Apakah Anda pernah menghadapi situasi sulit yang mencekam, tetapi bingung dan enggan terbuka kepada siapa pun? Keengganan itu muncul karena khawatir yang kita ceritakan akan tersebar ke semua orang, sehingga mereka mengetahui keburukan atau kebiasaan kita yang kurang baik. Pada akhirnya, kita pun takut membuka diri.
Hal itu pernah saya alami. Ini memotivasi saya untuk berani menuangkannya dalam bentuk tulisan, agar menjadi penguat bagi siapa pun yang membacanya. Semoga tulisan ini bisa menjadi berkat bagi sesama.
Kita perlu berhati-hati dalam berbagi atau berkata-kata, karena perkataan bisa menjadi pisau bermata dua. Perkataan yang diucapkan tanpa berpikir panjang dapat menjadi bumerang, menjatuhkan citra diri kita. Bisa jadi, akhirnya kita kurang dipercaya atau diberi kesempatan oleh publik. Kita jadi hidup dalam kesendirian.
Itulah pentingnya berada di tempat dan komunitas yang tepat, saling mendukung, bukan saling menjatuhkan atau memojokkan kita. Komunitas yang mampu mengubah diri kita yang dulunya takut bercerita menjadi terbuka. Itulah yang membuat saya mau bergabung dengan kelompok kecil yang sudah dimulai sejak sekitar tahun 2016. Kelompok kecil ini bernama Hosea, yang diambil dari bahasa Ibrani yang artinya “keselamatan” atau “Tuhan menyelamatkan”.
Kelompok Tumbuh Bersama (KTB) Hosea terdiri dari dua belas orang, termasuk pembina kami, Alfred Tuwahatu dan Junita Hendrata. Anggotanya saat ini adalah Joshua Nathanael, Maynard Ivananda, Wiliam Filix, Yoel Kristian, Yosua Hinarno, Christopher Alvin, Jody Alvian, Piano Patra Boramie, Samuel Putra Cussoy, dan Samuel Alfaro. Kelompok ini juga didukung oleh pembina sebelumnya, yaitu Daniel Lie, Hebron Pemasela, dan Benedictus Arya Dewanto. Dalam kelompok inilah saya dipulihkan dan diubah.
Wahai anak muda, bersyukurlah kalian yang sudah memiliki kelompok tumbuh bersama yang saling mendukung satu dengan lainnya. Kelompok seperti ini penting, terutama untuk mendorong pertumbuhan setiap anggotanya, sehingga berani terbuka dan mengalami pemulihan, hal yang baik dan patut kita syukuri. Bagi yang belum bergabung dalam kelompok tumbuh bersama, mari bergabung dan bertumbuh dalam komunitas yang membangun.
*Penulis adalah pengurus Komisi Dewasa Muda tahun 2019 – 2021 dan masih melayani sebagai guru Sekolah Minggu GKI Gading Serpong kelas 5 SD.
Tulisan ini dimuat dalam Majalah Sepercik Anugerah edisi 23