Warta Jemaat GKI Gading Serpong, Minggu, 7 Oktober 2018

Ada yang beranggapan bahwa tujuan pernikahan atau keluarga hanya sebatas terpenuhinya kebutuhan hidup anggota keluarga yaitu sandang, pangan dan papan. Di zaman yang serba mudah dan canggih banyak keluarga yang lebih mengutamakan pemenuhan kebutuhan materi. Yang penting keluarga bisa tidur, makan, bisa sekolah dan itu sudah cukup. Ini dianggap tercapai tujuan keluarga. Tujuan hidup keluarga bukan sekedar tercukupnya kebutuhan hidup primer atau materi. Tetapi ada tujuan yang lebih utama yaitu kesatuan keluarga. Kesatuan keluarga yang mencapai tujuan hidup yang dikehendaki Tuhan yaitu penuh damai sejahtera. (sumber:keluarga pemberi harapan)

Markus 10:7-8 “sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu”. Ayat ini bicara soal persatuan dan persekutuan hidup. Tuhan memanggil laki-laki dan perempuan membentuk persekutuan yang tidak terceraikan. Persekutuan yang saling melengkapi dalam memperjuangkan persatuan yang membahagiakan. Kesatuan laki-laki dan perempuan dalam pernikahan adalah identitas manusia (Kejadian 2:18-25), identitas untuk menciptakan kesetiaan dan kasih yang semakin menyatukan diri bukan menikmati kesendirian untuk mementingkan diri.

Kejadian 2:18 “tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja”. Manusia pada hakikatnya sendiri dan Tuhan melihat itu tidak baik. Tetapi dalam kesendirian itu manusia tidak menemukan teman yang sepadan. Sehingga selalu ada kerinduan dalam kehidupannya untuk mencari pasangan yang lain selain dirinya sendiri. Allah lah yang berinisiatif membangun kesatuan itu karena laki-laki dan perempuan bukan makhluk yang utuh dalam dirinya sendiri. Allah menjadikan mereka kesatuan yang sepadan, yang cocok yang saling melengkapi, menopang dengan fungsi, dan tugas yang berbeda. Itu sebabnya dalam Markus 10 : 9 “apa yang telah dipersatukan, Allah tidak boleh diceraikan manusia”, artinya pernikahan merupakan ikatan kesatuan kasih atau cinta dan kesetiaan yang tak dapat terpisahkan.

SO