Berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
(Roma 12:2)

Sejak awal Pandemi Covid-19, jemaat-jemaat di lingkup GKI memilih untuk mengubah ibadah Onsite menjadi Ibadah Online. Dengan kesadaran penuh kita memilih untuk mendukung kebijakan pemerintah. Dalam perkembangan situasi terus mengalami perubahan walaupun perubahan kondisi di tiap daerah tidak sama. Pemerintah juga mengambil langkah-langkah terkait dengan Pandemi Covid-19, di Jakarta misalnya, mulai dari PSBB sampai PSBB transisi dan nanti tanggal 14 September 2020 akan kembali diperlakukan PSBB. Perubahan-perubahan terjadi dengan sangat cepat. Sebuah keputusan tidak dapat hanya didasari oleh satu pertimbangan, bagaimana setiap faktor saling berpengaruh satu dengan yang lain. Bagaimana gereja memposisikan diri di tengah hal ini? Kebingungan apakah harus kembali online, apakah bagi yang sudah onsite boleh tetap ibadah onsite? Semua ini mewarnai perjalanan kita bersama di masa Pandemi ini.

Roma 12:2 “mengatakan Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan akal budimu sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah apa yang baik, yang berkenan kepada Allah, dan yang sempurna”.

Kata berubahlah dalam Roma 12:2 yang berasal dari kata metamorphouste. Jemaat di Roma diingatkan untuk tidak sekedar mengikuti saja apa yang ada atau menjadi serupa dengan dunia tapi dalam keberadaannya terus mengalami perubahan, terus bermetamoforsis, berubah terus ke arah yang baik dan semakin sempurna. Mereka sebagai bagian dari Jemat Kristen mula-mula diingatkan untuk tidak takut berubah, apalagi perubahan itu didasarkan pada apa yang menjadi kehendak Allah.

Berdasarkan ini BPMSW GKI SW Jabar hendak kembali mengingatkan:

1. Jangan takut dengan perubahan. Bersahabatlah dengan perubahan dan sejauh perubahan itu dapat dipertanggungjawabkan, juga sejauh kita meyakini bahwa perubahan itu bagian dari metamoforsis iman kita. Di tengah pandemi seperti ini, jemaat melalui kepemimpinan di lingkup Majelis Jemaat, BPMK dan BPMSW harus terus secara kreatif melakukan perubahan-perubahan yang diperlukan. Setiap kebijakan harus terus kita dialogkan dengan keadaan terkini sehingga memang kebijakan itu menjadi semakin updating dan relevan. Sebagai contoh, terkait dengan apakah ibadah dilakukan secara online atau onsite, maka BPMSW GKI SW Jabar mengajak Majelis Jemaat untuk sehati dan melihat situasi sebagaimana dikatakan dalam Surat Edaran BPMSW GKI SW Jabar no. 0520/BPMSW-JB/VII/2020 (terlampir). Jika keadaan di kota di mana kita tinggal kasus Covid semakin meningkat, jika kelurahan gereja kita merah, maka sudah jelas kebaktian harus dilakukan secara online. Majelis Jemaat dapat dengan bijaksana melihat dan mengambil keputusan, kalau pun sudah melaksanakan kebaktian secara onsite namun ternyata keadaan semakin tidak membaik maka Majelis Jemaat kembali harus mengadakan kebaktian secara online. Setiap keputusan dalam sebuah jemaat bersifat kontekstual sehingga tidak ada keputusan yang berlaku umum karena jemaat GKI Sinwil Jabar berjumlah 100 jemaat tersebar di berbagai macam pulau.

2. Kebaktian-kebaktian lain di luar kebaktian Minggu, misalnya kebaktian peneguhan dan pemberkatan nikah dapat dilaksanakan dengan protokol Kesehatan, termasuk pembatasan jumlah kehadiran (yang hadir pelayan kebaktian dan keluarga inti).

3. Keadaan kita terus menerus mengalami perubahan, dan banyak orang merasa semakin tidak pasti dan bahkan berada dalam suasana yang sulit. Majelis jemaat diharapkan untuk juga dapat terus memelihara kehidupan iman umat secara kreatif sehingga masa pandemi ini tidak menghalangi untuk umat tetap merasakan kekuatan dan mengalami pertumbuhan iman dalam kehidupan berjemaat. Jangan sampai kita juga hanya sibuk mempersiapkan kebaktian entah online atau onsite namun lalai untuk memelihara kehidupan iman umat melalui pelayanan-pelayanan kreatif lain yang dapat kita lakukan. BPMSW GKI Sinwil Jabar tetap memberikan dukungan kepada YKB dan RPK untuk menyelenggarakan ibadah secara online sehingga bagi jemaat yang terbatas Sumber Daya Manusianya dapat memanfaatkan kebaktian online ini dan memfokuskan diri pada pelayanan-pelayanan lain di luar kebaktian Minggu.

Kiranya hikmat dari Tuhan terus mengalir dan terpancar dalam setiap keputusan yang kita buat, dan kekuatan dari Tuhan menopang kita melaksanakan pelayanan yang Tuhan percayakan kepada kita, serta sukacita yang asalnya dari Tuhan membuat kita bersukacita di tengah pelayanan kita.

Tuhan, Sang Kepala Gereja, memberkati pelayanan kita bersama.

Badan Pekerja Majelis Sinode Wilayah
Gereja Kristen Indonesia Sinwil Jabar


Pdt. Sheph Davidy Jonazh                     Pdt. Cordelia Gunawan
Ketua Umum                                     Sekretaris Umum

Download lampiran:
FileDownloads
Klik untuk download lampiran ini (Pesan Gembala.pdf)Pesan Gembala.pdf6

Warta dan Renungan Terpopuler