Warta jemaat GKI Gading Serpong, Minggu, 22 Mei 2011

Allah yang maha besar dengan kasih yang besar telah melakukan perbuatan yang besar untuk manusia berdosa yang seharusnya binasa. Inilah kabar baik yang dinyatakan dalam Alkitab (baca: Yohanes 3:16).

Semua manusia adalah orang yang telah berbuat dosa (Rm. 3:23). Upah dosanya adalah maut (Rm. 6:23). Karena dosa manusia harus mengalami kematian, yaitu kematian jasmani, kematian rohani dan kematian kekal. Semua orang, tanpa terkecuali, adalah orang berdosa dan oleh karena itu layak untuk menerima murka Allah dan dihukum binasa. Tetapi karena kasih Allah yang besar kepada umat-Nya, Ia telah menyediakan jalan keselamatan di dalam Tuhan Yesus Kritus.

Perbuatan Allah yang besar bukan hanya di dalam karya penciptaan dan pemeliharaan-Nya, tetapi juga di dalam karya penyelamatan-Nya. Ia berkenan menyerahkan Anak Tunggal-Nya untuk mati bagi manusia yang berdosa.

Yesus Kristus rela mati di atas kayu salib untuk menggenapkan karya keselamatan dari Allah. Kematian Yesus merupakan korban yang bersifat menggantikan (The sacrifice of substitution). Bila Ia tidak mati sebagai korban yang menggantikan, maka kita tidak dapat lepas dari status sebagai orang berdosa. Tentang hal ini firman, “Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat menjadi dosa karena kita, supaya di dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah” (II Korintus 5:21). Kematian Yesus merupakan korban yang bersifat meredam murka Allah (The sacrifice of propiation). Karena dosa, kita berada dalam murka Allah. Namun melalui kematian dan kebangkitan-Nya Ia telah menyelamatkan kita dari murka Allah (I Tes 1:10). Kematian Yesus merupakan korban yang bersifat menanggung hukuman (The sacrifice of retribution). Hukuman yang seharusnya dijatuhkan pada manusia berdosa, telah ditanggung oleh Tuhan Yesus di atas kayu salib, sehingga tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus (Rom 8:1-4). Kematian Yesus merupakan korban yang bersifat mendamaikan (The sacrifice of reconciliation). Kita yang telah terpisah dari Allah dan menjadi seteru-Nya karena dosa dan pelanggran kita, kini telah diperdamaikan dengan Allah melalui Yesus Kristus yang telah mati untuk kita (II Kor 5:15,18-19). Dulu kita adalah seteru-seteru Allah, tetapi sekarang adalah anak-anak Allah.

Tuhan Yesus tidak hanya mati untuk menyelamatkan manusia, tetapi Ia telah bangkit pada hari yang ketiga dan naik ke surga dan duduk di sebelah kanan Allah,  Bapa yang maha kuasa. Dia pergi ke surga untuk menyediakan tempat bagi orang-orang yang percaya (Yoh. 14:1-3). Dengan tegas Ia berkata, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku”  (Yoh. 14:6).

Perbuatan Allah yang besar itu harus diberitakan kepada sesama. Karena kasih-Nya yang begitu besar Allah telah menyediakan anugerah keselamatan di dalam Tuhan Yesus Kristus. Allah menghendaki agar karya agung-Nya itu terus diwartakan agar semua orang bisa mendengar dan percaya kepada-Nya dan menerima anugerah keselamatan.

Dalam Alkitab tertulis, "Semua orang yang berseru kepada Tuhan, akan selamat." Tetapi bagaimanakah orang dapat berseru kepada Tuhan kalau mereka belum percaya? Dan bagaimanakah mereka dapat percaya kepada Tuhan kalau mereka belum mendengar tentang Dia? Juga, bagaimanakah mereka dapat mendengar tentang Tuhan, kalau tidak ada yang memberitakan? Dan bagaimanakah orang dapat membawa berita itu kalau mereka tidak diutus? Di dalam Alkitab tertulis begini, "Alangkah baiknya kedatangan orang-orang yang membawa Kabar Baik dari Allah!"  (Rm. 10:13-15, BIS).

Perbuatan Besar dari Allah melalui Tuhan Yesus adalah Kabar Baik yang harus terus diberitakan. Janganlah kita menjadi lalai, jemu ataupun lelah. Marilah kita senantiasa memberitakan karya besar dari Allah di dalam dan melalui persekutuan, pelayanan dan kesaksian kita. - AL -

Warta dan Renungan Terpopuler