Warta Jemaat GKI Gading Serpong, Minggu, 12 April 2026
Bacaan Alkitab: Kisah Para Rasul 2:14a, 22-32; Mazmur 16; 1 Petrus 1:3-9; Yohanes 20:19-31
Firman Tuhan hari ini mengingatkan, Paskah bukan sekadar peristiwa yang dikenang, tetapi undangan untuk menjadi saksi kebangkitan.
1.PERJUMPAAN DENGAN KRISTUS MENGUBAH KETAKUTAN MENJADI DAMAI (Yohanes 20:19–23)
Kondisi para Murid bersembunyi mengunci pintu, penuh tangisan dan ketakutan, putus asa, kehilangan arah dan masa depan tidak jelas. Dalam kondisi seperti itu Yesus datang dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!” “Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.” Dalam kondisi takut, gagal, dan tertutup—Yesus tetap datang. Dan “Berdiri di tengah-tengah mereka” – Tuhan Yesus hadir memulihkan para murid.
2.KERAGUAN DIUBAH MENJADI IMAN YANG HIDUP (Yohanes 20:24–29 & Mazmur 16)
Bertemu dengan Tomas, dalam Yohanes 20:25, Tomas berkata: “Jika aku tidak melihat, aku tidak percaya.”
Namun ketika berjumpa Yesus, mulut Tomas keluar pengakuan yang luar biasa: “Ya Tuhanku dan Allahku!”
Keraguan bukan akhir dari iman. Keraguan bisa menjadi jalan menuju iman yang lebih dalam—jika kita membawanya kepada Kristus.
3.KESAKSIAN YANG MENGUBAH: DARI MENERIMA MENJADI MEMBERI (Kisah Para Rasul 2:14a, 22–32 & 1 Petrus 1:3–9)
Kita menyaksikan Simon Petrus, sebelumnya: Petrus menyangkal Yesus tiga kali dan takut terhadap seorang hamba perempuan tetapi dalam Kisah Para Rasul 2, Petrus berdiri di depan ribuan orang dan berkata serta bersaksi dengan berani: “Yesus ini telah dibangkitkan Allah, dan kami semua adalah saksi”. Mengapa bisa seperti itu? karena kebangkitan Kristus. Kuasa kebangkitan yang mengubahnya dan Kuasa Tuhan yang membuat yang tidak mungkin menjadi mungkin.
Pdt. Em. Santoni