Penulis: Tjhia Yen Nie
“Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku…(Mat 28:18-20)”, itu adalah Amanat Agung yang Tuhan sabdakan kepada kita semua, sehingga kadang tercetus dalam pembicaraan kita, berapakah jiwa yang sudah kita bawa? Menginjili menjadi kewajiban kita, sebagai umat yang sudah Tuhan tebus. Dalam khotbah di gereja pun seringkali kita diingatkan bahwa Tuhan telah menggantikan kita yang berdosa dengan darah-Nya. Itu bukan hal yang fana, itu adalah harga yang mahal. Kita sebagai umat yang telah dikasihi-Nya, sudah sewajibnya mencurahkan kasih yang sudah Tuhan berikan ke sekeliling kita. Suatu hari seorang anak sedang duduk diam di pinggir sebuah danau. Dengan iseng, dia melemparkan batu ke dalam danau tersebut. Terbentuk gelombang-gelombang air dari tempat jatuhnya batu itu. Dia mencoba melempar lagi dengan batu yang lebih kecil, gelombang nya pun menjadi kecil, tidak seperti batu yang besar. Dia bertanya pada ibunya, mengapa itu terjadi? Silakan download untuk membacanya..
Download lampiran:
FileDescriptionCreatorFile size
Klik untuk download lampiran ini (Dari Dalam ke Luar.pdf)Dari Dalam ke Luar.pdf Monica Horezki213 kB

Artikel Terpopuler