"Bagian dari Kesatuan Tubuh Kristus yang mengerjakan Karya-Allah, mewujudkan Kerajaan-Allah sesuai Perjanjian-Allah dalam Kristus"

ADI-CITA GKI GADING SERPONG

Menginspirasi, mempersiapkan dan mensinergikan Umat-Allah, mendatangkan Kerajaan-Allah di bumi seperti di sorga.

MISSION GKI GADING SERPONG

Menjadi Komunitas Umat Allah yang bertumbuh-kembang dan bersinergi mendatangkan Kerajaan-Allah sesuai Panggilan dan Kontekstualnya.

VISION GKI GADING SERPONG

Menjadikan Jemaat GKI Gading Serpong sebagai murid Kristus yang Memuridkan dan Memperjumpakan Jemaat dengan Kristus.

TEMA PELAYANAN 2019-2020: GKI GADING SERPONG

1. PENGANTAR MISSION STATEMENT GKI GADING SERPONG

 

“Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu - sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya "sunat," yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia, - bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan- ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia.

Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh," sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus. Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan, sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera, dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu. Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang "jauh" dan damai sejahtera kepada mereka yang "dekat," karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa.

Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapi tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.” (Efesus 2:11-22)

 

Siapa kita sebelum kita ada dalam Kristus?

Dalam sejarah penciptaan, Allah menilai bahwa ciptaanNya adalah “baik”, bahkan “amat baik” (Kej 1:30). Namun dunia ciptaan Allah telah jatuh dalam dosa. Semua kecenderungan pikiran manusia adalah untuk berbuat dosa, dengan segala kebengkokan hati untuk hidup dalam ketidaktaatan dan dengan segala upaya untuk menutupi ketelanjangannya.

Manusia hidup dalam pemberontakan terhadap Allah. Hubungan manusia dan Allah rusak. Hubungan manusia dengan dirinya sendiri juga tercemar. Manusia tidak lagi memahami siapa dirinya sesungguhnya. Hubungan yang rusak ini juga terjadi dalam hubungan manusia dengan manusia lain. Hubungan manusia dengan alam semesta juga tercemar, bukannya memelihara dan mengusahakan alam semesta untuk kebaikan, manusia seringkali merusak alam semesta untuk kepentingannya sendiri.

Teolog Dietrich Bonhoeffer dalam Ethics (New York: Macmillan, 1965) , menulis, “Adam and Eve couldn’t look at each other anymore. They especially had trouble looking into each other’s eyes for fear of what they might see there.

Menjadi tragis, bila manusia demikian dikatakan hidup pada kondisi “tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia” (Ef 2:12), terlebih upah dosa adalah maut (Ro 6:23) yang membawa kepada kematian kekal.

Namun Allah tidak tidak diam, karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini (Yoh 3:16), kasih dari Kalvari untuk manusia yang diciptakanNya, Allah rela memberikan anakNya menjadi tebusan bagi orang berdosa, orang yang “jauh”. Kita dahulu juga terhitung sebagai orang “jauh”, tidak termasuk dalam kewarganegaraan kerajaan Allah.

 

Apa yang Kristus telah kerjakan?

Kristus telah membawa kita yang dahulu “jauh” menjadi “dekat” dengan darahNya yang tercurah untuk menebus kita.Kristus telah memperdamaikan kita (NIV, Ef 2:14, “For He himself is our peace...”) memperdamaikan perseteruan antara murka Allah dengan kita sebagai manusia yang seharusnya menerima hukuman.

Kristus telah membawa persatuan, menyatukan yang sebelumnya terpisah. Kristus telah menyatukan yang “bersunat” dan “tidak bersunat”, menyatukan umatNya yang dahulu disebut “Yahudi” dan “non Yahudi”.Kristus telah merubuhkan tembok pemisah, sebagaimana tabir bait Bait Suci terbelah (Mat 27:31), sehingga hubungan kita dengan Allah yang berjarak dipulihkan menjadi “dekat”.Tubuh Kristus telah diserahkan untuk membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya. Sehingga hidup kita terbebas dari ketidakberdayaan karena hukum Taurat dan aturan-aturannya.

Tubuh Kristus diserahkan untuk menciptakan manusia baru (NIV, Ef 2:15, “His purpose was to create in himself one new man out of the two, thus making peace”). Di atas salib itu, Kristus melenyapkan dan mengakhiri perseteruan antara manusia dengan Allah, dan memperoleh jalan masuk kepada Bapa. Kristus memulai pemulihan atas segala kerusakan yang diakibatkan dari dosa. Hubungan dengan Allah, hubungan antar manusia, hubungan dengan dirinya sendiri, dan hubungan dengan alam semesta yang rusak, dipulihkan di dalam Kristus. Penghayatan akan karya keselamatan dalam Kristus perlu terus menerus kita pelajari dan hayati untuk menolong kita memahami siapa kita saat ini, dan apa yang perlu kita kerjakan sepanjang Tuhan menempatkan kita di dunia ini. Kristus sudah memulainya dan kita perlu terus bekerja di dalam Dia untuk melanjutkannya sampai Ia datang kembali.

 

Siapa kita sekarang?

Sekarang kita bukan lagi orang asing atau pendatang. Sekarang kita adalah kawan sewarga dari orang-orang Kudus dan anggota-anggota keluarga Allah. Sekarang kita menjadi “bata-bata” dari Bait Allah yang kudus. Bait Allah yang dibangun di atas dasar para rasul (PB) dan para nabi (PL). Dimana Kristus sebagai batu penjuru dari Bait AllahNya, yang mana bila batu penjuru diambil, seluruh bangunan akan hancur.

"Bata-bata” yang terkait satu dengan lainnya, tersusun rapi, menjadi Bait Allah yang kudus. Secara bersama-sama, bukan sendiri, kita menjadi Bait Allah, dimana Allah bersemayam di dalamnya. Kristus tidak memanggil kita bekerja sendiri. Kita dipanggil masuk ke dalam satu komunitas. Komunitas manusia yang baru. Komunitas yang sudah mengalami anugerah Allah. Komunitas yang memandang Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Komunitas adalah kumpulan orang-orang yang berbeda dari semua hal, latar belakang, kemampuan, karakter, dan segalanya berbeda. Tetapi kita disatukan di dalam Kristus, kita disatukan menjadi satu tubuh di mana Kristus adalah kepalanya. Ketika setiap anggotanya memiliki pikiran seperti Kristus, kita bisa bersatu dengan keragaman kita. Kita diundang untuk bekerja sama, bersatu padu, karena di dalam kesatuan itulah kemuliaan anugerah dan karyaNya akan dinyatakan.

Jadi Gereja sebagai Komunitas terus menjadi komunitas yang seharusnya yaitu:

  1. GKI Gading Serpong sebagai satu tubuh: rapi tersusun menjadi satu, seperti satu tubuh maka ada kesatuan, saling melekat satu dengan yang lain dengan rapi. Satu yang lain tidak boleh mengikuti kemauannya sendiri, dan terlepas dari tubuh. Gereja yang benar adalah gereja yang rapi bukan yang acak acakan, harus ada aturan dan ada pimpinan. Tubuh adalah tubuh yang hidup artinya jika kepala hidup, kalau tangan hidup, kalau kaki hidup. Rapi artinya semua bagian tubuh itu dapat berfungsi sebaik baiknya.
  2. Dalam kesatuanya GKI Gading Serpong harus bertumbuh. Bukan hanya bertambah tetapi bertumbuh. Bertumbuh artinya semakin dewasa, terus berubah dalam arti tranformasi diri, tidak mandeg, atau tidak begitu begitu saja. Itu sebabnya gereja harus terbuka. Terbuka terhadap perubahan, pembaharuan, kepada hal hal yang baru, selalu berusaha untuk bersekutu lebih baik, melayani lebih baik.
  3. GKI Gading Serpong harus terus dibangun. Yang dibangun bukan hanya gedungnya tetapi manusianya, agar membangun diri dalam kasih. Gereja kita bertambah besar, bertambah banyak, bertambah rapi bertambah kaya dan sebagainya. Ini tidak cukup sebab yang terpenting apakah juga bertumbuh dalam kasih.

 

2. PENJELASAN MISSION STATEMENT GKI GADING SERPONG

 

1. Adi-Cita GKI Gading Serpong

"Bagian dari Kesatuan Tubuh Kristus yang mengerjakan Karya-Allah, mewujudkan Kerajaan-Allah sesuai Perjanjian-Allah dalam Kristus"

ADI-CITA GKI GADING SERPONG

GKI Gading Serpong sebagai bagian dari kesatuan Tubuh Kristus di dunia ini mengerjakan karya Allah untuk mewujudkan Kerajaan Allah.

GKI Gading Serpong memiliki adi-cita yang luhur menjadi bagian dari kesatuan Tubuh Kristus, sehingga GKI Gading Serpong menjadikan keunikannya membina dan menjaga kerjasama dengan gereja GKI (baik dalam aras klasis, sinode wilayah dan sinode am), gereja lainnya, badan-badan pendukung gereja di Indonesia dan seluruh dunia, menjadi alat dan mitra Allah mengerjakan karya penyelamatan Allah bagi manusia dalam Kristus Yesus, mewujudkan Kerajaan Allah.

Pertanyaannya adalah apa itu Kerajaan Allah? Kerajaan Allah adalah pemerintahan Allah, dimana :

  • Nama Allah sungguh sungguh dikuduskan, kehendak Allah dilaksanakan dan Allah menjadi semua di dalam semua.
  • Kasih dan kebenaran dan keadilan Allah berlaku secara penuh.
  • Semua dosa diampuni, semua kejahatan ditiadakan, segala sesuatu dipulihkan dan dijadikan baru.
  • Orang yang miskin, yang berduka, yang tertindas dan yang tersisih akan menerima segala sesuatu dengan melimpah (Lukas 4:16-21)
  • Semua kesakitan, penderitaan, kebencian dan permusuhan bahkan kematian akan diakhiri dan ditiadakan untuk selama-lamanya.

Sebagaimana doa Bapa Kami, GKI Gading Serpong terus berdoa agar Allah menjadi raja yang berkuasa dalam kehidupan umatNya secara personal (Mat 6:33) sehingga setiap umatNya terus mengalami transformasi dalam setiap aspek hidupnya di dalam Kristus yang dikerjakan oleh Roh Kudus, dan secara bersama-sama nantinya di masa depan mengalami keutuhan Kerajaan Allah (Luk 22:15-16).

Kalau Tuhan yang menjadi raja atas kehidupan kita, maka ada penyerahan diri, kehidupan dalam anugerah, dalam penaklukan diri/egosentris, usaha untuk taat penuh, mengakui dosa dan memperbaharui hidup dan hubungan kita dengan Tuhan. Ketika Tuhan Yesus datang kembali untuk kedua kalinya, saat semua misi Allah telah selesai, kita menyambut kedatangan kerajaanNya, dan semua lidah dari segala suku dan bangsa menyambutNya. (Wahyu 5:9-10).

 

2. Mission GKI Gading Serpong

Menginspirasi, mempersiapkan dan mensinergikan Umat-Allah, mendatangkan Kerajaan-Allah di bumi seperti di sorga.

MISSION GKI GADING SERPONG

GKI Gading Sepong ada untuk terus berupaya menginspirasi, mempersiapkan dan menyinergikan anggotanya untuk aktif ambil bagian dalam kehidupan gereja.

Menginspirasi berarti GKI Gading Serpong mengerakkan pikiran, perasaan, keinginan serta rencana Anggota jemaat agar dapat aktif ambil bagian dalam kehidupan bergereja. Bagaimana caranya? Mempersiapkan dan menyinergikan. Ini adalah upaya memperlengkapi anggota jemaat supaya dapat melaksanakan tugas panggilannya yaitu dengan melakukan pembinaan.

Pembinaan dapat kita temukan dalam Efesus 4:11-16 yaitu pembangunan tubuh Kristus. Jemaat perlu terus menerus diajak untuk menghayati, meresapi apa yang dilakukan oleh Kristus, dan bagaimana hidup sebagai anggota tubuh Kristus dimana Kristus sebagai kepala. Pembangunan yang dimaksud adalah sebagai pembangunan warga gereja sampai kita semua mencapai kedewasaan penuh sesuai kepenuhan Kristus sehingga umat dengan aktif melakukan tugas panggilannya.

 

3. Vision GKI Gading Serpong

Menjadi Komunitas Umat Allah yang bertumbuh-kembang dan bersinergi mendatangkan Kerajaan-Allah sesuai Panggilan dan Kontekstualnya.

VISION GKI GADING SERPONG

GKI Gading Serpong memiliki kerinduan dan mimpi di masa mendatang untuk menjadi satu komunitas umat Allah, yang terus bertumbuh (dalam jumlah) dan berkembang (dalam kualitas) dimana ada sinergi dalam setiap bagiannya (jemaat, aktivis, penatua, pendeta) sesuai panggilan dan kontekstualnya.

 

4. Portfolio GKI-GS

Bidang-bidang pelayanan yang sedang atau akan dikerjakan dan yang akan menjadi fokus GKI Gading Serpong (supaya kita jelas akan keberadaan kita dan tidak melakukan sesuatu yang bukan panggilan kita sebagai gereja) adalah mencakup tiga bidang utama:

  • Bidang Pelayanan Penggembalaan Keluarga
  • Bidang Pelayanan Pendidikan & Pemuridan
  • Bidang Penginjilan & Kesejakteraan Sosial

 

Misi GKI Gading Serpong

 

Profil Komunitas Umat Allah GKI Gading Serpong

Menjadi komunitas yang hidup, dinamis, dan menarik bagi anggota dan masyarakat sekitarnya karena berita sukacita di dalam Kristus dipahami, dihayati, dihidupi dan diwartakan oleh anggotanya, dimana:

  • Setiap jemaat mengalami hidup yang baru dan bergaul erat dengan Kristus dan bergairah dalam ibadah kepada Tuhan (Berakar)
  • Setiap jemaat mengalami transformasi holistik menjadi murid Kristus yang otentik yang terus bertumbuh dalam segala aspek hidupnya di dalam Kristus (Bertumbuh)
  • Setiap jemaat mengalami hidup sebagai satu keluarga, yang mempraktekkan kasih, kesatuan, pengampunan, dan hidup bersama dengan harmonis di dalam Kristus (Bertumbuh Bersama)
  • Setiap jemaat suka bersaksi dalam dan melalui panggilan hidupnya masing-masing untuk mendatangkan Kerajaan Allah sesuai konteksnya di dunia (Berbuah)