Di minggu ketiga bulan Januari 2026, Youth Ministry GKI Gading Serpong mengadakan acara kebersamaan gabungan kembali, dengan tema “UNITE x U-Turn: Starting the Year with Grit” (Memulai Tahun dengan Ketekunan), new year potluck and fellowship, pada Sabtu, 17 Januari 2026, bertempat di Aula Kana, Griya Kasih, jalan Kelapa Gading Barat Blok AD15 nomor 16, Kelapa Dua, Pakulonan Barat, Tangerang. Acara ini menjadi wadah persekutuan gabungan antara Komisi Youth & Teens (YT) dan Komisi Dewasa Muda (KDM), yang berada di bawah naungan Youth Ministry GKI Gading Serpong. Youth Ministry ini sendiri merupakan komunitas yang menjadi tempat bertumbuhnya jemaat muda dalam iman dan relasi.

Masih hangat dalam suasana pergantian tahun, acara ini diselenggarakan dengan tujuan mengakrabkan jemaat dari Komisi Youth & Teens (YT) dan Komisi Dewasa Muda (KDM), serta mempersiapkan mereka menjalani tahun 2026 dengan ketekunan, sesuai dengan tema. Acara dihadiri oleh tiga puluh orang peserta dari kedua komisi.

Dibuka dengan pujian “S’bab Tuhan Baik” dan “Esok ‘kan Kujelang”, dipandu oleh tim MC gabungan dari kedua komisi, yaitu Maria Jovenathania dari Komisi Youth & Teens (YT) dan Rendy Graciano Putra dari Komisi Dewasa Muda (KDM), dengan didampingi oleh Pnt. Michella Aurelia (penatua pendamping Komisi Dewasa Muda [KDM]) dan Pnt. David Sakti Satyawan (penatua pendamping Komisi Youth & Teens [YT])

Kegiatan pertama dimulai dengan sesi permainan “Get to Know Each Other Bingo”. Permainan ini bertujuan supaya jemaat dapat membuka diri dan berani keluar dari zona nyaman, berani berkumpul dengan orang-orang yang tidak biasa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, karena komunitas terbentuk dari komunikasi dan interaksi.

Kemudian, dilanjutkan dengan sesi permainan berikutnya, yaitu “Balon Tiup dan Ember”. Balon yang diterbangkan oleh panitia harus dapat dimasukan ke dalam ember. Ketentuannya, balon hanya boleh dioper menggunakan kaki atau anggota tubuh lainnya, kecuali tangan. Melalui permainan ini, jemaat belajar, memulai apa pun membutuhkan kesabaran dan ketekunan, karena proses yang harus dilalui memang tidak mudah. Balon diibaratkan sebagai tantangan kehidupan yang sulit. Kesulitan bisa dihadapi bersama, apabila kita percaya dan mau terus konsisten melangkah bersama Tuhan.

Sebelum memasuki sesi firman Tuhan yang dibawakan oleh Reni Yuliastuti, jemaat diajak untuk melakukan journaling, yang dibawakan oleh Marselina Viase. Dengan melakukan journaling, jemaat dapat belajar mengenal diri sendiri terlebih dahulu, sebelum belajar mengenal pribadi orang lain. Apabila sudah mengenal diri sendiri secara mendalam, barulah mereka bisa menetapkan tujuan hidup yang hendak dicapai di tahun 2026.

Bukan hanya itu, melalui acara Unite X U-Turn ini, jemaat juga diajarkan juga untuk berani mengambil keputusan dan mengambil tindakan, seperti memutuskan hubungan pertemanan yang toksik dan cenderung merusak, serta berani mengambil keputusan untuk berkata “tidak” terhadap yang hal-hal tidak perlu.

Pembicara mengajak jemaat membaca dari Mazmur 90:12, yang berbunyi, “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami, supaya kami beroleh hati yang bijaksana.” Pribadi yang mau diubah adalah pribadi yang mengetahui prioritas dalam kehidupannya. Itu tidak akan mudah, karena akan ada banyak halangan dalam kehidupan. Untuk memulainya, diperlukan perjuangan. Namun, sebagai manusia yang beriman kepada Allah, semua itu bisa dilakukan apabila kita selalu mengandalkan Tuhan, dan bukan mengandalkan kekuatan sendiri.

Sebagai penutup dari acara Unite X U-Turn, pembicara juga mengingatkan, kita harus berfokus, bersosialisasi, dan terhubung dengan Tuhan. Apabila semua poin itu sudah diterapkan dan dilakukan, kita akan mengetahui prioritas utama dalam hidup kita. Pembicara menutup dengan berucap, “Belajar menjadi pribadi yang bijak memang sulit, tetapi ingatlah, semua itu harus dimulai dari diri kita sendiri, bersama-sama dengan Tuhan.”

*Penulis adalah guru Sekolah Minggu GKI Gading Serpong kelas 4 siang dan anggota Komisi Dewasa Muda GKI Gading Serpong.