Saat kelas 3 SD, untuk pertama kalinya aku dirawat di Rumah Sakit Siloam Karawaci. Waktu itu, aku merasakan kepala pusing dan terasa sangat berat, juga kurang enak badan.
Awalnya, aku dibawa ke dokter umum, lalu diminta untuk periksa darah. Hasilnya menyatakan aku terkena penyakit demam berdarah dengue (DBD), sehingga harus dirawat inap.
Selagi berjalan di lorong rumah sakit dengan didampingi keluarga, aku berdoa dalam hati, memohon Tuhan untuk menguatkan aku selama menjalani perawatan, dan terlebih memberiku kesembuhan.
Sebenarnya, aku takut sekali dengan jarum suntik, padahal harus dipasang infus. Namun, tiba-tiba aku teringat, Tuhan pasti memberikan aku kekuatan. Ternyata benar, meskipun aku menangis, gara-gara jarum infusnya terlihat besar, tetapi aku dapat merasakan kehadiran Tuhan di dekatku. Akhirnya, infus pun terpasang di tanganku. Satu hal yang selalu aku ingat, waktu itu tanganku seperti tangan robot, karena ada papan kayu, selang, dan jarum.
Aku selalu berpikir, Tuhan Yesus akan menyembuhkanku melalui tangan dokter, sehingga bisa pulang ke rumah, dan bersekolah kembali seperti semula.
Setelah dokter memberitahu aku boleh pulang dari rumah sakit, aku pun berdoa, “Terima kasih Tuhan, Engkau telah menemaniku melewati ketakutan, dan juga menyembuhkanku”. Tuhan Yesus sungguh baik dalam hidupku.
Jadi teman-teman, ingat ya, berdoalah selalu, baik saat kita mengalami sakit atau takut menghadapi apa pun juga. Sebab, Tuhan Yesus sanggup menyembuhkan penyakit kita, dan Dia pasti akan menolong kita. Amin. Tuhan memberkati.
*Penulis adalah anak Sekolah Minggu GKI Gading Serpong kelas 6 siang.
Tulisan ini dimuat dalam Majalah Sepercik Anugerah edisi 23