungan GKI Kuningan maju, mempersembahkan pujian “Bagi Dia” (“<em>Unto Him</em>” &amp; “<em>The Lord Bless You and Keep You</em>”) dan “Persaudaraan yang Rukun” (Mazmur 133), dilanjutkan pengakuan iman rasuli oleh seluruh jemaat, dipimpin Pnt. Tanti Buniarti.</p> <p style="text-align: justify;">Pdt. Cordelia kemudian membacakan pengantar peneguhan pendeta, dilanjutkan doa syukur dan pernyataan kesediaan jemaat untuk mendukung Pdt. Pramudya Hidayat, dan nyanyian jemaat yang menaikkan KK 592, “Langit Menceritakan”, disusul pernyataan kesediaan Pdt. Pramudya Hidayat untuk penugasan yang baru, dan diakhiri lagu NKB 184, “Engkau Milikku Abadi”. Di akhir lagu, para pendeta pun maju ke atas panggung. Pdt. Cordelia kemudian melayankan peneguhan. Umat pun bangkit berdiri, dan menyanyikan “Doksologi”. Pdt. Pramudya membacakan pernyataan tekadnya. Jemaat diundang untuk kembali bangkit berdiri dan menyatakan dukungannya. Para pendeta kembali ke kursi masing-masing, dan Pdt. Cordelia memberikan nasihat kepada Pdt. Pramudya yang baru saja diteguhkan.</p> <p style="text-align: justify;">Pdt. Suhud Setyowardono, sekretaris umum BPMS GKI, menyerahkan piagam peneguhan pendeta, dilanjutkan persembahan pujian oleh PS Ekklesia GKI Gading Serpong, yang menyanyikan lagu “<em>Grace Alone</em>” (“Anugerah-Nya”), dan Pdt. Pramudya Hidayat memimpin doa syafaat. Pnt. Janne Idris membacakan pengantar persembahan, dan jemaat pun mengumpulkan persembahan dengan iringan lagu KK 423, “Kuheran Allah Mau Memberi”. Setelah lagu pengutusan KK 533, “Tenanglah Kini Hatiku”, keenam pendeta GKI Gading Serpong, bersama Pdt. Cordelia Gunawan bersama-sama mengangkat tangan, memberikan berkat. Ibadah peneguhan pun selesai.</p> <p style="text-align: justify;">Finy Patricia kemudian memimpin acara selanjutnya, yaitu sambutan dan foto bersama. Pnt. Alfian D. Setyono, selaku ketua umum Majelis Jemaat GKI Gading Serpong, mengucapkan syukur atas berkat dan tuntunan Tuhan, sehingga dalam usianya yang ke-20, GKI Gading Serpong diberi kesempatan untuk membangun rumah-Nya. Bergabungnya Pdt. Pramudya Hidayat akan memperkuat kualitas dan kuantitas pelayanan GKI Gading Serpong, dan kiranya terjalin kerja sama yang baik dengan para pendeta yang sudah ada, karena tidak lama lagi, GKI Gading Serpong akan mengantarkan Pdt. Andreas Loanka dan Pdt. Santoni Ong memasuki masa emeritasi. Pnt. Alfian mengakhiri sambutannya dengan pantun, “Gereja sehat, satukan pendapat. Persaudaraan rukun, berbuah berkat. Selamat datang para tamu dan jemaat, turut mendoakan Pdt. Pramudya Hidayat.” Selesai membacakan sambutannya, Pnt. Alfian menyematkan salib pada Pdt. Pramudya.</p> <p style="text-align: justify;">Pnt. I Bagus Made Andalant Christ Bujangga, ketua umum Majelis Jemaat GKI Kuningan, memberikan selamat kepada Pdt. Pramudya dalam sambutannya, dan mendoakannya dapat memberikan pelayanan terbaik di GKI Gading Serpong, juga berterima kasih atas pelayanannya di GKI Kuningan. Pnt. Chris juga mengucapkan terima kasih untuk layanan GKI Gading Serpong kepada rombongan GKI Kuningan selama kunjungannya hari ini. Semoga tali silaturahmi antara GKI Kuningan dengan Pdt. Pramudya Hidayat dan keluarganya secara pribadi, serta GKI Gading Serpong dapat terus terjalin. Supaya sama dengan Pnt. Alfian, untuk mengakhiri sambutannya, Pnt. Chris juga mengucapkan pantun, “Buah nanas, buah ceri, dicampur gula enak sekali. Cukup sekian pertemuan kali ini, semoga bisa bertemu lagi di kemudian hari.”</p> <p style="text-align: justify;">Pdt. Suhud Setyowardono, selaku sekretaris umum Badan Pekerja Majelis Sinode GKI, memberi perumpamaan tentang beras basmati yang enak dan kualitasnya maksimal jika ditanam di tempat tertentu, tetapi jika ditanam di tempat lain, rasanya jadi berbeda, walaupun masih tetap gurih dan wangi. Di Indonesia pun ada beras pandan wangi, yang wangi dan pulen jika ditanam di Cianjur. Semoga “beras Pramudya” yang pulen dan wangi ketika ditanam di GKI Kuningan juga tetap demikian ketika ditanam di GKI Gading Serpong, yang tanahnya subur. Tidak mau kalah, Pdt. Suhud kemudian juga mengucapkan pantunnya secara spontan, “Pohon alpukat banyak ulat dan kepompong. Pohon durian banyak buahnya. Selamat untuk Pdt. Pramudya Hidayat dan GKI Gading Serpong. Teruslah menabur pekerjaan Tuhan untuk kemuliaan nama-Nya.”</p> <p style="text-align: justify;">Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama dengan para kader calon pendeta, mahasiswa teologi, dan tenaga pelayanan gerejawi; persekutuan istri/suami pendeta; dan seluruh pendeta yang hadir, termasuk yang sudah emeritus. Setelah doa makan yang dipimpin oleh Pdt. Santoni Ong, jemaat diminta bangkit berdiri untuk prosesi keluar para pendeta, meninggalkan ruang ibadah, untuk memasuki ruang yang telah dipersiapkan untuk menikmati jamuan makan malam. Bagi jemaat yang hadir pun disediakan konsumsi, termasuk untuk rombongan GKI Kuningan yang akan langsung kembali ke Kuningan malam itu juga.</p> <p>{gallery}pram{/gallery}</p> Elevated Ministry: Bina Aktivis Komisi Dewasa Muda GKI Gading Serpong 2024-07-08T20:27:51+07:00 2024-07-08T20:27:51+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/elevated-ministry-bina-aktivis-komisi-dewasa-muda-gki-gading-serpong Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/el/WhatsApp_Image_2024-07-08_at_17.07.50.jpeg" alt="" width="1280" height="960" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Apa ukuran keberhasilan suatu ibadah yang sesungguhnya? Hal apa yang perlu aktivis upayakan lebih lanjut untuk membangun ibadah yang lebih baik? Dalam kehidupan pelayanan sehari-hari, pertanyaan-pertanyaan seperti ini sering dijumpai. Untuk itulah, Komisi Dewasa Muda GKI Gading Serpong (KDM GKI GS) mengadakan kegiatan pembinaan untuk seluruh aktivis KDM GKI GS yang melayani di berbagai bidang.</p> <p style="text-align: justify;">Acara berlangsung pada Minggu, 7 Juli 2024 pk. 10.00 WIB, di ruang ibadah KDM, lantai 5 SMAK Penabur Gading Serpong, Jl. Kelapa Gading Barat Raya, Gading Serpong, Tangerang. Hadir 43 orang peserta. Acara yang bertemakan “<em>Elevated Ministry</em>” ini bertujuan untuk membekali dan menyegarkan kembali motivasi pelayanan para aktivis. Kegiatan ini, bertujuan untuk memberi pemahaman kepada para aktivis, ketika melayani jemaat, mereka bukanlah seorang “penampil”, melainkan seorang pelayan, yang membantu jemaat mengalami perjumpaan dengan Tuhan dalam ibadah.</p> <p style="text-align: justify;">Reni Yuliastuti, selaku pembina KDM GKI GS, memimpin kegiatan ini dengan mengambil Efesus 2:10 sebagai firman Tuhan yang mendasarinya. Setelah pemaparan firman Tuhan, kegiatan berlanjut dengan melakukan diskusi kelompok, untuk membahas bagaimana pemahaman aktivis selama ini terkait konsep pelayanan.</p> <p style="text-align: justify;">Kesimpulan dari diskusi tersebut, pelayanan adalah sebuah ungkapan syukur atas kasih anugerah Allah dalam kehidupan, dan merupakan sebuah hak istimewa bagi seorang pengikut Yesus. Kelancaran suatu kegiatan ibadah itu sendiri bukanlah ukuran yang menunjukkan keberhasilan suatu ibadah, melainkan bagaimana ibadah tersebut dapat membawa jemaat memuji Tuhan, dan merasakan hadirat-Nya melalui firman. Aktivis perlu meningkatkan kesatuan hati satu sama lain, agar tidak menganggap tugas pelayanan sebagai “tugas/kegiatan” semata, dan terus berusaha memberikan yang terbaik untuk memuliakan Tuhan, bukan untuk mendapat pujian bagi diri sendiri. Dalam beribadah, kita ingin memperkenan hati Tuhan, bukan jemaat.</p> <p style="text-align: justify;">Pembinaan kali ini merupakan kegiatan pertama dari rangkaian pembinaan aktivis, yang akan dilakukan sebanyak empat kali dalam satu tahun. Pembinaan selanjutnya akan diadakan tiga bulan kemudian, dengan konsep lokakarya yang spesifik, untuk memfasilitasi para aktivis, sesuai dengan talenta/bidang pelayanan masing-masing.</p> <p style="text-align: justify;">Kiranya kegiatan ini dapat terus memperlengkapi para aktivis untuk menjadi pelayan Tuhan yang setia memuliakan nama-Nya, dan menjadi berkat bagi jemaat muda di GKI Gading Serpong.</p> <p>{gallery}el{/gallery}</p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/el/WhatsApp_Image_2024-07-08_at_17.07.50.jpeg" alt="" width="1280" height="960" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Apa ukuran keberhasilan suatu ibadah yang sesungguhnya? Hal apa yang perlu aktivis upayakan lebih lanjut untuk membangun ibadah yang lebih baik? Dalam kehidupan pelayanan sehari-hari, pertanyaan-pertanyaan seperti ini sering dijumpai. Untuk itulah, Komisi Dewasa Muda GKI Gading Serpong (KDM GKI GS) mengadakan kegiatan pembinaan untuk seluruh aktivis KDM GKI GS yang melayani di berbagai bidang.</p> <p style="text-align: justify;">Acara berlangsung pada Minggu, 7 Juli 2024 pk. 10.00 WIB, di ruang ibadah KDM, lantai 5 SMAK Penabur Gading Serpong, Jl. Kelapa Gading Barat Raya, Gading Serpong, Tangerang. Hadir 43 orang peserta. Acara yang bertemakan “<em>Elevated Ministry</em>” ini bertujuan untuk membekali dan menyegarkan kembali motivasi pelayanan para aktivis. Kegiatan ini, bertujuan untuk memberi pemahaman kepada para aktivis, ketika melayani jemaat, mereka bukanlah seorang “penampil”, melainkan seorang pelayan, yang membantu jemaat mengalami perjumpaan dengan Tuhan dalam ibadah.</p> <p style="text-align: justify;">Reni Yuliastuti, selaku pembina KDM GKI GS, memimpin kegiatan ini dengan mengambil Efesus 2:10 sebagai firman Tuhan yang mendasarinya. Setelah pemaparan firman Tuhan, kegiatan berlanjut dengan melakukan diskusi kelompok, untuk membahas bagaimana pemahaman aktivis selama ini terkait konsep pelayanan.</p> <p style="text-align: justify;">Kesimpulan dari diskusi tersebut, pelayanan adalah sebuah ungkapan syukur atas kasih anugerah Allah dalam kehidupan, dan merupakan sebuah hak istimewa bagi seorang pengikut Yesus. Kelancaran suatu kegiatan ibadah itu sendiri bukanlah ukuran yang menunjukkan keberhasilan suatu ibadah, melainkan bagaimana ibadah tersebut dapat membawa jemaat memuji Tuhan, dan merasakan hadirat-Nya melalui firman. Aktivis perlu meningkatkan kesatuan hati satu sama lain, agar tidak menganggap tugas pelayanan sebagai “tugas/kegiatan” semata, dan terus berusaha memberikan yang terbaik untuk memuliakan Tuhan, bukan untuk mendapat pujian bagi diri sendiri. Dalam beribadah, kita ingin memperkenan hati Tuhan, bukan jemaat.</p> <p style="text-align: justify;">Pembinaan kali ini merupakan kegiatan pertama dari rangkaian pembinaan aktivis, yang akan dilakukan sebanyak empat kali dalam satu tahun. Pembinaan selanjutnya akan diadakan tiga bulan kemudian, dengan konsep lokakarya yang spesifik, untuk memfasilitasi para aktivis, sesuai dengan talenta/bidang pelayanan masing-masing.</p> <p style="text-align: justify;">Kiranya kegiatan ini dapat terus memperlengkapi para aktivis untuk menjadi pelayan Tuhan yang setia memuliakan nama-Nya, dan menjadi berkat bagi jemaat muda di GKI Gading Serpong.</p> <p>{gallery}el{/gallery}</p> Paskah 2024: Kegiatan dan Harapan 2024-07-08T16:58:46+07:00 2024-07-08T16:58:46+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/paskah-2024-kegiatan-dan-harapan Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/Picture1.jpg" alt="" width="604" height="377" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 107%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Ibadah Paskah GKI Gading Serpong telah dilaksanakan pada 31 Maret 2024. Namun, kegiatan Paskah tidak hanya itu. Mari kita simak rangkaian kegiatan dan harapan Panitia Paskah GKI Gading Serpong 2024, berdasarkan wawancara yang dilakukan Monica Horezki terhadap Panitia Paskah 2024, yang diwakili oleh Pnt. Elang Rabindra Wira Handika (ketua panitia), Pnt. Lydia Kurniawati (sekretaris), Pnt. Shasy Indria Sukmawati (bendahara I), dan Jayanti Indra Vuri (bendahara II), melalui aplikasi <em>Zoom</em>, pada 2 April 2024.</span></p> <p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 107%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Diawali dengan doa yang dipimpin oleh Pnt. Lydia, wawancara dilanjutkan dengan perkenalan para anggota panitia. Pnt. Elang adalah penatua yang mendampingi KPU (Komisi Pelayanan Umat) sejak 2022.&nbsp; Pnt. Lydia mendampingi Komisi Anak sejak 2023, sebelumnya mendampingi Komisi Liturgi dan Musik pada 2020-2023. Pnt. Shasy juga merupakan penatua pendamping KPU. Sebelumnya, ia melayani sebagai kordinator wilayah IV sejak 2016. Vuri melayani di KPU sejak 2022.</span></p> <p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 107%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Menurut panitia, rangkaian Paskah 2024 berlangsung sejak Rabu Abu, 14 Februari 2024, dilanjutkan Pra-Paskah I-VI (Minggu Palmarum), Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Sunyi, dan Paskah. Perayaan Paskah Anak diselenggarakan oleh Komisi Anak pada 30 Maret 2024. Perayaan Paskah Komisi <em>Youth &amp; Teens</em> dilaksanakan pada Minggu subuh, 31 Maret 2024. “Teruslah Berkarya, Tuhan Sudah Buka Jalan”, merupakan tema Paskah GKI GS, sesuai dengan tema yang telah ditetapkan oleh Sinode Wilayah Jawa Barat. </span></p> <p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 107%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Dalam kepanitiaan masa raya Paskah dan masa raya Natal 2024, badan pelayanan jemaat yang ditugasi adalah Bidang Persekutuan dan Peribadahan (Persib) GKI Gading Serpong, yang terdiri dari Komisi Multimedia (Mulmed), Komisi Ibadah, Komisi Liturgi dan Musik (KLM), dan Komisi Persekutuan Umat (KPU). Kali ini, yang diberi mandat untuk membentuk Panitia Paskah 2024 adalah Komisi Persekutuan Umat, sedangkan Komisi Ibadah ditugaskan membentuk kepanitiaan Natal 2024.</span></p> <p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 107%; font-family: 'Times New Roman', serif;">KPU sendiri berawal dari penggabungan dua komisi dan satu tim, yaitu Komisi Komunitas Wilayah, yang menyelenggarakan persekutuan wilayah; Komisi Perlawatan dan Kedukaan, yang melakukan pelayanan kedukaan dan pascakedukaan, serta melawat jemaat; dan Tim Atestasi dan Penyambutan Jemaat, yang mengurus atestasi masuk/keluar GKI GS. Dengan penggabungan ini, diharapkan pelayanan kepada jemaat dapat lebih terintegrasi dan menjangkau sampai ke seluruh wilayah, sehingga jemaat dapat berperan aktif dalam persekutuan wilayah dan semua kegiatan gereja lainnya, seperti pelayanan kedukaan dan perlawatan, serta keterlibatan wilayah dalam menerima dan melawat jemaat saat atestasi masuk dan keluar. </span></p> <p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 107%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Dalam pelaksanaan rangkaian Paskah 2024, panitia berusaha melibatkan jemaat GKI Gading Serpong dari kesepuluh wilayah (wilayah I-X) yang ada, dengan dua wilayah yang dimekarkan yaitu wilayah VIIA-VIIB dan VIIIA-VIIIB, dengan daerah cakupan sebagai berikut:</span></p> <table border="1" style="width: 337px; border-collapse: collapse; border: initial solid initial;"> <tbody> <tr> <td style="width: 76px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; background: #f2f2f2; border: 1px solid windowtext;"> <p style="text-align: center; line-height: normal;"><strong><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Wilayah</span></strong></p> </td> <td style="width: 262px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: 1px solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: solid; background: #f2f2f2;"> <p style="text-align: center; line-height: normal;"><strong><span style="font-family: 'Times New Roman', serif; color: black;">Daerah Cakupan</span></strong></p> </td> </tr> <tr> <td style="width: 76px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: 1px solid;"> <p style="text-align: center; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">I</span></p> </td> <td style="width: 262px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: solid;"> <p style="line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Gading Serpong sektor 1A, Jakarta (Puri Indah, Kosambi), dan sekitarnya.</span></p> </td> </tr> <tr> <td style="width: 76px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: 1px solid;"> <p style="text-align: center; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">II</span></p> </td> <td style="width: 262px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: solid;"> <p style="line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Gading Serpong sektor 1B, 1E, Batavia, Fluorite, Serenade, Jasmine, Tangerang Lama, Poris, Tiga Raksa, dan sekitarnya.</span></p> </td> </tr> <tr> <td style="width: 76px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: 1px solid;"> <p style="text-align: center; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">III</span></p> </td> <td style="width: 262px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: solid;"> <p style="line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Gading Serpong sektor 1C, 1D, 1G dan Oleaster.</span></p> </td> </tr> <tr> <td style="width: 76px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: 1px solid;"> <p style="text-align: center; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">IV</span></p> </td> <td style="width: 262px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: solid;"> <p style="line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Gading Serpong sektor 6, 7, 8, dan Monaco, Magnolia, L’Agricola, Michelia, Newton, Azalea, Il-Rosa, Spark, Scientia, Pascal, Glaze, Vienna, dan Dalton.</span></p> </td> </tr> <tr> <td style="width: 76px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: 1px solid;"> <p style="text-align: center; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">V</span></p> </td> <td style="width: 262px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: solid;"> <p style="line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Kelapa Dua dan sekitarnya.</span></p> </td> </tr> <tr> <td style="width: 76px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: 1px solid;"> <p style="text-align: center; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">VI</span></p> </td> <td style="width: 262px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: solid;"> <p style="line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Lippo Karawaci, Palem Semi, Binong, Villa Permata, Perumnas Karawaci, dan sekitarnya.</span></p> </td> </tr> <tr> <td style="width: 76px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: 1px solid;"> <p style="text-align: center; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">VII A dan VII B</span></p> </td> <td style="width: 262px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: solid;"> <p style="line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Alam Sutera, Graha Hijau, Bintaro Regensi, Ciledug, dan sekitarnya.</span></p> </td> </tr> <tr> <td style="width: 76px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: 1px solid;"> <p style="text-align: center; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">VIII A dan VIII B</span></p> </td> <td style="width: 262px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: solid;"> <p style="line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Dasana Indah, Medang Lestari, Permata Medang, Teratai, dan Legok.</span></p> </td> </tr> <tr> <td style="width: 76px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: 1px solid;"> <p style="text-align: center; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">IX</span></p> </td> <td style="width: 262px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: solid;"> <p style="line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Alexandrite, Beryl, Crystal, Il-Lago, Pondok Hijau Golf (PHG), Catalina/Telaga Gading Serpong, dan sekitarnya.</span></p> </td> </tr> <tr> <td style="width: 76px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: 1px solid;"> <p style="text-align: center; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">X</span></p> </td> <td style="width: 262px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: solid;"> <p style="line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Villa Melati Mas, BSD, dan sekitarnya.</span></p> </td> </tr> </tbody> </table> <p><span style="font-size: 12pt; line-height: 107%; font-family: 'Times New Roman', serif;"></span></p> <p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 107%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Jemaat dari setiap wilayah diberi kesempatan untuk melayani dalam ibadah (mengisi pujian, dalam bentuk paduan suara atau grup vokal, sebagai kolektan, lektor, ataupun penyambut jemaat). Hampir semua wilayah mengikutinya, dan hal ini memperoleh sambutan antusias dari seluruh jemaat. </span></p> <p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 107%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Dengan kegiatan ini, panitia mengharapkan kegiatan pelayanan di GKI Gading Serpong bisa saling bersinergi dan terintegrasi. Ibadah Sabtu Sunyi, misalnya, adalah hasil kolaborasi antara tim persekutuan doa dan tim persekutuan wilayah. Persekutuan wilayah yang seyogianya dilakukan di masing-masing wilayah, dan kegiatan rutin persekutuan doa tiap Sabtu, kali ini dijadikan satu dalam ibadah Sabtu Sunyi. </span></p> <p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 107%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Selain antusiasme, juga dirasakan euforia jemaat dalam keterlibatannya di rangkaian kegiatan pra-Paskah ini. Pnt. Shasy, yang mendampingi wilayah IV menjelaskan, panitia mendorong dan memberikan semangat kepada jemaat yang sudah ambil bagian dalam pelayanan Paskah, untuk masuk ke komisi dan mendaftarkan diri untuk mengambil bagian dalam pelayanan rutin.</span></p> <p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 107%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Pnt.Elang menambahkan, banyak apresiasi positif atas pelibatan wilayah sebagai pengisi pujian. Sebelumnya, sulit untuk mengajak jemaat dewasa muda mengikuti persekutuan wilayah. Namun, dengan kegiatan rangkaian pra-Paskah ini, semua jurang antar generasi bisa dijembatani. Bahkan, untuk menyambut tamu pun melibatkan keluarga. Di wilayah ada gairah dan semangat baru untuk bersekutu dan melayani. </span></p> <p style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 107%; font-family: 'Times New Roman', serif;"></span></strong></p> <p style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 107%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Suka Duka Panitia</span></strong></p> <p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 107%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Bagaimana dengan suka duka sebagai panitia Paskah? Menjawab pertanyaan ini, Pnt. Elang mengatakan, lebih banyak sukanya. Mengajak semua jemaat untuk bisa menikmati, mengikuti, melakukan kegiatan Paskah, walaupun tidak sempurna, semuanya adalah bagian dari sebuah proses. “Saya sebagai ketua harus menikmati proses dalam kegiatan persiapan, koordinasi, dan pelaksanaan Paskah.”</span></p> <p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 107%; font-family: 'Times New Roman', serif;">“Saya sangat bersyukur dan bersukacita dapat melayani Tuhan dalam kepanitiaan kali ini,” sahut Pnt. Lydia.&nbsp; Sedangkan Pnt.Shasy mengatakan, “Pelayanan harus dilakukan dengan sukacita, karena Tuhan lebih dahulu melayani kita.” Hal inilah yang membuatnya bisa berjalan bersama dalam menghadapi pelbagai perbedaan. “Ini pelayanan pertama saya dalam kepanitiaan Paskah,” jawab Vuri, “Awalnya saya kira sangat sulit. Ternyata, semua panitia saling membantu dan berkoordinasi, sehingga acara berlangsung dengan baik, dan membawa berkat untuk semuanya.”</span></p> <p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 107%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Total anggota panitia ada 40 orang. Setiap komisi mengirimkan satu orang wakil, agar semua dapat terkoordinasi dengan baik. Berikut adalah daftar anggota Panitia Paskah 2024:</span></p> <table border="1" style="border-collapse: collapse; border: initial solid initial;"> <tbody> <tr> <td style="width: 112px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border: 1px solid windowtext;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Penasihat:</span></p> </td> <td colspan="2" style="width: 207px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: 1px solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: solid;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Pdt. Andreas Loanka</span></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Pdt. Santoni Ong</span></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Pdt. Danny Purnama</span></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Pdt. Erma Primastuti Kristiyono</span></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Pdt. Devina Erlin Minerva</span></p> </td> </tr> <tr> <td style="width: 112px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: 1px solid;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Majelis Pendamping:</span></p> </td> <td colspan="2" style="width: 207px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: solid;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Pnt. Ricky Kosasih</span></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Pnt. Johanes Wibowo</span></p> </td> </tr> <tr> <td style="width: 112px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: 1px solid;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Ketua:</span></p> </td> <td colspan="2" style="width: 207px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: solid;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Pnt. Elang Rabindra Wira Handika</span></p> </td> </tr> <tr> <td style="width: 112px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: 1px solid;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Sekretaris:</span></p> </td> <td colspan="2" style="width: 207px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: solid;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Pnt. Lydia Kurniawati</span></p> </td> </tr> <tr> <td style="width: 112px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: 1px solid;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Bendahara I:</span></p> </td> <td colspan="2" style="width: 207px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: solid;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Pnt. Shasy Indria Sukmawati</span></p> </td> </tr> <tr> <td style="width: 112px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: 1px solid;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Bendahara II:</span></p> </td> <td colspan="2" style="width: 207px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: solid;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Jayanti Indra Vuri</span></p> </td> </tr> <tr> <td style="width: 112px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: 1px solid;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Sie Acara:</span></p> </td> <td colspan="2" style="width: 207px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: solid;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Ratna Kartika (koordinator) </span></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Evyliana Diapari</span></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Handy Santoso Sutanto</span></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Iranta Bona Sinaga</span></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Kornelius Murdiyono</span></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Mary Cahaya Samosir</span></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Reni Yuliastuti</span></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Toba Parluhutan Sitorus</span></p> </td> </tr> <tr> <td style="width: 112px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: 1px solid;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Sie Doa:</span></p> </td> <td colspan="2" style="width: 207px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: solid;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Budiati Marunduri</span></p> </td> </tr> <tr> <td style="width: 112px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: 1px solid;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Sie Konsumsi:</span></p> </td> <td colspan="2" style="width: 207px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: solid;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Lydia Suherman (koordinator)</span></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Arina Riado Siahaan</span></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Kristi Yulianti Wijaya</span></p> </td> </tr> <tr> <td style="width: 112px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: 1px solid;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Dekorasi:</span></p> </td> <td colspan="2" style="width: 207px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: solid;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Sartono (koordinator)</span></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Tim KDW</span></p> </td> </tr> <tr> <td style="width: 112px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: 1px solid;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Multimedia:</span></p> </td> <td colspan="2" style="width: 207px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: solid;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Mahardi Arifin Lie (koordinator)</span></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Adiguna</span></p> </td> </tr> <tr> <td style="width: 112px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: 1px solid;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Publikasi dan Dokumentasi:</span></p> </td> <td colspan="2" style="width: 207px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: solid;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Jason Agustian Firnanda</span></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Samuel Cussoy</span></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Tim Imago Deus</span></p> </td> </tr> <tr> <td style="width: 112px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: 1px solid;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Perlengkapan:</span></p> </td> <td colspan="2" style="width: 207px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: solid;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Hanadi (koordinator)</span></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Pnt. Franky Cussoy</span></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Tjiong Tek Siong</span></p> </td> </tr> <tr> <td style="width: 112px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: 1px solid;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Keamanan:</span></p> </td> <td colspan="2" style="width: 207px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: solid;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Lopo</span></p> </td> </tr> <tr> <td rowspan="8" style="width: 112px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: 1px solid;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Penghubung Komisi:</span></p> </td> <td style="width: 71px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border: initial solid initial;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Anak:</span></p> </td> <td style="width: 136px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: solid; border-left: solid;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">David Satyawan</span></p> </td> </tr> <tr> <td style="width: 71px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border: initial solid initial;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><em><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Youth &amp; Teens:</span></em></p> </td> <td style="width: 136px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: solid; border-left: solid;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Pnt. Fabian Chandra</span></p> </td> </tr> <tr> <td style="width: 71px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border: initial solid initial;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Dewasa Muda:</span></p> </td> <td style="width: 136px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: solid; border-left: solid;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Pnt. Michael Ignatius Suyanto</span></p> </td> </tr> <tr> <td style="width: 71px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border: initial solid initial;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Dewasa Wanita:</span></p> </td> <td style="width: 136px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: solid; border-left: solid;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Stevannie Setiaindriati Mulyani</span></p> </td> </tr> <tr> <td style="width: 71px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border: initial solid initial;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Ibadah:</span></p> </td> <td style="width: 136px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: solid; border-left: solid;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Israil Sembiring Meliala</span></p> </td> </tr> <tr> <td style="width: 71px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border: initial solid initial;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">KesPel:</span></p> </td> <td style="width: 136px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: solid; border-left: solid;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Pnt. Yusuf Gala</span></p> </td> </tr> <tr> <td style="width: 71px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border: initial solid initial;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Liturgi &amp; Musik:</span></p> </td> <td style="width: 136px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: solid; border-left: solid;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Pnt. Imelda Sukmawati Tandhana</span></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Pnt. Adolf Martua Panggabean</span></p> </td> </tr> <tr style="height: 13px;"> <td style="width: 71px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; height: 13px; border-top: solid; border-right: solid; border-bottom: 1px solid; border-left: solid;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Kesehatan:</span></p> </td> <td style="width: 136px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; height: 13px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: solid;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Pnt. dr. Febryna Grace Maya Waloni</span></p> </td> </tr> </tbody> </table> <p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 107%; font-family: 'Times New Roman', serif;"></span></p> <p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 107%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Dalam wawancara ini, panitia menyampaikan pesan untuk seluruh jemaat GKI GS. Sesuai dengan tema perayaan Paskah, kiranya jemaat GKI GS pun terjun dalam pelayanan-pelayanan di komisi yang ada, karena Tuhan sudah membukakannya untuk kita semua. Selain itu, banyak kegiatan pra-Paskah yang dapat dilakukan, seperti 40 hari doa pra-Paskah, serta aksi pra-Paskah berupa celengan, yang akan diberikan kepada pendeta-pendeta emeritus dan pasangan almarhum pendeta emeritus dalam lingkup GKI Sinode Wilayah Jawa Barat.</span></p> <p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 107%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Ketika ditanyakan kepada para panitia, apa yang menjadi harapan mereka dalam kegiatan ini, Pnt. Elang mengatakan, “Saya melihat ini sebagai tantangan untuk lebih meningkatkan pelayanan kami dalam kegiatan gereja. Tidak menunggu orang lain bergerak, tapi melalui diri saya sendiri, sesuai yang Tuhan inginkan, supaya bisa bertumbuh sebagai jemaat GKI GS.” Pnt. Shasy menambahkan, “Biarlah pelayanan-pelayanan yang dilakukan dapat menjadi berkat di dalam jemaat maupun di luar, misalnya pelayanan di poliklinik, bantuan sosial, pelayanan Komisi Dewasa Wanita (KDW) di posyandu.” Sedangkan Pnt. Lydia berharap, “Gereja kita semakin terintegrasi, tidak berjalan sendiri-sendiri, dan semakin erat, tidak tumpang tindih dalam melakukan kegiatan, dan dapat saling bersinergi.”</span></p> <p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 107%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Mewakili panitia, Pnt. Elang menyimpulkan, kegiatan rangkaian Paskah GKI GS disambut antusias oleh jemaat.&nbsp; “Kami mengucapkan syukur kepada Tuhan, untuk respons dan antusiasme jemaat dalam mengikuti seluruh rangkaian ibadah Paskah. Sebagai catatan, pada saat ibadah Jumat Agung yang bersamaan dengan perjamuan kudus, terjadi ledakan kehadiran jemaat dalam empat kali ibadah yang diselenggarakan. Ada 3380 jemaat yang hadir. &nbsp;Walaupun panitia menyadari adanya faktor ibadah gabungan dari KDM dan <em>Youth &amp; Teens</em> yang juga mengikuti perjamuan kudus, namun semangat jemaat mengikuti ibadah ini harus dicatat dan diantisipasi dalam kegiatan-kegiatan berikutnya. Kiranya kepanitiaan selanjutnya dapat mengatur lebih baik lagi sirkulasi kegiatan jemaat, supaya tidak terjadi penumpukan dan antrian jemaat maupun kendaraan, menjelang waktu beribadah.”</span></p> <p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 107%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Dan wawancara ini pun ditutup dalam doa oleh Pnt. Elang. Selamat untuk seluruh panitia yang sudah bekerja dengan sukacita!</span></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/Picture1.jpg" alt="" width="604" height="377" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 107%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Ibadah Paskah GKI Gading Serpong telah dilaksanakan pada 31 Maret 2024. Namun, kegiatan Paskah tidak hanya itu. Mari kita simak rangkaian kegiatan dan harapan Panitia Paskah GKI Gading Serpong 2024, berdasarkan wawancara yang dilakukan Monica Horezki terhadap Panitia Paskah 2024, yang diwakili oleh Pnt. Elang Rabindra Wira Handika (ketua panitia), Pnt. Lydia Kurniawati (sekretaris), Pnt. Shasy Indria Sukmawati (bendahara I), dan Jayanti Indra Vuri (bendahara II), melalui aplikasi <em>Zoom</em>, pada 2 April 2024.</span></p> <p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 107%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Diawali dengan doa yang dipimpin oleh Pnt. Lydia, wawancara dilanjutkan dengan perkenalan para anggota panitia. Pnt. Elang adalah penatua yang mendampingi KPU (Komisi Pelayanan Umat) sejak 2022.&nbsp; Pnt. Lydia mendampingi Komisi Anak sejak 2023, sebelumnya mendampingi Komisi Liturgi dan Musik pada 2020-2023. Pnt. Shasy juga merupakan penatua pendamping KPU. Sebelumnya, ia melayani sebagai kordinator wilayah IV sejak 2016. Vuri melayani di KPU sejak 2022.</span></p> <p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 107%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Menurut panitia, rangkaian Paskah 2024 berlangsung sejak Rabu Abu, 14 Februari 2024, dilanjutkan Pra-Paskah I-VI (Minggu Palmarum), Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Sunyi, dan Paskah. Perayaan Paskah Anak diselenggarakan oleh Komisi Anak pada 30 Maret 2024. Perayaan Paskah Komisi <em>Youth &amp; Teens</em> dilaksanakan pada Minggu subuh, 31 Maret 2024. “Teruslah Berkarya, Tuhan Sudah Buka Jalan”, merupakan tema Paskah GKI GS, sesuai dengan tema yang telah ditetapkan oleh Sinode Wilayah Jawa Barat. </span></p> <p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 107%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Dalam kepanitiaan masa raya Paskah dan masa raya Natal 2024, badan pelayanan jemaat yang ditugasi adalah Bidang Persekutuan dan Peribadahan (Persib) GKI Gading Serpong, yang terdiri dari Komisi Multimedia (Mulmed), Komisi Ibadah, Komisi Liturgi dan Musik (KLM), dan Komisi Persekutuan Umat (KPU). Kali ini, yang diberi mandat untuk membentuk Panitia Paskah 2024 adalah Komisi Persekutuan Umat, sedangkan Komisi Ibadah ditugaskan membentuk kepanitiaan Natal 2024.</span></p> <p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 107%; font-family: 'Times New Roman', serif;">KPU sendiri berawal dari penggabungan dua komisi dan satu tim, yaitu Komisi Komunitas Wilayah, yang menyelenggarakan persekutuan wilayah; Komisi Perlawatan dan Kedukaan, yang melakukan pelayanan kedukaan dan pascakedukaan, serta melawat jemaat; dan Tim Atestasi dan Penyambutan Jemaat, yang mengurus atestasi masuk/keluar GKI GS. Dengan penggabungan ini, diharapkan pelayanan kepada jemaat dapat lebih terintegrasi dan menjangkau sampai ke seluruh wilayah, sehingga jemaat dapat berperan aktif dalam persekutuan wilayah dan semua kegiatan gereja lainnya, seperti pelayanan kedukaan dan perlawatan, serta keterlibatan wilayah dalam menerima dan melawat jemaat saat atestasi masuk dan keluar. </span></p> <p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 107%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Dalam pelaksanaan rangkaian Paskah 2024, panitia berusaha melibatkan jemaat GKI Gading Serpong dari kesepuluh wilayah (wilayah I-X) yang ada, dengan dua wilayah yang dimekarkan yaitu wilayah VIIA-VIIB dan VIIIA-VIIIB, dengan daerah cakupan sebagai berikut:</span></p> <table border="1" style="width: 337px; border-collapse: collapse; border: initial solid initial;"> <tbody> <tr> <td style="width: 76px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; background: #f2f2f2; border: 1px solid windowtext;"> <p style="text-align: center; line-height: normal;"><strong><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Wilayah</span></strong></p> </td> <td style="width: 262px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: 1px solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: solid; background: #f2f2f2;"> <p style="text-align: center; line-height: normal;"><strong><span style="font-family: 'Times New Roman', serif; color: black;">Daerah Cakupan</span></strong></p> </td> </tr> <tr> <td style="width: 76px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: 1px solid;"> <p style="text-align: center; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">I</span></p> </td> <td style="width: 262px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: solid;"> <p style="line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Gading Serpong sektor 1A, Jakarta (Puri Indah, Kosambi), dan sekitarnya.</span></p> </td> </tr> <tr> <td style="width: 76px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: 1px solid;"> <p style="text-align: center; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">II</span></p> </td> <td style="width: 262px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: solid;"> <p style="line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Gading Serpong sektor 1B, 1E, Batavia, Fluorite, Serenade, Jasmine, Tangerang Lama, Poris, Tiga Raksa, dan sekitarnya.</span></p> </td> </tr> <tr> <td style="width: 76px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: 1px solid;"> <p style="text-align: center; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">III</span></p> </td> <td style="width: 262px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: solid;"> <p style="line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Gading Serpong sektor 1C, 1D, 1G dan Oleaster.</span></p> </td> </tr> <tr> <td style="width: 76px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: 1px solid;"> <p style="text-align: center; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">IV</span></p> </td> <td style="width: 262px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: solid;"> <p style="line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Gading Serpong sektor 6, 7, 8, dan Monaco, Magnolia, L’Agricola, Michelia, Newton, Azalea, Il-Rosa, Spark, Scientia, Pascal, Glaze, Vienna, dan Dalton.</span></p> </td> </tr> <tr> <td style="width: 76px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: 1px solid;"> <p style="text-align: center; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">V</span></p> </td> <td style="width: 262px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: solid;"> <p style="line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Kelapa Dua dan sekitarnya.</span></p> </td> </tr> <tr> <td style="width: 76px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: 1px solid;"> <p style="text-align: center; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">VI</span></p> </td> <td style="width: 262px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: solid;"> <p style="line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Lippo Karawaci, Palem Semi, Binong, Villa Permata, Perumnas Karawaci, dan sekitarnya.</span></p> </td> </tr> <tr> <td style="width: 76px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: 1px solid;"> <p style="text-align: center; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">VII A dan VII B</span></p> </td> <td style="width: 262px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: solid;"> <p style="line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Alam Sutera, Graha Hijau, Bintaro Regensi, Ciledug, dan sekitarnya.</span></p> </td> </tr> <tr> <td style="width: 76px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: 1px solid;"> <p style="text-align: center; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">VIII A dan VIII B</span></p> </td> <td style="width: 262px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: solid;"> <p style="line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Dasana Indah, Medang Lestari, Permata Medang, Teratai, dan Legok.</span></p> </td> </tr> <tr> <td style="width: 76px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: 1px solid;"> <p style="text-align: center; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">IX</span></p> </td> <td style="width: 262px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: solid;"> <p style="line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Alexandrite, Beryl, Crystal, Il-Lago, Pondok Hijau Golf (PHG), Catalina/Telaga Gading Serpong, dan sekitarnya.</span></p> </td> </tr> <tr> <td style="width: 76px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: 1px solid;"> <p style="text-align: center; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">X</span></p> </td> <td style="width: 262px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: solid;"> <p style="line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Villa Melati Mas, BSD, dan sekitarnya.</span></p> </td> </tr> </tbody> </table> <p><span style="font-size: 12pt; line-height: 107%; font-family: 'Times New Roman', serif;"></span></p> <p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 107%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Jemaat dari setiap wilayah diberi kesempatan untuk melayani dalam ibadah (mengisi pujian, dalam bentuk paduan suara atau grup vokal, sebagai kolektan, lektor, ataupun penyambut jemaat). Hampir semua wilayah mengikutinya, dan hal ini memperoleh sambutan antusias dari seluruh jemaat. </span></p> <p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 107%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Dengan kegiatan ini, panitia mengharapkan kegiatan pelayanan di GKI Gading Serpong bisa saling bersinergi dan terintegrasi. Ibadah Sabtu Sunyi, misalnya, adalah hasil kolaborasi antara tim persekutuan doa dan tim persekutuan wilayah. Persekutuan wilayah yang seyogianya dilakukan di masing-masing wilayah, dan kegiatan rutin persekutuan doa tiap Sabtu, kali ini dijadikan satu dalam ibadah Sabtu Sunyi. </span></p> <p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 107%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Selain antusiasme, juga dirasakan euforia jemaat dalam keterlibatannya di rangkaian kegiatan pra-Paskah ini. Pnt. Shasy, yang mendampingi wilayah IV menjelaskan, panitia mendorong dan memberikan semangat kepada jemaat yang sudah ambil bagian dalam pelayanan Paskah, untuk masuk ke komisi dan mendaftarkan diri untuk mengambil bagian dalam pelayanan rutin.</span></p> <p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 107%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Pnt.Elang menambahkan, banyak apresiasi positif atas pelibatan wilayah sebagai pengisi pujian. Sebelumnya, sulit untuk mengajak jemaat dewasa muda mengikuti persekutuan wilayah. Namun, dengan kegiatan rangkaian pra-Paskah ini, semua jurang antar generasi bisa dijembatani. Bahkan, untuk menyambut tamu pun melibatkan keluarga. Di wilayah ada gairah dan semangat baru untuk bersekutu dan melayani. </span></p> <p style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 107%; font-family: 'Times New Roman', serif;"></span></strong></p> <p style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 107%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Suka Duka Panitia</span></strong></p> <p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 107%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Bagaimana dengan suka duka sebagai panitia Paskah? Menjawab pertanyaan ini, Pnt. Elang mengatakan, lebih banyak sukanya. Mengajak semua jemaat untuk bisa menikmati, mengikuti, melakukan kegiatan Paskah, walaupun tidak sempurna, semuanya adalah bagian dari sebuah proses. “Saya sebagai ketua harus menikmati proses dalam kegiatan persiapan, koordinasi, dan pelaksanaan Paskah.”</span></p> <p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 107%; font-family: 'Times New Roman', serif;">“Saya sangat bersyukur dan bersukacita dapat melayani Tuhan dalam kepanitiaan kali ini,” sahut Pnt. Lydia.&nbsp; Sedangkan Pnt.Shasy mengatakan, “Pelayanan harus dilakukan dengan sukacita, karena Tuhan lebih dahulu melayani kita.” Hal inilah yang membuatnya bisa berjalan bersama dalam menghadapi pelbagai perbedaan. “Ini pelayanan pertama saya dalam kepanitiaan Paskah,” jawab Vuri, “Awalnya saya kira sangat sulit. Ternyata, semua panitia saling membantu dan berkoordinasi, sehingga acara berlangsung dengan baik, dan membawa berkat untuk semuanya.”</span></p> <p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 107%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Total anggota panitia ada 40 orang. Setiap komisi mengirimkan satu orang wakil, agar semua dapat terkoordinasi dengan baik. Berikut adalah daftar anggota Panitia Paskah 2024:</span></p> <table border="1" style="border-collapse: collapse; border: initial solid initial;"> <tbody> <tr> <td style="width: 112px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border: 1px solid windowtext;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Penasihat:</span></p> </td> <td colspan="2" style="width: 207px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: 1px solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: solid;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Pdt. Andreas Loanka</span></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Pdt. Santoni Ong</span></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Pdt. Danny Purnama</span></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Pdt. Erma Primastuti Kristiyono</span></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Pdt. Devina Erlin Minerva</span></p> </td> </tr> <tr> <td style="width: 112px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: 1px solid;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Majelis Pendamping:</span></p> </td> <td colspan="2" style="width: 207px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: solid;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Pnt. Ricky Kosasih</span></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Pnt. Johanes Wibowo</span></p> </td> </tr> <tr> <td style="width: 112px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: 1px solid;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Ketua:</span></p> </td> <td colspan="2" style="width: 207px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: solid;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Pnt. Elang Rabindra Wira Handika</span></p> </td> </tr> <tr> <td style="width: 112px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: 1px solid;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Sekretaris:</span></p> </td> <td colspan="2" style="width: 207px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: solid;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Pnt. Lydia Kurniawati</span></p> </td> </tr> <tr> <td style="width: 112px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: 1px solid;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Bendahara I:</span></p> </td> <td colspan="2" style="width: 207px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: solid;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Pnt. Shasy Indria Sukmawati</span></p> </td> </tr> <tr> <td style="width: 112px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: 1px solid;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Bendahara II:</span></p> </td> <td colspan="2" style="width: 207px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: solid;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Jayanti Indra Vuri</span></p> </td> </tr> <tr> <td style="width: 112px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: 1px solid;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Sie Acara:</span></p> </td> <td colspan="2" style="width: 207px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: solid;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Ratna Kartika (koordinator) </span></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Evyliana Diapari</span></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Handy Santoso Sutanto</span></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Iranta Bona Sinaga</span></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Kornelius Murdiyono</span></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Mary Cahaya Samosir</span></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Reni Yuliastuti</span></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Toba Parluhutan Sitorus</span></p> </td> </tr> <tr> <td style="width: 112px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: 1px solid;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Sie Doa:</span></p> </td> <td colspan="2" style="width: 207px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: solid;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Budiati Marunduri</span></p> </td> </tr> <tr> <td style="width: 112px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: 1px solid;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Sie Konsumsi:</span></p> </td> <td colspan="2" style="width: 207px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: solid;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Lydia Suherman (koordinator)</span></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Arina Riado Siahaan</span></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Kristi Yulianti Wijaya</span></p> </td> </tr> <tr> <td style="width: 112px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: 1px solid;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Dekorasi:</span></p> </td> <td colspan="2" style="width: 207px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: solid;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Sartono (koordinator)</span></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Tim KDW</span></p> </td> </tr> <tr> <td style="width: 112px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: 1px solid;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Multimedia:</span></p> </td> <td colspan="2" style="width: 207px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: solid;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Mahardi Arifin Lie (koordinator)</span></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Adiguna</span></p> </td> </tr> <tr> <td style="width: 112px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: 1px solid;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Publikasi dan Dokumentasi:</span></p> </td> <td colspan="2" style="width: 207px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: solid;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Jason Agustian Firnanda</span></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Samuel Cussoy</span></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Tim Imago Deus</span></p> </td> </tr> <tr> <td style="width: 112px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: 1px solid;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Perlengkapan:</span></p> </td> <td colspan="2" style="width: 207px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: solid;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Hanadi (koordinator)</span></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Pnt. Franky Cussoy</span></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Tjiong Tek Siong</span></p> </td> </tr> <tr> <td style="width: 112px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: 1px solid;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Keamanan:</span></p> </td> <td colspan="2" style="width: 207px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: solid;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Lopo</span></p> </td> </tr> <tr> <td rowspan="8" style="width: 112px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: 1px solid;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Penghubung Komisi:</span></p> </td> <td style="width: 71px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border: initial solid initial;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Anak:</span></p> </td> <td style="width: 136px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: solid; border-left: solid;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">David Satyawan</span></p> </td> </tr> <tr> <td style="width: 71px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border: initial solid initial;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><em><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Youth &amp; Teens:</span></em></p> </td> <td style="width: 136px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: solid; border-left: solid;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Pnt. Fabian Chandra</span></p> </td> </tr> <tr> <td style="width: 71px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border: initial solid initial;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Dewasa Muda:</span></p> </td> <td style="width: 136px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: solid; border-left: solid;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Pnt. Michael Ignatius Suyanto</span></p> </td> </tr> <tr> <td style="width: 71px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border: initial solid initial;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Dewasa Wanita:</span></p> </td> <td style="width: 136px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: solid; border-left: solid;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Stevannie Setiaindriati Mulyani</span></p> </td> </tr> <tr> <td style="width: 71px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border: initial solid initial;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Ibadah:</span></p> </td> <td style="width: 136px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: solid; border-left: solid;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Israil Sembiring Meliala</span></p> </td> </tr> <tr> <td style="width: 71px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border: initial solid initial;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">KesPel:</span></p> </td> <td style="width: 136px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: solid; border-left: solid;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Pnt. Yusuf Gala</span></p> </td> </tr> <tr> <td style="width: 71px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border: initial solid initial;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Liturgi &amp; Musik:</span></p> </td> <td style="width: 136px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: solid; border-left: solid;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Pnt. Imelda Sukmawati Tandhana</span></p> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Pnt. Adolf Martua Panggabean</span></p> </td> </tr> <tr style="height: 13px;"> <td style="width: 71px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; height: 13px; border-top: solid; border-right: solid; border-bottom: 1px solid; border-left: solid;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Kesehatan:</span></p> </td> <td style="width: 136px; padding-right: 4px; padding-left: 4px; height: 13px; border-top: solid; border-right: 1px solid; border-bottom: 1px solid; border-left: solid;"> <p style="text-align: justify; line-height: normal;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Pnt. dr. Febryna Grace Maya Waloni</span></p> </td> </tr> </tbody> </table> <p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 107%; font-family: 'Times New Roman', serif;"></span></p> <p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 107%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Dalam wawancara ini, panitia menyampaikan pesan untuk seluruh jemaat GKI GS. Sesuai dengan tema perayaan Paskah, kiranya jemaat GKI GS pun terjun dalam pelayanan-pelayanan di komisi yang ada, karena Tuhan sudah membukakannya untuk kita semua. Selain itu, banyak kegiatan pra-Paskah yang dapat dilakukan, seperti 40 hari doa pra-Paskah, serta aksi pra-Paskah berupa celengan, yang akan diberikan kepada pendeta-pendeta emeritus dan pasangan almarhum pendeta emeritus dalam lingkup GKI Sinode Wilayah Jawa Barat.</span></p> <p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 107%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Ketika ditanyakan kepada para panitia, apa yang menjadi harapan mereka dalam kegiatan ini, Pnt. Elang mengatakan, “Saya melihat ini sebagai tantangan untuk lebih meningkatkan pelayanan kami dalam kegiatan gereja. Tidak menunggu orang lain bergerak, tapi melalui diri saya sendiri, sesuai yang Tuhan inginkan, supaya bisa bertumbuh sebagai jemaat GKI GS.” Pnt. Shasy menambahkan, “Biarlah pelayanan-pelayanan yang dilakukan dapat menjadi berkat di dalam jemaat maupun di luar, misalnya pelayanan di poliklinik, bantuan sosial, pelayanan Komisi Dewasa Wanita (KDW) di posyandu.” Sedangkan Pnt. Lydia berharap, “Gereja kita semakin terintegrasi, tidak berjalan sendiri-sendiri, dan semakin erat, tidak tumpang tindih dalam melakukan kegiatan, dan dapat saling bersinergi.”</span></p> <p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 107%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Mewakili panitia, Pnt. Elang menyimpulkan, kegiatan rangkaian Paskah GKI GS disambut antusias oleh jemaat.&nbsp; “Kami mengucapkan syukur kepada Tuhan, untuk respons dan antusiasme jemaat dalam mengikuti seluruh rangkaian ibadah Paskah. Sebagai catatan, pada saat ibadah Jumat Agung yang bersamaan dengan perjamuan kudus, terjadi ledakan kehadiran jemaat dalam empat kali ibadah yang diselenggarakan. Ada 3380 jemaat yang hadir. &nbsp;Walaupun panitia menyadari adanya faktor ibadah gabungan dari KDM dan <em>Youth &amp; Teens</em> yang juga mengikuti perjamuan kudus, namun semangat jemaat mengikuti ibadah ini harus dicatat dan diantisipasi dalam kegiatan-kegiatan berikutnya. Kiranya kepanitiaan selanjutnya dapat mengatur lebih baik lagi sirkulasi kegiatan jemaat, supaya tidak terjadi penumpukan dan antrian jemaat maupun kendaraan, menjelang waktu beribadah.”</span></p> <p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 107%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Dan wawancara ini pun ditutup dalam doa oleh Pnt. Elang. Selamat untuk seluruh panitia yang sudah bekerja dengan sukacita!</span></p> Sudahkah yang Terbaik Kuberikan? 2024-06-08T22:24:20+07:00 2024-06-08T22:24:20+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/sudahkah-yang-terbaik-kuberikan David Satyawan davidsatyawan@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/Artikel/liputan/Paskah_1.jpg" alt="images/bidang/Artikel/liputan/Paskah_1.jpg" width="624" height="416" loading="lazy"></p><p>Hal yang unik dari rangkaian kebaktian masa raya Paskah 2024 di GKI Gading Serpong adalah keterlibatan banyak anggota dari kesepuluh wilayah GKI Gading Serpong, misalnya dalam bentuk persembahan pujian, sebagai lektor, petugas persembahan, maupun sebagai penyambut jemaat. Demikian juga pada Kebaktian Minggu Pra-Paskah IV, 10 Maret 2024, pukul 10.30 WIB, paduan suara intergenerasi dari wilayah VI GKI Gading Serpong mempersembahkan sebuah lagu pujian, setelah firman Tuhan yang dibawakan oleh Pdt.Devina Erlin Minerva. Kebaktian diselenggarakan di aula lantai 6, SMAK Penabur Gading Serpong, Jl. Kelapa Gading Barat, Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/sudahkah-yang-terbaik-kuberikan" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/Artikel/liputan/Paskah_1.jpg" alt="images/bidang/Artikel/liputan/Paskah_1.jpg" width="624" height="416" loading="lazy"></p><p>Hal yang unik dari rangkaian kebaktian masa raya Paskah 2024 di GKI Gading Serpong adalah keterlibatan banyak anggota dari kesepuluh wilayah GKI Gading Serpong, misalnya dalam bentuk persembahan pujian, sebagai lektor, petugas persembahan, maupun sebagai penyambut jemaat. Demikian juga pada Kebaktian Minggu Pra-Paskah IV, 10 Maret 2024, pukul 10.30 WIB, paduan suara intergenerasi dari wilayah VI GKI Gading Serpong mempersembahkan sebuah lagu pujian, setelah firman Tuhan yang dibawakan oleh Pdt.Devina Erlin Minerva. Kebaktian diselenggarakan di aula lantai 6, SMAK Penabur Gading Serpong, Jl. Kelapa Gading Barat, Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/sudahkah-yang-terbaik-kuberikan" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Retret Katekisasi : The Descendants 2024-06-03T21:10:33+07:00 2024-06-03T21:10:33+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/retret-katekisasi-the-descendants David Satyawan davidsatyawan@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/Artikel/liputan/Retreat_Katekisasi_Feb_2024/WhatsApp_Image_2024-06-03_at_8.29.36_PM.jpeg" alt="images/bidang/Artikel/liputan/Retreat_Katekisasi_Feb_2024/WhatsApp_Image_2024-06-03_at_8.29.36_PM.jpeg" width="1280" height="720" loading="lazy"></p><p><img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/Artikel/liputan/Retreat_Katekisasi_Feb_2024/WhatsApp_Image_2024-06-03_at_8.28.55_PM.jpeg" alt="WhatsApp Image 2024 06 03 at 8.28.55 PM" width="1280" height="720" style="margin: 0px auto 10px; display: block;"></p> <p>Retret katekisasi GKI Gading Serpong diselenggarakan pada Sabtu, 24 Februari sampai Minggu, 25 Februari 2024 di Rumah Sahabat Keluarga, Primatama Residence, Cibinong, Bogor. Seluruh peserta berkumpul di Griya Anugerah dan berangkat pada pukul 08.30 menuju lokasi. Retret kali ini diikuti oleh 36 orang peserta yang telah mengikuti katekisasi dari bulan Juli 2023 hingga Januari 2024. Tema besar yang diangkat adalah “<em>The Descendants</em>”, dari 1Yohanes 3:1-10.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/retret-katekisasi-the-descendants" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/Artikel/liputan/Retreat_Katekisasi_Feb_2024/WhatsApp_Image_2024-06-03_at_8.29.36_PM.jpeg" alt="images/bidang/Artikel/liputan/Retreat_Katekisasi_Feb_2024/WhatsApp_Image_2024-06-03_at_8.29.36_PM.jpeg" width="1280" height="720" loading="lazy"></p><p><img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/Artikel/liputan/Retreat_Katekisasi_Feb_2024/WhatsApp_Image_2024-06-03_at_8.28.55_PM.jpeg" alt="WhatsApp Image 2024 06 03 at 8.28.55 PM" width="1280" height="720" style="margin: 0px auto 10px; display: block;"></p> <p>Retret katekisasi GKI Gading Serpong diselenggarakan pada Sabtu, 24 Februari sampai Minggu, 25 Februari 2024 di Rumah Sahabat Keluarga, Primatama Residence, Cibinong, Bogor. Seluruh peserta berkumpul di Griya Anugerah dan berangkat pada pukul 08.30 menuju lokasi. Retret kali ini diikuti oleh 36 orang peserta yang telah mengikuti katekisasi dari bulan Juli 2023 hingga Januari 2024. Tema besar yang diangkat adalah “<em>The Descendants</em>”, dari 1Yohanes 3:1-10.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/retret-katekisasi-the-descendants" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Ibadah Syukur Ground Breaking Pembangunan Gedung GKI Gading Serpong 2024-06-02T22:40:59+07:00 2024-06-02T22:40:59+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/ibadah-syukur-ground-breaking-pembangunan-gedung-gki-gading-serpong David Satyawan davidsatyawan@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/Artikel/liputan/Ground_Breaking/Ground_Breaking_GKI_Gading_Serpong_144.jpg" alt="images/bidang/Artikel/liputan/Ground_Breaking/Ground_Breaking_GKI_Gading_Serpong_144.jpg" width="7635" height="5090" loading="lazy"></p><p>&nbsp;Pada Jumat, 31 Mei 2024, GKI Gading Serpong melalui sebuah tonggak pencapaian dalam pembangunan gedung gereja yang sudah lama dinantikan, yaitu ground breaking (pemancangan tiang fondasi pertama), tanda dimulainya konstruksi fisik. Untuk menyambut momen istimewa ini, diadakan ibadah syukur pada pukul 08.00, di Griya Anugerah, Jl. Kelapa Puan Raya Blok CA 12, No. 20, Kelurahan Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/ibadah-syukur-ground-breaking-pembangunan-gedung-gki-gading-serpong" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/Artikel/liputan/Ground_Breaking/Ground_Breaking_GKI_Gading_Serpong_144.jpg" alt="images/bidang/Artikel/liputan/Ground_Breaking/Ground_Breaking_GKI_Gading_Serpong_144.jpg" width="7635" height="5090" loading="lazy"></p><p>&nbsp;Pada Jumat, 31 Mei 2024, GKI Gading Serpong melalui sebuah tonggak pencapaian dalam pembangunan gedung gereja yang sudah lama dinantikan, yaitu ground breaking (pemancangan tiang fondasi pertama), tanda dimulainya konstruksi fisik. Untuk menyambut momen istimewa ini, diadakan ibadah syukur pada pukul 08.00, di Griya Anugerah, Jl. Kelapa Puan Raya Blok CA 12, No. 20, Kelurahan Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/ibadah-syukur-ground-breaking-pembangunan-gedung-gki-gading-serpong" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Revealing Unspoken Things: Navigating Conflict and Growing Together 2024-05-24T13:24:47+07:00 2024-05-24T13:24:47+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/revealing-unspoken-things-navigating-conflict-and-growing-together Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org/" alt=""></p><p style="margin-bottom: 5px; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Pada Sabtu, 18 Mei 2024, pukul 10.00 WIB, Komisi Dewasa GKI Gading Serpong mengadakan seminar untuk para pasutri muda (usia pernikahan kurang dari 15 tahun), yang dibawakan oleh Septiana Iskandar, MTh.<a href="https://gkigadingserpong.org/#_edn1" id="_ednref1"><sup><span style="font-size: 12pt; line-height: 107%; font-family: 'Times New Roman', serif;">[*]</span></sup></a> di Aula Kana, Griya Kasih, Jl. Kelapa Gading Barat Blok AG 15, Pakulonan Barat, Kelapa Dua, Tangerang. Sejak sekitar dua minggu sebelumnya, poster menarik tentang acara seminar ini sudah disebarkan. Terlihat poster bergambar gunung es yang sebagian tersembunyi di kedalaman air laut, sangat menarik dan mendukung tema <em>Revealing Unspoken Things: Navigating Conflict and Growing Together</em>. </span></p> <p style="margin-bottom: 5px; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Acara menarik ini dihadiri oleh 26 pasangan anggota GKI GS dari 29 pasangan yang mendaftar, serta 8 pasangan dari 11 pasangan non GKI GS yang mendaftar. Jadi, total peserta yang hadir adalah 34 pasangan dari 40 pasangan yang terdaftar. Beberapa di antaranya tidak jadi mengikuti acara dengan alasan pasangannya tidak dapat hadir. </span></p> <p style="margin-bottom: 5px; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Lia Kristianti, yang menjadi pembawa acara, dibantu Giovandy Dharmaputra dan Natania Felicia Tanuadmodjo sebagai <em>singer</em>, mengajak peserta menyanyikan lagu “Satukanlah Hati Kami” dan bermain tebak gaya untuk memecahkan kebekuan suasana. Pembicara juga mengajak peserta melakukan gerakan-gerakan tari yang menggembirakan. Setelah suasana mencair, pembawa acara mengajak peserta menyanyikan lagu “Jiwaku Terbuka”, untuk mempersiapkan hati sebelum masuk ke dalam sesi-sesi yang sudah dipersiapkan.</span></p> <p style="margin-bottom: 5px; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Pembahasan tema dilakukan dalam dua sesi. Sesi pertama diberi judul “<em>Navigating Conflict</em>”. Berdasarkan keterangan dari koordinator Pasutri Muda dari sie Pasutri Komisi Dewasa GKI GS, Hebron Winter Pemasela, pada sesi ini peserta diharapkan dapat menyadari berbagai hal (perbedaan kebutuhan pria dan wanita, masalah finansial, prioritas pekerjaan/keluarga, relasi dengan mertua, dll.) yang sering kali dipendam dan tidak dibicarakan kepada pasangan, yang bisa menjadi sumber konflik. Selain itu, peserta juga diharapkan dapat memahami apa yang menyebabkan mereka enggan/kurang menyukai membicarakan berbagai hal tersebut dengan pasangan.</span></p> <p style="margin-bottom: 5px; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Beberapa pandangan dikemukakan dalam konteks tayangan video yang diputar, karena ada pandangan bahwa wanita hanya butuh didengar, tetapi pria terlalu cepat mencari solusi. Wanita juga cenderung sulit mengungkapkan kemauannya. Sejak penciptaan, Allah memang sudah membuat perbedaan antara pria dan wanita. Nama yang diberikan kepada mereka tidak sama (Adam dan Hawa). Cara penciptaannya pun berbeda (Adam diciptakan dari debu tanah dan embusan napas Allah, sedangkan Hawa dibentuk dari tulang rusuk Adam). Ketika mereka jatuh ke dalam dosa, hukuman yang ditimpakan kepada mereka pun berbeda (pria akan bekerja dengan susah payah, sedangkan wanita akan melahirkan dengan kesakitan). Karena itu, ada perbedaan kebutuhan dari kaum pria dan wanita. </span></p> <p style="margin-bottom: 5px; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Pria dan wanita berbeda dalam hal kebutuhan, cara pikir, orientasi hidup, natur seksualitas, peran dan tanggung jawabnya, serta latar belakang budaya dan keluarga. Ini semua perlu dipelajari, dipahami, disadari, dan diterima. Pria cenderung lebih butuh dihormati, dilayani, dihargai, dan didukung agar lebih produktif. Sedangkan wanita cenderung butuh dikasihi, didengar, dimengerti. Cara pikir pria cenderung seperti laser (fokus) sedangkan cara pikir wanita cenderung seperti radar. Maka para istri perlu berhenti menganggap suami bisa membaca pikiran, dan pasangan suami istri harus belajar berkomunikasi secara efektif.</span></p> <p style="margin-bottom: 5px; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Sumber konflik antara pria dan wanita dapat disingkat dengan MISS BEO, singkatan dari <strong><em>m</em></strong><em>oney</em>, <strong><em>I</em></strong> (diri sendiri), <strong><em>s</em></strong><em>ex</em>, <strong><em>s</em></strong><em>tress</em>, <strong><em>b</em></strong><em>irth</em> (urutan kelahiran), <strong><em>e</em></strong><em>xpectation</em> (harapan dalam pernikahan), dan <strong><em>o</em></strong><em>rigin</em> (keluarga asal). Sering kali pola komunikasi yang digunakan ketika terjadi konflik adalah mengkritik, menghina, membela diri, membisu, atau mengomel tanpa henti. Jika kebiasaan ini terus terjadi, hubungan di antara suami istri akan semakin menjauh.</span></p> <p style="margin-bottom: 5px; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Sesi kedua berjudul “<em>Growing Together</em>”. Pada sesi ini, peserta diharapkan dapat memahami pentingnya memiliki kesatuan dan keinginan untuk bertumbuh bersama pasangan secara alkitabiah. Peserta juga bisa mengetahui strategi yang harus dilakukan untuk mengusahakan pertumbuhan tersebut, hingga nantinya hal ini bisa menjadi berkat bagi keluarga. </span></p> <p style="margin-bottom: 5px; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Dalam sesi ini, pembicara membahas lanjutan beberapa pertanyaan serta pemahaman <em>CORRECTION</em> dan <em>CONNECTION</em>. Ketimbang selalu mengoreksi pasangannya, suami istri perlu membangun hubungan, bertumbuh dan SALING mendengar dan berbagi satu sama lain. Untuk menjaga keharmonisan keluarga, suami istri perlu mengembangkan EGP, yakni <strong><em>e</em></strong><em>mphatetic</em> <em>understanding </em>(mau memahami dan berempati), <strong><em>g</em></strong><em>enuine</em> (bersikap apa adanya dan mau dikoreksi), serta <strong><em>p</em></strong><em>ositive regard </em>(menghargai/menghormati). Kaum wanita cenderung menjadi pemulung-pemulung masa lalu. Sebaiknya bila masalah sudah selesai, dilupakan, dan dibuang. </span></p> <p style="margin-bottom: 5px; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Pada akhir sesi, peserta diberi kesempatan bertanya melalui <em>slido</em>, sehingga peserta dapat mengajukan pertanyaan tanpa harus membuka identitasnya. Di antara beberapa pertanyaan yang diajukan, ada perihal kesehatan mental pasangan karena keterbatasan-keterbatasan setiap individu. Disarankan agar setiap pasangan memiliki agenda berkala dalam melakukan konseling keluarga, setidaknya setahun atau enam bulan sekali sekali. Hal ini untuk mencegah timbulnya penyakit baru, terlebih bagi individu-individu yang memiliki kecenderungan depresi, dan keterbatasan bawaan sebelum melakukan pernikahan. Pemeriksaan kesehatan pernikahan secara berkala ini sangat penting. Jangan menunggu stadium berat baru datang ke konselor, sehingga memerlukan kerja berat untuk memulihkan hubungan pernikahan yang sudah menimbulkan luka atau bermasalah tersebut. </span></p> <p style="margin-bottom: 5px; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Ada pertanyaan mengenai cara menyembuhkan orang yang suka berbohong, tanpa harus tidak menghargainya. Juga pertanyaan mengenai pihak ketiga atau PIL-WIL, yang bisa jadi adalah orang terdekat, termasuk anak, mertua, kakak, atau adik pasangan. Semuanya dibahas dengan bersahaja, dan menyadarkan peserta tentang perlunya memperkuat keterikatan dan hubungan antara suami dan istri, dan tidak terpengaruh pihak lain. Mereka juga perlu meluangkan waktu untuk mengadakan “<em>me time</em> bersama”, saling berbagi, saling mendengar, menyampaikan permasalahan dengan cara yang positif, kreatif, efektif, dan efisien, sehingga mereka dapat bertumbuh bersama-sama. </span></p> <p style="margin-bottom: 5px; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Dalam sesi kedua ini juga ada permainan-permainan yang mendukung tema, menuntut pasangan suami istri terlibat aktif dan bersinergi, mengungkapkan sisi positif maupun negatif, yang menjadi unek-unek mereka selama ini. Mereka diminta membuat pernyataan komitmen yang diciptakan bersama, untuk meminimalkan pertengkaran. Untuk meredakan konflik, sebelum “bom meletus”, mereka diminta membuat <em>password</em>/kata sandi. Dalam skala konflik 1 sampai 10, jika salah satu sudah mencapai skala 7-9, ia harus mengungkapkannya pada pasangannya. Seru juga hasilnya. Ada yang memilih kata sandi “babi panggang”, “makan dulu”, “Yesus mau datang”, dan lain lain. </span></p> <p style="margin-bottom: 5px; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Kemudian diambil kesimpulan, untuk bertengkar dengan sehat, perlu memperhitungkan beberapa hal, yaitu memilih pertengkaran dengan bijak, tahu kapan harus berhenti, menggunakan kata-kata yang netral, tidak melukai, serta mengampuni dan melupakan. Pembawa acara lalu menutup acara dengan doa penutup dan makan siang, foto bersama, serta mengajak peserta bersama-sama menyanyikan lagu “Aku dan Seisi Rumahku”. </span></p> <p style="margin-bottom: 5px; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Untuk menolong pasutri muda berkonsentrasi mengikuti aktivitas seminar, acara ini juga difasilitasi para pasutri dewasa (usia pernikahan lebih dari 15 tahun), yang mengadakan acara untuk anak-anak peserta. “Hal ini perlu kami pikirkan, karena memang target kami adalah para pasutri muda yang masih memiliki anak-anak kecil. Jika acara diadakan saat libur anak sekolah, ini akan mempengaruhi kesediaan mereka mengikuti acara. Acara untuk anak-anak ini sangat membantu, karena selama ini salah satu kesulitan pasutri muda untuk dapat berkumpul adalah karena harus mengasuh anak. Rencananya untuk acara-acara selanjutnya akan dilakukan hal yang serupa, tetapi sekali lagi, semoga tersedia para pasutri dewasa atau sumber daya manusia lainnya yang dapat membantu,” demikian yang disampaikan Hebron. Saat ini, kegiatan pasutri muda dijadwalkan kurang lebih tiga kali setahun, menyesuaikan dengan kegiatan komisi dewasa, serta jadwal libur anak-anak.</span></p> <p style="margin-bottom: 5px; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Ketika ditanyakan mengenai kesan-kesannya setelah mengikuti acara dalam wawancara via <em>WhatsApp,</em> pasangan pengurus pasutri muda, Yonas Aristo/Putri Handayani mengatakan, “Bukan hanya pembahasan/teori, tetapi peserta mendapatkan saran-saran praktis untuk dilakukan dalam kehidupan pasutri, supaya dapat menavigasi konflik dan bertumbuh bersama. Contohnya, mencari kata sandi untuk menghentikan konflik sementara ketika emosi sudah semakin menguasai pikiran mereka.” </span></p> <p style="margin-bottom: 5px; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Sedangkan untuk tindak lanjut acara ini, “Kami berharap para peserta, khususnya yang belum mempunyai komunitas, dapat bergabung dalam kelompok kecil dan juga grup <em>WhatsApp</em> sebagai wadah komunikasi serta informasi kegiatan Pasutri Muda GKI GS,” ujar Putri. Sebetulnya acara ini direkam, tetapi ternyata hasil rekaman audionya kurang baik, demikian informasi terkait dokumentasi dari panitia, yang dibantu oleh Efrat dan Edy Santoso.</span></p> <p style="margin-bottom: 5px; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Untuk usulan pengadaan konseling untuk pasutri, menurut Hebron, “Jika ada yang memerlukan konseling, kami kembalikan ke wadah utamanya, yaitu Klinik Anugerah GKI GS. Di sana terdapat pelayanan konseling. Atau jika memang ingin yang berbayar, bisa langsung ke lembaga-lembaga konseling, salah satunya <em>Lifespring.</em></span></p> <p style="margin-bottom: 5px; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Semoga selanjutnya Komisi Dewasa GKI GS mampu memunculkan tema-tema pembinaan menarik lainnya, berdasarkan jajak pendapat kebutuhan jemaat. Kiranya seminar ini mampu merevitalisasi semangat pembenahan diri pasangan suami istri, untuk hidup dalam kasih karunia, dengan cara hidup yang baru. </span></p> <p>&nbsp;</p> <p style="margin-bottom: 5px; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"><a href="https://gkigadingserpong.org/#_ednref1" id="_edn1"><sup><span style="font-size: 10pt; line-height: 107%; font-family: Calibri, sans-serif;">[*]</span></sup></a> <span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif;">Pembicara adalah seorang dosen dan konselor keluarga dari Lifespring Counseling and Care Center, di Tanjung Duren, Jakarta Barat. Pembicara menangani konseling untuk individu, pasangan, dan keluarga. Memperoleh pendidikan konseling dari STTRII, dan mengikuti pendidikan lanjutan di <em>Post Graduate in Systemic Family Therapy</em> di CCC Singapore, serta pelatihan <em>Emotionally Focused Couple Theraphy</em> (EFCT) di Caper Spring Singapore. Kini sedang menempuh pendidikan doktorat bidang <em>Clinical Christian Counseling</em> di AGST/BSOP Filipina. </span></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org/" alt=""></p><p style="margin-bottom: 5px; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Pada Sabtu, 18 Mei 2024, pukul 10.00 WIB, Komisi Dewasa GKI Gading Serpong mengadakan seminar untuk para pasutri muda (usia pernikahan kurang dari 15 tahun), yang dibawakan oleh Septiana Iskandar, MTh.<a href="https://gkigadingserpong.org/#_edn1" id="_ednref1"><sup><span style="font-size: 12pt; line-height: 107%; font-family: 'Times New Roman', serif;">[*]</span></sup></a> di Aula Kana, Griya Kasih, Jl. Kelapa Gading Barat Blok AG 15, Pakulonan Barat, Kelapa Dua, Tangerang. Sejak sekitar dua minggu sebelumnya, poster menarik tentang acara seminar ini sudah disebarkan. Terlihat poster bergambar gunung es yang sebagian tersembunyi di kedalaman air laut, sangat menarik dan mendukung tema <em>Revealing Unspoken Things: Navigating Conflict and Growing Together</em>. </span></p> <p style="margin-bottom: 5px; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Acara menarik ini dihadiri oleh 26 pasangan anggota GKI GS dari 29 pasangan yang mendaftar, serta 8 pasangan dari 11 pasangan non GKI GS yang mendaftar. Jadi, total peserta yang hadir adalah 34 pasangan dari 40 pasangan yang terdaftar. Beberapa di antaranya tidak jadi mengikuti acara dengan alasan pasangannya tidak dapat hadir. </span></p> <p style="margin-bottom: 5px; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Lia Kristianti, yang menjadi pembawa acara, dibantu Giovandy Dharmaputra dan Natania Felicia Tanuadmodjo sebagai <em>singer</em>, mengajak peserta menyanyikan lagu “Satukanlah Hati Kami” dan bermain tebak gaya untuk memecahkan kebekuan suasana. Pembicara juga mengajak peserta melakukan gerakan-gerakan tari yang menggembirakan. Setelah suasana mencair, pembawa acara mengajak peserta menyanyikan lagu “Jiwaku Terbuka”, untuk mempersiapkan hati sebelum masuk ke dalam sesi-sesi yang sudah dipersiapkan.</span></p> <p style="margin-bottom: 5px; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Pembahasan tema dilakukan dalam dua sesi. Sesi pertama diberi judul “<em>Navigating Conflict</em>”. Berdasarkan keterangan dari koordinator Pasutri Muda dari sie Pasutri Komisi Dewasa GKI GS, Hebron Winter Pemasela, pada sesi ini peserta diharapkan dapat menyadari berbagai hal (perbedaan kebutuhan pria dan wanita, masalah finansial, prioritas pekerjaan/keluarga, relasi dengan mertua, dll.) yang sering kali dipendam dan tidak dibicarakan kepada pasangan, yang bisa menjadi sumber konflik. Selain itu, peserta juga diharapkan dapat memahami apa yang menyebabkan mereka enggan/kurang menyukai membicarakan berbagai hal tersebut dengan pasangan.</span></p> <p style="margin-bottom: 5px; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Beberapa pandangan dikemukakan dalam konteks tayangan video yang diputar, karena ada pandangan bahwa wanita hanya butuh didengar, tetapi pria terlalu cepat mencari solusi. Wanita juga cenderung sulit mengungkapkan kemauannya. Sejak penciptaan, Allah memang sudah membuat perbedaan antara pria dan wanita. Nama yang diberikan kepada mereka tidak sama (Adam dan Hawa). Cara penciptaannya pun berbeda (Adam diciptakan dari debu tanah dan embusan napas Allah, sedangkan Hawa dibentuk dari tulang rusuk Adam). Ketika mereka jatuh ke dalam dosa, hukuman yang ditimpakan kepada mereka pun berbeda (pria akan bekerja dengan susah payah, sedangkan wanita akan melahirkan dengan kesakitan). Karena itu, ada perbedaan kebutuhan dari kaum pria dan wanita. </span></p> <p style="margin-bottom: 5px; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Pria dan wanita berbeda dalam hal kebutuhan, cara pikir, orientasi hidup, natur seksualitas, peran dan tanggung jawabnya, serta latar belakang budaya dan keluarga. Ini semua perlu dipelajari, dipahami, disadari, dan diterima. Pria cenderung lebih butuh dihormati, dilayani, dihargai, dan didukung agar lebih produktif. Sedangkan wanita cenderung butuh dikasihi, didengar, dimengerti. Cara pikir pria cenderung seperti laser (fokus) sedangkan cara pikir wanita cenderung seperti radar. Maka para istri perlu berhenti menganggap suami bisa membaca pikiran, dan pasangan suami istri harus belajar berkomunikasi secara efektif.</span></p> <p style="margin-bottom: 5px; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Sumber konflik antara pria dan wanita dapat disingkat dengan MISS BEO, singkatan dari <strong><em>m</em></strong><em>oney</em>, <strong><em>I</em></strong> (diri sendiri), <strong><em>s</em></strong><em>ex</em>, <strong><em>s</em></strong><em>tress</em>, <strong><em>b</em></strong><em>irth</em> (urutan kelahiran), <strong><em>e</em></strong><em>xpectation</em> (harapan dalam pernikahan), dan <strong><em>o</em></strong><em>rigin</em> (keluarga asal). Sering kali pola komunikasi yang digunakan ketika terjadi konflik adalah mengkritik, menghina, membela diri, membisu, atau mengomel tanpa henti. Jika kebiasaan ini terus terjadi, hubungan di antara suami istri akan semakin menjauh.</span></p> <p style="margin-bottom: 5px; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Sesi kedua berjudul “<em>Growing Together</em>”. Pada sesi ini, peserta diharapkan dapat memahami pentingnya memiliki kesatuan dan keinginan untuk bertumbuh bersama pasangan secara alkitabiah. Peserta juga bisa mengetahui strategi yang harus dilakukan untuk mengusahakan pertumbuhan tersebut, hingga nantinya hal ini bisa menjadi berkat bagi keluarga. </span></p> <p style="margin-bottom: 5px; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Dalam sesi ini, pembicara membahas lanjutan beberapa pertanyaan serta pemahaman <em>CORRECTION</em> dan <em>CONNECTION</em>. Ketimbang selalu mengoreksi pasangannya, suami istri perlu membangun hubungan, bertumbuh dan SALING mendengar dan berbagi satu sama lain. Untuk menjaga keharmonisan keluarga, suami istri perlu mengembangkan EGP, yakni <strong><em>e</em></strong><em>mphatetic</em> <em>understanding </em>(mau memahami dan berempati), <strong><em>g</em></strong><em>enuine</em> (bersikap apa adanya dan mau dikoreksi), serta <strong><em>p</em></strong><em>ositive regard </em>(menghargai/menghormati). Kaum wanita cenderung menjadi pemulung-pemulung masa lalu. Sebaiknya bila masalah sudah selesai, dilupakan, dan dibuang. </span></p> <p style="margin-bottom: 5px; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Pada akhir sesi, peserta diberi kesempatan bertanya melalui <em>slido</em>, sehingga peserta dapat mengajukan pertanyaan tanpa harus membuka identitasnya. Di antara beberapa pertanyaan yang diajukan, ada perihal kesehatan mental pasangan karena keterbatasan-keterbatasan setiap individu. Disarankan agar setiap pasangan memiliki agenda berkala dalam melakukan konseling keluarga, setidaknya setahun atau enam bulan sekali sekali. Hal ini untuk mencegah timbulnya penyakit baru, terlebih bagi individu-individu yang memiliki kecenderungan depresi, dan keterbatasan bawaan sebelum melakukan pernikahan. Pemeriksaan kesehatan pernikahan secara berkala ini sangat penting. Jangan menunggu stadium berat baru datang ke konselor, sehingga memerlukan kerja berat untuk memulihkan hubungan pernikahan yang sudah menimbulkan luka atau bermasalah tersebut. </span></p> <p style="margin-bottom: 5px; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Ada pertanyaan mengenai cara menyembuhkan orang yang suka berbohong, tanpa harus tidak menghargainya. Juga pertanyaan mengenai pihak ketiga atau PIL-WIL, yang bisa jadi adalah orang terdekat, termasuk anak, mertua, kakak, atau adik pasangan. Semuanya dibahas dengan bersahaja, dan menyadarkan peserta tentang perlunya memperkuat keterikatan dan hubungan antara suami dan istri, dan tidak terpengaruh pihak lain. Mereka juga perlu meluangkan waktu untuk mengadakan “<em>me time</em> bersama”, saling berbagi, saling mendengar, menyampaikan permasalahan dengan cara yang positif, kreatif, efektif, dan efisien, sehingga mereka dapat bertumbuh bersama-sama. </span></p> <p style="margin-bottom: 5px; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Dalam sesi kedua ini juga ada permainan-permainan yang mendukung tema, menuntut pasangan suami istri terlibat aktif dan bersinergi, mengungkapkan sisi positif maupun negatif, yang menjadi unek-unek mereka selama ini. Mereka diminta membuat pernyataan komitmen yang diciptakan bersama, untuk meminimalkan pertengkaran. Untuk meredakan konflik, sebelum “bom meletus”, mereka diminta membuat <em>password</em>/kata sandi. Dalam skala konflik 1 sampai 10, jika salah satu sudah mencapai skala 7-9, ia harus mengungkapkannya pada pasangannya. Seru juga hasilnya. Ada yang memilih kata sandi “babi panggang”, “makan dulu”, “Yesus mau datang”, dan lain lain. </span></p> <p style="margin-bottom: 5px; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Kemudian diambil kesimpulan, untuk bertengkar dengan sehat, perlu memperhitungkan beberapa hal, yaitu memilih pertengkaran dengan bijak, tahu kapan harus berhenti, menggunakan kata-kata yang netral, tidak melukai, serta mengampuni dan melupakan. Pembawa acara lalu menutup acara dengan doa penutup dan makan siang, foto bersama, serta mengajak peserta bersama-sama menyanyikan lagu “Aku dan Seisi Rumahku”. </span></p> <p style="margin-bottom: 5px; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Untuk menolong pasutri muda berkonsentrasi mengikuti aktivitas seminar, acara ini juga difasilitasi para pasutri dewasa (usia pernikahan lebih dari 15 tahun), yang mengadakan acara untuk anak-anak peserta. “Hal ini perlu kami pikirkan, karena memang target kami adalah para pasutri muda yang masih memiliki anak-anak kecil. Jika acara diadakan saat libur anak sekolah, ini akan mempengaruhi kesediaan mereka mengikuti acara. Acara untuk anak-anak ini sangat membantu, karena selama ini salah satu kesulitan pasutri muda untuk dapat berkumpul adalah karena harus mengasuh anak. Rencananya untuk acara-acara selanjutnya akan dilakukan hal yang serupa, tetapi sekali lagi, semoga tersedia para pasutri dewasa atau sumber daya manusia lainnya yang dapat membantu,” demikian yang disampaikan Hebron. Saat ini, kegiatan pasutri muda dijadwalkan kurang lebih tiga kali setahun, menyesuaikan dengan kegiatan komisi dewasa, serta jadwal libur anak-anak.</span></p> <p style="margin-bottom: 5px; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Ketika ditanyakan mengenai kesan-kesannya setelah mengikuti acara dalam wawancara via <em>WhatsApp,</em> pasangan pengurus pasutri muda, Yonas Aristo/Putri Handayani mengatakan, “Bukan hanya pembahasan/teori, tetapi peserta mendapatkan saran-saran praktis untuk dilakukan dalam kehidupan pasutri, supaya dapat menavigasi konflik dan bertumbuh bersama. Contohnya, mencari kata sandi untuk menghentikan konflik sementara ketika emosi sudah semakin menguasai pikiran mereka.” </span></p> <p style="margin-bottom: 5px; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Sedangkan untuk tindak lanjut acara ini, “Kami berharap para peserta, khususnya yang belum mempunyai komunitas, dapat bergabung dalam kelompok kecil dan juga grup <em>WhatsApp</em> sebagai wadah komunikasi serta informasi kegiatan Pasutri Muda GKI GS,” ujar Putri. Sebetulnya acara ini direkam, tetapi ternyata hasil rekaman audionya kurang baik, demikian informasi terkait dokumentasi dari panitia, yang dibantu oleh Efrat dan Edy Santoso.</span></p> <p style="margin-bottom: 5px; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Untuk usulan pengadaan konseling untuk pasutri, menurut Hebron, “Jika ada yang memerlukan konseling, kami kembalikan ke wadah utamanya, yaitu Klinik Anugerah GKI GS. Di sana terdapat pelayanan konseling. Atau jika memang ingin yang berbayar, bisa langsung ke lembaga-lembaga konseling, salah satunya <em>Lifespring.</em></span></p> <p style="margin-bottom: 5px; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Semoga selanjutnya Komisi Dewasa GKI GS mampu memunculkan tema-tema pembinaan menarik lainnya, berdasarkan jajak pendapat kebutuhan jemaat. Kiranya seminar ini mampu merevitalisasi semangat pembenahan diri pasangan suami istri, untuk hidup dalam kasih karunia, dengan cara hidup yang baru. </span></p> <p>&nbsp;</p> <p style="margin-bottom: 5px; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"><a href="https://gkigadingserpong.org/#_ednref1" id="_edn1"><sup><span style="font-size: 10pt; line-height: 107%; font-family: Calibri, sans-serif;">[*]</span></sup></a> <span style="font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif;">Pembicara adalah seorang dosen dan konselor keluarga dari Lifespring Counseling and Care Center, di Tanjung Duren, Jakarta Barat. Pembicara menangani konseling untuk individu, pasangan, dan keluarga. Memperoleh pendidikan konseling dari STTRII, dan mengikuti pendidikan lanjutan di <em>Post Graduate in Systemic Family Therapy</em> di CCC Singapore, serta pelatihan <em>Emotionally Focused Couple Theraphy</em> (EFCT) di Caper Spring Singapore. Kini sedang menempuh pendidikan doktorat bidang <em>Clinical Christian Counseling</em> di AGST/BSOP Filipina. </span></p> Peletakan Batu Pertama Gedung GKI Gading Serpong 2024-05-16T21:56:23+07:00 2024-05-16T21:56:23+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/peletakan-batu-pertama-gedung-gki-gading-serpong David Satyawan davidsatyawan@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/Artikel/liputan/Peletakan_Batu_Pertama_Gedung_Gereja/Peletakan_Batu_Pertama_160.jpg" alt="" width="6000" height="4000" loading="lazy"></p><p>Jumat, 26 Januari 2024 adalah saat yang bersejarah bagi GKI Gading Serpong. Bertepatan dengan HUT yang ke-20, diselenggarakan pula acara peletakan batu pertama gedung gereja, setelah mendapatkan Persetujuan Pembangunan Gedung (PBG) pada tanggal 22 Desember 2022, yang berlokasi di Jl. Raya Kelapa Puan Blok CB 6 No. 58, Sektor 1C, Kelurahan Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/peletakan-batu-pertama-gedung-gki-gading-serpong" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/Artikel/liputan/Peletakan_Batu_Pertama_Gedung_Gereja/Peletakan_Batu_Pertama_160.jpg" alt="" width="6000" height="4000" loading="lazy"></p><p>Jumat, 26 Januari 2024 adalah saat yang bersejarah bagi GKI Gading Serpong. Bertepatan dengan HUT yang ke-20, diselenggarakan pula acara peletakan batu pertama gedung gereja, setelah mendapatkan Persetujuan Pembangunan Gedung (PBG) pada tanggal 22 Desember 2022, yang berlokasi di Jl. Raya Kelapa Puan Blok CB 6 No. 58, Sektor 1C, Kelurahan Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/peletakan-batu-pertama-gedung-gki-gading-serpong" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Liputan Pelatihan Editor Majalah Sepercik Anugerah 2024-05-12T19:46:47+07:00 2024-05-12T19:46:47+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/liputan-pelatihan-editor-majalah-sepercik-anugerah David Satyawan davidsatyawan@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/Artikel/liputan/Pelatihan Editor Majalah Sepercik Anugerah/Pelatihan Editor 1.jpg" alt="" width="4926" height="2415" loading="lazy"></p><p><img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/Artikel/liputan/Pelatihan%20Editor%20Majalah%20Sepercik%20Anugerah/Pelatihan%205.jpg" alt="Pelatihan 5" width="5491" height="3926" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left;"></p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Majalah <em>Sepercik Anugerah</em> <em>GKI Gading Serpong</em> mengadakan pelatihan editor pada hari Sabtu, 11 Mei 2024. Pelatihan ini adalah yang kedua kalinya,&nbsp; setelah sebelumnya diselenggarakan pada tanggal 30 September 2023 secara daring. </span></p> <p style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Pelatihan editor kali ini diadakan secara <em>hybrid.</em>&nbsp; Sebanyak tiga belas orang peserta hadir secara luring (<em>onsite</em>) di Ruang Matius, Griya Anugerah, Jl. Kelapa Puan Raya Blok CA. 12 No 20-21, Kelapa Dua, Gading Serpong, dan enam belas orang mengikuti pelatihan secara daring (<em>online</em>). Pesertanya antara lain adalah Pdt. Danny Purnama, Pnt. Benny Febijanto Markus, Pnt. David Satyawan, Pnt. Kusnadi Lim, Pnt. Lydia Kurniawati, Pnt. Ruby Rocylie, tim redaksi, dan para penulis.</span></p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/liputan-pelatihan-editor-majalah-sepercik-anugerah" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/Artikel/liputan/Pelatihan Editor Majalah Sepercik Anugerah/Pelatihan Editor 1.jpg" alt="" width="4926" height="2415" loading="lazy"></p><p><img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/Artikel/liputan/Pelatihan%20Editor%20Majalah%20Sepercik%20Anugerah/Pelatihan%205.jpg" alt="Pelatihan 5" width="5491" height="3926" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left;"></p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Majalah <em>Sepercik Anugerah</em> <em>GKI Gading Serpong</em> mengadakan pelatihan editor pada hari Sabtu, 11 Mei 2024. Pelatihan ini adalah yang kedua kalinya,&nbsp; setelah sebelumnya diselenggarakan pada tanggal 30 September 2023 secara daring. </span></p> <p style="text-align: justify; line-height: 150%;"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman', serif;">Pelatihan editor kali ini diadakan secara <em>hybrid.</em>&nbsp; Sebanyak tiga belas orang peserta hadir secara luring (<em>onsite</em>) di Ruang Matius, Griya Anugerah, Jl. Kelapa Puan Raya Blok CA. 12 No 20-21, Kelapa Dua, Gading Serpong, dan enam belas orang mengikuti pelatihan secara daring (<em>online</em>). Pesertanya antara lain adalah Pdt. Danny Purnama, Pnt. Benny Febijanto Markus, Pnt. David Satyawan, Pnt. Kusnadi Lim, Pnt. Lydia Kurniawati, Pnt. Ruby Rocylie, tim redaksi, dan para penulis.</span></p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/liputan-pelatihan-editor-majalah-sepercik-anugerah" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Professional Gathering: Navigating and Thriving in Our Careers 2024-04-21T12:07:40+07:00 2024-04-21T12:07:40+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/professional-gathering-navigating-and-thriving-in-our-careers David Satyawan davidsatyawan@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/Artikel/liputan/WhatsApp Image 2024-04-21 at 9.49.27 AM.jpeg" alt="Foto Peserta Professional Gathering Bersama Dengan Para Pembicara" width="4032" height="3024" loading="lazy"></p><p><img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/Artikel/liputan/WhatsApp%20Image%202024-04-21%20at%209.49.30%20AM.jpeg" alt="WhatsApp Image 2024 04 21 at 9.49.30 AM" width="4032" height="3024" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left;"></p> <p>Pada hari Sabtu, 20 April 2024, pk. 16.00-19.00, Komisi Dewasa Muda GKI Gading Serpong mengadakan acara UNITE-Professional Gathering, dengan tema Navigating and Thriving in Our Career di Griya Anugerah. Acara diikuti oleh tiga puluh orang peserta. Ada yang berasal dari gereja lain, tetapi mayoritas adalah jemaat komisi dewasa muda. Ini merupakan acara bulanan KDM, tetapi setiap bulan temanya berganti-ganti. Tujuan acara ini adalah untuk membantu jemaat muda semakin memahami apa yang Tuhan kehendaki bagi mereka dalam fase hidup berkarier ini, serta memperlengkapi mereka dengan tips-tips aplikatif untuk bisa bertahan dalam karier.</p> <p style="text-align: justify; border: none;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Acara dibuka dengan permainan, <em>networking</em>, dan bersama-sama menaikkan puji-pujian. Renungan dibawakan oleh Ferry Ngalusi, didasari firman Tuhan dalam Kol. 3:23-24. Setelah itu diikuti dengan tiga sesi <em>focus group discussion</em>, dipimpin oleh Ibu Cynthia Muljadi (<em>Starting Our Careers</em>), Bapak Ferry Ngalusi (<em>Advancing Our Careers</em>), dan Bapak Alison Subiantoro (<em>Shifting Our Careers</em>), serta presentasi mengenai program Yayasan Gema Kasih Indonesia Gading Serpong untuk membantu usaha jemaat. Acara diakhiri dengan ramah-tamah. Acara UNITE selanjutnya akan dilaksanakan pada tanggal 18 Mei 2024.<img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/Artikel/liputan/WhatsApp%20Image%202024-04-21%20at%209.49.31%20AM.jpeg" alt="WhatsApp Image 2024 04 21 at 9.49.31 AM" width="4032" height="3024" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left;"></span></p> <p>Dari acara ini, jemaat dewasa muda diingatkan, kita hidup untuk Tuhan. Pekerjaan yang kita lakukan pun adalah untuk memuliakan Tuhan. Jadi bagaimana kita menggunakan talenta yang Tuhan sudah berikan untuk dengan baik, untuk menjalankan panggilan Tuhan bagi kita? Karier pun bukan hanya untuk mencari materi duniawi, tapi untuk melayani dan memuliakan Tuhan.<img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/Artikel/liputan/WhatsApp%20Image%202024-04-21%20at%209.49.28%20AM.jpeg" alt="WhatsApp Image 2024 04 21 at 9.49.28 AM" width="4032" height="3024" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left;"></p> <p>&nbsp;</p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/Artikel/liputan/WhatsApp Image 2024-04-21 at 9.49.27 AM.jpeg" alt="Foto Peserta Professional Gathering Bersama Dengan Para Pembicara" width="4032" height="3024" loading="lazy"></p><p><img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/Artikel/liputan/WhatsApp%20Image%202024-04-21%20at%209.49.30%20AM.jpeg" alt="WhatsApp Image 2024 04 21 at 9.49.30 AM" width="4032" height="3024" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left;"></p> <p>Pada hari Sabtu, 20 April 2024, pk. 16.00-19.00, Komisi Dewasa Muda GKI Gading Serpong mengadakan acara UNITE-Professional Gathering, dengan tema Navigating and Thriving in Our Career di Griya Anugerah. Acara diikuti oleh tiga puluh orang peserta. Ada yang berasal dari gereja lain, tetapi mayoritas adalah jemaat komisi dewasa muda. Ini merupakan acara bulanan KDM, tetapi setiap bulan temanya berganti-ganti. Tujuan acara ini adalah untuk membantu jemaat muda semakin memahami apa yang Tuhan kehendaki bagi mereka dalam fase hidup berkarier ini, serta memperlengkapi mereka dengan tips-tips aplikatif untuk bisa bertahan dalam karier.</p> <p style="text-align: justify; border: none;"><span style="font-family: 'Times New Roman', serif;">Acara dibuka dengan permainan, <em>networking</em>, dan bersama-sama menaikkan puji-pujian. Renungan dibawakan oleh Ferry Ngalusi, didasari firman Tuhan dalam Kol. 3:23-24. Setelah itu diikuti dengan tiga sesi <em>focus group discussion</em>, dipimpin oleh Ibu Cynthia Muljadi (<em>Starting Our Careers</em>), Bapak Ferry Ngalusi (<em>Advancing Our Careers</em>), dan Bapak Alison Subiantoro (<em>Shifting Our Careers</em>), serta presentasi mengenai program Yayasan Gema Kasih Indonesia Gading Serpong untuk membantu usaha jemaat. Acara diakhiri dengan ramah-tamah. Acara UNITE selanjutnya akan dilaksanakan pada tanggal 18 Mei 2024.<img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/Artikel/liputan/WhatsApp%20Image%202024-04-21%20at%209.49.31%20AM.jpeg" alt="WhatsApp Image 2024 04 21 at 9.49.31 AM" width="4032" height="3024" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left;"></span></p> <p>Dari acara ini, jemaat dewasa muda diingatkan, kita hidup untuk Tuhan. Pekerjaan yang kita lakukan pun adalah untuk memuliakan Tuhan. Jadi bagaimana kita menggunakan talenta yang Tuhan sudah berikan untuk dengan baik, untuk menjalankan panggilan Tuhan bagi kita? Karier pun bukan hanya untuk mencari materi duniawi, tapi untuk melayani dan memuliakan Tuhan.<img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/Artikel/liputan/WhatsApp%20Image%202024-04-21%20at%209.49.28%20AM.jpeg" alt="WhatsApp Image 2024 04 21 at 9.49.28 AM" width="4032" height="3024" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left;"></p> <p>&nbsp;</p> Pelantikan Badan Pelayanan Jemaat GKI Gading Serpong 2024-2026 2024-04-09T22:05:27+07:00 2024-04-09T22:05:27+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/pelantikan-badan-pelayanan-jemaat-gki-gading-serpong-2024-2026 David Satyawan davidsatyawan@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/Redaksi_Majalah_Anugerah/david/DSCF9094_resize.jpg" alt="Foto Bersama Seluruh Pengurus Badan Pelayanan" width="2287" height="1399" loading="lazy"></p><p>Pelantikan Badan Pelayanan Jemaat GKI Gading Serpong periode 2024-2026 dilakukan pada kebaktian keempat, pada hari Minggu, 7 April 2024. Dalam khotbahnya yang bertema “Persekutuan yang Dipulihkan”, Pdt. Devina Erlin Minerva mengingatkan, dalam melayani, sejatinya kita harus penuh sukacita dan tidak mengharapkan pamrih. Panggilan untuk melayani adalah anugerah sekaligus tanggung jawab.<br><br></p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/pelantikan-badan-pelayanan-jemaat-gki-gading-serpong-2024-2026" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/Redaksi_Majalah_Anugerah/david/DSCF9094_resize.jpg" alt="Foto Bersama Seluruh Pengurus Badan Pelayanan" width="2287" height="1399" loading="lazy"></p><p>Pelantikan Badan Pelayanan Jemaat GKI Gading Serpong periode 2024-2026 dilakukan pada kebaktian keempat, pada hari Minggu, 7 April 2024. Dalam khotbahnya yang bertema “Persekutuan yang Dipulihkan”, Pdt. Devina Erlin Minerva mengingatkan, dalam melayani, sejatinya kita harus penuh sukacita dan tidak mengharapkan pamrih. Panggilan untuk melayani adalah anugerah sekaligus tanggung jawab.<br><br></p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/pelantikan-badan-pelayanan-jemaat-gki-gading-serpong-2024-2026" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> KOMISI ANAK 2024-03-19T13:24:38+07:00 2024-03-19T13:24:38+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/komisi-anak Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org/" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Tumbuh kembang anak kita di dalam Tuhan jadi perhatian khusus bagi para orang tua. Kali ini Majalah Anugerah bertemu dengan David Satyawan, Ketua Komisi Anak, yang menjelaskan mengapa anak kita perlu dibimbing dalam Tuhan sejak dini usai Kebaktian Anak.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/komisi-anak" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org/" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Tumbuh kembang anak kita di dalam Tuhan jadi perhatian khusus bagi para orang tua. Kali ini Majalah Anugerah bertemu dengan David Satyawan, Ketua Komisi Anak, yang menjelaskan mengapa anak kita perlu dibimbing dalam Tuhan sejak dini usai Kebaktian Anak.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/komisi-anak" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> KOMISI USIA INDAH 2024-03-17T14:31:36+07:00 2024-03-17T14:31:36+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/komisi-usia-indah Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org/" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Pada kesempatan ini, kami ingin menggambarkan sekilas rangkaian kegiatan komisi Lansia.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/komisi-usia-indah" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org/" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Pada kesempatan ini, kami ingin menggambarkan sekilas rangkaian kegiatan komisi Lansia.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/komisi-usia-indah" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> MISSIONS TRIP TO KEPULAUAN RIAU 2024-03-05T21:56:18+07:00 2024-03-05T21:56:18+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/missions-trip-to-kepulauan-riau Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org/" alt=""></p><p style="text-align: justify;"><strong>Mengapa tim misi ke Kepulauan Riau?</strong></p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/missions-trip-to-kepulauan-riau" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org/" alt=""></p><p style="text-align: justify;"><strong>Mengapa tim misi ke Kepulauan Riau?</strong></p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/missions-trip-to-kepulauan-riau" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Liputan Pelatihan Editor Majalah Sepercik Anugerah GKI Gading Serpong 2024-02-25T15:17:13+07:00 2024-02-25T15:17:13+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/liputan-pelatihan-editor-majalah-sepercik-anugerah-gki-gading-serpong Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/Picture1.jpg" alt="" width="623" height="351" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Materi pelatihan <em>editor</em> Majalah <em>Sepercik Anugerah</em> GKI Gading Serpong: <a href="https://gkigadingserpong.org/artikel/pembinaan/pelatihan-editor-majalah-sepercik-anugerah?highlight=WyJlZGl0b3IiXQ==">https://www.gkigadingserpong.org/artikel/pembinaan/pelatihan-editor-majalah-sepercik-anugerah?highlight=WyJlZGl0b3IiXQ==</a></p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/liputan-pelatihan-editor-majalah-sepercik-anugerah-gki-gading-serpong" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/Picture1.jpg" alt="" width="623" height="351" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Materi pelatihan <em>editor</em> Majalah <em>Sepercik Anugerah</em> GKI Gading Serpong: <a href="https://gkigadingserpong.org/artikel/pembinaan/pelatihan-editor-majalah-sepercik-anugerah?highlight=WyJlZGl0b3IiXQ==">https://www.gkigadingserpong.org/artikel/pembinaan/pelatihan-editor-majalah-sepercik-anugerah?highlight=WyJlZGl0b3IiXQ==</a></p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/liputan-pelatihan-editor-majalah-sepercik-anugerah-gki-gading-serpong" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Tidak Berpaling 2024-02-19T13:50:31+07:00 2024-02-19T13:50:31+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/tidak-berpaling Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org/" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Retret Katekisasi GKI Gading Serpong dilaksanakan pada tanggal 9-10 September 2023 di <em>Ole! Suites Hotel &amp; Cottage</em>, Babakan Madang, Bogor.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/tidak-berpaling" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org/" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Retret Katekisasi GKI Gading Serpong dilaksanakan pada tanggal 9-10 September 2023 di <em>Ole! Suites Hotel &amp; Cottage</em>, Babakan Madang, Bogor.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/tidak-berpaling" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Liputan Kebaktian Padang 2024-02-18T17:38:50+07:00 2024-02-18T17:38:50+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/liputan-kebaktian-padang Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/Picture1.jpg" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Komisi <em>Teens and Youth</em> GKI Gading Serpong mengadakan kebaktian padang pada hari Sabtu, 30 September 2023. Acara ini merupakan aktivitas tahunan. Keunikan dari kebaktian ini adalah jemaat berkumpul untuk beribadah di ruang terbuka.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/liputan-kebaktian-padang" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/Picture1.jpg" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Komisi <em>Teens and Youth</em> GKI Gading Serpong mengadakan kebaktian padang pada hari Sabtu, 30 September 2023. Acara ini merupakan aktivitas tahunan. Keunikan dari kebaktian ini adalah jemaat berkumpul untuk beribadah di ruang terbuka.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/liputan-kebaktian-padang" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Godly Woman: Growing in Christ 2024-02-15T16:21:40+07:00 2024-02-15T16:21:40+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/godly-woman-growing-in-christ Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org/" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Kita bersyukur retret Komisi Dewasa Wanita GKI Gading Serpong yang kedua dapat terlaksana, setelah meredanya pandemi Covid-19 di tanah air. Retret ini dilaksanakan tanggal 17-19 Agustus 2023 di Villa Bukit Pancawati, Bogor, diikuti oleh 99 jemaat wanita, satu orang dokter, dan empat pembicara.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/godly-woman-growing-in-christ" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org/" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Kita bersyukur retret Komisi Dewasa Wanita GKI Gading Serpong yang kedua dapat terlaksana, setelah meredanya pandemi Covid-19 di tanah air. Retret ini dilaksanakan tanggal 17-19 Agustus 2023 di Villa Bukit Pancawati, Bogor, diikuti oleh 99 jemaat wanita, satu orang dokter, dan empat pembicara.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/godly-woman-growing-in-christ" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Perjumpaan yang Mengubahkan 2024-02-01T22:15:40+07:00 2024-02-01T22:15:40+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/perjumpaan-yang-mengubahkan Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org/" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Kebaktian Paskah dilayankan dalam 4 kebaktian: Paskah Subuh pk. 05.00, kebaktian 2 pukul 08.00, kebaktian 3 pukul 10.30, dan kebaktian 4 bersamaan dengan perayaan paskah pukul 17.00 WIB, di lantai 6 SMAK Penabur Gading Serpong. Kebaktian subuh – kebaktian 3 dipimpin Pdt. Andreas Loanka, sedangkan kebaktian 4 dipimpin Pdt. Santoni Ong. Dengan mengambil Firman Tuhan dari Yesaya 25:6-9 dan Lukas 24:13-49, Pdt. Andreas Loanka menggambarkan keadaan pagi hari di mana para wanita mendapati kubur Yesus kosong dan para malaikat memberitahu kepada mereka Yesus telah bangkit. Kemudian Tuhan Yesus sendiri menampakkan diri kepada murid-murid dan menyatakan bahwa Ia telah bangkit. Tetapi berita kebangkitan itu ternyata tidak berpengaruh terhadap 2 murid Yesus, yaitu Kleopas dan temannya, yang berjalan ke Emaus.</p> <p style="text-align: justify;">Mereka tidak memahami dan tidak percaya pada peristiwa kebangkitan Yesus, sehingga mereka berjalan ke arah matahari terbenam dalam keadaan galau dan kehilangan pengharapan. Dalam perjalanan ke Emaus itulah Tuhan Yesus menampakkan diri kepada mereka dan berjalan bersama mereka serta menjelaskan kitab suci kepada mereka. Mula-mula mereka tidak tahu bahwa orang itu adalah Tuhan Yesus, karena ada sesuatu menghalangi mereka untuk mengenali Sang Guru yang selama ini mereka ikuti. Perjumpaan kedua murid dengan Yesus selama perjalanan ke Emaus itu mengubah hidup mereka. Ia tidak saja berinisiatif mendekati mereka, berjalan bersama dan bercakapcakap dengan mereka, tetapi Ia juga menjelaskan Kitab Suci kepada mereka dan memecahkan roti untuk makan bersama mereka. Perjumpaan dengan Yesus mengubah para murid. Percakapan mereka yang mula-mula berfokus kepada apa kata orang, berubah menjadi berfokus kepada Tuhan dan apa yang difirmankan-Nya.</p> <p style="text-align: justify;">Perjumpaan dengan-Nya mengubah cara mereka memahami Kitab Suci. Dari memahami Kitab Suci sepotongsepotong dan sekedarnya, mereka ditolong oleh-Nya itu untuk memahami seluruh Kitab Suci, yang menjelaskan tentang Mesias, tentang kesengsaraan dan kematian-Nya, serta kebangkitan dan kemuliaan-Nya. Perjumpaan denganNya mengubah iman, pengharapan dan kasih mereka. Mereka menjadi sungguh-sungguh percaya kepadaNya, mengasihi-Nya, dan hidup penuh pengharapan di dalam Dia. Perjumpaan dengan Yesus mengubah persekutuan dan kesaksian mereka.</p> <p style="text-align: justify;">Mereka segera pulang ke Yerusalem untuk bergabung dalam persekutuan para murid dan dengan penuh antusias bersaksi tentang Yesus Kristus yang telah bangkit. Kiranya kebangkitan Kristus juga mengubah kita dan membuat kita dengan setia berjalan bersama-Nya, melayaniNya dan bersaksi bagi-Nya</p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org/" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Kebaktian Paskah dilayankan dalam 4 kebaktian: Paskah Subuh pk. 05.00, kebaktian 2 pukul 08.00, kebaktian 3 pukul 10.30, dan kebaktian 4 bersamaan dengan perayaan paskah pukul 17.00 WIB, di lantai 6 SMAK Penabur Gading Serpong. Kebaktian subuh – kebaktian 3 dipimpin Pdt. Andreas Loanka, sedangkan kebaktian 4 dipimpin Pdt. Santoni Ong. Dengan mengambil Firman Tuhan dari Yesaya 25:6-9 dan Lukas 24:13-49, Pdt. Andreas Loanka menggambarkan keadaan pagi hari di mana para wanita mendapati kubur Yesus kosong dan para malaikat memberitahu kepada mereka Yesus telah bangkit. Kemudian Tuhan Yesus sendiri menampakkan diri kepada murid-murid dan menyatakan bahwa Ia telah bangkit. Tetapi berita kebangkitan itu ternyata tidak berpengaruh terhadap 2 murid Yesus, yaitu Kleopas dan temannya, yang berjalan ke Emaus.</p> <p style="text-align: justify;">Mereka tidak memahami dan tidak percaya pada peristiwa kebangkitan Yesus, sehingga mereka berjalan ke arah matahari terbenam dalam keadaan galau dan kehilangan pengharapan. Dalam perjalanan ke Emaus itulah Tuhan Yesus menampakkan diri kepada mereka dan berjalan bersama mereka serta menjelaskan kitab suci kepada mereka. Mula-mula mereka tidak tahu bahwa orang itu adalah Tuhan Yesus, karena ada sesuatu menghalangi mereka untuk mengenali Sang Guru yang selama ini mereka ikuti. Perjumpaan kedua murid dengan Yesus selama perjalanan ke Emaus itu mengubah hidup mereka. Ia tidak saja berinisiatif mendekati mereka, berjalan bersama dan bercakapcakap dengan mereka, tetapi Ia juga menjelaskan Kitab Suci kepada mereka dan memecahkan roti untuk makan bersama mereka. Perjumpaan dengan Yesus mengubah para murid. Percakapan mereka yang mula-mula berfokus kepada apa kata orang, berubah menjadi berfokus kepada Tuhan dan apa yang difirmankan-Nya.</p> <p style="text-align: justify;">Perjumpaan dengan-Nya mengubah cara mereka memahami Kitab Suci. Dari memahami Kitab Suci sepotongsepotong dan sekedarnya, mereka ditolong oleh-Nya itu untuk memahami seluruh Kitab Suci, yang menjelaskan tentang Mesias, tentang kesengsaraan dan kematian-Nya, serta kebangkitan dan kemuliaan-Nya. Perjumpaan denganNya mengubah iman, pengharapan dan kasih mereka. Mereka menjadi sungguh-sungguh percaya kepadaNya, mengasihi-Nya, dan hidup penuh pengharapan di dalam Dia. Perjumpaan dengan Yesus mengubah persekutuan dan kesaksian mereka.</p> <p style="text-align: justify;">Mereka segera pulang ke Yerusalem untuk bergabung dalam persekutuan para murid dan dengan penuh antusias bersaksi tentang Yesus Kristus yang telah bangkit. Kiranya kebangkitan Kristus juga mengubah kita dan membuat kita dengan setia berjalan bersama-Nya, melayaniNya dan bersaksi bagi-Nya</p> Business as Mission Course & Mission Trip di Thailand 2024-01-24T21:45:38+07:00 2024-01-24T21:45:38+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/c Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org/" alt=""></p><p style="text-align: justify;">“Napas sangat penting. Tanpa napas manusia tidak mungkin hidup. Namun tidak ada manusia yang tujuan hidupnya hanya untuk bernapas. Uang bagi bisnis pentingnya seperti napas. Tanpa uang, bisnis pasti gulung tikar. Bagi banyak orang tujuan bisnis adalah untuk mengusahakan laba (uang) sebesar-besarnya. Seolah uang adalah tujuan akhir dari sebuah bisnis.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/c" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org/" alt=""></p><p style="text-align: justify;">“Napas sangat penting. Tanpa napas manusia tidak mungkin hidup. Namun tidak ada manusia yang tujuan hidupnya hanya untuk bernapas. Uang bagi bisnis pentingnya seperti napas. Tanpa uang, bisnis pasti gulung tikar. Bagi banyak orang tujuan bisnis adalah untuk mengusahakan laba (uang) sebesar-besarnya. Seolah uang adalah tujuan akhir dari sebuah bisnis.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/c" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> RETREAT KOMISI WANITA 2023-12-29T20:38:21+07:00 2023-12-29T20:38:21+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/retreat-komisi-wanita Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org/" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Ketua panitia <em>r</em><em>etreat,</em> Ibu Lhia Pudjo melaporkan <em>retreat</em> ini dihadiri 76 peserta, diselenggarakan dengan tujuan&nbsp;</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/retreat-komisi-wanita" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org/" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Ketua panitia <em>r</em><em>etreat,</em> Ibu Lhia Pudjo melaporkan <em>retreat</em> ini dihadiri 76 peserta, diselenggarakan dengan tujuan&nbsp;</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/retreat-komisi-wanita" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> I Belong to Jesus 2023-12-27T18:49:42+07:00 2023-12-27T18:49:42+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/i-belong-to-jesus Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/images.jpg" alt="" width="259" height="194" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Pada tanggal 7 Desember 2019, anak-anak Sekolah Minggu GKI Gading Serpong merayakan Natal bersama, dengan tema “<em>I Belong to Jesus</em>”</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/i-belong-to-jesus" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/images.jpg" alt="" width="259" height="194" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Pada tanggal 7 Desember 2019, anak-anak Sekolah Minggu GKI Gading Serpong merayakan Natal bersama, dengan tema “<em>I Belong to Jesus</em>”</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/i-belong-to-jesus" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Milik Kepunyaan-Nya 2023-12-27T18:35:01+07:00 2023-12-27T18:35:01+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/milik-kepunyaan-nya Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org/" alt=""></p><p style="text-align: justify;">“Ketika alam terbangun menyongsong pagi dan hari yang baru, kita tersadar akan hadirnya hari yang istimewa dalam perjalanan hidup manusia. Inilah hari Natal. Selamat Hari Natal 2019, Saudaraku! Mari kita saling menyatakan SELAMAT NATAL satu dengan yang lain! Hari Natal selalu membawa kegembiraan bagi setiap umat Allah, bagi setiap orang percaya yang mengasihi-Nya.” Rintik gerimis mengiringi Ibadah Natal GKI Gading Serpong yang dilakukan pada Rabu, 25 Desember 2019, pukul 07.30 dan 10.30 WIB di aula lantai 6 SMAK Penabur Gading Serpong. Pdt. Santoni Ong memimpin ibadah bertema “Milik Kepunyaan-Nya”, dengan khotbah yang diawali video kisah Natal 2000 tahun silam, dimana Sang Juruselamat lahir di palungan.</p> <p style="text-align: justify;">“Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah…” Yohanes 1:1-14 menjadi landasan Alkitab dalam ibadah natal ini. Pdt. Santoni menjelaskan bahwa Kelahiran Tuhan Yesus memulihkan kita, sebagai umat yang serupa dan segambar dengan Allah. Dalam ibadah ini juga terangkai cuplikan kesaksian beberapa rekan yang sudah ditayangkan selama minggu <em>advent</em> : Ibu Janne Idris dalam perjuangan menghadapi sakitnya, Sdr. Vincentius Putra, seorang pemuda yang sejak kecil menjadi tumpuan oma dan almarhumah ibunya, dr. Subagia Santosa Sudjono membagikan perjalanannya dalam pemuridan, Ibu Sri Mulyani, penjual jamu yang tak putus semangat menghadapi tantangan kehidupan. Dalam tayangan video ini juga ditampilkan kesaksian Sdri. Phoebe Berdanette, yang mengambil kuliah di bidang teologi memenuhi panggilan hidupnya. Bapak Sudarjono Soekoreno, mengisahkan mukjizat dalam hidupnya di mana dia terbebas dari kanker colon stadium 4, dan istrinya terlepas dari kanker payudara stadium 2, dan seorang pemudi yang memberikan kesaksian bagaimana kasih Kristus melepaskan dirinya dari belenggu dosa seks, mengangkatnya menjadi harta yang berharga, milik kepunyaan-Nya.</p> <p style="text-align: justify;">Jemaat diajak untuk menyanyikan lagu tema Natal “Milik Kepunyaan-Nya” yang diciptakan oleh Sdr. Iwang Manuputty, dengan gerakan yang sebelumnya sudah diperkenalkan dalam kebaktian di minggu adven. Dengan menyadari bahwa kita adalah milik kepunyaan-Nya, kiranya Natal tahun ini memberikan kita kesadaran bahwa segala aspek kehidupan kita baik jasmani maupun rohani, bukanlah milik kita, tapi Dia, yang telah menebus dosa kita. “Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang; sedang datang ke dalam dunia (Yoh 1:9).” Pada ibadah Natal ini juga jemaat diberi kesempatan untuk memberikan persembahan palungan, yang akan dipergunakan dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab oleh panitia untuk melakukan pekerjaan Tuhan. Teks: Redaksi Anugerah</p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org/" alt=""></p><p style="text-align: justify;">“Ketika alam terbangun menyongsong pagi dan hari yang baru, kita tersadar akan hadirnya hari yang istimewa dalam perjalanan hidup manusia. Inilah hari Natal. Selamat Hari Natal 2019, Saudaraku! Mari kita saling menyatakan SELAMAT NATAL satu dengan yang lain! Hari Natal selalu membawa kegembiraan bagi setiap umat Allah, bagi setiap orang percaya yang mengasihi-Nya.” Rintik gerimis mengiringi Ibadah Natal GKI Gading Serpong yang dilakukan pada Rabu, 25 Desember 2019, pukul 07.30 dan 10.30 WIB di aula lantai 6 SMAK Penabur Gading Serpong. Pdt. Santoni Ong memimpin ibadah bertema “Milik Kepunyaan-Nya”, dengan khotbah yang diawali video kisah Natal 2000 tahun silam, dimana Sang Juruselamat lahir di palungan.</p> <p style="text-align: justify;">“Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah…” Yohanes 1:1-14 menjadi landasan Alkitab dalam ibadah natal ini. Pdt. Santoni menjelaskan bahwa Kelahiran Tuhan Yesus memulihkan kita, sebagai umat yang serupa dan segambar dengan Allah. Dalam ibadah ini juga terangkai cuplikan kesaksian beberapa rekan yang sudah ditayangkan selama minggu <em>advent</em> : Ibu Janne Idris dalam perjuangan menghadapi sakitnya, Sdr. Vincentius Putra, seorang pemuda yang sejak kecil menjadi tumpuan oma dan almarhumah ibunya, dr. Subagia Santosa Sudjono membagikan perjalanannya dalam pemuridan, Ibu Sri Mulyani, penjual jamu yang tak putus semangat menghadapi tantangan kehidupan. Dalam tayangan video ini juga ditampilkan kesaksian Sdri. Phoebe Berdanette, yang mengambil kuliah di bidang teologi memenuhi panggilan hidupnya. Bapak Sudarjono Soekoreno, mengisahkan mukjizat dalam hidupnya di mana dia terbebas dari kanker colon stadium 4, dan istrinya terlepas dari kanker payudara stadium 2, dan seorang pemudi yang memberikan kesaksian bagaimana kasih Kristus melepaskan dirinya dari belenggu dosa seks, mengangkatnya menjadi harta yang berharga, milik kepunyaan-Nya.</p> <p style="text-align: justify;">Jemaat diajak untuk menyanyikan lagu tema Natal “Milik Kepunyaan-Nya” yang diciptakan oleh Sdr. Iwang Manuputty, dengan gerakan yang sebelumnya sudah diperkenalkan dalam kebaktian di minggu adven. Dengan menyadari bahwa kita adalah milik kepunyaan-Nya, kiranya Natal tahun ini memberikan kita kesadaran bahwa segala aspek kehidupan kita baik jasmani maupun rohani, bukanlah milik kita, tapi Dia, yang telah menebus dosa kita. “Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang; sedang datang ke dalam dunia (Yoh 1:9).” Pada ibadah Natal ini juga jemaat diberi kesempatan untuk memberikan persembahan palungan, yang akan dipergunakan dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab oleh panitia untuk melakukan pekerjaan Tuhan. Teks: Redaksi Anugerah</p> DOA DAUD 2023-11-17T15:42:14+07:00 2023-11-17T15:42:14+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/x-2 Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org/" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Daud adalah seorang yang berhasil. Namun dalam renungan ini kita melihat bagaimana kehidupannya tidak lepas dari campur tangan Tuhan. Ada masa-masa di mana Daud mengalami pergumulan.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/x-2" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org/" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Daud adalah seorang yang berhasil. Namun dalam renungan ini kita melihat bagaimana kehidupannya tidak lepas dari campur tangan Tuhan. Ada masa-masa di mana Daud mengalami pergumulan.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/x-2" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Doa Abraham oleh Pdt. Santoni, M.Th | 22 Mei 2020 2023-11-16T21:46:30+07:00 2023-11-16T21:46:30+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/x Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org/" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Kisah Lot menggambarkan kisah Abraham yang setia menaikkan doa syafaat buat keponakannya, Lot. Abraham berdoa dan memohon pada Tuhan supaya Lot terbebas dari hukuman yang seharusnya dia terima. Kita, orang percaya, diingatkan untuk selalu mengadakan doa syafaat, berdoa untuk menolong sesama, bangsa, dan saudara-saudara yang membutuhkan pertolongan.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/x" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org/" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Kisah Lot menggambarkan kisah Abraham yang setia menaikkan doa syafaat buat keponakannya, Lot. Abraham berdoa dan memohon pada Tuhan supaya Lot terbebas dari hukuman yang seharusnya dia terima. Kita, orang percaya, diingatkan untuk selalu mengadakan doa syafaat, berdoa untuk menolong sesama, bangsa, dan saudara-saudara yang membutuhkan pertolongan.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/x" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> DOA YAKOBUS 2023-11-16T21:36:30+07:00 2023-11-16T21:36:30+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/doa-yakobus Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org/" alt=""></p><p style="text-align: justify;">(Yakobus 5 : 13-18)</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/doa-yakobus" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org/" alt=""></p><p style="text-align: justify;">(Yakobus 5 : 13-18)</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/doa-yakobus" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> DOA PETRUS 2023-11-15T21:21:55+07:00 2023-11-15T21:21:55+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/doa-petrus Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org/" alt=""></p><p style="text-align: justify;">(1 Petrus 4 : 7-11)</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/doa-petrus" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org/" alt=""></p><p style="text-align: justify;">(1 Petrus 4 : 7-11)</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/doa-petrus" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> POKJA GKI GADING SERPONG PEDULI COVID-19 2023-11-02T16:08:14+07:00 2023-11-02T16:08:14+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/pokja-gki-gading-serpong-peduli-covid-19 Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org/" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Pandemi Covid-19 bagaikan badai yang menghantam kita semua. Tidak sedikit di antara kita yang kehilangan mata pencaharian, bahkan kehilangan orang terkasih. GKI Gading Serpong pun ikut hadir mewarnai sekitarnya melalui Pokja Peduli Covid - 19, dengan membantu sekeliling kita yang terdampak Covid-19.</p> <p style="text-align: justify;">Dengan tim yang terdiri dari Pdt. Santoni Ong, Pnt. Kusnadi Lim, Pnt. Elizabeth Indrawati, Pnt. Arif, Pnt. Suryadiputra Liawatimena, Alfian D. Setyono, Daniel Kusuma, dr. Rio Hermanto, dr. Royman Simanjuntak, dr. Wani Devita Gunadi, dr. Ismail, dr. Maya, dr. Djaya, Daniel Christianto, Yusuf Gala, Hendri Tamrin, Johannes Tanuwijaya, Pnt. Lindarto, Pnt. Tulus K.P., Pnt. Rachmat Wimaruta, Pnt. Ruby Rocylie, Pnt. Dawit, Pnt. Tanti B., Sun King, Pnt. Suwandi, dan diketuai Pdt. Andreas Loanka, D.Min., pokja peduli Covid-19 menyalurkan bantuan ke 25 layanan masyarakat (puskesmas, RSUD, rumah sakit rujukan, dsb), memberikan bantuan APD, sarung tangan, masker medis, kacamata pelindung goggle, pelindung sepatu,hair net, faceshield dan bantuan medis lainnya. Selain itu juga memberikan paket sembako dan voucher belanja kepada jemaat dan simpatisan GKI Gading Serpong yang terdampak Covid-19 melalui koordinator wilayah masing-masing, membagikan kupon makan gratis di warteg-warteg dan masker kain kepada penduduk sekitar yang berkekurangan. Warteg sengaja dipilih sebagai salah satu upaya juga untuk membantu masyarakat dalam UMKM agar tetap dapat mempertahankan usahanya di tengah pandemi virus corona. Sedangkan untuk mendukung program ketahanan pangan,GKI GS juga membagikan 1000 bibit singkong kepada jemaat yang mau menanam baik untuk dipanen sendiri mau pun dapat dibagikan kepada yang membutuhkan.</p> <p style="text-align: justify;">Keterangan kegiatan lebih lanjut bisa dilihat di e-buletin GKI Gading Serpong <a href="https://gkigadingserpong.org/gallery/e-bulletin.html">https://www.gkigadingserpong.org/gallery/e-bulletin.html </a></p> <p style="text-align: justify;">Bagi pembaca yang terbeban untuk turut membantu, bisa menyalurkan dana melalui:</p> <p style="text-align: justify;">Rekening GKI Gading Serpong, BCA no: 883-0881-400 dengan diakhiri nominal 19, atau dengan mencantumkan pesan “covid”.</p> <p style="text-align: justify;">Mari kita hadapi badai pandemi Covid-19 ini secara bergandengan tangan, biarlah kasih Kristus yang ada dalam diri kita tetap terpancar nyata dalam keadaan apa pun.</p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org/" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Pandemi Covid-19 bagaikan badai yang menghantam kita semua. Tidak sedikit di antara kita yang kehilangan mata pencaharian, bahkan kehilangan orang terkasih. GKI Gading Serpong pun ikut hadir mewarnai sekitarnya melalui Pokja Peduli Covid - 19, dengan membantu sekeliling kita yang terdampak Covid-19.</p> <p style="text-align: justify;">Dengan tim yang terdiri dari Pdt. Santoni Ong, Pnt. Kusnadi Lim, Pnt. Elizabeth Indrawati, Pnt. Arif, Pnt. Suryadiputra Liawatimena, Alfian D. Setyono, Daniel Kusuma, dr. Rio Hermanto, dr. Royman Simanjuntak, dr. Wani Devita Gunadi, dr. Ismail, dr. Maya, dr. Djaya, Daniel Christianto, Yusuf Gala, Hendri Tamrin, Johannes Tanuwijaya, Pnt. Lindarto, Pnt. Tulus K.P., Pnt. Rachmat Wimaruta, Pnt. Ruby Rocylie, Pnt. Dawit, Pnt. Tanti B., Sun King, Pnt. Suwandi, dan diketuai Pdt. Andreas Loanka, D.Min., pokja peduli Covid-19 menyalurkan bantuan ke 25 layanan masyarakat (puskesmas, RSUD, rumah sakit rujukan, dsb), memberikan bantuan APD, sarung tangan, masker medis, kacamata pelindung goggle, pelindung sepatu,hair net, faceshield dan bantuan medis lainnya. Selain itu juga memberikan paket sembako dan voucher belanja kepada jemaat dan simpatisan GKI Gading Serpong yang terdampak Covid-19 melalui koordinator wilayah masing-masing, membagikan kupon makan gratis di warteg-warteg dan masker kain kepada penduduk sekitar yang berkekurangan. Warteg sengaja dipilih sebagai salah satu upaya juga untuk membantu masyarakat dalam UMKM agar tetap dapat mempertahankan usahanya di tengah pandemi virus corona. Sedangkan untuk mendukung program ketahanan pangan,GKI GS juga membagikan 1000 bibit singkong kepada jemaat yang mau menanam baik untuk dipanen sendiri mau pun dapat dibagikan kepada yang membutuhkan.</p> <p style="text-align: justify;">Keterangan kegiatan lebih lanjut bisa dilihat di e-buletin GKI Gading Serpong <a href="https://gkigadingserpong.org/gallery/e-bulletin.html">https://www.gkigadingserpong.org/gallery/e-bulletin.html </a></p> <p style="text-align: justify;">Bagi pembaca yang terbeban untuk turut membantu, bisa menyalurkan dana melalui:</p> <p style="text-align: justify;">Rekening GKI Gading Serpong, BCA no: 883-0881-400 dengan diakhiri nominal 19, atau dengan mencantumkan pesan “covid”.</p> <p style="text-align: justify;">Mari kita hadapi badai pandemi Covid-19 ini secara bergandengan tangan, biarlah kasih Kristus yang ada dalam diri kita tetap terpancar nyata dalam keadaan apa pun.</p> GKI GADING SERPONG POKJA PEDULI COVID 2023-10-17T18:44:50+07:00 2023-10-17T18:44:50+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/gki-gading-serpong-pokja-peduli-covid Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org/" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Narasumber: Pdt. Andreas Loanka</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/gki-gading-serpong-pokja-peduli-covid" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org/" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Narasumber: Pdt. Andreas Loanka</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/gki-gading-serpong-pokja-peduli-covid" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> God Shines Upon Us 2023-10-16T15:07:51+07:00 2023-10-16T15:07:51+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/kebaktian-natal-anak-kelas-2-kelas-6 Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org/" alt=""></p><p style="text-align: justify;"><strong>KEBAKTIAN NATAL ANAK (KELAS 2 - KELAS 6)</strong></p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/kebaktian-natal-anak-kelas-2-kelas-6" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org/" alt=""></p><p style="text-align: justify;"><strong>KEBAKTIAN NATAL ANAK (KELAS 2 - KELAS 6)</strong></p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/kebaktian-natal-anak-kelas-2-kelas-6" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> IMANUEL - GOD WITH US KEBAKTIAN NATAL 25 DESEMBER 2020 2023-10-06T14:11:11+07:00 2023-10-06T14:11:11+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/imanuel-god-with-us-kebaktian-natal-25-desember-2020 Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org/" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Suasana Natal tahun ini terasa berbeda dibandingkan tahuntahun sebelumnya. Hal ini disebabkan pandemi COVID-19 yang belum mereda. Meski demikian, kondisi ini tak menyurutkan semangat GKI Gading Serpong untuk ikut menyemarakkan rangkaian acara Natal 2020. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Ibadah Natal dan Refleksi Akhir Tahun kali ini diselenggarakan secara <em>live streaming</em> atau siaran langsung melalui <em>YouTube Channel </em>GKI Gading Serpong.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/imanuel-god-with-us-kebaktian-natal-25-desember-2020" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org/" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Suasana Natal tahun ini terasa berbeda dibandingkan tahuntahun sebelumnya. Hal ini disebabkan pandemi COVID-19 yang belum mereda. Meski demikian, kondisi ini tak menyurutkan semangat GKI Gading Serpong untuk ikut menyemarakkan rangkaian acara Natal 2020. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Ibadah Natal dan Refleksi Akhir Tahun kali ini diselenggarakan secara <em>live streaming</em> atau siaran langsung melalui <em>YouTube Channel </em>GKI Gading Serpong.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/imanuel-god-with-us-kebaktian-natal-25-desember-2020" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> PENGHARAPAN SEJATI DI TENGAH KEGELAPAN / KEBAKTIAN MALAM NATAL 24 DESEMBER 2020 2023-10-06T14:00:56+07:00 2023-10-06T14:00:56+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/pengharapan-sejati-di-tengah-kegelapan-kebaktian-malam-natal-24-desember-2020 Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org/" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Pada 24 Desember 2020, GKI Gading Serpong tetap melaksanakan ibadah Malam Natal dengan menggunakan konsep tujuh ruang supaya tetap bisa menerapkan protokol kesehatan dengan tetap menjaga jarak. Pendeta, penatua, petugas pelayanan, dan jemaat diwajibkan untuk tetap memakai masker selama kebaktian berlangsung.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/pengharapan-sejati-di-tengah-kegelapan-kebaktian-malam-natal-24-desember-2020" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org/" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Pada 24 Desember 2020, GKI Gading Serpong tetap melaksanakan ibadah Malam Natal dengan menggunakan konsep tujuh ruang supaya tetap bisa menerapkan protokol kesehatan dengan tetap menjaga jarak. Pendeta, penatua, petugas pelayanan, dan jemaat diwajibkan untuk tetap memakai masker selama kebaktian berlangsung.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/pengharapan-sejati-di-tengah-kegelapan-kebaktian-malam-natal-24-desember-2020" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Persekutuan Usindah di Tengah Pandemi Covid-19 2023-09-20T19:30:56+07:00 2023-09-20T19:30:56+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/persekutuan-usindah-di-tengah-pandemi-covid-19 Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org/" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Pandemi Covid-19 telah berlangsung dalam kurun waktu yang cukup lama di Indonesia, sejak kasus pertama diumumkan Presiden Joko Widodo pada bulan Maret tahun lalu. Perasaan lelah dan jenuh sudah pasti dirasakan seluruh lapisan masyarakat dari berbagai usia. Kehidupan sosial pun berubah, sehingga seluruh masyarakat mau tidak mau harus bisa beradaptasi, termasuk gereja.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/persekutuan-usindah-di-tengah-pandemi-covid-19" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org/" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Pandemi Covid-19 telah berlangsung dalam kurun waktu yang cukup lama di Indonesia, sejak kasus pertama diumumkan Presiden Joko Widodo pada bulan Maret tahun lalu. Perasaan lelah dan jenuh sudah pasti dirasakan seluruh lapisan masyarakat dari berbagai usia. Kehidupan sosial pun berubah, sehingga seluruh masyarakat mau tidak mau harus bisa beradaptasi, termasuk gereja.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/persekutuan-usindah-di-tengah-pandemi-covid-19" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Pelayanan Kesehatan untuk Kemuliaan Nama Tuhan 2023-09-19T15:55:45+07:00 2023-09-19T15:55:45+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/pelayanan-kesehatan-untuk-kemuliaan-nama-tuhan Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org/" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Dr. Maya Wahloni merupakan salah seorang dokter yang melayani di Komisi Kesehatan GKI Gading Serpong sejak tahun 2015. Beliau melayani bersama dr. Hermanto Nurya, MM, dr. Lidya Widjaja, dr. Djaya Sutandar, dr. Monica, dan dr. Ismail, membantu dalam kegiatankegiatan di gereja, seperti bakti sosial sewaktu banjir bandang di Serang pada awal tahun 2020, <em>check up</em> kesehatan setelah kebaktian di hari Minggu, dan lainnya. Ditemui secara <em>virtual</em> pada April 2021, dr. Maya Wahloni menceritakan pengalamannya melayani dalam masa pandemi.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/pelayanan-kesehatan-untuk-kemuliaan-nama-tuhan" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org/" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Dr. Maya Wahloni merupakan salah seorang dokter yang melayani di Komisi Kesehatan GKI Gading Serpong sejak tahun 2015. Beliau melayani bersama dr. Hermanto Nurya, MM, dr. Lidya Widjaja, dr. Djaya Sutandar, dr. Monica, dan dr. Ismail, membantu dalam kegiatankegiatan di gereja, seperti bakti sosial sewaktu banjir bandang di Serang pada awal tahun 2020, <em>check up</em> kesehatan setelah kebaktian di hari Minggu, dan lainnya. Ditemui secara <em>virtual</em> pada April 2021, dr. Maya Wahloni menceritakan pengalamannya melayani dalam masa pandemi.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/pelayanan-kesehatan-untuk-kemuliaan-nama-tuhan" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Kebaktian Jumat Agung 7 April 2022: Salib-Mu Kurangkul Teguh 2023-09-18T11:26:30+07:00 2023-09-18T11:26:30+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/kebaktian-jumat-agung-7-april-2022-salib-mu-kurangkul-teguh Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/etrog/images.jpeg" alt="" width="680" height="451" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Ibadah Jumat Agung GKI Gading Serpong dilakukan dalam tiga kali kebaktian, yaitu pukul 17.00, 10.30, dan 15.00 WIB, di lantai 6 SMA Kristen Penabur Gading Serpong, dengan pembawa firman Pdt. Andreas Loanka.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/kebaktian-jumat-agung-7-april-2022-salib-mu-kurangkul-teguh" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/etrog/images.jpeg" alt="" width="680" height="451" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Ibadah Jumat Agung GKI Gading Serpong dilakukan dalam tiga kali kebaktian, yaitu pukul 17.00, 10.30, dan 15.00 WIB, di lantai 6 SMA Kristen Penabur Gading Serpong, dengan pembawa firman Pdt. Andreas Loanka.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/kebaktian-jumat-agung-7-april-2022-salib-mu-kurangkul-teguh" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Yesus Hidup dalam Hatiku Paskah Sekolah Minggu GKI Gading Serpong 2023-09-14T12:41:46+07:00 2023-09-14T12:41:46+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/yesus-hidup-dalam-hatiku-paskah-sekolah-minggu-gki-gading-serpong Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/Picture1.jpg" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Tahun ini, perayaan Paskah diwarnai dengan keseruan anak-anak yang rindu untuk hadir di sekolah minggu, setelah sekian lama harus menahan diri selama pandemi. Semua anak dari jenjang kelas imoet sampai jenjang kelas besar di Sekolah Minggu GKI Gading Serpong mengikuti rangkaian ibadah dan lomba Paskah yang diadakan pada tanggal 9 April 2023 di kelas masing-masing dengan sangat bersukacita. Para orang tua pun tak mau kalah, ikut mendokumentasikan aneka momen keseruan tersebut. Riuh tawa sukacita anak-anak menggema, tak terbendung lagi di seluruh kelas ibadah. “Tangan di atas, 1..2..3…. Mulai pasang puzzle!” demikian bunyia instruksi yang mendebarkan bagi anak-anak di jenjang kelas imoet dan kecil. Kreativitas anak-anak kelas tengah dituangkan dalam lomba menghias telur Paskah, yang sudah lama dinanti-nantikan. Tak kalah seru, jenjang kelas besar mengadakan lomba membuat salib terpanjang. <em>Wow, it’s really exciting to see them very happy &amp; joyful!</em></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/Picture1.jpg" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Tahun ini, perayaan Paskah diwarnai dengan keseruan anak-anak yang rindu untuk hadir di sekolah minggu, setelah sekian lama harus menahan diri selama pandemi. Semua anak dari jenjang kelas imoet sampai jenjang kelas besar di Sekolah Minggu GKI Gading Serpong mengikuti rangkaian ibadah dan lomba Paskah yang diadakan pada tanggal 9 April 2023 di kelas masing-masing dengan sangat bersukacita. Para orang tua pun tak mau kalah, ikut mendokumentasikan aneka momen keseruan tersebut. Riuh tawa sukacita anak-anak menggema, tak terbendung lagi di seluruh kelas ibadah. “Tangan di atas, 1..2..3…. Mulai pasang puzzle!” demikian bunyia instruksi yang mendebarkan bagi anak-anak di jenjang kelas imoet dan kecil. Kreativitas anak-anak kelas tengah dituangkan dalam lomba menghias telur Paskah, yang sudah lama dinanti-nantikan. Tak kalah seru, jenjang kelas besar mengadakan lomba membuat salib terpanjang. <em>Wow, it’s really exciting to see them very happy &amp; joyful!</em></p> Kebangkitan-Nya Memberanikanku Melangkah dalam Ketidakpastian 2023-09-11T14:53:10+07:00 2023-09-11T14:53:10+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/kebangkitan-nya-memberanikanku-melangkah-dalam-ketidakpastian Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org/" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Ibadah Paskah GKI Gading Serpong kali ini diadakan dalam empat kebaktian, yaitu pada pukul 05.00, 08.00, 10.30, dan 17.00 WIB, dengan mengambil tema “Kebangkitan-Nya Memberanikanku Melangkah dalam Ketidakpastian,“ dilayani oleh Pdt. Santoni, dilengkapi dengan pelayanan iringan musik band yang membuat nuansa pujian terasa lebih bersemangat dan berbeda dalam ibadah kali ini.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/kebangkitan-nya-memberanikanku-melangkah-dalam-ketidakpastian" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org/" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Ibadah Paskah GKI Gading Serpong kali ini diadakan dalam empat kebaktian, yaitu pada pukul 05.00, 08.00, 10.30, dan 17.00 WIB, dengan mengambil tema “Kebangkitan-Nya Memberanikanku Melangkah dalam Ketidakpastian,“ dilayani oleh Pdt. Santoni, dilengkapi dengan pelayanan iringan musik band yang membuat nuansa pujian terasa lebih bersemangat dan berbeda dalam ibadah kali ini.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/kebangkitan-nya-memberanikanku-melangkah-dalam-ketidakpastian" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Paskah Subuh Youth Ministry GKI Gading Serpong Victory; Conquer the Uncertainty 2023-09-11T14:34:47+07:00 2023-09-11T14:34:47+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/paskah-subuh-youth-ministry-gki-gading-serpong-victory-conquer-the-uncertainty Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org/" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Minggu, tanggal 09 April 2023, pada pukul 05.00 WIB, diselenggarakan Paskah Youth Ministry GKI Gading Serpong, berlokasi di Lapangan SDK Penabur Gading Serpong. Paskah Youth Ministry pada tahun ini mengangkat tema “<em>Victory; Conquer the Uncertainty</em>”. Tema ini dipilih berkaitan dengan generasi muda yang mengkhawatirkan masa depan, yang pastinya hanya Tuhan sendiri yang tahu, namun setiap manusia mampu memenangkan pertandingan terhadap kekhawatiran tersebut, dengan mengetahui bahwa bimbingan dan penyertaan Tuhan tidak pernah berhenti atas hidup kita.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/paskah-subuh-youth-ministry-gki-gading-serpong-victory-conquer-the-uncertainty" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org/" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Minggu, tanggal 09 April 2023, pada pukul 05.00 WIB, diselenggarakan Paskah Youth Ministry GKI Gading Serpong, berlokasi di Lapangan SDK Penabur Gading Serpong. Paskah Youth Ministry pada tahun ini mengangkat tema “<em>Victory; Conquer the Uncertainty</em>”. Tema ini dipilih berkaitan dengan generasi muda yang mengkhawatirkan masa depan, yang pastinya hanya Tuhan sendiri yang tahu, namun setiap manusia mampu memenangkan pertandingan terhadap kekhawatiran tersebut, dengan mengetahui bahwa bimbingan dan penyertaan Tuhan tidak pernah berhenti atas hidup kita.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/paskah-subuh-youth-ministry-gki-gading-serpong-victory-conquer-the-uncertainty" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> PEMBINAAN TIM PERLAWATAN GKI GADING SERPONG 2023-09-04T09:27:42+07:00 2023-09-04T09:27:42+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/pembinaan-tim-perlawatan-gki-gading-serpong Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p style="text-align: justify;">&nbsp;Pada hari Sabtu, 03 Juni 2023 Komisi Persekutuan Umat (KPU) yang mencakup komisi persekutuan wilayah (KPW), Gereja Kristen Indonesia (GKI) Gading Serpong mengadakan pembinaan perlawatan bagi jemaat yang mau ambil bagian dalam pelayanan perlawatan.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/pembinaan-tim-perlawatan-gki-gading-serpong" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p style="text-align: justify;">&nbsp;Pada hari Sabtu, 03 Juni 2023 Komisi Persekutuan Umat (KPU) yang mencakup komisi persekutuan wilayah (KPW), Gereja Kristen Indonesia (GKI) Gading Serpong mengadakan pembinaan perlawatan bagi jemaat yang mau ambil bagian dalam pelayanan perlawatan.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/pembinaan-tim-perlawatan-gki-gading-serpong" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> I AM CHANGED Ibadah dan Perayaan Paskah Komisi Anak 2023-07-12T17:42:30+07:00 2023-07-12T17:42:30+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/i-am-changed-ibadah-dan-perayaan-paskah-komisi-anak Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org/" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Ibadah dan perayaan Paskah Komisi Anak (KA) tahun ini diadakan pada Sabtu, 20 April 2019 bertempat di Aula lt.6 SMA BPK Penabur Gading Serpong. Mengambil tema <em>I am Changed</em> yang bertujuan :</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/i-am-changed-ibadah-dan-perayaan-paskah-komisi-anak" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org/" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Ibadah dan perayaan Paskah Komisi Anak (KA) tahun ini diadakan pada Sabtu, 20 April 2019 bertempat di Aula lt.6 SMA BPK Penabur Gading Serpong. Mengambil tema <em>I am Changed</em> yang bertujuan :</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/i-am-changed-ibadah-dan-perayaan-paskah-komisi-anak" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Liputan Kebaktian Peneguhan & Pemberkatan Nikah Bp. Christiawan Febrianto Putro & Pdt. Erma P. Kristiyono 2023-07-11T21:49:27+07:00 2023-07-11T21:49:27+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/liputan-kebaktian-peneguhan-pemberkatan-nikah-bp-christiawan-febrianto-putro-pdt-erma-p-kristiyono Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org/" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Pada hari Sabtu, 1 Juli 2023, pk. 10.00 pagi, dilangsungkan Kebaktian Peneguhan &amp; Pemberkatan Nikah atas Bp. Christiawan Febrianto Putro &amp; Pdt. Erma Primastuti Kristiyono. Sungguh suatu anugerah luar biasa, jemaat bisa hadir di hari bahagia mereka, menyaksikan pernikahan salah satu pendeta yang melayani di GKI Gading Serpong. Pdt. Danny Purnama mengucapkan selamat datang kepada jemaat, sebelum bersama-sama menyanyikan lagu “Terpujilah Allah” dari NKB 3:1-3. Kedua pengantin memasuki ruang ibadah dengan tersenyum, diikuti oleh Pdt. Andreas Loanka dan keluarga mereka masing-masing.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/liputan-kebaktian-peneguhan-pemberkatan-nikah-bp-christiawan-febrianto-putro-pdt-erma-p-kristiyono" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org/" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Pada hari Sabtu, 1 Juli 2023, pk. 10.00 pagi, dilangsungkan Kebaktian Peneguhan &amp; Pemberkatan Nikah atas Bp. Christiawan Febrianto Putro &amp; Pdt. Erma Primastuti Kristiyono. Sungguh suatu anugerah luar biasa, jemaat bisa hadir di hari bahagia mereka, menyaksikan pernikahan salah satu pendeta yang melayani di GKI Gading Serpong. Pdt. Danny Purnama mengucapkan selamat datang kepada jemaat, sebelum bersama-sama menyanyikan lagu “Terpujilah Allah” dari NKB 3:1-3. Kedua pengantin memasuki ruang ibadah dengan tersenyum, diikuti oleh Pdt. Andreas Loanka dan keluarga mereka masing-masing.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/liputan-kebaktian-peneguhan-pemberkatan-nikah-bp-christiawan-febrianto-putro-pdt-erma-p-kristiyono" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Sekolah Injil Liburan 2023-07-11T21:18:45+07:00 2023-07-11T21:18:45+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/sekolah-injil-liburan Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org/" alt=""></p><p style="text-align: center;">Harapan kami, orang tua memiliki tanggung jawab utama untuk membina kerohanian anak-anak mereka selanjutnya setelah mengikuti SIL, seturut dengan Firman Tuhan yang memerintahkan agar orang tua yang mendidik anak-anak mereka.</p> <p style="text-align: justify;">Sungguh karena anugerah Tuhan Yesus dan campur tangan- Nya Komisi Anak GKI GS dapat melaksanakan SIL (Sekolah Injil Liburan) dengan tema <em>You Are Precious</em>, yang dilandasi dari Firman Tuhan: “Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau” (Yesaya 43: 4a). Ayat ini juga yang menjadi kekuatan bagi panitia dalam melayani SIL 2016, di tengah berbagai kendala yang dialami menjelang pelaksanaannya.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/sekolah-injil-liburan" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org/" alt=""></p><p style="text-align: center;">Harapan kami, orang tua memiliki tanggung jawab utama untuk membina kerohanian anak-anak mereka selanjutnya setelah mengikuti SIL, seturut dengan Firman Tuhan yang memerintahkan agar orang tua yang mendidik anak-anak mereka.</p> <p style="text-align: justify;">Sungguh karena anugerah Tuhan Yesus dan campur tangan- Nya Komisi Anak GKI GS dapat melaksanakan SIL (Sekolah Injil Liburan) dengan tema <em>You Are Precious</em>, yang dilandasi dari Firman Tuhan: “Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau” (Yesaya 43: 4a). Ayat ini juga yang menjadi kekuatan bagi panitia dalam melayani SIL 2016, di tengah berbagai kendala yang dialami menjelang pelaksanaannya.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/sekolah-injil-liburan" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Kebaktian Peneguhan Pdt. Danny Purnama di GKI Gading Serpong 2023-07-06T19:44:40+07:00 2023-07-06T19:44:40+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/kebaktian-peneguhan-pdt-danny-purnama-di-gki-gading-serpong Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/danny/1.jpg" alt="" width="500" height="333" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Pada hari Senin, 29 Mei 2023, Pk. 18.00 WIB, di Aula SMAK Penabur lantai 6 dilaksanakan kebaktian peneguhan Pdt. Danny Purnama untuk penugasan di GKI Gading Serpong. Ibadah dibuka dengan penatua mengajak jemaat bangkit berdiri sambil menyanyikan lagu “Tuhan Allah Hadir,” mengiringi para pendeta memasuki ruangan ibadah. GKI Gading Serpong bersyukur karena Pdt. Danny Purnama telah bersedia dipanggil untuk melayani, bersekutu, menjalankan misi Allah dalam membimbing jemaat GKI Gading Serpong. Kemudian ibadah dilanjutkan dengan pujian “Lihatlah Sekelilingmu” dari KJ 428:1, 2, dan 6.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/kebaktian-peneguhan-pdt-danny-purnama-di-gki-gading-serpong" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/danny/1.jpg" alt="" width="500" height="333" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Pada hari Senin, 29 Mei 2023, Pk. 18.00 WIB, di Aula SMAK Penabur lantai 6 dilaksanakan kebaktian peneguhan Pdt. Danny Purnama untuk penugasan di GKI Gading Serpong. Ibadah dibuka dengan penatua mengajak jemaat bangkit berdiri sambil menyanyikan lagu “Tuhan Allah Hadir,” mengiringi para pendeta memasuki ruangan ibadah. GKI Gading Serpong bersyukur karena Pdt. Danny Purnama telah bersedia dipanggil untuk melayani, bersekutu, menjalankan misi Allah dalam membimbing jemaat GKI Gading Serpong. Kemudian ibadah dilanjutkan dengan pujian “Lihatlah Sekelilingmu” dari KJ 428:1, 2, dan 6.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/kebaktian-peneguhan-pdt-danny-purnama-di-gki-gading-serpong" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Hadi Christianta: Setia pada Panggilan-Nya 2023-07-05T18:54:53+07:00 2023-07-05T18:54:53+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/hadi-christianta-setia-pada-panggilan-nya Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/hadi/2.jpg" alt="" width="500" height="333" loading="lazy"></p><p>&nbsp;</p> <p style="text-align: center;">Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.<br>Filipi 1: 6</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/hadi-christianta-setia-pada-panggilan-nya" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/hadi/2.jpg" alt="" width="500" height="333" loading="lazy"></p><p>&nbsp;</p> <p style="text-align: center;">Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.<br>Filipi 1: 6</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/hadi-christianta-setia-pada-panggilan-nya" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Liputan Ibadah Akhir Tahun 2022 2023-02-28T20:58:11+07:00 2023-02-28T20:58:11+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/liputan-ibadah-akhir-tahun-2022 Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org/" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Menjelang penutupan tahun 2022, GKI Gading Serpong mengadakan Ibadah Tutup Tahun dengan tema “Sukacita Berjalan Bersama Tuhan,” yang dibawakan oleh Pnt. Erma Primastuti Kristiyono. Ibadah Tutup Tahun ini masih diwarnai dengan prosedur kesehatan, di mana kita harus menggunakan masker, karena virus COVID-19 yang masih ada. Tema ini mengajarkan kita untuk selalu bersukacita, karena meskipun banyak tantangan dan kesulitan yang kita alami di tahun 2022, kita masih mempunyai Tuhan yang membimbing kehidupan kita. Tuhan selalu menyertai kita dalam menjalani masa-masa sulit.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/liputan-ibadah-akhir-tahun-2022" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org/" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Menjelang penutupan tahun 2022, GKI Gading Serpong mengadakan Ibadah Tutup Tahun dengan tema “Sukacita Berjalan Bersama Tuhan,” yang dibawakan oleh Pnt. Erma Primastuti Kristiyono. Ibadah Tutup Tahun ini masih diwarnai dengan prosedur kesehatan, di mana kita harus menggunakan masker, karena virus COVID-19 yang masih ada. Tema ini mengajarkan kita untuk selalu bersukacita, karena meskipun banyak tantangan dan kesulitan yang kita alami di tahun 2022, kita masih mempunyai Tuhan yang membimbing kehidupan kita. Tuhan selalu menyertai kita dalam menjalani masa-masa sulit.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/liputan-ibadah-akhir-tahun-2022" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> LIPUTAN PERAYAAN NATAL KOMISI ANAK GKI GADING SERPONG 2023-02-28T20:35:31+07:00 2023-02-28T20:35:31+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/liputan-perayaan-natal-komisi-anak-gki-gading-serpong Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org/" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Gelak tawa gembira dan senyum sukacita mewarnai perayaan<em> onsite</em> perdana Sekolah Minggu GKI Gading Serpong di masa pandemi ini. Puji Tuhan, akhirnya Komisi Anak bisa mengadakan Perayaan Natal <em>onsite</em> lagi, setelah dua tahun berturut-turut harus dilaksanakan secara <em>online.</em></p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/liputan-perayaan-natal-komisi-anak-gki-gading-serpong" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org/" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Gelak tawa gembira dan senyum sukacita mewarnai perayaan<em> onsite</em> perdana Sekolah Minggu GKI Gading Serpong di masa pandemi ini. Puji Tuhan, akhirnya Komisi Anak bisa mengadakan Perayaan Natal <em>onsite</em> lagi, setelah dua tahun berturut-turut harus dilaksanakan secara <em>online.</em></p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/liputan-perayaan-natal-komisi-anak-gki-gading-serpong" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> LIPUTAN KEBAKTIAN NATAL GKI GADING SERPONG – 25 DESEMBER 2022 2023-02-28T16:47:52+07:00 2023-02-28T16:47:52+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/liputan-kebaktian-natal-gki-gading-serpong-25-desember-2022 Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org/" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Setelah hampir tiga tahun kapasitas jemaat yang dapat menghadiri kebaktian secara <em>onsite</em> dibatasi dan diliputi rasa takut karena pandemi Covid-19, tak terbendung lagi sukacita jemaat yang hadir langsung pada Ibadah Natal tanggal 25 Desember 2022, untuk menyambut dengan gembira kelahiran Sang Raja di dunia, setelah pemerintah secara resmi menyampaikan, bahwa Ibadah perayaan Natal kali ini dapat dihadiri jemaat dengan kapasitas seratus persen. Momen ini membuat Natal menjadi harapan baru bagi jemaat akan lahirnya Sang Juru Selamat, yang akan menyelamatkan dan membuat keadaan menjadi lebih baik.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/liputan-kebaktian-natal-gki-gading-serpong-25-desember-2022" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org/" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Setelah hampir tiga tahun kapasitas jemaat yang dapat menghadiri kebaktian secara <em>onsite</em> dibatasi dan diliputi rasa takut karena pandemi Covid-19, tak terbendung lagi sukacita jemaat yang hadir langsung pada Ibadah Natal tanggal 25 Desember 2022, untuk menyambut dengan gembira kelahiran Sang Raja di dunia, setelah pemerintah secara resmi menyampaikan, bahwa Ibadah perayaan Natal kali ini dapat dihadiri jemaat dengan kapasitas seratus persen. Momen ini membuat Natal menjadi harapan baru bagi jemaat akan lahirnya Sang Juru Selamat, yang akan menyelamatkan dan membuat keadaan menjadi lebih baik.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/liputan-kebaktian-natal-gki-gading-serpong-25-desember-2022" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Memulai 2023 dengan Sukacita 2023-02-28T16:35:19+07:00 2023-02-28T16:35:19+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/memulai-2023-dengan-sukacita Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org/" alt=""></p><p style="text-align: center;">Liputan Kebaktian Tahun Baru disertai Perjamuan Kudus GKI Gading Serpong | Pdt. Santoni dan Pdt. Andreas Loanka [ 08.00, 10:30, 17.00]</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/memulai-2023-dengan-sukacita" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org/" alt=""></p><p style="text-align: center;">Liputan Kebaktian Tahun Baru disertai Perjamuan Kudus GKI Gading Serpong | Pdt. Santoni dan Pdt. Andreas Loanka [ 08.00, 10:30, 17.00]</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/memulai-2023-dengan-sukacita" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Kegiatan “Berbagi Kasih” Komisi Dewasa Wanita GKI Gading Serpong di RPUK Muara Kasih Bilabong 2023-02-28T16:22:17+07:00 2023-02-28T16:22:17+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/kegiatan-berbagi-kasih-komisi-dewasa-wanita-gki-gading-serpong-di-rpuk-muara-kasih-bilabong Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org/" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Sebagai wujud rasa syukur atas kasih penyertaan Tuhan, pada hari Sabtu, 12 November 2022, Komisi Dewasa Wanita berkunjung ke Rumah Perawatan Usia Lanjut Kristen (RPUK) Muara Kasih di Bilabong, Bogor. Kegiatan ini bertujuan mengajak jemaat wanita untuk memaknai kasih Tuhan lewat kepedulian terhadap sesama, dan memiliki hidup yang berdampak nyata bagi lingkungan sekitar.</p> <p style="text-align: justify;">Berbagai persiapan sudah dilakukan sejak bulan September: mulai dari penyusunan panitia kecil, survei lokasi, sampai pengupayaan dana. Para jemaat wanita juga diajak terlibat langsung dalam pembuatan hiasan Natal, yang akan digunakan sebagai dekorasi di panti, juga akan diberikan sebagai kenang-kenangan kepada para opa-oma penghuni RPUK. Puji Tuhan, jemaat wanita merespon kegiatan berbagi kasih ini dengan sangat antusias.</p> <p style="text-align: justify;">Karena masih dalam situasi pandemi dan mempertimbangkan kondisi para oma dan opa yang rentan sakit, pihak RPUK membatasi kunjungan. Pada hari H, sebanyak 36 orang yang terdiri dari pendeta, pengurus, dan beberapa jemaat wanita yang telah mendaftar sebelumnya, datang langsung ke RPUK dengan menggunakan bis dan mobil pribadi. Adapun barang-barang yang dibawa untuk diserahkan berupa: popok, <em>shampoo, tissue,</em> minyak kayu putih, kacang hijau, konsumsi <em>snack,</em> dan makan siang untuk para penghuni dan pengurus.</p> <p style="text-align: justify;">Sampai di RPUK Muara Kasih, KDW langsung disambut hangat oleh pihak pengurus RPUK dan para oma dan opa, yang sudah siap dengan seragam merahnya. Sebelum ibadah dimulai, jemaat wanita berkenalan sambil membagikan snack kepada para oma dan opa, serta menghias aula.</p> <p style="text-align: justify;">Dalam rangkaian ibadah, para oma dan opa berkesempatan membawakan pujian, menari bersama jemaat wanita, dan berbagi cerita mengenai penyertaan Tuhan. Renungan dipimpin oleh Pdt. Andreas Loanka. Sebagai pemimpin pujian adalah Ibu Philia Mustika (Korbid. Persekutuan Wanita).&nbsp;<span style="background-color: var(--body-bg-color); color: var(--body-text-color); font-family: var(--body-font-family); font-size: var(--body-font-size); font-style: var(--body-font-style); font-weight: var(--body-font-weight); letter-spacing: var(--body-letter-spacing); caret-color: auto;">Dalam renungannya, Pdt. Andreas Loanka mengajak semua yang hadir untuk bersukacita dalam segala hal dan tidak kuatir, karena Tuhan selalu beserta kita. Pengurus KDW juga berkesempatan untuk menyanyikan lagu tema “</span><em style="background-color: var(--body-bg-color); color: var(--body-text-color); font-family: var(--body-font-family); font-size: var(--body-font-size); font-weight: var(--body-font-weight); letter-spacing: var(--body-letter-spacing); caret-color: auto;">Emmanuel has Come”.</em><span style="background-color: var(--body-bg-color); color: var(--body-text-color); font-family: var(--body-font-family); font-size: var(--body-font-size); font-style: var(--body-font-style); font-weight: var(--body-font-weight); letter-spacing: var(--body-letter-spacing); caret-color: auto;"> Ibadah pun berlangsung dengan khidmat, dan semua dapat merasakan sukacita melalui keakraban yang indah. Ada rasa haru dan bahagia yang dirasakan oleh para jemaat wanita saat mendengarkan cerita serta mendoakan para oma dan opa. Jemaat wanita juga sangat terkesan dengan semangat para oma dan opa dalam menari dan memuji Tuhan.</span></p> <p style="text-align: justify;">Sebagai penutup, Ketua KDW, Ibu Stevannie S. Mulyani menyerahkan bantuan secara simbolis kepada pihak pengurus RPUK, yang diwakili oleh Ibu Vonny Kawalo. “Ini merupakan kunjungan besar perdana untuk kami di RPUK Muara Kasih semenjak pandemi. Para oma dan opa sangat merindukan adanya kebersamaan seperti ini. Terima kasih atas kunjungan dan kepedulian dari KDW GKI Gading Serpong,” tutur Ibu Vonny. Di penghujung acara, para oma dan opa bercakap-cakap dan berfoto bersama dengan beberapa jemaat wanita. Salah satu oma yang diwawancarai panitia mengatakan, bahwa beliau senang sekali dapat beribadah bersama jemaat wanita, dan berharap kelak KDW dapat berkunjung lagi dan bersukacita bersama mereka. Para oma dan opa terlihat sangat menikmati kehadiran jemaat wanita GKI Gading Serpong.</p> <p style="text-align: justify;">Rangkaian kegiatan di RPUK Muara Kasih selesai sebelum jam makan siang. Setelah berfoto dan membuat video bersama, jemaat wanita pamit pulang. Sebelum kembali ke Gading Serpong, rombongan singgah di R.M. Mang Kabayan untuk menikmati makan siang.</p> <p style="text-align: justify;">Kiranya apa yang sudah KDW lakukan dapat membawa sukacita bagi para oma dan opa di RPUK Muara Kasih Bilabong, dan jemaat wanita juga semakin giat dalam melayani Tuhan dan sesama.</p> <p style="text-align: justify;"><em> “.. For God is with us, and we celebrate the Glory of His presence, Christ has come to fill our hearts with love ... God with us ... Emmanuel has Come</em>” (Don Moen).&nbsp;</p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org/" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Sebagai wujud rasa syukur atas kasih penyertaan Tuhan, pada hari Sabtu, 12 November 2022, Komisi Dewasa Wanita berkunjung ke Rumah Perawatan Usia Lanjut Kristen (RPUK) Muara Kasih di Bilabong, Bogor. Kegiatan ini bertujuan mengajak jemaat wanita untuk memaknai kasih Tuhan lewat kepedulian terhadap sesama, dan memiliki hidup yang berdampak nyata bagi lingkungan sekitar.</p> <p style="text-align: justify;">Berbagai persiapan sudah dilakukan sejak bulan September: mulai dari penyusunan panitia kecil, survei lokasi, sampai pengupayaan dana. Para jemaat wanita juga diajak terlibat langsung dalam pembuatan hiasan Natal, yang akan digunakan sebagai dekorasi di panti, juga akan diberikan sebagai kenang-kenangan kepada para opa-oma penghuni RPUK. Puji Tuhan, jemaat wanita merespon kegiatan berbagi kasih ini dengan sangat antusias.</p> <p style="text-align: justify;">Karena masih dalam situasi pandemi dan mempertimbangkan kondisi para oma dan opa yang rentan sakit, pihak RPUK membatasi kunjungan. Pada hari H, sebanyak 36 orang yang terdiri dari pendeta, pengurus, dan beberapa jemaat wanita yang telah mendaftar sebelumnya, datang langsung ke RPUK dengan menggunakan bis dan mobil pribadi. Adapun barang-barang yang dibawa untuk diserahkan berupa: popok, <em>shampoo, tissue,</em> minyak kayu putih, kacang hijau, konsumsi <em>snack,</em> dan makan siang untuk para penghuni dan pengurus.</p> <p style="text-align: justify;">Sampai di RPUK Muara Kasih, KDW langsung disambut hangat oleh pihak pengurus RPUK dan para oma dan opa, yang sudah siap dengan seragam merahnya. Sebelum ibadah dimulai, jemaat wanita berkenalan sambil membagikan snack kepada para oma dan opa, serta menghias aula.</p> <p style="text-align: justify;">Dalam rangkaian ibadah, para oma dan opa berkesempatan membawakan pujian, menari bersama jemaat wanita, dan berbagi cerita mengenai penyertaan Tuhan. Renungan dipimpin oleh Pdt. Andreas Loanka. Sebagai pemimpin pujian adalah Ibu Philia Mustika (Korbid. Persekutuan Wanita).&nbsp;<span style="background-color: var(--body-bg-color); color: var(--body-text-color); font-family: var(--body-font-family); font-size: var(--body-font-size); font-style: var(--body-font-style); font-weight: var(--body-font-weight); letter-spacing: var(--body-letter-spacing); caret-color: auto;">Dalam renungannya, Pdt. Andreas Loanka mengajak semua yang hadir untuk bersukacita dalam segala hal dan tidak kuatir, karena Tuhan selalu beserta kita. Pengurus KDW juga berkesempatan untuk menyanyikan lagu tema “</span><em style="background-color: var(--body-bg-color); color: var(--body-text-color); font-family: var(--body-font-family); font-size: var(--body-font-size); font-weight: var(--body-font-weight); letter-spacing: var(--body-letter-spacing); caret-color: auto;">Emmanuel has Come”.</em><span style="background-color: var(--body-bg-color); color: var(--body-text-color); font-family: var(--body-font-family); font-size: var(--body-font-size); font-style: var(--body-font-style); font-weight: var(--body-font-weight); letter-spacing: var(--body-letter-spacing); caret-color: auto;"> Ibadah pun berlangsung dengan khidmat, dan semua dapat merasakan sukacita melalui keakraban yang indah. Ada rasa haru dan bahagia yang dirasakan oleh para jemaat wanita saat mendengarkan cerita serta mendoakan para oma dan opa. Jemaat wanita juga sangat terkesan dengan semangat para oma dan opa dalam menari dan memuji Tuhan.</span></p> <p style="text-align: justify;">Sebagai penutup, Ketua KDW, Ibu Stevannie S. Mulyani menyerahkan bantuan secara simbolis kepada pihak pengurus RPUK, yang diwakili oleh Ibu Vonny Kawalo. “Ini merupakan kunjungan besar perdana untuk kami di RPUK Muara Kasih semenjak pandemi. Para oma dan opa sangat merindukan adanya kebersamaan seperti ini. Terima kasih atas kunjungan dan kepedulian dari KDW GKI Gading Serpong,” tutur Ibu Vonny. Di penghujung acara, para oma dan opa bercakap-cakap dan berfoto bersama dengan beberapa jemaat wanita. Salah satu oma yang diwawancarai panitia mengatakan, bahwa beliau senang sekali dapat beribadah bersama jemaat wanita, dan berharap kelak KDW dapat berkunjung lagi dan bersukacita bersama mereka. Para oma dan opa terlihat sangat menikmati kehadiran jemaat wanita GKI Gading Serpong.</p> <p style="text-align: justify;">Rangkaian kegiatan di RPUK Muara Kasih selesai sebelum jam makan siang. Setelah berfoto dan membuat video bersama, jemaat wanita pamit pulang. Sebelum kembali ke Gading Serpong, rombongan singgah di R.M. Mang Kabayan untuk menikmati makan siang.</p> <p style="text-align: justify;">Kiranya apa yang sudah KDW lakukan dapat membawa sukacita bagi para oma dan opa di RPUK Muara Kasih Bilabong, dan jemaat wanita juga semakin giat dalam melayani Tuhan dan sesama.</p> <p style="text-align: justify;"><em> “.. For God is with us, and we celebrate the Glory of His presence, Christ has come to fill our hearts with love ... God with us ... Emmanuel has Come</em>” (Don Moen).&nbsp;</p> LIPUTAN IBADAH MALAM NATAL 2023-02-28T15:53:52+07:00 2023-02-28T15:53:52+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/liputan-ibadah-malam-natal Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org/" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Ibadah Malam Natal GKI Gading Serpong berlangsung pada tanggal 24 Desember 2022, bertempat di aula lantai enam SMAK Penabur Gading Serpong, yang dilangsungkan dalam tiga kali kebaktian: pk. 15.00, 17.30, dan 20.00 WIB. Keseluruhan acara dilayani oleh Komisi <em>Teens</em> dan <em>Youth,</em> mengambil tema “Sukacita dalam Kesederhanaan”, diisi dengan serangkaian pujian, tarian, drama dan renungan Natal oleh Pdt. Andreas Loanka, yang diambil dari Lukas 2:1-7 dan Filipi 2:5-7.</p> <p style="text-align: justify;">Natal senantiasa identik dengan kemewahan, pesta meriah, dan liburan yang terlihat memesona dan memuaskan untuk sesaat. Kita sering kali melupakan fokus dan makna Natal yang sesungguhnya, yaitu tentang kedatangan Kristus, sehingga seringkali Natal meninggalkan kekecewaan bagi banyak orang. Kita kemudian diajak merenungkan tentang kedatangan Kristus untuk pertama kalinya, Kristus yang adalah Raja yang Mulia, memilih untuk lahir dalam kesederhanaan. Kristus lahir di sebuah kota kecil Bethlehem, sebagai bayi kecil yang tak berdaya, dalam sebuah kandang hewan yang hina, dibaringkan dalam palungan makanan ternak, hanya berbalutkan kain lampin yang sederhana. Ketiga benda yang dipakai dalam kelahiran Kristus, yaitu kandang, palungan, lampin adalah lambang kesederhanaan.</p> <p style="text-align: justify;">Allah sendiri memiliki alasan mengapa Kristus yang mulia lahir dalam kesederhanaan. Pertama, kelahiran Kristus merupakan <em>alienasi</em> (penolakan manusia), saat itu tidak ada tempat bagi kedua orang tua Yesus untuk menginap, padahal Maria sudah akan melahirkan. Mereka hanya berhasil mendapatkan sebuah kandang. Hal ini melambangkan penolakan manusia terhadap Allah. Kedua, Kristus melakukan asosiasi (merendahkan diri agar menjadi sama dengan manusia). Hal ini dilakukan Kristus agar Dia dapat merasakan segala keterbatasan dan kelemahan manusia, menunjukkan solidaritas Allah, bahwa Ia peduli dengan segala kesulitan dan kesusahan manusia. Ketiga, kelahiran Kristus merupakan sebuah misi, bahwa Ia datang sebagai juruselamat manusia. Ia yang walaupun ditolak, tetap mau turun, merasakan apa yang dirasakan manusia. Bahkan Dia mau menanggung dosa-dosa manusia dan memberikan kita kuasa untuk menjadi anak-anak-Nya, apabila kita mau menerima-Nya.</p> <p style="text-align: justify;">Kedatangan Kristus lewat peristiwa Natal yang sederhana membuat kita merenungkan, bagaimana seharusnya sikap kita dalam menyambut kedatangan-Nya. Kita diajak untuk mewartakan dengan sukacita, seperti para malaikat saat mewartakan kabar gembira ini (Lukas 2:10-12), menyambut dengan gembira seperti bala tentara surga melantunkan puji-pujian (Lukas 2:13-14), memuliakan Dia seperti para gembala saat mendengar kabar baik ini (Lukas 2:20), serta menyembah dan mempersembahkan persembahan yang terbaik bagi-Nya, seperti orang-orang majus (Matius 2:10-11).</p> <p style="text-align: justify;">Lewat tema Natal kali ini, kita diajak untuk terus hidup dalam kesederhanaan, terus berbagi walau dalam segala keterbatasan, karena kita tahu Tuhanlah yang akan memampukan kita untuk terus bersukacita, walaupun dalam kesederhanaan.</p> <p style="text-align: justify;">Renungan Natal ditutup dengan penyalaan lilin Natal bersama seluruh jemaat yang hadir, sambil menyanyikan lagu “<em>O Holy Night”.</em> Rangkaian doa Natal dan persembahan menutup acara Ibadah Malam Natal. Sambil menyanyikan lagu “<em>Gloria in Excelsis Deo</em>”, jemaat meninggalkan ruang ibadah.</p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org/" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Ibadah Malam Natal GKI Gading Serpong berlangsung pada tanggal 24 Desember 2022, bertempat di aula lantai enam SMAK Penabur Gading Serpong, yang dilangsungkan dalam tiga kali kebaktian: pk. 15.00, 17.30, dan 20.00 WIB. Keseluruhan acara dilayani oleh Komisi <em>Teens</em> dan <em>Youth,</em> mengambil tema “Sukacita dalam Kesederhanaan”, diisi dengan serangkaian pujian, tarian, drama dan renungan Natal oleh Pdt. Andreas Loanka, yang diambil dari Lukas 2:1-7 dan Filipi 2:5-7.</p> <p style="text-align: justify;">Natal senantiasa identik dengan kemewahan, pesta meriah, dan liburan yang terlihat memesona dan memuaskan untuk sesaat. Kita sering kali melupakan fokus dan makna Natal yang sesungguhnya, yaitu tentang kedatangan Kristus, sehingga seringkali Natal meninggalkan kekecewaan bagi banyak orang. Kita kemudian diajak merenungkan tentang kedatangan Kristus untuk pertama kalinya, Kristus yang adalah Raja yang Mulia, memilih untuk lahir dalam kesederhanaan. Kristus lahir di sebuah kota kecil Bethlehem, sebagai bayi kecil yang tak berdaya, dalam sebuah kandang hewan yang hina, dibaringkan dalam palungan makanan ternak, hanya berbalutkan kain lampin yang sederhana. Ketiga benda yang dipakai dalam kelahiran Kristus, yaitu kandang, palungan, lampin adalah lambang kesederhanaan.</p> <p style="text-align: justify;">Allah sendiri memiliki alasan mengapa Kristus yang mulia lahir dalam kesederhanaan. Pertama, kelahiran Kristus merupakan <em>alienasi</em> (penolakan manusia), saat itu tidak ada tempat bagi kedua orang tua Yesus untuk menginap, padahal Maria sudah akan melahirkan. Mereka hanya berhasil mendapatkan sebuah kandang. Hal ini melambangkan penolakan manusia terhadap Allah. Kedua, Kristus melakukan asosiasi (merendahkan diri agar menjadi sama dengan manusia). Hal ini dilakukan Kristus agar Dia dapat merasakan segala keterbatasan dan kelemahan manusia, menunjukkan solidaritas Allah, bahwa Ia peduli dengan segala kesulitan dan kesusahan manusia. Ketiga, kelahiran Kristus merupakan sebuah misi, bahwa Ia datang sebagai juruselamat manusia. Ia yang walaupun ditolak, tetap mau turun, merasakan apa yang dirasakan manusia. Bahkan Dia mau menanggung dosa-dosa manusia dan memberikan kita kuasa untuk menjadi anak-anak-Nya, apabila kita mau menerima-Nya.</p> <p style="text-align: justify;">Kedatangan Kristus lewat peristiwa Natal yang sederhana membuat kita merenungkan, bagaimana seharusnya sikap kita dalam menyambut kedatangan-Nya. Kita diajak untuk mewartakan dengan sukacita, seperti para malaikat saat mewartakan kabar gembira ini (Lukas 2:10-12), menyambut dengan gembira seperti bala tentara surga melantunkan puji-pujian (Lukas 2:13-14), memuliakan Dia seperti para gembala saat mendengar kabar baik ini (Lukas 2:20), serta menyembah dan mempersembahkan persembahan yang terbaik bagi-Nya, seperti orang-orang majus (Matius 2:10-11).</p> <p style="text-align: justify;">Lewat tema Natal kali ini, kita diajak untuk terus hidup dalam kesederhanaan, terus berbagi walau dalam segala keterbatasan, karena kita tahu Tuhanlah yang akan memampukan kita untuk terus bersukacita, walaupun dalam kesederhanaan.</p> <p style="text-align: justify;">Renungan Natal ditutup dengan penyalaan lilin Natal bersama seluruh jemaat yang hadir, sambil menyanyikan lagu “<em>O Holy Night”.</em> Rangkaian doa Natal dan persembahan menutup acara Ibadah Malam Natal. Sambil menyanyikan lagu “<em>Gloria in Excelsis Deo</em>”, jemaat meninggalkan ruang ibadah.</p> Ibadah Penahbisan Pendeta GKI Gading Serpong: "Bejana-Mu Tuhan" 2023-02-22T21:59:18+07:00 2023-02-22T21:59:18+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/ibadah-penahbisan-pendeta-gki-gading-serpong-bejana-mu-tuhan Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org/" alt="PENEGUHAN PDT. ERMA DAN PDT. DEVINA"></p><p>Senin, tanggal 13 Februari 2023, GKI Gading Serpong memperoleh dua orang pendeta baru. Ibadah penahbisan kedua pendeta ini mengambil tempat di aula lantai enam SMAK Penabur Gading Serpong. Sebelum memasuki aula, jemaat diminta mengisi daftar hadir.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/ibadah-penahbisan-pendeta-gki-gading-serpong-bejana-mu-tuhan" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org/" alt="PENEGUHAN PDT. ERMA DAN PDT. DEVINA"></p><p>Senin, tanggal 13 Februari 2023, GKI Gading Serpong memperoleh dua orang pendeta baru. Ibadah penahbisan kedua pendeta ini mengambil tempat di aula lantai enam SMAK Penabur Gading Serpong. Sebelum memasuki aula, jemaat diminta mengisi daftar hadir.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/ibadah-penahbisan-pendeta-gki-gading-serpong-bejana-mu-tuhan" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Kebaktian Jumat Agung dan Perjamuan Kudus GKI Gading Serpong 2022-09-21T13:33:03+07:00 2022-09-21T13:33:03+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/kebaktian-jumat-agung-dan-perjamuan-kudus-gki-gading-serpong Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org/" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Dengan tema “Hidup Bersinar Saat Gelap Tersalib,” kebaktian Jumat Agung berlangsung dengan hikmat dan khusyuk, walaupun jemaat yang hadir terbatas. Untuk hadir secara <em>onsite,</em> jemaat melakukan reservasi terlebih dahulu, dan diminta untuk memasang aplikasi PeduliLindungi, agar dapat memindai <em>barcode</em> untuk <em>check in</em>. Sesampai di gedung gereja, jemaat diminta untuk menyebutkan nama yang sudah didaftarkan sebelumnya, dan dipersilakan untuk memilih tempat duduk sesuai keinginan. Dalam memberikan persembahan, jemaat dapat memasukkannya ke dalam amplop yang dibagikan, atau bisa juga langsung memindai <em>barcode</em> rekening GKI GS. Keduanya bertujuan untuk mengurangi kontak fisik dengan uang tunai.</p> <p style="text-align: justify;">Rangkaian acara tidak jauh berbeda dari Jumat Agung di tahun sebelumnya. Sebelum acara dimulai, ada beberapa pengumuman seperti Paskah Komisi Anak, Paskah Youth Ministry, maupun berita dukacita. Tak lupa, diingatkan kembali akan tata cara ibadah <em>online. </em></p> <p style="text-align: justify;">Khotbah Jumat Agung tahun ini diambil dari Yohanes 18:33-40, 19:1-8, 17-22, 28-30. Semuanya menceritakan tentang kesengsaraan Tuhan Yesus, dimulai sejak dibebaskannya Barabas, proses penyaliban, hingga pk. 15.00, saat di mana Tuhan Yesus mengalami kematian. Dalam memeringati Jumat Agung, jemaat di Filipina rela bertelanjang kaki dan dicambuk tubuhnya. Sepuluh orang di antaranya bahkan dipakukan ke kayu salib hingga berdarah-darah. Semua dilakukan untuk mengenang penderitaan Kristus dalam menyelamatkan umat manusia. Bagaimana seharusnya umat percaya memeringati dan mengenang Jumat Agung?</p> <p style="text-align: justify;">Kitab Yohanes menggambarkan Yesus sebagai raja yang sejati. Percakapan Yesus dengan Pilatus menekankan status Yesus sebagai raja. Penginjil Yohanes mengatakan, bahwa Yesus adalah raja orang Yahudi. Ia bahkan dielu-elukan sebagai raja begitu memasuki kota Yerusalem, dan cara penguburanNya pun dilakukan dengan cara penguburan seorang raja. Didesak menjadi raja politis (Yohanes 6:15), Yesus menyatakan bahwa Ia adalah raja dari kerajaan yang berbeda, yaitu kerajaan yang dilimpahi kebenaran, penuh dengan shalom Allah, kedamaian, keselamatan Allah, tanpa kekerasan, serta penuh cinta kasih.</p> <p style="text-align: justify;">Pilatus mengambil keputusan yang salah dalam menangani Tuhan Yesus Kristus. Bagaimana dengan kita? Siapakah raja dalam kehidupan kita? Apakah hobi, keluarga, harta benda, kekayaan, pekerjaan, atau pelayanan kita? Apa yang menghalangi kita untuk taat kepada Yesus? Ia telah memberikan hidupNya untuk kita. Kita pun seharusnya mendemonstrasikan kebenaran Allah dalam setiap tingkah laku kita.</p> <p style="text-align: justify;">Ada dua cara proses penyesahan yang berlaku saat itu, yaitu secara Romawi dan Yahudi. Bila menggunakan cara Yahudi, orang hukuman itu akan dicambuk maksimal empat puluh kali. Bila disesah dengan metode Romawi, ia akan dicambuk tanpa belas kasihan hingga tentara yang bertugas mengalami kelelahan. Cara Romawi inilah yang Yesus alami. Setelah itu, Ia dipakaikan mahkota duri yang sangat menekan dan menancap, hingga darah-Nya menetes, juga dipakaikan jubah ungu yang bertujuan untuk mengejekNya. Kemudian Yesus memapah salib yang kasar, walau tubuh-Nya telah penuh luka bekas cambukan, menuju Bukit Tengkorak, atau dalam Bahasa Ibrani disebut Golgota, melalui rute yang panjang dan tidak menentu. Mengapa rutenya tidak ditentukan? Hal itu dilakukan untuk memberikan efek jera, supaya tidak ada yang mengulang kejahatan yang dilakukan orang yang disalibkan. Bahkan semua murid-Nya pun menyangkali Yesus, sekalipun Ia tidak bersalah. Semua penderitaan ini dijalani Yesus dengan sabar untuk menebus dosa umat manusia. Kristus mengingatkan kita untuk menyangkal diri dan memikul salib demi mengikut-Nya dalam situasi apapun (Matius 16:24), memberitakan salib sebagai simbol cinta kasih-Nya, tanpa protes maupun mengeluh.</p> <p style="text-align: justify;">*Setelah khotbah berakhir, kebaktian dilanjutkan dengan doa syafaat dan sakramen perjamuan kudus.&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org/" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Dengan tema “Hidup Bersinar Saat Gelap Tersalib,” kebaktian Jumat Agung berlangsung dengan hikmat dan khusyuk, walaupun jemaat yang hadir terbatas. Untuk hadir secara <em>onsite,</em> jemaat melakukan reservasi terlebih dahulu, dan diminta untuk memasang aplikasi PeduliLindungi, agar dapat memindai <em>barcode</em> untuk <em>check in</em>. Sesampai di gedung gereja, jemaat diminta untuk menyebutkan nama yang sudah didaftarkan sebelumnya, dan dipersilakan untuk memilih tempat duduk sesuai keinginan. Dalam memberikan persembahan, jemaat dapat memasukkannya ke dalam amplop yang dibagikan, atau bisa juga langsung memindai <em>barcode</em> rekening GKI GS. Keduanya bertujuan untuk mengurangi kontak fisik dengan uang tunai.</p> <p style="text-align: justify;">Rangkaian acara tidak jauh berbeda dari Jumat Agung di tahun sebelumnya. Sebelum acara dimulai, ada beberapa pengumuman seperti Paskah Komisi Anak, Paskah Youth Ministry, maupun berita dukacita. Tak lupa, diingatkan kembali akan tata cara ibadah <em>online. </em></p> <p style="text-align: justify;">Khotbah Jumat Agung tahun ini diambil dari Yohanes 18:33-40, 19:1-8, 17-22, 28-30. Semuanya menceritakan tentang kesengsaraan Tuhan Yesus, dimulai sejak dibebaskannya Barabas, proses penyaliban, hingga pk. 15.00, saat di mana Tuhan Yesus mengalami kematian. Dalam memeringati Jumat Agung, jemaat di Filipina rela bertelanjang kaki dan dicambuk tubuhnya. Sepuluh orang di antaranya bahkan dipakukan ke kayu salib hingga berdarah-darah. Semua dilakukan untuk mengenang penderitaan Kristus dalam menyelamatkan umat manusia. Bagaimana seharusnya umat percaya memeringati dan mengenang Jumat Agung?</p> <p style="text-align: justify;">Kitab Yohanes menggambarkan Yesus sebagai raja yang sejati. Percakapan Yesus dengan Pilatus menekankan status Yesus sebagai raja. Penginjil Yohanes mengatakan, bahwa Yesus adalah raja orang Yahudi. Ia bahkan dielu-elukan sebagai raja begitu memasuki kota Yerusalem, dan cara penguburanNya pun dilakukan dengan cara penguburan seorang raja. Didesak menjadi raja politis (Yohanes 6:15), Yesus menyatakan bahwa Ia adalah raja dari kerajaan yang berbeda, yaitu kerajaan yang dilimpahi kebenaran, penuh dengan shalom Allah, kedamaian, keselamatan Allah, tanpa kekerasan, serta penuh cinta kasih.</p> <p style="text-align: justify;">Pilatus mengambil keputusan yang salah dalam menangani Tuhan Yesus Kristus. Bagaimana dengan kita? Siapakah raja dalam kehidupan kita? Apakah hobi, keluarga, harta benda, kekayaan, pekerjaan, atau pelayanan kita? Apa yang menghalangi kita untuk taat kepada Yesus? Ia telah memberikan hidupNya untuk kita. Kita pun seharusnya mendemonstrasikan kebenaran Allah dalam setiap tingkah laku kita.</p> <p style="text-align: justify;">Ada dua cara proses penyesahan yang berlaku saat itu, yaitu secara Romawi dan Yahudi. Bila menggunakan cara Yahudi, orang hukuman itu akan dicambuk maksimal empat puluh kali. Bila disesah dengan metode Romawi, ia akan dicambuk tanpa belas kasihan hingga tentara yang bertugas mengalami kelelahan. Cara Romawi inilah yang Yesus alami. Setelah itu, Ia dipakaikan mahkota duri yang sangat menekan dan menancap, hingga darah-Nya menetes, juga dipakaikan jubah ungu yang bertujuan untuk mengejekNya. Kemudian Yesus memapah salib yang kasar, walau tubuh-Nya telah penuh luka bekas cambukan, menuju Bukit Tengkorak, atau dalam Bahasa Ibrani disebut Golgota, melalui rute yang panjang dan tidak menentu. Mengapa rutenya tidak ditentukan? Hal itu dilakukan untuk memberikan efek jera, supaya tidak ada yang mengulang kejahatan yang dilakukan orang yang disalibkan. Bahkan semua murid-Nya pun menyangkali Yesus, sekalipun Ia tidak bersalah. Semua penderitaan ini dijalani Yesus dengan sabar untuk menebus dosa umat manusia. Kristus mengingatkan kita untuk menyangkal diri dan memikul salib demi mengikut-Nya dalam situasi apapun (Matius 16:24), memberitakan salib sebagai simbol cinta kasih-Nya, tanpa protes maupun mengeluh.</p> <p style="text-align: justify;">*Setelah khotbah berakhir, kebaktian dilanjutkan dengan doa syafaat dan sakramen perjamuan kudus.&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> As Time Goes By 2022-09-21T13:17:23+07:00 2022-09-21T13:17:23+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/as-time-goes-by Monica Horezki monicahorezki143@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org/" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Pada tanggal 16 Juli 2022, Komisi Pasutri GKI Gading Serpong mengadakan persekutuan pasutri secara onsite. Dengan mengambil tempat di aula lantai 6 SMAK Penabur Gading Serpong, acara Persekutuan Pasutri diadakan mulai dari pk. 17.00 -19.30, dengan mengambil tema <em>“As Time Goes By,</em>” dibawakan oleh pasangan suami isteri Pdt. Em. Henry Efferin dan ibu Lily Efferin. Acara ini dihadiri oleh seratus dua puluh sembilan orang. Antusiasme peserta untuk dapat mengikuti persekutuan secara online dapat dirasakan dengan banyaknya jumlah pendaftar. Namun demikian, pengurus Komisi Pasutri tetap memperhatikan standar prokes yang berlaku. Dengan cara membawakan yang menarik dan interaktif, semua peserta mendapat berkat melalui Firman Tuhan yang diberikan. Adapun pembahasan materi ini terbagi dalam dua sesi.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/as-time-goes-by" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org/" alt=""></p><p style="text-align: justify;">Pada tanggal 16 Juli 2022, Komisi Pasutri GKI Gading Serpong mengadakan persekutuan pasutri secara onsite. Dengan mengambil tempat di aula lantai 6 SMAK Penabur Gading Serpong, acara Persekutuan Pasutri diadakan mulai dari pk. 17.00 -19.30, dengan mengambil tema <em>“As Time Goes By,</em>” dibawakan oleh pasangan suami isteri Pdt. Em. Henry Efferin dan ibu Lily Efferin. Acara ini dihadiri oleh seratus dua puluh sembilan orang. Antusiasme peserta untuk dapat mengikuti persekutuan secara online dapat dirasakan dengan banyaknya jumlah pendaftar. Namun demikian, pengurus Komisi Pasutri tetap memperhatikan standar prokes yang berlaku. Dengan cara membawakan yang menarik dan interaktif, semua peserta mendapat berkat melalui Firman Tuhan yang diberikan. Adapun pembahasan materi ini terbagi dalam dua sesi.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/as-time-goes-by" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Allah adalah Gunung Batuku 2021-10-15T16:34:41+07:00 2021-10-15T16:34:41+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/allah-adalah-gunung-batuku Eko Sulistiyono eko1sulistiyono@gmail.com <p style="line-height: 1.2; text-align: center;"><b><span style="font-size: 14pt; font-family: Calibri, sans-serif; color: #000000; background-color: transparent; font-variant: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">Allah adalah Gunung Batuku</span></b>&nbsp;</p> <p style="line-height: 1.2; text-align: center;"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif; color: #000000; background-color: transparent; font-weight: 400; font-variant: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">Teks: Tjhia Yen Nie</span></p> <p>&nbsp;<img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/Redaksi_Majalah_Anugerah/Edisi_14/gabriel-tovar-MV118NdLwDI-unsplash.jpg" alt="gabriel tovar MV118NdLwDI unsplash" width="563" height="375" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left;" /></p> <p style="line-height: 1.2; text-align: center;"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif; color: #000000; background-color: transparent; font-weight: 400; font-variant: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">Tuhan adalah terangku dan keselamatanku, Tuhan itu benteng hidupku. Pada siapakah ‘ku kan gentar? (Mazmur 27:1)</span>&nbsp;</p> <p style="line-height: 1.2; text-indent: 36pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif; color: #000000; background-color: transparent; font-weight: 400; font-variant: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">Alunan Mazmur 27 ini begitu menghangatkan, karena saat saya mendengarkan lagu ini, sang penyanyi baru saja berpulang ke rumah Bapa, setelah berjuang melawan virus COVID-19.&nbsp; Patriciana Novida, kakak dari teman kelompok kecil saya, seseorang yang tidak saya kenal, namun alunan suaranya membuat saya membaca Mazmur ini berulang-ulang.</span></p> <p style="line-height: 1.2; text-indent: 36pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif; color: #000000; background-color: transparent; font-weight: 400; font-variant: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">Siapa yang tak gentar menghadapi pandemi yang sedang kita hadapi? Satu per satu sahabat dan kerabat dikabarkan sakit, bahkan beberapa kembali ke pangkuan Bapa.&nbsp; Beberapa kawan dikabarkan terdampak secara ekonomi, menghadapi kelesuan bisnis, sampai pemutusan hubungan kerja. Betapa tidak keadaan ini membuat kita semua gentar?</span></p> <p style="line-height: 1.2; text-indent: 36pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif; color: #000000; background-color: transparent; font-weight: 400; font-variant: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">Namun alunan Mazmur ini mengatakan, “Walau tentara mengepungku, tidak akan takutlah hatiku.&nbsp; Walau berperang melawanku, sungguh percayaku tetap!”</span></p> <p style="line-height: 1.2; text-indent: 36pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif; color: #000000; background-color: transparent; font-weight: 400; font-variant: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">Siapa saja dapat terkena virus Covid-19, orang percaya maupun tidak percaya.&nbsp; Mereka yang mengasihi Tuhan, maupun mereka yang tidak percaya Tuhan.&nbsp; Namun kita bisa melihat bahwa iman kepada Sang Pencipta, membuat kita memiliki kekuatan untuk menghalau kegentaran apa pun, termasuk jika ternyata kita pun harus kembali kepada Bapa, seperti penyanyi yang melantunkan Mazmur ini.&nbsp; Dan iman itu laksana secercah cahaya yang tidak akan padam, walaupun tubuh adalah fana.</span></p> <p style="line-height: 1.2; text-indent: 36pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif; color: #000000; background-color: transparent; font-weight: 400; font-variant: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">Dalam Filipi 1: 21-22a dikatakan, “Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah.”&nbsp; Ada yang sakit, kemudian meninggal dunia.&nbsp; Ada yang sakit, kemudian menjadi sembuh.&nbsp; Apa pun yang terjadi dalam hidup kita, janganlah gentar, karena Allah adalah gunung batu kita.&nbsp; Namun seperti yang dikatakan Paulus, jika kita hidup di dalam dunia ini, berarti kita harus berbuah. Kita dituntut untuk bertanggung jawab atas napas hidup yang sudah Tuhan beri.&nbsp; Dan ternyata jika kita harus mati, itu pun bukan hal yang merugikan, karena ternyata mati bagi anak-anak Tuhan adalah sebuah keuntungan.</span></p> <p style="line-height: 1.2; text-indent: 36pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif; color: #000000; background-color: transparent; font-weight: 400; font-variant: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">Dalam Mazmur 18:2, Daud berseru: “Ya TUHAN, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku, Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku!”</span></p> <p style="line-height: 1.2; text-indent: 36pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif; color: #000000; background-color: transparent; font-weight: 400; font-variant: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">Marilah kita berlindung hanya pada Dia, Sang Gunung Batu.&nbsp; Tetap setia, walau yang terburuk di mata manusia pun terjadi dalam hidup kita. Jangan gentar.&nbsp; Seperti alunan Mazmur 27 yang menegaskan, “Tuhan adalah terangku dan keselamatanku, Tuhan itu benteng hidupku.&nbsp; Pada siapakah ‘ku kan gentar?</span></p> <p><br /><br /></p> <p style="line-height: 1.2; text-align: center;"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif; color: #000000; background-color: transparent; font-weight: 400; font-variant: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">Sinar Cahaya</span></p> <p style="line-height: 1.2; text-align: center;"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif; color: #000000; background-color: transparent; font-weight: 400; font-variant: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">Oleh: Merry Srifatmadewi</span></p> <p>&nbsp;</p> <p style="line-height: 1.2; text-align: center;"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif; color: #000000; background-color: transparent; font-weight: 400; font-variant: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">Satu per satu pulang tanpa izin</span></p> <p style="line-height: 1.2; text-align: center;"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif; color: #000000; background-color: transparent; font-weight: 400; font-variant: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">Tak ada kata perpisahan</span></p> <p style="line-height: 1.2; text-align: center;"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif; color: #000000; background-color: transparent; font-weight: 400; font-variant: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">Tanpa sanak saudara mengiringi</span></p> <p style="line-height: 1.2; text-align: center;"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif; color: #000000; background-color: transparent; font-weight: 400; font-variant: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">Semua terdiam dalam bekunya batin</span></p> <p>&nbsp;</p> <p style="line-height: 1.2; text-align: center;"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif; color: #000000; background-color: transparent; font-weight: 400; font-variant: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">Terbaring dalam sepi</span></p> <p style="line-height: 1.2; text-align: center;"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif; color: #000000; background-color: transparent; font-weight: 400; font-variant: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">Sendiri senyap dalam galau</span></p> <p style="line-height: 1.2; text-align: center;"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif; color: #000000; background-color: transparent; font-weight: 400; font-variant: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">Denting bel maut menunggu</span></p> <p style="line-height: 1.2; text-align: center;"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif; color: #000000; background-color: transparent; font-weight: 400; font-variant: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">Saatnya hampir tiba</span></p> <p>&nbsp;</p> <p style="line-height: 1.2; text-align: center;"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif; color: #000000; background-color: transparent; font-weight: 400; font-variant: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">Sirene meraung-raung</span></p> <p style="line-height: 1.2; text-align: center;"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif; color: #000000; background-color: transparent; font-weight: 400; font-variant: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">Entah siapa yang dibawa</span></p> <p style="line-height: 1.2; text-align: center;"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif; color: #000000; background-color: transparent; font-weight: 400; font-variant: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">Cahaya terang menerangi&nbsp;</span></p> <p style="line-height: 1.2; text-align: center;"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif; color: #000000; background-color: transparent; font-weight: 400; font-variant: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">Mengulurkan tangan-Nya</span></p> <p>&nbsp;</p> <p style="line-height: 1.2; text-align: center;"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif; color: #000000; background-color: transparent; font-weight: 400; font-variant: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">Melepaskan derita di bumi</span></p> <p style="line-height: 1.2; text-align: center;"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif; color: #000000; background-color: transparent; font-weight: 400; font-variant: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">Tiada lagi sedih dan sakit</span></p> <p style="line-height: 1.2; text-align: center;"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif; color: #000000; background-color: transparent; font-weight: 400; font-variant: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">Untuk menyanyikan lagu pujian</span></p> <p style="line-height: 1.2; text-align: center;"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif; color: #000000; background-color: transparent; font-weight: 400; font-variant: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">Bersama para malak.</span></p> <p><br /><br /></p> <p style="line-height: 1.2; text-align: center;"><i><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif; color: #000000; background-color: transparent; font-weight: 400; font-variant: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">Rest in Peace</span></i><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif; color: #000000; background-color: transparent; font-weight: 400; font-variant: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">, Anne Novida. Bernyanyilah bersama para malak Surgawi.&nbsp;</span></p> <p style="line-height: 1.2; text-align: center;"><b><span style="font-size: 14pt; font-family: Calibri, sans-serif; color: #000000; background-color: transparent; font-variant: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">Allah adalah Gunung Batuku</span></b>&nbsp;</p> <p style="line-height: 1.2; text-align: center;"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif; color: #000000; background-color: transparent; font-weight: 400; font-variant: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">Teks: Tjhia Yen Nie</span></p> <p>&nbsp;<img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/Redaksi_Majalah_Anugerah/Edisi_14/gabriel-tovar-MV118NdLwDI-unsplash.jpg" alt="gabriel tovar MV118NdLwDI unsplash" width="563" height="375" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left;" /></p> <p style="line-height: 1.2; text-align: center;"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif; color: #000000; background-color: transparent; font-weight: 400; font-variant: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">Tuhan adalah terangku dan keselamatanku, Tuhan itu benteng hidupku. Pada siapakah ‘ku kan gentar? (Mazmur 27:1)</span>&nbsp;</p> <p style="line-height: 1.2; text-indent: 36pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif; color: #000000; background-color: transparent; font-weight: 400; font-variant: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">Alunan Mazmur 27 ini begitu menghangatkan, karena saat saya mendengarkan lagu ini, sang penyanyi baru saja berpulang ke rumah Bapa, setelah berjuang melawan virus COVID-19.&nbsp; Patriciana Novida, kakak dari teman kelompok kecil saya, seseorang yang tidak saya kenal, namun alunan suaranya membuat saya membaca Mazmur ini berulang-ulang.</span></p> <p style="line-height: 1.2; text-indent: 36pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif; color: #000000; background-color: transparent; font-weight: 400; font-variant: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">Siapa yang tak gentar menghadapi pandemi yang sedang kita hadapi? Satu per satu sahabat dan kerabat dikabarkan sakit, bahkan beberapa kembali ke pangkuan Bapa.&nbsp; Beberapa kawan dikabarkan terdampak secara ekonomi, menghadapi kelesuan bisnis, sampai pemutusan hubungan kerja. Betapa tidak keadaan ini membuat kita semua gentar?</span></p> <p style="line-height: 1.2; text-indent: 36pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif; color: #000000; background-color: transparent; font-weight: 400; font-variant: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">Namun alunan Mazmur ini mengatakan, “Walau tentara mengepungku, tidak akan takutlah hatiku.&nbsp; Walau berperang melawanku, sungguh percayaku tetap!”</span></p> <p style="line-height: 1.2; text-indent: 36pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif; color: #000000; background-color: transparent; font-weight: 400; font-variant: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">Siapa saja dapat terkena virus Covid-19, orang percaya maupun tidak percaya.&nbsp; Mereka yang mengasihi Tuhan, maupun mereka yang tidak percaya Tuhan.&nbsp; Namun kita bisa melihat bahwa iman kepada Sang Pencipta, membuat kita memiliki kekuatan untuk menghalau kegentaran apa pun, termasuk jika ternyata kita pun harus kembali kepada Bapa, seperti penyanyi yang melantunkan Mazmur ini.&nbsp; Dan iman itu laksana secercah cahaya yang tidak akan padam, walaupun tubuh adalah fana.</span></p> <p style="line-height: 1.2; text-indent: 36pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif; color: #000000; background-color: transparent; font-weight: 400; font-variant: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">Dalam Filipi 1: 21-22a dikatakan, “Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah.”&nbsp; Ada yang sakit, kemudian meninggal dunia.&nbsp; Ada yang sakit, kemudian menjadi sembuh.&nbsp; Apa pun yang terjadi dalam hidup kita, janganlah gentar, karena Allah adalah gunung batu kita.&nbsp; Namun seperti yang dikatakan Paulus, jika kita hidup di dalam dunia ini, berarti kita harus berbuah. Kita dituntut untuk bertanggung jawab atas napas hidup yang sudah Tuhan beri.&nbsp; Dan ternyata jika kita harus mati, itu pun bukan hal yang merugikan, karena ternyata mati bagi anak-anak Tuhan adalah sebuah keuntungan.</span></p> <p style="line-height: 1.2; text-indent: 36pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif; color: #000000; background-color: transparent; font-weight: 400; font-variant: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">Dalam Mazmur 18:2, Daud berseru: “Ya TUHAN, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku, Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku!”</span></p> <p style="line-height: 1.2; text-indent: 36pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif; color: #000000; background-color: transparent; font-weight: 400; font-variant: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">Marilah kita berlindung hanya pada Dia, Sang Gunung Batu.&nbsp; Tetap setia, walau yang terburuk di mata manusia pun terjadi dalam hidup kita. Jangan gentar.&nbsp; Seperti alunan Mazmur 27 yang menegaskan, “Tuhan adalah terangku dan keselamatanku, Tuhan itu benteng hidupku.&nbsp; Pada siapakah ‘ku kan gentar?</span></p> <p><br /><br /></p> <p style="line-height: 1.2; text-align: center;"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif; color: #000000; background-color: transparent; font-weight: 400; font-variant: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">Sinar Cahaya</span></p> <p style="line-height: 1.2; text-align: center;"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif; color: #000000; background-color: transparent; font-weight: 400; font-variant: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">Oleh: Merry Srifatmadewi</span></p> <p>&nbsp;</p> <p style="line-height: 1.2; text-align: center;"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif; color: #000000; background-color: transparent; font-weight: 400; font-variant: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">Satu per satu pulang tanpa izin</span></p> <p style="line-height: 1.2; text-align: center;"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif; color: #000000; background-color: transparent; font-weight: 400; font-variant: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">Tak ada kata perpisahan</span></p> <p style="line-height: 1.2; text-align: center;"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif; color: #000000; background-color: transparent; font-weight: 400; font-variant: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">Tanpa sanak saudara mengiringi</span></p> <p style="line-height: 1.2; text-align: center;"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif; color: #000000; background-color: transparent; font-weight: 400; font-variant: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">Semua terdiam dalam bekunya batin</span></p> <p>&nbsp;</p> <p style="line-height: 1.2; text-align: center;"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif; color: #000000; background-color: transparent; font-weight: 400; font-variant: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">Terbaring dalam sepi</span></p> <p style="line-height: 1.2; text-align: center;"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif; color: #000000; background-color: transparent; font-weight: 400; font-variant: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">Sendiri senyap dalam galau</span></p> <p style="line-height: 1.2; text-align: center;"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif; color: #000000; background-color: transparent; font-weight: 400; font-variant: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">Denting bel maut menunggu</span></p> <p style="line-height: 1.2; text-align: center;"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif; color: #000000; background-color: transparent; font-weight: 400; font-variant: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">Saatnya hampir tiba</span></p> <p>&nbsp;</p> <p style="line-height: 1.2; text-align: center;"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif; color: #000000; background-color: transparent; font-weight: 400; font-variant: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">Sirene meraung-raung</span></p> <p style="line-height: 1.2; text-align: center;"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif; color: #000000; background-color: transparent; font-weight: 400; font-variant: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">Entah siapa yang dibawa</span></p> <p style="line-height: 1.2; text-align: center;"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif; color: #000000; background-color: transparent; font-weight: 400; font-variant: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">Cahaya terang menerangi&nbsp;</span></p> <p style="line-height: 1.2; text-align: center;"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif; color: #000000; background-color: transparent; font-weight: 400; font-variant: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">Mengulurkan tangan-Nya</span></p> <p>&nbsp;</p> <p style="line-height: 1.2; text-align: center;"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif; color: #000000; background-color: transparent; font-weight: 400; font-variant: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">Melepaskan derita di bumi</span></p> <p style="line-height: 1.2; text-align: center;"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif; color: #000000; background-color: transparent; font-weight: 400; font-variant: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">Tiada lagi sedih dan sakit</span></p> <p style="line-height: 1.2; text-align: center;"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif; color: #000000; background-color: transparent; font-weight: 400; font-variant: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">Untuk menyanyikan lagu pujian</span></p> <p style="line-height: 1.2; text-align: center;"><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif; color: #000000; background-color: transparent; font-weight: 400; font-variant: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">Bersama para malak.</span></p> <p><br /><br /></p> <p style="line-height: 1.2; text-align: center;"><i><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif; color: #000000; background-color: transparent; font-weight: 400; font-variant: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">Rest in Peace</span></i><span style="font-size: 11pt; font-family: Calibri, sans-serif; color: #000000; background-color: transparent; font-weight: 400; font-variant: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">, Anne Novida. Bernyanyilah bersama para malak Surgawi.&nbsp;</span></p> Kiat-kiat ISOMAN yang Baik dan Benar 2021-06-28T09:59:43+07:00 2021-06-28T09:59:43+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/kiat-kiat-isoman-yang-baik-dan-benar Web Master webmaster@gkigadingserpong.org <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/Artikel/liputan/ProtokolIsolasiMandiriCovid-19_DrMayaMandangWaloni_KomisiKesehatanGKIGS.jpg" alt="Kiat-kiat ISOMAN yang Baik dan Benar | dr. Maya | Forum Grup Diskusi | Komisi Kesehatan GKI GS"></p><p>Berikut materi Forum Grup Diskusi yang dilaksanakan Komisi Kesehatan GKI Gading Serpong dengan topik: Kiat-kiat ISOMAN yang Baik dan Benar, oleh dr. Maya Mandang Wahloni pada 27 Juni 2021, dengan moderator dr. Rio Hermanto, serta materi Panduan Isolasi Mandiri Pasien Covid-19 RSCM.</p> <p><span class="hide_attachments_token">{attachments}</span></p> <br/> <h4>Video</h4> <div class="embed-responsive embed-responsive-16by9"><iframe src="https://www.youtube.com/embed/XQ966QSE8ss" width="" height="" class="embed-responsive-item" allowfullscreen="allowfullscreen" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture"></iframe></div> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/Artikel/liputan/ProtokolIsolasiMandiriCovid-19_DrMayaMandangWaloni_KomisiKesehatanGKIGS.jpg" alt="Kiat-kiat ISOMAN yang Baik dan Benar | dr. Maya | Forum Grup Diskusi | Komisi Kesehatan GKI GS"></p><p>Berikut materi Forum Grup Diskusi yang dilaksanakan Komisi Kesehatan GKI Gading Serpong dengan topik: Kiat-kiat ISOMAN yang Baik dan Benar, oleh dr. Maya Mandang Wahloni pada 27 Juni 2021, dengan moderator dr. Rio Hermanto, serta materi Panduan Isolasi Mandiri Pasien Covid-19 RSCM.</p> <p><span class="hide_attachments_token">{attachments}</span></p> <br/> <h4>Video</h4> <div class="embed-responsive embed-responsive-16by9"><iframe src="https://www.youtube.com/embed/XQ966QSE8ss" width="" height="" class="embed-responsive-item" allowfullscreen="allowfullscreen" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture"></iframe></div> Bincang Kesehatan Dengan dr. Royman Christian Pahala Simanjuntak, SpBTKV : Komorbiditas dengan Komplikasi Covid-19 2020-06-11T09:21:41+07:00 2020-06-11T09:21:41+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/bincang-kesehatan-dengan-dr-royman-christian-pahala-simanjuntak-spbtkv-komorbiditas-dengan-komplikasi-covid-19 Web Master webmaster@gkigadingserpong.org <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/Artikel/liputan/BincangKesehatan_drRoymanChristianPahalaSimanjuntakSpBTKV_KomorbiditasDenganKomplikasiCovid-19.jpg" alt="dr. Royman Christian Pahala Simanjuntak, SpBTKV : Komorbiditas dengan Komplikasi Covid-19"></p><p>Di halaman ini anda dapat unduh materi presentasi kegiatan Bincang Kesehatan dengan dr. Royman : Komorbiditas dengan Komplikasi Covid-19 yang diadakan oleh GKI Gading Serpong pada 10 Juni 2020.</p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/Artikel/liputan/BincangKesehatan_drRoymanChristianPahalaSimanjuntakSpBTKV_KomorbiditasDenganKomplikasiCovid-19.jpg" alt="dr. Royman Christian Pahala Simanjuntak, SpBTKV : Komorbiditas dengan Komplikasi Covid-19"></p><p>Di halaman ini anda dapat unduh materi presentasi kegiatan Bincang Kesehatan dengan dr. Royman : Komorbiditas dengan Komplikasi Covid-19 yang diadakan oleh GKI Gading Serpong pada 10 Juni 2020.</p> Panduan COVID-19 2020-04-07T21:55:25+07:00 2020-04-07T21:55:25+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/gkigs-panduan-covid19 Suryadiputra Liawatimena s.liawatimena@yahoo.com <p>Panduan COVID-19: Gejala Klinis & Alur Tata Laksana (PDF, 22 halaman).</p> <p>Mohon Jemaat dan Simpatisan GKI Gading Serpong bersedia melakukan Checklist Screening COVID-19 pada <a href="http://bit.ly/ChecklistScreeningCOVID19" target="_blank" rel="noopener">http://bit.ly/ChecklistScreeningCOVID19</a></p> <p>Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya. Tuhan Yesus memberkati dan melindungi kita semua melewati masa wabah COVID-19 ini.<br /><img style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left;" src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/Covid19cover.jpg" alt="Covid19cover" width="643" height="361" /></p> <p>Panduan COVID-19: Gejala Klinis & Alur Tata Laksana (PDF, 22 halaman).</p> <p>Mohon Jemaat dan Simpatisan GKI Gading Serpong bersedia melakukan Checklist Screening COVID-19 pada <a href="http://bit.ly/ChecklistScreeningCOVID19" target="_blank" rel="noopener">http://bit.ly/ChecklistScreeningCOVID19</a></p> <p>Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya. Tuhan Yesus memberkati dan melindungi kita semua melewati masa wabah COVID-19 ini.<br /><img style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left;" src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/Covid19cover.jpg" alt="Covid19cover" width="643" height="361" /></p> Christmas Garage Sale di Momen Natal Kami 2020-02-20T16:32:25+07:00 2020-02-20T16:32:25+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/christmas-garage-sale-di-momen-natal-kami Lydia Kurniawati lydia.kurniawati@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/2019GarageSale/20200220GarageSale-8.jpg" alt=""></p><p><i>Garage Sale</i>...</p> <p>Apa <i>sih</i> yang terbersit di pikiran kita ketika mendengarnya?</p> <p>Ya, kegiatan menjual barang-barang bekas yang masih layak pakai. Kalau di sini, kita kenal dengan istilah <i>cuci gudang</i>.</p> <p>Lalu, bagaimana jika kegiatan ini dilakukan di gereja?</p> <p>Sedikit bercerita, inilah kegiatan yang sempat saya lakukan berdua dengan teman saya pada momen Natal tahun lalu.</p> <p>Kegiatan ini merupakan kegiatan kami pribadi, yang dinaungi oleh CWP (<i>Creative Working Place</i>), yaitu sebuah wadah bagi kami, kaum muda, untuk mempersiapkan masa depan kami. Jadi <i>Christmas Garage Sale</i> ini kami adakan sebagai ajang menimba pengalaman untuk memasuki dunia kerja. Lewat kegiatan ini, kami dapat belajar cara mengurus perizinan untuk mengadakan kegiatan di suatu tempat, mempersiapkan apa saja yang diperlukan agar kegiatan dapat berjalan dengan baik, cara memasarkan <i>event</i> maupun produk yang kami jual, cara menentukan harga, melayani konsumen, mengelola pendapatan, mengatur waktu, dan yang terpenting, bagaimana kami dapat meminta petunjuk serta berserah kepada Tuhan.</p> <p>Awalnya, ide diadakannya <i>Christmas Garage Sale</i> ini tercetus dari pembina profesi kami, mengingat saat itu Natal akan segera tiba. Oleh karena kami begitu antusias dengan kegiatan ini, maka kami pun segera mempersiapkan segala sesuatunya. Kami mulai mengurus segala perizinannya, meminta bantuan kepada teman-teman yang dapat membantu kami saat hari H, dan masih banyak lainnya.</p> <p>Pertama-tama, kami membuka <i>booth</i> bagi jemaat yang ingin menitipkan barangnya untuk kami jual, sebab dalam kegiatan ini kami menjual barang-barang orang lain, baik yang akan menerima komisi dari penjualan tersebut, ataupun yang akan menyalurkan keuntungan penjualannya bagi gereja dan mereka yang membutuhkan. Setelah seminggu penuh menerima barang-barang yang akan dititipkan, kami pun mulai berjualan. Selama dua minggu, seusai kebaktian umum kedua, kami menjual barang-barang yang dititipkan kepada kami. Di sini banyak pula jemaat yang ingin menyisihkan sebagian berkatnya bagi mereka yang membutuhkan.</p> <p>Kegiatan kami tak berhenti di situ, sebab beberapa orang lalu kembali menyumbangkan barang-barangnya untuk kami jual, sementara hasil penjualannya akan didonasikan. Oleh sebab itu, pada tanggal 18 Januari 2020 yang lalu, kami pun kembali mengadakan penjualan, namun kali ini penjualan kami berbentuk bazar murah, yang kami adakan di Tenjo.</p> <p>Puji Tuhan, semua dapat berjalan dengan baik. Tepat pada tanggal 8 Februari 2020 lalu, kami telah melakukan kunjungan sekaligus mendonasikan hasil penjualan barang-barang tersebut ke Panti Mekar Lestari, BSD. Dalam kunjungan inipun, kami berbagi kasih bersama beberapa teman-teman kami dari KDM GKI Gading Serpong. Bersyukur semua anak dapat bersukacita dan merasakan kasih Tuhan yang begitu besar.</p> <p>Semua proses yang telah kami lalui sesungguhnya tidaklah mudah, namun kami bersyukur, karena Tuhan selalu memimpin dalam setiap proses yang telah kami berdua lalui. Sebab jika bukan karena pimpinan-Nya, tidak akan mungkin kami dapat membuka kesempatan bagi jemaat untuk berpartisipasi dan berjualan di gereja, serta berbagi berkat kepada anak-anak di panti asuhan.</p> <p>Demikianlah sebagian kasih Tuhan yang dapat kami bagikan. Semoga kita dapat terus merasakan kasih Tuhan yang begitu besar dalam hidup kita.</p> <p>&nbsp;</p> <p>{gallery}2019GarageSale{/gallery}</p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/galleryphoto/2019GarageSale/20200220GarageSale-8.jpg" alt=""></p><p><i>Garage Sale</i>...</p> <p>Apa <i>sih</i> yang terbersit di pikiran kita ketika mendengarnya?</p> <p>Ya, kegiatan menjual barang-barang bekas yang masih layak pakai. Kalau di sini, kita kenal dengan istilah <i>cuci gudang</i>.</p> <p>Lalu, bagaimana jika kegiatan ini dilakukan di gereja?</p> <p>Sedikit bercerita, inilah kegiatan yang sempat saya lakukan berdua dengan teman saya pada momen Natal tahun lalu.</p> <p>Kegiatan ini merupakan kegiatan kami pribadi, yang dinaungi oleh CWP (<i>Creative Working Place</i>), yaitu sebuah wadah bagi kami, kaum muda, untuk mempersiapkan masa depan kami. Jadi <i>Christmas Garage Sale</i> ini kami adakan sebagai ajang menimba pengalaman untuk memasuki dunia kerja. Lewat kegiatan ini, kami dapat belajar cara mengurus perizinan untuk mengadakan kegiatan di suatu tempat, mempersiapkan apa saja yang diperlukan agar kegiatan dapat berjalan dengan baik, cara memasarkan <i>event</i> maupun produk yang kami jual, cara menentukan harga, melayani konsumen, mengelola pendapatan, mengatur waktu, dan yang terpenting, bagaimana kami dapat meminta petunjuk serta berserah kepada Tuhan.</p> <p>Awalnya, ide diadakannya <i>Christmas Garage Sale</i> ini tercetus dari pembina profesi kami, mengingat saat itu Natal akan segera tiba. Oleh karena kami begitu antusias dengan kegiatan ini, maka kami pun segera mempersiapkan segala sesuatunya. Kami mulai mengurus segala perizinannya, meminta bantuan kepada teman-teman yang dapat membantu kami saat hari H, dan masih banyak lainnya.</p> <p>Pertama-tama, kami membuka <i>booth</i> bagi jemaat yang ingin menitipkan barangnya untuk kami jual, sebab dalam kegiatan ini kami menjual barang-barang orang lain, baik yang akan menerima komisi dari penjualan tersebut, ataupun yang akan menyalurkan keuntungan penjualannya bagi gereja dan mereka yang membutuhkan. Setelah seminggu penuh menerima barang-barang yang akan dititipkan, kami pun mulai berjualan. Selama dua minggu, seusai kebaktian umum kedua, kami menjual barang-barang yang dititipkan kepada kami. Di sini banyak pula jemaat yang ingin menyisihkan sebagian berkatnya bagi mereka yang membutuhkan.</p> <p>Kegiatan kami tak berhenti di situ, sebab beberapa orang lalu kembali menyumbangkan barang-barangnya untuk kami jual, sementara hasil penjualannya akan didonasikan. Oleh sebab itu, pada tanggal 18 Januari 2020 yang lalu, kami pun kembali mengadakan penjualan, namun kali ini penjualan kami berbentuk bazar murah, yang kami adakan di Tenjo.</p> <p>Puji Tuhan, semua dapat berjalan dengan baik. Tepat pada tanggal 8 Februari 2020 lalu, kami telah melakukan kunjungan sekaligus mendonasikan hasil penjualan barang-barang tersebut ke Panti Mekar Lestari, BSD. Dalam kunjungan inipun, kami berbagi kasih bersama beberapa teman-teman kami dari KDM GKI Gading Serpong. Bersyukur semua anak dapat bersukacita dan merasakan kasih Tuhan yang begitu besar.</p> <p>Semua proses yang telah kami lalui sesungguhnya tidaklah mudah, namun kami bersyukur, karena Tuhan selalu memimpin dalam setiap proses yang telah kami berdua lalui. Sebab jika bukan karena pimpinan-Nya, tidak akan mungkin kami dapat membuka kesempatan bagi jemaat untuk berpartisipasi dan berjualan di gereja, serta berbagi berkat kepada anak-anak di panti asuhan.</p> <p>Demikianlah sebagian kasih Tuhan yang dapat kami bagikan. Semoga kita dapat terus merasakan kasih Tuhan yang begitu besar dalam hidup kita.</p> <p>&nbsp;</p> <p>{gallery}2019GarageSale{/gallery}</p> Aksi Sosial KW GKI Gading Serpong 2020-01-06T21:39:28+07:00 2020-01-06T21:39:28+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/aksi-sosial-kw-gki-gading-serpong Lydia Kurniawati lydia.kurniawati@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/berita/20200106AksiSosialKWGKIGS1.jpg" alt=""></p><p>&nbsp;( Lianti, Adrian, Lisia, Rini Simbalu, Sianiwaty, Marina, Duma Aritonang, Rugun, Erna )</p> <p>&nbsp;</p> <p>Pada Hari Sabtu, 4 Januari 2020 jam 15.00, tim dari Komisi Dewasa Sie Wanita GKI Gading Serpong, berjumlah 8 orang, 2 sauber ( tenaga outsourcing) dan 2 supir telah melakukan aksi sosial pengumpulan sumbangan dari jemaat GKI Gading Serpong dan<span class="Apple-converted-space">&nbsp; </span>pengiriman bantuan tersebut untuk membantu korban banjir RT 05/ RW 03 Kelurahan Pakulonan Barat (79 Kepala Keluarga).</p> <p>Bantuan diterima oleh Pak Andre, selaku Ketua RT 05,<span class="Apple-converted-space">&nbsp; </span>berupa: pakaian bekas layak pakai, paket yang berisi sabun cuci bubuk, sabun mandi, pewangi pakaian, shampoo, sikat gigi, karbol, mie instan, dan pembalut wanita.</p> <p>Bantuan dikumpulkan pada posko. Pak Chairul (Ketua Karang Taruna RW 03) mengantar tim untuk melihat lokasi-lokasi yang terkena bencana.</p> <p>&nbsp;</p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/berita/20200106AksiSosialKWGKIGS2.jpg" alt="20200106AksiSosialKWGKIGS2" width="400" height="600" style="margin-top: 0px; margin-bottom: 10px; float: left;"></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/berita/20200106AksiSosialKWGKIGS1.jpg" alt=""></p><p>&nbsp;( Lianti, Adrian, Lisia, Rini Simbalu, Sianiwaty, Marina, Duma Aritonang, Rugun, Erna )</p> <p>&nbsp;</p> <p>Pada Hari Sabtu, 4 Januari 2020 jam 15.00, tim dari Komisi Dewasa Sie Wanita GKI Gading Serpong, berjumlah 8 orang, 2 sauber ( tenaga outsourcing) dan 2 supir telah melakukan aksi sosial pengumpulan sumbangan dari jemaat GKI Gading Serpong dan<span class="Apple-converted-space">&nbsp; </span>pengiriman bantuan tersebut untuk membantu korban banjir RT 05/ RW 03 Kelurahan Pakulonan Barat (79 Kepala Keluarga).</p> <p>Bantuan diterima oleh Pak Andre, selaku Ketua RT 05,<span class="Apple-converted-space">&nbsp; </span>berupa: pakaian bekas layak pakai, paket yang berisi sabun cuci bubuk, sabun mandi, pewangi pakaian, shampoo, sikat gigi, karbol, mie instan, dan pembalut wanita.</p> <p>Bantuan dikumpulkan pada posko. Pak Chairul (Ketua Karang Taruna RW 03) mengantar tim untuk melihat lokasi-lokasi yang terkena bencana.</p> <p>&nbsp;</p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/berita/20200106AksiSosialKWGKIGS2.jpg" alt="20200106AksiSosialKWGKIGS2" width="400" height="600" style="margin-top: 0px; margin-bottom: 10px; float: left;"></p> Persekutuan Wanita 15 Agustus 2019 2019-08-19T14:55:47+07:00 2019-08-19T14:55:47+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/persekutuan-wanita-15-agustus-2019 Lydia Kurniawati lydia.kurniawati@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/berita/20190819PWanita-1.jpg" alt=""></p><p>Diliput oleh: Sianiwaty</p> <p>Persekutuan Wanita tanggal 15 Agustus 2019, jam 10.00 dimulai dengan renungan yang dibawakan oleh Hamba Tuhan Pdt. Santoni Ong, M.Th dengan tema: "Eratkan Persaudaraan, Tingkatkan Nilai Kebangsaan."</p> <p>Di hadiri 64 orang. Acara dilanjutkan dengan perlombaan memindahkan kacang kedelai dari mangkok ke piring dengan menggunakan sumpit dalam waktu 1 menit secara bergiliran. Pemenangnya adalah tim yang paling banyak berhasil memindahkan kacang kedelai.</p> <p>Lomba kedua adalah memasukkan paku ke dalam botol plastik dengan mengikatkan 6 buah tali pada pinggang dengan posisi membelakangi botol tersebut. Tim yang tercepat memasukkan paku adalah pemenangnya.</p> <p>&nbsp;Acara berlangsung dengan meriah, lancar dan penuh suka cita. Setiap jenis perlombaan ada 3 juara.</p> <p>Acara diakhiri dengan doa berkat dari Hamba Tuhan.</p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/berita/20190819PWanita-2.jpg" alt="20190819PWanita 2" width="600" height="400" style="margin: 0px auto 10px; display: block;"></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/berita/20190819PWanita-3.jpg" alt="20190819PWanita 3" width="600" height="400" style="margin: 0px auto 10px; display: block;"></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/berita/20190819PWanita-4.jpg" alt="20190819PWanita 4" width="600" height="400" style="margin: 0px auto 10px; display: block;"></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/berita/20190819PWanita-5.jpg" alt="20190819PWanita 5" width="600" height="400" style="margin: 0px auto 10px; display: block;"></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/berita/20190819PWanita-1.jpg" alt=""></p><p>Diliput oleh: Sianiwaty</p> <p>Persekutuan Wanita tanggal 15 Agustus 2019, jam 10.00 dimulai dengan renungan yang dibawakan oleh Hamba Tuhan Pdt. Santoni Ong, M.Th dengan tema: "Eratkan Persaudaraan, Tingkatkan Nilai Kebangsaan."</p> <p>Di hadiri 64 orang. Acara dilanjutkan dengan perlombaan memindahkan kacang kedelai dari mangkok ke piring dengan menggunakan sumpit dalam waktu 1 menit secara bergiliran. Pemenangnya adalah tim yang paling banyak berhasil memindahkan kacang kedelai.</p> <p>Lomba kedua adalah memasukkan paku ke dalam botol plastik dengan mengikatkan 6 buah tali pada pinggang dengan posisi membelakangi botol tersebut. Tim yang tercepat memasukkan paku adalah pemenangnya.</p> <p>&nbsp;Acara berlangsung dengan meriah, lancar dan penuh suka cita. Setiap jenis perlombaan ada 3 juara.</p> <p>Acara diakhiri dengan doa berkat dari Hamba Tuhan.</p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/berita/20190819PWanita-2.jpg" alt="20190819PWanita 2" width="600" height="400" style="margin: 0px auto 10px; display: block;"></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/berita/20190819PWanita-3.jpg" alt="20190819PWanita 3" width="600" height="400" style="margin: 0px auto 10px; display: block;"></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/berita/20190819PWanita-4.jpg" alt="20190819PWanita 4" width="600" height="400" style="margin: 0px auto 10px; display: block;"></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/berita/20190819PWanita-5.jpg" alt="20190819PWanita 5" width="600" height="400" style="margin: 0px auto 10px; display: block;"></p> Mengenali Generasi Milenia - SAAT Ministry Center 2019-07-08T11:08:24+07:00 2019-07-08T11:08:24+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/mengenali-generasi-milenia-saat-ministry-center Web Master webmaster@gkigadingserpong.org <p>Mengenali Generasi Milenia - SAAT Ministry Center</p> <p>Mengenali Generasi Milenia - SAAT Ministry Center</p> Menjadi Murid Kristus dalam Catatan yang Abadi 2019-07-03T13:10:47+07:00 2019-07-03T13:10:47+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/menjadi-murid-kristus-dalam-catatan-yang-abadi Lydia Kurniawati lydia.kurniawati@gmail.com <p><img style="margin: 0px auto 10px; display: block;" src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/galleryphoto/2019PelatihanPenulisan/20190703Nulis35.jpg" alt="20190703Nulis35" width="600" height="400" /></p> <p>&nbsp;</p> <p>Menjadi Murid Kristus dalam Catatan yang Abadi adalah judul Pelatihan Penulisan yang diadakan Komisi Perpustakaan, Publikasi dan Dokumentasi (KPPD) GKI Gading Serpong. Kegiatan ini dilakukan di ruang Matius, Griya Anugerah, pada Sabtu, 22 Juni 2019. Antusiasme jemaat, baik dari GKI Gading Serpong maupun GKI dan gereja lain, membuat peserta yang tadinya dibatasi 40, meluap menjadi 50 peserta yang hadir.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/menjadi-murid-kristus-dalam-catatan-yang-abadi" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img style="margin: 0px auto 10px; display: block;" src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/galleryphoto/2019PelatihanPenulisan/20190703Nulis35.jpg" alt="20190703Nulis35" width="600" height="400" /></p> <p>&nbsp;</p> <p>Menjadi Murid Kristus dalam Catatan yang Abadi adalah judul Pelatihan Penulisan yang diadakan Komisi Perpustakaan, Publikasi dan Dokumentasi (KPPD) GKI Gading Serpong. Kegiatan ini dilakukan di ruang Matius, Griya Anugerah, pada Sabtu, 22 Juni 2019. Antusiasme jemaat, baik dari GKI Gading Serpong maupun GKI dan gereja lain, membuat peserta yang tadinya dibatasi 40, meluap menjadi 50 peserta yang hadir.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/menjadi-murid-kristus-dalam-catatan-yang-abadi" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Sebuah Penantian 2019-06-22T09:05:40+07:00 2019-06-22T09:05:40+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/sebuah-penantian Web Master webmaster@gkigadingserpong.org <p>Dalam rangka menantikan hari Pentakosta 2019, selama 10 hari GKI Gading Serpong mengadakan acara Seri Bina Pra Pentakosta, untuk meneladani para rasul yang berkumpul, bersehati berdoa dan bertekun dalam pengajaran saat peristiwa menantikan turunnya Roh Kudus (Kis 1:12-14).</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/sebuah-penantian" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p>Dalam rangka menantikan hari Pentakosta 2019, selama 10 hari GKI Gading Serpong mengadakan acara Seri Bina Pra Pentakosta, untuk meneladani para rasul yang berkumpul, bersehati berdoa dan bertekun dalam pengajaran saat peristiwa menantikan turunnya Roh Kudus (Kis 1:12-14).</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/sebuah-penantian" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Karya Roh Kudus: Memberi Hidup Baru 2019-06-22T09:00:45+07:00 2019-06-22T09:00:45+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/karya-roh-kudus-memberi-hidup-baru Web Master webmaster@gkigadingserpong.org <p>Dalam perayaan Pentakosta, Minggu, 9 Juni 2019, ibadah di GKI Gading Serpong dilayani oleh Pdt. Sucianto Nugroho, dari GKKAI Jemaat Trenggilas, Mejoyo, Surabaya.&nbsp; Peristiwa Pentakosta&nbsp; dicatat dalam Kisah Para Rasul 2:1-21, bagaimana Roh Kudus turun, memenuhi para murid yang berkumpul di Yerusalem, kemudian para murid memberitakan perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah.&nbsp;</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/karya-roh-kudus-memberi-hidup-baru" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p>Dalam perayaan Pentakosta, Minggu, 9 Juni 2019, ibadah di GKI Gading Serpong dilayani oleh Pdt. Sucianto Nugroho, dari GKKAI Jemaat Trenggilas, Mejoyo, Surabaya.&nbsp; Peristiwa Pentakosta&nbsp; dicatat dalam Kisah Para Rasul 2:1-21, bagaimana Roh Kudus turun, memenuhi para murid yang berkumpul di Yerusalem, kemudian para murid memberitakan perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah.&nbsp;</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/karya-roh-kudus-memberi-hidup-baru" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Acara Kebersamaan PWK Hana dan GKI Gading Serpong 2018-11-12T13:49:37+07:00 2018-11-12T13:49:37+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/acara-kebersamaan-pwk-hana-dan-gki-gading-serpong Web Master webmaster@gkigadingserpong.org <p>Acara Kebersamaan di Panti Wreda Kristen (PWK) Hana adalah bentuk pelayanan dari GKI Gading Serpong, dimana hampir semua GKI Wilayah Jabar melayani secara bergantian setiap minggu di PWK Hana.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/acara-kebersamaan-pwk-hana-dan-gki-gading-serpong" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p>Acara Kebersamaan di Panti Wreda Kristen (PWK) Hana adalah bentuk pelayanan dari GKI Gading Serpong, dimana hampir semua GKI Wilayah Jabar melayani secara bergantian setiap minggu di PWK Hana.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/acara-kebersamaan-pwk-hana-dan-gki-gading-serpong" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Christmas Carol GKI Gading Serpong Desember 2017 2017-12-30T22:21:32+07:00 2017-12-30T22:21:32+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/christmas-carol-gki-gading-serpong-desember-2017 Lydia Kurniawati lydia.kurniawati@gmail.com <p>Christmas Carol 2017 GKI Gading Serpong dilakukan pada 2 Desember 2017 sampai dengan 17 Desember 2017. Berbagi kasih adalah hal yang kita teladani dari Sang Guru yang lahir di Betlehem 2000 tahun yang lalu. Menyambangi rumah-rumah jemaat, menyampaikan salam dan sukacita Natal karena Juru Selamat kita telah lahir.</p> <p>Secara serentak 10 wilayah GKI Gading Serpong melakukan Christmas Carol. Dengan tema Natal 2017: <strong>Dia Pusat Hidupku</strong>, kiranya kita semua, umat yang telah ditebusNya, betul-betul hidup dengan berpusatkan Dia, Sang Juru Selamat.</p> <p>Marilah kita semua bersukacita atas hadirnya Sang Penebus. Selamat Natal 2017 dan Tahun Baru 2018!</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/christmas-carol-gki-gading-serpong-desember-2017" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p>Christmas Carol 2017 GKI Gading Serpong dilakukan pada 2 Desember 2017 sampai dengan 17 Desember 2017. Berbagi kasih adalah hal yang kita teladani dari Sang Guru yang lahir di Betlehem 2000 tahun yang lalu. Menyambangi rumah-rumah jemaat, menyampaikan salam dan sukacita Natal karena Juru Selamat kita telah lahir.</p> <p>Secara serentak 10 wilayah GKI Gading Serpong melakukan Christmas Carol. Dengan tema Natal 2017: <strong>Dia Pusat Hidupku</strong>, kiranya kita semua, umat yang telah ditebusNya, betul-betul hidup dengan berpusatkan Dia, Sang Juru Selamat.</p> <p>Marilah kita semua bersukacita atas hadirnya Sang Penebus. Selamat Natal 2017 dan Tahun Baru 2018!</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/christmas-carol-gki-gading-serpong-desember-2017" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Bedah Buku: Dampak Warisan Kelam Narasi-Narasi Miring dan Narasi yang Dilupakan 2017-08-03T08:21:33+07:00 2017-08-03T08:21:33+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/bedah-buku-dampak-warisan-kelam-narasi-narasi-miring-dan-narasi-yang-dilupakan Lydia Kurniawati lydia.kurniawati@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/berita/20180803BedahBuku1.jpg" alt="[ Teks: Yonghan. Editor: Tjhia Yen Nie. Foto: imagoDeus ]"></p><p>Komisi Perpustakaan, Publikasi, dan Dokumentasi GKI Gading Serpong mengadakan acara bedah buku untuk pertama kalinya pada Sabtu, 22 Juli 2017, dengan pembawa acara Dhama Gustiar Baskoro, dan moderator Satrya Harefa. <em>Dampak Warisan Kelam: Narasi-Narasi Miring dan Narasi yang Dilupakan</em>, karangan Robby I. Chandra, adalah buku yang dibahas dengan penanggap dari tim redaksi majalah Sepercik Anugerah, Tjhia Yen Nie dan David Tobing.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/bedah-buku-dampak-warisan-kelam-narasi-narasi-miring-dan-narasi-yang-dilupakan" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/berita/20180803BedahBuku1.jpg" alt="[ Teks: Yonghan. Editor: Tjhia Yen Nie. Foto: imagoDeus ]"></p><p>Komisi Perpustakaan, Publikasi, dan Dokumentasi GKI Gading Serpong mengadakan acara bedah buku untuk pertama kalinya pada Sabtu, 22 Juli 2017, dengan pembawa acara Dhama Gustiar Baskoro, dan moderator Satrya Harefa. <em>Dampak Warisan Kelam: Narasi-Narasi Miring dan Narasi yang Dilupakan</em>, karangan Robby I. Chandra, adalah buku yang dibahas dengan penanggap dari tim redaksi majalah Sepercik Anugerah, Tjhia Yen Nie dan David Tobing.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/bedah-buku-dampak-warisan-kelam-narasi-narasi-miring-dan-narasi-yang-dilupakan" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Pelatihan Citizen Jurnalism 2017-02-18T22:43:43+07:00 2017-02-18T22:43:43+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/pelatihan-citizen-jurnalism Lydia Kurniawati lydia.kurniawati@gmail.com <p><strong>Bagaimana menulis berita yang baik dan menarik?</strong></p> <p>Redaksi Sepercik Anugerah dan Brook Writers Community mengadakan pelatihan Citizen Jurnalism, yang diadakan pada Sabtu, 4 Februari 2017, di Griya Kasih, dengan dihadiri 31 peserta.</p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/berita/20170218CitizenJournalism.jpg" alt="20170218CitizenJournalism" width="600" height="400" style="margin: 0px auto 10px; display: block;"></p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/pelatihan-citizen-jurnalism" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><strong>Bagaimana menulis berita yang baik dan menarik?</strong></p> <p>Redaksi Sepercik Anugerah dan Brook Writers Community mengadakan pelatihan Citizen Jurnalism, yang diadakan pada Sabtu, 4 Februari 2017, di Griya Kasih, dengan dihadiri 31 peserta.</p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/berita/20170218CitizenJournalism.jpg" alt="20170218CitizenJournalism" width="600" height="400" style="margin: 0px auto 10px; display: block;"></p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/pelatihan-citizen-jurnalism" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Christmas Carol GKI Gading Serpong Desember 2016 2017-01-03T21:32:07+07:00 2017-01-03T21:32:07+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/christmas-carol-gki-gading-serpong-desember-2016 Lydia Kurniawati lydia.kurniawati@gmail.com <p>Berita Natal adalah berita sukacita. Lahirnya Sang Juru Selamat, menggenapi janji dan nubuatan dalam Perjanjian Lama. Dialah Sang Penebus kita. Allah, yang mengambil rupa manusia, menebus dosa-dosa kita.</p> <p>Kita, umatNya yang hidup dalam dunia ini, tidak akan terlepas dari kesulitan dan nestapa. Masalah rumah tangga, kesehatan, pendidikan, pekerjaan, keuangan, dan sebagainya akan tetap dihadapi umatNya. Namun yang membedakan adalah ada anugerahNya di tengah setiap permasalahan yang kita hadapi. Kita tidak akan pernah sendirian. Tuhan, Sang Imanuel akan menyertai kita. Itulah berita Natal yang disampaikan melalui acara Christmas Carol, yang dilaksanakan selama 3 minggu (setelah Minggu Advent pertama, 27 November 2016 sampai Minggu Advent ketiga, 17 Desember 2016), di 10 wilayah, melayani 71 jemaat dan melibatkan 26 tim Christmas Carol, serta lebih dari 300 jemaat yang turut serta melayani.</p> <p>Selamat datang, Yesus Tuhanku! Selamat Natal, teman-teman semua.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/christmas-carol-gki-gading-serpong-desember-2016" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p>Berita Natal adalah berita sukacita. Lahirnya Sang Juru Selamat, menggenapi janji dan nubuatan dalam Perjanjian Lama. Dialah Sang Penebus kita. Allah, yang mengambil rupa manusia, menebus dosa-dosa kita.</p> <p>Kita, umatNya yang hidup dalam dunia ini, tidak akan terlepas dari kesulitan dan nestapa. Masalah rumah tangga, kesehatan, pendidikan, pekerjaan, keuangan, dan sebagainya akan tetap dihadapi umatNya. Namun yang membedakan adalah ada anugerahNya di tengah setiap permasalahan yang kita hadapi. Kita tidak akan pernah sendirian. Tuhan, Sang Imanuel akan menyertai kita. Itulah berita Natal yang disampaikan melalui acara Christmas Carol, yang dilaksanakan selama 3 minggu (setelah Minggu Advent pertama, 27 November 2016 sampai Minggu Advent ketiga, 17 Desember 2016), di 10 wilayah, melayani 71 jemaat dan melibatkan 26 tim Christmas Carol, serta lebih dari 300 jemaat yang turut serta melayani.</p> <p>Selamat datang, Yesus Tuhanku! Selamat Natal, teman-teman semua.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/christmas-carol-gki-gading-serpong-desember-2016" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Natal Anak 2015 : It’s All About His Love 2015-12-15T17:10:30+07:00 2015-12-15T17:10:30+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/natal-anak-2015-it-s-all-about-his-love Lydia Kurniawati lydia.kurniawati@gmail.com <p>“Slamat-slamat datang, Yesus Tuhanku, yang turun dari surga, ya rumahMu. Slamat-slamat datangMu di dalam dunia, Tuhan jadi sama dengan manusia. Salam-salam…” demikian lagu yang dinyanyikan anak-anak dan pembawa acara Natal Anak GKI Gading Serpong, Kak Susiana dan Tante Retno, pada Sabtu, 12 Desember 2015, di SMUK Penabur Gading Serpong Lt.6, dengan riuh gembira.</p> <p>Diawali dengan tarian bendera, acara ini dihadiri anak-anak sekolah minggu GKI Gading Serpong dari kelas batita, kelompok bermain, kelas kecil, kelas tengah dan kelas besar.</p> <p>Firman Tuhan dibawakan oleh Benedictus Arya Dewanto yang memperkenalkan dirinya sebagai Bento (Benny Dewanto). “Yesus datang ke dunia mau ngapain….?” tanya Benedictus Arya Dewanto, “Yesus datang ke dunia untuk mencari aku dan kalian yang mau mengenal Tuhan Yesus, mencari kalian supaya tidak terhilang, mencari manusia yang mau bertobat…”</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/natal-anak-2015-it-s-all-about-his-love" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p>“Slamat-slamat datang, Yesus Tuhanku, yang turun dari surga, ya rumahMu. Slamat-slamat datangMu di dalam dunia, Tuhan jadi sama dengan manusia. Salam-salam…” demikian lagu yang dinyanyikan anak-anak dan pembawa acara Natal Anak GKI Gading Serpong, Kak Susiana dan Tante Retno, pada Sabtu, 12 Desember 2015, di SMUK Penabur Gading Serpong Lt.6, dengan riuh gembira.</p> <p>Diawali dengan tarian bendera, acara ini dihadiri anak-anak sekolah minggu GKI Gading Serpong dari kelas batita, kelompok bermain, kelas kecil, kelas tengah dan kelas besar.</p> <p>Firman Tuhan dibawakan oleh Benedictus Arya Dewanto yang memperkenalkan dirinya sebagai Bento (Benny Dewanto). “Yesus datang ke dunia mau ngapain….?” tanya Benedictus Arya Dewanto, “Yesus datang ke dunia untuk mencari aku dan kalian yang mau mengenal Tuhan Yesus, mencari kalian supaya tidak terhilang, mencari manusia yang mau bertobat…”</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/natal-anak-2015-it-s-all-about-his-love" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Natal Komisi Dewasa Muda 2015 2015-12-21T18:10:03+07:00 2015-12-21T18:10:03+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/natal-komisi-dewasa-muda-2015 Lydia Kurniawati lydia.kurniawati@gmail.com <p>{gallery}NatalKDM2015{/gallery}</p> <p>{gallery}NatalKDM2015{/gallery}</p> Kenapa Harus Ikut - TAX AMNESTY 2016-08-30T10:34:42+07:00 2016-08-30T10:34:42+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/kenapa-harus-ikut-tax-amnesty Web Master webmaster@gkigadingserpong.org <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/berita/Kenapa-Harus-Ikut_TA-200816.jpg" alt="Kenapa Harus Ikut - TAX AMNESTY"></p><p>Kenapa Harus Ikut - TAX &nbsp;AMNESTY?</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/kenapa-harus-ikut-tax-amnesty" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org//images/bidang/berita/Kenapa-Harus-Ikut_TA-200816.jpg" alt="Kenapa Harus Ikut - TAX AMNESTY"></p><p>Kenapa Harus Ikut - TAX &nbsp;AMNESTY?</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/kenapa-harus-ikut-tax-amnesty" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Intimacy in Marriage 2016-05-26T18:51:30+07:00 2016-05-26T18:51:30+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/intimacy-in-marriage Lydia Kurniawati lydia.kurniawati@gmail.com <p>Oleh: Nanik Handayani</p> <p>Pada 31 Januari 2016, Komisi Dewasa Pasutri mengadakan seminar yang membahas satu topik hangat dan tidak akan pernah bosan untuk dikupas, yaitu “Intimacy in Marriage” dijabarkan dengan illustrasi Segitiga Kasih.</p> <p>&nbsp;</p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/berita/20160526Pasutri2.jpg" alt="20160526Pasutri2" width="400" height="267" style="margin: 0px auto 10px; display: block;" /></p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/intimacy-in-marriage" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p>Oleh: Nanik Handayani</p> <p>Pada 31 Januari 2016, Komisi Dewasa Pasutri mengadakan seminar yang membahas satu topik hangat dan tidak akan pernah bosan untuk dikupas, yaitu “Intimacy in Marriage” dijabarkan dengan illustrasi Segitiga Kasih.</p> <p>&nbsp;</p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/berita/20160526Pasutri2.jpg" alt="20160526Pasutri2" width="400" height="267" style="margin: 0px auto 10px; display: block;" /></p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/intimacy-in-marriage" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Finalitas Kasih Kristus Bagi UmatNya. Kamis Putih, 24 Maret 2016 2016-04-05T10:16:01+07:00 2016-04-05T10:16:01+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/finalitas-kasih-kristus-bagi-umatnya-kamis-putih-24-maret-2016 Lydia Kurniawati lydia.kurniawati@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/berita/20160405Paskah2016/20160405KamisPutih1.jpg" alt="20160405KamisPutih1" width="600" height="400" style="margin: 0px auto 10px; display: block;" /></p> <p style="text-align: center;">[ oleh: Tjhia Yen Nie ]</p> <p>Mengapa Yesus turun dari sorga masuk dunia glap penuh cela<br />Berdoa dan bergumul dalam taman, cawan pahit pun ditrimaNya <br />Mengapa Yesus menderita, didera, dan mahkota duri pun dipakaiNya <br />Mengapa Yesus mati bagi saya? <br />KasihNya…ya karna kasihNya</p> <p>&nbsp;</p> <p>Lagu dari NKB 85 ini mengawali kebaktian Kamis Putih GKI Gading Serpong yang diadakan di lantai 6 SMAK Penabur Gading Serpong, pada kamis, 24 Maret 2016, pukul 19.00. Pdt. Yung Tik Yuk dari CCM (Care for China Ministry) membawakan Firman dari Markus 14:27-31,37. Acara yang diadakan untuk mengingat malam saat Tuhan Yesus berdoa di Getsemani ini diadakan secara khusuk dengan alur langsung yang berisi pujian, kotbah, dan beberapa cuplikan film dan drama.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/finalitas-kasih-kristus-bagi-umatnya-kamis-putih-24-maret-2016" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/berita/20160405Paskah2016/20160405KamisPutih1.jpg" alt="20160405KamisPutih1" width="600" height="400" style="margin: 0px auto 10px; display: block;" /></p> <p style="text-align: center;">[ oleh: Tjhia Yen Nie ]</p> <p>Mengapa Yesus turun dari sorga masuk dunia glap penuh cela<br />Berdoa dan bergumul dalam taman, cawan pahit pun ditrimaNya <br />Mengapa Yesus menderita, didera, dan mahkota duri pun dipakaiNya <br />Mengapa Yesus mati bagi saya? <br />KasihNya…ya karna kasihNya</p> <p>&nbsp;</p> <p>Lagu dari NKB 85 ini mengawali kebaktian Kamis Putih GKI Gading Serpong yang diadakan di lantai 6 SMAK Penabur Gading Serpong, pada kamis, 24 Maret 2016, pukul 19.00. Pdt. Yung Tik Yuk dari CCM (Care for China Ministry) membawakan Firman dari Markus 14:27-31,37. Acara yang diadakan untuk mengingat malam saat Tuhan Yesus berdoa di Getsemani ini diadakan secara khusuk dengan alur langsung yang berisi pujian, kotbah, dan beberapa cuplikan film dan drama.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/finalitas-kasih-kristus-bagi-umatnya-kamis-putih-24-maret-2016" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Kebaktian Jumat Agung GKI Gading Serpong. 25 Maret 2016 2016-04-05T11:22:17+07:00 2016-04-05T11:22:17+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/kebaktian-jumat-agung-gki-gading-serpong-24-maret-2016 Lydia Kurniawati lydia.kurniawati@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/berita/20160405Paskah2016/20160405JumatAgung08.jpg" alt="20160405JumatAgung08" width="600" height="400" style="margin: 0px auto 10px; display: block;" /></p> <p style="text-align: center;">[&nbsp;Oleh: Eko Sulistiyono ]</p> <p>Ada yang berbeda ketika saya memasuki ruang ibadah utama GKI Gading Serpong. Saat itu jam baru menunjukkan pukul 9:50 namun ruangan sudah hampir penuh. Paduan Suara Alpha Singers memimpin jemaat yang sudah hadir menyanyikan lagu berbalasan “Dia Yesus t’lah Mati Bagi-Ku”. Yang berbeda adalah dentingan harmonis suara lima buah Sitar yang dipetik oleh kelompok Gu Zheng dipadankan dengan Miladomus Ensemble melalui dua suara suling dan satu keyboardist membuat suara yang syahdu dan mendayu.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/kebaktian-jumat-agung-gki-gading-serpong-24-maret-2016" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/berita/20160405Paskah2016/20160405JumatAgung08.jpg" alt="20160405JumatAgung08" width="600" height="400" style="margin: 0px auto 10px; display: block;" /></p> <p style="text-align: center;">[&nbsp;Oleh: Eko Sulistiyono ]</p> <p>Ada yang berbeda ketika saya memasuki ruang ibadah utama GKI Gading Serpong. Saat itu jam baru menunjukkan pukul 9:50 namun ruangan sudah hampir penuh. Paduan Suara Alpha Singers memimpin jemaat yang sudah hadir menyanyikan lagu berbalasan “Dia Yesus t’lah Mati Bagi-Ku”. Yang berbeda adalah dentingan harmonis suara lima buah Sitar yang dipetik oleh kelompok Gu Zheng dipadankan dengan Miladomus Ensemble melalui dua suara suling dan satu keyboardist membuat suara yang syahdu dan mendayu.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/kebaktian-jumat-agung-gki-gading-serpong-24-maret-2016" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Paskah Anak GKI Gading Serpong. 26 Maret 2016 2016-04-05T11:35:28+07:00 2016-04-05T11:35:28+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/paskah-anak-gki-gading-serpong-26-maret-2016 Lydia Kurniawati lydia.kurniawati@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/berita/20160405Paskah2016/20160405PaskahAnak1.jpg" alt="20160405PaskahAnak1" width="600" height="400" style="margin: 0px auto 10px; display: block;" /></p> <p style="text-align: center;">[ Oleh: Lanny Dewi Joeliani ]</p> <p>&nbsp;</p> <p>Ibadah Paskah Anak GKI Gading Serpong dilaksanakan pada hari Sabtu, 26 Maret 2016, di Aula lantai 6 SMUK Penabur, dengan tema “Jesus is Alive. “</p> <p>&nbsp;</p> <p>Acara ini dimeriahkan oleh Flashmob ASM dan GSM, tarian ASM, pembacaan puisi, dan persembahan pujian dari PS Sanctus dan Ensemble Genesis. Acara dibagi dalam dua sesi, yaitu sesi pertama, dilaksanakan pada pukul 08.00-10.00 untuk kelas Batita hingga kelas 1 SD, dan sesi ke dua, untuk kelas 2 hingga 6 SD, dilaksanakan pada pukul 11.00-12.30.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/paskah-anak-gki-gading-serpong-26-maret-2016" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/berita/20160405Paskah2016/20160405PaskahAnak1.jpg" alt="20160405PaskahAnak1" width="600" height="400" style="margin: 0px auto 10px; display: block;" /></p> <p style="text-align: center;">[ Oleh: Lanny Dewi Joeliani ]</p> <p>&nbsp;</p> <p>Ibadah Paskah Anak GKI Gading Serpong dilaksanakan pada hari Sabtu, 26 Maret 2016, di Aula lantai 6 SMUK Penabur, dengan tema “Jesus is Alive. “</p> <p>&nbsp;</p> <p>Acara ini dimeriahkan oleh Flashmob ASM dan GSM, tarian ASM, pembacaan puisi, dan persembahan pujian dari PS Sanctus dan Ensemble Genesis. Acara dibagi dalam dua sesi, yaitu sesi pertama, dilaksanakan pada pukul 08.00-10.00 untuk kelas Batita hingga kelas 1 SD, dan sesi ke dua, untuk kelas 2 hingga 6 SD, dilaksanakan pada pukul 11.00-12.30.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/paskah-anak-gki-gading-serpong-26-maret-2016" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Sabtu Sunyi "Kematian Bukan Akhir Segalanya". 26 Maret 2016 2016-04-05T12:05:06+07:00 2016-04-05T12:05:06+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/sabtu-sunyi-kematian-bukan-akhir-segalanya-26-maret-2016 Lydia Kurniawati lydia.kurniawati@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/berita/20160405Paskah2016/20160405SabtuSunyi1.jpg" alt="20160405SabtuSunyi1" width="600" height="400" style="margin: 0px auto 10px; display: block;" /></p> <p style="text-align: center;">[ Oleh: Easter Patricia ]</p> <p>&nbsp;</p> <p>Sabtu Sunyi adalah sabtu yang mencekam bagi murid-murid Yesus karena mereka tidak melakukan apapun pada saat itu, boleh dikata para murid telah kehilangan harapan dengan matinya Sang Guru. Kebaktian Sabtu Sunyi GKI Gading Serpong yang diadakan pada tanggal 26 Maret 2016 di aula SMAK Penabur Gading Serpong, lantai 6, pukul 17.00, dibuka dengan lagu ‘Terlalu Besar’, medley ‘Besar dan Ajaiblah KaryaMu’ yang dinyanyikan bersama-sama dengan kantoria dari VG Narwastu.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/sabtu-sunyi-kematian-bukan-akhir-segalanya-26-maret-2016" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/berita/20160405Paskah2016/20160405SabtuSunyi1.jpg" alt="20160405SabtuSunyi1" width="600" height="400" style="margin: 0px auto 10px; display: block;" /></p> <p style="text-align: center;">[ Oleh: Easter Patricia ]</p> <p>&nbsp;</p> <p>Sabtu Sunyi adalah sabtu yang mencekam bagi murid-murid Yesus karena mereka tidak melakukan apapun pada saat itu, boleh dikata para murid telah kehilangan harapan dengan matinya Sang Guru. Kebaktian Sabtu Sunyi GKI Gading Serpong yang diadakan pada tanggal 26 Maret 2016 di aula SMAK Penabur Gading Serpong, lantai 6, pukul 17.00, dibuka dengan lagu ‘Terlalu Besar’, medley ‘Besar dan Ajaiblah KaryaMu’ yang dinyanyikan bersama-sama dengan kantoria dari VG Narwastu.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/sabtu-sunyi-kematian-bukan-akhir-segalanya-26-maret-2016" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Kebaktian Paskah GKI Gading Serpong. 27 Maret 2016 2016-04-05T12:51:43+07:00 2016-04-05T12:51:43+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/kebaktian-paskah-gki-gading-serpong-27-maret-2016 Lydia Kurniawati lydia.kurniawati@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/berita/20160405Paskah2016/20160405PaskahKU3-2.jpg" alt="20160405PaskahKU3 2" width="600" height="400" style="margin: 0px auto 10px; display: block;" /></p> <p style="text-align: center;">[ Oleh : Eko Sulistiyono ]</p> <p>&nbsp;</p> <p>Kidung Jemaat 188 mengumandangkan Kristus bangkit! Soraklah Haleluya. Pujian yang dipimpin oleh Paduan Suara Proskuneo yang saat itu berbalur toga berwarna merah dan dilengkapi stola putih, bersemangat mengajak semua jemaat yang hadir di kebaktian Paskah, 27 Maret 2016, pukul 10.30, bersyukur dan memuliakan Tuhan sampai menggema di seluruh ruang aula kebaktian GKI Gading Serpong.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/kebaktian-paskah-gki-gading-serpong-27-maret-2016" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/berita/20160405Paskah2016/20160405PaskahKU3-2.jpg" alt="20160405PaskahKU3 2" width="600" height="400" style="margin: 0px auto 10px; display: block;" /></p> <p style="text-align: center;">[ Oleh : Eko Sulistiyono ]</p> <p>&nbsp;</p> <p>Kidung Jemaat 188 mengumandangkan Kristus bangkit! Soraklah Haleluya. Pujian yang dipimpin oleh Paduan Suara Proskuneo yang saat itu berbalur toga berwarna merah dan dilengkapi stola putih, bersemangat mengajak semua jemaat yang hadir di kebaktian Paskah, 27 Maret 2016, pukul 10.30, bersyukur dan memuliakan Tuhan sampai menggema di seluruh ruang aula kebaktian GKI Gading Serpong.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/kebaktian-paskah-gki-gading-serpong-27-maret-2016" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> KKR Remaja "AIRO"; Minggu, 27 Maret 2016 2016-04-05T13:05:16+07:00 2016-04-05T13:05:16+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/kkr-remaja-airo-minggu-27-maret-2016 Lydia Kurniawati lydia.kurniawati@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/berita/20160405Paskah2016/20160405AIRO1.jpg" alt="20160405AIRO1" width="600" height="400" style="margin: 0px auto 10px; display: block;" /></p> <p style="text-align: center;"><span style="background-color: transparent;">[ </span><span style="background-color: transparent;">Oleh : Andri Saputra ]</span></p> <p>&nbsp;</p> <p>Kebaktian Paskah untuk youth and teens GKI Gading Serpong dilakukan di aula SD Kristen BPK Penabur Gading Serpong pada Minggu, 27 Maret 2016, pukul 05.00 WIB. Acara yang dihadiri lebih dari 200 youth and teens ini berupa Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR), dipimpin oleh Benedictus Arya Dewanto, dengan mengambil bacaan dari Yoh 20:1-10.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/kkr-remaja-airo-minggu-27-maret-2016" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/berita/20160405Paskah2016/20160405AIRO1.jpg" alt="20160405AIRO1" width="600" height="400" style="margin: 0px auto 10px; display: block;" /></p> <p style="text-align: center;"><span style="background-color: transparent;">[ </span><span style="background-color: transparent;">Oleh : Andri Saputra ]</span></p> <p>&nbsp;</p> <p>Kebaktian Paskah untuk youth and teens GKI Gading Serpong dilakukan di aula SD Kristen BPK Penabur Gading Serpong pada Minggu, 27 Maret 2016, pukul 05.00 WIB. Acara yang dihadiri lebih dari 200 youth and teens ini berupa Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR), dipimpin oleh Benedictus Arya Dewanto, dengan mengambil bacaan dari Yoh 20:1-10.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/kkr-remaja-airo-minggu-27-maret-2016" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> PERAYAAN PASKAH GKI Gading Serpong 27 MARET 2016 2016-04-05T13:43:05+07:00 2016-04-05T13:43:05+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/perayaan-paskah-gki-gading-serpong-27-maret-2016 Lydia Kurniawati lydia.kurniawati@gmail.com <p style="text-align: center;">[ oleh: Lanny Dewi Joeliani ]</p> <p>&nbsp;</p> <p>Kebaktian Perayaan Paskah GKI Gading Serpong diselenggarakan pada Kebaktian Umum IV, tanggal 27 Maret 2016,di Aula Lantai 6 SMUK Penabur. Dalam acara ini, seluruh unsur Komisi Kesenian Gereja tampil bergantian, mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa. Dari vocal group, paduan suara, tari-tarian, band, maupun ensemble, silih berganti maju ke panggung, membawakan puji-pujian bagi Tuhan, baik sebagai unsur tunggal, maupun gabungan dari 2-3 unsur. Baik sebagai prokantor, mapun sebagai pengisi acara. Bahkan Pdt. Santoni, M.Th. pun ikut tampil membawakan puisi.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/perayaan-paskah-gki-gading-serpong-27-maret-2016" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p style="text-align: center;">[ oleh: Lanny Dewi Joeliani ]</p> <p>&nbsp;</p> <p>Kebaktian Perayaan Paskah GKI Gading Serpong diselenggarakan pada Kebaktian Umum IV, tanggal 27 Maret 2016,di Aula Lantai 6 SMUK Penabur. Dalam acara ini, seluruh unsur Komisi Kesenian Gereja tampil bergantian, mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa. Dari vocal group, paduan suara, tari-tarian, band, maupun ensemble, silih berganti maju ke panggung, membawakan puji-pujian bagi Tuhan, baik sebagai unsur tunggal, maupun gabungan dari 2-3 unsur. Baik sebagai prokantor, mapun sebagai pengisi acara. Bahkan Pdt. Santoni, M.Th. pun ikut tampil membawakan puisi.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/perayaan-paskah-gki-gading-serpong-27-maret-2016" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Sanctus Junior 21 Februari 2016 2016-02-22T13:15:51+07:00 2016-02-22T13:15:51+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/sanctus-junior-21-februari-2016 Lydia Kurniawati lydia.kurniawati@gmail.com <p>Pada Kebaktian Umum 3 GKI Gading Serpong tgl 21 Februari 2016, paduan suara anak Sanctus (Kelompok Junior) mempersembahkan pujian bagi Tuhan yang berjudul "All Things Bright and Beautiful".&nbsp;Pujian dengan lirik yang indah sekali.</p> <p>Lagu ini mengingatkan kita untuk memuji Tuhan atas ciptaanNya yang indah; yang dapat kita lihat dan nikmati. Ciptaan yang mengingatkan kita bahwa Tuhan Maha Kuasa dan Maha Kasih. Patutlah kita bersyukur dan berterima kasih untuk hal-hal indah yang Tuhan berikan dan dapat kita nikmati.&nbsp;Hendaknya kitapun dapat menceritakannya pada sesama kita.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/sanctus-junior-21-februari-2016" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p>Pada Kebaktian Umum 3 GKI Gading Serpong tgl 21 Februari 2016, paduan suara anak Sanctus (Kelompok Junior) mempersembahkan pujian bagi Tuhan yang berjudul "All Things Bright and Beautiful".&nbsp;Pujian dengan lirik yang indah sekali.</p> <p>Lagu ini mengingatkan kita untuk memuji Tuhan atas ciptaanNya yang indah; yang dapat kita lihat dan nikmati. Ciptaan yang mengingatkan kita bahwa Tuhan Maha Kuasa dan Maha Kasih. Patutlah kita bersyukur dan berterima kasih untuk hal-hal indah yang Tuhan berikan dan dapat kita nikmati.&nbsp;Hendaknya kitapun dapat menceritakannya pada sesama kita.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/sanctus-junior-21-februari-2016" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Pelatihan Penulisan Redaksi Anugerah 30 Januari 2016 2016-02-01T11:47:42+07:00 2016-02-01T11:47:42+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/pelatihan-penulisan-redaksi-anugerah-30-januari-2016 Lydia Kurniawati lydia.kurniawati@gmail.com <p style="text-align: justify;">[Penulis: Tjhia Yen Nie]</p> <p>&nbsp;<img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/berita/20160201PelatihanPenulisan-1.jpg" alt="20160201PelatihanPenulisan 1" width="600" height="400" style="margin: 0px auto 10px; display: block;" /></p> <p>“Ternyata kemampuan menulis dimiliki setiap orang, tinggal bagaimana memicunya, dan acara pelatihan ini adalah pemicunya,” demikian Eko, salah satu peserta mengatakan. “Tidak disangka, ternyata saya bisa menulis sebuah tulisan, tadinya tidak terpikirkan bahwa saya bisa,” peserta lain menambahkan.</p> <p>Acara pelatihan penulisan ini untuk kedua kalinya dilakukan Redaksi Anugerah GKI Gading Serpong, bertujuan memotivasi lahirnya penulis-penulis Kristen yang bersedia menggoreskan penanya sebagai saksi kebesaran kasih Tuhan. Acara dilakukan Sabtu, 30 Januari 2016, bertempat di Griya Kasih, GKI Gading Serpong, pukul 09.00-17.00, dibawakan oleh Pdt. Yoel M.Indrasmoro dan Pdt. Robby Chandra.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/pelatihan-penulisan-redaksi-anugerah-30-januari-2016" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p style="text-align: justify;">[Penulis: Tjhia Yen Nie]</p> <p>&nbsp;<img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/berita/20160201PelatihanPenulisan-1.jpg" alt="20160201PelatihanPenulisan 1" width="600" height="400" style="margin: 0px auto 10px; display: block;" /></p> <p>“Ternyata kemampuan menulis dimiliki setiap orang, tinggal bagaimana memicunya, dan acara pelatihan ini adalah pemicunya,” demikian Eko, salah satu peserta mengatakan. “Tidak disangka, ternyata saya bisa menulis sebuah tulisan, tadinya tidak terpikirkan bahwa saya bisa,” peserta lain menambahkan.</p> <p>Acara pelatihan penulisan ini untuk kedua kalinya dilakukan Redaksi Anugerah GKI Gading Serpong, bertujuan memotivasi lahirnya penulis-penulis Kristen yang bersedia menggoreskan penanya sebagai saksi kebesaran kasih Tuhan. Acara dilakukan Sabtu, 30 Januari 2016, bertempat di Griya Kasih, GKI Gading Serpong, pukul 09.00-17.00, dibawakan oleh Pdt. Yoel M.Indrasmoro dan Pdt. Robby Chandra.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/pelatihan-penulisan-redaksi-anugerah-30-januari-2016" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Sanctus 17 Januari 2016 2016-02-01T09:39:17+07:00 2016-02-01T09:39:17+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/sanctus-17-januari-2016 Lydia Kurniawati lydia.kurniawati@gmail.com <p style="text-align: center;">Yesus aku datang di hadapanMu<br />membawa seluruh kehidupanku.<br />Yesus penuhiku dengan Roh Kudus<br />kuasa yang ku perlu 'tuk mlayaniMu.</p> <p style="text-align: center;">Pakaiku... urapiku...<br />TerangMu ada di dalamku<br />Pakaiku... urapiku...<br />RohMu nyata atasku.</p> <p style="text-align: center;">Yesus aku datang dihadapanMu<br />pakaiku selalu 'tuk mlayaniMu.</p> <p>&nbsp;</p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/berita/20160201Sanctus1.jpg" alt="20160201Sanctus1" width="600" height="400" style="margin: 0px auto 10px; display: block;" /></p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/sanctus-17-januari-2016" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p style="text-align: center;">Yesus aku datang di hadapanMu<br />membawa seluruh kehidupanku.<br />Yesus penuhiku dengan Roh Kudus<br />kuasa yang ku perlu 'tuk mlayaniMu.</p> <p style="text-align: center;">Pakaiku... urapiku...<br />TerangMu ada di dalamku<br />Pakaiku... urapiku...<br />RohMu nyata atasku.</p> <p style="text-align: center;">Yesus aku datang dihadapanMu<br />pakaiku selalu 'tuk mlayaniMu.</p> <p>&nbsp;</p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/berita/20160201Sanctus1.jpg" alt="20160201Sanctus1" width="600" height="400" style="margin: 0px auto 10px; display: block;" /></p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/sanctus-17-januari-2016" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Kebersamaan KPPD 24 Januari 2016 2016-01-26T12:26:24+07:00 2016-01-26T12:26:24+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/kebersamaan-kppd-24-januari-2016 Lydia Kurniawati lydia.kurniawati@gmail.com <p><span style="background-color: transparent;">“Kekristenan tidak dapat dilepaskan dari pelayanan literatur, Alkitab adalah hasil tulisan,” kata Pdt Ayub Yahya, dalam acara kebersamaan Komisi Perpustakaan, Publikasi, dan Dokumentasi (KPPD) GKI Gading Serpong pada Minggu, 24 Januari 2016, di lantai 6 SMAK Penabur Gading Serpong, pukul 12.00-15.00 WIB. KPPD GKI Gading Serpong yang diketuai oleh Gusjan Nanlohy, terdiri dari 4 sub komisi, yaitu : Perpustakaan GKI Gading Serpong, Klub Fotografi imagoDeus, Tim Web GKI Gading Serpong, dan Redaksi Majalah Sepercik Anugerah.</span></p> <p>&nbsp;</p> <p style="font-size: 9px; text-align: center;"><img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/berita/20160124KebersamaanKPPD02.jpg" alt="20160124KebersamaanKPPD02" width="600" height="400" style="margin: 0px auto 10px; display: block;" />Foto selengkapnya dapat dilihat di <a href="https://gkigadingserpong.org/gallery/gallery-photo/876-kebersamaan-kppd-24-januari-2016.html">Galeri</a></p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/kebersamaan-kppd-24-januari-2016" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><span style="background-color: transparent;">“Kekristenan tidak dapat dilepaskan dari pelayanan literatur, Alkitab adalah hasil tulisan,” kata Pdt Ayub Yahya, dalam acara kebersamaan Komisi Perpustakaan, Publikasi, dan Dokumentasi (KPPD) GKI Gading Serpong pada Minggu, 24 Januari 2016, di lantai 6 SMAK Penabur Gading Serpong, pukul 12.00-15.00 WIB. KPPD GKI Gading Serpong yang diketuai oleh Gusjan Nanlohy, terdiri dari 4 sub komisi, yaitu : Perpustakaan GKI Gading Serpong, Klub Fotografi imagoDeus, Tim Web GKI Gading Serpong, dan Redaksi Majalah Sepercik Anugerah.</span></p> <p>&nbsp;</p> <p style="font-size: 9px; text-align: center;"><img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/berita/20160124KebersamaanKPPD02.jpg" alt="20160124KebersamaanKPPD02" width="600" height="400" style="margin: 0px auto 10px; display: block;" />Foto selengkapnya dapat dilihat di <a href="https://gkigadingserpong.org/gallery/gallery-photo/876-kebersamaan-kppd-24-januari-2016.html">Galeri</a></p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/kebersamaan-kppd-24-januari-2016" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Kebersamaan Penatua, KPK, Korwil & Fasil KK 2016-01-22T21:30:11+07:00 2016-01-22T21:30:11+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/kebersamaan-penatua-kpk-korwil-fasil-kk Lydia Kurniawati lydia.kurniawati@gmail.com <p>Acara kebersamaan dilaksanakan di Fame Hotel, Gading Serpong, pada Sabtu 16 Januari 2016, pukul 09.30-14.30, dihadiri sekitar 110 peserta yang terdaftar, dipandu oleh Satria Harefa. Dengan dilandasi Firman Tuhan yang dibawakan oleh Pdt. Andreas Loanka dari Efesus 4 :13-16, bertema “Membangun Tubuh Kristus”, acara ini menyosialisasikan kebijakan Bidang Pemuridan yang seyogyanya akan dimulai April 2016, selain tujuan kebersamaan yang mengakrabkan penatua dan aktivis dari 10 wilayah.</p> <p>&nbsp;</p> <p style="text-align: center;"><img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/berita/20160117KebersamaanKPK_L1.jpg" alt="20160117KebersamaanKPK L1" width="600" height="400" style="margin: 0px auto 10px; display: block;" /><br /><span style="text-align: center;">Note: Foto-foto selengkapnya dapat dilihat di&nbsp;</span><a href="https://gkigadingserpong.org/gallery/gallery-photo/865-kebersamaan-penatua-kpk-korwil-fasil-kk.html" style="text-align: center;">Galeri</a></p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/kebersamaan-penatua-kpk-korwil-fasil-kk" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p>Acara kebersamaan dilaksanakan di Fame Hotel, Gading Serpong, pada Sabtu 16 Januari 2016, pukul 09.30-14.30, dihadiri sekitar 110 peserta yang terdaftar, dipandu oleh Satria Harefa. Dengan dilandasi Firman Tuhan yang dibawakan oleh Pdt. Andreas Loanka dari Efesus 4 :13-16, bertema “Membangun Tubuh Kristus”, acara ini menyosialisasikan kebijakan Bidang Pemuridan yang seyogyanya akan dimulai April 2016, selain tujuan kebersamaan yang mengakrabkan penatua dan aktivis dari 10 wilayah.</p> <p>&nbsp;</p> <p style="text-align: center;"><img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/berita/20160117KebersamaanKPK_L1.jpg" alt="20160117KebersamaanKPK L1" width="600" height="400" style="margin: 0px auto 10px; display: block;" /><br /><span style="text-align: center;">Note: Foto-foto selengkapnya dapat dilihat di&nbsp;</span><a href="https://gkigadingserpong.org/gallery/gallery-photo/865-kebersamaan-penatua-kpk-korwil-fasil-kk.html" style="text-align: center;">Galeri</a></p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/kebersamaan-penatua-kpk-korwil-fasil-kk" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> KasihNya Nyata | Kebaktian dan Perayaan Natal GKI Gading Serpong 25 Desember 2015 2015-12-27T11:46:18+07:00 2015-12-27T11:46:18+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/kasihnya-nyata-kebaktian-dan-perayaan-natal-gki-gading-serpong-25-desember-2015 Lydia Kurniawati lydia.kurniawati@gmail.com <p><strong>“Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.” (Yesaya 7:14)</strong><br /><br /><strong>“Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel.” (Matius 1:23)</strong></p> <p>&nbsp;</p> <p>Kebaktian dan Perayaan Natal GKI Gading Serpong, dilakukan pada Jumat, 25 Desember 2015, di aula SMAK Penabur lantai 6, Gading Serpong. Acara yang dipandu Ibu Visiana Betani dan Bpk. Satrya Harefa ini dilakukan pukul 07.00 WIB dengan dihadiri sekitar 1000 orang dan pukul 10.30 WIB dengan dihadiri sekitar 1350 orang, mengambil tema “KasihNya Nyata”, dan dibuka oleh tarian Jingle Bells Rock dari anak-anak Sekolah Minggu.</p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/berita/20151225Natal2015-01.jpg" alt="20151225Natal2015 01" width="600" height="400" style="margin: 0px auto 10px; display: block;" /><img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/berita/20151225Natal2015-02.jpg" alt="20151225Natal2015 02" width="600" height="400" style="margin: 0px auto 10px; display: block;" /></p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/kasihnya-nyata-kebaktian-dan-perayaan-natal-gki-gading-serpong-25-desember-2015" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><strong>“Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.” (Yesaya 7:14)</strong><br /><br /><strong>“Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel.” (Matius 1:23)</strong></p> <p>&nbsp;</p> <p>Kebaktian dan Perayaan Natal GKI Gading Serpong, dilakukan pada Jumat, 25 Desember 2015, di aula SMAK Penabur lantai 6, Gading Serpong. Acara yang dipandu Ibu Visiana Betani dan Bpk. Satrya Harefa ini dilakukan pukul 07.00 WIB dengan dihadiri sekitar 1000 orang dan pukul 10.30 WIB dengan dihadiri sekitar 1350 orang, mengambil tema “KasihNya Nyata”, dan dibuka oleh tarian Jingle Bells Rock dari anak-anak Sekolah Minggu.</p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/berita/20151225Natal2015-01.jpg" alt="20151225Natal2015 01" width="600" height="400" style="margin: 0px auto 10px; display: block;" /><img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/berita/20151225Natal2015-02.jpg" alt="20151225Natal2015 02" width="600" height="400" style="margin: 0px auto 10px; display: block;" /></p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/kasihnya-nyata-kebaktian-dan-perayaan-natal-gki-gading-serpong-25-desember-2015" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> “Masih Adakah Kasih Bagiku?” Kebaktian Malam Natal GKI Gading Serpong 24 Desember 2015 2015-12-27T11:20:41+07:00 2015-12-27T11:20:41+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/masih-adakah-kasih-bagiku-kebaktian-malam-natal-gki-gading-serpong-24-desember-2015 Lydia Kurniawati lydia.kurniawati@gmail.com <p>“Bintang-bintang cemerlang yang menyinari, menunjukkan jalan menuju Palungan Sang Penebus, masih bersinarkah malam ini, menyinari dan menerangi jalan kita untuk selalu melihat jalan ke arah-Nya?” Ibu Wiwi Tumiwa, liturgos kebaktian, membacakan pengantar pujian Bintang-Bintang Cemerlang, dari NKB 57:1-2, membuka Kebaktian Malam Natal GKI Gading Serpong pada Kamis, 24 Desember 2015.</p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/berita/20151224MalamNatal2015-01.jpg" alt="20151224MalamNatal2015 01" width="600" height="400" style="margin: 0px auto 10px; display: block;" /><img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/berita/20151224MalamNatal2015-02.jpg" alt="20151224MalamNatal2015 02" width="600" height="400" style="margin: 0px auto 10px; display: block;" /></p> <p>&nbsp;</p> <p>Kebaktian Malam Natal yang berlangsung dengan hikmat ini diadakan pukul 16.30 dihadiri sekitar 1800 orang, dan pukul 20.30 WIB dihadiri sekitar 900 orang, bertempat di aula lantai 6 SMAK Penabur Gading Serpong, dengan pembicara Pdt. Agus W. Mayanto, dari GKMI Cempaka Putih. Ev. Gunawan, S.K, S.Th dan Ibu Philia Loanka, mengajak kita semua bersyukur atas hadiah terbesar yang telah kita terima, “Knowing Jesus has come to me is the greatest gift of all,” melalui alunan pujian The Greatest Gift of All, yang dibawakan secara duet dengan syahdu.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/masih-adakah-kasih-bagiku-kebaktian-malam-natal-gki-gading-serpong-24-desember-2015" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p>“Bintang-bintang cemerlang yang menyinari, menunjukkan jalan menuju Palungan Sang Penebus, masih bersinarkah malam ini, menyinari dan menerangi jalan kita untuk selalu melihat jalan ke arah-Nya?” Ibu Wiwi Tumiwa, liturgos kebaktian, membacakan pengantar pujian Bintang-Bintang Cemerlang, dari NKB 57:1-2, membuka Kebaktian Malam Natal GKI Gading Serpong pada Kamis, 24 Desember 2015.</p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/berita/20151224MalamNatal2015-01.jpg" alt="20151224MalamNatal2015 01" width="600" height="400" style="margin: 0px auto 10px; display: block;" /><img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/berita/20151224MalamNatal2015-02.jpg" alt="20151224MalamNatal2015 02" width="600" height="400" style="margin: 0px auto 10px; display: block;" /></p> <p>&nbsp;</p> <p>Kebaktian Malam Natal yang berlangsung dengan hikmat ini diadakan pukul 16.30 dihadiri sekitar 1800 orang, dan pukul 20.30 WIB dihadiri sekitar 900 orang, bertempat di aula lantai 6 SMAK Penabur Gading Serpong, dengan pembicara Pdt. Agus W. Mayanto, dari GKMI Cempaka Putih. Ev. Gunawan, S.K, S.Th dan Ibu Philia Loanka, mengajak kita semua bersyukur atas hadiah terbesar yang telah kita terima, “Knowing Jesus has come to me is the greatest gift of all,” melalui alunan pujian The Greatest Gift of All, yang dibawakan secara duet dengan syahdu.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/masih-adakah-kasih-bagiku-kebaktian-malam-natal-gki-gading-serpong-24-desember-2015" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Christmas Carol 2015 2015-12-17T00:01:42+07:00 2015-12-17T00:01:42+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/christmas-carol-2015 Lydia Kurniawati lydia.kurniawati@gmail.com <p>“Berita kelahiran selalu menjadi berita sukacita bagi keluarga yang mengalaminya. Kelahiran selalu dinanti-nantikan. Demikian pula berita kelahiran Sang Juru Selamat yang membawa pengharapan. Allah yang begitu mengasihi dunia ini rela memberikan Anak Tunggal-Nya untuk menyelamatkan dunia yang kelam…..”</p> <p>Kalimat di atas adalah cuplikan dari renungan Natal yang dibacakan saat Christmas Carol GKI Gading Serpong, yang diselenggarakan selama 2 minggu, dari 6 Desember-13 Desember 2015. Dalam wilayah masing-masing, bersama kelompok kecil, jemaat saling berbagi tugas mendatangi rumah-rumah yang perlu dikunjungi untuk memberitakan Kabar Kelahiran Sang Juru Selamat.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/christmas-carol-2015" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p>“Berita kelahiran selalu menjadi berita sukacita bagi keluarga yang mengalaminya. Kelahiran selalu dinanti-nantikan. Demikian pula berita kelahiran Sang Juru Selamat yang membawa pengharapan. Allah yang begitu mengasihi dunia ini rela memberikan Anak Tunggal-Nya untuk menyelamatkan dunia yang kelam…..”</p> <p>Kalimat di atas adalah cuplikan dari renungan Natal yang dibacakan saat Christmas Carol GKI Gading Serpong, yang diselenggarakan selama 2 minggu, dari 6 Desember-13 Desember 2015. Dalam wilayah masing-masing, bersama kelompok kecil, jemaat saling berbagi tugas mendatangi rumah-rumah yang perlu dikunjungi untuk memberitakan Kabar Kelahiran Sang Juru Selamat.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/christmas-carol-2015" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Membina Remaja yang Bertumbuh dalam Kristus 2015-11-05T15:08:50+07:00 2015-11-05T15:08:50+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/membina-remaja-yang-bertumbuh-dalam-kristus Lydia Kurniawati lydia.kurniawati@gmail.com <p><em>“Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.” Lukas 2: 52</em></p> <p>Masa remaja merupakan masa perpindahan tahap kehidupan, dari anak-anak menjadi dewasa. Tidak mudah tentunya menjalani tahap sepenting itu, perkembangan hormon, kapasitas intelektual, lingkup sosial, pencarian jati diri, penentuan sikap iman, yang sedang remaja alami, dapat diumpamakan seperti gelombang pasang atau kobaran api yang menyala-nyala, tetapi dapat pula diumpamakan seperti kebun bunga yang semarak dengan warna-warni berbagai jenis bunga yang kelopaknya baru mulai membuka. Dan remaja adalah calon orang dewasa di masa datang yang seharusnya siap untuk menghadapi kehidupan nyata.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/membina-remaja-yang-bertumbuh-dalam-kristus" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><em>“Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.” Lukas 2: 52</em></p> <p>Masa remaja merupakan masa perpindahan tahap kehidupan, dari anak-anak menjadi dewasa. Tidak mudah tentunya menjalani tahap sepenting itu, perkembangan hormon, kapasitas intelektual, lingkup sosial, pencarian jati diri, penentuan sikap iman, yang sedang remaja alami, dapat diumpamakan seperti gelombang pasang atau kobaran api yang menyala-nyala, tetapi dapat pula diumpamakan seperti kebun bunga yang semarak dengan warna-warni berbagai jenis bunga yang kelopaknya baru mulai membuka. Dan remaja adalah calon orang dewasa di masa datang yang seharusnya siap untuk menghadapi kehidupan nyata.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/membina-remaja-yang-bertumbuh-dalam-kristus" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Menjadi seorang sherpa 2015-11-02T14:40:19+07:00 2015-11-02T14:40:19+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/menjadi-seorang-sherpa Lydia Kurniawati lydia.kurniawati@gmail.com <p style="text-align: justify; margin-top: 0px; margin-bottom: 10px;"><em>Saat Puncak Kehidupan kita capai, sebenarnya untuk siapakah itu?</em></p> <p style="text-align: justify; margin-top: 0px; margin-bottom: 10px;">&nbsp;</p> <p style="text-align: justify; margin-top: 0px; margin-bottom: 10px;"><img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/berita/image1.jpg" width="450" height="253" alt="Ilustrasi foto: Mencapai Puncak Kehidupan" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left;" /></p> <p style="text-align: justify; margin-top: 0px; margin-bottom: 10px;">29 Mei 1953 adalah hari yang bersejarah. Saat itu Sir Edmund Hillary berhasil menaklukkan gunung tertinggi di dunia, Mount Everest, sehingga namanya tercatat dalam sejarah, bahkan mendapat gelar kebangsawanan dari Kerajaan Inggris.</p> <p style="text-align: justify; margin-top: 0px; margin-bottom: 10px;">Namun dibalik kesuksesannya, ada jasa seorang pemandu Nepal yang disebut sherpa, Tenzing Norgay, yang memandu dan mengantarkan Sir Edmund Hillary ke Puncak Mount Everest. Saat mereka kembali dari puncak gunung, para reporter berebutan mewawancarai dan memberikan selamat pada Sir Edmund Hillary. Namun ada seorang reporter yang mewawancarai Tenzing Norgay. Berikut cuplikannya:</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/menjadi-seorang-sherpa" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p style="text-align: justify; margin-top: 0px; margin-bottom: 10px;"><em>Saat Puncak Kehidupan kita capai, sebenarnya untuk siapakah itu?</em></p> <p style="text-align: justify; margin-top: 0px; margin-bottom: 10px;">&nbsp;</p> <p style="text-align: justify; margin-top: 0px; margin-bottom: 10px;"><img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/berita/image1.jpg" width="450" height="253" alt="Ilustrasi foto: Mencapai Puncak Kehidupan" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left;" /></p> <p style="text-align: justify; margin-top: 0px; margin-bottom: 10px;">29 Mei 1953 adalah hari yang bersejarah. Saat itu Sir Edmund Hillary berhasil menaklukkan gunung tertinggi di dunia, Mount Everest, sehingga namanya tercatat dalam sejarah, bahkan mendapat gelar kebangsawanan dari Kerajaan Inggris.</p> <p style="text-align: justify; margin-top: 0px; margin-bottom: 10px;">Namun dibalik kesuksesannya, ada jasa seorang pemandu Nepal yang disebut sherpa, Tenzing Norgay, yang memandu dan mengantarkan Sir Edmund Hillary ke Puncak Mount Everest. Saat mereka kembali dari puncak gunung, para reporter berebutan mewawancarai dan memberikan selamat pada Sir Edmund Hillary. Namun ada seorang reporter yang mewawancarai Tenzing Norgay. Berikut cuplikannya:</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/menjadi-seorang-sherpa" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Bersinergi menjadi Gereja Satu Tubuh dan Bertumbuh Bersama 2015-10-22T15:10:05+07:00 2015-10-22T15:10:05+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/bersinergi-menjadi-gereja-satu-tubuh-dan-bertumbuh-bersama Gusjan Friedrich Nanlohy gusjannanlohy@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/berita/sinergi1.jpg" 0px="\" 10px="\" float:="\" left="\" width="614" height="506" alt="sinergi1" /></p> <p justify="\" style="text-align: justify;">Kita sebagai bagian dari Gereja Kristen Indonesia (GKI) bisa dikatakan sebagai gereja Kristus. Hal ini bukan dimaksudkan sebagai sinode gereja Kristus Yesus tetapi gereja yang dikepalai dan milik Kristus melalui karya Roh Kudus. Sebab, Roh Kudus menghubungkan kita dengan Yesus Kristus menjadi gereja-Nya. Hal ini diawali dengan pernyataan Pengakuan Iman Rasuli, ”Aku percaya kepada Roh Kudus; gereja yang kudus dan am ... ”, bukan tertulis bahwa kita percaya kepada atau akan gereja. Artinya, jemaat bukan diajak untuk mendewakan gereja melainkan kita mengakui adanya pekerjaan Roh Kudus dalam gereja sejak masa lalu hingga yang akan datang. Secara nyata, pengakuan tersebut dilakukan dalam bentuk misi dialogis dan transformatif. Misi dialogis dan transformatif berarti setiap kelompok duduk bersama membagikan pengalaman kehidupan yang dialaminya dan merencanakan program-program yang akan dilakukan untuk menghapus dan menentang segala bentuk penindasan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, uraian ini diharapkan mampu bersama-sama dengan teman sekerja dan sepelayanan dalam membicarakan dan menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapi untuk melepaskan manusia dari segala bentuk penderitaan, penindasan, kemiskinan, pembodohan, dan lain-lain untuk mencapai transformasi ciptaan ke arah yang lebih baik melalui skala pendek, menengah, dan panjang.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/bersinergi-menjadi-gereja-satu-tubuh-dan-bertumbuh-bersama" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/berita/sinergi1.jpg" 0px="\" 10px="\" float:="\" left="\" width="614" height="506" alt="sinergi1" /></p> <p justify="\" style="text-align: justify;">Kita sebagai bagian dari Gereja Kristen Indonesia (GKI) bisa dikatakan sebagai gereja Kristus. Hal ini bukan dimaksudkan sebagai sinode gereja Kristus Yesus tetapi gereja yang dikepalai dan milik Kristus melalui karya Roh Kudus. Sebab, Roh Kudus menghubungkan kita dengan Yesus Kristus menjadi gereja-Nya. Hal ini diawali dengan pernyataan Pengakuan Iman Rasuli, ”Aku percaya kepada Roh Kudus; gereja yang kudus dan am ... ”, bukan tertulis bahwa kita percaya kepada atau akan gereja. Artinya, jemaat bukan diajak untuk mendewakan gereja melainkan kita mengakui adanya pekerjaan Roh Kudus dalam gereja sejak masa lalu hingga yang akan datang. Secara nyata, pengakuan tersebut dilakukan dalam bentuk misi dialogis dan transformatif. Misi dialogis dan transformatif berarti setiap kelompok duduk bersama membagikan pengalaman kehidupan yang dialaminya dan merencanakan program-program yang akan dilakukan untuk menghapus dan menentang segala bentuk penindasan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, uraian ini diharapkan mampu bersama-sama dengan teman sekerja dan sepelayanan dalam membicarakan dan menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapi untuk melepaskan manusia dari segala bentuk penderitaan, penindasan, kemiskinan, pembodohan, dan lain-lain untuk mencapai transformasi ciptaan ke arah yang lebih baik melalui skala pendek, menengah, dan panjang.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/bersinergi-menjadi-gereja-satu-tubuh-dan-bertumbuh-bersama" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Pameran MISI - minggu ke-6 dari 40DOP 2015-09-25T03:12:17+07:00 2015-09-25T03:12:17+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/pameran-misi-minggu-ke-5-dari-40dop Gusjan Friedrich Nanlohy gusjannanlohy@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/berita/misi2.jpg" alt="misi2" width="275" height="184" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left;" /><img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/berita/misi3.jpg" alt="misi3" width="275" height="183" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left;" /></p> <p style="text-align: justify;">&nbsp;</p> <p style="text-align: justify;">&nbsp;</p> <p style="text-align: justify;">&nbsp;</p> <p style="text-align: justify;">&nbsp;</p> <p style="text-align: justify;">&nbsp;</p> <p style="text-align: justify;">&nbsp;</p> <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Pada hari Minggu tanggal 20 September 2015 selama kebaktian ke-I, II dan III di GKI Gading Serpong, diadakan pameran Pekabaran Injil / MISI yang juga disesuaikan dengan acara 40 DOP minggu ke 6 (terakhir), dimana didalam buku karya Rick Warren dijelaskan tentang "Untuk apa aku ada di dunia ini" yaitu untuk menceritakan tentang Kristus Yesus kepada semua orang.</span></p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/pameran-misi-minggu-ke-5-dari-40dop" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/berita/misi2.jpg" alt="misi2" width="275" height="184" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left;" /><img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/berita/misi3.jpg" alt="misi3" width="275" height="183" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left;" /></p> <p style="text-align: justify;">&nbsp;</p> <p style="text-align: justify;">&nbsp;</p> <p style="text-align: justify;">&nbsp;</p> <p style="text-align: justify;">&nbsp;</p> <p style="text-align: justify;">&nbsp;</p> <p style="text-align: justify;">&nbsp;</p> <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Pada hari Minggu tanggal 20 September 2015 selama kebaktian ke-I, II dan III di GKI Gading Serpong, diadakan pameran Pekabaran Injil / MISI yang juga disesuaikan dengan acara 40 DOP minggu ke 6 (terakhir), dimana didalam buku karya Rick Warren dijelaskan tentang "Untuk apa aku ada di dunia ini" yaitu untuk menceritakan tentang Kristus Yesus kepada semua orang.</span></p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/pameran-misi-minggu-ke-5-dari-40dop" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Gloria Chorale | Festival Paduan Suara Penabur II 2015-09-08T17:07:43+07:00 2015-09-08T17:07:43+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/gloria-chorale-festival-paduan-suara-penabur-ii Lydia Kurniawati lydia.kurniawati@gmail.com <p><img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/berita/GloriaFespas2015_1.jpg" alt="GloriaFespas2015 1" width="600" height="200" style="margin: 0px auto 10px; display: block;" /></p> <p style="font-size: 14px;"><strong>PROFIL GLORIA CHORALE</strong><br />Oleh Pnt Wani D. Gunardi (Pembina Gloria Chorale)</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/gloria-chorale-festival-paduan-suara-penabur-ii" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/berita/GloriaFespas2015_1.jpg" alt="GloriaFespas2015 1" width="600" height="200" style="margin: 0px auto 10px; display: block;" /></p> <p style="font-size: 14px;"><strong>PROFIL GLORIA CHORALE</strong><br />Oleh Pnt Wani D. Gunardi (Pembina Gloria Chorale)</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/gloria-chorale-festival-paduan-suara-penabur-ii" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Wanita Bijak 2015-09-07T09:39:25+07:00 2015-09-07T09:39:25+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/wanita-bijak Lydia Kurniawati lydia.kurniawati@gmail.com <p style="text-align: center;"><strong style="font-size: 14px;">"Melalui keunikannya wanita berfungsi dan menjadi teladan" </strong></p> <p>Wanita Bijak adalah sebuah pembinaan yang dikhususkan bagi wanita yang menikah, yang dibuat untuk menjawab setiap kebutuhan wanita dalam menjalankan peran dan fungsinya yang begitu besar di tengah keluarga dan lingkungannya.<br />Wanita Bijak membawa wanita untuk mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan sehingga dapat memberikan pengaruh yang kekal dalam hidupnya dan menjadi berkat bagi sekitarnya.&nbsp;Lewat pembinaan ini wanita diajak untuk menggali keunikan dan keberhargaannya, sehingga dapat menjalankan fungsi dan menjadi teladan seperti yang Tuhan inginkan.</p> <p>Komisi Dewasa Wanita mengajak setiap kaum wanita untuk mengikuti acara ini yang akan dilaksanakan pada:</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/wanita-bijak" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p style="text-align: center;"><strong style="font-size: 14px;">"Melalui keunikannya wanita berfungsi dan menjadi teladan" </strong></p> <p>Wanita Bijak adalah sebuah pembinaan yang dikhususkan bagi wanita yang menikah, yang dibuat untuk menjawab setiap kebutuhan wanita dalam menjalankan peran dan fungsinya yang begitu besar di tengah keluarga dan lingkungannya.<br />Wanita Bijak membawa wanita untuk mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan sehingga dapat memberikan pengaruh yang kekal dalam hidupnya dan menjadi berkat bagi sekitarnya.&nbsp;Lewat pembinaan ini wanita diajak untuk menggali keunikan dan keberhargaannya, sehingga dapat menjalankan fungsi dan menjadi teladan seperti yang Tuhan inginkan.</p> <p>Komisi Dewasa Wanita mengajak setiap kaum wanita untuk mengikuti acara ini yang akan dilaksanakan pada:</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/wanita-bijak" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Pekan Keluarga 2015 2015-09-01T10:17:00+07:00 2015-09-01T10:17:00+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/pekan-keluarga-2015 Lydia Kurniawati lydia.kurniawati@gmail.com <p style="font-size: 14px; text-align: center;">Pekan Keluarga GKI Gading Serpong 2015</p> <p style="font-size: 16px; color: #f88463; text-align: center;">Tema: Keluarga Beribadah, Komunitas menjadi Berkat</p> <p style="text-align: center;">Rangkaian acara: <br /><br />Sabtu, 10 Oktober 2015 | 09.00 - 15.00 WIB <br />Seminar "Cat and Dog Theology" <br /><br />Minggu, 11 Oktober 2015 <br />Kebaktian Pembukaan Pekan Keluarga <br /><br />Rabu, 14 Oktober 2015 | 18.30 - 21.00 WIB <br />Malam Pujian dan Doa oleh ibu Hilda Pelawi <br /><br />Sabtu, 17 Oktober 2015 <br />Fun Family Day di Ancol Beach City <br /><br />Minggu, 18 Oktober 2015 <br />Kebaktian Penutupan Pekan Keluarga</p> <p style="text-align: center;">Ajaklah keluarga anda untuk mengikuti rangkaian acara Pekan Keluarga ini.</p> <p style="font-size: 14px; text-align: center;">Pekan Keluarga GKI Gading Serpong 2015</p> <p style="font-size: 16px; color: #f88463; text-align: center;">Tema: Keluarga Beribadah, Komunitas menjadi Berkat</p> <p style="text-align: center;">Rangkaian acara: <br /><br />Sabtu, 10 Oktober 2015 | 09.00 - 15.00 WIB <br />Seminar "Cat and Dog Theology" <br /><br />Minggu, 11 Oktober 2015 <br />Kebaktian Pembukaan Pekan Keluarga <br /><br />Rabu, 14 Oktober 2015 | 18.30 - 21.00 WIB <br />Malam Pujian dan Doa oleh ibu Hilda Pelawi <br /><br />Sabtu, 17 Oktober 2015 <br />Fun Family Day di Ancol Beach City <br /><br />Minggu, 18 Oktober 2015 <br />Kebaktian Penutupan Pekan Keluarga</p> <p style="text-align: center;">Ajaklah keluarga anda untuk mengikuti rangkaian acara Pekan Keluarga ini.</p> Sakramen Baptisan Kudus Anak 2015 2015-09-01T10:14:08+07:00 2015-09-01T10:14:08+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/sakramen-baptisan-kudus-anak-2015 Lydia Kurniawati lydia.kurniawati@gmail.com <p style="font-size: 14px;">Sakramen Baptisan Kudus Anak akan diadakan pada hari <strong>Minggu, 18 Oktober 2015</strong>, dalam kebaktian umum IV (jam 17.00 WIB).</p> <p>Bagi jemaat yang ingin membaptiskan putra/putrinya dapat mendaftar dan mengisi formulir di Sekretariat Gereja dengan disertai:</p> <ol> <li>Fotocopy Akte Kelahiran/Surat Kenal Lahir</li> <li>Fotocopy Kartu Keluarga</li> <li>Fotocopy piagam baptis anak dan sidi dari orang tua (ayah dan ibu)</li> <li>Pas foto berwarna/hitam putih (4x6 1 lembar; 3x4 3 lembar dan 2x3 2 lembar)</li> <li>Surat titipan baptis dari gereja asal, jika bukan anggota jemaat GKI Gading Serpong.</li> </ol> <p>Pendaftaran paling lambat pada hari Jumat, 18 September 2015.</p> <p>Percakapan orangtua calon Baptisan Kudus Anak dengan Majelis Jemaat GKI Gading Serpong akan dilaksanakan pada Minggu, 20 September 2015 jam 12.15 WIB di Ruang Kebaktian Tambahan Lt.6.</p> <p>&nbsp;</p> <p style="text-align: center;">Biarlah anak-anak datang kepadaKu, jangan menghalang-halangi mereka, <br />sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya kerajaan Allah <br />(Markus 10:14)</p> <p style="font-size: 14px;">Sakramen Baptisan Kudus Anak akan diadakan pada hari <strong>Minggu, 18 Oktober 2015</strong>, dalam kebaktian umum IV (jam 17.00 WIB).</p> <p>Bagi jemaat yang ingin membaptiskan putra/putrinya dapat mendaftar dan mengisi formulir di Sekretariat Gereja dengan disertai:</p> <ol> <li>Fotocopy Akte Kelahiran/Surat Kenal Lahir</li> <li>Fotocopy Kartu Keluarga</li> <li>Fotocopy piagam baptis anak dan sidi dari orang tua (ayah dan ibu)</li> <li>Pas foto berwarna/hitam putih (4x6 1 lembar; 3x4 3 lembar dan 2x3 2 lembar)</li> <li>Surat titipan baptis dari gereja asal, jika bukan anggota jemaat GKI Gading Serpong.</li> </ol> <p>Pendaftaran paling lambat pada hari Jumat, 18 September 2015.</p> <p>Percakapan orangtua calon Baptisan Kudus Anak dengan Majelis Jemaat GKI Gading Serpong akan dilaksanakan pada Minggu, 20 September 2015 jam 12.15 WIB di Ruang Kebaktian Tambahan Lt.6.</p> <p>&nbsp;</p> <p style="text-align: center;">Biarlah anak-anak datang kepadaKu, jangan menghalang-halangi mereka, <br />sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya kerajaan Allah <br />(Markus 10:14)</p> Banten Paska 70 Tahun RI - Menyambut Pilkada 2015 dengan Cerdas 2015-09-01T08:32:43+07:00 2015-09-01T08:32:43+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/banten-paska-70-tahun-ri-menyambut-pilkada-2015-dengan-cerdas Gusjan Friedrich Nanlohy gusjannanlohy@gmail.com <p style="text-align: justify;"><img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/banten_paska_70th_RI.jpg" alt="banten paska 70th RI" width="470" height="312" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left;" /></p> <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Dalam rangkaian peringatan kemerdekaan Indonesia ke-70, GKI Klasis Banten mengadakan seminar pada Sabtu, 29 Agustus 2015, bertempat di SMAK Penabur, Gading Serpong, Tangerang, pukul 12.30-15.00. Acara yang bertajuk Banten Paska 70 Tahun, Menyambut Pilkada 2015 dengan Cerdas dibawakan oleh Dr. Victor Silaen (dosen FISIP UPH) dan Dr. H. A. M. Romly (Ketua Umum MUI Banten), dengan moderator Pdt. Santoni (GKI Gading Serpong).</span></p> <h2 style="text-align: justify;">Paparan tentang Banten</h2> <p style="text-align: justify;">Dilihat dari sejarahnya, Banten itu tidak kenal menyerah,“ Dr. Haji Asep Muhammad Romly, dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang menamatkan pendidikan S3-nya dari Universitas Indonesia, mengawali seminar dengan menjelaskan sejarah Banten, “ada untungnya, ada juga ruginya, karena sampai hancur pun Banten tidak menyerah bahkan sampai bangunan Kesultanan Banten tinggal puing-puingnya. Banten juga setia pada NKRI, pada waktu ibukota RI pindah ke Yogyakarta, Banten terisolir, apalagi saat itu muncul Negara Pasundan, tetapi Banten tetap menjadi bagian RI, tetapi karena kesulitannya, Banten sempat mengeluarkan uang sendiri yaitu ORIDAB (uang RI daerah Banten).”</p> <p style="text-align: justify;">Banten lepas dari Propinsi Jawa Barat setelah reformasi, yang direalisasikan ketika Gus Dur menjadi presiden, dengan harapan Banten menjadi lebih maju. Namun setelah 15 tahun menjadi propinsi ternyata tidak semua rakyat merasakan kenikmatan Banten sebagai propinsi, pembangunan masih tersendat, hanya elit-elitnya saja, masih ada rebutan kue, karena yang dipikirkan, “saya dapat apa?”</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/banten-paska-70-tahun-ri-menyambut-pilkada-2015-dengan-cerdas" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p style="text-align: justify;"><img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/banten_paska_70th_RI.jpg" alt="banten paska 70th RI" width="470" height="312" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left;" /></p> <p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Dalam rangkaian peringatan kemerdekaan Indonesia ke-70, GKI Klasis Banten mengadakan seminar pada Sabtu, 29 Agustus 2015, bertempat di SMAK Penabur, Gading Serpong, Tangerang, pukul 12.30-15.00. Acara yang bertajuk Banten Paska 70 Tahun, Menyambut Pilkada 2015 dengan Cerdas dibawakan oleh Dr. Victor Silaen (dosen FISIP UPH) dan Dr. H. A. M. Romly (Ketua Umum MUI Banten), dengan moderator Pdt. Santoni (GKI Gading Serpong).</span></p> <h2 style="text-align: justify;">Paparan tentang Banten</h2> <p style="text-align: justify;">Dilihat dari sejarahnya, Banten itu tidak kenal menyerah,“ Dr. Haji Asep Muhammad Romly, dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang menamatkan pendidikan S3-nya dari Universitas Indonesia, mengawali seminar dengan menjelaskan sejarah Banten, “ada untungnya, ada juga ruginya, karena sampai hancur pun Banten tidak menyerah bahkan sampai bangunan Kesultanan Banten tinggal puing-puingnya. Banten juga setia pada NKRI, pada waktu ibukota RI pindah ke Yogyakarta, Banten terisolir, apalagi saat itu muncul Negara Pasundan, tetapi Banten tetap menjadi bagian RI, tetapi karena kesulitannya, Banten sempat mengeluarkan uang sendiri yaitu ORIDAB (uang RI daerah Banten).”</p> <p style="text-align: justify;">Banten lepas dari Propinsi Jawa Barat setelah reformasi, yang direalisasikan ketika Gus Dur menjadi presiden, dengan harapan Banten menjadi lebih maju. Namun setelah 15 tahun menjadi propinsi ternyata tidak semua rakyat merasakan kenikmatan Banten sebagai propinsi, pembangunan masih tersendat, hanya elit-elitnya saja, masih ada rebutan kue, karena yang dipikirkan, “saya dapat apa?”</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/banten-paska-70-tahun-ri-menyambut-pilkada-2015-dengan-cerdas" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Konser Joyous & Genesis 2015: To GOD Be The Glory 2015-06-29T13:22:58+07:00 2015-06-29T13:22:58+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/konser-joyous-genesis-2015-to-god-be-the-glory Lydia Kurniawati lydia.kurniawati@gmail.com <h1 style="text-align: center;"><strong>Hadirilah! </strong></h1> <h1 style="text-align: center;">Konser "To God Be The Glory"</h1> <p style="text-align: center;"><br />oleh ensemble Joyous dan Genesis Sabtu, 4 Juli 2015, pk. 17.00 WIB bertempat di Griya Kasih.</p> <p style="text-align: center;">Menampilkan karya-karya duet violin, trio, piano solo, quartet gitar, saxophone, hymn gereja, dan masih banyak lagi.</p> <h2 style="text-align: center;"><strong>Gratis - Tempat Terbatas. </strong></h2> <p style="text-align: center;">CP: Inge (08151 990 9905)</p> <h1 style="text-align: center;"><strong>Hadirilah! </strong></h1> <h1 style="text-align: center;">Konser "To God Be The Glory"</h1> <p style="text-align: center;"><br />oleh ensemble Joyous dan Genesis Sabtu, 4 Juli 2015, pk. 17.00 WIB bertempat di Griya Kasih.</p> <p style="text-align: center;">Menampilkan karya-karya duet violin, trio, piano solo, quartet gitar, saxophone, hymn gereja, dan masih banyak lagi.</p> <h2 style="text-align: center;"><strong>Gratis - Tempat Terbatas. </strong></h2> <p style="text-align: center;">CP: Inge (08151 990 9905)</p> Sakramen Perjamuan Kudus, 5 Juli 2015 2015-06-29T13:19:40+07:00 2015-06-29T13:19:40+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/sakramen-perjamuan-kudus-5-juli-2015 Lydia Kurniawati lydia.kurniawati@gmail.com <p>GKI Gading Serpong akan menyelenggarakan Sakramen Perjamuan Kudus pada hari Minggu, 5 Juli 2015 dalam<br />Kebaktian Umum 1 pk. 06.00 WIB<br /> Kebaktian Umum 2 pk. 08.00 WIB<br /> Kebaktian Umum 3 pk. 10.30 WIB<br /> Kebaktian Umum 4 pk. 17.00 WIB</p> <p>Sakramen <strong>Perjamuan Kudus Rumahan</strong> akan diselenggarakan pada hari <strong>Senin, 6 Juli 2015</strong> Bagi jemaat yang memerlukan pelayanan ini, dapat menghubungi Majelis Jemaat atau Sekretariat Gereja.</p> <p>Sakramen Perjamuan Kudus inidisediakan bagi jemaat yang telah menerima Sakramen Baptisan Kudus dan Pengakuan Percaya (Sidi). Kami mengundang saudara-saudara untuk mengambil bagian dalam pelayanan Iman tersebut. Marilah kita masing-masing mempersiapkan diri melalui doa dan pemeriksaan diri.</p> <p>Agar Perjamuan Kudus (PK) dapat terlaksana dengan baik dan lancar, maka Komisi Kebaktian mengingatkan kembali kepada jemaat yang akan pengikuti PK beberapa hal sebagai berikut:</p> <ol> <li><strong>Anggota GKI Gading Serpong</strong> <br />adalah jemaat yang telah <strong>mempunyai KARTU PK</strong> (berwarna kuning), agar membawa dan menyerahkan kartu PK tersebut pada PENYAMBUT TAMU di meja penyambutan dan <strong>TIDAK PERLU</strong> menulis di buku tamu PK.</li> <li><strong>Simpatisan atau anggota gereja lain</strong> <br /><strong>MENGISI</strong> Formulir Tamu PK di meja penyambutan secara lengkap (nama, alamat gereja asal)</li> </ol> <p><strong>"Formulir Tamu PK"</strong> dapat diambil mulai hari <strong>Minggu, 28 Juni 2015</strong> di meja penyambutan dan <em><strong>diserahkan pada saat Perjamuan Kudus</strong></em>. Kami menghimbau agar Formulir Tamu PK dapat diisi sebelumnya dan diserahkan pada saat Perjamuan Kudus untuk memperlancar antrian jemaat.</p> <p>Persiapan yang baik dengan <strong>datang lebih awal</strong> akan sangat membantu jemaat dalam <strong>mempersiapkan ibadah Perjamuan Kudus</strong>. Tuhan memberkati.</p> <p>GKI Gading Serpong akan menyelenggarakan Sakramen Perjamuan Kudus pada hari Minggu, 5 Juli 2015 dalam<br />Kebaktian Umum 1 pk. 06.00 WIB<br /> Kebaktian Umum 2 pk. 08.00 WIB<br /> Kebaktian Umum 3 pk. 10.30 WIB<br /> Kebaktian Umum 4 pk. 17.00 WIB</p> <p>Sakramen <strong>Perjamuan Kudus Rumahan</strong> akan diselenggarakan pada hari <strong>Senin, 6 Juli 2015</strong> Bagi jemaat yang memerlukan pelayanan ini, dapat menghubungi Majelis Jemaat atau Sekretariat Gereja.</p> <p>Sakramen Perjamuan Kudus inidisediakan bagi jemaat yang telah menerima Sakramen Baptisan Kudus dan Pengakuan Percaya (Sidi). Kami mengundang saudara-saudara untuk mengambil bagian dalam pelayanan Iman tersebut. Marilah kita masing-masing mempersiapkan diri melalui doa dan pemeriksaan diri.</p> <p>Agar Perjamuan Kudus (PK) dapat terlaksana dengan baik dan lancar, maka Komisi Kebaktian mengingatkan kembali kepada jemaat yang akan pengikuti PK beberapa hal sebagai berikut:</p> <ol> <li><strong>Anggota GKI Gading Serpong</strong> <br />adalah jemaat yang telah <strong>mempunyai KARTU PK</strong> (berwarna kuning), agar membawa dan menyerahkan kartu PK tersebut pada PENYAMBUT TAMU di meja penyambutan dan <strong>TIDAK PERLU</strong> menulis di buku tamu PK.</li> <li><strong>Simpatisan atau anggota gereja lain</strong> <br /><strong>MENGISI</strong> Formulir Tamu PK di meja penyambutan secara lengkap (nama, alamat gereja asal)</li> </ol> <p><strong>"Formulir Tamu PK"</strong> dapat diambil mulai hari <strong>Minggu, 28 Juni 2015</strong> di meja penyambutan dan <em><strong>diserahkan pada saat Perjamuan Kudus</strong></em>. Kami menghimbau agar Formulir Tamu PK dapat diisi sebelumnya dan diserahkan pada saat Perjamuan Kudus untuk memperlancar antrian jemaat.</p> <p>Persiapan yang baik dengan <strong>datang lebih awal</strong> akan sangat membantu jemaat dalam <strong>mempersiapkan ibadah Perjamuan Kudus</strong>. Tuhan memberkati.</p> Kebaktian Pemberkatan dan Peneguhan Nikah Massal 2015-06-29T13:16:13+07:00 2015-06-29T13:16:13+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/kebaktian-pemberkatan-dan-peneguhan-nikah-massal Lydia Kurniawati lydia.kurniawati@gmail.com <p>Pelayanan Pemberkatan Nikah Massal GKI Samanhudi diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian Majelis Jemaat GKI Samanhudi untuk menolong keluarga-keluarga kristen dalam membenahi dokumen pernikahan mereka. Pelayanan nikah massal dilayankan bagi yang:</p> <ol> <li>Sudah menikah di kantor Catatan Sipil tetapi belum mengalami Peneguhan & Pemberkatan Nikah Gerejawi; atau</li> <li>Sudah menikah secara adat/kekeluargaan tetapi belum mempunyai Akta Perkawainan karena belum mendaftarkan diri pada Kantor Catatan Sipil dan belum mengalami Peneguhan & Pemberkatan Nikah Gerejawi.</li> </ol><p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/kebaktian-pemberkatan-dan-peneguhan-nikah-massal" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p>Pelayanan Pemberkatan Nikah Massal GKI Samanhudi diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian Majelis Jemaat GKI Samanhudi untuk menolong keluarga-keluarga kristen dalam membenahi dokumen pernikahan mereka. Pelayanan nikah massal dilayankan bagi yang:</p> <ol> <li>Sudah menikah di kantor Catatan Sipil tetapi belum mengalami Peneguhan & Pemberkatan Nikah Gerejawi; atau</li> <li>Sudah menikah secara adat/kekeluargaan tetapi belum mempunyai Akta Perkawainan karena belum mendaftarkan diri pada Kantor Catatan Sipil dan belum mengalami Peneguhan & Pemberkatan Nikah Gerejawi.</li> </ol><p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/kebaktian-pemberkatan-dan-peneguhan-nikah-massal" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Lomba Penulisan Artikel & Puisi 2015-06-24T14:11:26+07:00 2015-06-24T14:11:26+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/lomba-penulisan-artikel-puisi Lydia Kurniawati lydia.kurniawati@gmail.com <p><img style="margin: 0px auto 10px; display: block;" alt="LombaPenulisanRedaksiAnugerah" src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/berita/LombaPenulisanRedaksiAnugerah.jpg" height="200" width="600" /></p> <h3 class="readon" style="text-align: center;"><strong style="font-size: 1.17em;">Dengan percaya kepada ketaatanmu, kutuliskan ini kepadamu </strong><strong>(Filemon 1:21) </strong></h3> <p>Penggalan surat Paulus kepada Filemon ini ditulis sekitar tahun 61M, ketika Paulus dalam penjara. Inilah kekuatan sebuah tulisan, melewati batas waktu, menjadi warisan dunia. <br /><br /><strong>Apakah anda ingin mewariskan buah pikiran anda?</strong> <br /><br />Ayo, ikuti Lomba Penulisan Artikel (umum) dan Puisi (anak dan remaja). Kirimkan hasil terbaikmu, untuk dimuat dalam Majalah Sepercik Anugerah edisi 3 (terbit 3 Desember 2015). <br /><br />Catat ketentuannya!</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/lomba-penulisan-artikel-puisi" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img style="margin: 0px auto 10px; display: block;" alt="LombaPenulisanRedaksiAnugerah" src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/berita/LombaPenulisanRedaksiAnugerah.jpg" height="200" width="600" /></p> <h3 class="readon" style="text-align: center;"><strong style="font-size: 1.17em;">Dengan percaya kepada ketaatanmu, kutuliskan ini kepadamu </strong><strong>(Filemon 1:21) </strong></h3> <p>Penggalan surat Paulus kepada Filemon ini ditulis sekitar tahun 61M, ketika Paulus dalam penjara. Inilah kekuatan sebuah tulisan, melewati batas waktu, menjadi warisan dunia. <br /><br /><strong>Apakah anda ingin mewariskan buah pikiran anda?</strong> <br /><br />Ayo, ikuti Lomba Penulisan Artikel (umum) dan Puisi (anak dan remaja). Kirimkan hasil terbaikmu, untuk dimuat dalam Majalah Sepercik Anugerah edisi 3 (terbit 3 Desember 2015). <br /><br />Catat ketentuannya!</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/lomba-penulisan-artikel-puisi" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Semiloka Perpustakaan Gereja 2015-06-01T12:09:09+07:00 2015-06-01T12:09:09+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/semiloka-perpustakaan-gereja Lydia Kurniawati lydia.kurniawati@gmail.com <p> <img style="margin: 0px auto 10px; display: block;" alt="SemilokaPerpus " src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/berita/SemilokaPerpus-.jpg" height="200" width="600" /></p> <p style="text-align: center;">GKI Gading Serpong dan The Johannes Oentoro Library bekerjasama mengadakan Semiloka Perpustakaan Gereja:<br /><br /><b><span style="font-size: 150%;">"Membangun Perpustakaan Gereja Berbasis Otomatisasi Web"<br /></span></b></p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/semiloka-perpustakaan-gereja" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p> <img style="margin: 0px auto 10px; display: block;" alt="SemilokaPerpus " src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/berita/SemilokaPerpus-.jpg" height="200" width="600" /></p> <p style="text-align: center;">GKI Gading Serpong dan The Johannes Oentoro Library bekerjasama mengadakan Semiloka Perpustakaan Gereja:<br /><br /><b><span style="font-size: 150%;">"Membangun Perpustakaan Gereja Berbasis Otomatisasi Web"<br /></span></b></p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/semiloka-perpustakaan-gereja" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Kebaktian Padang Teens & Youth 2015: The Millennium Generation 2015-06-03T16:41:09+07:00 2015-06-03T16:41:09+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/kebaktian-padang-teens-youth-2015-the-millennium-generation Lydia Kurniawati lydia.kurniawati@gmail.com <p><img style="margin: 0px auto 10px; display: block;" alt="KebaktianPadangTeensYouth" src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/berita/KebaktianPadangTeensYouth.jpg" height="200" width="600" /></p> <p>Kebaktian Padang merupakan salah satu cara penyelenggaraan dari Komisi Teens & Youth untuk menyambut teman-teman dari Komisi Sekolah Minggu GKI Gading Serpong.<br /><br /> Tema kebaktian Padang 2015: <b>‘Millenium Generation’</b> dipilih sebagai kesadaran kita akan kemajuan teknologi yang sangat mempengaruhi aktivitas dan pergaulan remaja masa kini.Kebaktian dan acara games yang diselenggarakan bertujuan untuk mengenalkan dan mendekatkan teman-teman dari sekolah minggu dengan Teens & Youth.<br /><br /> Acara ini akan diselenggarakan pada hari Sabtu, 1 Agustus 2015 di PasirMukti, Citereup, Bogor. Kebaktian Padang akan berlangsung selama satu hari dengan perkiraan waktu dari pukul 06.00-17.00. Biaya pendaftaran sebesar Rp 55.000,- (termasuk transportasi dan konsumsi).<br /><br /> Ayo daftarkan diri atau putra/i anda dalam acara kebersamaan terbesar Komisi Teens & Youth GKI Gading Serpong tahun ini!</p> <p><img style="margin: 0px auto 10px; display: block;" alt="KebaktianPadangTeensYouth" src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/berita/KebaktianPadangTeensYouth.jpg" height="200" width="600" /></p> <p>Kebaktian Padang merupakan salah satu cara penyelenggaraan dari Komisi Teens & Youth untuk menyambut teman-teman dari Komisi Sekolah Minggu GKI Gading Serpong.<br /><br /> Tema kebaktian Padang 2015: <b>‘Millenium Generation’</b> dipilih sebagai kesadaran kita akan kemajuan teknologi yang sangat mempengaruhi aktivitas dan pergaulan remaja masa kini.Kebaktian dan acara games yang diselenggarakan bertujuan untuk mengenalkan dan mendekatkan teman-teman dari sekolah minggu dengan Teens & Youth.<br /><br /> Acara ini akan diselenggarakan pada hari Sabtu, 1 Agustus 2015 di PasirMukti, Citereup, Bogor. Kebaktian Padang akan berlangsung selama satu hari dengan perkiraan waktu dari pukul 06.00-17.00. Biaya pendaftaran sebesar Rp 55.000,- (termasuk transportasi dan konsumsi).<br /><br /> Ayo daftarkan diri atau putra/i anda dalam acara kebersamaan terbesar Komisi Teens & Youth GKI Gading Serpong tahun ini!</p> Memulai kembali Perpustakaan GKI Gading Serpong. ...bagian ke-1 2015-06-03T11:38:27+07:00 2015-06-03T11:38:27+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/memulai-kembali-perpustakaan-gki-gading-serpong-bagian-ke-1 Gusjan Friedrich Nanlohy gusjannanlohy@gmail.com <p dir="ltr" style="line-height: 1.38; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;"><span style="font-size: 15px; font-family: Arial; color: #000000; background-color: transparent; font-weight: normal; font-style: normal; font-variant: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline;"><img alt="" src="https://lh5.googleusercontent.com/KYY7lO_4diXJti-I5RepcUCjeaYGfO1fWkKg_PuQayk_KUzSQlFUsgUFWZf4qHe3XYxNeK-6LxljniT6aVLq3cK5gygpSJDwSYxurltoYvxs_7BpxfcC14rF8mYgFoyBSkDpR2U" height="225" width="300" /></span></p> <p>Bulan Maret 2015 bisa dibilang bulan khusus bagi rekan-rekan di bidang perpustakaan komisi PPD, karena di bulan tersebut dimulai kembali pelayanan perpustakaan di GKI Gading Serpong, sebuah pelayanan yang pernah berjalan sebelumnya.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/memulai-kembali-perpustakaan-gki-gading-serpong-bagian-ke-1" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p dir="ltr" style="line-height: 1.38; margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;"><span style="font-size: 15px; font-family: Arial; color: #000000; background-color: transparent; font-weight: normal; font-style: normal; font-variant: normal; text-decoration: none; vertical-align: baseline;"><img alt="" src="https://lh5.googleusercontent.com/KYY7lO_4diXJti-I5RepcUCjeaYGfO1fWkKg_PuQayk_KUzSQlFUsgUFWZf4qHe3XYxNeK-6LxljniT6aVLq3cK5gygpSJDwSYxurltoYvxs_7BpxfcC14rF8mYgFoyBSkDpR2U" height="225" width="300" /></span></p> <p>Bulan Maret 2015 bisa dibilang bulan khusus bagi rekan-rekan di bidang perpustakaan komisi PPD, karena di bulan tersebut dimulai kembali pelayanan perpustakaan di GKI Gading Serpong, sebuah pelayanan yang pernah berjalan sebelumnya.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/memulai-kembali-perpustakaan-gki-gading-serpong-bagian-ke-1" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Konser From Haydn to Hogan: Ancient Liturgy in Many Expressions 2015-05-11T11:03:12+07:00 2015-05-11T11:03:12+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/konser-from-haydn-to-hogan-ancient-liturgy-in-many-expressions Lydia Kurniawati lydia.kurniawati@gmail.com <p><img style="margin: 0px auto 10px; display: block;" alt="KonserHaydn" src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/berita/Konser-2015_960_320.jpg" height="200" width="600" /></p> <p>STT SAAT (Sekolah Tinggi Teologia Seminari Alkitab Asia Tenggara) akan memperkenalkan program studi di bidang musik gerejawi melalui konser yang akan diadakan oleh <b>Vocatusingers</b>, ensemble vocal yang beranggotakan mahasiswa yang dilatih secara khusus untuk dapat membawakan karya-karya paduan suara yang berkualitas dan inspiratif.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/konser-from-haydn-to-hogan-ancient-liturgy-in-many-expressions" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img style="margin: 0px auto 10px; display: block;" alt="KonserHaydn" src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/berita/Konser-2015_960_320.jpg" height="200" width="600" /></p> <p>STT SAAT (Sekolah Tinggi Teologia Seminari Alkitab Asia Tenggara) akan memperkenalkan program studi di bidang musik gerejawi melalui konser yang akan diadakan oleh <b>Vocatusingers</b>, ensemble vocal yang beranggotakan mahasiswa yang dilatih secara khusus untuk dapat membawakan karya-karya paduan suara yang berkualitas dan inspiratif.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/konser-from-haydn-to-hogan-ancient-liturgy-in-many-expressions" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Serial Video YouTube Hadiah Terindah? 2014-11-25T10:32:58+07:00 2014-11-25T10:32:58+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/serial-video-youtube-hadiah-terindah Natal2014 samuel2djaja@gmail.com <h1>Jadilah penonton pertama!</h1> <p>Momen Natal biasanya menjadi momen berbagi hadiah dengan orang-orang yang kita kasihi. Terkadang ada juga acara "tukar kado" untuk memeriahkan perayaan hari lahir Tuhan Yesus ini. Namun apakah Natal hanya sebatas itu saja? Bagaimana cara kita menyadari, bahkan berbagi sebuah Hadiah yang lebih indah dari semua hadiah yang dapat kita beli di dunia ini?</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/serial-video-youtube-hadiah-terindah" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <h1>Jadilah penonton pertama!</h1> <p>Momen Natal biasanya menjadi momen berbagi hadiah dengan orang-orang yang kita kasihi. Terkadang ada juga acara "tukar kado" untuk memeriahkan perayaan hari lahir Tuhan Yesus ini. Namun apakah Natal hanya sebatas itu saja? Bagaimana cara kita menyadari, bahkan berbagi sebuah Hadiah yang lebih indah dari semua hadiah yang dapat kita beli di dunia ini?</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/serial-video-youtube-hadiah-terindah" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Peryataan Misi GKI Gading Serpong 2012-04-14T19:52:00+07:00 2012-04-14T19:52:00+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/peryataan-misi-gki-gading-serpong Web Master webmaster@gkigadingserpong.org <p><img style="margin: 10px;" alt="Pernyataan-Misi-GKI-Gading-Serpong" src="https://gkigadingserpong.org/images/blog/berita-gki-gading-serpong/Pernyataan-Misi-GKI-gading-Serpong.jpg" height="150" width="200" /><img style="margin: 10px;" alt="Program-Kerja-GKI-Gading-Serpong-2012-2013" src="https://gkigadingserpong.org/images/blog/berita-gki-gading-serpong/Program-Kerja-GKI-Gading-Serpong-2012-2013.jpg" height="150" width="200" /><p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/peryataan-misi-gki-gading-serpong" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img style="margin: 10px;" alt="Pernyataan-Misi-GKI-Gading-Serpong" src="https://gkigadingserpong.org/images/blog/berita-gki-gading-serpong/Pernyataan-Misi-GKI-gading-Serpong.jpg" height="150" width="200" /><img style="margin: 10px;" alt="Program-Kerja-GKI-Gading-Serpong-2012-2013" src="https://gkigadingserpong.org/images/blog/berita-gki-gading-serpong/Program-Kerja-GKI-Gading-Serpong-2012-2013.jpg" height="150" width="200" /><p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/peryataan-misi-gki-gading-serpong" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> "Hatiku Untuk Tuhan" - Natal Anak 2011 GKI Gading Serpong 2012-03-04T16:17:44+07:00 2012-03-04T16:17:44+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/hatiku-untuk-tuhan-natal-anak-2011-gki-gading-serpong Winardi Santoso zK5O_webmaster@gkigadingserpong.org <p><img style="margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; float: left;" alt="natal-komisi-anak-2011" src="https://gkigadingserpong.org/images/blog/imago-deus/natal-komisi-anak-2011.jpg" height="133" width="200" />Tanggal 10 Desember 2011, Komisi Anak mengadakan Natal Anak dengan tema "Hatiku untuk Tuhan", yang dipimpin oleh Bp Raffel Rohie. Acara ini dimeriahkan paduan suara anak dan tari tamborin anak, serta dihadiri oleh sekitar 500 anak sekolah minggu.</p> <p><img style="margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; float: left;" alt="natal-komisi-anak-2011" src="https://gkigadingserpong.org/images/blog/imago-deus/natal-komisi-anak-2011.jpg" height="133" width="200" />Tanggal 10 Desember 2011, Komisi Anak mengadakan Natal Anak dengan tema "Hatiku untuk Tuhan", yang dipimpin oleh Bp Raffel Rohie. Acara ini dimeriahkan paduan suara anak dan tari tamborin anak, serta dihadiri oleh sekitar 500 anak sekolah minggu.</p> Mus Mulyadi @ Ibadah Tutup Tahun 2012-03-04T16:07:23+07:00 2012-03-04T16:07:23+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/mus-mulyadi-ibadah-tutup-tahun Winardi Santoso zK5O_webmaster@gkigadingserpong.org <p><img style="margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; float: left;" alt="Mus Mulyadi Malam Tahun Baru GKI Gading Serpong" src="https://gkigadingserpong.org/images/blog/imago-deus/mus-mulyadi-malam-tahun-baru.jpg" width="200" height="143" />Di tengah hiruk pikuk suara mesin kendaraan dan kembang api yang mulai menyala, pada tanggal&nbsp; 31 Desember 2011, jam 7 malam, GKI GS mengadakan kebaktian tutup tahun dengan tema "Terang Yang Mendatangkan Hikmat". Bp Pdt John Panuluh menyampaikan Firman Tuhan yang diambil dari Yohanes 8 : 12-19.<p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/mus-mulyadi-ibadah-tutup-tahun" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img style="margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; float: left;" alt="Mus Mulyadi Malam Tahun Baru GKI Gading Serpong" src="https://gkigadingserpong.org/images/blog/imago-deus/mus-mulyadi-malam-tahun-baru.jpg" width="200" height="143" />Di tengah hiruk pikuk suara mesin kendaraan dan kembang api yang mulai menyala, pada tanggal&nbsp; 31 Desember 2011, jam 7 malam, GKI GS mengadakan kebaktian tutup tahun dengan tema "Terang Yang Mendatangkan Hikmat". Bp Pdt John Panuluh menyampaikan Firman Tuhan yang diambil dari Yohanes 8 : 12-19.<p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/mus-mulyadi-ibadah-tutup-tahun" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Imago Deus & Hunting Foto 2012-03-04T15:40:29+07:00 2012-03-04T15:40:29+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/imago-deus-hunting-foto Winardi Santoso zK5O_webmaster@gkigadingserpong.org <p><img style="margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; float: left;" alt="Hunting Rumah Kayu Goen" src="https://gkigadingserpong.org/images/blog/imago-deus/hunting-rumah-kayu-goen.jpg" width="200" height="129" />Tanggal 20 Agustus 2011, 13 orang dari Imago Deus melakukan hunting foto di Rumah Kayu Goen, Tangerang. Berangkat jam 7.30, kami tiba di perumahan Citra Raya jam 8.30. Setiba di lokasi, ternyata ...waaaauw.... ada banyak titik spot untuk lokasi foto. Ada kereta api kuno eks Jerman, ada Rumah Cina tempo doeloe, pohon-pohon kamboja yg tua serta sampan di pinggir danau.<p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/imago-deus-hunting-foto" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img style="margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; float: left;" alt="Hunting Rumah Kayu Goen" src="https://gkigadingserpong.org/images/blog/imago-deus/hunting-rumah-kayu-goen.jpg" width="200" height="129" />Tanggal 20 Agustus 2011, 13 orang dari Imago Deus melakukan hunting foto di Rumah Kayu Goen, Tangerang. Berangkat jam 7.30, kami tiba di perumahan Citra Raya jam 8.30. Setiba di lokasi, ternyata ...waaaauw.... ada banyak titik spot untuk lokasi foto. Ada kereta api kuno eks Jerman, ada Rumah Cina tempo doeloe, pohon-pohon kamboja yg tua serta sampan di pinggir danau.<p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/imago-deus-hunting-foto" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> KasihNya Telah Nyata 2012-03-04T12:35:37+07:00 2012-03-04T12:35:37+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/kasihnya-telah-nyata Winardi Santoso zK5O_webmaster@gkigadingserpong.org <p><img style="margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; float: left;" alt="Ibadah Natal 2011" src="https://gkigadingserpong.org/images/blog/imago-deus/ibadah-natal-2011.jpg" height="200" />Pada Hari Natal, 25 Desember 2011 Ibadah GKI Gading Serpong dimeriahkan oleh tamu dari Westminster Presbyterian Church, Perth yang mementaskan drama "KasihNya telah Nyata". Drama dengan setting di negeri Cina pada jaman dulu, mengisahkan tentang kehidupan keluarga Kristen, sepasang suami istri dan seorang anak yang rajin beribadah dan taat pada Tuhan, namun dihadapkan pada perubahan iklim politik yang melarang perkembangan agama Kristen di Cina.</p> <p>Ending dari drama ini sangat menyentuh, dan membuat haru jemaat yang menyaksikannya. Pada Perayaan Malam Natal 24 Desember, acara dimeriahkan oleh PS Gabungan GKIGS dan Sion Singer, candle light service, tari tamborin, orchestra Genesis dan band Oneheart dengan tema "Immanuel."&nbsp; Selamat Natal !</p> <p><img style="margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; float: left;" alt="Ibadah Natal 2011" src="https://gkigadingserpong.org/images/blog/imago-deus/ibadah-natal-2011.jpg" height="200" />Pada Hari Natal, 25 Desember 2011 Ibadah GKI Gading Serpong dimeriahkan oleh tamu dari Westminster Presbyterian Church, Perth yang mementaskan drama "KasihNya telah Nyata". Drama dengan setting di negeri Cina pada jaman dulu, mengisahkan tentang kehidupan keluarga Kristen, sepasang suami istri dan seorang anak yang rajin beribadah dan taat pada Tuhan, namun dihadapkan pada perubahan iklim politik yang melarang perkembangan agama Kristen di Cina.</p> <p>Ending dari drama ini sangat menyentuh, dan membuat haru jemaat yang menyaksikannya. Pada Perayaan Malam Natal 24 Desember, acara dimeriahkan oleh PS Gabungan GKIGS dan Sion Singer, candle light service, tari tamborin, orchestra Genesis dan band Oneheart dengan tema "Immanuel."&nbsp; Selamat Natal !</p> Workshop Foto "Komposisi", November 2010 2012-03-04T12:32:29+07:00 2012-03-04T12:32:29+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/workshop-foto-komposisi-november-2010 Winardi Santoso zK5O_webmaster@gkigadingserpong.org <p><img style="margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; float: left;" alt="Workshop Foto November 2010" src="https://gkigadingserpong.org/images/blog/imago-deus/workshop-foto-nov-2010.jpg" width="200" height="133" />Workshop Foto Imago Deus yang kedua kali ini mengundang pakar fotografi, Bp Goenadi Haryanto yang sudah puluhan tahun berkarya sebagai fotografer, pengajar, konsultan dan pembicara di bidang fotografi, serta telah meluncurkan "Buku Fotografi 64".</p> <p>Tema workshop kali ini adalah tentang "Komposisi", dimana peserta yang berjumlah sekitar 50 orang diajarkan hal-hal dasar mengenai pengenalan Point of Interest, mulai dari garis sampai dengan pattern dan perspektive. "Rule of Third" yang sangat dikenal di dunia fotografi juga banyak diulas, disertai dengan penayangan contoh foto yang memperkuat penjelasan tentang komposisi.</p> <p><img style="margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; float: left;" alt="Workshop Foto November 2010" src="https://gkigadingserpong.org/images/blog/imago-deus/workshop-foto-nov-2010.jpg" width="200" height="133" />Workshop Foto Imago Deus yang kedua kali ini mengundang pakar fotografi, Bp Goenadi Haryanto yang sudah puluhan tahun berkarya sebagai fotografer, pengajar, konsultan dan pembicara di bidang fotografi, serta telah meluncurkan "Buku Fotografi 64".</p> <p>Tema workshop kali ini adalah tentang "Komposisi", dimana peserta yang berjumlah sekitar 50 orang diajarkan hal-hal dasar mengenai pengenalan Point of Interest, mulai dari garis sampai dengan pattern dan perspektive. "Rule of Third" yang sangat dikenal di dunia fotografi juga banyak diulas, disertai dengan penayangan contoh foto yang memperkuat penjelasan tentang komposisi.</p> Workshop Foto “Basic Photography”, Mei 2010 2012-03-04T12:30:52+07:00 2012-03-04T12:30:52+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/workshop-foto-basic-photography-mei-2010 Winardi Santoso zK5O_webmaster@gkigadingserpong.org <p><img style="margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; float: left;" alt="Workshop Foto Mei 2010" src="https://gkigadingserpong.org/images/blog/imago-deus/workshop-foto-mei-2010.jpg" width="200" height="134" />Untuk pertama kalinya, klub fotografi Imago Deus mengadakan Workshop Foto bertema “Basic Photography” pada tanggal 1 Mei 2010 di GKI Gading Serpong, dengan nara sumber Sdr. Daniel Iskandar. Dihadiri oleh sekitar 20 orang peminat fotografi.</p> <p>Daniel menjelaskan pentingnya 3 hal dasar dalam fotografi : Apperture, Shutter Speed dan ISO. Workshop dilanjutkan dengan praktek fotografi.</p> <p>Kebetulan PS Nafiri saat itu sedang melakukan gladi resik kebaktian, sehingga mereka langsung menjadi obyek bidikan anggota Imago Deus !</p> <p><img style="margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; float: left;" alt="Workshop Foto Mei 2010" src="https://gkigadingserpong.org/images/blog/imago-deus/workshop-foto-mei-2010.jpg" width="200" height="134" />Untuk pertama kalinya, klub fotografi Imago Deus mengadakan Workshop Foto bertema “Basic Photography” pada tanggal 1 Mei 2010 di GKI Gading Serpong, dengan nara sumber Sdr. Daniel Iskandar. Dihadiri oleh sekitar 20 orang peminat fotografi.</p> <p>Daniel menjelaskan pentingnya 3 hal dasar dalam fotografi : Apperture, Shutter Speed dan ISO. Workshop dilanjutkan dengan praktek fotografi.</p> <p>Kebetulan PS Nafiri saat itu sedang melakukan gladi resik kebaktian, sehingga mereka langsung menjadi obyek bidikan anggota Imago Deus !</p> Workshop WWP Agustus 2011 2012-02-28T00:25:53+07:00 2012-02-28T00:25:53+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/workshop-wwp-agustus-2011 Winardi Santoso zK5O_webmaster@gkigadingserpong.org <p>Pada tanggal 14 dan 21 Agustus 2011, Komisi WWP (Weekly Worship Planning), mengadakan workshop WWP untuk Tunas Remaja, Remaja serta Pemuda yang diikuti oleh sekitar 20 orang perwakilan.</p> <p>Pada hari pertama, 14 Agustus, Ibu Caroline menyampaikan materi tentang "Mengenal Liturgi dan Ibadah GKI". Dalam sesi ini, diulas mengenai seluk beluk liturgi, perbandingan liturgi Gereja Katolik, Reformasi, dan Kharismatik.&nbsp; Setelah itu dilanjutkan pendalaman tentang Liturgi GKI, yang terbagi menjadi 4 pattern : Jemaat Berhimpun, Tuhan Berfirman, Jemaat Bersyukur, dan Jemaat Diutus. Dalam sesi tanya jawab, Pdt Andreas Loanka banyak memberikan penjelasan mengenai ibadah di GKI.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/workshop-wwp-agustus-2011" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p>Pada tanggal 14 dan 21 Agustus 2011, Komisi WWP (Weekly Worship Planning), mengadakan workshop WWP untuk Tunas Remaja, Remaja serta Pemuda yang diikuti oleh sekitar 20 orang perwakilan.</p> <p>Pada hari pertama, 14 Agustus, Ibu Caroline menyampaikan materi tentang "Mengenal Liturgi dan Ibadah GKI". Dalam sesi ini, diulas mengenai seluk beluk liturgi, perbandingan liturgi Gereja Katolik, Reformasi, dan Kharismatik.&nbsp; Setelah itu dilanjutkan pendalaman tentang Liturgi GKI, yang terbagi menjadi 4 pattern : Jemaat Berhimpun, Tuhan Berfirman, Jemaat Bersyukur, dan Jemaat Diutus. Dalam sesi tanya jawab, Pdt Andreas Loanka banyak memberikan penjelasan mengenai ibadah di GKI.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/workshop-wwp-agustus-2011" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> Pelayanan Musik di GKI Samanhudi 2012-02-28T00:14:17+07:00 2012-02-28T00:14:17+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/pelayanan-musik-di-gki-samanhudi Winardi Santoso zK5O_webmaster@gkigadingserpong.org <p><img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/bidang-sama/komisi-musik-gereja/crisentor-at-samanhudi.jpg" alt="Vocal Group Crisentor Pelayanan di GKI Samanhudi" width="200" height="150" style="margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; float: left;" title="Vocal Group Crisentor Pelayanan di GKI Samanhudi">Dalam rangka acara Bulan Musik GKI Samanhudi, tanggal 3 Juli 2011 Komisi Musik GKI Gading Serpong turut berpartisipasi dalam mengisi pujian dan mengiringi jemaat di GKI Samanhudi.</p> <p>Pada kebaktian pagi hari, Band One Heart dan Ensemble Genesis menjadi pengiring musik, sementara kantoria dilayani oleh VG Crisentor. Sore hari, band One Heart berkolaborasi dengan VG Narwastu. Lagu "Suci Suci Suci" dari buku Kidung Jemaat menjadi lagu pembuka, dan ibadah ditutup dengan lagu "Ya Tuhan Isi Hidupku" yang sekaligus menjadi tema bulan musik di GKI Samanhudi.</p> <p>Karena dinyanyikan dengan band dan full orchestra (biola, flute, saxophone), suasana yang terbangun dalam pujian menjadi berbeda dengan kebaktian biasa; lebih megah dan bersemangat. Semoga menjadi berkat dan terima kasih atas undangan pelayanannya.</p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/bidang-sama/komisi-musik-gereja/crisentor-at-samanhudi.jpg" alt="Vocal Group Crisentor Pelayanan di GKI Samanhudi" width="200" height="150" style="margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; float: left;" title="Vocal Group Crisentor Pelayanan di GKI Samanhudi">Dalam rangka acara Bulan Musik GKI Samanhudi, tanggal 3 Juli 2011 Komisi Musik GKI Gading Serpong turut berpartisipasi dalam mengisi pujian dan mengiringi jemaat di GKI Samanhudi.</p> <p>Pada kebaktian pagi hari, Band One Heart dan Ensemble Genesis menjadi pengiring musik, sementara kantoria dilayani oleh VG Crisentor. Sore hari, band One Heart berkolaborasi dengan VG Narwastu. Lagu "Suci Suci Suci" dari buku Kidung Jemaat menjadi lagu pembuka, dan ibadah ditutup dengan lagu "Ya Tuhan Isi Hidupku" yang sekaligus menjadi tema bulan musik di GKI Samanhudi.</p> <p>Karena dinyanyikan dengan band dan full orchestra (biola, flute, saxophone), suasana yang terbangun dalam pujian menjadi berbeda dengan kebaktian biasa; lebih megah dan bersemangat. Semoga menjadi berkat dan terima kasih atas undangan pelayanannya.</p> Retreat KMG - Februari 2011 2012-02-28T00:06:17+07:00 2012-02-28T00:06:17+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/retreat-kmg-februari-2011 Winardi Santoso zK5O_webmaster@gkigadingserpong.org <p><img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/bidang-sama/komisi-musik-gereja/retreat-kmg-feb-2011.jpg" alt="Retreat Komisi Musik Gerejawi Februari 2011" width="200" height="141" style="margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; float: left;" title="Retreat Komisi Musik Gerejawi Februari 2011">Tanggal 25-26 Pebruari 2011, Komisi Musik Gerejawi (KMG) mengadakan retreat untuk para pemusik, pelayan pujian (anggota vokal grup, song leader, paduan suara) yang diikuti oleh sekitar 80 orang, bertempat di Village Resort Ciawi, Bogor.</p> <p>Setelah pembukaan dan ice breaking, sesi hari pertama adalah renungan "Hati Seorang Pelayan" yang dibawakan oleh Bp Pdt Ras Pandiangan. Setelah makan malam, acara dilanjutkan oleh diskusi kelompok untuk mensharingkan pelayanan yang telah dilakukan dan komitmen untuk meningkatkan pertumbuhan iman melalui kelompok pelayanan.</p> <p>Acara berakhir sekitar jam 11 malam. Hari kedua, Pdt Untung Ongkowidjojo memulai sesi ceramah "The Power of Praise" yang menjabarkan tentang pentingnya pemuji dan pujian dalam suatu ibadah, dan ditutup dengan KKR "Recharge Your Spirit".</p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/bidang-sama/komisi-musik-gereja/retreat-kmg-feb-2011.jpg" alt="Retreat Komisi Musik Gerejawi Februari 2011" width="200" height="141" style="margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; float: left;" title="Retreat Komisi Musik Gerejawi Februari 2011">Tanggal 25-26 Pebruari 2011, Komisi Musik Gerejawi (KMG) mengadakan retreat untuk para pemusik, pelayan pujian (anggota vokal grup, song leader, paduan suara) yang diikuti oleh sekitar 80 orang, bertempat di Village Resort Ciawi, Bogor.</p> <p>Setelah pembukaan dan ice breaking, sesi hari pertama adalah renungan "Hati Seorang Pelayan" yang dibawakan oleh Bp Pdt Ras Pandiangan. Setelah makan malam, acara dilanjutkan oleh diskusi kelompok untuk mensharingkan pelayanan yang telah dilakukan dan komitmen untuk meningkatkan pertumbuhan iman melalui kelompok pelayanan.</p> <p>Acara berakhir sekitar jam 11 malam. Hari kedua, Pdt Untung Ongkowidjojo memulai sesi ceramah "The Power of Praise" yang menjabarkan tentang pentingnya pemuji dan pujian dalam suatu ibadah, dan ditutup dengan KKR "Recharge Your Spirit".</p> Kunjungan ke Panti Asuhan Talenta Kasih 2012-02-28T00:00:13+07:00 2012-02-28T00:00:13+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/kunjungan-ke-panti-asuhan-talenta-kasih Winardi Santoso zK5O_webmaster@gkigadingserpong.org <p><img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/bidang-sama/komisi-musik-gereja/narwastu-kunjungan-pa-talenta-kasih.jpg" alt="Kunjungan VG narwastu ke PA Talenta Kasih" width="0" height="0" style="margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; float: left;" title="Kunjungan VG narwastu ke PA Talenta Kasih"><img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/bidang-sama/komisi-musik-gereja/narwastu-kunjungan-pa-talenta-kasih.jpg" alt="Kunjungan VG Narwastu ke PA Talenta Kasih" width="200" height="133" style="margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; float: left;" title="Keluarga besar Narwastu dan anak-anak Talenta Kasih">Pada tanggal 6 Maret 2011, VG Narwastu beserta keluarga melakukan kunjungan kasih ke Panti Asuhan Talenta Kasih di daerah Pulomas, Jakarta.</p> <p>Panti ini dihuni oleh sekitar 50 anak yang rata rata berusia 5-12 tahun. Setelah perkenalan dan pujian, kami mengadakan ibadah singkat yang bertema tentang "Allah Sang Pencipta Dunia", dilanjut dengan makan siang bersama.</p> <p>Rumah yang digunakan oleh yayasan ini sebenarnya merupakan rumah kontrakan, sehingga mereka juga membutuhkan bantuan dana yang cukup besar setiap tahunnya selain untuk kebutuhan sehari-hari&nbsp; dan biaya sekolah anak-anak.</p> <p>Dalam kesempatan ini, Narwastu memberikan 1 buah televisi, mainan anak dan buku bacaan, serta persembahan dana yang dikumpulkan pada saat acara Natal 2010. Kami percaya Tuhan senantiasa memelihara anak-anak ini dan menjadikan mereka sebagai anak-anak Tuhan yang taat dan setia padaNya.</p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/bidang-sama/komisi-musik-gereja/narwastu-kunjungan-pa-talenta-kasih.jpg" alt="Kunjungan VG narwastu ke PA Talenta Kasih" width="0" height="0" style="margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; float: left;" title="Kunjungan VG narwastu ke PA Talenta Kasih"><img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/bidang-sama/komisi-musik-gereja/narwastu-kunjungan-pa-talenta-kasih.jpg" alt="Kunjungan VG Narwastu ke PA Talenta Kasih" width="200" height="133" style="margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; float: left;" title="Keluarga besar Narwastu dan anak-anak Talenta Kasih">Pada tanggal 6 Maret 2011, VG Narwastu beserta keluarga melakukan kunjungan kasih ke Panti Asuhan Talenta Kasih di daerah Pulomas, Jakarta.</p> <p>Panti ini dihuni oleh sekitar 50 anak yang rata rata berusia 5-12 tahun. Setelah perkenalan dan pujian, kami mengadakan ibadah singkat yang bertema tentang "Allah Sang Pencipta Dunia", dilanjut dengan makan siang bersama.</p> <p>Rumah yang digunakan oleh yayasan ini sebenarnya merupakan rumah kontrakan, sehingga mereka juga membutuhkan bantuan dana yang cukup besar setiap tahunnya selain untuk kebutuhan sehari-hari&nbsp; dan biaya sekolah anak-anak.</p> <p>Dalam kesempatan ini, Narwastu memberikan 1 buah televisi, mainan anak dan buku bacaan, serta persembahan dana yang dikumpulkan pada saat acara Natal 2010. Kami percaya Tuhan senantiasa memelihara anak-anak ini dan menjadikan mereka sebagai anak-anak Tuhan yang taat dan setia padaNya.</p> Retreat Narwastu @ Salatiga 2012-02-27T23:51:28+07:00 2012-02-27T23:51:28+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/retreat-narwastu-salatiga Winardi Santoso zK5O_webmaster@gkigadingserpong.org <p><img style="margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; float: left;" alt="Narwastu Retreat VG Narwastu yang berjumlah 25 orang mengadakan retreat di Griya Tetirah, Salatiga" src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/bidang-sama/komisi-musik-gereja/narwastu-retreat.jpg" width="200" height="129" />Tanggal 8-10 Juli 2011, keluarga besar VG Narwastu yang berjumlah 25 orang mengadakan retreat di Griya Tetirah, Salatiga.</p> <p>Acara hari pertama dimulai dengan Worship dan Evaluasi Pelayanan Narwastu. Pemahaman Alkitab menjadi menu pembuka di hari berikutnya. Menjelang siang, sesi "Aku dan seisi rumahku akab beribadah kepada Tuhan" dibawakan secara santai dan kocak oleh Pdt Iman Santoso. Setelah puas mengisi perut, sesi "Keluarga Yang Bermisi" dibawakan dengan beberapa diskusi dan pertanyaan. Lalu kami lanjutkan dengan minum wedang ronde dan makan mie Jawa di malam hari. Minggu pagi, kami beribadah di GKI Salatiga, serta membawakan pujian "Kini Kupuji Tuhan" dan "Tetap Hidup Selamanya". Setelah check out dan makan soto yang mantab tenan, kami segera menuju Semarang dan menyempatkan diri foto-foto di Sam Po Kong. Setelah itu kami membeli oleh-oleh dan kembali ke Jakarta dengan naik kereta api Argo Muria.</p> <p><img style="margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; float: left;" alt="Narwastu Retreat VG Narwastu yang berjumlah 25 orang mengadakan retreat di Griya Tetirah, Salatiga" src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/bidang-sama/komisi-musik-gereja/narwastu-retreat.jpg" width="200" height="129" />Tanggal 8-10 Juli 2011, keluarga besar VG Narwastu yang berjumlah 25 orang mengadakan retreat di Griya Tetirah, Salatiga.</p> <p>Acara hari pertama dimulai dengan Worship dan Evaluasi Pelayanan Narwastu. Pemahaman Alkitab menjadi menu pembuka di hari berikutnya. Menjelang siang, sesi "Aku dan seisi rumahku akab beribadah kepada Tuhan" dibawakan secara santai dan kocak oleh Pdt Iman Santoso. Setelah puas mengisi perut, sesi "Keluarga Yang Bermisi" dibawakan dengan beberapa diskusi dan pertanyaan. Lalu kami lanjutkan dengan minum wedang ronde dan makan mie Jawa di malam hari. Minggu pagi, kami beribadah di GKI Salatiga, serta membawakan pujian "Kini Kupuji Tuhan" dan "Tetap Hidup Selamanya". Setelah check out dan makan soto yang mantab tenan, kami segera menuju Semarang dan menyempatkan diri foto-foto di Sam Po Kong. Setelah itu kami membeli oleh-oleh dan kembali ke Jakarta dengan naik kereta api Argo Muria.</p> Sosialisasi Portal GKI Gading Serpong yang baru 2011-05-15T15:59:00+07:00 2011-05-15T15:59:00+07:00 https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/sosialisasi-portal-gki-gading-serpong-yang-baru Winardi Santoso zK5O_webmaster@gkigadingserpong.org <p><img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/bidang-oikmas/komisi-multimedia/sosialisasi-portal-gki-gading-serpong.jpg" alt="Sosialisasi Portal GKI Gading Serpong" width="200" height="110" style="margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; float: left;">Pada hari Minggu, 15 Mei 2011, pukul 12:30 yang lalu, Komisi Multimedia yang dikomandani oleh Pak Johannes diberikan kesempatan 30 menitan untuk mensosialisasikan Portal GKI Gading Serpong yang baru sebelum Rapat Bidang di mulai. Portal yang baru ini diawaki oleh Pak Suryadiputra Liawatimena dan Pak Winardi Santoso.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/sosialisasi-portal-gki-gading-serpong-yang-baru" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p> <p><img src="https://gkigadingserpong.org/images/bidang/bidang-oikmas/komisi-multimedia/sosialisasi-portal-gki-gading-serpong.jpg" alt="Sosialisasi Portal GKI Gading Serpong" width="200" height="110" style="margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; float: left;">Pada hari Minggu, 15 Mei 2011, pukul 12:30 yang lalu, Komisi Multimedia yang dikomandani oleh Pak Johannes diberikan kesempatan 30 menitan untuk mensosialisasikan Portal GKI Gading Serpong yang baru sebelum Rapat Bidang di mulai. Portal yang baru ini diawaki oleh Pak Suryadiputra Liawatimena dan Pak Winardi Santoso.</p> <p class="feed-readmore"><a target="_blank" href="https://gkigadingserpong.org/artikel/liputan/sosialisasi-portal-gki-gading-serpong-yang-baru" rel="noopener">Selengkapnya...</a></p>