Di GKI Gading Serpong, begitu banyak kegiatan persekutuan, pembinaan, maupun pelayanan yang dapat diikuti oleh jemaat. Namun, apakah seluruh jemaat sudah mengetahuinya? Jika tidak ada yang memberitakan, bagaimana mereka dapat tergerak untuk mengikutinya? Untuk itulah, pada Sabtu, 23 Mei 2026, pukul 09.00–15.00, Tim Content Writer & Publication dari Komisi Digital dan Kreatif GKI Gading Serpong mengadakan pelatihan menulis liputan bagi para utusan komisi/badan pelayanan dan jemaat umum. Acara diadakan di Ruang Matius, Griya Anugerah, Jl. Kelapa Puan Raya, Blok CA 12 No.20/21, Gading Serpong, Tangerang. Ada 19 peserta yang hadir dari 21 orang yang mendaftar, di luar pembicara. Karena jadwal yang bersamaan dengan acara kebersamaan wilayah, banyak utusan komisi yang tidak dapat hadir, tetapi ini tidak menyurutkan semangat panitia dan para peserta.
Pembawa acara, Illya Coutrier membuka dengan pujian “Allah Itu Baik”, diiringi petikan gitar Pnt. David Satyawan. Sebelum pelatihan dimulai, Tjhia Yen Nie, ketua Tim Content Writer & Publication Komisi Digital dan Kreatif GKI Gading Serpong menyampaikan sambutannya. “Liputan itu adalah seperti kita meninggalkan jejak … Injil juga merupakan liputan … Bayangkan jika mereka tidak meliput.”
Pendapat Tjhia Yen Nie itu diiakan oleh Pdt. Danny Purnama, yang membawakan renungan dari Yoh. 6:1–15. Seberapa pun kemampuan kita, jika diserahkan kepada Tuhan, dapat dipakai-Nya untuk memberkati sesama. Namun terkadang, sebagai orang dewasa, kita overthinking, sehingga memilih untuk menyembunyikan apa yang kita miliki, karena menganggapnya tak berarti. Namun, jika kita mau menyerahkan apa yang kita miliki, seperti anak kecil yang membawa lima roti dan dua ikan itu, Tuhan dapat memakai yang seolah tak berarti itu menjadi luar biasa.

Pdt. Danny Purnama Membawakan Renungan Singkat (sumber: Tim Publikasi KDK GKI GS)
Pelatihan dilaksanakan dalam tiga sesi. Lanny Dewi Joeliani, koordinator editor Majalah Sepercik Anugerah dan website GKI Gading Serpong, membawakan sesi pertama, tentang pentingnya suatu liputan, dasar-dasar penulisan suatu liputan yang baik, dan kesalahan-kesalahan umum yang sering kali ditemui. Juga, dipaparkan mengenai rencana peremajaan website GKI Gading Serpong, sehingga lebih memberi ruang untuk menampilkan kegiatan berbagai badan pelayanan dan komisi yang ada. Dengan demikian, diharapkan jemaat lebih tertarik dan lebih mudah memilih bidang pelayanan yang ingin diikutinya.

Lanny Dewi Joeliani Membawakan Sesi Pertama (sumber: Tim Publikasi KDK GKI GS)
Di sesi kedua, Eris Estrada Sembiring, anggota Tim Content Writer & Publication Komisi Digital & Kreatif GKI Gading Serpong, memaparkan trik-trik untuk membuat suatu liputan tidak hanya benar, tetapi juga menarik, seperti cara membuat judul yang menarik, cara menampilkan suasana acara sehingga lebih menggelitik emosi pembaca, serta perbedaan hard news dan storytelling. Liputan yang menggunakan teknik storytelling akan mampu mempertahankan ketertarikan pembaca untuk membaca tulisan hingga selesai, dan tidak melewatkannya begitu saja.

Eris Estrada Sembiring Membawakan Sesi Kedua (sumber: Tim Publikasi KDK GKI GS)
Setelah rehat makan siang, Elvier Christanty, pemimpin redaksi Majalah Sepercik Anugerah GKI Gading Serpong, dibantu Illya Coutrier, membawakan permainan “Darat, Laut, dan Udara”, sebagai ice breaking, agar para peserta tetap segar dan bersemangat. Saat disebutkan “darat”, “laut”, atau “udara”, maka peserta yang ditunjuk harus menyebutkan hal yang berhubungan dengan kata yang disebutkan. Untuk level 1, peserta harus menyebutkan satu hal. Untuk level 2, ia harus menyebutkan dua hal, dan untuk level 3, ia harus menyebutkan tiga hal. Sesekali Illya melontarkan candaan sambil bermain, untuk memancing tawa peserta. Pada permainan kedua, Elvier menunjukkan beberapa gambar di layar. Setelah gambarnya ditutup, para peserta pun berlomba-lomba menyebutkan sebanyak mungkin gambar yang telah ditayangkan sebelumnya.

Elvier Christanty Membawakan Ice Breaking Selepas Istirahat Makan Siang (sumber: Tim Publikasi KDK GKI GS)
Acara ice breaking tadi rupanya cukup sukses. Walaupun sudah siang, tak terlihat wajah-wajah mengantuk. Bahkan, para peserta tampak antusias mencatat, dan sesekali bertanya. Di sesi terakhir pelatihan, para peserta diminta berlatih dengan menulis liputan kegiatan ini selama setengah jam. Setelah itu, beberapa peserta tanpa malu-malu, dengan sukarela membacakan tulisannya, untuk kemudian dibahas, tidak hanya oleh pembicara, tetapi juga oleh sesama peserta. Memang, perlu banyak latihan dan hati yang mau diajar, agar keterampilan menulis bisa terus dikembangkan.

Wajah-wajah Serius Peserta Ketika Berlatih Menulis Liputan (sumber: Tim Publikasi KDK GKI GS)

Elizabeth Tannos dengan Sukarela Membacakan Karyanya untuk Dievaluasi Bersama-sama (sumber: Tim Publikasi KDK GKI GS)
Pada kesempatan ini juga terjadi sebuah momen spesial. Tjhia Yen Nie dan Pnt. Lydia Kurniawati maju ke depan, membawa sebuah paket. Rupanya, paket tersebut berisi buku kesaksian jemaat GKI Gading Serpong, Hidupku Kitab Terbuka, yang baru saja dikirimkan oleh penerbit Grafika KreasIndo. Sebagian penulis buku tersebut, yang kebetulan hadir dalam pelatihan ini, kemudian diminta maju ke depan untuk berfoto bersama.

Tjhia Yen Nie dan Pnt. Lydia Kurniawati Membuka Paket Buku Kesaksian (sumber: Tim Publikasi KDK GKI GS)

Sebagian Penulis Buku Kesaksian Jemaat yang Hadir dalam Acara Pelatihan (sumber: Tim Publikasi KDK GKI GS)
Acara pelatihan diakhiri dengan bersama-sama menyanyikan lagu “Kita Harus Membawa Berita” dan menaikkan doa penutup, yang dipimpin oleh Pnt. Indardjo. Setelah berfoto bersama, para peserta pun meninggalkan tempat, untuk melanjutkan acara masing-masing.
Berikut adalah dua tulisan dari sekian banyak peserta yang bersedia membacakan karyanya.
I. Menghidupkan Cerita, Menggerakkan Hati: Komisi Digital & Kreatif GKI Gading Serpong Gelar Pelatihan Penulisan Liputan
Penulis: Oloan Sitanggang*

Oloan Sitanggang Membacakan Karyanya untuk Dievaluasi Bersama (sumber: Tim Publikasi KDK GKI GS)
Sebuah tulisan yang baik tidak sekadar menyampaikan informasi, tetapi mampu membawa pembacanya ikut hadir, melihat, dan merasakan langsung suasana yang dikisahkan. Semangat itulah yang mendasari diadakannya pelatihan penulisan liputan bagi jemaat, yang diinisiasi oleh Komisi Digital dan Kreatif GKI Gading Serpong pada Sabtu, 23 Mei 2026. Bertempat di Ruang Matius, Griya Anugerah, Jl. Kelapa Puan Raya No. 20-21 Blok CA 12, Tangerang, acara yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 15.00 WIB ini berjalan dengan penuh antusiasme. Sebanyak sembilan belas peserta hadir membawa semangat yang sama – rindu menimba ilmu baru, sekaligus rindu membagikannya, demi pelayanan jemaat yang lebih luas.
Menulis dengan "Jiwa"
Pelatihan ini menghadirkan dua pembicara yang berkompeten di bidangnya, yaitu Lanny Dewi Joeliani dan Eris Estrada Sembiring. Dalam pemaparannya, kedua pembicara tidak hanya membagikan teknis penulisan liputan yang jelas, menarik, dan berdampak, tetapi juga menekankan pentingnya memberikan "jiwa" ke dalam sebuah tulisan.
"Sebuah liputan yang hidup adalah liputan yang mampu menyentuh emosi pembacanya. Ketika orang membaca, mereka tidak cuma tahu apa acaranya, tapi bisa merasakan atmosfer dan berkat yang mengalir di dalamnya," ungkap Eris Estrada Sembiring. Para peserta diajak untuk melatih kepekaannya dalam menangkap momen-momen penting dari sebuah kegiatan gereja, lalu merangkainya menjadi narasi yang komunikatif dan berbobot.
Ilmu dan Kebersamaan
Durasi pelatihan yang cukup panjang sama sekali tidak menyurutkan fokus para peserta. Komisi Digital dan Kreatif, selaku panitia, memastikan seluruh peserta tetap berenergi dengan suguhan snack dan makan siang yang berlimpah. Suasana kebersamaan yang hangat pun menjadi sarana bagi para peserta untuk saling bertukar ide dan mempererat keakraban. Berkat asupan yang mengenyangkan ini, para peserta tetap terjaga, fokus, dan interaktif hingga akhir sesi pelatihan.
Melalui pembekalan ini, Komisi Digital dan Kreatif berharap, pelayanan literasi dan dokumentasi di lingkungan GKI Gading Serpong dapat semakin berkembang. Pascapelatihan, diharapkan akan lahir para peliput baru dari tengah jemaat, yang siap mengabadikan berbagai momen pelayanan dan kegiatan gereja. Melalui tulisan-tulisan yang jelas, menarik, dan berdampak, berkat Tuhan yang dinyatakan melalui setiap kegiatan gereja nanti akan dapat dibaca, dinikmati, dan memberkati lebih banyak jemaat.
II. Saat Tulisan Menjadi Jembatan Pelayanan
Penulis: Debora Santoso**

Debora Santoso Membacakan Karyanya untuk Dievaluasi Bersama (sumber: Tim Publikasi KDK GKI GS)
Dalam kehidupan bergereja, ada begitu banyak kegiatan pelayanan, pembinaan, dan persekutuan yang dapat diikuti oleh jemaat. Namun, tidak semua kegiatan tersebut dapat diketahui secara luas, apabila tidak dikomunikasikan dengan baik. Karena itu, GKI Gading Serpong melalui Komisi Digital dan Kreatif mengadakan pelatihan penulisan liputan pada Sabtu, 23 Mei 2026, pukul 09.00-15.00 WIB di Ruang Matius, Griya Anugerah, Jl. Kelapa Puan Raya No. 20-21 Blok CA 12, Tangerang.
Pelatihan ini diikuti oleh para PIC maupun kontributor publikasi dari berbagai komisi. Kegiatan dibuka dengan pujian dan renungan singkat yang dibawakan Pendeta Danny Purnama. Dalam ibadah pembukaan ini, peserta diajak melihat, menulis liputan bukan hanya tentang menyusun kata-kata, tetapi juga tentang bagaimana tulisan dapat menjadi berkat dan memberi manfaat bagi banyak orang.
Setelah itu, peserta memasuki sesi pertama bersama Lanny Dewi Joeliani. Pada sesi ini, peserta belajar dasar-dasar penulisan liputan, mulai dari pengertian liputan, jenis-jenis liputan, hingga unsur-unsur penting yang perlu ada di dalamnya. Materi ini menjadi dasar agar peserta dapat menyusun liputan yang jelas, terarah, dan mudah dipahami oleh pembaca.
Pemahaman tersebut kemudian diperdalam dalam sesi kedua, yang dibawakan oleh Eris Estrada Sembiring. Peserta diajak mengenal perbedaan antara hard news dan feature news, pentingnya storytelling, serta peran judul dalam menarik perhatian pembaca. Dari sesi ini, peserta belajar, liputan tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga perlu dikemas dengan menarik, agar pembaca mau mengikuti cerita sampai selesai.
Di sela-sela rangkaian kegiatan, peserta juga menikmati coffee break dan makan siang bersama. Berbagai macam kue tradisional, teh, kopi, serta hidangan makan siang yang disediakan menambah suasana hangat dan akrab selama pelatihan berlangsung.
Pada sesi terakhir, peserta diajak untuk mempraktikkan materi yang telah dipelajari, dengan menulis liputan mengenai kegiatan hari itu. Setiap peserta mencoba menyusun tulisan dengan sudut pandang dan gaya masing-masing. Meskipun peserta memiliki pengalaman yang beragam, baik yang sudah terbiasa menulis maupun yang baru memulai, materi tetap dapat diikuti dengan baik, karena disampaikan secara sederhana dan mudah dipahami.
Pada akhirnya, pelatihan ini menjadi langkah sederhana, tetapi berarti, agar semakin banyak cerita pelayanan dapat ditulis, dibagikan, dan menjadi jembatan bagi jemaat untuk semakin terhubung dalam kehidupan bergereja.
*Penulis adalah pengurus Komisi Dewasa GKI Gading Serpong untuk masa pelayanan 2026–2028.
**Penulis adalah pengurus Komisi Pekabaran Injil GKI Gading Serpong untuk masa pelayanan 2026–2028.