Warta Jemaat GKI Gading Serpong, Minggu, 2 Februari 2020
Khotbah di Bukit bukan sekedar pengajaran tetapi tuntunan sikap hidup baru yang mendatangkan kebahagiaan sejati dan diberkati Tuhan, jika diwujudkan secara nyata melalui karakter-karakter kristiani yang luhur itu ke dalam dunia yang sementara, bagaimana caranya?
1. Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Artinya orang yang miskin secara rohani dan selalu mengharapkan pertolongan Allah.
2. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Senantiasa memikirkan hidup orang lain mempunyai empati terhadap kesusahan orang lain.
3. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Memperlakukan orang lain dengan penuh perhatian dan dengan hati yang tulus, tidak ada maksud tersembunyi.
4. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Senantiasa mengusahakan hidupnya sesuai dengan firman Tuhan (Mat. 4:4), karena Tuhan sendiri adalah sumber kebenaran (Yoh. 14:6).
5. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Selalu mau memberi kepada orang lain dengan sepenuh hati, baik waktu, harta dan hidupnya, bahkan nyawanya akan diberikan bila memang diperlukan.
6. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Hidup dengan sepenuh hati mengikut Tuhan, sehingga dalam segala perasaan, pikiran, perkataan dan tindakannya, semuanya sesuai dengan hati nuraninya yang terdalam, atau tidak ada kepalsuan.
7. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Orang yang membawa damai adalah orang yang keberadaannya membawa kesejukan, kegembiraan, kesenangan, ketenangan, kesukaan, kebebasan, kelegaan, dan segala perasaan yang nyaman bagi orang-orang yang berada di dekatnya.
8. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Melakukan perbuatan baik sesuai dengan hati nurani dan firman Tuhan tetapi dicela, dimusuhi dan dianiaya, karena menentang dan merugikan orang yang hidup tidak benar.
SO