PELAYANAN SOSIAL MASYARAKAT DI TENGAH PANDEMI

APD: Pelayanan Sosial Masyarakat di Awal Pandemi
Sejak medio Maret 2020 ketika pandemi Covid-19 semakin meluas di Indonesia, maka pelayanan sosial masyarakat dari BPMSW GKI SW Jabar melalui bidang Pusat Pelayanan Sosial Masyarakat (PPSM) terkonsentrasi dalam isu yang bersifat nasional dan global ini. GKI SW Jabar boleh dikatakan sudah “terbiasa” melakukan pelayanan sosial masyarakat, namun bagaimanapun pandemi ini adalah sebuah situasi yang “baru” dialami oleh generasi-generasi setiap kita. Oleh karena itu, dalam melakukan pelayanan sosial masyarakat di tengah pandemi ini, apa yang dilakukan oleh BPMSW GKI SW Jabar tidak dapat dikatakan sudah sepenuhnya ideal, karena memang ini bukan situasi yang ideal atau normal.

Gerak pelayanan sosial masyarakat dari BPMSW GKI SW Jabar banyak dilakukan melalui Tim Gerakan Kemanusiaan Indonesia (Tim GKI). Selain itu, melalui Gerakan Kebangsaan Indonesia, BPMSW GKI SW Jabar juga berkolaborasi dengan lembaga-lembaga lain untuk melakukan gerakan masyarat sipil lintas agama, suku, ras dan antar golongan yang tergabung dalam GONG (Gerakan Gotong Royong), dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Di awal pandemi di Indonesia, maka pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) merupakan gerakan awal yang dilakukan oleh Tim GKI. Hal ini berkaitan dengan tingginya kebutuhan APD bagi tenaga medis di berbagai Rumah Sakit, sementara pemenuhan kebutuhannya masih terbatas. APD yang diadakan diprioritaskan adalah baju hazmat/coverall level 3 atau level 2, agar dapat sesuai dengan kebutuhan tenaga medis dalam menghadapi Covid-19. Untuk masker N-95, bahkan perlu diadakan secara impor dari China.

Dalam proses pengadaan APD ini, kami bersyukur untuk setiap dukungan dan keterlibatan dari jemaat, klasis maupun pribadi, sehingga APD dapat didistribusikan di Jabodetabek, maupun ke beberapa tempat lain di Indonesia, seperti yang telah diinformasikan melalui selisip.com.
(Lih. https://selisip.com/2020/05/distribusi-apd-oleh-gki-sinwil-jabar/, https://selisip.com/2020/05/update-distribusi-apd-2/)

Jemaat-jemaat GKI SW Jabar pun turut melakukan gerakan pengadaan APD. Geliat pelayanan sosial masyarat dari jemaat-jemaat tidak meredup sekalipun aktivitas tatap muka di gereja ditiadakan. Hal ini terbukti dari catatan Tim GKI yang selalu mendapatkan informasi distribusi APD yang dilakukan oleh jemaat-jemaat di lingkup GKI SW Jabar kepada beberapa Rumah Sakit. Kami juga bersyukur dan mengapresiasi untuk beberapa jemat, yang membuat APD seperti face shield secara handmade, dan mendistribusikan ke beberapa Rumah Sakit.

Tim GKI kemudian membuat peta distribusi APD, sehingga pembagian APD, baik yang dilakukan secara langsung oleh Tim GKI, maupun oleh jemaat-jemaat dapat terdistribusi secara merata. Dalam memantau pergerakan pasien covid-19, Tim GKI juga menggunakan analisis dari bonza (Lih. https://www.thebonza.com/dashboard/). Dengan pemetaan dan analisis ini, maka distribusi APD bukan sebatas dikarenakan permintaan, namun berdasarkan kondisi riil di lokasi tersebut, khususnya wilayah yang masuk ke dalam Zona Merah.

Dalam perkembangannya pada saat ini, perhatian masyarakat mulai bergeser. Di awal pandemi, begitu banyak gerakan pengadaan APD yang digawangi oleh lembaga, institusi, atau individu tertentu. Namun kini, gerakan pengadaan APD tidak lagi menjadi sesuatu yang mendominasi. Hal ini karena pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, optimal mengadakan dan mendistribusikan APD ke setiap Rumah Sakit rujukan. Akan tetapi, sampai dengan tulisan ini dimuat, Tim GKI belum mengakhiri pelayanan pendistribusian APD, khususnya untuk wilayah di Jawa Timur, dengan bersinergi dengan BPMSW GKI SW Jatim. Hal ini berkaitan dengan kebutuhan dan persebaran pasien Covid-19 yang relatif masih cukup tinggi di wilayah tersebut.

Program Samaria: Pelayanan Sosial Jemaat di Tengah Masyarakat
Seperti yang bersama kita ketahui dan rasakan, pandemi Covid-19 juga memberikan dampak ekonomi. Banyak orang yang kehilangan pekerjaan bahkan kesulitan untuk memehuhi kebutuhan pangan hariannya. Kondisi ini secara khusus sangat dirasakan oleh keluarga-keluarga pra sejahtera. Jemaat-jemaat GKI SW Jabar lalu terpanggil untuk melakukan berbagai kegiatan pelayanan sosial jemaat di tengah masyarakat. Mulai dari membagi sembako ataupun makanan matang siap saji yang sudah di packing.

Kami bersyukur dan mengapresiasi untuk setiap gerakan dan aktivitas pelayanan sosial masyarakat yang sudah dilakukan oleh setiap jemaat bagi masyarakat di sekitar jemaatnya masing-masing. Untuk memperluas pelayanan sosial jemaat di tengah masyarakat, maka PPSM membuat sebuah program yang bernama Program Samaria. Program ini merupakan dukungan finansial bagi jemaat-jemaat di lingkup GKI SW Jabar untuk melakukan pelayanan sosial masyarakat di sekitar jemaatnya masing-masing. Program ini berangkat dari pergumulan akan keterbatasan jemaat-jemaat yang relatif jumlah anggota jemaatnya masuk dalam kategori jemaat kecil, namun rindu dan terpanggil untuk melakukan pelayanan sosial masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Melalui data persembahan dari LKKSW 2019-2020, maka ada 30 jemaat yang masuk kategori untuk mengikuti Program Samaria ini, yaitu bagi jemaat-jemaat yang jumlah persembahannya selama satu tahun di bawah 200 juta Rupiah. Setiap jemaat yang mengajukan untuk mengikuti Program Samaria lalu membuat anggaran, rencana dan strategi pelayanan sosial masyarakat yang akan dilakukan. Hal ini menunjukkan keberadaan GKI yang sinergi, sehingga pelayanan sosial masyarakat tidak dianggap sebagai area pelayanan yang hanya dapat dilakukan oleh jemaat-jemaat besar. Kami juga bersyukur dan mengapresiasi, setiap aktivitas sosial masyarakat dari masing-masing jemaat yang mengikuti Program Samaria, sehingga masyarakat sungguh dapat merasakan keberadaan dari jemaat tersebut.

Program Peduli Jemaat: Pelayanan Sosial bagi Jemaat
Dampak ekonomi, bukan hanya dirasakan oleh masyakat di sekitar jemaat, namun juga oleh anggota jemaat. Merespons hal ini, maka PPSM mem-buat program yang bernama Program Peduli Jemaat. Melalui program ini jemaat-jemaat yang mengikutinya dapat memberikan bantuan langsung kepada anggota jemaat yang terdampak secara ekonomi. Jemaat-jemaat yang mengikuti Program Peduli Jemaat memakai indikator yang sama dengan Program Samaria, yakni 30 jemaat yang jumlah persembahannya selama setahun menurut LKKSW 2019-2020 di bawah 200 juta Rupiah. Tidak banyak jemaat yang memanfaatkan program ini dibandingkan dengan Program Samaria. Dalam percakapan dengan jemaat-jemaat tersebut diperoleh informasi, bahwa jemaat masih mampu secara mandiri memberikan bantuan kepada anggota jemaatnya yang terdampak secara ekonomi.

Pengembangan Perekonomian Umat
Pasif, menggerutu bahkan marah karena dampak dari Covid-19 tentu bukan menjadi pilihan yang baik pada saat ini dan hanya akan menjebak kita dalam fear zone. Sebaliknya sikap percaya, optimis, dan kreatif adalah pilihan sikap yang lebih riil dalam menghadapi pandemi ini, sehingga kita dapat berada pada growth zone.

Melihat banyaknya usaha dari anggota jemaat yang terkena dampak dari pandemi Covid-19, maka PPSM bersama Bidang Pusat Penelitian Data dan Informasi (PPDI) membantu pemasaran usaha yang dilakukan di lingkup jemaat, seperti yang dapat dibaca dalam kolom Katalog Usaha Jemaat di selisip.com. Dengan meluaskan pemasaran, maka diharapkan channel dari setiap usaha akan semakin luas, sehingga usaha jemaat yang didominir dalam bentuk usaha kuliner tersebut dapat semakin berkembang. Sampai dengan saat ini, kami masih menyediakan ruang di selisip.com bagi setiap jemaat yang ingin memasarkan usaha di jemaatnya masing-masing. Kami juga sedang mengupayakan, agar program pengembangan perekonomian umat ini dapat semakin baik, khususnya dalam hal digitalisasi.

GONG: Gerakan Gotong Royong
Seperti yang telah disebutkan di atas, BPMSW melalui Gerakan Kebangsaan Indonesia terlibat dalam gerakan masyarakat sipil lintas agama, suku, ras dan antaragama seperti GAMKI, Vihara Dhanagun, Komunitas Shikh, dan Matakin Jakarta yang kemudian tergabung dalam GONG (Gerakan Gotong Royong). Kami juga bersyukur untuk setiap dukungan dari jemaat, klasis, maupun pribadi untuk GONG. Beberapa aktivitas yang sudah dilakukan oleh GONG adalah penyemprotan disinfektan bagi rumah ibadah, pembagian hand sanitizer, pembagian masker non-medis kepada masyarakat, pembagian masker medis kepada tenaga medis, dukungan makan siang bagi tenaga medis, dukungan ekonomi mitra bagi driver ojek online GRAB, warung gotong royong, pembagian jerigen cuci tangan kepada pemukiman dan pesantren, dan pembagian sembako untuk komunitas petani rumpin.

Pandemi Covid-19 ini dapat kita hadapi ketika kita berkolaborasi, bersinergi dan bergotong rotong satu sama lain. Mengutip refleksi teologis, Meister Eckhart terhadap Matius 22:39: “Jika kau sayang pada dirimu, maka cintailah orang lain, seperti kau mencintai dirimu sendiri. Selagi cinta yang kau berikan kepada orang lain tidak sepadan dengan cinta yang kau berikan pada dirimu sendiri, kau tidak akan benar-benar berhasil mencintai dirimu. Tetapi bila kau mencintai semua orang dengan perlakukan yang sama sebagaimana pada dirimu sendiri, kau akan mencintai mereka sebagai suatu kesatuan ibarat Tuhan dan manusia. Adalah orang bijak, dan berjiwa besar yang mencintai dirinya dan mencintai orang lain dengan perlakukan yang sama.”

Kiranya Tuhan Yesus Kristus, Sang Kepala Gereja terus menolong kita dalam menghadapi dan melewati pandemi ini.

Penulis adalah Ketua Bidang PPSM - BPMSW GKI SW Jabar

Download lampiran:
FileDownloads
Klik untuk download lampiran ini (20 06.pdf)20 06.pdf8