Warta Jemaat GKI Gading Serpong, Minggu, 14 Oktober 2018
Apakah standar hidup dalam kerajaan Allah? Dalam Markus 10:24-25 Tuhan Yesus menjawab pertanyaan itu dengan mengatakan "Anak-anak-Ku, alangkah sukarnya masuk ke dalam Kerajaan Allah. Lebih mudah seekor unta melewati lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah”.
Kenapa orang kaya itu susah masuk kerajaan Allah? padahal dalam Perjanjian Lama, kekayaan dipandang sebagai tanda Tuhan memberkati. Itu sebabnya para murid berkata “kalau begitu siapakah yang diselamatkan?” Bagi Yesus masuk kerajaan Allah tidak tergantung pada manusia dan apa yang dimiliki manusia. Masuk Kerajaan Allah juga bukan karena usaha manusia sendiri dengan kakayaan yang dimilikinya (anak muda itu disuruh menjual hartanya). Masuk Kerajaan Allah adalah anugerah cuma-cuma dari Allah.
Bagi Yesus kekayaan yang dimiliki anak muda itu harus dijual bukan karena kekayaan itu buruk, tetapi kekayaan dapat membuat manusia bergantung pada kekayaan. Kekayaan dapat juga menjadi segala-galanya serta membuat rasa aman bagi dirinya. Kekayaan dapat menjadi andalan manusia dan bukan Tuhan lagi, sehingga menghalangi manusia untuk mengikut Yesus dan menyambut Kerajaan Allah.
Kenyataan apa yang kita miliki di dunia adalah anugerah Tuhan, bahkan hal masuk Kerajaaan Allah adalah anugerah Tuhan. Menjadi warga Kerajaan Allah adalah penyerahan hidup sepenuhnya kepada Tuhan karena bagi manusia tidak mungkin, bagi Tuhan mungkin.
SO