Kolom

  • Penulis: Tjhia Yen Nie
    Editor: David Tobing

    Hidup adalah menjalani sebuah perjalanan. Setiap hari akan diisi dengan berbagai pilihan; mau bangun sekarang atau 5 menit lagi, mau meletakkan buku di atas meja atau di lantai, mau memakai celana pendek atau celana panjang, mau saat teduh pagi hari atau nanti malam, mau membaca Alkitab atau menonton film, atau sampai pilihan-pilihan yang lebih membutuhkan pemikiran seperti mau masuk kuliah jurusan apa, di mana, atau pekerjaan apa.

  • Kolom Kristiani

    Merupakan tulisan yang menyaksikan kebesaran dan kasih Kristus. Kolom bersifat personal, diangkat dari sudut pandang penulis.

    Opini Kristiani

    Tulisan yang berupa paparan pengetahuan, pendapat, pemikiran, dan gagasan penulis, berdasarkan hasil analisisnya atas permasalahan kekristenan yang diangkat dengan disertai sumber-sumber kepustakaan yang digunakan.

    Humaniora Kristiani

    Artikel yang membahas topik-topik dalam dalam bidang kebudayaan, seni, pendidikan, kesehatan, lingkungan dalam mengikuti perkembangan jaman, yang bertujuan memberikan pengetahuan kepada pembaca.

    Resensi Buku Kristiani

    Ringkasan dari buku rohani yang terdapat di perpustakaan GKI Gading Serpong

  • Artikel Lepas Kristiani

  • Penulis: Finna Padhang
    Editor: Tjhia Yen Nie

    Tangerang, 31 Desember 2020

    Tidak terasa hari ini adalah hari terakhir di tahun 2020. Sungguh oleh anugerah-Nya semata, kita bisa melalui tahun ini. Tahun 2020, tahun yang penuh kejutan, kejutan yang membawa duka, namun juga suka.

    Duka karena ada kerabat, sahabat, kenalan, yang ditinggalkan oleh orang-orang yang dikasihinya, duka karena kehilangan pekerjaan, karena sakit penyakit, dan  duka yang disebabkan oleh pandemi covid-19.

    Suka karena ada teman-teman yang bersukacita karena kelahiran putranya, ada rekan yang memulai keluarga barunya, suka karena ada kesempatan belajar melakukan hal-hal baru yang positip yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya, karena diberi kesempatan mencapai prestasi yang sepertinya sulit dipercaya dapat diraih, suka karena diberi kesempatan memimpin, meskipun seringkali kegentaran melingkupi.

    Melalui semua itu saya dingatkan bahwa sungguh  tidak ada sesuatu yang mustahil kalau Tuhan berkehendak. Boleh sombong? Tentu tidak.  Semua itu hanya karena anugerah-Nya semata.  Belajar memberikan yang terbaik, belajar melihat bahwa Ia turut bekerja. Belajar untuk selalu rendah hati, karena kemuliaan hanya patut diberikan kepada Tuhan. Belajar berserah kepada kehendak-Nya.

    Mudah dijalankan? Tentu tidak. Sulit? Ya, namun sulit bukan berarti tidak bisa. Bisa karena kamu hebat? Tentu tidak, hanya karena DIA yang hebat, yang memberikan rahmat-Nya kepada kita. Siapa kita ini? Kita hanyalah debu.

    "sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu." (Kejadian 3: 19b)

    Memasuki tahun 2021, ada rasa gentar menghadapi apa yang ada di depan. Namun kiranya Tuhan memberikan rahmat-Nya, menuntun setiap langkah kita menapaki jalan kehidupan ini.

    Lebih berhati-hati lagi dalam bertindak, lebih berhikmat lagi, lebih bijaksana lagi, lebih mengasihi lagi. Terus diingatkan: "Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia." (Kolose 3:23)

    Terus berupaya supaya memperoleh mahkota abadi yang sesuai dengan panggilan kita masing-masing. Kiranya Tuhan yang menolong dan memampukan kita.

    "Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi  (1 Timotius 6:12).”

  • Penulis: Indra Putra
    Editor: Lanny Dewi Joeliani

     

    Menunggu itu menyebalkan. Titik.

    Apalagi jika menunggu kapan wabah pandemi Covid 19 di negeri ini segera berakhir. Sudah lebih dari satu tahun pandemi melanda, namun tidak ada tanda-tanda segera berakhir. Beberapa minggu terakhir ini, kegalauan terasa lebih menyergap. Jumlah penderita dilaporkan terus bertambah. Rasa duka bertebaran di antara yang masih hidup, karena kematian orang-orang terdekatnya akibat Covid 19. Tidak sedikit juga orang yang masih kalang kabut menata masa depan, karena pekerjaan, usaha, dan keluarganya berantakan akibat Covid 19.

  • Penulis: Tjhia Yen Nie
    Editor: Lia Susanti Sasmita

    Tangerang, 22 April 2018

    Pagi itu dia datang ke rumah saya dengan diboncengkan motor oleh kawannya. Sambil menyerahkan sebuah naskah kisahnya, dia pun menceritakan pengalamannya melewati kanker kolon. “Buku ini saya wujudkan sebagai rasa syukur atas kasih Tuhan yang membantu saya melewati semuanya.” Wajahnya yang cerah bersemangat dan penuh senyum, tidak menampakkan raga orang yang sedang sakit. Sehingga saya sangat terkejut ketika mengetahui saat itu dia baru 2 minggu melewati operasi kanker ovarium.

    “Jadi, buku ini perjuanganmu melewati kanker kolon? Lalu setelah itu kamu divonis kanker ovarium?” tanya saya tak berkedip.

  • Inspirasi Kristiani

  • Penulis: Finna Padhang
    Editor: Tjhia Yen Nie

    Seringkali saya emosi menghadapi tingkah laku orang-orang terdekat di rumah saya, yang tidak sesuai dengan harapan saya. Meskipun saya menyadari betul adanya perbedaan karakter dari setiap pribadilah yang melahirkan konflik, dan kalau dipikir-pikir itu adalah hal yang sepele. Namun tidak dapat dipungkiri, jika dibiarkan emosi-emosi negatif ini menumpuk, akan berdampak buruk juga terhadap jiwa saya, dan relasi saya dengan sesama.

  • Kolom Kristiani

    Merupakan tulisan yang menyaksikan kebesaran dan kasih Kristus. Kolom bersifat personal, diangkat dari sudut pandang penulis.

  • Komunikasi Kristiani

  • Penulis: Finna Padhang
    Editor: Lia Susanti

    Matius 13:30 (TB), "Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku."

  • Penulis: Finna Padhang
    Editor: Lia Susanti

    Siapakah yang mau menderita? Manusia pada umumnya pasti tidak ada yang mau menderita. Yang selalu dicari manusia adalah kebahagiaan, kenikmatan hidup. Namun, apakah kedua hal itu bisa memuaskan manusia?

  • Penulis: Tjhia Yen Nie
    Editor: Redaksi Sepercik Anugerah

    Di masa pandemi ini, banyak sumber ilmu pengetahuan yang terbuka secara daring. Kartu pra kerja dari pemerintah, kursus-kursus gratis dari berbagai perguruan tinggi ternama , ataupun webinar-webinar yang membahas beragam topik menarik, dari mulai psikologi, kewirausahaan, sampai dengan berbagai keterampilan. Semua ini tentu dapat memberikan masukan positif bagi kita semua, jika kita dapat memanfaatkannya.

  • Penulis: Finna Padhang
    Editor: Tjhia Yen Nie

    "Munafik" kata yang begitu menyeramkan buat telinga saya, kata yang akan menohok hati saya jika ada yang mengatakan itu kepada saya. Tidak ada seorang pun yang mau dibilang munafik oleh orang lain. Memang sih, tidak ada yang mengatakannya di depan saya, namun ada satu yang jujur, yang berani mengatakan kepada saya: hati nurani, ya, hati nurani saya yang mengatakannya.

    “Apakah senyuman yang saya lontarkan selama ini tulus lahir dari hati?” “Sepertinya tidak!” (Itu namanya munafik, suara hati saya menuduh).

  •  

    Suara sirine ambulance tak henti-hentinya saling bersahutan. "Sudah lebih dari 5 ambulance lewat di jalanan dalam satu jam,” demikian saya katakan pada teman-teman saya. Posisi rumah yang terletak di dekat jalan tol, membuat saya selalu mendengar hilir mudik suara kendaraan yang melintas.

  • Sosok Kristiani