Warta Jemaat GKI Gading Serpong, Minggu, 15 Maret 2026
Bacaan Alkitab: 1 Samuel 16:1-13; Mazmur 23; Efesus 5:8-14; Yohanes 9:1-41
Yesus sayang semua semua semua
Yesus sayang semua, sayang semua
Ini adalah lirik lagu yang biasa anak sekolah minggu nyanyikan “Yesus sayang semua.” Ya, Yesus memang sayang semua. Kasih Yesus tidak pilih-pilih, kasih yang bertindak, dan kasih yang tidak bersyarat. Kasih ini dirasakan oleh seorang pengemis yang buta sejak lahir. Seorang yang terkena penyakit atau dilahirkan cacat/penyandang disabilitas pasti dikaitkan dengan dosa, entah karena dosa dirinya sendiri atau dosa dari orang tuanya. Munculnya pemahaman seperti ini yang membuat pengemis buta disingkirkan dan tidak dianggap keberadaannya oleh orang-orang disekitarnya termasuk oleh orang tuanya sendiri.
Saat orang-orang disekitar tidak memperdulikan keberadaan orang buta ini, Yesus justru hadir menyapa dan menolongnya. Yesus melakukan mukjizat yakni mencelikan mata pengemis yang buta sejak lahir. Orang buta kini bisa melihat, ia merasakan sentuhan kasih dan kepedulian Yesus. Seharusnya kesembuhan ini membawa kebahagiaan dan rasa kagum, namun nyatanya hal ini tidak terjadi. Kesembuhan ini justru memunculkan perdebatan dan amarah dari komunitas masyarakat luas, orang Farisi, dan orang tua si pengemis buta. Mereka tidak mempercayai karya Yesus dan mengusir orang buta yang sudah dicelikan matanya.
Bagi pengemis buta tersebut, karya Yesus sungguh menggugah hatinya. Orang buta ini tak hanya melek secara fisik, tetapi juga melek secara iman. Ia bersaksi dan mengakui bahwa Yesus ialah Tuhan dan sujud menyembah-Nya! Ia tidak takut mendapat pengucilan kembali karena mengakui Yesus, ia memilih untuk mengatakan kebenaran dan menjadi anak terang di tengah komunitasnya yang hidup dalam kegelapan.
Dalam Minggu Pra Paskah ini kita diingatkan untuk menjadi komunitas yang membangun dan bergandengan tangan saling menolong, bukan justru menjadi komunitas yang saling menghancurkan. Kita pun diundang untuk selalu menjadi anak-anak terang dimanapun kita berada. Efesus 5:8-9 “Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang, karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran"
Pdt. Erma P. Kristiyono