Opini

  • [ Penulis: Benedictus Leonardus. Editor: David Tobing ]

    Setiap orang, apakah dia sadar atau tidak mempunyai cara pandang tersendiri dalam menginterpretasikan realitas/dunia ini. Cara pandang ini akan mempengaruhi kehidupannya dalam  melakukan segala sesuatu. Cara pandang bagaimana dia melihat segala sesuatu (Tuhan, manusia, alam semesta), yang juga merupakan persepsinya yang komprehensif terhadap dunia disebut wawasan dunia atau pandangan dunia (worldview).

  • [ Penulis: Benedictus Leonardus. Editor: David Tobing ]

    Kebenaran menjadi bahan perdebatan sejak zaman dahulu kala. Hingga saat inipun perdebatan mengenai kebenaran terus berlangsung. Sebagai seorang Kristen, apakah kebenaran hanya berlaku dalam budaya dimana Alkitab dituliskan? Apakah kebenaran Alkitab melampaui batas-batas ruang dan waktu? Dan mungkin kita dapat mengajukan sederet pertanyaan lain mengenai kebenaran.

  • Kolom Kristiani

    Merupakan tulisan yang menyaksikan kebesaran dan kasih Kristus. Kolom bersifat personal, diangkat dari sudut pandang penulis.

    Opini Kristiani

    Tulisan yang berupa paparan pengetahuan, pendapat, pemikiran, dan gagasan penulis, berdasarkan hasil analisisnya atas permasalahan kekristenan yang diangkat dengan disertai sumber-sumber kepustakaan yang digunakan.

    Humaniora Kristiani

    Artikel yang membahas topik-topik dalam dalam bidang kebudayaan, seni, pendidikan, kesehatan, lingkungan dalam mengikuti perkembangan jaman, yang bertujuan memberikan pengetahuan kepada pembaca.

    Resensi Buku Kristiani

    Ringkasan dari buku rohani yang terdapat di perpustakaan GKI Gading Serpong

  • [ Penulis: Benedictus Leonardus. Editor: David Tobing ]

    Walaupun sama sama mengaku sebagai seorang Kristen, worldview seorang Kristen dapat berbeda antara yang satu dengan lainnya. Hal ini sangat tergantung bagaimana penerimaan seseorang terhadap Alkitab. Apakah Alkitab adalah Firman Tuhan atau Alkitab berisi Firman Tuhan? Dan apakah Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat Dunia atau tidak lebih sebagai guru moral yang baik?

  • [ Penulis: Oh Yen Nie ]

    Seringkali doa-doa kita diisi oleh permohonan semata, ucapan syukur kita juga sekilas saja. Terlebih jika kita harus mengucap syukur dari situasi yang sulit, bagaimana harus mengucap syukur? Sebuah artikel yang ditulis oleh Cindi McMenaminA Thanksgiving Prayer that God might rarely hear mengajar kita untuk melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda. Berikut sebuah doa yang indah yang jarang kita doakan, doa ini bisa menjadi doa keluarga di akhir tahun.

  • [ Penulis: Tjhia Yen Nie. Editor: David Tobing ]

    Sabtu itu kami, dari tim redaksi Anugerah, dengan dipandu Pdt. Santoni dan Ibu Vera, berkunjung ke sebuah kebun buah, Arinda Village, di sekitar Bogor. Berkumpul di Griya Anugerah, pukul 05.00 WIB, kami berangkat diiringi gerimis pagi. “Semoga sampai di sana, hari cerah,” demikian kata saya dalam hati. Perjalanan selama dua jam tersebut terasa singkat, karena diiringi kantuk yang melanda. Sesampainya di sana,kami pun disambut tuan rumah yang sudah menantikan kedatangan kami semua.

  • [ Penulis: Benedictus Leonardus. Editor: David Tobing ]

    Kita hidup di era yang mengagungkan toleransi. Memang sikap toleransi dibutuhkan apalagi kita hidup dalam masyarakat yang majemuk dengan keyakinan religius yang berbeda. Apakah untuk hidup toleransi berarti kita harus merelatifkan kebenaran yang kita yakini. Apakah mungkin toleransi tanpa berpegang pada prinsip kebenaran? Mungkinkah kebenaran dan toleransi dapat berjalan beriringan tanpa saling bertentangan?

  • [ Penulis: Benedictus Leonardus. Editor: David Tobing ]

    Beberapa waktu yang lalu kita dikejutkan oleh Pernyataan Pastoral tentang LGBT yang ditandatangani oleh ketua umum dan sekjen PGI. Pernyataan Pastoral tentang LGBT ini menuai kritik karena dianggap tidak sejalan dengan Alkitab yang adalah Firman Tuhan, walaupun ada ayat Alkitab yang dikutip. Kita bertanya-tanya apa yang mendasari pernyataan tersebut.

  • [ Penulis: Benedictus Leonardus]

    Hari Reformasi Protestan diperingati setiap tanggal 31 Oktober. Reformasi yang dimulai pada abad 16 dipelopori oleh Marthin Luther agar gereja kembali kepada Alkitab. Sejak itu kita mengenal frasa “sola scriptura” hanya Alkitab. Frasa lain yaitu sola fide (hanya iman), sola gratia (hanya iman), solus Christus (hanya melalui Kristus).

    Marthin Luther dan para reformator lainnya memperjuangkan agar Alkitab yang adalah Firman Allah memiliki otoritas tertinggi dan berwibawa dalam kehidupan gereja. Para reformator tidak membangun teologi, dogma, doktrin, ajaran baru tetapi bertumpu pada teologi dari bapa-bapa gereja berdasarkan kesaksian Alkitab secara utuh.

  • [ Penulis: Benedictus Leonardus. Editor: David Tobing ]

    Setiap minggu dalam kebaktian setelah khotbah, dipimpin oleh penatua dengan kalimat pengantar: “Marilah kita bersama dengan umat Tuhan dari segala abad dan tempat mengakui iman percaya kita seturut dengan Pengakuan Iman Rasuli yang demikian bunyinya…,” kita dengan berdiri mengucapkan / mengikrarkan Pengakuan Iman Rasuli yang terdiri dari 12 pasal.

  • [ Penulis: Benedictus Leonardus. Editor: David Tobing ]

    Istilah budaya sudah tidak asing bagi kita. Setiap daerah mempunyai budaya tersendiri yang berlaku dalam daerah tersebut. Budaya biasanya diwariskan turun temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya. Budaya mempunyai peran yang penting dalam kehidupan kita karena budaya sangat mempengaruhi pola pikir, tindakan kita. Regardless of level or location, culture is important because it can powerfully influence human behavior . . .(Kotler, 2007, 148).

  • [ Penulis: Benedictus Leonardus. Editor: Carlo Santoso ]

    Sering kita bertanya apa peran Roh Kudus dalam kehidupan jemaat? Gereja mula-mula meyakini bahwa Roh Kudus berperan di dalam penyusunan Alkitab. Demikian pula Gereja Kristen Indonesia meyakini hal yang sama. Hal ini tercantum di dalam Tata Gereja dan Tata Laksana, GKI, Pegangan Ajaran Mengenai Alkitab, Lampiran 5.6, hal 346, yang menyatakan Alkitab ditulis dan disusun dengan kuasa dan bimbingan Roh Kudus, yang menyertai dan mengilhami para penulis dan penyusunnya.

  • [ Penulis: Zeth Lodo. Editor: Tjhia Yen Nie ]

    Manusia secara alamiah pasti akan mengalami pertumbuhan, dari anak-anak menjadi remaja, dan kemudian dewasa. Proses ini bersifat normal dan natural. Banyak faktor yang mempengaruhi proses pertumbuhan menuju ke kedewasaan manusia, namun faktor yang paling utama adalah waktu. Menjadi dewasa melewati proses waktu yang panjang melewati fase-fase pertumbuhan sesuai dengan umurnya. Sebagai contoh, bayi yang belajar merangkak tidak mungkin dipaksa untuk berlari.

  • [ Penulis: Benedictus Leonardus. Editor: Thjia Yen Nie ]

    Kita lebih akrab dengan istilah visi, misi, nilai-nilai dibandingkan dengan pengakuan iman (statement of faith). Padahal pengakuan iman menjadi dasar perumusan visi, misi dan nilai-nilai.

    GKI mempunyai pengakuan iman yang tertera pada Tata Gereja, Tata Dasar GKI, Pasal 3. Pdt. Eka Darmaputera menyebut pengakuan iman GKI sebagai identitas GKI. Di dalam Pengakuan Iman GKI terdapat 5 butir pernyataan dimana pada butir 1 tertulis, “Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juru Selamat dunia, sumber kebenaran dan hidup; Kepala Gereja yang mendirikan gereja dan memanggil gereja untuk hidup dalam iman dan misi-Nya.” Butir 2: “GKI mengaku imannya bahwa Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru adalah Firman Allah, yang menjadi dasar dan norma satu-satunya bagi kehidupan gereja.”

  • [ Penulis: Benedictus Leonardus. Editor: David Tobing ]

    Mungkin sebagian besar kita sudah pernah mendengar istilah postmodernisme, postmodern atau posmo. Postmodernime sering dijadikan topik pembicaraan atau diskusi. Tanpa kita sadari mungkin juga spirit postmodernisme telah menjadi bagian kehidupan kita baik sebagai pribadi maupun komunitas dalam gereja.

    Dalam kehidupan bergereja kita lebih asyik dengan cerita kita. Cerita kita yang berfokus pada diri kita atau kelompok kita dikategorikan sebagai cerita kecil. Sering kita membangun cerita kecil tanpa mengacu pada cerita besar (grand narrative). Sebagai jemaat Kristus, cerita kecil kita harus selaras dengan cerita besar yaitu Alkitab. Cerita kecil kita tak akan bermakna tanpa cerita besar.

  • [ Penulis: Benedictus Leonardus. Editor: Tjhia Yen Nie ]

    Kita semua sudah pasti mengenal Dasa Titah atau lebih dikenal dengan Sepuluh Perintah Allah. Apakah Sepuluh Perintah Allah tersebut masih relevan untuk zaman kini? Apakah kesepuluh hukum dalam Dasa Titah masih bermanfaat? Apakah hukum pertama “Jangan ada padamu allah lain dihadapan-Ku” dan “Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi dibawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi,” masih menjadi keyakinan kita?

  • [ Penulis: Indra Putra. Editor: Carlo Santoso ]

    Yosua diam membisu. Sesekali ia mengangkat wajahnya dengan pandangan kosong. Hatinya berkecamuk. Lima menit yang lalu bagian SDM tempatnya bekerja memberikan surat PHK karena perusahaan bangkrut. Tidak hanya peristiwa ini yang merisaukannya. Lima hari yang lalu ia dan istrinya menutup bisnis yang mereka rintis dalam dua tahun terakhir karena terus merugi. Hari ini pun ia belum pulih dari perasaan duka yang mendera karena dua minggu yang lalu kedua orang tuanya meninggal dalam sebuah kecelakaan kendaraan umum. Indra seperti terseret dalam pusaran gelap. Semua terjadi bertubi-tubi dalam hitungan hari. Mendadak ia kehilangan sumber penghasilan sekaligus identitas karena menjadi pengangguran. Kegusaran, kebingungan, kemarahan, rasa tidak berdaya dan ketidakpastian hidup bercampur menyelimuti kalbu.

  • [ Penulis: Benedictus Leonardus. Editor: David Tobing. ]

    Kebenaran adalah sebuah kata yang sering diperdebatkan dan dapat berujung pada konflik. Apakah kebenaran bersifat absolut atau relatif? Sebagai jemaat Tuhan kita sering diperhadapkan untuk memilih kebenaran. Apakah kebenaran yang kita yakini adalah kebenaran yang sesungguhnya? Bagaimana posisi GKI terhadap kebenaran?

  • [ Penulis: Benedictus Leonardus. Editor: David Tobing. ]

    Kita baru saja merayakan Natal? Adakah makna kehadiran Kristus dalam diri kita? Yesus Kristus adalah figur yang sentral dalam kehidupan orang Kristen. Sedemikian pentingnya figur Kristus, Gereja Kristen Indonesia memberikan posisi sentral kepada Kristus dalam Pengakuan Iman. Tata Dasar GKI, Pasal 3, Pengakuan Iman, berbunyi:

    1. GKI mengaku imannya bahwa Yesus Kristus adalah:
      1. Tuhan dan Juru Selamat dunia, Sumber kebenaran dan hidup
      2. Kepala Gereja, yang mendirikan gereja dan yang memanggil gereja untuk hidup dalam iman dan misinya.

Halaman 1 dari 2