“Kekristenan tidak dapat dilepaskan dari pelayanan literatur, Alkitab adalah hasil tulisan,” kata Pdt Ayub Yahya, dalam acara kebersamaan Komisi Perpustakaan, Publikasi, dan Dokumentasi (KPPD) GKI Gading Serpong pada Minggu, 24 Januari 2016, di lantai 6 SMAK Penabur Gading Serpong, pukul 12.00-15.00 WIB. KPPD GKI Gading Serpong yang diketuai oleh Gusjan Nanlohy, terdiri dari 4 sub komisi, yaitu : Perpustakaan GKI Gading Serpong, Klub Fotografi imagoDeus, Tim Web GKI Gading Serpong, dan Redaksi Majalah Sepercik Anugerah.

 

20160124KebersamaanKPPD02Foto selengkapnya dapat dilihat di Galeri

 

Pdt. Ayub Yahya mengatakan bahwa penulisan penting karena ingatan manusia terbatas, sedangkan tulisan dapat mengatasi jarak dan jaman, bisa sampai pada saat yang tepat, dan tulisan dapat dibaca berulang-ulang. Pdt. Ayub Yahya juga menggambarkan bagaimana kebaikan kecil yang kita lakukan dapat menjadi mujizat bagi orang lain, tanpa sepengetahuan kita. Dia menceritakan pengalamannya dalam penerbitan Renungan Harian, yang kemudian dikirim ke penjara di Nusakambangan. Suatu waktu renungan harian tersebut tanpa sengaja dibaca oleh seorang narapidana terhukum mati, dan menyebabkan narapidana tersebut bertobat. “Penulisnya mungkin tidak tahu bahwa tulisannya akan membuat orang lain diselamatkan, tapi itulah yang terjadi…” Demikian pula dengan pelayanan apapun yang kita lakukan. Kita tidak tahu apa yang ada dibaliknya.

“Suatu hari, saya juga pernah jenuh dalam pelayanan ini….kadang harus tidur malam memeriksa, mengomentari tulisan-tulisan yang masuk, sedangkan sepertinya hasil yang diharapkan tidak kelihatan juga. Namun seorang teman menegur, kalau kita diberi talenta oleh Tuhan, Tuhan pasti minta….mana buahnya? kalau kita diberi talenta banyak, Tuhan akan menuntut banyak….kalau kita diberi talenta sedikit, Tuhan juga tidak akan menuntut lebih dari yang diberikanNya, kita semua harus menghasilkan buah dari talenta yang telah Tuhan berikan.”

Dalam sharing ini juga dia menekankan tentang pentingnya kesatuan dalam pelayanan literatur, tidak hanya tulisan, foto juga mengemas sebuah tulisan menjadi lebih bagus dan berbicara, demikian juga perkembangan teknologi yang menunjangnya. Semua ditujukan agar informasi yang disampaikan dalam pelayanan literatur cepat, tepat dan menjangkau siapa saja. “Berpikir secara global, bahwa pelayanan yang kita lakukan di KPPD GKI Gading Serpong dapat memberikan kebaikan bagi orang lain, di mana saja, dan pada saat yang tepat menurut Tuhan.”

Acara dilanjutkan dengan perkenalan masing-masing komisi, dimulai tim perpustakaan yang diketuai Ariani Adisurja dengan anggota tim termudanya, Christian Ginting dan Ezra dari teens GKI Gading Serpong. Tim web GKI Gading Serpong yang diketuai Winardi Santoso, klub fotografi imagoDeus yang diwakili oleh Ezekiel Oswari dan Hengky Lumban Gaol, serta Redaksi Sepercik Anugerah dengan pemimpin redaksinya Tjhia Yen Nie. Penatua pendamping Dhama Gustiar Baskoro dan Suryadiputra Liawatimena, penatua pendamping yang akan membimbing KPPD dari April 2016, juga hadir dalam acara ini.

 

20160124KebersamaanKPPD01Foto selengkapnya dapat dilihat di Galeri

 

Bertanggungjawab atas talenta yang Tuhan berikan… menjadi suluh dunia melalui pelayanan di KPPD GKI Gading Serpong, kiranya itulah yang terjadi pada setiap anggota KPPD GKI Gading Serpong.

 

Sungguh inginkah engkau lakukan hal besar?
Jangan tunggu tiba saatnya
Kini tugasmu kerjakan dengan baik benar
Jadilah suluh dunia!

Tiap talentamu pasti ada artinya bila mencerminkan kasihNya
Barang yang kecil pun sungguh ada gunanya
Jadilah suluh dunia!