Warta Jemaat GKI Gading Serpong, Minggu, 18 Januari 2026
Bacaan Alkitab: Yesaya 49:1-7; Mazmur 40:1-11; 1 Korintus 1:1-9; Yohanes 1:29-42
Di depan teras saya, saya mempunyai beberapa pot bunga. Yang memprihatinkan, saya tidak terlalu telaten merawat bunga-bunga itu, namun menarik untuk memperhatikan bahwa entah bagaimana pohon itu tetap menampilkan bunga-bunga yang indah. Bunga-bunga hidup dalam pemeliharaan Tuhan. Tuhan memelihara, Tuhan memberikan kehidupan bahkan Tuhan memberikan keindahan.
Saat kita memberi diri dan hidup dalam Tuhan, maka Tuhan akan memelihara kehidupan kita. Di dalam Tuhan dia akan terus mencukupkan kita. Di dalam Tuhan tidak ada yang kurang (1 Korintus 1:1-7). Di dalam Tuhan ada kekuatan dan peneguhan. Ia akan setia. setia menemani kita dalam segala keadaan kita, dalam segala ketidaksempurnaan kita, dalam segala permasalahan-permasalahan yang kita alami. Sampai waktunya tiba kita berjumpa sang Pencipta, sampai saat itulah Kristus terus setia menguatkan dan meneguhkan kita.
Tinggal dalam Kristus tidak meniadakan tantangan. Tinggal dalam Kristus tidak meniadakan penolakan. Murid-murid Yesus sekalipun bersama-sama melayani, mereka tidak lantas hidup dalam kemudahan dan kemewahan. Bersama Yesus, mereka ditolak bahkan dicemooh. Mereka dipandang sebelah mata. Mereka tidak dipercaya. Mereka bahkan frustasi. Namun Yesus sampai akhir hidupnya tetap setia mengasihi dan menerima keberadaan murid-murid-Nya. Yesus tidak jemu berulang kali memberi kesempatan.
Saat kita tinggal dalam Dia. Jangan takut. Tantangan pasti akan kita jumpai. Penolakan-penolakan, kesulitan-kesulitan hidup mungkin datang silih berganti. Kita bahkan bukan tidak mungkin jatuh dalam kesalahan dalam dosa. Namun di tengah itu semua, saat kita tinggal dalam Kristus. Ia setia. Ia tidak akan meninggalkan kita. Ia tidak juga akan mencemooh kita. Kristus setia. Jangan takut jangan putus asa. Tinggallah dalam Dia dan Kristus akan terus berjalan menerima dan menguatkan kita, memberi kesempatan berulang kali agar kita menjadi semakin baik sehingga sampai saatnya kita bertemu sang Pencipta, kita tidak bercacat cela.
Pdt. Cordelia Gunawan